Anda di halaman 1dari 18

TUGAS RUTIN

DI SUSUN OLEH :

UCIA MAHYA DEWI


8176141011

Dosen Pengampu:
Prof.Dr. Ramlan Silaban, M.Si

Mata Kuliah
Biokimia Lanjut

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2018
TUGAS RUTIN 1

1. Mengapa kita hidup? Karena ad 8 sistem organ yang memiliki system masing-masing,
sistem pencernaan makanan, sistem transportasi,sistem respirasi,sistem eksresi,sistem
koordinasi,sistem alat gerak,sistem reproduksi dan sistem panca indra. Deskripsikan
sistem kerja tiap organ tersebut !

Jawab :

(1) Sistem Pencernaan Makanan


Pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar
menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang
kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ
pencernaan. Enzim ini dihasilkan oleh organ-organ pencernaan dan jenisnya tergantung
dari bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh. Zat makanan yang dicerna akan
diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana. Proses pencernaan makanan pada
tubuh manusia dapat dibedakan atas dua macam, yaitu :
A. Proses pencernaan secara mekanik
Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk
kecil dan halus. Pada manusia dan mamalia umumnya, proses pencernaan mekanik
dilakukan dengan menggunakan gigi.
B. Proses pencernaan secara kimiawi (enzimatis)
Yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang
lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan
oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Proses
pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan. Alat-
alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi mencerna makanan
yang kita makan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang
membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar-kelenjar pencernaan manusia terdiri
dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas. Berikut ini
akan dibahas satu per satu proses pencernaan yang terjadi di dalam saluran
pencernaan makanan pada manusia

(2) Sistem Transpostasi


Sistem transportasi pada manusia ada dua yaitu peredaran darah dan peredaran limfe
(getah bening).
1. Sistem Peredaran Darah meliputi:
A. Sistem Peredaran Darah Besar (Sistemik)
Peredaran darah besar dimulai dari darah keluar dari jantung melalui aorta
menuju ke seluruh tubuh (organ bagian atas dan organ bagian bawah). Melalui
arteri darah yang kaya akan oksigen menuju ke sistem-sistem organ, maka disebut
sebagai sistem peredaran sistemik. Dari sistem organ vena membawa darah kotor
menuju ke jantung. Vena yang berasal dari sistem organ di atas jantung akan
masuk ke bilik kanan melalui vena cava inferior, sementara vena yang berasal dari
sistem organ di bawah jantung dibawa oleh vena cava posterior.
Darah kotor dari bilik kanan akan dialirkan ke serambi kanan,
selanjutnya akan dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Arteri
pulmonalis merupakan satu keunikan dalam sistem peredaran darah
manusia karena merupakan satu-satunya arteri yang membawa darah kotor
(darah yang mengandung CO2).
Urutan perjalanan peredaran darah besar : bilik kiri – aorta –
pembuluh nadi – pembuluh kapiler – vena cava superior dan vena cava
inferior – serambi kanan.

B. Sistem Peredaran Darah Kecil (Pulmonal)


Peredaran darah kecil dimulai dari dari darah kotor yang dibawa arteri
pulmonalis dari serambi kanan menuju ke paru-paru. Dalam paru-paru tepatnya
pada alveolus terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2. Gas O2 masuk melalui
sistem respirasi dan CO2 akan dibuang ke luar tubuh. O2 yang masuk akan diikat
oleh darah (dalam bentuk HbO) terjadi di dalam alveolus. Selanjutnya darah
bersih ini akan keluar dari paru-paru melalui vena pulmonalis menuju ke jantung
(bagian bilik kiri). Vena pulmonalis merupakan keunikan yang kedua dalam
system peredaran darah manusia, karena merupakan satu-satunya vena yang
membawa darah bersih.
Urutan perjalanan peredaran darah kecil : bilik kanan jantung – arteri
pulmonalis – paru-paru – vena pulmonalis – serambi kiri jantung.

