Anda di halaman 1dari 9

Search...

Hukum Newton pada Gerak Benda di Dalam


Lift, Contoh Soal dan Pembahasan
Pada gedung-gedung tinggi yang memiliki banyak lantai, tidak mungkin
seseorang naik turun menggunakan tangga. Selain memerlukan waktu lama,
juga memerlukan energi yang tidak sedikit alias melelahkan. Oleh karena itu,
pada gedung-gedung bertingkat selalu dilengkapi dengan alat transportasi
yang disebut lift atau elevator. Lalu, pernahkah kalian menaiki lift? Jika pernah,
Apa yang kalian rasakan pada saat lift bergerak naik atau bergerak turun?

Ketika kita berada di dalam lift yang bergerak naik, badan kita akan terasa
semakin berat. Namun sebaliknya, pada saat lift bergerak turun, badan kita
akan terasa lebih ringan. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Untuk menjelaskan
keadaan ini, kita bisa menggunakan Hukum Newton. Untuk bisa memahami
bagaimana Hukum Newton bisa menjelaskan gerak benda di dalam lift, simak
baik-baik penjelasan berikut ini.

Keadaan lift yang akan kita bahas terdiri atas enam kondisi gerak, yaitu lift
diam, lift bergerak ke atas atau ke bawah dengan kecepatan konstan, lift
bergerak dipercepat ke atas, lift bergerak diperlambat ke atas, lift bergerak
turun dan tali lift putus. Dan sedikit catatan disini adalah karena lift hanya
bergerak naik-turun, maka kita hanya meninjau komponen gaya vertikal saja.
Oke, langsung saja kita mulai.

#1 Lift Diam

Seorang anak berada di dalam lift yang diam seperti yang diilustrasikan pada
gambar di atas. Di dalam lift, gaya yang kita tinjau adalah gaya yang arahnya
vertikal sesuai dengan arah gerak lift yang juga vertikal. Pada lift yang berada
dalam kondisi diam berlaku Hukum I Newton dan dapat dituliskan dalam
bentuk persamaan sebagai berikut.
ΣF = 0
N–w=0
N = w ………. Pers. (1)
Karena gaya normal sama dengan berat, maka ketika kita berada di dalam lift
yang diam, kita tidak merasakan perubahan berat badan.

#2 Lift Begerak Dengan Kecepatan Konstan

Berdasarkan Hukum I Newton, benda yang bergerak dengan kecepatan tetap


atau konstan, resultan gayanya sama dengan nol (v = konstan, maka a = 0
sehingga ΣF = 0). Karena tidak ada gaya lain yang mempengaruhi berat, maka
kita tidak merasakan perubahan berat badan. Jadi, berat badan kita di dalam
lift yang bergerak ke atas maupun ke bawah dengan kecepatan konstan, sama
dengan berat badan kita ketika diluar lift. Pada keadaan ini juga berlaku
persamaan (1) N = w.
Baca Juga:

 Contoh Soal Gerak Benda di Bidang Miring Licin dan Jawabannya Lengkap
 Contoh Soal Gerak Benda di Bidang Datar Kasar dan Jawabannya Lengkap
 Percobaan Hukum 3 Newton, Contoh Soal dan Pembahasan

#3 Lift Bergerak Dipercepat ke Atas

Apa yang kalian rasakan saat berada di dalam lift yang bergerak dipercepat ke
atas? Saat lift bergerak vertikal ke atas dengan percepatan a, lantai lift juga
memberikan percepatan yang sama terhadap kita. Karena lift memiliki
percepatan, pada kasus ini berlaku Hukum II Newton sebagai berikut.
ΣF = ma
Sebagai acuan pada lift yang bergerak naik, gaya-gaya yang searah dengan arah
gerak lift (ditunjukkan pada arah v) diberi tanda positif dan yang berlawanan
dengan arah gerak lift diberi tanda negatif.
N – w = ma
N – mg = ma
N = ma + mg
N = m(a + g) ………. Pers. (2)
Dari persamaan (2) tersebut N > w, akibatnya badan kita terasa bertambah
berat.

