Anda di halaman 1dari 15

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PERENCANAAN ANGGARAN BELANJA


NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Rangkaian kegiatan perhitungan anggaran berdasarkan laporan penggunaan anggaran bahan
makanan tahun sebelumnya dengan mempertimbangkan fluktuasi harga fluktuasi konsumen
dan trend penyakit.
TUJUAN Untuk mengetahui perkiraan kebutuhan anggaran dana yang dibutuhkan dalam setahun
untuk penyelenggaraan makanan rumah sakit.
KEBIJAKAN Diketahuinya biaya kebutuhan bahan makanan untuk satu tahun kedepan.
PROSEDUR 1. Mencari atau mengumpulkan informasi mengenai ketersediaan anggaran (sumber dana,
besaran, dsb)
2. Mengelompokkan bahan makanan sesuai menu dan pedoman menu (misalnya kelompok
sayuran, buah, daging, ayam, ikan, telur, susu, roti, bumbu, makanan jadi, bahan makanan
kering, dsb)
3. Menetapkan spesifikasi harga bahan makanan yang dibutuhkan berdasarkan nilai gizi
standar porsi, kualitas, keberadaan dipasaran, dan kelayakan harga.
4. Mengumpulkan informasi mengenai jenis dan konsumen yang akan dilayani (pasien,
dokter, pegawai, dsb)
5. Menghitung volume kebutuhan bahan makanan. Pembulatan volume didasarkan atas
perkiraan rata-rata kenaikan konsumen dan berat bahan makanan dalam tiap kemasan.
6. Melakukan survey harga pasar (dinas pasar, pasar tradisional, supermarket, distributor,
dsb)
7. Menyusun harga satuan berdasarkan hasil survey harga pasar.
8. Mengalikan jumlah kebutuhan bahan makanan periode yang telah ditetapkan dengan
harga satuan
UNIT TERKAIT Instalasi gizi dan bagian perencanaan keuangan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PERENCANAAN MENU
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Perencanaan mengenai serangkaian hidangan untuk setiap kali makan, yang terdiri dari
makanan biasa, makanan lunak/diet dan makanan saring serta menu makanan dan snack
untuk dokter dan karyawan dalam institusi rumah sakit.
TUJUAN Dengan menu yang terencana dengan baik, akan membuat petugas dapat menyajikan variasi
hidangan yang menarik dan dapat membantu dalam proses pemulihan pasien
KEBIJAKAN 1. Menyajikan makanan yang bergizi
2. Makanan yang menarik untuk memenuhi kebutuhan klien.
3. Dengan syarat sesuai dengan alokasi dana
4. Menggunakan siklus menu 1% hari, dengan periode waktu 1 bulan
PROSEDUR 1. Menetapkan pola makan sehari
2. Menetapkan pola menu
3. Menetapkan siklus menu
4. Menetapkan daftar bahan makanan yang akan dimasukan dalam menu dan frekuensi
pemakaian dalam satu siklus
5. Membuat master menu dan menetapkan jenis hidangan
UNIT TERKAIT Ahli Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PERSIAPAN PELAKSANAAN PETUGAS GIZI SEBELUM MASUK
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Persiapan yang dilakukan oleh petugas gizi sebelum melakukan kegiatan produksi dan
distribusi
TUJUAN Dengan persiapan yang dilakukan, diharapkan higiene dan sanitasi makanan tetap terjaga
KEBIJAKAN Dilaksanakan oleh tenaga produksi dan distribusi makanan.
PROSEDUR 1.Tenaga produksi dan distribusi datang dalam keadaan rapi dan bersih, meliputi :
a. Pastikan personal hygiene (kuku, tangan, rambut, pakaian dan lain-lain) dalam keadaan
rapi.
b. Gunakan alat kelengkapan masak :
- Tutup kepala
- Celemek
- Masker
- Alas kaki
2. Siap bekerja
3. Setelah selesai lepaskan semua atribut/kelengkapan masak
4. Cuci celemek, masker, tutup kepala dsb
5. Keringkan
6. Siap di gunakan untuk besok
UNIT TERKAIT Ahli gizi, petugas gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PERENCANAAN DAN PEMESANAN BAHAN MAKANAN HARIAN
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Penyusunan permintaan bahan makanan berdasarkan menu atau pedoman menu dan rata-
rata jumlah konsumen atau pasien yang dilayani dengan memperhitungkan stok bahan
makanan yang ada
TUJUAN Tersedianya daftar pesanan bahan makanan sesuai dengan standar atau spesifikasi yang
ditetapkan.