2. Pembuluh Limfe (Pembuluh Getah Bening)


Pembuluh limfe kanan; dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung dan lengan
sebelah kanan, bermuara di pembuluh balik yang letaknya di bawah tulang selangka
kanan.Pembuluh limfe dada; dari bagian lain, bermuara dalam vena di bawah tulang
selangka kiri.
Pembuluh limfe adalah bermuaranya pembuluh lemak (pembuluh kil). Peredaran
limfe adalah terbuka, merupakan alat penyaring kuman, karena di kelenjar limfe
diproduksi sejenis sel darah putih yang disebut limfosit untuk imunitas.Cairan ini
berasal dari darah yang keluar melalui dinding kapiler lalu masuk ke ruang antarsel,
dan kemudian masuk ke pembuluh halus yang disebut pembuluh getah bening
(limfe). Dari pembuluh limfe kecil, kemudian berkumpul pada pembuluh getah
bening yang besar, dan yang terakhir masuk ke vena sub klavia.

(3) Sistem Respirasi


Pernapasan adalah proses pertukaran gas antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama.
Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari lingkungan sekitar. Oksigen diperlukan untuk
oksidasi (pembakaran) zat makanan, yaitu gula (glukosa).

Paru-paru dapat disamakan dengan dua buah kantong membran gastis yang bagian
dalamnya berhubungan dengan udara luar melalui saluran pernafasan. Bagian dalam
sangat luas permukaannya terdiri atas gelembung-gelembung alveolus yang berdinding
sangat tipis. Pertukaran gas berlangsung pada alveoli.
Pada hidung terdapat rongga hidung yang merupakan jalan masuk dan keluarnya
udara pernapasan dari medium pernapasan ke alat-alat pernapasan. Keuntungan bernapas
melalui hidung adalah (i) Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut hidung dan
lendir yang bisa menyaring udara yang masuk (ii) Di dalam rongga hidung terdapat saraf
penciuman, sehingga dapat menghindari udara yang tidak enak (iii) di dalam rongga
hidung, suhu udara disesuaikan dengan suhu tubuh.
Faring merupakan daerah percabangan antara saluran pernafasan dan saluran
pencernaan makanan. Pada saat bernafas lubang yang mengarah ke saluran pencernaan
makanan ditutup oleh anak tekak atau epiglottis
Laring atau alat suara terdapat pada bagian depan leher. Bentuknya hampir segitiga.
Dibentuk oleh tulang rawan yang digerakkan oleh otot-otot sadar. Pada pangkal
tenggorokan terdapat jakun, yang tampak menonjol pada leher bagian atas.
Tenggorokan merupakan saluran yang dibentuk oleh cincin tulang rawan berselang
seling dengan otot polos yang melingkar. Dengan demikian saluran ini merupakan lubang
terbuka. Tenggorokan memiliki bulu getar yang digunakan untuk menolak debu atau
benda asing keluar.
Cabang tenggorokan bercabang dua (sepasang) disebut bronkhia. Satu menuju ke
paru paru sebelah kiri dan satu lagi menuju ke paru-paru sebelah kanan. Peradangan pada
bronchia disebut bronkitis
Bronkhiolus adalah cabang-cabang dari bronkus. Pada ujung bronkhiolus terdapat
kantung udara (alveolus). Dinding alveolus sangat tipis dan lembab. Hal ini diperlukan
supaya pertukaran gas antara ruang alveolus dengan kapiler darah yang memenuhi
alveolus dapat berlangsung dengan baik.

(4) Sistem Eksresi Pada Manusia


Proses metabolisme tubuh meliputi proses menghasilkan energi dan zat yang berguna
bagi tubuh. Dalam proses metabolisme, dihasilkan zat-zat yang tidak diperlukan oleh
tubuh. Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena dapat membahayakn tubuh. Proses
pengeluaran zat-zat sisa dari dalam tubuh disebut ekskresi.
Pembuangan zat sisa dari dalam tubuh ditunjukkan pada berbagai proses, yaitu
pengeluaran keringat, pengeluaran urin, pengeluaran gas CO2 dan H2O, serta pengeluaran
urea dan cairan empedu. Sistem ekskresi pada manusia melibatkan organ ekskresi berupa
ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.

