Anda di halaman 1dari 2

AKMAL ANSORI

421426

1. Audit trial dari transaksi penjualan hingga ke buku besar penjuala dan kas.
Pada saat transaksi dilakukan komputer akan memindai barang yang dibeli oleh konsumen
dan dalam proses tersebut komputer memindai kode produk, jumlah produk yang dibeli, total
harga, dan pajak nya. Setelah melakukan pembayaran akan muncul jejak audit yaitu pada
konsumen akan menerima struk pembelian. Lalu perusahaan juga akan mempunyai struk
penjualan berupa struk elektronik yang tersimpan di dalam hard drive komputer mesin kasir.
Untuk penjualan kredit ada tambahan kertas-slip untuk konsumen dan perusahaan, dimana
slip ini merupakan slip persetujuan kredit.
Pada saat malam hari ketika toko sudah tutup pramuniaga akan menutup mesin kasir dan
komputer akan otomatis meng-update data yang ada di mesin kasir dan di server komputer.
Pramuniaga akan mempersiapkan electronic reciept yang sudah di printout dari mesin kasir
yang berupa semua catatan transaksi penjualan mulai dari penjualan tunai, penjualan kredit
dan retur penjualan. Pramuniaga akan membuat lembar deposit harian yang isinya adalah
total penjualan baik tunai maupun kredit dalam satu hari dari setiap mesin kasir. Dan
melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada perbedaan antara slip-penjualan dengan
data penjualan nya.
Setelah itu pramuniaga menyerahkan semua slip transaksi penjualan tunai dan kredit beserta
lembar deposit harian kepada bagian penyimpanan kas untuk memverifikasi ke akuratannya.
Lalu bagian penyimpanan kas akan slip-penjualan kredit kepihak bank dan pihak bank segera
memberikan cash-credits dan biaya kredit setelah itu pihak bank akan mengirimkan E-Mail
kepada Akuntan perusahaan untuk dilakukan rekonsiliasi. Setelah itu lembaran deposit harian
yang sudah di verfikasi dan di rekonsiliasi ini dikirim kan ke kantor pusat untuk pembuatan
buku besar konsolidasi.

2. Membuktikan tujuan audit asersi occurance (keterjadian) dari penjualan adalah:


Untuk melihat sesuatu yang dicatat memang benar telah terjadi maka harus dilakukan adalah
inspeksi ke dokumen dengan cara melakukan vouching telebih dahulu. Dengan melakukan
vouching, dimana vouching ini menelusuri dari buku besar ke bukti transaksi.
Alternatif lainnya dengan melakukan konfirmasi kepada pihak bank untuk memverifikasi
semua catatan terkait dengan kas dan kredit yang ada di laporan penjualan harian dan
bulanan apakah sama jumlahnya dengan yang ada di Bank Statement.
Menurut saya bukti-bukti yang ada sudah cukup dan kompeten sehingga untuk tujuan audit
spesifik asersi occurance belum perlu melibatkan IT audit spesialis untuk memahami bukti
audit tersebut.

3. Sumber bukti apa yang akan dijadikan sampel dari transaksi penjualan untuk menguji asersi
keterjadian? Kenapa menggunakan sumber tersebut? Bukti yang akan diperiksa dari setiap
transaksi yang dipilih?
 Untuk menguji asersi keterjadian sampel yang diambil dari bukti audit di setiap toko
adalah daily sales report, monthly sales report, Bank reconciliation sheet, daily deposit
sheet.
 Kenapa auditor memerlukan sumber dari ketiga tersebut, karena itu lebih spesifik mulai
dari harian, bulanan dan dari bank.
 Bukti yang akan diperiksa antara lain, credit slip, jumlah kas yang disajikan, total
penerimaan cash/credit, total cash/credit penjualan.

4. Membuktikan tujuan audit spesifik asersi accuracy (ketepatan)


Pertama auditor harus menguji apakah data harga dari suatu produk yang ada di mesin
kasir/komputer sudah sesuai dengan harga yang ditentukan perusahaan, sehingga ini
memerlukan IT audit spesialis dalam melaksanakan prsedur ini. Berikutnya lakukan re-
kalkulasi untuk menentukan bahwa Laporan Penjualan Harian dinilai dengan benar, auditor
bisa rekonsiliasi total uang tunai dan kartu kredit dengan jumlah yang ada pada Laporan
Penjualan Harian untuk menentukan bahwa jumlahnya akurat.

5. Bagian yang memerlukan auditor IT berhubungan dengan persediaan, karena sistem yang ada di
henrico tidak bisa menunjukan persediaan akhir yang ada di perusahaan ini, sehingga akan sedikit
sulit bagi auditor dalam melaksanakan prosedur audit.

6. Kelemahan dari sistem yang telah ada


 Pramuniaga bisa menggunakan semua mesin kasir yang ada sehingga memungkinkan untuk
melakukan tindakan pencurian dibagian mesin kasir pramuniaga yang lain. Seharusnya perlu
adanya No. ID dari pramuniaga dan kata sandi sebelum mengoperasikan mesin kasir.
 Semua data langsung ke server yang ada dan tidak ada backup manualnya, jika ada virus di
komputer tersebut akan sangat berisiko jika tidak ada backupnya.