Anda di halaman 1dari 7

47

BAB III
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konsep

Berdasarkan rumusan masalah penelitian bahwa banyak faktor yang

berhubungan dengan kinerja. Kinerja adalah suatu hasil yang dicapai oleh

pekerja dalam bidang pekerjaannya menurut kriteria yang berlaku untuk suatu

pekerjaan tertentu dan dievaluasi oleh orang-orang tertentu, kinerja adalah

status kemampuan yang diukur berdasarkan pelaksanaan tugas sesuai uraian

tugasnya (Notoatmodjo, 2013).

Berkurangnya komitmen dalam bekerja akan berdampak pada motivasi

dan kinerja pegawai yang semakin menurun. Menurut Heriawanto (2008),

pelaksanaan finger print atau absensi secara manual (hanya berupa buku

daftar hadir), akan menjadikan penghambat bagi instansi untuk Memantau

kedisiplinan pegawai dalam hal ketepatan waktu kedatangan dan jam Pulang

pegawai setiap hari. Hal tersebut di khawatirkan akan membuat Komitmen

pegawai terhadap pekerjaan dan instansi menjadi berkurang (Nawawi, 2008).

Motivasi, adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong

keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna

mencapai suatu tujuan. mencapai sasaran kepuasan. Motivasi yang tinggi

akan meningkatkan kinerja tenaga kesehatan. Insentif merupakan salah satu

komponen yang mendukung atmosfir organisasi kinerja tinggi. memotivasi

karyawan mencapai tingkat prestasi yang tinggi adalah sasaran utama

program insentif. Supervisi adalah pengawasan terhadap kinerja karyawan

47
48

dengan memberikan pengarahan, bimbingan kerja kepada para karyawan agar

mereka dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik tanpa membuat kesalahan

(Danim, 2008).

Pemberian insentif sejatinya dimaksudkan bukan hanya untuk

menyenangkan karyawan semata, melainkan dengan insentif tersebut

kesadaran para karyawan akan berprestasi semakin ditingkatkan (Danim,

2008).

Pengembangan karir adalah aktivitas kepegawaian yang membantu

pegawai-pegawai merencanakan karir masa depan mereka di perusahaan

dengan pengembangan karir yang baik maka kinerja karyawan akan lebih

baik pula (Danim, 2008).

Untuk mencapai kinerja yang baik perlu didukung oleh lingkungan

kerja yang baik dan menyenangkan adanya penghargaan dan juga hukuman

bagi yang melanggar, pemberian insentif dari pimpinan, pemberian

kesempatan dan membina hubungan kerja yang baik antara sesama petugas

kesehatan maupun antara petugas kesehatan dengan pimpinan, merupakan

usaha positif dalam menggerakkan dan mengarahkan sumber daya dan

potensi petugas kesehatan agar bekerja secara efektif dan produktif guna

mencapai hasil sesuai tujuan dari organisasi (Ilyas, 2008).


49

Berhubungan dengan konsep diatas, maka disusunlah kerangka konsep

yang tergambar pada bagan 3.1 di bawah ini :

Gambar 3.1
Kerangka Konsep Penelitian
Hubungan Penerapan Finger Print dan Motivasi Kerja dengan Peningkatan
Kinerja Perawat di RSUD Kayuagung Kabupaten
Ogan Komering Ilir tahun 2018

Variabel Independen Variabel Dependen

Penerapan Finger Print

Motivasi

Peningkatan Kinerja
Insentif Perawat

Pengembangan karir

Lingkungan Kerja

3.2 Hipotesis

Dari uraian kerangka konsep di atas, maka dapat disusun hipotesis

sebagai berikut :

3.2.1 Hipotesis Mayor

Ada hubungan penerapan finger print, motivasi, insentif,

pengembangan karir, dan lingkungan kerja secara simultan dengan

peningkatan kinerja perawat di RSUD Kayuagung Kabupaten Ogan

Komering Ilir tahun 2018.


50

3.2.2 Hipotesis Minor

1. Ada hubungan penerapan finger print secara parsial dengan

peningkatan kinerja perawat di RSUD Kayuagung Kabupaten Ogan

Komering Ilir tahun 2018

2. Ada hubungan Motivasi secara parsial dengan peningkatan kinerja

perawat di RSUD Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun

2018.

3. Ada hubungan Insentif secara parsial dengan peningkatan kinerja

perawat di RSUD Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun

2018.

4. Ada hubungan pengembangan karir secara parsial dengan

peningkatan kinerja perawat di RSUD Kayuagung Kabupaten Ogan

Komering Ilir tahun 2018

5. Ada hubungan lingkungan kerja secara parsial dengan peningkatan

kinerja perawat di RSUD Kayuagung Kabupaten Ogan Komering

Ilir tahun 2018.


51

3.3 Definisi Operasional

3.3.1 Variabel Dependen

1. Kinerja Perawat

Pengertian : Suatu hasil yang dicapai oleh perawat

dalam bidang pekerjaannya menurut kriteria

yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu.

Alat Ukur : Kuesioner


Cara Ukur : Wawancara
Hasil Ukur : 1.Kurang Baik, jika nilai < mean.

2.Baik, jika nilai ≥ mean


Skala Ukur : Ordinal
Validasi : Observasi dan melihat langsung

3.3.2 Variabel Independen

1. Penerapan Finger Print

Pengertian : sebuah sistem yang ada di suatu instansi

yang digunakan untuk mencatat daftar

kehadiran setiap anggota instansi tersebut.


Alat Ukur : Kuesioner
Cara Ukur : Wawancara
Hasil Ukur : 1. kurang setuju, jika menjawab < Mean

2. setuju, jika menjawab ≥ mean


Skala Ukur : Nominal
Validasi : Observasi langsung dan melihat langsung
2. Motivasi

Pengertian : Keinginan untuk melakukan kegiatan atau

sikap ingin melaksanakan pekerjaan penuh

gairah, giat, dan selalu tampil dalam kinerja.


Alat Ukur : Kuesioner
Cara Ukur : Wawancara
52

Hasil Ukur : 1. Rendah jika skor < mean

2. Tinggi jika skor ≥ mean


Skala Ukur : Nominal
Validasi : Observasi dan melihat langsung

3. Insentif

Pengertian : Bentuk penghargaan yang diterima setelah

melakukan pekerjaan tambahan yang

besarnya tergantung dari beban kerja dan

kinerja individu
Alat Ukur : Kuesioner
Cara Ukur : Wawancara
Hasil Ukur : 1. Kurang jika skor < mean

2. Cukup jika skor ≥ mean


Skala Ukur : Ordinal
Validasi : Observasi dan melihat langsung

4. Pengembangan karir

Pengertian : kesempatan karyawan untuk pengembangan

keposisi yang lebih tinggi dalam manajemen


Alat Ukur : Kuesioner
Cara Ukur : Wawancara
Hasil Ukur : 1. Tidak baik, jika skor < mean

2. Baik jika skor ≥ mean


Skala Ukur : Ordinal
Validasi : Observasi dan melihat langsung

5. Lingkungan Kerja

Pengertian : Segala sesuatu yang ada disekitar para

pekerja dan dapat mempengaruhi dalam


53

menjalankan tugas yang dibebankan


Alat Ukur : Kuesioner
Cara Ukur : Wawancara
Hasil Ukur : 1. Tidak baik, jika skor < mean

2. Baik jika skor ≥ mean


Skala Ukur : Ordinal
Validasi : Observasi dan melihat langsung