Anda di halaman 1dari 13

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Cakupan Penilaian Kerja Puskesmas Nagaswidak Tahun 2017


Berdasarkan hasil pengamatan di Puskesmas Nagaswidak didapatkan cakupan-
cakupan kegiatan puskesmas selama tahun 2017 sebagai berikut :
Tabel 4.1 Cakupan Kegiatan Penilaian Kinerja Puskesmas tahun 2017
NO Jenis Kegiatan Target Pencapaian
(%) (%)
UPAYA KESEHATAN WAJIB
I Promosi Kesehatan
A. Rumah tangga 70 100
B. Bayi mendapat ASI Eksklusif 80 70,9
C. Penyuluhan NAPZA 100 100
II Kesehatan Lingkungan
A. Inspeksi sanitsi sarana air bersih 98 80,1

B. Pembinaan kelompok masyarakat 98 40

III Kesehatan Ibu dan Anak Termasuk Keluarga


Berencana
A. Pelayanan kesehatan bumil 95 100
B. Pelayanan kesehatan bulin 90 95,3
C. Pelayanan kesehatan bufas 90 100
Keluarga berencana
A. Akseptor KB di puskesmas 78 78,1
IV Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Pemberian vitamin A 80 98
V Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
Menular
A. TB Paru BTA positif 70 40
B. Malaria - -
C. Kusta - -
D. Pelayanan Imunisasi 80 93,8
E. Diare 100 110,2
F. ISPA (penemuan kasus pneumonia dan 80 4,3
pneumonia berat oleh puskesmas dan kader)
G. Demam Berdarah Dengue 97,5 77,3
H. Pencegahan dan Penanggulangan PMS dan - -
HIV/AIDS

41
42

I. Pencegahan dan Penanggulangan Rabies - -


J. Pencegahan dan Penanggulangan Filariasis - -
dan Schistozomiasis
VI Upaya Pengobatan
A. Kunjungan rawat umum 100 100
B. Kunjungan rawat gigi 100 100
Sumber: Pencapaian Kinerja Puskesmas Nagaswidak Tahun 2017

Secara keseluruhan Kinerja Puskesmas Nagaswidak dalam Upaya


Kesehatan Wajib sudah banyak yang mencapai target namun terdapat beberapa
pencapaian yang memiliki selisih yang jauh dari target seperti pada bayi yang
mendapat ASI Eksklusif yang baru mencapai 70,9% dari target 80%, sanitasi
sarana air bersih 80,1% dari target 98%, TB Paru BTA positif 40% dari target
70%, ISPA baru mencapai 4,3% dari target 80%, demam berdarah baru
mencapai 77,3% dari target 97,5%.

4.2. Jumlah Bayi yang diberi ASI Eksklusif Menurut Jenis Kelamin di
Puskesmas Nagaswidak Tahun 2017
Berikut adalah data bayi yang ASI Eksklusif menurut jenis kelamin di wilayah
kerja puskesmas Nagaswidak pada tahun 2017 :
Diagram 4.1 Jumlah Bayi ASI Eksklusif Berdasarkan Jenis Kelamin yang
Telah didata Tahun 2017

Jumlah Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif


Berdasarkan Jenis Kelamin
400
300
200
100
0
jumlah bayi jumlah bayi laki-laki TOTAL
perempuan

jumlah seluruh ASI Eksklusif Tidak ASI Eksklusif


43

Berikut adalah data cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas


Nagaswidak pada tahun 2017 :
Diagram 4.2 Cakupan Bayi ASI Eksklusif Berdasarkan Jumlah yang Telah
didata Tahun 2017

Cakupan ASI Eksklusif

29%

71%

asi eksklusif tidak asi eksklusif

Sumber: Rekap Data ASI Eksklusif Puskesmas Nagaswidak Tahun 2017

Proporsi adalah suatu perbandingan dimana pembilang adalah bagian dari


penyebut. Sehingga proporsi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif di wilayah
kerja puskesmas Nagaswidak tahun 2017 adalah :
𝑋
𝑅𝑢𝑚𝑢𝑠 = 𝑥𝐾
𝑋+𝑌
267
Proporsi Bayi mendapat ASI Eksklusif = 267+108 𝑥 100 (%) = 71,2%