a. Ginjal.
Ginjal berperan sebagai alat ekskresi dengan cara menyaring darah hingga zat-zat
sisa yang terdapat di dalam darah dapat dikeluarkan dalam bentuk air seni (urin). Urin
yang dibuang setiap hari merupakan hasil dari sistem urinaria. Ginjal merupakan
organ yang berbentuk menyerupai kacang. Ginjal memiliki ukuran panjang 11–12 cm,
lebar 6 cm, dan tebal 3 m. Organ ini terletak di dekat ruas-ruas tulang belakang bagian
pinggang. Ginjal pada manusia terdiri atas satu pasang (kiri dan kanan).
b. Kulit
Kulit merupakan alat pengeluaran (eksresi) yang mengeluarkan zat sisa berupa
keringat. Di dalam keringat terkandung zat sisa terutama garam. Struktur kulit
manusia terdiri atas epidermis, dermis dan subkutan. Epidermis dan dermis dapat
terikat satu sama lain akibat adanya papilare dermis dan tabung epidermis. Epidermis
merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki tebal yang berbeda-beda:
400-600 μm untuk kulit tebal (kulit pada telapak tangan dan kaki) dan 75-150 μm
untuk kulit tipis (kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki rambut).
c. Paru-paru
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang
dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru
kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.
Fungsi paru-paru Dalam Sistem Ekskresi adalah mengeluarkan karbondioksida
(CO2) dan uap air (H2O). Proses yang terjadi pada paru-paru adalah didalam paru-paru
terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida.
d. Hati
Dari beberapa fungsi hati, yang terkait dengan fungsi ekskresi adalah (1)
menghasilkan Getah Empedu. Getah empedu dihasilkan dari hasil perombakan sel
darah merah. Getah ini ditampung di dalam kantung empedu kemudian disalurkan ke
usus 12 jari. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu untuk
mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus
diekskresikan. (2) Menghasilkan Urea. Urea adalah salah satu zat hasil perombakan
protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka harus dibuang keluar tubuh. Dari hati
urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.

(5) Sistem Koordinasi/Regulasi Pada Manusia


Sistem koordinasi pada manusia meliputi, Sistem saraf, Sistem Hormon (endokrin )
A. Sistem Saraf
Saraf Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk
bervariasi. Sistem ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam
kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara
reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya
yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam
tubuh.Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap
rangsangan.Contohnya otot dan kelenjar.
Fungsi sistem saraf yaitu Penghubung antara tubuh dengan dunia luar
melalui indra,Pengatur respon terhadap rangsangan, mengatur dan mengendalikan
kerja organ-organ tubuh sehingga dapat bekerja sesuai fungsinya.
B. Sistem Hormon
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar
buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran sehingga
sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh.
Apabila pada suatu organ target, maka hormon akan merangsang terjadinya
perubahan. Pada umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang
dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu
panjang. Contohnya pertumbuhan dan pemasakan seksual

(6) Sistem Alat Gerak Pada Manusia


Kemampuan melakukan gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak,
yang merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka
(tulang),persendian, dan otot.
A. Fungsi Rangka
Rangka atau tulang pada tubuh manusia termasuk salah satu alat gerak pasif
karena tulang baru akan bergerak bila digerakkan oleh otot. Sedangkan unsur
pembentuk tulang pada manusia adalah unsur kalsium dalam bentuk garam yang
direkatkan oleh kalogen
Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif, yang hanya dapat bergerak
bila dibantu oleh otot. Berdasarkan bentuk-nya tulang dibedakan menjadi tulang pipa,
tulang pipih, tulang pendek, sedangkan berdasarkan pada zat penyusun dan
sturkturnya tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.
Kerangka pada tubuh manusia memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu: 1.
Sebagai penegak tubuh 2. Sebagai pembentuk tubuh 3. Sebagai tempat melekatnya
otot (otot rangka) 4. Sebagai pelindung bagian tubuh yang penting 5. Sebagai tempat
pembentukkan sel darah merah 6. Sebagai alat gerak pasif
B. Persendian
Hubungan antar tulang yang satu dengan tulang yang lainnya, dihubungkan oleh
persendian (sendi). Pada manusia terdapat tiga (3) bentuk persendian, yaitu sendi
mati, sendi kaku dan sendi gerak.Fungsi persendian adalah menghubungkan antara
tulang yang satu dengan tulang yang lainnya.
C. Otot
Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek,
mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Karena memendek
maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi
satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang ke satu arah tertentu.
Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus meng-adakan
relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula
Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif, yang dapat menggerakkan organ
lain sehingga terjadi suatu gerakan.

