Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

DI RUANG DADAP SEREP RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

Tgl/Jam MRS : 30 Januari 2019 15.00 WIB


Tanggal/Jam Pengkajian : 30 Januari 2019 15.00 WIB
Metode Pengkajian : Autoanamnesa, Alloanamnesa, Wawancara, Dokumentasi Pasien
Diagnosa medis : Henoch Schonlein Purpura
No. Rekam Medis : 1446xxxx

I. Kasus Asuhan Keperawatan


A. Pengkajian
1. Identitas Klien
a. Nama : An.R
b. Tempat/Tgl Lahir : 13 Februari 2012
c. Umur : 6 tahun
d. Alamat : Ngijo 04/01 Banyuurip, Klego, Boyolali
e. Agama : Islam
f. Nama Ayah/Ibu : Tn. B / Ny. F
g. Pekerjaan Ayah : Swasta
h. Pekerjaan Ibu : Guru
i. Pendidikan Ayah : SLTA
j. Pendidikan Ibu : S1
k. Suku Bangsa : Jawa
2. Keluhan Utama

Pasien mengatakan terdapat bintik-bintik merah di kedua kaki mulai dari paha sampai
tungkai

3. Riwayat Penyakit Sekarang


Pada tanggal 20 Januari 2019, pasien mengeluh batuk pilek panas, oleh ibunya pasien
dibawa ke dokter praktik. Oleh dokter pasien diberi obat antibiotic, paracetamol, dan
obat batuk. Namun oleh ibunya, obat antibiotic tidak diminumkan. Panas dan batuk
terus menerus berkurang. Pada tanggal 26 Januari 2019, pasien mengeluh muncul
bintik-bintik merah di kedua kaki, adanya benjolan di tungkai kanan, dan badannya
panas. Akhirnya oleh ibunya, pasien dibawa ke dokter praktik lagi, oleh dokter praktik
pasien diberi obat paracetamol dan prednisolon, namun karena ibunya browsing dan
mendapati kalau obat prednisolon tidak boleh dihaluskan, maka tidak diminumkan oleh
ibunya. Panas mulai turun, benjolan hilang, dan bintik-bintik mulai berkurang. Pada
tanggal 29 Januari 2019 muncul benjolan di dahi. Pada tanggal 30 Januari 2019, pasien
mengeluh bintik-bintik muncul kembali, nyeri perut, mual, dan benjolan di dahi sudah
hilang, akhirnya oleh ibunya dibawa ke poliklinik RSPA. Di poliklinik pasien diminta
melakukan cek darah lengkap. Setelah hasil keluar pasien di diagnosa Henoch
Schonlein Purpura dan dianjurkan rawat inap. Lalu pada pukul 15.00 pasien masuk ke
ruang dadap serep. Saat dilakukan pengkajian, pasien mengeluh nyeri perut, mual, dan
adanya bintik-bintik di kedua kaki, demam (-), KU cukup, Kesadaran Composmentis.

Riwayat Masa Lampau

a. Penyakit waktu kecil


Pasien sering menderita ISPA. Saat ISPA, pasien selalu dibawa ke dokter oleh
ibunya, namun obat antibiotic dari dokter tidak pernah diminumkan.
b. Pernah di rawat di rumah sakit
Belum pernah
c. Obat – obatan yang pernah digunakan sebelumnya
Paracetamol dan Ambroxol
d. Pernah dilakukan tindakan seperti operasi atau yang lain – lain
Belum pernah
e. Alergi
Tidak ada
f. Kecelakaan
Tidak Ada
g. Imunisasi
Imunisasi Dasar Lengkap

