Anda di halaman 1dari 8

TATA TERTIB MUSYAWARAH KERJA

RAPAT KERJA I
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2018

BAB I
Ketentuan Umum

Pasal 1
Pelaksanaan
1. Nama kegiatan ini adalah “RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA
2018”
2. RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA 2018 dilaksanakan pada hari
Kamis, 25 Januari 2018 di Gedung Auditorium Kampus 1 Poltekkes Kemenkes
Semarang.

Pasal 2
Pengertian
1. Tata tertib RAPAT KERJA adalah seperangkat peraturan yang digunakan untuk mengatur
berjalannya proses persidangan RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF
MAHASISWA 2018 POLTEKKES KEMENKES SEMARANG agar sidang dapat
berjalan dengan tertib dan lancar.
2. RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA 2018 POLTEKKES
KEMENKES SEMARANG adalah forum pembahasan dan penetapan program kerja
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SEMARANG.
3. Panitia SIDANG adalah penyelenggara RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF
MAHASISWA 2018 POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
4. Presidium sidang adalah perangkat sidang yang bertugas untuk memimpin jalannya
RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA 2018 POLTEKKES
KEMENKES SEMARANG
5. Peserta SIDANG adalah pihak yang hadir dalam RAPAT KERJA I BADAN
EKSEKUTIF MAHASISWA 2018 POLTEKKES KEMENKES SEMARANG.
6. Quorum adalah ketentuan mengenai jumlah peserta sidang yang legitimate sehingga
mampu menghasilkan suatu keputusan ataupun produk hukum.
7. Sanksi adalah sebagai hukuman atas terjadinya pelanggaran terhadap tata tertib -
persidangan
BAB II
Fungsi dan Kedudukan

Pasal 3
Fungsi
1. Menetapakan Program Kerja BEM POLTEKKES SEMARANG 2018.
2. Menetapakan Program Kerja fungsinaris BEM POLTEKKES SEMARANG 2018.
3. Menetapakan Program Kerja KEMENTRIAN BEM POLTEKKES SEMARANG 2018.
Pasal 4
Kedudukan
1. RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA 2018 POLTEKKES
KEMENKES SEMARANG berkedudukan sebagai forum pemaparan dan penetapan
program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa selama satu tahun kepengurusan dan satu
periode secara terperinci.
2. RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA 2018 POLTEKKES
KEMENKES SEMARANG dilaksanakan ditingkat pusat yang melibatkan seluruh Dewan
Permusyawaratan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Ketua Dewan Mahasiswa,
Gubernur Himpunan Mahasiswa, dan Ketua UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau yang
mewakili.
BAB III
PESERTA SIDANG

Pasal 5
1. Yang menjadi peserta sidang adalah:
a. Seluruh Pengurus Dewan Permusyawatan Mahasiswa 2018
b. Seluruh Ketua Dewan Mahasiswa, Gubernur Himpunan Mahasiswa 2018 atau yang
mewakili dan Ketua UKM 2018
c. Seluruh Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa 2018
2. Peserta sidang terdiri dari:
a. Peserta Penuh adalah Peserta sidang sebagaimana maksud dalam pasal 5 ayat 1 (point
a)
b. Peserta Tidak Penuh adalah Peserta sidang sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat
1 (point b)
c. Peserta Peninjau adalah Peserta sidang sebagaimana maksud dalam pasal 5 ayat 1
(point c)

Pasal 6
Hak Peserta
1. Peserta Penuh
a. Hak suara
b. Mengikuti proses persidangan dari awal sampai akhir
c. Hak untuk dipilih dan memilih
d. Menyampaikan usul, saran, masukan, dan pendapat yang pelaksanaannya diatur oleh
pimpinan sidang (hak bicara).

2. Peserta Tidak Penuh


a. Mengikuti proses persidangan dari awal sampai akhir.
b. Hak untuk dipilih dan memilih
c. Menyampaikan usul, saran, masukan, dan pendapat yang pelaksanaannya diatur oleh
pimpinan sidang (hak bicara).
3. Peserta Peninjau
a. Mengikuti proses persidangan dari awal sampai akhir.
b. Menyampaikan usul, saran, masukan dan pendapat yang pelaksanaannya diatur oleh
pimpinan sidang (hak bicara).

Pasal 7
Kewajiban Peserta
1. Mengikuti proses persidangan dengan tertib.
2. Menjaga suasana agar tetap kondusif (Silent handphone).
3. Mengenakan pakaian yang sopan dan rapi.
4. Menghormati pimpinan sidang dan peserta sidang yang lain.
5. Menjunjung tinggi akhlakul karimah selama proses persidangan.
6. Meminta persetujuan pimpinan sidang apablia hendak menggunakan hak bicara.
7. Untuk peserta sidang (peserta penuh maupun peserta peninjau), hanya boleh
memasuki dan meninggalkan ruangan sidang setelah diijinkan pimpinan sidang
dengan batas waktu yang ditentukan pimpinan sidang.

