Anda di halaman 1dari 16
n a g h e C o f t s E w - r X a
n
a
g
h
e
C
o
f
t
s
E
w
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
o
c
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m
d i t E o r k c e e a r r g - t
d
i
t
E
o
r
k
c
e
e
a
r
r
g
-
t
s
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

Scmmnmar Nasfioxnaft

"I,IENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN DAN PERAN POSDAYA"

Senin, 26 Mei 201,4

Diselenggarakan Dalam Rangka:

,:.;

  • j!i:*=='Ed<--- :*w*{*

-_€**-aa- ^

LJNIVE{lSITAS

ktERDEr{&,,

MALANL

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
n
a
g
h
e
a
f
f
C
o
t
s
w
E
-
t
Prosiding Seminar Nasional
r
X
a
h
Dalam rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Merdeka Malang
d
e
r
-
w
i
e
k
F
t
.
C
c
c
o
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
MELALUI EKONOMI KERAKYATAN
DAN PERAN POSDAYA
a
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
X
r
r
Peyunting:
P
1.
Prof. Ir. Agus Suprapto, M.Sc., Ph.D
2.
Dr. Boge Triatmanto, MM
t
3.
Dr. Wahyu Wiyani, M.Si
m
e
-
Diterbitkan oleh: Unmer Press
.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Universitas Merdeka Malang
F
Alamat Penerbit:
Jl. Terusan Raya Dieng 62-64 Malang Telp./Fax. (0341) 581056
Website: lppm.unmer.ac.id
E-Mail : lppm@unmer.ac.id
c
Dicetak oleh: Unmer Print
D
Click to BUY NOW!
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Copyright @ 2014
ISBN: 978-979-3220-30-7
o
P
m
d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
n
a
g
h
e
a
f
f
C
o
t
s
w
E
-
t
r
PROSIDING
SEMINAR NASIONAL
X
a
h
d
e
r
-
w
i
e
k
F
t
.
C
c
c
o
a
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
X
r
r
P
Sub Tema :
t
1.
Kemiskinan dan UMKM
m
e
-
2.
CSR & Pemberdayaan Masyarakat
3.
Kesiapan Sumber Daya Manusia
4.
Teknologi Tepat Guna
5.
Kebijakan Pemerintah terkait dengan Kesejahteraan Masyarakat
.
F
Peyunting:
c
1.
Prof. Ir. Agus Suprapto, M.Sc., Ph.D
2.
Dr. Boge Triatmanto, MM
3.
Dr. Wahyu Wiyani, M.Si
D
Click to BUY NOW!
o
P
m
n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

KATA PENGANTAR

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

Upaya pengentasan kemiskinan untuk menuju kesejahteraan masyarakat telah banyak dilakukan baik oleh pemerintah, swasta maupun jajaran Perguruan Tinggi. Salah satu yang terintegrasi adalah yang dilakukan oleh Yayasan Damandiri bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah yang tersebar di 200 Kabupaten/Kota di Propinsi seluruh Indonesia melalui Program Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga).

Dalam rangka membangun kepedulian dan peran serta lembaga dan masyarakat umum terhadap pemberdayaan dalam rangka menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat difasilitasi melalui Seminar Nasional ini dengan materi :

1. Kemiskinan dan UMKM, 2. CSR & Pemberdayaan Masyarakat, 3. Kesiapan Sumber Daya Manusia, 4. Teknologi Tepat Guna, 5.Kebijakan Pemerintah terkait dengan Kesejahteraan Masyarakat.

Kita harapkan dengan seminar nasional ini mampu memberikan sumbangan ilmu dan saran bagi kalangan tenaga edukatif, birokrasi dan instansi swasta serta NGO terhadap program peningkatan kesejahteraan Masyarakat.

Seminar ini terselenggara atas prakarsa Ketua LPPM unmer Malang dengan Bapak Prof. Dr. Haryono Suyono selaku Ketua Yayasan Damandiri dan Abah Anton selaku Walikota Malang. Kegiatan ini juga didukung oleh pihak perbankan khususnya Bank UMKM Jawa Timur dan semua pihak yang telah membantu kelancaran penyelenggaraan seminar nasional dan pembuatan proceeding ini. Panitia mengucapkan terima kasih kepada keynote speaker, invited speaker dan presenter atas sumbangan makalahnya sehingga seminar nasional ini bisa terselenggara.