4. Riwayat Sosial
a. Yang mengasuh
Pasien diasuh oleh Ibu, Kakak, dan Neneknya
b. Hubungan dengan anggota keluarga
Baik
c. Hubungan dengan teman sebaya
Ibu pasien mengatakan anaknya setiap sore selalu bermain bola dengan teman-
temannya

d. Pembawaan secara umum


Anak ramah, mau diajak berkomunikasi, pasien terlihat tinggi dan BB ideal,
kooperatif, supel, dan aktif.
e. Lingkungan rumah
Ibu pasien mengatakan lingkungan rumahnya bersih, terdapat selokan, cahaya
matahari bisa masuk rumah, memiliki halaman yang cukup luas, dan banyak
tanaman-tanaman

5. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum:
Cukup, Kesadaran Composmentis

b. Tanda vital :
Nadi : 96x/menit Suhu : 36,90C
RR : 24x/menit SpO2 : 99%
c. Pengukuran Antropometri
Berat badan : 18 kg
Panjang badan : 115 cm

d. Riwayat Imunisasi
Imunisasi Dasar Lengkap dan Imunisasi lanjutan saat kelas 1 sudah diberikan
e. Mata :
Bentuk : simetris
Kebersihan : Bersih
Palpebra : Simetris, lesi (-), massa (-)
Konjungtiva : anemis (-) warna merah muda
Sclera : Putih
Pupil : Isokhor
Reflek terhadap cahaya : ka/ki (+)

f. Hidung
Sekret : tidak ada
Polip : tidak ada
Napas cuping hidung : tidak ada
g. Mulut
Keadaaan bibir : simetris, lesi (-)
Selaput mukosa : lembab
Warna lidah : merah muda, bersih (-)
Bau nafas : tidak berbau
Dahak/muntahan : tidak ada
h. Telinga
Bentuk : simetris
Kebersihan : bersih
Serumen : tidak ada
i. Tengkuk / leher
Bentuk : simetris, lesi (-)
Pembesaran tyroid : tidak ada
Kelenjar getah bening : tidak ada pembesaran
JVP : tidak ada pembesaran
j. Integumen

Warna kulit : Sawo matang


Kelembaban : Lembab
Lesi : Tidak ada
Kelainan : Adanya bintik-bintik merah (purpura) di ekstremitas bawah mulai dari
paha sampai tungkai

k. Paru – paru
Inspeksi : normal chest, simetris, lesi (-), massa (-), retraksi dinding dada (-)
Palpasi : Vocal Fremitus simetris ka/ki
Perkusi : Sonor di semua lobus
Auskultasi : Vesikuler, suara napas tambahan (-)

l. Jantung
Inspeksi : Normal Chest, ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba, tidak mengangkat
Perkusi : Pekak di ICS 2 ka/ki dan ICS 4 ka/ki
Auskultasi : Suara jantung abnormal (-)

m.Abdomen
Inspeksi : lesi (-), massa (-), acites (-)
Auskultasi : Bising usus (+) 10x/menit
Palpasi : nyeri tekan abdomen (+) region 5
Perkusi : timphany di semua kuadran

n. Genetalia
Bersih, pasien mengatakan tidak ada keluhan di genetalia

m.Ekstrimitas
a. Atas
Kekuatan Otot : 5
ROM : Aktif
Pergerakan Sendi : Aktif, Maksimal
Perubahan Bentuk Tulang : Tidak ada
Akral : Hangat
Pitting Edema : Tidak ada
Terpasang infus : D5 ½ NS di tangan kanan
b. Bawah
Kekuatan Otot : 5
ROM : Aktif
Varises : Tidak ada
Perubahan Bentuk Tulang : tidak ada
Akral : Hangat
Pitting Edema : Tidak ada

n. Pemeriksaan Neurologis
GCS : E4 V5 M5

6. Pemenuhan Kebutuhan Dasar


a. Oksigen
Pasien dapat bernapas secara spontan, tidak terpasang O2
b. Cairan
1. BAK