X= Bayi yang mendapat ASI EKsklusif


Y= Bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif
K= Konstanta (%)
44

Ratio adalah perbandingan antara dua kejadian atau dua hal yang antara
numerator dan denominator tak ada sangkut pautnya. Sehingga Ratio antara
Bayi yang mendapat ASI Eksklusif dan tidak mendapat ASI Eksklusif adalah:
𝑋
𝑅𝑢𝑚𝑢𝑠 = 𝑥𝐾
𝑌
X= Bayi yang mendapat ASI EKsklusif
Y= Bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif
K= Konstanta (%)
267
Ratio Bayi mendapat ASI Eksklusif = 108 𝑥 100 = 2,47 𝑝𝑒𝑟 100 bayi

Dari diagram di atas diketahui lebih dari setengah jumlah bayi yang telah
didata oleh kader kesehatan memberikan ASI Eksklusif. Jumlah bayi yang
telah didata sebanyak 375 bayi dan yang diberikan ASI Eksklusif sebanyak 267
bayi. Hal ini menandakan bahwa belum tercapainya target cakupan pemberian
ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas Nagaswidak, dimana cakupan
pemberian ASI Ekslusif nasional tahun 2016 yaitu 80%.

4.3. Identifikasi Masalah


Masalah merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan, sehingga
untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada cakupan-cakupan program
Puskesmas Nagaswidak pada tahun 2017 perlu membandingkan antara
pencapaian dan target yang sudah dilakukan ditahun 2017.
Berdasarkan dari pencapaian cakupan-cakupan program di Puskesmas
Nagaswidak pada tahun 2017, ada beberapa program yang belum mencapai
target yang merupakan sebuah masalah dimana apabila tidak ditindaklanjuti
akan berdampak pada kesehatan masyarakat dilingkungan tersebut, sehingga
perlu mengidentifikasi beberapa masalah cakupan-cakupan program tersebut
seperti:
45

Tabel 4.2 Tabel Identifikasi Masalah


NO MASALAH Pencapaian Target Selisih Masalah
1 ISPA : Cakupan 4,3% 80% 55,7 1
Jumlah penemuan
kasus pneumonia
dan pneumonia
berat
2 TB Paru BTA 40% 70% 30 3
positif
3 Pembinaan 40% 98% 58 2
Kelompok
Masyarakat
4 Asi eksklusif 70,9% 80% 9,1 6
5 Demam berdarah 77,3% 97,5% 20,2 4
6 Sanitasi air bersih 80,1% 98% 17,9 5

4.4. Prioritas Masalah


Mengingat keterbatasan kemampuan mengatasi masalah secara sekaligus
maka akan dipilih prioritas dengan menggunakan matriks.
Dalam menentukan prioritas masalah diperlukan sebuah metode
pemecahan masalah. Penentuan prioitas masalah dapat di lakukan dengan cara
kuantitatif atau kualitatif berdasarkan data serta perhitungan kemudahan dan
kemampuan untuk dapat diselesaikan, keinginan masyarakat untuk mengatasi
masalah, berdasarkan situasi lingkungan sosial politik dan budaya yang ada di
masyarakat serta waktu dan dana yang diperlukan untuk mengatasi masalah.
Untuk itu, dalam menentukan prioritas masalah, digunakan metode
Delbecq. Dalam menentukan kriteria prosesnya diawali dengan pembentukan
kelompok yang akan mendiskusikan, merumuskan, dan menetapkan kriteria.
Sumber data dan informasi yang diperlukan dalam penetapan prioritas
berdasarkan:
a. Pengetahuan dan pengalaman masing-masing anggota kelompok.
b. Saran dan pendapat para narasumber.
c. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan.
d. Analisa situasi.
e. Sumber informasi atau referensi lainnya.
46