#4 Lift Bergerak Diperlambat ke Atas

Gambar di atas memperlihatkan seorang anak berada di dalam lift yang


bergerak ke atas dengan perlambatan –a. Sama halnya seperti lift yang
bergerak ke atas dengan percepatan a (dipercepat), pada lift yang bergerak ke
atas dengan perlambatan –a (diperlambat) juga berlaku Hukum II Newton
hanya saja yang membedakan adalah harga percepatannya.
ΣF = ma
N – w = m(–a)
N – mg = –ma
N = mg – ma
N = m(g – a) ………. Pers. (3)

#5 Lift Bergerak Dipercepat ke Bawah

Pada saat kita berada di dalam lift yang bergerak dipercepat ke atas, kita
merasakan badan kita bertambah berat. Lalu bagaimanakah jika kita berada di
dalam lift yang bergerak dipercepat ke bawah? Pada saat lift bergerak
dipercepat ke bawah, berlaku Hukum II Newton sebagai berikut.
ΣF = ma
Sebagai acuan pada lift yang bergerak turun, gaya-gaya yang searah dengan
arah gerak lift diberi tanda positif dan yang berlawanan dengan arah gerak lift
diberi tanda negatif.
w – N = ma
mg – N = ma
N = mg – ma
N = m(g – a) ………. Pers. (4)
Jika kita bandingkan, ternyata rumus gaya normal pada lift yang bergerak
diperlambat ke atas itu sama dengan rumus gaya normal pada lift yang
bergerak dipercepat ke bawah, persamaan (3) = persamaan (4). Dari
persamaan (4) menunjukkan bahwa N < w, sehingga ketika kita berada di
dalam lift yang bergerak dipercepat ke bawah, badan kita akan terasa menjadi
lebih ringan.

#6 Tali Lift Putus

Apakah yang akan kita rasakan saat berada di dalam lift dan tiba-tiba talinya
putus? (Tentu kita tidak ingin hal semacam ini terjadi, akan tetapi ini hanya
sebuah permisalan saja). Kita akan merasakan “seolah-olah” badan kita
melayang dan tidak memiliki berat sama sekali. Lalu bagaimanakah Hukum
Newton menjelaskan peristiwa ini?

Apabila tali lift putus, berarti lift dan orang di dalamnya mengalami gerak jatuh
bebas. Pada gerak jatuh bebas, benda akan mengalami percepatan sebesar
percepatan gravitasi bumi. Berdasarkan Hukum II Newton maka:
ΣF = ma
w – N = ma
mg – N = ma
N = mg – ma
N = m(g – a)
Pada gerak jatuh bebas a = g, sehingga
N = m(g – g)
N = m(0)
N=0
Karena N = 0, maka kita merasa “seolah-olah” kehilangan berat badan kita.
Catatan Penting:
Berdasarkan Hukum III Newton, gaya normal yang yang dikerjakan alas lift
terhadap kaki penumpang lift sama dengan gaya tekan kaki penumpang pada
alas lift. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, gaya normal juga berperan
sebagai gaya tekan kaki pada alas atau lantai lift.

Agar kalian paham mengenai konsep gerak benda yang berada di dalam lift,
perhatikan beberapa contoh soal dan pembahasannya berikut ini.

Contoh Soal #1
Sebuah benda dengan massa 1 kg berada di dalam sebuah lift yang bergerak ke
atas dengan percepatan 1 m/s2. Jika g = 10 m/s2, berapakah pertambahan berat
benda di dalam lift?
Penyelesaian:
Diketahui: lift bergerak ke atas
m = 1 kg
a = 1 m/s2
Ditanyakan: pertambahan berat benda di dalam lift.
Jawab:
Berat benda di dalam lift ditunjukkan oleh gaya normal. Pada lift yang bergerak
dipercepat ke atas, berlaku persamaan (2) sebagai.
N = m(g + a)
N = 1(10 + 1)
N = 11 N
Pertambahan berat = N – w
⇔ N – mg
⇔ 11 – (1 × 10)
⇔ 11 – 10 = 1 N
Jadi, penambahan berat benda di dalam lift adalah sebesar 1 N.

Contoh Soal #2
Seorang siswa sedang membuktikan konsep fisika yang mengatakan bahwa di
dalam lift, berat sebuah benda akan berubah. Sebelum masuk ke lift, siswa
tersebut menimbang berat badannya sendiri yaitu 500 N. Ketika lift sedang
bergerak turun, siswa tersebut menimbang badannya lagi. Ternyata beratnya
berkurang menjadi 400 N. Berapakah percepatan lift tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui:
wluar = 500 N
wdalam = N = 400 N
m = w/g = 500/10 = 50 kg
Ditanyakan: percepatan (a)
Jawab:
Untuk lift yang bergerak turun atau bergerak ke bawah berlaku persamaan
berikut ini.
w – N = ma
500 – 400 = ma
100 = 50a
a = 2 m/s2
Dengan demikian, percepatan lift tersebut adalah 2 m/s2.