Malang,

Mei 2014

Ketua Pelaksana

Prof. Ir. Agus Suprapto, MSc., PhD

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Makalah Kunci

DAFTAR ISI

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

PERAN PEMDA DAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI POSDAYA ............................................................................. Prof. Dr. Haryono Suyono

1

Makalah Utama

  • 1. PROGRAM SENTRA PERKULAKAN POSDAYA (SENKUDAYA) .......................... Dr. Subiakto Tjakrawerdaja

4

  • 2. BLUSUKAN, DENGARKAN ASPIRASI BENTUK POSDAYA ................................... H. Moch. Anton

7

  • 3. PENGEMBANGAN KAWASAN PEDESAAN BERKELANJUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL ...................................................................................................... Prof. Ir. H. Respati Wikantiyoso, M.SA., Ph.D

12

  • 4. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELUARGA MISKIN MELALUI KAKB ......... dr.H.Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)

19

Makalah Pendamping

  • 1. ANALISIS DAMPAK PENERAPAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ......... Abdurrahman Faris, Yanuar Trisnowati

25

  • 2. DESAIN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ...................... Aditya Hermawan

32

  • 3. PENGEMBANGAN SISTEM MUTU PENGELOLAAN PRODUKSI DAN PEMASARAN DENGAN STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) SEBAGAI UPAYA MENYEJAHTERAKAN UMKM ............................................ Ginanjar Indra Kusuma Nugraha, Diaz Mufida

47

  • 4. PEMBERDAYAAN UMKM DAN UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI DAERAH: SEBUAH TELAAH KONSEP ................................................................ Hananiel M. Gunawan

55

  • 5. PERENCANAAN KETENAGAKERJAAN MELALUI SINERGITAS POTENSI EKONOMI DAN POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA ...................................... Ida Nuraini, Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto

62

  • 6. KINERJA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO BERBASIS KELOMPOK PEREMPUAN TERHADAP PEMBERDAYAAN PEREMPUAN USAHA MIKRO DI PROVINSI JAWA TIMUR .................................................................................. Ike Kusdyah Rachmawati

71

  • 7. DETERMINAN PENENTU KEMISKINAN RUMAH TANGGA ............................ Johanna Mano

80

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m
d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m
  • 8. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN PENANGKAPAN DAN PEMBESARAN LOBSTER (BUDIDAYA) DI DESA UMIYAL, PULAU GEBE, HALMAHERA TENGAH ............................................................................ Mufti Abd. Murhum

92

  • 9. APLIKASI MANAJEMEN PENGETAHUAN SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN KEPUTUSAN .......................................................................... Oki Anita Candra Dewi, Kuntum Khoiro Ummatin , Andhika Eko Prasetyo

97

  • 10. ANALISIS NILAI PAMERAN BAGI UMKM MITRA BINAAN MELALUI PROGRAM KEMITRAAN BUMN .......................................................................... Rini Fatmawati, Fetty Aizah Vitriah

105

  • 11. PENCITRAAN DAN PROMOSI USAHA KECIL MENENGAH KOTA MALANG .................................................................................................... Tri Yulistyawati. Evelina, Saiful Yahya

114

  • 12. PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH IKAN GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN PADA MASYARAKAT WATUKARUNG PACITAN ................................................................................................................ Prima Vitasari, Siswi Astuti, Ertin Lestari

121

  • 13. INOVASI DAN KEUNGGULAN BERSAING: Sebuah Tinjauan dalam Perspektif Knowledge Management, Talent Development dan Modal Sosial ........................... Pudjo Sugito

130

  • 14. MODEL PENANGGULANGAN KEMISKINAN MASYARAKAT PEDESAAN BERBASIS POTENSI EKONOMI LOKAL DI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR ......................................................................................................... Rusdi, Endang Sumarti, Munifah Zunairi

147

157

Iin Indarti & Istiarto

  • 16. KAJIAN HASIL PEMURNIAN GARAM KROSOK SECARA MEKANIS UNTUK PRODUK PERIKANAN ............................................................................ Wahyu Sulistyowati, Titiek Indhira A, Bagiyo Suwasono, Nodi Marefanda

175

  • 17. PENINGKATAN TARAF KEHIDUPAN MELAUI INOVASI PRODUK MAKANAN RINGAN DI KOTA BLITAR .............................................................. Denok Wahyudi Setyo Rahayu