Pada penggunaan Matriks USG, untuk menentukan suatu masalah yang


prioritas, terdapat tiga faktor yang perlu dipertimbangkan. Ketiga faktor
tersebut adalah urgency, seriuosness, dan growth (Depkes, 2006).
Urgency, seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan
waktu yang tersedia dan seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk
memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi. Urgency dilihat dari
tersedianya waktu, mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan
(Permenkes No 44 Tahun 2016).
Seriousness berkaitan dengan dampak dari adanya masalah tersebut
terhadap organisasi. Dampak ini terutama yang menimbulkan kerugian bagi
organisasi seperti dampaknya terhadap produktivitas, keselamatan jiwa
manusia, sumber daya atau sumber dana. Semakin tinggi dampak masalah
tersebut terhadap organisasi maka semakin serius masalah tersebut.
Growth, Seberapa kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang
dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk kalau
dibiarkan (Permenkes No 44 Tahun 2016).
Untuk mengurangi tingkat subyektivitas dalam menentukan masalah
prioritas, maka perlu menetapkan kriteria untuk masing-masing unsur USG
tersebut. Umumnya digunakan skor dengan skala tertentu. Misalnya
penggunaan skor skala 1-5. Semakin tinggi tingkat urgensi, serius, atau
pertumbuhan masalah tersebut, maka semakin tinggi skor untuk masing-
masing unsur tersebut (Depkes, 2006).

Tabel 4.3 Matriks USG Prioritas Masalah


NO KRITERIA URGENCY SERIOUSNESS GROWTH TOTAL
(U) (S) (G) (UxSxG)
MASALAH
1 ISPA : Cakupan Jumlah 5 4 4 80
penemuan kasus
pneumonia dan
pneumonia berat belum
mencapai target
2 TB Paru BTA positif 4 4 4 64
47

3 Pembinaan kelompok 1 2 1 2
masyarakat
4 ASI eksklusif 4 5 5 100
5 Demam berdarah 4 4 4 64
6 Sanitasi air bersih 2 3 4 24

Berdasarkan matriks USG diatas yang menjadi prioritas masalah adalah


Cakupan bayi mendapat ASI Eksklusif. Diambil masalah ASI Eksklusif,
karena memberikan ASI eksklusif merupakan faktor penunjang kecerdasan
bayi dan sebagai peningkatan sistem kekebalan tubuh bayi, memang tidak
mudah karena sang ibu harus memberikannya selama 6 bulan, masa 6 bulan
inilah yang di sebut ASI eksklusif. Pada masa 6 bulan bayi memang belum
diberi makanan selain susu untuk itu ibu harus memberikan perhatian yang
ekstra pada bayi. Seringkali kesalahan yang terjadi adalah setelah masa ASI
eksklusif dan bayi sudah bisa mengkonsumsi makanan lain selain ASI, ibu
tidak memberikan ASI lagi. Padahal menurut standar kesehatan dunia, bayi
sebaiknya di sapih setelah 2 tahun usianya. Target pemberian ASI Eksklusif
pada bayi akan tercapai apabila ada keinginan, kemauan dan kemampuan para
pengambil keputusan dan lintas sektor terkait agar pemberian ASI Eksklusif
menjadi program prioritas.

4.5. Perumusan Masalah


Rendahnya cakupan bayi mendapat ASI eksklusif (70,9%) di Puskesmas
Nagaswidak Palembang tahun 2017.

4.6. Akar Penyebab Masalah


Kemungkinan Penyebab masalah dapat berasal dari Input (Sumber daya),
Proses (Pelaksana Kegiatan) dan Lingkungan, untuk mencari akar penyebab
masalah dapat menggunakan fishbone diagram seperti tertera dalam gambar
berikut.
48

Diagram 4.3 Fishbone Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Nagaswidak

MANUSIA METODE
MANUSIA
Kurangnya penyuluhan
Ibu-ibu yang sibuk pada masyarakat
bekerja mengenai pentingnya
Ibu takut untuk
ASI Eksklusif
menyusui bayinya

Petugas belum maksimal dalam


mempromosikan klinik laktasi CAKUPAN
Bayi Mendapat
ASI Ekslusif
belum
Sarana Tidak ada dana Menganggap mencapai
penyuluhan khusus untuk susu formula target (70,9%)
kurang program lebih baik
penyuluhan dan
sosialisasi ASI Ketidakpercayaan diri
Kurang adanya Eksklusif Kurangnya
para ibu apabila hanya
brosur, pamflet dan dukungan keluarga
memberikan ASI saja
poster sebagai sarana
edukasi
DANA LINGKUNGAN

SARANA

4.7. Penentuan Prioritas


Berdasarkan pembahasan diatas, harus ditetapkan satu prioritas masalah.
Prioritas masalah dipertimbangkan dengan melakukan survey kepada petugas
pemegang program.