Contoh Soal #3
Rizki amalia yang massanya 53 kg berdiri di dalam sebuah lift yang sedang
bergerak ke atas dengan percepatan 2 m/s2. Jika percepatan gravitasi bumi (g)
= 10 m/s2, berapakah gaya tekan kaki rizki amalia pada lantai lift?
Penyelesaian:
Diketahui:
m = 53 kg
a = 2 m/s2
g = 10 m/s2
Ditanyakan: gaya tekan kaki (N)
Jawab:
Dengan menggunakan persamaan (2), diperoleh
N = m(g + a)
N = 53(10 + 2)
N = 53(12)
N = 636 N
Jadi, gaya tekan kaki rizki amalia pada lantai lift adalah 636 N.

Demikianlah artikel tentang penerapan hukum Newton pada gerak benda di


dalam lift lengkap dengan gambar ilustrasi, contoh soal dan pembahasannya.
Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Apabila terdapat kesalahan tanda,
simbol, huruf maupun angka dalam perhitungan mohon dimaklumi.
Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel berikutnya.
dinamika, dinamika translasi, gaya berat, gerak, gerak lift, Hukum Newton, mekanika
Share1
Post a Comment
1.

UnknownAugust 31, 2018 at 10:36 PM


Thank atas penjelasannya
Reply

2.

Vivin Diana PutriOctober 26, 2018 at 6:33 AM


Terima kasih. Penjelasan dan ilustrasi gambarnya sangat jelas dan membantu.
Reply

1.

Supervisor Blog MIPAOctober 26, 2018 at 11:06 AM

iya sama-sama
Reply

3.

Wafani AkhmiOctober 31, 2018 at 12:47 PM


kenapa gaya yang arahnya sama dengan arah gerak lift diberi tanda positif, terimakasih
sebelumnya,
Reply

1.

Supervisor Blog MIPAOctober 31, 2018 at 1:47 PM

Gaya bertanda positif bisa diartikan sebagai gaya yg menyebabkan benda bergerak sehingga
gaya tersebut searah dengan gerak benda.

Sebaliknya gaya bertanda negatif bisa diartikan sebagai gaya yang menghambat gerak benda,
sebgai contoh gaya gesek yang arahnya selalu berlawanan dg gerak benda.
Reply

4.

Dinda Galuh WulandiniNovember 2, 2018 at 8:00 PM


Kok tdk ada keterangan di setiap rumus ya. Jadi bingung n itu apa w itu apa
Reply

1.

Supervisor Blog MIPANovember 3, 2018 at 5:35 PM

iya memang tidak ada, karena memang cuman ada elemen N (gaya normal), w (gaya berat), m
(massa), a (percepatan), g (percepatan gravitasi) dan sebagainya. Dan semua itu umum
diketahui semua siswa. Nanti klo ada waktu, saya coba kasih keterangannya.
Reply

5.

Dany JauhariJanuary 10, 2019 at 9:02 PM


Terima kasih. Sangat membantu.
Reply
6.

Zainul MuttaqinJanuary 13, 2019 at 7:03 PM


Apakah mungkin gaya normal searah dengan berat semu?
Reply

1.

Supervisor Blog MIPAJanuary 14, 2019 at 8:16 PM

Berat semu itu yang seperti apa ya


Reply

7.

Nadiar Zahrotul ZulfahJanuary 13, 2019 at 10:04 PM


Kenapa d contoh soal 2 w dalam 400 bukannya 480 ?
Reply

1.

Supervisor Blog MIPAJanuary 14, 2019 at 8:17 PM

Iya, terdapat kesalahan penulisan soal. Artikel akan segera kami perbaiki. Terimakasih atas
koreksinya.
Reply

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik
permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

NEWER POSTMenentukanRumus Koefisien Gesek Benda di Bidang Miring, Contoh Soal dan
Pembahasan
OLDER POSTHukum Newton pada Kesetimbangan Tali Beserta Contoh Soal dan Pembahasan

MATERI TERBARU

Contoh Soal Katrol Majemuk dan Jawabannya Lengkap

Contoh Soal Katrol Ganda dan Jawabannya Lengkap

Contoh Soal Katrol Gabungan dan Jawabannya Lengkap


Copyright (c) 2018 FISIKABC. Powered by Blogger. Jika ada keperluan, silahkan hubungi kami via Contact Us.

Scroll