Anda di halaman 1dari 82

PERANCANGAN ULANG TRANSMISI RODA GIGI 1

PADA MOBIL TOYOTA HIACE 2.5L

LAPORAN PRAKTIKUM DESAIN ELEMEN MESIN 3


Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan
Praktikum Desain Elemen Mesin 3

Oleh :
Dheny Dharmawan
2111141075
JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
2017
LAPORAN PRAKTIKUM
DESAIN ELEMEN MESIN 3

PERANCANGAN ULANG TRANSMISI RODA GIGI 1


PADA MOBIL TOYOTA HIACE 2.5L

Oleh :
Dheny Dharmawan
2111141075
JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
2017
Lembar Pengesahan

“PERANCANGAN ULANG TRANSMISI RODA GIGI 1


PADA MOBIL TOYOTA HIACE 2.5L”

Oleh :
Dheny Dharmawan
2111141075

JURUSAN TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Tim Pembimbing

Cimahi, 28 Mei 2017

Mengetahui,
Koordinator Dosen Pembimbing

( War’an Rosihan, S.T., M.T., ) ( Riki Anggriawan, S.T.,)


NID. 4121 178 68 NID. 4121 847 90

iii
Fakultas Teknik Unjani
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Jenderal


Achmad Yani :
Nama : DHENY DHARMAWAN
Nomor Induk Mahasiswa : 2111141075
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Jurusan
Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani karya ilmiah saya
yang berjudul :
“Perancangan Ulang Transmisi Roda Gigi 1 Pada Mobil Toyota Hiace 2.5L”

beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan
kepada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani hak
untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam
bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di
Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari
saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya
sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

Cimahi, 28 Mei 2017

(Dheny Dharmawan)

iv
Fakultas Teknik Unjani
Kata Pengantar

Alhamdulillahirrabil’alaamiin, penulis panjatkan kepada kehadirat Illahirrabi, atas


rahmat dan karunia-Nya penulis dapat untuk menyelesaikan laporan praktikum desain
elemen 3 dengan judul “PERANCANGAN ULANG TRANSMISI RODA GIGI 1
PADA MOBIL TOYOTA HIACE 2.5L”. Shalawat beserta salam semoga selalu
tercurah limpahkan kepada junjungan semesta alam Nabi Muhammad SAW.
keluarganya, sahabatnya, dan ummatnya yang teguh terhadap agama Islam. Aamiin.
Laporan praktikum ini diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan dari mata
kuliah Parktikum Desain Elemen Mesin 3. Ucapan terimakasih penulis sampaikan
kepada :
1. ‫ه‬ SWT., yang telah memberikan akal, pikiran dan kesehatan baik ruhani serta
jasmani sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum Desain
Elemen Mesin 3.
2. Kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan moral dan materi
dalam penyusunan laporan akhir Praktikum Desain Elemen Mesin 3.
3. Bapak Riki Anggriawan, S.T., dan Ibu Wiwin Widaningrum S.T., M.T., selaku
dosen pembimbing dalam penyusunan laporan Praktikum Desain Elemen
Mesin 3.
4. Bapak War’an Rosihan S.T., M.T., selaku koordinator praktikum matakuliah

Desain Elemen Mesin 3.


5. Saudara – saudara penulis yang telah memberi masukan dan dukungan dalam
penyusunan laporan Praktikum Desain Elemen Mesin 3.
Penulis sangat menyadari dalam penulisan laporan akhir Praktikum Desain
Elemen Mesin 3 terdapat banyak kekurangan, baik dari segi tata penulisan, maupun
tata bahas dan proses analisanya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik

v
Fakultas Teknik Unjani
dan saran yang mendukung untuk membangun penulisan dan analisa yang lebih baik
lagi kedepannya.
Akhirnya segala puji hanyalah milik-Nya semata, dan hanya atas petunjuk
serta rahmat-Nya laporan ini dapat diselesaikan dan semoga pula dapat memberikan
manfaat pada seluruh pembaca.

Cimahi, 28 Mei 2017

Penulis,

vi
Fakultas Teknik Unjani
Abstrak

PERANCANGAN ULANG TRANSMISI RODA GIGI 1


PADA MOBIL TOYOTA HIACE 2.5L

Oleh :
Dheny Dharmawan/2111141075
Mahasiswa Teknik Mesin FT – UNJANI
dhenydharmawan@yahoo.com

Abstract. Transmission is one of the power transfer system from the engine to
the differential then the axle spindle which causes the wheel to spin and drive the car,
which serves gain variation torque and speed according to road conditions and
loading conditions, Which generally use gear ratios and to reduce rotation to obtain
the suitability of the engine power with the vehicle load. In practical measurement is
perfomed either mathematically or manually to get dimensions of gear. And then find
the work on forces. As well as searching for nG and n safety factors for UNS
o
materials G10400 drawn 1000 F based on bending resistance limits and surface tired
strengths of teeth.
Keyword : Design of Machine Elements, Transmisions System, Helixal Gear

Abstrak. Transmisi adalah salah satu dari sistem pemindah tenaga dari mesin ke
diferensial kemudian keporos axle yang mengakibatkan roda dapat berputar dan
menggerakkan mobil, yang berfungsi mendapatkan variasi momen dan kecepatan
sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan, yang pada umumnya dengan
menggunakan perbandingan-perbandingan roda gigi dan untuk mereduksi putaran
sehingga diperoleh kesesuaian tenaga mesin dengan beban kendaraan. Dalam
praktikum ini dilakukan pengukuran baik secara matematis maupun secara manual
untuk mendapatkan ukuran dimensi dari roda gigi. kemudian dicari gaya – gaya yang
bekerja pada roda gigi tersebut. Serta mencari faktor keamanan nG dan n untuk bahan
o
UNS G10400 drawn 1000 F didasarkan pada batas tahanan lentur dan kekuatan lelah
permukaan dari gigi
Kata kunci : Desain Elemen Mesin, Perancangan, Sistem Transmisi, Roda Gigi
Miring.

vii
Fakultas Teknik Unjani
Daftar Isi

halaman
Halaman Pengesahan.....................................................................................................................iii
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah....................................................iv
Kata Pengantar................................................................................................................................v
Abstrak...............................................................................................................................................vi
Daftar Isi............................................................................................................................................viii
Daftar Gambar.................................................................................................................................x
Daftar Tabel......................................................................................................................................xi
1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang.................................................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah...........................................................................................................1
1.3. Tujuan.................................................................................................................................1
1.4. Manfaat..............................................................................................................................2
1.5. Batasan Masalah..............................................................................................................2
1.6. Sistematika Penulisan....................................................................................................2
2. Teori Dasar
2.1. Sistem Transmisi.............................................................................................................4
2.1.1. Definisi Sistem Transmisi.......................................................................................4
2.1.2. Komponen – komponen Transmisi......................................................................5
2.1.3. Fungsi Komponen Transmisi.................................................................................6
2.1.4. Sistem Transmisi Roda Gigi..................................................................................7
2.2. Sistem Transmisi Roda Gigi........................................................................................7
2.2.1. Klasifikasi Roda Gigi...............................................................................................7
2.2.2. Perbandingan Putaran dan Perbandingan Roda Gigi......................................15
2.2.3. Nama – nama Bagian Roda Gigi..........................................................................16
2.2.4. Roda Gigi Miring yang Sejajar – Kinematika..................................................18
2.2.5. Analisa Gaya pada Roda Gigi Miring.................................................................22

viii
Fakultas Teknik Unjani
2.2.6. Analisa Kekuatan......................................................................................................23
3. Metodologi
3.1. Flowchart..........................................................................................................................26
3.2. Spesifikasi Kendaraan...................................................................................................27
3.3. Spesifikasi Sistem Transmisi Roda Gigi 1..............................................................27
4. Hasil Dan Pembahasan
4.1. Spesifikasi Kendaraan...................................................................................................29
4.2. Spesifikasi Roda Gigi....................................................................................................29
4.3. Perhitungan Roda Gigi..................................................................................................30
4.3.1. Dimensi Roda Gigi...................................................................................................30
4.3.2. Gaya – gaya yang Bekerja......................................................................................33
4.3.3. Diagram Benda Bebas (DBB)...............................................................................34
4.3.4. Faktor Kemanan nG dan n untuk batas ketahanan lentur & kekuatan lelah
permukaan...................................................................................................................37
5. Penutup
5.1. Kesimpulan.......................................................................................................................44
5.2. Saran...................................................................................................................................46
Daftar Pustaka...............................................................................................................................47
Lampiran – lampiran.................................................................................................................48