Tabel 4.4 Hasil Wawancara Dengan Petugas Pemegang Program


No Masalah Pertanyaan Jawaban
1. Ibu-ibu yang sibuk Apakah ibu-ibu yang Ya, di lingkungan
bekerja memiliki bayi sibuk Puskesmas Nagaswidak
bekerja? kebanyakan para ibu
bekerja sebagai pedagang
yang sering meninggalkan
anaknya dirumah.
2. Ibu takut untuk Apakah benar ibu- Ya, banyak ibu-ibu yang
menyusui bayinya ibu banyak yang takut akan berbagai
takut menyusui masalah, seperti takut akan
bayinya? payudaranya lecet, nyeri,
49

dan infeksi saat


memberikan ASI.
3. Kurangnya penyuluhan Apakah penyuluhan Ya, penyuluhan hanya
pada masyarakat pada masyarakat sebatas memberitahukan
mengenai pentingnya mengenai ASI informasi mengenai
ASI eksklusif kurang? manfaat ASI yang
disampaikan dari mulut-
kemulut. Pembelajaran
yang lebih mengenai ASI
kurang, sehingga dapat
mempengaruhi persepsi
masyarakat.
4. Sarana penyuluhan Apakah sarana Ya, sarana seperti leaflet,
kurang penyuluhan pamflet, dan poster
mengenai ASI mengenai ASI kurang.
kurang?
5 Tidak ada dana khusus Apakah benar tidak Ya benar, dana yang
untuk program ada dana khusus didapat biasanya digabung
penyuluhan dan untuk program dengan program gizi
sosialisasi ASI penyuluhan dan lainya.
Eksklusif sosialisasi ASI
eksklusif?
6. Anggapan susu formula Apakah masyarakat Ya, masyarakat
lebih baik menganggap susu beranggapan gizi susu
formula lebih baik formula lebih banyak
dibandingkan ASI? sehingga bayinya lebih
gemuk dibandingkan
diberikan ASI.
7 Ketidakpercayaan diri Apakah ibu-ibu tidak Ya, para ibu takut bila
para ibu apabila hanya percaya diri bila hanya memberikan ASI
memberikan ASI saja hanya memberikan bayinya kurang
ASI saja? mendapatkan ASI.
8 Kurangnya dukungan Apakah benar para Ya, kebanyakan keluarga
keluarga ibu kurang seperti suami tidak peduli
mendapatkan mengenai apa yang
dukungan dikonsumsi banyinya.
keluarganya?

Berdasarkan hasil wawancara, narasumber menetapkan bahwa kurangnya


penyuluhan pada masyarakat mengenai ASI eksklusif merupakan masalah
yang paling berarti dan harus segera dilakukan tindak lanjut. Dengan
penyuluhan diharapkan dapat merubah persepsi masyarakat mengenai ASI
eksklusif dan angka cakupan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif terpenuhi.
50

4.8. Alternatif Penyelesaian Masalah


Berikut ini adalah merupakan tabel penyelesaian masalah belum tercapainya
target cakupan Pemberian ASI Eksklusif :

Tabel 4.5 Tabel Cara Penyelesaian Masalah


Penyebab Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah
Prioritas Masalah
Masalah Terpilih
1) Pelatihan dan pembinaan petugas Penjadwalan rutin
kesehatan mengenai teknik untuk kegiatan
penyuluhan yang baik. penyuluhan
2) Pelatihan dan pembinaan kader mengenai ASI
mengenai ASI eksklusif Eksklusif dan
Belum
Kurangnya 3) Penjadwalan rutin untuk manajemen laktasi
tercapainya target
penyuluhan pada kegiatan penyuluhan mengenai
cakupan bayi
masyarakat ASI Eksklusif dan manajemen
mendapat ASI
laktasi
Ekslusif
4) Melakukan penyuluhan dengan
media yang menarik sehingga
masyarakat tertarik
5) Melibatkan tokoh masyarakat
dalam melakukan penyuluhan.