BAB IV
Presidium Sidang

Pasal 8
1. Persidangan dipimpin oleh 3 orang presidium sidang. Dimana presidium sidang berasal
dari Dewan Permusyawaratan Mahasiswa. Presidium sidang 1 bertugas memimpin
jalannya sidang, presidium sidang 2 bertugas membantu presidium sidang 1, dan
presidium sidang 3 bertugas sebagai notulen.
2. Pada tahap pra sidang, persidangan dipimpin oleh presidium sidang sementara yang
dipilih dari musyawarah bersama panitia RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF
MAHASISWA 2018 POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
3. Pada tahap sidang, persidangan dipimpin oleh presidium sidang tetap yang dipilih oleh
peserta sidang.
4. Presidium sidang tetap dipilih pada saat pra sidang, yang dipilih dari peserta sidang.
5. Mekanisme pergantian pimpinan sidang dilakukan berdasarkan kesepakatan forum.

Pasal 9
Tugas
1. Memimpin proses dan mekanisme persidangan sesuai dengan tata tertib persidangan.
2. Bertanggung jawab atas kelancaran jalannya persidangan.
3. Menetapkan setiap hasil keputusan yang dicapai dalam persidangan.
4. Menjadi penanggungjawab terhadap setiap produk hukum yang dihasilkan dalam
persidangan.

Pasal 10
Wewenang
1. Mengatur proses persidangan agar dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
2. Memberikan perintah dan mendelegasikan penugasan kepada panitia demi kelancaran
sidang.
3. Memberikan peringatan dan menjatuhkan sanksi kepada peserta sidang yang melanggar
tata tertib sidang.
4. Memotong dan memberhentikan pembicaraan, usul, saran maupun pendapat peserta
sidang yang dianggap sudah melenceng dari substansi pembicaraan.
5. Memberikan masukan dan atau menyimpulkan berbagai macam pertanyaan dan pendapat
dari peserta sidang.
6. Memberhentikan sidang untuk sementara waktu dan atau selamanya dengan persetujuan
forum.
7. Memerintahkan peserta sidang untuk meninggalkan meja sidang dengan persetujuan
forum apabila telah diberikan sebanyak 3 kali dalam persidangan.

BAB V
Quorum
Pasal 11
1. Persidangan bisa dilaksanakan dan menghasilkan suatu keputusan apabila telah
memenuhi quorum.
2. Sidang dianggap sah jika dihadiri oleh lebih dari separuh (1/2 n + 1) dari jumlah peserta
yang terdaftar di presensi panitia.
3. Apabila ayat 2 tidak terpenuhi, maka sidang ditunda selama 5 menit dan selanjutnya
dianggap telah memenuhi quorum.
Bab VI
Keputusan
Pasal 12
1. Keputusan dalam persidangan diambil berdasarkan musyawarah mufakat.
2. Apabila ayat 1 tidak terpenuhi, maka keputusan diambil dengan proses loby selama 2 x 10
menit.
3. Apabila ayat 2 tidak terpenuhi, keputusan diambil dengan melakukan voting secara
tertutup.
4. Mekanisme pengambilan keputusan tersebut berlaku secara umum dalam proses
persidangan, kecuali jika ada mekanisme tertentu yang mengatur secara khusus.

Pasal 13
Aturan pengetukan palu sidang:
1. Satu Kali Ketukan
a. Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang;
b. Mengesahkan keputusan poin per poin (keputusan sementara);
c. Menskorsing dan mencabut kembali skorsing yang waktunya tidak terlalu lama,
sehingga peserta tidak perlu meninggalkan tempat sidang
d. Mencabut kembali/membatalkan ketukan terdahulu yang dianggap keliru.
e. Memberi peringatan kepada peserta sidang.
2. Dua Kali Ketukan
Menskorsing atau mencabut kembali skorsing dalam waktu yang cukup lama, misalnya
untuk lobbying, istirahat dan sebagainya yang waktunya 2 x 15 menit, dan sebagainya.
3. Tiga Kali Ketukan
a. Membuka atau menutup sidang secara resmi
b. Mengesahkan putusan final atau akhir sidang.
4. Ketukan Berulang-ulang
Menenangkan pesertasi dan/atau forum.

BAB VII
Sanksi
Pasal 14
1. Peserta yang melanggar ketentuan tata tertib sidang akan dikenakan sanksi.
2. Mekanisme penjatuhan sanksi akan dilakukan oleh pimpinan sidang.
3. Penilaian terhadap jenis pelanggaran dilakukan oleh forum dengan panduan pimpinan
sidang.
4. Tahapan-tahapan sanksi:
a. Pemberian peringatan pertama terhadap peserta sidang yang dinilai melanggar tata
tertib persidangan.
b. Pemberian peringatan kedua dan pencabutan hak suara dari peserta sidang yang
bersangkutan.
c. Pemberian peringatan ketiga dan pencabutan hak untuk dipilih dari peserta sidang
yang bersangkutan.
d. Dikeluarkan dari ruangan sidang oleh pimpinan sidang.

BAB VIII
Penutup
Pasal 14
1. Segala hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian berdasarkan
kesepakatan forum.
2. Tata tertib ini berlaku sejak diputuskan dan dapat ditinjau kembali dengan kesepakatan
forum

Disahkan sebagai :
Tata Tertib
SIDANG UMUM MUSYAWARAH KERJA RAPAT KERJA I BADAN EKSEKUTIF
MAHASISWA 2018 POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Pada tanggal 25 Januari 2018
Pukul 22.35 WIB

Presidium Sidang Sementara

Pimpinan Sidang I Pimpinan Sidang II Pimpinan Sidang III

Muh Elang Saputra Happy Nabety Ainun Cahya S