Anda di halaman 1dari 7

e-Journal Keperawatan (eKp), Volume 5, Nomor 2, November 2017

KEPATUHAN MELAKSANAKAN IMUNISASI DASAR


DENGAN ANGKA KESAKITAN PADA BAYI USIA 9=12
BULAN DI PUSKESMAS MODOINDING
Indriany Djeisy Kaloh
Amatus Yudi Ismanto
Yolanda Bataha

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi
Email : indrianykaloh@gmail.com

Abstract Immunization is a way to improve one’s immunity against an antigen, so


when he later stunned on antigens similar will not happen disease, so the role of
parents in promotive health is efforts for baby is very important especially in
fulfilling the completeness of basic immunization, so the baby can be freed from
Diseases Yhat can be Prevented By Immunization (PD31). One program that has
proven to be effective to suppress the morbidity of the result PD31 is a
immunization. For that it is necessary complance implement basic immunization
with morbidity in baby. The Purpose the study is analyze complance implement
basic immunization with morbidity to baby aged 9-12 months in health center
modoinding. The research method using descriptive analytic design with
approach cross sectional. The result of the research in this study use purposive
sampling. Data collection using chi square statistical test. Conclusion the
Compliance Implement Basic Immunization With Morbidity To Baby Aged 9-12
Months In Health Puskesmas Modoinding
Keyword : Basic Immunization. Morbidity To Baby Aged – 12 Months

Abstrak Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang


secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpejan pada antigen
yang serupa tidak akan terjadi penyakit, sehingga peran orang tua dalam upaya
kesehatan promotif bagi bayi sangat penting terutama dalam memenuhi
kelengkapan imunisasi dasar, sehingga bayi tersebut dapat terbebas dari Penyakit
Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Salah satu program yang telah
terbukti efektif untuk menekan angka kesakitan akibat PD3I adalah Imunisasi.
Untuk itu perlu adanya kepatuhan melaksanakan imunisasi dasar dengan angka
kesakitan pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kepatuhan
melaksanakan imunisasi dasar dengan angka kesakitan pada bayi usia 9-12 bulan
di Puskesmas Modoinding. Metode Penelitian menggunakan desain deskriptif
analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel pada
penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan
observasi. Hasil Penelitian dengan menggunakan uji statistic Chi-square.
Kesimpulan adanya kepatuhan melaksanakan imunisasi dasar dengan angka
kesakitan pada bayi usia 9-12 bulan di Puskesmas Modoinding.
Kata kunci : Imunisasi Dasar, Angka Kesakitan Pada Bayi 9- 12 Bulan