KEBIJAKAN Pemesanan dapat dilakukan sesuai dengan kurun waktu tertentu (harian)
PROSEDUR 1. Memeriksa ketersediaan stok bahan makanan basah dan kering ditempat penyimpanan
bahan makanan
2. Melihat menu yang akan dimasak di buku siklus menu untuk pasien, dan dokter
3. Mencatat bahan makanan yang di butuhkan dalam menu yang akan dimasak dengan
memperhitungkan stok bahan makanan yang tersedia.
4. Pemesanan bahan makanan kering seperti beras, tepung, gula dll dilakukan setiap tiga
hari atau satu minggu sekali.
5. Pemesanan bahan makanan harian dipesan satu hari sebelumnya.
6. Pemesanan bahan makanan dicatat dalam daftar pesanan bahan makanan
UNIT TERKAIT Ahli Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENERIMAAN BAHAN MAKANAN
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Suatu proses kegiatan memeriksa, meneliti, mencatat, memutuskan dan melaporkan waktu
penerimaan bahan makanan, macam dan jumlah serta spesifikasi bahan makanan menurut
pesanan.
TUJUAN Diterimanya pesanan bahan makanan dalam macam, jumlah serta spesifikasi yang
disepakati, sesuai dengan waktu permintaan pesanan.
KEBIJAKAN 1. Jumlah yang diterima harus sesuai dengan yang dipesan.
2. Mutu yang diterima harus sesuai dengan spesifikasi yang disepakati
3. Harga bahan makanan yang tercantum dalam faktur pembelian harus sama dengan harga
barang makanan yang tercantum dalam perjanjian jual beli
PROSEDUR 1. Jumlah yang diterima harus sesuai dengan yang dipesan
2. Mutu $ang diterima harus sesuai dengan spesifikasi yang disepakati
3. Harga bahan makanan yang tercantum dalam faktur pembelian harus sama dengan harga
bahan makanan yang tercantum dalam perjanjian jual beli
UNIT TERKAIT Ahli Gizi, Petugas Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN (BASAH DAN KERING)
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Proses kegiatan yang menyangkut penyimpanan bahan makanan serta penyaluran bahan
makanan, penyimpanan bahan makanan dilakukan untuk menyelenggarakan pengurusan
bahan makanan agar setiap waktu diperlukan dapat dilayani dengan tepat, cepat dan efisien.
TUJUAN 1. Mempertahankan kondisi bahan makanan yang disimpan
2. Mencegah kerusakan/gangguan di lingkungannya
3. Melayani kebutuhan macam dan jumlah bahan makanan dengan kualitas dan waktu yang
sesuai untuk unit yang memerlukan persediaan bahan makanan dalam jumlah dan kualitas
yang cukup
KEBIJAKAN 1. Menyelenggarakan pengurusan bahan makanan agar setiap waktu diperlukan dapat
dilayani dengan tepat, cepat dan efisien
2. Tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dan tepat nilai gizi
PROSEDUR 1. Penyimpanan bahan makanan dipisahkan antara bahan makanan basah dan bahan
makanan kering
2. Bahan makanan basah yang tidak digunakan, langsung disimpan dalam tempat
penyimpanan bahan makanan basah :
a. Merupakan bahan makanan yang masih segar seperti daging, unggas, sayuran dan
buah.
b. Untuk makanan matang disimpan dalam kulkas dengan suhu berkisar antara 1-4 °C,
untuk sayuran segar berkisar antara 10 – 15% (penyimpanan segar/fresh cooling)
c. Untuk daging, ikan atau unggas disimpan dengan suhu antara -5 – 0 °C. Suhu ini
dibutuhkan untuk menyimpan daging ikan atau unggas tidak lebih dari tiga hari,
(penyimpanan dingin/ Chilly).
d. Untuk penyimpanan daging dalam waktu yang lama disimpan dalam suhu sekitar
-10°C (penyimpanan suhu beku/freezer)
3. Bahan makanan kering yang tidak digunakan, langsung disimpan dalam tempat
penyimpanan bahan makanan kering :
a. Merupakan bahan makanan yang sifatnya kering seperti beras gula, tepung-
tepungan, kacang hijau, minyak, kecap, makanan dalam kaleng dan lain-lain
b. Bahan makanan harus disusun beraturan, diberi tangga penerimaan dan setiap jenis
bahan makanan diberi pembatas.
c. Bahan makanan yang berbau tajam seperti terasi, harus dipisahkan dan tidak
berdekatan dengan bahan makanan yang menyerap bau seperti tepung-tepungan
d. Suhu ruangan yang dianjurkan adalah 19-20 °C yang harus sering dikontrol untuk
menjaga kestabilan.