ix
Fakultas Teknik Unjani
Daftar Gambar

halaman
Gambar 2.1. Bagian bagian Transmisi.....................................................................................5
Gambar 2.2. Komponen Roda Gigi Transmisi......................................................................6
Gambar 2.3. Rodagigi Lurus......................................................................................................9
Gambar 2.4. External gear..........................................................................................................9
Gambar 2.5. Rack gear and pinion...........................................................................................10
Gambar 2.6. Surface Gear...........................................................................................................10
Gambar 2.7. Helixal Gear...........................................................................................................10
Gambar 2.8. Worm Gear..............................................................................................................13
Gambar 2.9. Profile Gear............................................................................................................14
Gambar 2.10. Bagian – bagian Roda Gigi..............................................................................16
Gambar 2.11. Sepasang roda gigi miring................................................................................19
Gambar 2.12. Involute Gear.......................................................................................................19
Gambar 2.13. Normal Circular Pitch......................................................................................20
Gambar 2.14. Sebuah silinder yang dipotong oleh suatu bidang yang miring............21
Gambar 2.15. Gaya – gaya Reaksi yang Bekerja pada Roda Gigi Miring...................22
Gambar 2.16. Faktor Geometri (J)............................................................................................24
Gambar 3.1. Skematis Roda Gigi pada Sistem Transmisi Roda Gigi 1........................27
Gambar 4.1. DBB Pinion.............................................................................................................34
Gambar 4.2. DBB Gear................................................................................................................36
Gambar 4.3. Faktor – faktor yang mempengaruhi batas ketahanan gigi.......................38
Gambar 4.4. Tabel untuk menentukan faktor nG..................................................................39
Gambar 4.5. Untuk Menentukan Kekuatan Herzian...........................................................40
Gambar 4.5. Harga Cp..................................................................................................................42

x
Fakultas Teknik Unjani
Daftar Tabel

halaman
Tabel 2.1. Klasifikasi Roda Gigi Berdasarkan Letak Poros...............................................7

xi
Fakultas Teknik Unjani
1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Perancangan sistem transmisi pada kendaraan adalah bagian terpenting pada
sebuah kendaraan. Transmisi merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk
mengonversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan
yang bervariatif untuk diteruskan ke penggerak akhir. Pada sistem transmisi
tersbut terdapat komponen roda gigi yang berfungsi untuk meneruskan daya dari
engine ke propeler shaft pada kendaraan khusunya mobil. Konversi ini umumnya
mengubah keceatan putar yang tinggi ke kecepatan putar yang lebih rendah tetapi
lebih bertenaga bertenaga dan sebaliknya. Torsi tertinggi pada suatu mesin
umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari batas putaran mesin yang
diijinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi terteinggi pada saat start
engine.selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan yang mendaki memerlukan
torsi yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang berjalan mendatar.
Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah memerlukan torsi yang lebih
tinggi di bandingjan kecepatan tinggi. Kondisi operasi yang berbeda tersebut
diperlukan sistem transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuh oleh mesin.
Pada tugas Praktikum Desain Elemen Mesin 3 ini akan dihitung roda gigi
pada sistem transmisi yang berfungsi untuk meneruskan gaya atau momen torsi
dari engine. Peranan roda gigi berperan sebagai pereduksi putaran dana momen
torsi pada keadaan yang bervariatif dan diperlukan perancangan yang sesuai
dengan kondisi yang diharapkan. Maka dari itu dalam Praktikum Desain Elemen
Mesin 3 ini, penulis akan mengambil judul “Perancangan Ulang Transmisi
Roda Gigi 1 Pada Kendaraan Toyota Hiace 2.5L”.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penulisan laporan ini meliputi
hal – hal berikut ini :
a. Bagaimana cara kerja sistem transmisi roda gigi?
b. Komponen – komponen terkait pada sistem roda gigi.

1 Fakultas Teknik Unjani


c. Mengetahui gaya dan tegangan yang terjadi pada komponen – komponen
sistem roda gigi.
1.3. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulisan, dalam penulisan laporan praktikum
ini adalah :
a. Mengetahui komponen – komponen sistem transmisi roda gigi.
b. Mengetahui cara kerja pada sistem transmisi roda gigi.
c. Dapat menghitung gaya – gaya yang terjadi pada komponen – komponen
roda gigi.
1.4. Batasan Masalah
Dalam penulisan laporan praktikum ini, penulis akan membatasi
permasalahan apa saja yang akan dibahas dan dikerjakan meliputi :
a. Prinsip kerja dari sistem transmisi roda gigi 1.
b. Ukuran – ukuran yang terkait dengan komponen – komponen sistem
transmisi roda gigi 1.
c. Perhitungan gaya – gaya dan tegangan yang terjadi pada komponen sistem
transmisi roda gigi 1.
1.5. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam laporan Praktikum Desain Elemen Mesin 3 ini,
adalah sebagai berikut :
1. Pendahuluan, berisikan hal – hal sebagai berikut

1.1. Latar Belakang, berisikan uraian alasan di ambilnya judul Perancangan


Ulang Sistem Transmisi Roda Gigi Pada Mobil Toyota Hiace 2.5L.
1.2. Rumusan Masalah, berisikan hal – hal yang mungkin akan terjadi pada
pemilihan judul Perancangan Ulang Sistem Transmisi Roda Gigi Pada
Mobil Toyota Hiace 2.5L.
1.3. Tujuan, berisikan hal – hal yang ingin dicapai dari pemilihan judul
Perancangan Ulang Sistem Transmisi Roda Gigi Pada Mobil Toyota Hiace
2.5L.

1.4. Batasan Masalah, berisikan masalah – masalah yang akan dikerjakan /


diselesaikan dalam penulisan laporan praktikum Desain Elemen Mesin 3.
1.5. Sistematika Penulisan.

2 Fakultas Teknik Unjani


2. TEORI DASAR, berisikan teori pendukung mengenai penyusunan laporan
akhir tentang Desain Elemen Mesin 3, yang berkaitan dengan sistem
transmisi roda gigi.
3. METODOLOGI, berisikan hal – hal berikut ini :

4. HASIL DAN PEMBAHASAN, berisikan hasil – hasil dari penghitungan


yang terkait dengan paramater dari teori dasar.
5. PENUTUP,berisikan kesimpulan dan saran dari hasil penghitungan pada bab
sebelumnya.

3 Fakultas Teknik Unjani


2. TEORI DASAR

2.1. Sistem Transmisi


2.1.1. Definisi Sistem Transmisi
Sistem transmisi berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin ke arah
putaran roda penggerak, dan untuk mengatur kecepatan putaran dan momen yang
dihasilkan oleh putaran mesin saat kendaraan dinyalakan. Momen yang dihasilkan
oleh mesin mendekati konstan dan tenaga bertambah seusai dengan putaran
mesin. Momen yang besar dibutuhkan saat pertama kali mesin dinyalakan atau
saat melewati jalan dengan kemiringan tertentu. Sedangkan pada jalan yang rata
momen yang besar tidak dibutuhk, kecuali kecepatan. Transmisi digunakan untuk
mengatasi permasalahan ini, yaitu dengan cara menukar kombinasi gigi, untuk
merubah tenaga mesin menjadi momen sesuai dengan dengan kondisi jalan dan
memindahkan momen tersebut ke roda – roda. Bila kendaraan berjalan mundur,
arah putaran dibalik oleh transmisi sebelum dipindahkan ke roda (NewStep :2)

Secara sederhana dapat dijelaskan sistem transmisi, merupakan sistem yang


berfungsi untuk mengonversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi
torsi dan kecepatan yang berbeda – beda untuk diteruskan ke pengerak akhir.
Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi, menjadi lebih rendah tetapi
bertenaga. Salah satu sistem transimisi adalah roda gigi.
Rodagigi sering digunakan karena dapat meneruskan putaran dan daya yang
lebih bervariasi dan lebih kompak daripada menggunakan alat transmisi yang
lainnya, selain itu rodagigi juga memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan
dengan alat transmisi lainnya, yaitu :
a. Sistem transmisinya lebih ringkas, putaran lebih tinggi dan daya yang besar.
b. Sistem yang kompak sehingga konstruksinya sederhana.
c. Kemampuan menerima beban lebih tinggi.
d. Efisiensi pemindahan dayanya tinggi karena faktor terjadinya slip sangat
kecil.
e. Kecepatan transmisi rodagigi dapat ditentukan sehingga dapat digunakan
dengan pengukuran yang kecil dan daya yang besar.