1
e-Journal Keperawatan (eKp), Volume 5, Nomor 2, November 2017

PENDAHULUAN
Imunisasi adalah suatu cara pemerintah serta budaya setempat
untuk meningkatkan kekebalan yang masih mengandalkan dukun
seseorang secara aktif terhadap menjadi faktor yang mempengaruhi
suatu antigen, sehingga bila kelak ia kepatuhan orang tua untuk
terpejan pada antigen yang serupa memberikan imunisasi pada bayinya
tidak akan terjadi penyakit, sehingga (Leni, 2012).
peran orang tua dalam upaya Berdasarkan penelitian yang
kesehatan promotif bagi bayi sangat dilakukan oleh Suyati tahun 2012
penting terutama dalam memenuhi yang dilaksanakan di BPS Hj. Umi
kelengkapan imunisasi dasar, Salmah di desa Kauman, Peterongan,
sehingga bayi tersebut dapat terbebas jombang menunjukkan, bahwa dari
dari Penyakit Yang Dapat Dicegah 23 orang ibu, 17 ibu (74%)
Dengan Imunisasi (PD3I). Salah satu memiliki pengetahuan baik, sebagian
program yang telah terbukti efektif besar 14 bayi (60%) dengan
untuk menekan angka kesakitan imunisasi patuh, sehingga dapat
akibat PD3I adalah Imunisasi disimpulkan bahwa ada hubungan
(Hardinegoro, 2011). tingkat pengetahuan ibu tentang
Angka kesakitan adalah jumlah pentingnya imunisasi dasar dengan
kejadian suatu penyakit yang kepatuhan melaksanakan imunisasi.
dirumuskan sebagai jumlah anak Menurut Kementrian Kesehatan
yang sakit per 1000 anak yang bisa Republik Indonesia, dari 194 negara
terkena penyakit. Angka tingkat sakit anggota World Health Organitation
mempunyai peranan penting yang (WHO), 65 diantaranya memiliki
lebih penting dibandingkan dengan cakupan imunisasi Difteri, Pertusis
angka kematian. Karena apabila dan Tetanus (DPT) dibawah target
angka kesakitan tinggi maka akan global 90%. Diperkirakan diseluruh
memicu kematian. Angka kesakitan dunia, pada tahun 2013, 1 dari 5 anak
lebih mencerminkan keadaan atau sekitar 21,8 juta anak tidak
kesehatan yang sesungguhnya sebab mendapatkan imunisasi yang bisa
mempunyai hubungan yang erat menyelamatkan nyawa mereka. Di
dengan faktor lingkungan seperti Indonesia, imunisasi dasar lengkap
kemiskinan, kurang gizi, penyakit (IDL) mencapai 86,8% dan perlu
infeksi, perumahan, air minum yang ditingkatkan hingga mencapai target
sehat, kebersihan lingkungan dan 93% ditahun 2019. Universal Child
pelayanan kesehatan (Hidayat, Immunization (UCI`) desa yang kini
2007). mencapai 82,9% perlu ditingkatkan
Usaha-usaha yang dilakukan hingga mencapai 92% ditahun 2019.
dinas kesehatan masih banyak Ditingkat nasional, diharapkan target
mengalami kendala dalam kepatuhan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) 91%
orang tua untuk mengimunisasikan dan Universal Child Immunization
bayinya. Para orang tua beranggapan, (UCI) desa 84% pada akhir tahun
bahwa pemberian vaksin yang terlalu 2015.
banyak pada bayi akan Menurut Riset Kesehatan Dasar
mengakibatkan kesakitan pada bayi tahun 2013, menunjukkan presentase
tersebut karena suntikan imunisasi. imunisasi dasar lengkap Provinsi
Selain itu, kesibukan orang tua dan Sulawesi Utara, yaitu 60,9% bayi
kurangnya sosialisasi dari mendapatkan imunisasi lengkap.

2
e-Journal Keperawatan (eKp), Volume 5, Nomor 2, November 2017

Sedangkan di tahun 2015 mencapai HASIL dan PEMBAHASAN


81,3% bayi mendapatkan imunisasi Tabel 1. Distribusi Responden
lengkap.Ini menunjukkan bahwa Berdasarkan Karakteristik Umur
cakupan imunisasi Provinsi Sulawesi Bayi.
Utara mengalami peningkatan dari Umur n %
tahun 2013 hingga tahun 2015. 9 6 20. 20.0
Pengambilan data awal yang 10 9 30. 30.0
dilakukan oleh peneliti diketahui dari 11 10 33. 33.0
12 5 17. 17.0
bulan Januari 2017 - bulan April Total 30 100.0
2017 jumlah bayi usia 9-12 bulan Sumber : Data Primer (diolah tahun
berjumlah 321 bayi, berdasarkan 2017)
laporan kesakitan bayi pada bulan
Januari – bulan April 2017 berjumlah Hasil penelitian di dapatkan
77 bayi yang sakit. Dari 5 orang umur bayi terbanyak terdapat pada
responden yang diwawancarai yang kelompok umur 11 bulan yaitu 10
hadir pada saat kegiatan imunisasi, 5 responden (33.0%) dan umur 12
bayi (1,0%) melakukan imunisasi bulan paling rendah yaitu 5
dasar lengkap. Sehingga, dapat di responden (17.0%).
simpulkan bahwa ibu yang
mempunyai bayi usia 9-12 bulan di Tabel 2. Distribusi Responden
Puskesmas Modoinding dikatakan Berdasarkan Karakteristik Umur
patuh dalam melaksanakan imunisasi Ibu Bayi.
dasar pada bayi.
Umur n %
Berdasarkan fenomena diatas, 30.0
19-26 9
peneliti tertarik untuk meneliti 27-32 12 40.0
penelitian tentang kepatuhan 33-38 9 30.0
melaksanakan imunisasi dasar Total 30 100.0
dengan angka kesakitan pada bayi Sumber : Data Primer (diolah tahun
usia 9-12 bulan di Puskesmas 2017)
Modoinding.