UNIT TERKAIT Ahli Gizi, Petugas Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PERSIAPAN BAHAN MAKANAN
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Serangkaian kegiatan dalam penanganan bahan makanan, yaitu meliputi berbagai proses
antara lain : membersihkan, memotong, mengupas, mengocok, merendam, dan sebagainya.
TUJUAN 1. Tersedianya racikan yang tepat dari berbagai macam bahan makanan untuk berbagai
hidangan dalam jumlah yang sesuai dengan menu yang berlaku, standar porsi, dan
jumlah konsumen
2. Tersedianya racikan bumbu sesuai dengan standar bumbu atau resep yang berlaku,
menu, dan jumlah konsumen.
KEBIJAKAN 1. Tersedianya bahan makanan yang akan dipersiapkan
2. Tersedianya peralatan persiapan
3. Tersedianya standar potongan dan bentuk
4. Tersedianya standar porsi dan standar resep
PROSEDUR 1. Persiapan makanan pokok makanan pokok berupa nasi, nasi tim, bubur nasi dan bubur
saring. Persiapannya dilakukan dengan cara mencuci beras dengan air bersih dan air
mengalir untuk kemudian diolah.
2. Persiapan lauk
- Lauk hewani seperti daging, sosis, ikan dan asam di potong-potong sesuai dengan
standar porsi, pemotongan dilakukan secara manual menggunakan pisau
- Untuk pengolahan lauk hewani asam, dari mulai pemesanan sudah dalam keadaan
bentuk potongan sesuai dengan standar porsi
- Untuk telur tergantung dari pengolahanan, direbus, di kocok lepas atau diceplok
- Untuk lauk nabati seperti tempe dan tahu di potong-potong sesuai standar porsi dan
standar resep
3. Persiapan sayur
- Sayuran di sortasi terlebih dahulu
- Dikupas kemudian kemudian di potong-potong sesuai menu yang akan dimasak
- Kemudian sayuran di cuci dengan air mengalir
4. Persiapan buah
- Persiapan buah minsalnya buah melon, pepaya dan semangka, buah dikupas, dipotong
sesuai standar porsi, lalu dibuang isinya kemudian dimasukkan kedalam plastik.
- Untuk buah pisang di potong ujung-ujungnya, lalu dibungku tissu.
5. Persiapan Bumbu
- Bumbu dibuat sesuai standar bumbu yang telah ditetapkan
- Pembuatan bumbu dilakukan dengan cara mengiris-iris bumbu menggunakan pisau
atau menggunakan mesin penghalus bumbu
- Pembuatan bumbu di lakukan sebelum pengolahan bahan makanan
- Penyimpanan bumbu yang akan digunakan untuk hari berikutnya disimpan dalam
wadah tertutup dan kemudian disimpan di lemari es
UNIT TERKAIT Petugas Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Kegiatan mengubah atau memasak bahan makanan mentah menjadi makanan yang siap
dimakan, berkualitas dan aman untuk dikonsumsi
TUJUAN 1. Mengurangi resiko kehilangan zat gizi bahan makanan
2. Meningkatkan nilai cerna
3. Meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, tekstur, dan penampilan makanan
(kualitas makanan).
4. Bebas dari bahan potensial dan zat yang berbahaya bagi tubuh.
KEBIJAKAN Dihasilkan makanan dengan kualitas yang baik seperti penampilan dan rasa masakan, serta
bentuk bahan makanan tetap terjaga sesuai dengan resep dan tingkat kematangan
PROSEDUR 1. Pengolahan makanan pokok
- Pada pengolahan nasi, beras yang sudah dicuci kemudian dimasukkan dalam rice
cooker
- Pada pengolahan nasi tim, nasi yang telah matang dimasukkan ke dalam wadah kecil
yang merupakan mangkuk khusus nasi tim kemudian dimasukkan ke dalam panci
kukus
- Pada pengolahan bubur, beras dimasukkan dalam panci besar kemudian dimasak
hingga matang
- Bubur saring dibuat dari tepung beras. Proses pengolahan bubur saring yaitu terdiri
dari tepung beras yang diencerkan, kemudian untuk santannya dimasak hingga
mendidih setelah itu ditambahkan tepung beras yang sebelumnya sudah diencerkan dan
ditambahkan garam, kemudian diaduk-aduk hingga matang
2. Pengolahan l auk hewani
- Pengolahan lauk hewani disesuaikan dengan menu pada hari tersebut dan standar
resep yang ada
- Pemasakan lauk hewani di pisahkan antara lauk untuk pasien tanpa diet dengan pasien
dengan diet khusus seperti (rendah garam)
3. Pengolahan lauk nabati
- Pengolahan lauk nabati di sesuaikan dengan menu pada hari tersebut dan standar resep
yang ada
- Pemasakan lauk nabati di pisahkan antara lauk untuk pasien tanpa diet dengan pasien
dengan diet khusus seperti (rendah garam).