4 Fakultas Teknik Unjani


2.1.2. Komponen – Komponen Transmisi
Bagian bagian dari transmisi manual adalah sebagai berikut :

Gambar 2.1. Bagian bagian Transmisi


Keterangan :
1. Poros dan roda gigi perantara gigi mundur
2. Poros roda gigi yang digerakkan dan kunci
3. Satuan poros keluar
4. Cincin sinkromes
5. Satuan poros masuk
6. Satuan roda gigi yang digerakkan dan cincin penutup samping
Dan berikut pada gambar 2.2 adalah komponen sitem Roda gigi pada
transmisi 4 percepatan :

5 Fakultas Teknik Unjani


Gambar 2.2. Komponen Roda Gigi Transmisi

Keterangan;
1. Cincin perapat
2. Roda gigi penggerak speedometer, spacer (tabung) dan pasak.
3. Satuan penahan bantalan, bos bantalan, roda gigi pertama dan
cincin sinkromes.
4. Peluru pengunci
5. Satuan hub kopling no.1, cincin sinkromes dan roda gigi kedua dan mundur
6. Cincin perapat
7. Satuan hub kopling no.2 , cincin sinkromes dan roda gigi ketiga dan empat
2.1.3. Fungsi Komponen Transmisi
Komponen utama dari tramisi manual adalah sebagai berikut :
a. Transmission input shaft (Poros input transmisi), yaitu komponen yang
menerima moment output dari unit kopling.
b. Transmission gear (roda gigi transmisi), yaitu Untuk mengubah input dari
mesin menjadi output gaya torsi yang meninggalkan transmisi sesuai dengan
kebutuhan kendaraan.
c. Synchroniser/synchro-mesh (Gigi penyesuai), adalah perlengkapan yang
memungkinkan pemindahan kecepatan pada kondisi putaran yang tinggi.
d. Gear shift lever (Tuas pemindah presnelling dan Shift fork atau Garpu
pemindah), adalah komponen yang berfungsi untuk mengoperasikan
transmisi oleh pengemudi.

6 Fakultas Teknik Unjani


e. Output shaft (Poros output), adalah untuk menyalurkan moment atau tenaga
yang sudah diolah melalui proses reduksi ke komponen sistem pemindah
tenaga selanjutnya.
2.1.4. Sistem Transmisi Roda Gigi
Berikut bebeapa jenis sistem transmisi roda gigi yang dipergunakan pada
transmisi, yaitu antara lain :
a. Spur Gear – bentuk giginya lurus sejajar dengan poros, dipergunakan untuk

roda gigi geser atau yang bisa digeser (Sliding mesh).


b. Helical Gear – bentuk giginya miring terhadap poros, dan Roda gigi jenis
Double Helical – bentuk giginya dobel miring terhadap poros dipergunakan
untuk roda gigi tetap atau yang tidak bisa digeser (Constant mesh dan
synchromesh).
c. Roda gigi jenis Epicyclic – bentuk giginya lurus atau miring terhadap poros,
dipergunakan untuk roda gigi yang tidak tetap kedudukan titik porosnya
(Constant mesh).
2.2. Sistem Transmisi Roda Gigi
Roda gigi berfungsi untuk putaran mentransmisikan daya besar dan tinggi.
Pada roda gigi daya diteruskan oleh gigi – gigi yang terdapat disekeliling roda
gigi. Keuntungan dari digunakannya sistem transmisi roda gigi, yaitu antara lain :
a. Sistem transmisinya lebih ringkas, putaran lebih tinggi dan daya yang besar.
b. Sistem yang kompak sehingga konstruksinya sederhana.
c. Kemampuan menerima beban lebih tinggi.
d. Efisiensi pemindahan dayanya tinggi karena faktor terjadinya slip sangat
kecil.
e. Kecepatan transmisi rodagigi dapat ditentukan sehingga dapat digunakan
dengan pengukuran yang kecil dan daya yang besar.
2.2.1. Klasifikasi Roda Gigi
Roda gigi diklasifikasikan berdasakan hal – hal berikut, yaitu :
a. Letak Poros
Tabel 2.1. Klasifikasi Roda Gigi Berdasarkan Letak Poros
Letak Poros Roda Gigi Keterangan
Rodagigi Rodagigi lurus Klasifikasi atas dasar bentuk
dengan Rodagigi miring alur gigi

7 Fakultas Teknik Unjani


poros sejajar Rodagigi miring ganda
Rodagigi luar Arah putaran berlawanan
Rodagigi dalam dan pinion Arah putaran sama
Batang gigi dan pinion Gerakan lurus dan berputar

Rodagigi kerucut lurus Klasifikasi atas dasar bentuk


Rodagigi Rodagigi kerucut spiral jalur gigi
Rodagigi kerucut zerol
dengan
Rodagigi kerucut miring
poros
berpotongan Rodagigi kerucut miring ganda Rodagigi dengan poros
Rodagigi permukaan dengan berpotongan berbentuk
poros berpotongan istimewa

Rodagigi miring silang Kontak gigi


Batang gigi miring silang Gerak lurus dan berputar

Rodagigi cacing silindris


Rodagigi Rodagigi cacingselubung
dengan ganda
poros silang Rodagigi cacing samping
Rodagigi hiperboloid
Rodagigi hipoid
Rodagigi permukaan silang

b. Arah Putaran
Menurut arah putarannya, rodagigi dapat dibedakan atas :

1. Rodagigi luar ; arah putarannya berlawanan.


2. Rodagigi dalam dan pinion ; arah putarannya
sama c. Bentuk Jalur Gigi
Berdasarkan bentuk jalir giginya, roda gigi dibedakan atas :
1. Roda Gigi Lurus
Rodagigi lurus digunakan untuk poros yang sejajar atau paralel.
Dibandingkan dengan jenis rodagigi yang lain rodagigi lurus ini paling
mudah dalam proses pengerjaannya (machining) sehingga harganya lebih
murah. Rodagigi lurus ini cocok digunakan pada sistim transmisi yang
gaya kelilingnya besar, karena tidak menimbulkan gaya aksial.

8 Fakultas Teknik Unjani


Gambar 2.3. Rodagigi Lurus
Ciri-ciri rodagigi lurus adalah :
1.Daya yang ditransmisikan < 25.000 Hp
2.Putaran yang ditransmisikan < 100.000 rpm
3.Kecepatan keliling < 200 m/s
4.Rasio kecepatan yang digunakan
 Untuk 1 tingkat ( i ) < 8
 Untuk 2 tingkat ( i ) < 45
 Untuk 3 tingkat ( i ) < 200
5.Efisiensi keseluruhan untuk masing-masing tingkat 96% - 99%
tergantung disain dan ukuran.
( i )= Perbandingan kecepatan antara penggerak dengan yang
digerakkan
Jenis-jenis rodagigi lurus antara lain :
- Rodagigi lurus (external gear)
Rodagigi lurus (external gear) digunakan untuk menaikkan atau
menurunkan putaran dalam arah yang berlawanan.

Gambar 2.4. External gear


- Rodagigi dalam (internal gear)

9 Fakultas Teknik Unjani


Rodagigi dalam dipakai jika diinginkan alat transmisi yang
berukuran kecil dengan perbandingan reduksi besar.
- Rodagigi Rack dan Pinion
Rodagigi Rack dan Pinion berupa pasangan antara batang gigi
dan pinion rodagigi jenis ini digunakan untuk merubah gerakan putar
menjadi lurus atau sebaliknya.

Gambar 2.5. Rack gear and pinion


- Rodagigi permukaan
Rodagigi lurus permukaan memiliki dua sumbu saling
berpotongan dengan sudut sebesar 90.

Gambar 2.6. Surface Gear


2. Roda Gigi Miring
Rodagigi miring memiliki kriteria yang hampir sama dengan rodagigi
lurus, tetapi dalam pengoperasiannya rodagigi miring lebih lembut dan
tingkat kebisingannya rendah dengan perkontakan antara gigi lebih dari 1.

Gambar 2.7. Helixal Gear

10 Fakultas Teknik Unjani


Ciri-ciri rodagigi miring adalah :
- Arah gigi membentuk sudut terhadap sumbu poros.
- Distribusi beban sepanjang garis kontak tidak uniform.
- Kemampuan pembebanan lebih besar dari pada rodagigi lurus.
Gaya aksial lebih besar sehingga memerlukan bantalan aksial dan
rodagigi yang kokoh.
Macam – macam roda gigi miring, antara lain :
- Roda Gigi miring biasa

- Roda Gigi miring silang

- Roda Gigi miring ganda

- Roda Gigi ganda bersambung

11 Fakultas Teknik Unjani


3. Roda Gigi Kerucut
Rodagigi kerucut digunakan untuk mentransmisikan 2 buah poros
yang saling berpotongan.

Jenis-jenis rodagigi kerucut antara lain :


o Rodagigi kerucut lurus

o Rodagigi kerucut miring

o Rodagigi kerucut spiral

o Rodagigi kerucut hypoid

12 Fakultas Teknik Unjani


4. Roda Gigi Cacing
Ciri-ciri rodagigi cacing adalah:
a. Kedua sumbu saling bersilang dengan jarak sebesar a, biasanya
sudut yang dibentuk kedua sumbu sebesar 90.
b. Kerjanya halus dan hampir tanpa bunyi.
c. Umumnya arah transmisi tidak dapat dibalik untuk menaikkan
putaran dari roda cacing ke cacing (mengunci sendiri).
d. Perbandingan reduksi bisa dibuat sampai 1 : 150.
e. Kapasitas beban yang besar dimungkinkan karena kontak beberapa
gigi (biasanya 2 sampai 4).
f. Rodagigi cacing efisiensinya sangat rendah, terutama jika sudut
kisarnya kecil.

a. Kecepatan rodagigi cacing maksimum 40.000 rpm


b. Kecepatan keliling rodagigi cacing maksimum 69 m/s
c. Torsi rodagigi maksimum 70.000 m kgf
d. Gaya keliling rodagigi maksimum 80.000 kgf
e. Diameter rodagigi maksimum 2 m
f. Daya maksimum1.400 Hp
Peningkatan pemakaian rodagigi cacing seperti gambar 2.8, dibatasi
pada nilai i antara 1 sampai dengan 5, karena dengan ini bisa digunakan
untuk mentransmisikan daya yang besar dengan efisiensi yang tinggi dan
selanjutnya hubungan seri dengan salah satu tingkat rodagigi lurus
sebelum atau sesudahnya untuk dapat mendapat reduksi yang lebih besar
dengan efisiensi yang lebih baik.