METODE PENELITIAN Hasil penelitian di dapatkan


Desain penelitian ini umur ibu yang terbanyak terdapat
menggunakan desain deskriptif pada kelompok umur 27-32 Tahun
analitik dengan pendekatan cross yaitu 12 responden (40.0%)
sectional. Tempat dan waktu sedangkan terendah ada 2 kategori
penelitian di lakukan di Puskesmas kelompok umur yaitu umur 19-26
Modoinding, pada bulan Juni – Juli dan umur 33-38 dengan hasil yang
2017. Populasi yang di ambil sama yaitu 9 responden (30%).
sebanyak 48 bayi. Sampel Menurut (Mila S, 2006) umur
menggunakan purposive sampling merupakan ciri dari kedewasaan fisik
yaitu sebanyak 30 sampel. dan kematangan kepribadian yang
erat hubungannya dengan mengambil
keputusan, mulai dari umur 21 tahun
dikatakan mulai dewasa dan pada
umur 30 tahun telah mampu
menyelesaikan masalah dengan
cukup baik, jadi stabil dan tenang
secara emosional. Jadi ibu yang lebih

3
e-Journal Keperawatan (eKp), Volume 5, Nomor 2, November 2017

muda kemampuannya lebih baik dari tidak lengkap yaitu 6 responden


pada yang lebih tua tentang pasca (20%).
pemberian imunisasi.
Tabel 5. Distribusi Responden
Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Angka Kesakitan
Berdasarkan Karakteristik Jenis Bayi.
Kelamin Bayi. Angka Kesakitan
n %
Jenis Bayi
kelamin n % Berulang 2 6.7
Tidak
Laki-Laki 16 53.0 28 93.3
Perempuan 14 47.0 Berulang
Total 30 100.0
Total 30 100.0
Sumber : Data Primer (diolah Sumber : Data Primer (diolah tahun
tahun 2017) 2017)
Hasil penelitian di dapatkan
Hasil penelitian di dapatkan angka kesakitan bayi tidak berulang
jenis kelamin bayi yang terbanyak yaitu 28 responden (93,3%)
yaitu laki-laki sebanyak 16 sedangkan angka kesakitan bayi
responden (53.7%), sedangkan 14 berulang yaitu 2 responden (6,7%).
responden (47.0%) adalah
perempuan. Tabel 6. Analisis Hubungan
Menurut (Maryunani, 2010) Kepatuhan Melaksanakan
pada umumnya tidak ada perbedaan Imunisasi Dasar Dengan Angka
antara laki-laki dan perempuan Kesakitan Pada Bayi Usia 9-12
dalam pemberian imunisasi dasar, Bulan Di Puskesmas Modoinding.
pemberian imunisasi dilakukan untuk
meningkatkan kekebalan tubuh Imunis Angka Total P
dengan memasukan vaksin kealam asi Kesakit valu
Dasar an e
tubuh. Dengan adanya imunisasi, Berula Tidak
diharapkan bisa menurunkan angka ng Berula
kesakitan pada bayi serta mengurangi ng
kecacatan akibat penyakit. n n n
% % %
Lengk 0 24 24
Tabel 4. Distribusi Responden ap 0% 80% 80%
0.03
Berdasarkan Imunisasi Dasar. Tidak 2 4 6
4
Lengk 6.7% 13.3% 20%
Imunisasi ap
Dasar n % Total 2 28 30
Lengkap 24 80 6.7% 93.3% 100.0
Tidak Lengkap 6 20 %

Total 30 100
Sumber : Data Primer (diolah Hasil penelitian di dapatkan
tahun 2017) 30 responden, bahwa responden
dengan imunisasi dasar lengkap
Hasil penelitian di dapatkan dengan angka kesakitan berulang
imunisasi dasar lengkap yaitu 24 sebanyak 0 responden (0%),
responden (80%) sedangkan yang imunisasi dasar lengkap dengan
angka kesakitan tidak berulang