188

  • 18. ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK FASHION LOKAL DAN IMPOR ............................................................................................................ Evelyn Setiawan

195

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

PERENCANAAN KETENAGAKERJAAN MELALUI SINERGITAS POTENSI EKONOMI DAN POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA

Ida Nuraini, Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Abstrak

Bonus demografi yang akan dihadapi oleh Indonesia pada tahun 2019-2024 mendatang dapat dipandang sebagai keuntungan tapi sekaligus juga merupakan masalah. Bonus demografi akan menguntungkan jika angkatan kerja itu memberi nilai tambah, tetapi sebaliknya akan menjadi bencana kalau mereka hanya menjadi pekerja kasar atau bahkan menganggur.

Dalam mengantisipasi masalah tersebut adalah melalui upaya mensinergikan potensi ekonomi dan potensi sumberdaya manusia di daerah agar keahlian sumberdaya manusia antara yang dibutuhkan dan penawarannya sesuai, sehingga dapat meminimumkan angka pengangguran. Untuk itu diperlukan pemetaan potensi ekonomi dan potensi sumberdaya manusia di tiap-tiap wilayah kecamatan di Kabupaten Malang. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi dan ketrampilan yang dibutuhkan di masing-masing Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) di Kabupaten Malang berdasarkan potensi ekonomi yang dimiliki adalah sebagai berikut: SSWP I membutuhkan SDM dengan keahlian Sopir, Masinis, Pilot, Teknisi Komputer, Teknisi HP; SSWP II; membutuhkan Ahli Listrik, Tukang Bangunan, Pelayanan Hotel, Ahli Masak, Ahli Bisnis, Ahli Keuangan, Ahli administrasi; SSWP III, membutuhkan Ahli pertanian; SSWP IV membutuhkan Ahli pertanian, Ahli pertambangan dan penggalian; SSWP V membutuhkan Birokrasi pemerintah, swasta; dan SSWP VI meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Bantur dan Gedangan membutuhkan Ahli pertambangan dan penggalian.

Kata Kunci: Sinergitas, Bonus Demografi, Ketenagakerjaan, Potensi ekonomi.

PENDAHULUAN

Indonesia saat ini menghadapi banyak masalah ketenagakerjaan yang sangat kompleks. Jumlah pengangguran secara akumulatif terus meningkat secara tajam, sejalan dengan meningkatnya jumlah lulusan pendidikan sekolah. Hal ini harus segera ditanggulangi agar tidak terus menambah jumlah pengangguran yang ada di Indonesia dan meningkatkan angka kemiskinan penduduknya. Hal ini dikarenakan semakin tingginya tingkat pengangguran akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan masyarakat yang berimbas pada tingkat

kemakmuran. Apalagi pada tahun 2019-2024 Indonesia akan mengalami bonus demografi. Bonus demografi adalah bonus atau peluang yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya. Di Indonesia fenomena ini terjadi karena proses transisi demografi yang berkembang sejak beberapa tahun lalu dipercepat oleh keberhasilan kita menurunkan tingkat fertilitas, meningkatkan kualitas kesehatan dan suksesnya program- program pembangunan sejak era Orde Baru hingga sekarang. Fenomena sosial yang harus

-62-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

dimanfaatkan pemerintah Indonesia; karena perkiraan jumlah angkatan kerja pada tahun 2019 mencapai 139.948.000 orang dan pada tahun 2024 akan mencapai 146.143.400 orang. “ Pemerintah harus menyiapkan anak- anak pada tahun 2019 hingga 2024 untuk masuk dalam angkatan kerja dengan menjadi calon tenaga kerja yang memiliki keterampilan lebih. Jika hanya menjadi tenaga kerja kasar seperti sekarang, bonus demografi akan menjadi musibah sebab mereka tidak mampu memberi nilai lebih ekonomi dikarenakan tingginya angka pengangguran yang ditimbulkan. Angka pengangguran di Kabupaten Malang tergolong masih cukup tinggi dibandingkan dengan 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Berdasarkan Data Makro Sosial Jawa Timur, jumlah penganggur di Kabupaten Malang pada tahun 2011 mencapai 60.028, angka ini terbesar kedua setelah Kota Surabaya. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi pemerintah, mulai dari pemerintah daerah sampai pada tingkat desa. Pemerintah daerah harus mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja yang ada di daerahnya sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimilikinya, hal ini dikarenakan keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari kemampuan sumberdaya manusia (SDM) yang ada sebagai pelaku maupun sebagai sasaran pembangunan.