Dari beberapa alternatif penyelesaian masalah di atas, terdapat


penyelesaian masalah terpilih atau penyelesaian mana yang paling diutamakan
dalam waktu dekat ini guna meningkatkan cakupan angka pemberian ASI
Eksklusif pada bayi mencapai 80% pada tahun 2018. Pemecahan masalah yang
terpilih adalah memberikan penyuluhan tentang manfaat dan kegunaan ASI.
Penyuluhan dilakukan minimal 1 bulan sekali dengan sasaran ibu-ibu yang
datang ke Puskesmas, Posyandu, kantor kelurahan setempat secara bergiliran
dengan jadwal rutin yang sudah ditetapkan.
Materi yang diberikan harus dibuat sederhana dan menarik, tidak
menggunakan bahasa medis yang berlebihan agar masyarakat lebih mudah
memahami. Dengan dilakukannya penyuluhan secara rutin diharapkan
meningkatnya kesadaran dan kemauan Ibu untuk memberikan ASI eksklusif
kepada anaknya.
4.9 Susunan Rencana Usulan Kegiatan
Tabel 4.6 Rencana Usulan Kegiatan
No. Upaya Kegiatan Tujuan Sasaran Target Penanggu Kebutuhan Mitra Waktu Kebutuhan Indikator Sumber
Keseha Sasaran ng Jawab Sumber Kerja Pelaksan Anggaran Kinerja Pembiay
tan Daya aan aan
1. ASI Penjadw Masyarakat Lingkun Masyarakat Pemegang Man: Ketua 1 Kali Rp. Pencapaian BOK
eksklus alan dapat mengerti gan di wilayah program Petugas RT dalam 2.000.000 target ASI
if rutin dan memahami kerja kerja ASI kesehatan, setempat sebulan eksklusif
untuk pentingnya ASI puskesm Puskesmas eksklusif kader 80%
kegiatan Eksklusif baik as Nagaswidak Methode:
penyuluh bagi ibu Nagaswi Palembang Penyuluhan
an maupun anak. dak Material:
mengena Menumbuhkan Palemba Browsur
i ASI rasa percaya diri ng dan pamflet
Eksklusi pada ibu-ibu
f dan untuk
manajem memberikan
en ASI Eksklusif
laktasi Mengetahui
cara manajemen
laktasi yang
baik dan benar.

51
52

4.10 Susunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan


Tabel 4.7 Rencana Pelaksanaan Kegiatan
No. Upaya Kegiatan Tujuan Sasaran Target Penanggu Volume Jadwal Rincian Lokasi Biaya
Keseha Sasaran ng Jawab Kegiatan Pelaksanaan Pelaksanaan
tan
1. ASI Penjadw Masyarakat Lingkung Masyara Pemegang 1 Kali Tiap Pelaksanaan Rumah tokoh BOK
eksklus alan dapat mengerti an kerja kat di program pertemuan awal dilakukan tiap masyarakat
if rutin dan memahami puskesma wilayah ASI 2 jam bulan awal bulan
untuk pentingnya ASI s kerja eksklusif dalam 1 dengan lama
kegiatan Eksklusif baik Nagaswid Puskesm tahun waktu sekitar
penyuluh bagi ibu ak as 2 jam, berisi
an maupun anak. Palemban Nagaswi penyuluhan
mengena Menumbuhkan g dak dan materi
i ASI rasa percaya diri Palemba tentang ASI
Eksklusi pada ibu-ibu ng eksklusif
f dan untuk
manajem memberikan
en ASI Eksklusif.
laktasi Mengetahui
cara manajemen
laktasi yang
baik dan benar
51