4
e-Journal Keperawatan (eKp), Volume 5, Nomor 2, November 2017

sebanyak 24 responden (80%). agar tubuh tahan terhadap penyakit


Imunisasi dasar tidak lengkap yang sedang mewabah atau
dengan angka kesakitan berulang berbahaya bagi manusia.
sebanyak sebanyak 2 responden Menurut (Leni, 2012) di dapat
(6,7%), imunisasi dasar tidak data bahwa dari 20 bayi usia 12
lengkap dengan angka kesakitan bulan yang mendapat imunisasi
tidak berulang sebanyak 4 dasar tidak lengkap menunjukan
responden (13,3%). adanya kejadian kesakitan 75%
Dari hasil penelitian yang bayi yang sakit campak 4 bayi
dilakukan di Puskesmas (20%), TBC 8 bayi (40%), Polio 2
Modoinding tentang kepatuhan bayi (10%) dan Hepatitis 1 bayi
melaksanakan imunisasi dasar (5%). Harapan tentang
dengan angka kesakitan bayi di keberhasilan program imunisasi
dapatkan hasil yang signifikan dapat dicapai melalui kesadaran
antara imunisasi dasar dengan masyarakat akan dampak imunisasi
angka kesakitan bayi dimana bagi kesejahteraan masyarakat
imunisasi dasar lengkap secara umum dan kesejahteraan
mempengaruhi angka kesakitan anak secara khususnya Astinah
pada bayi dalam hal ini bayi usia 9- (2013).
12 bulan di Puskesmas Modoinding Menurut (Niven, 2012)
didapati juga pemberian imunisasi mendefinisikan kepatuhan pasien
dasar lengkap pada bayi, angka sebagai sejauh mana perilaku
kesakitannya tidak berulang dengan pasien sesuai dengan ketentuan
presentase 80 % hal ini yang diberikan oleh professional
dikarenakan kepatuhan dalam kesehatan. Kepatuhan mempunyai
pemberian imunisasi dapat arti suatu perilaku seseorang untuk
mempengaruhi angka kesakitan mengikuti saran medis ataupun
pada bayi. Jenis imunisasi yang di kesehatan sesuai dengan ketentuan
berikan yaitu BCG, HB, POLIO, yang diberikan. Pemahaman yang
DPT dan CAMPAK. Imunisasi di baik dan mendalam tentang faktor
berikan pada bayi untuk mencegah tersebut sangat bermanfaat bagi
penyakit seperti: Tuberkulosis, para orang tua dan tenaga
Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, kesehatan untuk meningkatkan
Hepatitis dan Campak. Hasil kepatuhan dalam melakukan
penelitian juga menunjukan imunisasi dasar, sehingga
penyakit yang muncul hanya efektivitas terapi dapat terpantau
hipertermi. (Febriastuti, 2013).
Menurut (Marimbi, 2010) Hasil penelitian sesuai dengan
Imunisasi adalah suatu upaya untuk yang dikatakan (Maryunani, 2010)
mendapatkan kekebalan tubuh Imunisasi adalah usaha untuk
terhadap suatu penyakit, dengan memberikan kekebalan pada bayi
memasukan kuman atau produk dan anak dengan memasukan vaksin
kuman yang sudah dilemahkan atau kedalam tubuh agar tubuh membuat
sudah dimatikan. Imunisasi juga zat anti untuk mencegah terhadap
merupakan suatu pemberian penyakit tertentu, sedangkan vaksin
imunitas (kekebalan) tubuh adalah bahan yang dipakai untuk
terhadap suatu penyakit dengan merangsang pembentukan zat anti
memasukan sesuatu kedalam tubuh yang dimasukan ke dalam tubuh