Sejalan dengan upaya di atas Pemerintah Daerah perlu melakukan kajian pengembangan wilayahnya sebagai salah satu upaya untuk mendukung perencanaan ketenagakerjaan di wilayahnya. Dukungan ini dilakukan dengan cara menggali lebih dalam potensi dan daya saing yang dimiliki setiap daerah. Hal ini dikarenakan keahlian masyarakat masih seringkali tidak sejalan dengan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerahnya. Kabupaten Malang memiliki 33 Kecamatan dengan potensi ekonomi dan potensi sumberdaya manusia yang berbeda- beda. Oleh karena itu, sebagai upaya memecahkan permasalahan ketenagakerjaan di daerah maka perlu adanya model pengembangan ketenagakerjaan yang bersinergi dengan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah.

METODE PENELITIAN Untuk membangun model perencanaan ketenagakerjaan yang berbasis pada potensi ekonomi di tiap-tiap kecamatan sebagai upaya strategis menghadapi adanya bonus demografi tahun 2019-2024, maka kerangka pikir mengenai model pengembangan ketenagakerjaan di Kabupaten Malang dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Bagan Alur Proses Penyusunan Model Pengembangan Ketenagakerjaan Melalui Optimalisasi Potensi Ekonomi Desa di Kecamatan Dau

n a g h e f C o t s w E - r X a

-63-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

Lokasi penelitian adalah seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Daerah ini dipilih mengingat Kabupaten Malang masih memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi. Data yang digunakan adalah sekunder yang diperoleh dari instansi BPS, dinas ketenagakerjaan dan Kantor BKKBN. Sedangkan alat analisis adalah SLQ (Static Location Quotient), DLQ (Dynamic

Location Quotient) serta Analisis Tipologi Klassen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Indikator keberhasilan pemerintah daerah di berbagai sektor ekonomi salah satunya dapat dilihat dari besarnya distribusi Produk Domestik Regional Bruto. Berikut ini gambaran kontribusi masing-masing sektor dan sub sektor ekonomi yang ada di Kabupaten Malang dalam dua tahun terakhir.

Tabel 1 Kontribusi Masing-Masing Sektor Ekonomi Terhadap PDRB Kabupaten Malang Tahun 2011-2012

   

Kontribusi Masing-Masing Sektor

No

Sektor/Sub-sektor

2011

2012

Rata-rata

1

Pertanian

29,38

28,48

28,93

2

Pertambangan & Penggalian

2,67

2,57

2,62

 

PRIMER

32,05

31,06

31,55

3

Industri Pengolahan

18,58

18,84

18,71

4

Listrik & Air Bersih

0,72

0,72

0,72

5

Bangunan

1,88

1,97

1,93

 

SEKUNDER

21,18

21,54

21,36

6

Perdagangan, Hotel & Restoran

26,28

26,98

26,63

7

Pengangkutan & Komunikasi

3,26

3,32

3,29

8

Keu., Persewaan, & Jasa Perus.

4,27

4,31

4,29

9

Jasa-Jasa

12,95

12,79

12,87

 

TERTIER

46,76

47,41

47,08

 

PDRB

100,00

100,00

 

Sumber: PDRB Kabupaten dan SSWP, 2013 (diolah)

Kontribusi sektoral tersebut, secara tidak langsung menunjukkan bagaimana struktur perekonomian Kabupaten Malang. Struktur perekonomian didominasi oleh sektor tersier (47%) khususnya sub sektor perdagangan yang memberikan sumbangan terbesar yaitu

26,6%.

Struktur Ekonomi Sub Satuan Wilayah Pembangunan (SSWP)

Kabupaten Malang memiliki 33 Kecamatan yang dibagi menjadi 6 Sub Satuan

Wilayah Pengembangan (SSWP). Pembentukan SSWP ini dimaksudkan untuk memudahkan pemerintah daerah melakukan fungsinya yaitu dalam merencanakan,

melaksanakan dan mengevaluasi pembangunan sehingga diharapkan pembangunan di wilayah Kabupaten Malang dapat merata, terpadu (lintas sektor) dan tepat sasaran. SSWP I, Lingkar Kota Malang meliputi Kecamatan Dau, Karangploso, Singosari, Pakis, Tajinan, Lawang, Bululawang, Pakisaji dan Wagir didominasi oleh sektor tersier disusul sektor sekunder dan terakhir sektor primer. Wilayah SSWP I ini merupakan wilayah yang paling tinggi kontribusinya terhadap Kabupaten Malang dalam menyumbangkan PDRB. SSWP II, Kepanjen dan sekitarnya meliputi Kecamatan Wonosari, Ngajum, Kepanjen, Kromengan, Sumberpucung,