Sebelum sakit : Pasien BAK 5-6x/hari, keluhan (-), warna kuning


Saat Sakit : Pasien BAK 4-5x/hari, keluhan (-), Warna kuning orange

2. BAB
Sebelum Sakit : Pasien BAB 1x/hari, Konsistensi lunak, keluhan (-)
Saat sakit : Pasien belum BAB
Analisis Keseimbangan Cairan Selama Perawatan
Intake Output Analisis

a. Minuman : 600 cc

b. Makanan : 50 cc a. Urine : 800 cc Intake : 1409,2 cc

c. Infus : 750 cc b. IWL : 432 cc Output : 1232 cc

d. Obat : 9,2 cc

Total : 1409,2 Total : 1232 Balance :177,2

c. Nutrisi
A : BB 18 kg, TB 115 kg, BB sesuai
B : HB 12,4 gr/dL
C : Pasien mengatakan kadang-kadang mual, porsi makan habis ¾ porsi
D : NB 1700 kalori

d. Tidur / Istirahat
Sebelum sakit : Pasien tidur siang 1 jam dan tidur malam 8 jam, sering terbangun (-)
Saat sakit : Pasien sering tidur siang dan tidur malam 9 jam, kesulitan (-), sering
terbangun (-)

e. Pola Perceptual
1. Nyeri
P : Nyeri hilang timbul
Q : seperti ditekan-tekan
R : nyeri perut tengah (region 5)
S : Skala 5
T : Hilang timbul, pasien tidak tau memberat atau muncul saat bagaimana
9. Pemeriksaan Penujang
Terlampir
10. Terapi/Pengobatan/Penatalaksanaan
Cairan IV : D5 ½ NS 500 ml 15 tpm
Obat Peroral :-
Obat Parenteral :

Nama Obat Dosis Kegunaan


Methylprednisolone 2 x 10 mg Obat jenis kortikosteroid untuk
mengurangi gejala pembengkakan,
rasa nyeri, dan reaksi alergi,
Ranitidine 3 x 25 mg Obat untuk mengurangi jumlah
asam lambung dalam perut.
Ondansentron 3 x 2 mg Obat untuk mencegah mual dan
muntah

Obat Topikal : -

Boyolali, 30 Januari 2019

Mahasiswa

(Kelompok 1 Dadap Serep)

HASIL LABORATORIUM

NAMA : An. R
NO. REG : 14462761
TGL : 30 Januari 2019

JENIS PEMERIKSAAN NILAI NORMAL HASIL


HEMATOLOGI
Hemoglobin (HGB) 12 – 16 12,4
Eritrosit (RBC) 4,0 – 5,0 4,52
Leukosit (WBC) 4800 – 10800 11200
Hematokrit 37 – 47 35
Trombosit (PLT) 150 – 450 516
MCV 80 – 100 78,3
MCH 27 – 32 27,4
MCHC 32 – 36 35,0
RDW 11,5 – 14,5 11,9
PT 12 - 16 14,3
INR - 1,11
APTT 26 – 42 30,9
Hitung Jenis
 Eosinofil 0–4 0,20
 Basofil 0–1 0,30
 Neutrofil 51 – 67 79,60
 Limfosil 25 – 33 16,20
 Monosit 2–5 3,70
 Lain – lain
KIMIA KLINIK
FAAL GINJAL
Ureum 10 – 50 29
Kreatinin 0,5 – 1,2 0,62
IMMUNOSEROLOGI
HBsAG Non Reaktif Non Reaktif
HIV Rapid 1 Non Reaktif Non Reaktif
Anti HCV Non Reaktif Non Reaktif
URINE
FISIS
Warna Kuning Kuning
Kejernihan Jernih Jernih
Bau Khas Khas
KIMIA
Blood Negatif Negatif
Bilirubin Negatif Negatif
Urobilinogen Negatif Negatif
Benda keton Negatif Negatif
Protein Negatif Negatif
Reduksi Negatif Negatif
Nitrit Negatif Negatif
Leukosit 1+/LPB Negatif
Reaksi / PH 4.6 – 8.5 7,0
Berat Jenis 1.003 – 1.030 1,015
SEDIMEN
Epitel 1+/LPB +1
Leukosit - +1
Eritrosit 1+/LPB +1
Silinder Negatif Negatif
Kristal Negatif Negatif
Lain - lain Negatif Negatif
1. ANALISA DATA

Nama Pasien : An. R


Umur : 6 tahun
No. Register : 14462761
DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI

DS : Ibu pasien mengatakan Kerusakan Integritas Kulit Penurunan imunologis,


bahwa pada tubuh pasien gangguan metabolik
terdapat bintik – bintik
merah sejak 4 hari yang
lalu.