(7) Sistem Reproduksi Pada Manusia


Sistem reproduksi merupakan salah satu komponen sistem tubuh yang penting
meskipun tidak berperan dalam homeostasis dan esensial bagi kehidupan sesorang.26
Pada manusia, reproduksi berlangsung secara seksual. Organ reproduksi yang dimiliki
manusia berbeda antara pria dan wanita.
A. Organ Reproduksi Laki-laki
Sama halnya dengan ciri sekunder dan primer. Organ reproduksi laki-laki
dibedakan menjadi alat alat reproduksi yang tampak dari luar dan yang berada
didalam tubuh. Berikut rinciannya :
 Organ Reproduksi Luar
1. Penis terdiri dari jaringan-jaringan otot, jaringan spons yang lembut,
pembuluh darah dan jaringan saraf. Fungsinya yaitu untuk kopulasi
(hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memudahkan
semen ke dalam organ reproduksi betina).
2. Buah zakar yang terdiri dari kantung zakar yang didalamnya terdapat
sepasang testis dan bagian-bagian lainnya. Kulit luar nya disebut skrotum.
Skrotum berfungsi melindungi testis serta mengatur suhu yang sesuai
untuk spermatozoa (sel sperma).
3. Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi
testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri.
Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa
jaringan ikat dan otot polos (otot dartos).
 Organ Reproduksi Dalam
1. Testis sebenarnya adalah kelenjar kelamin, berjumlah sepasang dan akan
menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosteron. Skrotum dapat
menjaga suhu testis.Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk
memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron.
2. Tubulus Seminiferus Didalam testis terdapat terdapat saluran-saluran halus
yang disebut saluran penghasil sperma (tubulus seminiferus). Dinding
dalam saluran terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat.
3. Saluran Reproduksi (Saluran Pengeluaran) tempat sperma keluar atau jalan
berupa lubang kecil yang menghubungkan organ dalam. Saluran
pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas
deferens, saluran ejakulasi dan uretra.
B. Organ Reproduksi Wanita
 Organ Reproduksi Luar
1. Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan
tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan
keluarnya bayi.
2. Vulva merupakan suatu celah yang terdapat dibagian luar dan terbagi
menjadi 2 bagian yaitu : Labium mayor merupakan sepasang bibir besar
yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva. Labium minor
merupakan sepasang bibir kecil yang terletak d bagian dalam dan
membatasi vulva
3. Mons veneris, pertemuan antara kedua bibir vagina dengan bagian atas
yang tampak membukit
4. Payudara. disebut juga kelenjar mamae. Payudara akan menghasilakan ASI
untuk nutrisi bayi.
 Organ reproduksi dalam terdiri dari :
1. Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterusdengan
tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran
persalinan, keluarnya bayi. Sehingga sering disebut dengan liang
peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara.
2. Ovarium merupakan organ utama pada wanita. Berjumlah sepasang dan
terletak di dalam tongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan
kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti
: Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada
wanita, serta juga membantu dalam prosers pematangan sel ovum.
3. Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal
ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk
menangkap sel ovum yang telah matang yang dikelurakan oleh ovarium.
4. Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk
corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung
sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae
5. Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang
bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus
dengan abantuan silia pada dindingnya.
6. Oviduct merupakan saluran panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi
sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan
bantuan silia pada dindingnya.
7. Rahim / Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk
sperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai
tempat pertumbuhan embrio
8. Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit
sehingga disebut juga sebagai leher rahim.
9. Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervic dan sampai pada
vagina. Berbentuk tabung berlapis otot.
10. Klitoris merupakan tonjolan kecil yangt erletak di depan vulva. Sering
disebut dengan klentit. Organ utama nya ialah indung telur (ovarium),
Oviduk (tuba fallopi),uterus dan vagina.

