Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN MALARIA

No.Dokumen :
No.Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

UPTD dr.HENDRA MH
PUSKESMAS NAINGGOLAN
NIP.198008292010011013
BAH KAPUL
1. Pengertian
Pemeriksaan Malaria adalah pemeriksaan laboratoriurn dengan
bahan pemeriksaan darah yang bertujuan untuk mengetahui penyakit
infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yangrnerupakan
golongan plasmodium yang penularannya melalui gigitan nyamuk
anopheles.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melaksanakan Pemeriksaan Malaria di
Puskesmas
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Bah Kapul No…………..
4. Referensi Petunjuk pemeriksaan laboratorium puskesmas
5. Prosedur
Alat dan Bahan :
a. Darah kapiler
b. Kaca Obyek
c Mikroskop
d. Methanol
e. Cat Giemsa
f. Pipet tetes
g. Oli immersi
Langkah Kerj a :
1. Petugas membuat Sediaan Tetes Tebal
2. Petugas meneteskan +/- 2 — 3 tetes darah pada kaca objek.
3. Petugas menggunakan ujung kaca objek lain mencampurkan
ketiga tetes tadi dengan gerakan memutar +/- 3-6 x gerakan
searah jarum jam hingga terbentuk lingkaran dengan diameter +/-
1cm.
4. Petugas membiarkan sediaan kering.
5. Petugas melakukan hernolisis pada darah yang di ambil > 24 j am
dengan air sedangkan darah segar tanpa koagulan tidak perlu
dihemolisis.
6. Petugas melakukan pewarnaan Giemsa pada sediaan diatas
namun tanpa melakukan fiksasi dengan methanol.
7. Petugas membuat Sediaan Apus Tipis
8. Petugas rnelakukan pewarnaan Giemsa pada sediaan diatas.
9. Petugas melakukan pembacaan sediaan dengan menggunakan
lensa objektif 100 X pada 100 lap pandang
10. Petugas mencatat jumlah parasit yang diemukan dan melakukan

1
identifikasi dengan pembacaan sediaan tipis.
11. Petugas melakukan pengamatan pada sediaan apus tipis dengan
menggunakan lensa objektif 100 X pada seluruh lapang pandang
12. Petugas mencatat jenis Plasmodium yang ditemukan beserta
stadiumnya
13. Petugas melakukan pencatatan hasil pemeriksaan
6. Langkah-
langkah
7. Diagram Alir
8. Hal-Hal yang Jika terjadi kesalahan penulisan identitas, maka akan terjadi kesalahan
perlu pengobatan yang bisa berakibat fatal.oleh karena itu, petugas wajib
Diperhatikan memastikan identitas pasien.
9. Unit Terkait  Sub unit BP umum
 Sub unit farmasi
 Sub unit Laboratorium
 Sub unit Konsultasi Gizi
10. Dokume
n terkait
11. Rekaman
NO HALAMAN YANG PERUBAHAN DIBERLAKUKAN
Historis
DIRUBAH TANGGAL