Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MANAJEMEN PROYEK GEOFISIKA

Nama: Muhammad Menggale Syahalam Gumay


NPM: 1506736966

Mudik adalah kegiatan pulang kampung yang biasa dilakukan pada saat hari raya
berlangsung dan biasanya terjadi setiap tahun. Mudik ini memiliki nilai budaya yang tinggi
karena ada ciri khas pada daerah masing-masing tempat mudik, dimulai dari keberagaman
kuliner, pakaian, bahkan tempat wisata misalnya. Hal ini membuat para pemudik menjadi rela
mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mencoba hal-hal beragam yang ada di kampung
mereka.

Pemudik yang datang ke kampung halaman mereka masing-masing membawa nilai


ekonomi baru bagi daerah masing-masing dan uang yang biawa oleh para pemudik akan
diputarkan di daerah tersebut karena jumlah data pemudik yang cukup berkembang pesat. Jika
kita ambil contoh pada tahun 2017 ke tahun 2018 yang diambil dari Kementrian Perhubungan,
jumlah pemudik mencapai 18,6 juta orang pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 ini, jumlah
pemudik diperkirakan meningkat sebesar 5-7 persen menjadi kurang lebih 20 juta orang.

Dengan jumlah orang sebanyak itu, maka terjadilah perputaran uang yang besar juga di
daerah kampung halaman. Bank Indonesia melihat perputaraan uang selama mudik tahun 2018
ini sedikitnya mencapai Rp 188,2 triliun. Angka ini, meningkat 15,3 persen dari tahun lalu
sebesar Rp 163,2 triliun. Deputi Gubenur BI Rosmaya K Hadi mengatakan dari Rp 188,2
triliun, 22 persennya untuk kebutuhan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
(Jabodetabek).

Dengan demikian, fenomena mudik ini membuat skala permintaan menjadi naik yang
membuat perputaran uang menjadi meningkat juga disebabkan sumber daya manusia yang
meningkat pesat di daerah tertentu.

Referensi
http://hadisantoso.com/2017/06/17/mengambil-berkah-ekonomi-mudik/
http://infonitas.com/features/banyak-berkah-ekonomi-mudik-lebaran/822
http://industri.bisnis.com/read/20180625/98/809181/kemenhub-jumlah-pemudik-2018-
tumbuh-5-7
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/06/12/162115826/perputaran-uang-mudik-dan-libur-
lebaran-rp-1882-triliun