(8) Sistem Panca Indra


Indra mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali perubahan lingkungan.
Indra yang kita kenal ada lima, yaitu:
1. Indra penglihat (mata)
2. Indra pendengar (telinga)
3. Indra peraba (kulit)
4. Indra pengecap (lidah)
5. Indra pencium (hidung).
Kelima indra tersebut berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan luar, oleh
karenanya disebut eksoreseptor. Reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan
dalam, misalnya nyeri, kadar oksigen atau karbon dioksida, kadar glukosa dan
sebagainya, disebut interoreseptor. Sel-sel interoreseptor misalnya terdapat pada sel otot,
tendon, ligamentum, sendi, dinding saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan lain
sebagainya. Akan tetapi, sesungguhnya interoreseptor terdapat di seluruh tubuh manusia.
Interoreseptor yang membantu koordinasi dalam sikap tubuh disebut kinestesis.
A. Indera Penglihat (Mata)
Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna.
Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi termasuk otot-otot
penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu
mata. Organ ini berfungsi sebagai indera penglihatan. Kita dapat melihat benda,
membedakan gelap terang, membedakan warna, dan lain sebagainya karena ditunjang
oleh peran mata. Adapun untuk menjalankan perannya ini, mata ternyata ditunjang
oleh beberapa bagian vital yang memiliki fungsinya masing-masing.
Bagian-bagian yang berperan penting dalam mekanisme penglihatan yaitu
kornea, iris, pupil,retina,lensa mata, akomodasi otot,bintik kuning,bintik buta, syaraf
optic, aqueous humor, vitreous humor,sclera,bulu mata,alis, kelopak mata,dan kelenjar
lakrima

B. Indra Pendengar
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk
keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar,
telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi,
dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor
yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya
berupa impuls ke otak untuk diolah.
Cara kerja indra pendengaran yaitu gelombang bunyi yang masuk ke dalam
telinga luar menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga
tulang dengar ke jendela oval. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan
ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan
menggerakkan membran Reissner dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran
tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan
membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran
timpani. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler,
yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambut-rambut
sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls).Getaran membran
tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan
kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak
melalui saraf pendengaran.

C. Indera Peraba
Kulit merupakan indera peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan,
panas, dingin, sakit, dan tekanan Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam,
misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor
yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu
tubuh. Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan
reseptor-reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke
daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari
epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di
dekat epidermis
D. Indera Pengecap
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat
membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah merupakan
massa jaringan pengikat dsan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa Membran
mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus
ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot.
Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat
kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut
pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa
pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang
berbeda-beda.
E. Indera Pembau
Indera pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung,
yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti
tunas pengecap. Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus
dengan akson-akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap
sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau
yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara.
Fungsi indra pembau yaitu (1) Hidung merupakan organ penciuman dan jalan
utama keluar-masuknya udara dari dan ke paru-paru. (2) Sebagai khemoreseptor
karena ia mampu menerima rangsang zat kimia berupa gas mengingat organ hidung
mempunyai rambut 2 halus yang berhubungan dengan ujung serabut syaraf olfactory
dengan otak besar (3) Hidung juga memberikan tambahan resonansi pada suara dan
merupakan tempat bermuaranya sinus paranasalis dan saluran air mata.
TUGAS RUTIN 2