-64-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

Pagak, Donomulyo, Gondanglegi, Pagelaran dan Kalipare didominasi oleh sektor tersier dissul sektor primer dan kemudian sektor sekunder. Wilayah SSWP II ini menduduki peringkat kedua setelah SSWP I dalam menyumbagkan PDRB terhadap Kabupaten Malang. SSWP III, Ngantang dan sekitarnya meliputi Kecamatan Kasembon, Ngantang dan Pujon adalah wilayah yang PDRB nya paling rendah. PDRB nya didominasi pleh sektor tersier disusul sektor primer dan sektor sekunder. SSWP IV, Tumpang dan sekitarnya meliputi Kecamatan Jabung, Tumpang, Poncokusumo, dan Wajak; SSWP V, Dampit dan sekitarnya meliputi Kecamatan Turen, Dampit, Tirtoyudo, dan Ampelgading; SSWP VI, Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Bantur dan Gedangan semua wilayah ini struktur perekonomian didominasi oleh sektor tersier disusul sektor primer kemudian sektor sekunder. Sedangkan untuk sub sektor yang basis maupun yang potensial dapat dilihat pada tabel Gambar 2. Sedangkan untuk rincian sektoralnya, SSWP I memiliki sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 1 yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi. sedangkan sub sektor potensi ekonomi

(dengan klasifikasi tipe S1) hanya 12 yaitu

sub sektor: 1) industri makanan, minuman dan

tembakau, 2) tekstil,

kulit

dan alas kaki,

3)

kertas dan barang cetakan, 4) semen dan barang galian non logam, 5) logam dasar besi dan baja, 6) alat angkutan, mesin dan peralatan, 7) barang-barang lainnya, 8) air bersih, 9) angkutan udara, 10) bank, 11) lembaga keuangan bukan bank, dan 12) hiburan dan kebudayaan.

SSWP

II

memiliki

sektor

potensi

ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 5 sektor yaitu: 1) listrik dan air bersih, 2) bangunan, 3) perdagangan, hotel dan restoran, 4) keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, 5) jasa-jasa. Serta memiliki sub sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 16 yaitu sub sektor: 1) tanaman bahan makanan, 2) perikanan, 3) barang-barang lainnya, 4) listrik, 5) perdagangan, 6) restoran, 7) angkutan rel, 8) angkutan jalan raya, 9) jasa penunjang angkutan, 10) pos dan telekomunikasi, 11) bank, 12) sewa bangunan, 13) jasa perusahaan, 14) administrasi pemerintahan dan pertahanan, 15) sosial kemasyarakatan, 16) perorangan dan rumah tangga.

Gambar 2 Kontribusi Masing-Masing Sektor Terhadap PDRB Masing-Masing SSWP di Kabupaten Malang Tahun 2012 Primer Sekunder
Gambar 2
Kontribusi Masing-Masing Sektor Terhadap PDRB Masing-Masing SSWP
di Kabupaten Malang Tahun 2012
Primer
Sekunder
Tertier

Sumber: PDRB Kabupaten dan SSWP, 2013 (diolah)