Gambar 2.8. Worm Gear

13 Fakultas Teknik Unjani


Pemakaian dari rodagigi cacing meliputi: gigi reduksi untuk semua
tipe transmisi sampai daya 1.400 Hp, diantaranya pada lift, motor derek,
untuk mesin tekstil, rangkaian kemudi kapal, mesin bor vertikal, mesin
freis dan juga untuk berbagai sistim kemudi kendaraan.
Adapun bentuk profil dari rodagigi cacing ditunjukkan seperti pada
gambar 2.9 :

i. N-worm ii. E-worm iii. K-worm iv. H-worm


Gambar 2.9. Profile Gear
i. N-worm atau A-worm
Gigi cacing yang punya profil trapozoidal dalam bagian normal
dan bagian aksial, diproduksi dengan menggunakan mesin bubut
dengan pahat yang berbentuk trapesium, serta tanpa proses
penggerindaan.

ii. E-worm
Gigi cacing yang menunjukkan involut pada gigi miring dengan
o
 antara 87sampai dengan 45 .
iii.K-worm
Gigi cacing yang dipakai untuk perkakas pahat mempunyai
bentuk trapezoidal, menunjukkan dua kerucut.

iv. H-worm
Gigi cacing yang dipakai untuk perkakas pahat yang berbentuk
cembung.
Tipe-tipe dari penggerak rodagigi cacing antara lain :

a. Cylindrical worm gear dengan pasangan gigi globoid

14 Fakultas Teknik Unjani


b. Globoid worm gear dipasangkan dengan rodagigi lurus

c. Globoid worm drive dipasangkan dengan rodagigi globoid

d. Rodagigi cacing kerucut dipasangkan dengan rodagigi kerucut


globoid yang dinamai dengan rodagigi spiroid

2.2.2. Perbandingan putaran dan perbandinga Roda Gigi

Jika putaran rodagigi yang berpasangan dinyatakan dengan n 1 (rpm) pada


poros penggerak dan n 2 (rpm) pada poros yang digerakkan, diameter lingkaran
jarak bagi d 1 (mm) dan d 2 (mm) dan jumlah gigi z 1 dan z 2 , maka perbandingan

n1 d1 m. z1 z1 1
putaran u adalah : u     n2
d2 m. z2 z2 i
z
1 i

Harga i adalah perbandingan antara jumlah gigi pada rodagigi dan pinion,
dikenal juga sebagai perbandingan transmisi atau perbandingan rodagigi.
Perbandingan ini dapat sebesar 4 sampai 5 dalam hal rodagigi lurus standar, dan
dapat diperbesar sampai 7 dengan perubahan kepala. Pada rodagigi miring ganda
dapat sampai 10.

15 Fakultas Teknik Unjani


2.2.3. Nama – nama Bagian Roda Gigi

Berikut beberapa buah istilah yang perlu diketahui dalam perancangan


rodagigi yang perlu diketahui yaitu :

Gambar 2.10. Bagian – bagian Roda Gigi


a. Lingkaran pitch (pitch circle)
Lingkaran khayal yang menggelinding tanpa terjadinya slip. Lingkaran ini
merupakan dasar untuk memberikan ukuran-ukuran gigi seperti tebal gigi,
jarak antara gigi dan lain-lain.
b. Pinion

c. Diameter lingkaran pitch (pitch circle diameter)


Merupakan diameter dari lingkaran pitch.
d. Diametral Pitch
Jumlah gigi persatuan pitch diameter
e. Jarak bagi lingkar (circular pitch)
Jarak sepanjang lingkaran pitch antara profil dua gigi yang berdekatan
atau keliling lingkaran pitch dibagi dengan jumlah gigi, secara formula dapat
ditulis :
d
t= b1

z
f. Modul (module)
Perbandingan antara diameter lingkaran pitch dengan jumlah gigi.
d
m= b1

16 Fakultas Teknik Unjani


g. Adendum (addendum)
Jarak antara lingkaran kepala dengan lingkaran pitch dengan lingkaran pitch
diukur dalam arah radial.
h. Dedendum (dedendum)
Jarak antara lingkaran pitch dengan lingkaran kaki yang diukur dalam arah
radial.
i. Working Depth
Jumlah jari-jari lingkaran kepala dari sepasang rodagigi yang berkontak
dikurangi dengan jarak poros.
j. Clearance Circle
Lingkaran yang bersinggungan dengan lingkaran addendum dari gigi yang
berpasangan.
k. Pitch point
Titik singgung dari lingkaran pitch dari sepasang rodagigi yang berkontak
yang juga merupakan titik potong antara garis kerja dan garis pusat.
l. Operating pitch circle
lingkaran-lingkaran singgung dari sepasang rodagigi yang berkontak dan
jarak porosnya menyimpang dari jarak poros yang secara teoritis benar.
m. Addendum circle

n. Dedendum circle
Lingkaran kaki gigi yaitu lingkaran yang membatasi kaki gigi.
o. Width of space
Tebal ruang antara rodagigi diukur sepanjang lingkaran pitch.
p. Sudut tekan (pressure angle)
Sudut yang dibentuk dari garis normal dengan kemiringan dari sisi kepala
gigi.
q. Kedalaman total (total depth)
Jumlah dari adendum dan
dedendum.
r. Tebal gigi (tooth thickness)
Lebar gigi diukur sepanjang lingkaran pitch.

17 Fakultas Teknik Unjani


s. Lebar ruang (tooth space)
Ukuran ruang antara dua gigi sepanjang lingkaran pitch
t. Backlash
Selisih antara tebal gigi dengan lebar ruang.
u. Sisi kepala (face of tooth)
Permukaan gigi diatas lingkaran pitch
v. Sisi kaki (flank of tooth)
Permukaan gigi dibawah lingkaran pitch.
w. Puncak kepala (top land)

x. Lebar gigi (face width)


Kedalaman gigi diukur sejajar sumbunya.
2.2.4. Roda Gigi Miring Yang Sejajar – Kinematika

Roda gigi miring, dipakai untuk memindahkan gerakan antara poros-poros


yang sejajar, seperti yang terlihat, pada Gambar 2.11. Sudut kemiringan (helix-
angle) adalah sama pada setiap roda gigi, tetapi satu roda gigi harus mempunyai
kemiringan ke sebelah kanan dan yang lain ke arah kiri. Bentuk gigi adalah suatu
involut yang miring dan digambarkan pada Gambar 2.12. Kalau selembar kertas
dipotong seperti jajaran genjang dan digulungkan pada sebuah silinder, sudut
kemiringan dari kertas membentuk sebuah kemiringan yang disebut helix. Kalau
kertas ini kita buka, semua titik pada kemiringan ini membentuk kurva involut.
Permukaan yang didapat bila setiap titik pada kemiringan tersebut membentuk
suatu involut disebut involut miring (involute helicoid).
Persinggungan awal dari gigi-gigi roda gigi lurus adalah sebuah garis di
sepanjang permukaan gigi tersebut. Persinggungan awal dari gigi-gigi roda gigi
miring adalah sebuah titik yang berubah menjadi sebuah garis begitu gigi-gigi
tersebut masuk lebih jauh ke dalam persekutuan gigi-gigi tersebut. Pada roda gigi
lurus garis persinggungan adalah sejajar dengan sumbu putaran; pada roda gigi
miring garis tersebut membentuk diagonal pada muka gigi tersebut. Persekutuan
gigi secara bertahap ini dan pemindahan beban secara mulus dari satu gigi ke gigi
yang lainlah yang memberi roda gigi miring kemampuan untuk memindahkan
beban yang besar pada putaran yang tinggi. Karena sifat persinggungan antara

18 Fakultas Teknik Unjani


roda-roda gigi miring tersebut, maka perbandingan kontak hanya kecil keguna-
annya, dan adalah luas kontak, yang berbanding lurus dengan lebar muka dari
roda gigilah, yang menjadi sangat penting.