4. Pengolahan sayur
- Pengolahan sayuran di sesuaikan dengan menu
- Pengolahan sayuran di lakukan dengan cara menumis dengan minyak atau merebus
dengan banyak air
UNIT TERKAIT Petugas Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENDISTRIBUSIAN MAKANAN PASIEN
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Rangkaian kegiatan penyaluran makanann sesuai dengan jumlah porsi dan jenis makanan
konsumen yang dilayani (makanan biasa atau makanan khusus).
TUJUAN Agar pasien mendapat makanan sesuai dengan kebutuhan gizi.
KEBIJAKAN Diperolehnya makanan yang bermanfaat dan tidak berbahaya bagi yang mengkonsumsinya.
PROSEDUR 1. Distribusi makanan pasien
a. Makanan yang telah diolah oleh juru masak kemudian diporsikan sesuai dengan jenis
diet dan kelas perawatan
b. Pelabelan dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam pemberian jenis diet dan
kegiatan distribusi kepada pasien dengan melihat buku diit pasien
c. Pengecekan kembali oleh petugas distribusi agar tidak terjadi kesalahan pemberian
makan
d. Waktu distribusi makanan :
- Makan pagi : 06.00 - 07.00
- Makan siang : 11.30 - 12.30
- Makan sore : 17.00 – 18.00
UNIT TERKAIT Petugas Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENARIKAN ALAT MAKAN PASIEN (CLEAR UP)
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Suatu kegiatan pengambilan alat makan pasien oleh tenaga pramusaji setelah 1 jam
makanan diberikan kepada pasien.
TUJUAN 1. Pasien langsung dapat mengkonsumsi makanan dalam keadaan hangat.
2. Menghindari kehilangan alat makan.
KEBIJAKAN Alat makan kembali sesuai dengan jumlah yang didistribusikan
PROSEDUR 1. Setelah pramusaji mendistribusika makanan ke pasien, pramusaji menunggu sekitar ½ -
1 jam dari pendistribusian makanan.
2. Pramusaji kembali kekamar pasien sambil melihat apakah makanan yang diberikan
telah dikonsumsi atau belum.
3. Apabila makanan telah habis di konsumsi, alat makan pasien diambil dan di bawa ke
dapur.
UNIT TERKAIT Petugas Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENCUCIAN ALAT MAKAN
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Kegiatan membersihkan atau mencuci alat makan pasien dari sisa makan pasien.
TUJUAN Alat makan yang digunakan pasien bersih dari sisa makanan dan terbebas dari penyakit
infeksi.
KEBIJAKAN Alat makan pasien bersih dan steril .
PROSEDUR 1. Peralatan makan pasien yang sudah dipisahkan dari sisa makanan direndam terlebih
dahulu.
2. Peralatan makan yang menular dipisahkan tersendiri dan menggunakan obat disinfektan
selama 3% menit.
3. Peralatan makan pasien yang sudah direndam, dicuci dengan menggunakan sabun cuci
piring.
4. Peralatan makan pasien dibilas dengan air bersih dan mengalir.
5. Peralatan makan pasien yang sudah dibilas direndam lagi menggunakan air panas.
6. Peralatan makan pasien yang direndam dengan air panas kemudian dikeringkan terlebih
dahulu sebelum disimpan.
UNIT TERKAIT Petugas Pramusaji
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENENTUAN DIIT PASIEN
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Suatu kegiatan untuk menentukan jenis diet pasien selama dirawat dirumah sakit.
TUJUAN Memberikan makanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan gizi pasien .
KEBIJAKAN Pasien mendapatkan makanan sesuai dengan jenis diet yang dianjurkan.
PROSEDUR 1. Ahli Gizi menerima laporan dari perawat bahwa ada pasien rawat inap baru.
2. Ahli gizi mencari keterangan yang terkait melalui per awat dan dokter.
3. Melakukan skrining gizi awal dengan membaca status pasien yang meliputi hasil
laboratorium, pemeriksaan fisik klinis dan diagnosa penyakit pasien.