-65-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

SSWP III memiliki sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) hanya 1 yaitu sektor pertanian. Sedangkan sub sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 1 yaitu sub sektor peternakan. SSWP IV memiliki sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 2 yaitu sektor: 1) pertanian dan 2) pertambangan dan penggalian. Sedangkan sub sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 5 yaitu sub sektor: 1) tanaman bahan makanan, 2) tanaman perkebunan, 3) peternakan, 4) kehutanan, 5) penggalian. SSWP V memiliki sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 1 yaitu sektor jasa-jasa. Sedangkan sub sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 8 yaitu sub sektor: 1) tanaman perkebunan, 2) kehutanan, 3) perikanan, 4) angkutan jalan raya, 5) bank, 6) jasa perusahaan, 7) sosial kemasyarakatan dan 8) perorangan dan rumah tangga. SSWP VI memiliki sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 1 yaitu sektor pertambangan dan penggalian. Sedangkan sub sektor potensi ekonomi (dengan klasifikasi tipe S1) sebanyak 3 yaitu sub sektor: 1) tanaman perkebunan, 2) penggalian, 3) hiburan dan kebudayaan. Dari uraian diatas terlihat bahwa SSWP yang mempunyai sektor potensi ekonomi (dengan kalisifikasi tipe S1) terbanyak adalah SSWP II, dengan jumlah sektor potensi ekonomi sebanyak 5 sektor. Sedangkan kecamatan yang mempunyai sub sektor potensi ekonomi terbanyak adalah SSWP II, SSWP tersebut memiliki sub sektor potensi ekonomi sebanyak 16 sub sektor. Klasifikasi tipe S1 merupakan klasifikasi sektor dan sub sektor terbaik, karena disamping merupakan sektor basis, sektor dan sub sektor tersebut juga memiliki potensi bila dibandingkan dengan sektor dan sub sektor yang sama di daerah lain. Klasifikasi tipe S1 sebaiknya menjadi prioritas utama dalam pengembangannya, agar dalam jangka panjang dapat lebih memacu pertumbuhan sektor dan sub sektor lainnya.

Klasifikasi tipe S2 menunjukkan bahwa sektor/sub sektor tersebut memiliki peran yang cukup kuat dibanding sektor yang sama di daerah yang lain meskipun bukan merupakan sektor basis. potensi tersebut merupakan suatu keunggulan, sehingga sektor/sub sektor tersebut harus lebih dipacu pertumbuhannya meskipun bukan merupakan prioritas agar dalam jangka panjang dapat menjadi sektor basis. Klasifikasi tipe S3 menunjukkan bahwa sektor tersebut merupakan sektor dan sub sektor basis tetapi peranannya tidak cukup kuat bila dibandingkan sektor yang sama di daerah lain. Walaupun demikian sektor/sub sektor tersebut juga perlu diprioritaskan karena meskipun tidak memiliki potensi tetapi sektor/sub sektor tersebut mampu melayani pasar di wilayahnya maupun pasar di luar daerahnya sehingga menjadi nilai tambah terhadap wilayahnya sendiri. Klasifikasi tipe S4 merupakan sektor/sub sektor dengan peringkat terendah dimana sektor tersebut bukan merupakan sektor basis dan tidak memiliki potensi. Untuk daerah yang memiliki sektor/sub sektor dengan kalisifikasi tipe S4 ini harus memacu diri agar sektor/sub sektor tersebut nantinya dapat lebih berperan dalam perekonomian daerahnya. Berikut ini adalah hasil kombinasi sektor basis dan sektor potensi.

Tipologi Wilayah Tipologi wilayah bisa dianalisis dengan alat analisis Tipologi Klassen berdasarkan dua indikator utama, yaitu pertumbuhan ekonomi dan pendapatan atau produk domestik regional bruto per kapita daerah. Dengan menentukan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebagai sumbu vertikal dan rata-rata produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita sebagai sumbu horisontal, daerah dalam hal ini SSWP yang diamati dapat dibagi menjadi empat klasifikasi/golongan, yaitu: daerah yang cepat maju dan cepat tumbuh (high growth and high income), daerah maju tapi tertekan (high income but low growth), daerah yang berkembang cepat (high growth but low income), dan daerah yang relatif tertinggal (low growth and low income) (Kuncoro,

2012).

-66-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

Tabel 2 Laju Pertumbuhan dan Pendapatan Per Kapita Kabupaten Malang Masing-Masing SSWP

   

Pertumbuhan

 

Kecamatan

Perkapita

Ekonomi

Kategori

I. Lingkar Kota Malang

 
  • 6.987.820 7,71

I

II. Kepanjen dan sekitarnya

 
  • 6.624.499 7,48

I

III. Ngantang dan sekitarnya

 
  • 6.859.775 6,77

III

IV. Tumpang & sekitarnya

 
  • 5.737.376 6,49

IV

V. Dampit dan sekitarnya

 
  • 7.679.827 6,88

III

VI. Sumbermanjing dan sekitarnya

 
  • 5.495.487 5,92

IV

Kabupaten Malang

 
  • 6.139.047 7,44

 

Sumber: PDRB Kabupaten dan SSWP, 2013 (diolah)

Gambar 3 Matrik Klasifikasi Pertumbuhan Ekonomi SSWP di Kabupaten Malang Menurut Analisis Tipologi Klassen

Perkapita (IC) Pertumbuhan Ekonomi (G)
Perkapita
(IC)
Pertumbuhan
Ekonomi (G)
 

ICi > ICr

   

ICi < ICr

 

(I)

Daerah

Cepat

Maju

 

dan

(II) Daerah Berkembang

Cepat Tumbuh

 

Cepat

Gi > Gr

   

-

SSWP

I.