Gambar 2.11. Sepasang roda gigi miring.

(Atas kebaikan The Falk Corporation, Milwaukee, Wis.)

Gambar 12. Involute Gear

Roda gigi miring memberi bantalan poros beban-beban radial dan aksial. Bila
beban aksial tinggi atau mempengaruhi hal-hal yang lain, maka sebaiknya dipakai
roda gigi miring secara ganda. Roda gigi miring yang ganda (bercorak tulang ikan
atau berringbone) adalah ekivalen dengan dua roda gigi miring yang berlawanan,
dipasang berdampingan pada poros yang sama. Mereka menghasilkan reaksi
aksial yang berlawanan arah dan karenanya saling meniadakan beban aksial
tersebut.

19 Fakultas Teknik Unjani


Bila dua atau lebih roda gigi miring yang tunggal dipasang pada poros yang
sama, arah kemiringan roda-roda gigi tersebut haruslah dipilih sedemikian agar
menghasilkan beban aksial yang minimum.

Gambar 2.13. menyajikan sebagian pandangan atas dari sebuah rak bergigi
miring. Garis ab dan cd adalah garis tengah dua gigi miring yang berdekatan yang
diambil pada bidang puncaknya (pitch plane). Sudut ψ adalah sudut
kemiringan (helic angle).

Gambar 2.13. Normal Circular Pitch


Jarak ac adalah jarak normal lengkung puncak (normal circular pitch) Pt dan
berhubungan dengan jarak melintang (tranverse) lengkung puncak sebagai
berikut:

Jarak ad disebut jarak aksial puncak (axial pitch) Px dan dihubungkan oleh
persamaan

Karena Pn Pn = π , puncak diametral normal (normal diametral pitch) adalah

Sudut tekan φn pada arah normal berbeda dengan sudut tekan φt pada arah

20 Fakultas Teknik Unjani


putaran, karena kemiringan gigi-gigi tersebut. Sudut-sudut ini dihubungkan
dengan persamaan

Gambar 2.14. menggambarkan sebuah silinder yang dipotong oleh suatu


bidang miring ab pada sudut ψ ke penampang sebelah kanan. Bidang miring ini
membentuk potongan berbentuk arkus yang mempunyai jari-jari kelengkungan
sebesar R. Untuk kondisi di mana ψ =0, jari-jari kelengkungan adalah R = D/2.
Kalau kita bayangkan sudut ψ pelan-pelan dinaikkan dari nol sampai 90°, kita
melihat bahwa R mulai dari D/2 dan membesar sampai, bila ψ =90°, R = ∞.

Gambar 2.14. Sebuah silinder yang dipotong oleh suatu bidang yang
miring
Jari-jari R adalah jari-jari puncak yang nyata dari suatu gigi roda gigi miring
bila dilihat pada arah elemen gigi. Suatu roda gigi dengan puncak yang sama dan
dengan jari-jari R akan mempunyai jumlah gigi yang besar, karena jari-jarinya
yang membesar. Dalam perencanaan roda gigi miring ini disebut jumlah gigi yang
sebenarnya (virtual number of teeth). Dengan analisa geometri dapat dilihat
bahwa jumlah gigi ini sebenarnya berhubungan dengan jumlah yang nyata
(actual) dengan persamaan. ′ =

21 Fakultas Teknik Unjani


di mana N' adalah jumlah gigi virtual dan N adalah jumlah gigi aktual. Perlu
diketahui bahwa jumlah gigi virtual dipakai pada persamaan Lewis dan juga,
kadang- kadang, pada pemotongan gigi miring. Ternyata bahwa jari-jari
kelengkungan yang lebih besar berarti bahwa gigi yang bisa dipakai lebih sedikit,
karena di sana terdapat kurang – potong (undercutting) yang lebih kecil.
2.2.5. Analisa Gaya Roda Gigi Miring

Gambar 2.15. adalah sebuah pandangan tiga dimensi dari gaya-gaya yang
bekerja pada gigi roda gigi miring. Titik kerja gaya adalah pada bidang puncak
dan pada pusat muka

Gambar 2.15. Gaya – gaya Reaksi yang Bekerja pada Roda Gigi Miring
Gambar 2.14 Gaya-gaya gigi yang bekerja pada roda gigi miring ke kanan
roda gigi. Dari geometri pada gambar, ketiga komponen dari gaya gigi total
(normal) W adalah

di mana W= gaya total


Wr= komponen radial

Wt = komponen tangensial; juga disebu beban yang


dipindahkan

Wa = komponen aksial; juga disebut gaya aksial


Biasanya Wt diketahui dan gaya-gaya yang lain dicari. Dalam hal ini, tak

22 Fakultas Teknik Unjani


sulit untuk menemukan bahwa :

2.2.6. Analisa Kekuatan

Persamaan untuk tekanan lentur dan permukaan pada roda gigi lurus karena
Persamaan tersebut juga berlaku pada roda gigi miring.

Mencari tegangan tekan permukaan

Keterangan :

Untuk roda gigi miring faktor kecepatan adalah

di mana V adalah kecepatan garis puncak dalam fpm.

Faktor geometri untuk roda gigi miring harus memperhitungkan kenyataan


bahwa persinggungan terjadi di sepanjang suatu garis diagonal pada muka gigi
dan kita biasanya berurusan dengan jarak puncak melintang justru bukan dengan
jarak puncak normal. Pembebanan terburuk terjadi bila garis persinggungan
tersebut memotong ujung gigi, walaupun ujung yang tak-berbeban akan
memperkuat gigi.

23 Fakultas Teknik Unjani


Gambar 2.16. Faktor Geometri (J)
Faktor J untuk φn = 20° bisa didapat pada Gambar 2.33. AGMA juga
menerbitkan faktor J untuk φn =15 ° dan φn = 22°.

Faktor geometri I untuk roda gigi miring dan herringbone dihitung dari
persamaan.

Pada persamaan ini φt adalah sudut tekan melintang dan mN adalah


perbandingan pembagian beban dan didapat dari persamaan

Berkaitan dengan jarak lengkung puncak normal (normal circular pitch) pn


dengan persamaan

Besaran Z adalah panjang dari garis kerja pada bidang melintang. Harga ini
sebaiknya didapat dari denah dua roda gigi, tetapi juga bisa didapat dari
persamaan :
=√ + − +√ + − −( ) ∅

24 Fakultas Teknik Unjani


di mana rp dan rG adalah jari-jari puncak dan rbp dan rbG adalah jari-jari
lingkaran dasar, masing-masing untuk pinion dan roda gigi. Perhatian tertentu
harus diambil dalam menggunakan Persamaan (2-14). Profil gigi di bawah
lingkaran dasar tidak berkonjugasi, dan karena itu, bila

lebih besar dari ( rp + r G ) sin φt , maka bagian itu harus diganti dengan ( rp +
r G )sin φt . Sebagai tambahan, jari-jari luar yang efektif kadang – kadang
kurang dari r + a memberi pengurangan atau pelengkungan ujung gigi tersebut.
Bila hal ini terjadi, selalulah pakai jari-jari luar yang efektif sebagai pengganti r
+ a.

25 Fakultas Teknik Unjani


3. METODOLOGI

3.1. FLOWCHART

START

Rumusan Masalah

Pengumpulan Data
Sistem Transmisi Rodagigi 1

Analisa Data
Analisi Gaya Sistem Transmisi TIDAK AMAN
roda Gigi 1
 Analisis Tegangan
 Menentukan Bahan

Sy >

AMAN

Dokumen Produk
-Assembelly Sistem Transmisi Roda Gigi 1
- Gambar Teknik Sistem Transmisi Roda Gigi 1

END

26 Fakultas Teknik Unjani


3.2. Spesifikasi Kendaraan
Kendaraan yang saya gunakan adalah Mobil Toyota Hiace 2.5L dengan data
kendaraan adalah sebagai berikut :
a. Dimensi Mobil
Panjang : 5380 mm
Lebar : 1880 mm
Tinggi : 2285 mm
Wheelbase : 3100 mm
Berat kendaraan : 2145 kg
b. Performa Mesin
Daya/Tenaga : 101 hp / 75 kW / 3200rpm
Kapasistas mesin : 2494 cc
Jenis Bahan Bakar : Diesel
Torsi : 260 Nm / 2000rpm
c. Sistem Transmisi
Gearbox : 5 Speed
Jenis Transmisi : Manual

3.3. Spesfikasi Sistem Transmisi Rodagigi 1


16 Gigi
Sisi mesin /
poros input

Sisi poros
propeller /
poros output

33 Gigi
Gambar 3.1. Skematis Roda Gigi pada Sistem Transmisi Roda Gigi 1 Perbandingan
roda gigi dasar adalah :=
=
= .
Data dari masing-masing roda gigi adalah sebagai berikut :

27 Fakultas Teknik Unjani


a. Roda gigi Input :
1. Sudut Kemiringan Gigi ( ψ ) o
: 30
2. Sudut Tekan Gigi ( ø n ) o
: 20
3. Jumlah Gigi ( NP ) : 16 gigi
4. Module (m) :3

b. Roda Gigi 1 :
a. Sudut Kemiringan Gigi ( ψ ) o
: 30
b. Sudut Tekan Gigi ( ø n ) o
: 20
c. Jumlah Gigi ( NG ) : 33 gigi
d. Module (m) :3

c. Material Transmisi Roda Gigi 1


o
Material untuk pinion dan gear adalah AISI 1040 drawn 1000 F atau
o
UNS G10400 drawn 1000 F.