5
e-Journal Keperawatan (eKp), Volume 5, Nomor 2, November 2017

melalui suntikan seperti, vaksin e=web / di akses pada tanggal


BCG, DPT, Campak dan melalui 16 November 2016 jam 15:00
mulut seperti vaksin polio.
Hidayat, A. A. (2012). Pengantar
SIMPULAN Ilmu Keperawatan Anak.
Hasil penelitian mengenai Jakarta : Salemba Medika. .
Kepatuhan Melaksanakan Imunisasi
Kementerian Kesehatan Republik
Dasar Pada Bayi Usia 9-12 Bulan Di
Indonesia Direktorat Jenderal
Puskesmas Modoinding, maka dapat
Bina Kesehatan Masyarakat
diambil kesimpulan sebagai berikut:
(2010).
Kepatuhan Melaksanakan Imunisasi
Dasar Pada Bayi usia 9-12 Bulan di Leni, D. S, (2012) Hubungan
Puskesmas Modoinding, sebagian Kepatuhan Melaksanakan
besar lengkap imunisasi, Angka Imunisasi Dasar dengan
Kesakitan Pada Bayi Usia 9-12 Angka Kesakitan pada Bayi
Bulan di Puskesmas Modoinding, Usia 12 Bulan di Puskesmas
sebagian besar tidak berulang, Ada Kecamatan Cengkareng.
hubungan signifikan antara
Kepatuhan Melaksanakan Imunisasi Niven, 2012 , Psikologi
Dasar dengan Angka Kesakitan kesehatan : Pengantar
Pada Bayi Usia 9-12 Bulan di untuk perawat dan
Puskesmas Modoinding. profesional kesehatan lain,
EGC, Jakarta

DAFTAR PUSTAKA Nursalam, (2008). Konsep dan


Hardinegoro, Sri R. 2011, Panduan Penerapan Metodologi
Imunisasi Anak Mencegah Penelitian Ilmu Keperawatan.
Lebih Baik dari pada Jakarta: Salemba Medika
Mengobati, Badan Penerbit https://books.google.com/book
Ikatan Dokter Anak s?isbn-9793027568 diakses
Indonesia, Jakarta pada tanggal 21 November
https://www.google.co.id/url?s 2016 jam 13.00
a=t&rct=j/ diakses pada
tanggal 9 November 2016 jam Notoadmodjo, S . (2012).
18:56. Metodologi Penelitian
Kesehatan, Jakarta : PT
Hardinegoro, S. R, 2011, Panduan Rineka Cipta.
Imunisasi Anak Mencegah
lebih baik dari pada Notoatmojo, S. (2014). Metodelogi
Mengobati, Badan Penerbit Penelitian Kesehatan.Jakarta:
Ikatan Dokter Anak Indonesia, EGC
Jakarta. Riset Kesehatan Dasar . (2013) .
Hidayat, TS, .2007. Hubungan Badan Penelirian dan
Sanitasi Lingkungan, Penembangan Kesehatan
Morbiditas Dan Status Gizi Kementrian kesehatan RI.
Balita Di Indonesia. www.depkes.go.id/resources/d
https://www.google.co.id/url?s ownload/general/Hasil%20Ris
a=t&rct=j&q=&esrc=s&sourc kesdas%202013.pdf diakses

6
e-Journal Keperawatan (eKp), Volume 5, Nomor 2, November 2017

pada tanggal 20 November faktor yang berhubungan


2016 pada jam 13:30 dengan praktik ibu dalam
pemberian imunisasi dasar
Setiadi, (2013). Konsep dan Praktik di wilayah puskesmas
Penulisan Riset Keperawatan. candilama kota semarang.
Yogjakarta : Graha Ilmu. http://www.mikm-
undip.or.id/.
Wijaya, S.A & Putri, M.Y. (2013) .
Keperawatan Medikal Bedah.
Yogyakarta : Nuha Medika
Ranuh, I.G.N., Soeyitno, H.,
Hadinegoro & .
Kartasasmita, C (2005),
Pedoman Imunisasi di
Indonesia. Jakarta : Satgas
Imunisasi Ikatan Dokter
Anak Indonesia.
Razana - H. (2014). Hubungan
pengetahuan ibu tentang
imunisasi terhadap
kelengkapan imunisasi
dasar pada balita di wilayah
Kerja puskesmas dumai
kota kelurahan dumai kota.
http://jom.unri.ac.id/index.p
hp/JOMPSIK/article/view/4
116/ di akses pada tanggal
21 November 2016 jam
15:23Suharwati, S.R.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi Morbiditas
Balita di Desa Klampar
Kec. Proppo Kab.
Pamekasan. Malang.
Yusnidar. (2012). Hubungan
Pengetahuan Ibu tentang
imunisasi dasar dengan
kelengkapan imunisasi
dasar pada bayi Usia 0-12
bulan dilingkungan IX
kelurahan Sidorome Barat
II Medan Perjuangan tahun
2012.
http://repository.usu.ac.id/h
andle/123456789/37200
Yeni, R. 2006. Analisi faktor-