Lingkar

Kota

 

Malang

SSWP II.

Kepanjen

&

sekitarnya

 
 
 

(III)

Daerah

Maju

Tapi

(IV) Daerah Relatif

Tertekan

Tertinggal

Gi < Gr

SSWP

III.

Ngantang

&

SSWP IV.

Tumpang &

Sekitarnya

 

sekitarnya

SSWP

V.Dampit

&

SSWP VI. Sumbermanjing &

sekitarnya

 

sekitarnya

 

Keterangan :

Gi

Gr

ICi

ICr

= Laju Pertumbuhan Ekonomi SSWP i

 

= Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten

= Perkapita SSWP i

= Perkapita kabupaten

-67-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

Kriteria yang digunakan untuk menggolongkan SSWP adalah Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita SSWP dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita tingkat Kabupaten. Pertumbuhan PDRB dan perkembangan Pendapatan per Kapita Kabupaten Malang dan masing-masing kecamatan pada tahun 2012, dapat dilihat pada tabel 2. Sedangkan klasifikasi wilayah berdasarkan pendapatan per kapita dan pertumbuhan dapat digambarkan dengan Tipologi Klassen, dapat dilihat seperti pada gambar 3.

Analisis Daya Dukung

Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi peranan suatu kecamatan berdasarkan pada kemampuan kecamatan tersebut memberikan layanan kepada masyarakat dan pelaku ekonomi. Semakin lengkap pelayanan diberikan menunjukkan bahwa kecamatan terebut mempunyai tingkatan yang semakin tinggi. Kemampuan kecamatan dalam memberikan pelayanan ditunjukkan dengan ketersediaan fasilitas yang dimiliki oleh setiap kecamatan. Semakin bervariasi dan lengkap fasilitas suatu kecamatan menunjukkan bahwa kecamatan tersebut mampu memberikan pelayanan yang lebih lengkap kepada masyarakat dibandingkan dengan kecamatan yang lain. Kondisi inilah yang mengakibatkan suatu kecamatan berperan sebagai suatu pusat pertumbuhan bagi kecamatan-kecamatan di sekitarnya. Fasilitas yang akan dianalisis dengan scalogram dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu:

1. Fasilitas yang berkaitan dengan Pelayanan Kesehatan. 2. Fasilitas yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi (perekonomian). 3. Fasilitas yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan Formulasi dan hasil perhitungan akan menentukan peringkat kecamatan dalam kabupaten Malang. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 3, dapat diketahui dan diproyeksikan

kecamatan yang bisa dijadikan sebagai pusat pertumbuhan di Kabupaten Malang. Kecamatan yang mempunyai fasilitas terlengkap berdasarkan analisis scalogram yaitu Kecamatan Kepanjen. Kecamatan Kepanjen menduduki peringkat pertama secara keseluruhan dari 3 kelompok yaitu Fasilitas Kesehatan, Aspek Ekonomi, dan Fasilitas Pendidikan. Namun, bila dilihat masing-masing fasilitas maka Kecamatan Singosari unngul dalam fasilitas kesehatan dan pendidikan, sedangkan dilihat dari aspek ekonomi Kecamatan Lawang mendapat peringkat pertama. Hal ini berarti fasilitas di Kecamatan Kepanjen unggul secara merata pada semua aspek sehingga dapat menjadi pusat pertumbuhan bagi kecamatan- kecamatan sekitarnya.