DO :
- Tampak bintik – bintik
pada kedua kaki mulai
dari paha sampai tungkai
- Pasien terdiagnosa
Henoch Schonlein
Purpura

DS : Pasien mengatakan Agen Pencedera Fisiologi


Nyeri Akut
bahwa terasa nyeri perut
seperti ditekan – takan
bagian tengah dengan
skala sedang (5) nyeri
terasa hilang timbul.

DO :
- Pasien meringis kesakitan
bila perut ditekan
- Pasien menyatakan
ketidaknyamanan
- Vital sign :
Nadi : 96x/menit
Suhu : 36,9 C
P : Nyeri hilang timbul
Q : seperti ditekan-tekan
R : nyeri perut tengah (region
5)
S : Skala 5
T : Hilang timbul, pasien tidak
tau memberat atau muncul
saat bagaimana

DS : Ibu pasien mengatakan


Defisit Pengetahuan Kurangnya informasi
bahwa penasaran dengan
penyakit pasien, tidak
mengetahui penyebab
timbulnya bintik – bintik
pada kedua kaki mulai
dari paha sampai tungkai
pasien.

DO :
- Ibu pasien tampak
bertanya - tanya terhadap
penyakit pasien
- Ibu pasien mencari – cari
sumber informasi melalui
internet mengenai
penyakit pasien
- Ibu pasien membawa
pasien ke pelayanan
kesehatan untuk
memeriksa penyakit
pasien
RENCANA ASUHAN KEPERWATAN
NAMA KLIEN : An. R

NO. REG : 14462761

Tgl/Inisial
Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
Perawat

Kerusakan integritas kulit NOC : NIC : 31/01/19


 Tissue integrity : skin and mucous 1. Anjurkan klien untuk menggunakan pakaian
berhubungan dengan Penurunan  Wound healing : primary and secondary
yang longgar
imunologis, gangguan metabolik Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2. Anjurkan untuk menjaga kulit agar tetap bersih

selama . . x 24 jam diharapkan integritas dan kering


3. Anjurkan klien untuk mobilisasi setiap 2 jam
kulit klien baik.
sekali
4. Monitor status nutrisi klien
Kriteria Hasil : 5. Observasi kondisi kulit secara komprehensif
6. Anjurkan pasien mandi dengan sabun dan air
 Tidak ada bintik – bintik kemerahan
 Tidak ada tanda – tanda infeksi hangat
7. Kolaborasi dalam pemberian vitamin dan diit
 Ketebalan dan tekstur jaringan normal
 Menunjukkan pemahaman dalam proses yang tepat untuk klien
perbaikan kulit dan mencegah terjadinya
cedera berulang
 Menunjukkan terjadinya proses
penyembuhan
NOC :
NIC :
 Pain level
1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
Nyeri akut berhubungan dengan  Pain control termasuk lokasi, durasi, frekuensi, kualitas, dan
agen pencedera fisiologis  Comfort level faktor presipitasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2. Observasi reaksi nonverbal dari
selama . . x 24 jam diharapkan klien tidak ketidaknyamanan
mengalami nyeri/nyeri berkurang. 3. Monitor vital sign
4. Anjurkan klien untuk meningkatkan istirahat
Kriteria Hasil : 5. Ajarkan klien manajemen nyeri nonfarmakologi