28 Fakultas Teknik Unjani


4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Spesifikasi Kendaraan


Kendaraan yang saya gunakan adalah Mobil Toyota Hiace 2.5L dengan data
kendaraan adalah sebagai berikut :
a. Dimensi Mobil
Panjang : 5380 mm
Lebar : 1880 mm
Tinggi : 2285 mm
Wheelbase : 3100 mm
Berat kendaraan : 2145 kg
b. Performa Mesin
Daya/Tenaga : 101 hp / 75 kW / 3200rpm
Kapasistas mesin : 2494 cc
Jenis Bahan Bakar : Diesel
Torsi : 260 Nm / 2000rpm
c. Sistem Transmisi
Gearbox : 5 Speed
Jenis Transmisi : Manual

4.2. Spesifikasi Roda Gigi


Data dari masing-masing roda gigi adalah sebagai berikut :
a. Roda gigi Pinion :
Sudut Kemiringan Gigi ( ψ ) o
: 30
o
Sudut Tekan Gigi ( ø n ) : 20

Jumlah Gigi ( NP) : 16 gigi


Module (m) :3

Puncak Diameteral Normal (Pn) : 0,38 gigi/in


b. Roda Gigi Gear 1 :
Sudut Kemiringan Gigi ( ψ ) o
: 30
o
Sudut Tekan Gigi ( ø n ) : 20

Jumlah Gigi ( NG ) : 33 gigi


29 Fakultas Teknik Unjani
Module (m) :3
Puncak Diameteral Normal (Pn) : 0,38 gigi/in
4.3. Perhitungan Roda Gigi
4.4.1. Dimensi Roda Gigi
− ∅
1. Radial Pressure Angle

∅= ( )

∅= − ( )

∅ = , °
2. Normal Coef. of Profile Shift = ,
=
a. Pinion
+
∅ ( )+∅
b. Gear +

3. Involute Function =
°( , + + )+ , °

= ,

4. Radial Working Pressure Angle (from table involute function)

+ ∅
, °
5. Center Distance Increment
Factor

=( )( − )

6. Center Distance
=( − )
=( + +
)

+= ° ), ( , ,

=( °+ , )

30 Fakultas Teknik Unjani


= ,

=
7. Standard Pitch ,
Diameter a. Pinion

== .°

=
= ,
b. Gear

= .°

= . ∅
= . , °
= ,
.
8. Base Diameter = . ∅
a. Pinion ,

==
, °
ℎ =

b. Gear
,
,
ℎ = ,

9. Working Pitch Diameter


a. Pinion ℎ =

31 Fakultas Teknik Unjani


ℎ =
b. Gear

,
ℎ = ,

ℎ = ,
10. Addendum
a. Pinion
ℎ = + −

ℎ − .
= + ,

ℎ =
,

b. Gear
ℎ = +

, .
ℎ = + − ,

ℎ =
,

11. Whole Depth ].


ℎ=[ , + −
+ ].

ℎ=[, + ℎ, = ,− , +
12. Outside Diameter = + ℎ
= =, ,+ .,
a. Pinion = = + .ℎ
, + .,
= ,

b. Gear
13. Root Diameter
a. Pinion = − ℎ

= , − .,

32 Fakultas Teknik Unjani


b. Gear = , − ℎ

= , − .,

=
14 Puncak Diameteral Tangensial cos

.
= ,

°
= , cos

15 Jarak Lengkung Puncak


. =

= , /

16 Jarak normal lengkung


.
cos
=
= , ,

= cos °
17 Jarak aksial lengkung puncak
. =
,
=

=
°

18 Witdh Surface Gear


. = .

= ,

= . ,
4.4.2. Gaya – gaya yang bekerja

= ,
Dari perhitungan dimensi roda gigi didapat diameter puncak pinion dan gear
= , = ,

= 2,1818 in

,
=

33 Fakultas Teknik Unjani


a. Kecepatan garis puncak =

= . , .

b. Beban yang dipindahkan

=
= ,

=
,
= cos ∅

c. Gaya tekan pada sumbu


radial

= , ,
cos , °

=
aksial =

d. Gaya tekan pada sumbu = ,

,
e. Gaya total °

=
= , tan

+
=√ ,=√ + ,+ + ,
4.4.3. Diagram Benda Bebas

Gambar 4.1. DBB Pinion

34 Fakultas Teknik Unjani


a. DBB Pinion ∑ =

Sumbu x
= − =,

∑ =

Sumbu y
=

+ + =
=

Sumbu z

∑ =
= , ,
− ,
=

− − + =

= −
, − ,

=
Momen yang bekerja pada
∑ =
sumbu x

= ,

− . =

= , . ,

∑ =
Momen yang berkerja pada
sumbu y

, .
=

− + =
.

= = , . .,

= ,
35 Fakultas Teknik Unjani

Momen yang berkerja pada sumbu z

− . − . + . =

= . .
− .

= , . , , − , ..
b. DBB Gear

= ,

Gambar 4.2. DBB Gear

36 Fakultas Teknik Unjani


Sumbu x ∑ =

= ,

− =
Sumbu y
∑ =

− + =

Sumbu z

∑ =
=
= ,

= ,
− =

4.4.4. Faktor Keamanan untuk bahan UNS G10400 drawn 1000oF , dengan faktor
keandalan 0,99 %, dan Sut=82 kpsi, Sy=45 kpsi , dan HB=235 Bhn, maka
a. Faktor Kecepatan

=√
+√

=√ + ,


,
=
b. Tegangan Lentur

37 Fakultas Teknik Unjani


Dari gambar diatas didapatkan untuk φ=30o , dan Np=16 maka faktor
= = , .,

geometri J = 0,4, dan faktor pengali i=0,97, maka tegangan lentur adalah

c. Batas Ketahanan Gigi = ,

.,

.,,

Gamba 4.2. Faktor – faktor yang mempengaruhi batas ketahanan gigi

38 Fakultas Teknik Unjani


Dari gambar 4.2. didapat harga ka=0,73, kb=0,865, kc=0,814, kd=1, ke=1,
kf=1,33 maka ′ = ,.


′ = ,.

= ,
Maka batas ketahanan gigi dapat dicari

=
= , ., ., ′
..., . ,

Faktor keamanan nG adalah


,
=
Harga ko, km, didapat dari gambar berikut :

Gambar 4.3. tabel untuk menentukan faktor nG


Dari gambar diatas di dapat Harga ko = 1,25, km=1,2, maka dapat
ditenukan faktor nG dengan persamaan= berikut:

= =, , . ,

39 Fakultas Teknik Unjani


= = ,

= ,
Maka faktor keamanannya adalah

=
= , ,, ,,

Maka didapatkan faktor keamanan nG untuk batas ketahanan lentur adalah


0,023 dan faktor keamanan n untuk batas ketahanan lentur adalah 0,015
d. Kekuatan lelah persinggungan= , −

e. Hertzian – strength

. −
= =,

Gambar 4.4. Untuk Menentukan Kekuatan Herzian


Dari gambar diatas didapatkan CL=1,3, CR=1, CH=1, CT=1 maka kekuatan hertzian dapat ditentukan= dengan persamaa :

.
= = ,, . .
40 Fakultas Teknik Unjani
f. Perbandingan pembagian beban
- Jari jari puncak Roda Gigi Pinion
= 2,1818 in
= ,
- Jari jari puncak Roda Gigi Gear

- Addendum =

= , = ,

- Jari – jari dasar , = cos ∅

=
= ,

= cos ∅

= , cos
, ° = , cos , °

-
=
Panjang , = ,
garis kerja

=√ + − +√ + − −( ) ∅

. ,
=√ , + , − , +√ , + , − ,
,

− , ,

- Puncak dasarr normal =

= , °
Maka Perbandingan pembagian
=
beban,

= ,

=
, . ,

= ,

41 Fakultas Teknik Unjani


= ∅ ∅ +

-Menentukan faktor geometri

=
sin , ° . cos , °
,

., = , , +
- Faktor keamanan didasarkan pada kekuatan lelah gigi adalah
Menentuntukan harga CP dn Cv = Kv dari tabel berikut