4. Mengkonsulkan dengan dokter dan perawat tentang bentuk makanan dan jenis diit pasien.
5. Mencatat di buku diit pasien mengenai bentuk makan dan jenis diit pasien.
UNIT TERKAIT Ahli Gizi, Perawat, Dokter
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PEMBERSIHAN RUANG DAPUR (CURVE)
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Kegiatan membersihkan dapur yang dilakukan satu bulan sekali pada minggu pertama.
TUJUAN Menjaga kebersihan dan kerapian dapur.
KEBIJAKAN Dapur selalu dalam keadaan rapi dan bersih.
PROSEDUR 1. Membersihkan semua alat-alat masak yang lama tidak terpakai maupun yang sering
dipakai.
2. Membersihkan kompor, tempat pencucian piring dan tempat pencucian bahan makanan
3. Membersihkan bagian plafon (sawang)
4. Membersihkan kulkas dan tempat penyimpanan bahan makanan kering, bahan makanan
yang sudah tidak layak digunakan dikeluarkan dari tempat penyimpanan
5. Membersihkan meja persiapan, meja penyajian dan lantai
UNIT TERKAIT Petugas Gizi, Petugas Clening Servis
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
ASUHAN GIZI KLINIK PASIEN RAWAT INAP
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Suatu kegiatan pelayanan gizi RS untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien rawat inap, untuk
keperluan metabolisme tubuh, peningkatan kesehatan maupun mengoreksi kelainan
metabolisme, dalam rangka upaya preventif ,kuratif, rehabilitatif dan promotif
TUJUAN 1. Meningkatkan kesehatan pasien rawat inap
2. Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai makanan yang dianjurkan dan tidak
dianjurkan untuk penyakit yang diderita
KEBIJAKAN Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai pengaturan makan untuk berbagai
macam penyakit
PROSEDUR 1. Ahli gizi menerima laporan dari perawat akan adanya psien baru atau pasien lama yang
perlu penanganan diit atau secara aktif ahli gizi datang ke ruangan dan menskrining
pasien yang perlu diit
2. Mempersiapkan alat tulis dan lembar asuhan gizi
3. Membaca rekam medik pasien
4. Mencari keterangan yang terkait melalui perawat
5. Mendatangi pasien untuk melihat kondisinya dan melakukan anamnesa gizi pada pasien,
bila pasien tidak bisa berkomunikasi maka informasi yang dibutuhkan bisa digali dari
keluarga pasien
6. Menentukan status gizi berdasarkan data antropometri dan data biokimia
7. Memberikan konsultasi gizi kepada pasien mengenai pengaturan makan bagi pasien
dengan penyakit tertentu
UNIT TERKAIT Ahli Gizi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
ASUHAN GIZI KLINIK PASIEN RAWAT JALAN
NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


DIREKTUR RUMAH SAKIT
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN Suatu kegiatan pelayanan gizi RS untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien rawat jalan, untuk
keperluan metabolisme tubuh, peningkatan kesehatan maupun mengoreksi kelainan
metabolisme, dalam rangka upaya preventif ,kuratif, rehabilitatif dan promotif
TUJUAN 1. Meningkatkan kesehatan pasien rawat jalan
2. Pasien rawat jalan mendapatkan konsultasi mengenai makanan yang dianjurkan dan tidak
dianjurkan untuk penyakit yang diderita
KEBIJAKAN Pasien rawat jalan mendapatkan konsultasi mengenai pengaturan makan untuk berbagai
macam penyakit
PROSEDUR 1. Ahli gizi menerima laporan dari bagian pendaftaran, bahwa ada pasien yang ingin
berkonsultasi gizi
2. Mempersiapkan alat tulis dan lembar asuhan gizi
3. Menyapa dan mempersilahkan pasien duduk
4. Membaca rekam medik pasien
5. Melakukan prosedur asuhan gizi kepada pasien meliputi :
- Assesment, yaitu menanyakan biodata pasien, melakukan pengukuran anthropometri,
mempelajari data penunjang meliputi hasil tes laboratorium keadaan fisik dan klinis
- Memberikan diagnosa gizi kepada pasien
- Memberikan intervensi gizi kepada pasien dengan memberikan konsultasi dengan
media leafleat dan bahan makanan penukar
- Monitoring dan evaluasi kepada pasien dengan cara menyakan kembali apa yang telah
di jelaskan kepada pasien

UNIT TERKAIT Ahli Gizi