 Mampu mengontrol nyeri (mengetahui dengan relaksasi napas dalam

penyebab nyeri, mampu menggunakkan 6. Kolaborasi dalam pemberian analgesik

teknik relaksasi napas dalam untuk


mengurangi nyeri, mencari bantuan)
 Melaporkan bahwa nyeri berkurang
dengan menggunakan manajemen nyeri
 Mampu mengenali nyeri (skala,
intensitas, frekuensi, dan tanda nyeri)
 Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri
berkurang
 Tanda vital dalam rentang normal

NIC :
NOC :
1. Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan
 knowlagde : diseases process
 knowledge : health behavior pasien tentang proses penyakit yang spesifik
Defisit pengetahuan berhubungan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2. Jelaskan mengenai penyakit klien, dari
dengan kurangnya informasi selama . . x 24 jam diharapkan klien dapat patofisiologi, tanda gejala, dan pengobatannya.
3. Bantu klien untuk menemukan penyebab
memahami mengenai penyakitnya.
penyakit dengan cara yang tepat
4. Sediakan informasi pada klien tentang kondisi
Kriteria Hasil :
dengan cara yang tepat
 Pasien dan keluarga menyatakan 5. Sediakan bagi keluarga tentang kemajuan klien
pemahaman tentang penyakit, kondisi, dengan cara yang tepat
6. Diskusikan mengenai terapi atau penanganan
prognosis, dan program pengobatan
 Pasien dan keluarga mampu yang efektif.
melaksanakan prosedur yang dijelaskan
secara benar
 Pasien dan keluarga mampu menjelaskan
kembali apa yang dijelaskan perawat/tim
kesehatan lainnya

IMPLEMENTASI
NAMA KLIEN : An. R

NO. REG : 14462761


DIAGNOSA TTD / INISIAL
TGL/PUKUL IMPLEMENTASI RESPON
KEPERAWATAN PERAWAT
31 Januari 2019

09.00 I - Mengobservasi kondisi kulit secara S : klien mengatakan badannya


komprehensif lemas
- Menganjurkan klien untuk
menggunakan pakaian yang O :
- nampak kulit di kaki klien
longgar
ada bercak merah
- Menganjurkan untuk menjaga kulit
- nampak pasien memakai
agar tetap bersih dan kering pakian yang mudah dibuka

II - Melakukan pengkajian nyeri secara S : klien mengatakan nyeri perut


komprehensif termasuk lokasi, bagian tengah
durasi, frekuensi, kualitas, dan seperti ditekan – takan bagian
faktor presipitasi tengah dengan skala sedang (5) nyeri
- Mengobservasi reaksi nonverbal terasa hilang timbul.
O :
dari ketidaknyamanan
- nampak klien masih lemas
- Menganjurkan klien untuk - nampak terkadang klien meringis
meningkatkan istirahat kesakitan
- Mengajarkan klien manajemen - klien nampak mempraktikan
nyeri nonfarmakologi dengan relaksasi nafas dalam apabila sakitya
relaksasi napas dalam muncul
P : Nyeri hilang timbul
Q : seperti ditekan-tekan
R : nyeri perut tengah (region 5)
S : Skala 5
T : Hilang timbul, pasien tidak tau
memberat atau muncul saat
bagaimana

S :
11.00 III - Berikan penilaian tentang tingkat - ibu klien mengatakan tidak
pengetahuan pasien tentang proses tau tentang informasi
penyakit yang spesifik penyakit anaknya
- Jelaskan mengenai penyakit klien,
dari patofisiologi, tanda gejala, dan
O :
pengobatannya.
- ibu klien nampak aktif
- Bantu klien untuk menemukan
bertanya saat perawat
penyebab penyakit dengan cara menjelaskan tentang penyakit
yang tepat anaknya
- Sediakan informasi pada klien
tentang kondisi dengan cara yang
tepat
- Diskusikan mengenai terapi atau
penanganan yang efektif.