Penyerapan Tenaga Kerja Sektoral

Bagian ini akan menjelaskan analisis penyerapan tenaga kerja sektoral Kecamatan di Kabupaten Malang. Persentase penyerapan tenaga kerja pada masing-masing sektor di kecamatan dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 3 Hasil Analisis Scalogram Kecamatan di Kabupaten Malang

n a g h e f C o t s w E - r X a

-68-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

Tabel 4 Prosentase Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Sektor Ekonomi

n a g h e f C o t s w E - r X a

Berdasar data yang telah dianalisis di atas maka dalam rangka pengembangan ketenagakerjaan di Kabupaten malang dapat ditentukan model pengembangannya dapat dilihat pada tabel 5

Tabel 5 Pengembangan Ketenagakerjaan di Kabupaten Malang

n a g h e f C o t s w E - r X a

KESIMPULAN DAN SARAN

Struktur perekonomian wilayah Kabupaten Malang secara umum didominasi oleh sektor tersier dan disusul oleh sektor sekunder dan terakir adalah sektor primer. Sumbangan terbesar terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Malang berasal dari Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) I yang meliputi kecamatan: Dau, Karangploso, Singosari, Pakis, Tajinan, Lawang, Bululawang, Pakisaji dan Wagir dan disusul SSWP II yang meliputi kecamatan: Wonosari, Ngajum, Kepanjen, Kromengan, Sumberpucung, Pagak, Donomulyo, Gondanglegi, Pagelaran dan Kalipare. Urutan berikutnya adalah SSWP V, VI, IV dan III. Pemetaan potensi ekonomi ini akan bermanfaat dalam menangani masalah ketenagakerjaan, sehingga antara kebutuhan tenagakerja dengan skill yang dimiliki oleh tenaga kerja yang ada di daerahnya akan terjadi keseimbangan. Dengan demikian masalah pengangguran di daerah dapat teratasi dan potensi ekonomi daerah akan termanfaatkan dengan optimal.

-69-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m

Prosiding Seminar Nasional

“MENINGKATKAN KESEJAHTERAAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KERAKYATAN

DAN PERAN POSDAYA

d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m

DAFTAR PUSTAKA

 

Badrudin Rudy. 1999. Pembangunan Wilayah Propinsi Istimewa Yogyakarta

Abdullah,

P., Alisjahbana, A., Effendi, N.,

Pendekatan Teoritis. Jurnal Ekonomi

Boediono. 2002. Daya Saing Daerah:

Pembangunan, Vol. 4 No. 2

Konsep

dan

Pengukurannya

di

Basrowi, Sudikin, 2002, Metode Penelitian

Indonesia, BPFE Yogyakarta.

Kualitatif Perspektif Mikro, Surabaya,

Abdul Wahab Bangkona, 2011. Bagaimana

Insan Cendikia.

 

Meningkatkan

Daya

Saing

Tenaga

Haerudin, Andi. 2001. Identifikasi Kecamatan

Kerja

Indonesia

di

Tengah

Sebagai Pusat Pertumbuhan Wilayah

Persaingan

Pasar

Tenaga

Kerja

di Kabupaten Soppeng 1994/1995-

Bebas.

Makalah

disampaikan

pada

1999/2000, Tesis S-2 Program

Seminar

LSPP.

Diambil

tanggal

6

Pascasarjana UGM, Tidak

Juni

2011,

pada

dipublikasikan

http://www.perbanas.org/data/MateriP

Ida Nuraini, 2008, Tingkat Produktivitas

akWahab.pdf.

Tenaga Kerja Daerah Kabupaten dan

Arsyad

Lincolin.

1997.

Ekonomi

Kota di Jawa Timur, Perpustakaan

Pembangunan

(Edisi

Ketiga),

UMM

Yogyakarta: STIE-YKPN.

Lexy J. Moleong, 1998, Metode Penelitian

Arsyad

Lincolin.

1999.

Pengantar

Kualitatif, edisi Revisi, Bandung,

Perencanaan

dan

Pembangunan

Remaja Rosdakarya.

Ekonomi Daerah, BPFE, Yogyakarta

Mudrajad Kuncoro, 2012, Perencanaan Daerah, Salemba Empat, Jakarta.

-70-

Dies Natalis Universitas Merdeka Malang ke 50 Tahun

n a g h e f C o t s w E - r X a
n
a
g
h
e
f
C
o
t
s
w
E
-
r
X
a
d
e
r
-
i
e
k
F
t
.
c
c
o
D
Click to BUY NOW!
a
r
o
r
P
t
m
d i E t o e k c e r r a g - r s
d
i
E
t
o
e
k
c
e
r
r
a
g
-
r
s
t
n
o
a
f
t
h
w
C
a
X
r
e
-
.
F
c
D
Click to BUY NOW!
o
P
m