2. Pompa kalium Natrium (sistem transport glukosa)


Jawab :
POMPA NATRIUM (Na+) KALIUM (K+)
Transpor aktif adalah proses yang memerlukan energi untuk memompa molekul dan
ion melintasi membran “menanjak” – melawan gradien konsentrasi. Untuk memindahkan
molekul-molekul melawan gradien konsentrasi mereka, protein pembawa (carrier protein)
akan diperlukan.
Protein pembawa dapat bekerja dengan gradien konsentrasi (selama transportasi
pasif), tetapi beberapa protein pembawa dapat memindahkan zat terlarut melawan gradien
konsentrasi (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi), dengan masukan energi. Pada
transpor aktif, protein pembawa yang digunakan untuk memindahkan bahan melawan gradien
konsentrasi mereka, protein ini dikenal sebagai pompa. Seperti pada jenis-jenis kegiatan
selular, ATP memasok energi untuk kebanyakan transportasi aktif. Salah satu cara ATP dapat
memberi kekuatan selama transpor aktif adalah dengan mentransfer gugus fosfat langsung ke
protein pembawa. Hal ini dapat menyebabkan protein pembawa untuk mengubah bentuknya,
yang menggerakan molekul atau ion ke sisi lain dari membran.
Contoh dari jenis sistem transpor aktif, seperti yang ditunjukkan pada Gambar di
bawah, adalah pompa natrium-kalium, yang melakukan pertukaran ion natrium ion kalium
melintasi membran plasma dari sel-sel hewan.

Sistem pompa natrium-kalium menggerakkan ion natrium dan kalium melawan gradien
konsentrasi besar. Ia menggerakkan dua ion kalium ke dalam sel di mana kadar kalium yang
tinggi, dan memompa tiga ion natrium keluar dari sel dan ke dalam cairan ekstraseluler.
Seperti ditunjukkan pada Gambar di atas, tiga ion natrium berikatan pada pompa
protein di dalam sel. Protein pembawa kemudian mendapat energi dari ATP dan terjadi
perubahan bentuk. Dengan demikian, memompa tiga ion natrium dari sel. Pada saat itu, dua
ion kalium dari luar sel mengikat dengan pompa protein. Ion-ion kalium kemudian diangkut
ke dalam sel, dan proses berulang. Pompa Natrium-kalium ditemukan dalam membran
plasma dari hampir setiap sel manusia dan umum untuk semua kehidupan selular. Ini
membantu menjaga potensial sel dan mengatur volume selular.

Mekanisme
Seperti ditunjukkan pada Gambar di atas, pompa natrium-kalium mengangkut ion Na+ dan
ion K+dengan cara sebagai berikut:
1. pompa Natrium-kalium mengikat ATP dan tiga ion Na + intraseluler.
2. ATP dihidrolisis menghasilkan adenosin difosfat (ADP) dan fosfat anorganik. Fosfat
bebas memfosforilasi pompa natrium-kalium.
3. Perubahan konformasi pada pompa mengekspos ion Na+ ke luar.
4. Bentuk pompa yang terfosforilasi memiliki afinitas ion Na + lebih rendah, sehingga
mereka dilepaskan. Pompa mengikat dua ion K + ekstraseluler. Hal ini menyebabkan
defosforilasi pompa, kembali ke keadaan konformasi sebelumnya, mengangkut ion
K +ke dalam sel.
5. Bentuk pompa yang tidak terfosforilasi memiliki afinitas yang lebih tinggi untuk
Na + ion daripada ion K +, sehingga dua ion K + yang terikat dilepaskan.
6. ATP mengikat, dan proses dimulai lagi.