S :-
13.00 II - Mengobservasi vital sign

O :

TTV : N : 97x/m Rr : 22x/m suhu :


37,2 c
S :
- Berkolaborasi dalam pemberian
17.00 II analgesik dan antimual
O :
- injeksi ranitidine 3 x 25 mg
- injeksi ondansentron 3 x 2
mg
- injeksi Methylprednisolone 2
x 10 mg

S :-
- Berkolaborasi dalam pemberian
22.00 I, II analgesik dan antimual
- Berkolaborasi dalam pemberian O :
obat kortikosteroid - injeksi ranitidine 3 x 25 mg
- injeksi ondansentron 3 x 2
mg
- injeksi Methylprednisolone 2
x 10 mg

S :
- Berkolaborasi dalam pemberian
II analgesik dan antimual
01 Febuari 2019 - Menganjurkan untuk melakukan O :
kompret hangat untuk mengurangi - injeksi ranitidine 3 x 25 mg
nyeri - injeksi ondansentron 3 x 2
06.00 mg
- injeksi Methylprednisolone 2
x 10 mg
- klien diberikan kompres
hangat di dahi oleh ibunya

S :-
10.00 II - Mengobservasi vital sign O : N : 94x/m Rr : 18 x/m suhu : 36,
5c

S : ibu klien sudah sedikit


- Menyediakan informasi pada klien
memahami tentang penyakit yang
tentang kondisi dengan cara yang diderita anaknya
tepat
- Menyediakan bagi keluarga tentang O :
kemajuan klien dengan cara yang - ibu klien nampak mengerti
III tepat tentang penkes yang sudah
- Mendiskusikan mengenai terapi diberikan
atau penanganan yang efektif. - saat dokter visite nampak ibu
klien menanyakan pada
dokter bagaimana cara
perawatan anaknya dirumah
- Menganjurkan klien untuk S :
- ibu klien mengatakan bercak
menggunakan pakaian yang
11.00 I merah pada kulit anaknya
longgar sudah berkurang
- Mengannjurkan untuk menjaga
O :
kulit agar tetap bersih dan kering
- klien nampak tenang
- Menganjurkan klien untuk
- klien nampak kooperatif
mobilisasi setiap 2 jam sekali dengan perawat saat
- Mengobservasi kondisi kulit secara dilakukan tindakan
- bercak kemerahan pada kulit
komprehensif
klien nampak sedikit
- Berkolaborasi dalam pemberian
berkurang
vitamin dan diit yang tepat untuk
klien

EVALUASI
NAMA KLIEN : An. R

NO. REG : 14462761

TGL / PUKUL DIAGNOSA KEPERAWATAN EVALUASI TTD / INISIAL


PERAWAT
02 Februari 2019 I S : Ibu klien mengatakan warna bercak kemerahan pada kulit dikaki
anaknya sudah mulai berkurang

O:
- Klien nampak lebih segar
- Bercak kemerahan pada kulit klien sudah mulai berkurang
- Ibu klien memahami cara perawatan kulit anaknya bila muncul
lagi
- N : 97x/m Rr : 20x/m suhu : 37, 0 c

A : Masalah Teratasi

P : Intervensi dihentikan (pasien pulang)-

II S : Klien mengatakan sudah tidak merasakan lagi nyeri pada perutnya

O:
- Klien nampak tenang
- Klien nampak sudah merasa nyaman
- P : Nyeri hilang timbul
- Q : seperti ditekan-tekan
- R : nyeri perut tengah (region 5)
- S : Skala 3
- T : Hilang timbul, pasien tidak tau memberat atau muncul saat
bagaimana
- N : 97x/m Rr : 20x/m suhu : 37, 0 c

A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

S : Ibu klien mengatakan sudah mulai memahami tentang tanda gejala dan
proses penyakit anaknya
III
O:
- Klien nampak kooperatif saat dilakukan tindakan keperawatan
- Ibu klien memahami tanda gejala yang muncul pada penyakit
anaknya
- Ibu klien nampak bisa mengulang kembali sedikit penjelasan
tentang penyakit anaknya pada perawat

A : Masalah teratasi

P : Intervensi dihentikan