Gambar 4.5. Harga Cp


Dari gmbar diatas ditentukan Cp =2300 , dan Cv = Kv =0,8 maka
selanjutnya dapat dicari bebdan yang dipindahkan , dengan persamaan :

= √ ,
,

= ,

, = , . , . , . ,. ,
,

Faktor nG adalah
=

,
== , ,

42 Fakultas Teknik Unjani


Maka faktor n adalah = ,

= ,

= ,

Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan faktor nG pada kekuatan


lelah permukaan adalah 0,086 dan faktor n adalah 0,057

43 Fakultas Teknik Unjani


5. PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Data – data yang digunakan dalam merancang ulang sistem transmisi roda
gigi 1 didapatkan dari hasil pengukuran serta hasil perhitungan berdasarkan
literatur.
Dari hasil analisa yang telah dilakukkan maka dapat disimpulkan sebagai
berikut :
= ,
A. Dimensi Roda Gigi 8. Base Diameter
1. ∅Radial= Pressure,° Angle a. Pinion= ,
2. Normal Coef. of Profile Shift b. Gear=,
a. Pinion= , 9. Working Pitch Diameter
b. Gear= a. ℎPinion= ,
3. Involute =Function, ℎb. Gear=,
4. Radial Working Pressure 10. Addendum
ℎa.
Angle (from table involute Pinion=,
function)= , ° ℎb. Gear=,
5. Center Distance 11. ℎWhole=, Depth
Increment Factor=, 12. Outside Diameter
6. Center= Distance, a. Pinion= ,
7. Standard Pitch Diameter b. Gear
a. Pinion= ,
b. Gear

44 Fakultas Teknik Unjani


, 15. Jarak Lengkung Puncak

13. Root Diameter


=

b. =
, = ,

a. Pinion 16. Jarak normal lengkung


= ,
,
Gear
=

17. Jarak aksial lengkung puncak


14. Puncak Diameteral 18. Witdh Surface Gear

= ,

= , /

Tangensial
= ,
B. Gaya – gaya yang terjadi pada sistem transmisi roda gigi 1
 Wt = 1823,484 lb
 Wr = 1821,31 lb
 Wa = 1052,789 lb
 W = 2783,995 lb

 T = 13803,774 lb.in
C. Komponen – Komponen yang terdapat dalam sistem transmisi roda gigi
adalah :
a. Roda Gigi Pinion
b. Roda Gigi 1
c. Poros Roda Gigi Output
d. Bantalan
e. Pasak
f. Sinkromesh
g. Snap Ring
h. Clutch hub
i. Hub sleeve
D. Sistem transmisi berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin ke arah
putaran roda penggerak, dan untuk mengatur kecepatan putaran dan
momen yang dihasilkan oleh putaran mesin saat kendaraan dinyalakan.

45 Fakultas Teknik Unjani


E. Berdasarkan study literaratur dan perhitungan yang telah saya lakukan
bahwa torsi pada gigi satu besar, dikarenakan membutuhkan kecepatan
putar yang rendah dengan torsi yang tinggi
5.2. Saran
Dalam merancang ulang sistem transmisi roda gigi 1, segala hal yang
berkaitan dengan sistem transmisi harus diperhatikan dengan baik seperti
geometri, bahan, modul gigi, serta puncak diameteral dari roda gigi. Karena akan
mempengaruhi besar gaya yang terjadi pada roda gigi.
Saran dari penulis untuk praktikum Desain Elemen Mesin 3 ini, lebih baik di
laksanakan dari awal perkuliahan dimana adanya praktikum ini sampai akhir
semester, agar dalam penyusunan laporan ini tidak terlalu terburu-buru dan dapat
dilakukan dengan maksimal, agar apa yang di tujukan pada laporan ini bisa
tercapai sesuai dengan apa yang di harapkan pada tujuan di adakanya laporan
praktikum ini.

46 Fakultas Teknik Unjani


DAFTAR PUSTAKA

Buchsbaum,Frank. Ebook – Element of Metric Gear Technology. SDP/SI


(download from www.sdp-si.com).
Technology Co., LTD,, Kohara Gear Technical. Gear Technical References.
Japan : KHK
Shiegley, J.E. 1984. Perencanaan Teknik Mesin Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Sularso. 1997. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin.Jakarta :
Pradnya paramita.

47 Fakultas Teknik Unjani


LAMPIRAN – LAMPIRAN

48 Fakultas Teknik Unjani


Gambar 1. Gear Box Transmisi Roda Gigi

Gambar 2. Sistem Transmisi Roda Gigi

Gambar 3. Sistem Transmisi Roda Gigi

49 Fakultas Teknik Unjani


Gambar 4. Sistem Transmisi Roda Gigi

50 Fakultas Teknik Unjani


Dheny Dharmawan
2111141075

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


Sistem transmisi yang berfungsi untuk meneruskan gaya atau
momen torsi dari engine. Salah satau sistem transmisi tersebut ialah roda gigi.
Peranan roda gigi berperan sebagai pereduksi putaran dari momen torsi pada
keadaan yang bervariatif dan diperlukan perancangan yang sesuai dengan
kondisi yang diharapkan.

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penulisan laporan
ini meliputi hal – hal berikut ini :
• Bagaimana cara kerja sistem transmisi roda gigi?
• Komponen – komponen terkait pada sistem roda gigi.
• Mengetahui gaya dan tegangan yang terjadi pada komponen –
komponen sistem roda gigi.

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


Tujuan yang ingin dicapai oleh penulisan, dalam penulisan
laporan praktikum ini adalah :
• Mengetahui komponen – komponen sistem transmisi roda gigi.
• Mengetahui cara kerja pada sistem transmisi roda gigi.
• Dapat menghitung gaya – gaya yang terjadi pada komponen –
komponen roda gigi.

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


Dalam penulisan laporan praktikum ini, penulis akan
membatasi permasalahan apa saja yang akan dibahas dan dikerjakan
meliputi :
• Prinsip kerja dari sistem transmisi roda gigi 1.
• Ukuran – ukuran yang terkait dengan komponen – komponen
sistem transmisi roda gigi 1.
• Perhitungan gaya – gaya dan tegangan yang terjadi pada komponen
sistem transmisi roda gigi 1.
Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University
Sistematika penulisan dalam laporan Praktikum Desain Elemen Mesin 3 ini, adalah sebagai berikut :
1. Pendahuluan, berisikan hal – hal sebagai berikut ::
– Latar Belakang, berisikan uraian alasan di ambilnya judul Perancangan Ulang Sistem Transmisi
Roda Gigi Pada Mobil Toyota Hiace 2.5L.
– Rumusan Masalah, berisikan hal – hal yang mungkin akan terjadi pada pemilihan judul
Perancangan Ulang Sistem Transmisi Roda Gigi Pada Mobil Toyota Hiace 2.5L.
– Tujuan, berisikan hal – hal yang ingin dicapai dari pemilihan judul Perancangan Ulang Sistem
Transmisi Roda Gigi Pada Mobil Toyota Hiace 2.5L.
– Batasan Masalah, berisikan masalah – masalah yang akan dikerjakan / diselesaikan dalam
penulisan laporan praktikum Desain Elemen Mesin 3.
– Sistematika Penulisan.
2. TEORI DASAR, berisikan teori pendukung mengenai penyusunan laporan akhir tentang
Desain Elemen Mesin 3, yang berkaitan dengan sistem transmisi roda gigi.
3. METODOLOGI, berisikan hal – hal berikut ini :
– Flowchart
– Spesifikasi Kendaraan
– Hasil Pengukuran Sistem Transmisi Roda Gigi 1
4. HASIL DAN PEMBAHASAN, berisikan hasil – hasil dari penghitungan yang terkait dengan
paramater dari teori dasar.
5. PENUTUP,berisikan kesimpulan dan saran dari hasil penghitungan pada bab sebelumnya.

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


2.1. Sistem Transmisi
sistem transmisi, merupakan sistem yang berfungsi untuk
mengonversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan
kecepatan yang berbeda – beda untuk diteruskan ke pengerak akhir.
Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi, menjadi lebih rendah
tetapi bertenaga. Salah satu sistem transimisi adalah roda gigi.
2.2. Sistem Trasnmisi Roda Gigi
Keuntungannya atara lain :
• Sistem transmisinya lebih ringkas, putaran lebih tinggi dan daya yang besar.
• Sistem yang kompak sehingga konstruksinya sederhana.
• Kemampuan menerima beban lebih tinggi.
• Efisiensi pemindahan dayanya tinggi karena faktor terjadinya slip
sangat kecil.
• Kecepatan transmisi rodagigi dapat ditentukan sehingga dapat
digunakan dengan pengukuran yang kecil dan daya yang besar.