Gradien Elektrokimia
Transpor aktif ion melintasi membran menyebabkan gradien listrik akan terbangun
pada membran plasma. Jumlah ion bermuatan positif di luar sel lebih besar dari jumlah ion
bermuatan positif dalam sitosol. Hal ini menyebabkan muatan yang relatif negatif pada
bagian dalam membran, dan muatan positif di luar. Perbedaan dalam muatan menyebabkan
tegangan melintasi membran. Tegangan adalah energi potensial listrik yang disebabkan oleh
pemisahan muatan yang berlawanan, dalam hal ini melintasi membran. Tegangan membran
disebut potensial membran. Potensial membran ini sangat penting untuk konduksi impuls
listrik di sepanjang sel-sel saraf.
Karena dalam sel adalah lebih negatif dibandingkan dengan di luar sel, potensial
membran akan mendukung pergerakan ion bermuatan positif (kation) ke dalam sel, dan
gerakan ion negatif (anion) keluar dari sel. Jadi, ada dua kekuatan yang mendorong difusi ion
melintasi membran plasma (ion’ gradien konsentrasi), dan kekuatan listrik (efek potensial
membran pada ion’ gerakan). Kedua gaya bekerja bersama-sama disebut gradien
elektrokimia, dan akan dibahas secara rinci dalam artikel “Sel saraf” dan ” Impuls saraf “.

Transpor aktif mempunyai 3 fungsi utama dalam sel-sel dan organel-organelyaitu:


1. Memungkinkan pengambilan molekul-molekul bahan bakar dan nutrien-
nutrienessensial lainnya dari lingkungan atau cairan sekeliling, sekalipun apabila
konsentrasi nutrien tersebut dilingkungan adalah sangat rendah.
2. Menyediakan bermacam-macam substansi, seperti hasil-hasil buangan, bahan
bahan buangan dan juga ion-ion natrium, dilepaskan dari sel atau
organel,meskipun konsentrasi diluar lebihbesar dari pada di dalam.
3. Memungkinkan sel tetap konstan, konsentrasi ion-ion organik internal optimal,
terutama ion-ion natrium, kalsium dan hidrogen.

Pompa natrium kalium dibutuhkan untuk mempertahankan konsentrasi ion sodium


dan potasium didalam dan diluar membran sel, dan untuk mencegah keadaan hiperosmolar di
dalam sel. Hal ini karena di dalam sel terdapat sejumlah protein dan molekul organik yang
lain yang tidak dapat keluar dari sel. Substansia tersebut menyebabkan muatan negatif
didalam sel, yang akan menarik ion bermuatan positif seperti ion sodium, potassium dan ion
positif lainnya. Hal itumenyebabkan terjadinya proses osmosis dalam sel, sehingga jika tidak
dikontrol dapatmengakibatkansel bengkak dan meledak.
TUGAS RUTIN 3
3. Mekanisme molekuler biokimia

Jawab :
TUGAS RUTIN 4

4. Defenisi dari komponen-komponen enzim


Jawab :
• Apoenzyme
Apoenzim adalah bagian protein dari enzim, bersifat tidak tahan panas, dan berfungsi
menentukan kekhususan dari enzim. Contoh, dari substrat yang sama dapat menjadi
senyawa yang berlainan, tergantung dari enzimnya.
• Cofactor
Kofaktor adalah bahan kimia yang membantu (molekul atau ion), yang terikat enzim
untuk meningkatkan aktivitas biologis enzim. Kofaktor adalah zat non-protein yang
melakukan reaksi kimia yang tidak dapat dilakukan oleh 20 asam amino standar. Kofaktor
dapat berupa molekul anorganik (logam) atau molekul organik kecil (koenzim).

• Holoenzyme

• Active site

• Active centre

• Specifity residue

• Catalytic residue

• Coenzyme
Koenzim merupakan enzim yang tidak memiliki gugus prostetik dan memerlukan
senyawa organik dalam aktivitasnya. Koenzim adalah molekul organik yang nonproteins
dan sebagian besar turunan dari vitamin larut dalam air oleh fosforilasi, mereka mengikat
molekul protein apoenzyme untuk menghasilkan holoenzyme aktif. Koenzim merupakan
enzim yang tidak memiliki gugus prostetik dan memerlukan senyawa organik dalam
aktivitasnya Koenzim bersifat termostabil (tahan panas), mengandung ribose dan fosfat.
Fungsinya menentukan sifat dari reaksinya. Misalnya, Apabila koenzim NADP
(Nicotiamida Adenin Denukleotid Phosfat) maka reaksi yang terjadi
adalah dehidrogenase. Disini NADP berfungsi sebagai akseptor hidrogen.

• Prostetic