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


3.2. Spesifikasi Kendaraan
3.1. Flowchart Dimensi Mobil
START
Panjang : 5380 mm
Lebar : 1880 mm
Tinggi : 2285 mm
Wheelbase : 3100 mm
Rumusan Masalah
Berat kendaraan : 2145 kg
Performa Mesin
Daya/Tenaga : 101 hp / 75 kW / 3200rpm
Pengumpulan Data
Sistem Transmisi Rodagigi 1
Kapasistas mesin : 2494 cc
Jenis Bahan Bakar : Diesel
Torsi : 260 Nm / 2000rpm
Analisa Data Sistem Transmisi
Analisi Gaya Sistem Transmisi TIDAK AMAN
roda Gigi 1 Gearbox : 5 Speed
 Analisis Tegangan
 Menentukan Bahan Jenis Transmisi : Manual
3.3. Spesifikasi Roda Gigi
Roda gigi Input : Roda Gigi 1
Sy >
o o
Sudut Kemiringan Gigi ( ψ ) : 30 Sudut Kemiringan Gigi ( ψ ) : 30
o o
AMAN Sudut Tekan Gigi ( ø n ) : 20 Sudut Tekan Gigi ( ø n ) : 20
Jumlah Gigi ( NP ) : 16 gigi Jumlah Gigi ( NG ) : 33 gigi
Dokumen Produk Module (m) :3 Module (m) :3
-Assembelly Sistem Transmisi Roda Gigi 1 Material : AISI 1040 Drawn 1000 F
- Gambar Teknik Sistem Transmisi Roda Gigi 1

END

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


= Gear , Gear
• Base Diameter = ,
Pinion • Root Diameter
Gear
Pinion= ,
, Gear
= ,
=

• Puncak Diameteral
= Tangensial, /
• =Jarak, Lengkung Puncak
= , • =Jarak, normal lengkung
4. 1. Dimensi Roda Gigi • Jarak aksial lengkung
Working Pitch Diameter
puncak
∅= ,°
• Radial Pressure Angle

Pinion
Gear • Witdh = ,
,
• Normal Coef. of Profile ℎ =

Surface Gear
Shift •
Pinion ℎ = ,
= ,
Gear Addendum = ,
• Involute Function
=,
=
ℎ = ,

Pinion
• ,
• Radial Working Pressure ℎ =

Angle (from table involute = , °function) Gear


• Center Distance Increment Whole Depth
= ,
Factor
• = , CenterDistance
• Standard Pitch Diameter • Outside
Pinion = , ℎ= ,

Diameter
= ,

Pinion
Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University
4.2. Gaya – gaya yang bekerja
• Gaya – gaya yang
bekerja antara lain :
Wt = 1823,484
lb Wr = 1821,31 lb
Wa = 1052,789 lb
W = 2783,995 lb
• Dan torsi yang bekerja
pada roda gigi 1
4.1. DBB Pinion adalah T = 13803,774
lb.in
4.3. Ketahanan lentur dan
kekuatan lelah permuakaan
dari roda gigi
• Maka didapatkan faktor
keamanan nG untuk batas
ketahanan lentur adalah
0,023 dan faktor keamanan
n untuk batas ketahanan
lentur adalah 0,015
4.1. DBB Gear • Dari hasil perhitungan
tersebut didapatkan faktor
nG pada kekuatan lelah
permukaan adalah 0,086
dan faktor n adalah 0,057
Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University
Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University
5.1. Kesimpulan
Dari perhitngan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Semakin kecil nilai puncak diameteral normal (Pn) , maka besar gaya – gaya yang bekerja akan semakin
besar, hal ini dipengaruhi juga oleh daya yang ditransmisikan oleh mobil yaitu sebesar 101 hp,
Sistem transmisi berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin ke arah putaran roda penggerak, dan
untuk mengatur kecepatan putaran dan momen yang dihasilkan oleh putaran mesin saat kendaraan
dinyalakan.
Berdasarkan study literaratur dan perhitungan yang telah saya lakukan bahwa torsi pada gigi satu
besar, dikarenakan membutuhkan kecepatan putar yang rendah dengan torsi yang tinggi
Komponen – Komponen yang terdapat dalam sistem transmisi roda gigi adalah :
• Roda Gigi Pinion •Bantalan • Snap Ring
• Roda Gigi Gear •Pasak • Clutch hub
• Poros Roda Gigi Output •Sinkromesh • Hub sleeve

5.2. Saran
Dalam merancang ulang sistem transmisi roda gigi 1, segala hal yang berkaitan dengan sistem
transmisi harus diperhatikan dengan baik seperti geometri, bahan, modul gigi, serta puncak diameteral dari
roda gigi. Karena akan mempengaruhi besar gaya yang terjadi pada roda gigi.

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


Saya ucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada :

• ‫ه‬ SWT., yang telah memberikan akal, pikiran dan kesehatan baik ruhani serta
jasmani sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum Desain Elemen
Mesin 3.
• Kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan moral dan materi dalam
penyusunan laporan akhir Praktikum Desain Elemen Mesin 3.
• Bapak Riki Anggriawan, S.T., dan Ibu Wiwin Widaningrum S.T., M.T., selaku dosen
pembimbing dalam penyusunan laporan Praktikum Desain Elemen Mesin 3.
• Bapak War’an Rosihan S.T., M.T., selaku koordinator praktikum matakuliah Desain
Elemen Mesin 3.
• Saudara – saudara penulis dukungan dalam penyusunan laporan Praktikum Desain
Elemen Mesin 3.
• Rekan – rekan seangkatan yang telah memberi masukan dan dukungannya dlam
penyususnan laporan ini.

Mechanical Engineering – General of Achmad Yani University


4

4 1 POROS OUTPUT AISI 1040


3 1 POROS INPUT AISI 1040
2 1 GEAR AISI 1040
1 1 PINION AISI 1040
NO. QTY NAMA BAGIAN BAHAN UKURAN KETERANGAN
KEKASARAN TOL. ISO
MIKRO METER
Skala : 1 :1 Nama : Dheny Dharmawan Keterangan :
Satuan : mm NIM : 2111141075
Tanggal : 1-6-'17 Diliat : Riki Anggriawan S.T.,
UNJANI SISTEM TRANSMISI RODA GIGI 1 G 1-6 A3
2 Gear 1 Pinion
28,96
R23,94
28,96
R53,38

6 Addendum 3 3
5 Material
4
3 Sudut Tekan ( )
2 Modul 3 3
1 Jumlah Gigi 16 33
NO.
Bag.
Jumlah SPESIFIKASI RODA GIGI Pinion Gear
KEKASARAN TOLERANSI JIS
SKALA : 1:1 NAMA : DHENY DHARMAWAN KETERANGAN :
SATUAN : mm NIM : 2111141075
TANGGAL : 1-6-17 DIPERIKSA : RIKI ANGGRIAWANST.,

UNJANI Transmisi Roda Gigi 1 G. 2 - 6 A3


3 Poros Input

215

1 1 POROS INPUT
NO. Jumlah NAMA BAGIAN KETERANGAN :
Bag.

KEKASARAN TOLERANSI JIS


SKALA : 1:1 NAMA : DHENY DHARMAWAN KETERANGAN :
SATUAN : mm NIM : 2111141075
TANGGAL : 1-6-17 DIPERIKSA : RIKI ANGGRIAWANST.,

UNJANI Transmisi Roda Gigi 1 G. 3 - 6 A3


4 Poros Output

A 35 35 B 55 55 80

22 C

31
16

21
C

A B
5 3 C-C
A-A B-B

1
1
21

1 1 POROS OUTPUT
NO. Jumlah NAMA BAGIAN KETERANGAN :
Bag.

KEKASARAN TOLERANSI JIS


SKALA : 1:1 NAMA : DHENY DHARMAWAN KETERANGAN :
SATUAN : mm NIM : 2111141075
TANGGAL : 1-6-17 DIPERIKSA : RIKI ANGGRIAWANST.,

UNJANI Transmisi Roda Gigi 1 G. 4 - 6 A3


17

1 1 BEARING KOYO 6207


NO. Jumlah NAMA BAGIAN KETERANGAN
BAG.

KEKASARAN TOLERANSI JIS


SKALA :1:1 NAMA : DHENY DHARMAWAN KETERANGAN :
SATUAN : MM NIM : 2111141075
TANGGAL : 1-6-17 DIPERIKSA : RIKI ANGGRIAWANST.,

UNJANI BEARING G. 5 - 6 A4
1,5

58
30

38

1 1 CINCIN PENGUNCI
NO. Jumlah NAMA BAGIAN KETERANGAN
BAG.

KEKASARAN TOLERANSI JIS


SKALA :1:1 NAMA : DHENY DHARMAWAN KETERANGAN :
SATUAN : MM NIM : 2111141075
TANGGAL : 1-6-17 DIPERIKSA : RIKI ANGGRIAWAN ST.,

UNJANI Transmisi Roda Gigi 1 G. 6 - 6 A4