Anda di halaman 1dari 4

ISAK 22 Operator mengungkapkan jumlah pendapatan dan laba atau rugi yang diakui

selama periode atas pertukaran jasa konstruksi dengan aset keuangan atau
PERJANJIAN KONSESI JASA : PENGUNGKAPAN aset takberwujud.
Entitas (operator) dapat terlibat dalam suatu perjanjian dengan pihak lain
(pemberi konsesi) untuk memberikan jasa yang memberikan akses publik
atas fasilitas ekonomi dan sosial utama. Pemberi konsesi dapat berupa entitas ISAK 23
sector publik maupun swasta, termasuk lembaga pemerintah. Contoh
perjanjian konsesi jasa meliputi fasilitas pengolahan dan penyediaan air, jalan SEWA OPERASI – INSENTIF
raya, tempat parkir, terowongan, jembatan, bandara, dan jaringan
telekomunikasi. Dalam negosiasi sewa operasi baru atau yang diperbarui, lessor dapat
menawarkan insentif kepada lessee agar bersedia untuk melakukan
Seluruh aspek perjanjian konsesi jasa dipertimbangkan dalam menetapkan perjanjian. Contoh dari insentif tersebut adalah pembayaran tunai dimuka
pengungkapan yang tepat dalam catatan atas laporan keuangan. Pada setiap kepada lessee atau penggantian dari lessor atas biaya lessee (seperti biaya
periode, operator dan pemberi konsesi mengungkapkan hal berikut: relokasi, biaya perbaikan atas aset sewaan, dan biaya terkait dengan
(a) gambaran perjanjian; perjanjian sewa lessee sebelumnya). Sebagai alternatif, periode awal masa
(b) persyaratan signifikan dari perjanjian yang dapat mempengaruhi jumlah, sewa dapat dibebaskan dari biaya sewa atau lessor memberikan potongan
waktu, dan kepastian arus kas masa depan (misalnya masa konsesi, tanggal biaya sewa.
penentuan ulang harga dan dasar penentuan ulang harga atau negosiasi
ulang); Seluruh insentif untuk perjanjian sewa operasi baru atau yang diperbarui
(c) sifat dan tingkatan (misalnya jumlah, jangka waktu atau nilai yang sesuai) diakui sebagai bagian tidak terpisahkan dari imbalan neto yang disepakati
dari: untuk menggunakan asset sewaan, terlepas dari sifat atau bentuk insentif atau
(i) hak menggunakan aset tertentu; waktu pembayaran.
(ii) kewajiban untuk memberikan jasa atau hak yang diharapkan dalam
penyediaan jasa; Lessor mengakui biaya agregat dari insentif sebagai pengurang penghasilan
(iii) kewajiban untuk memperoleh atau membangun asset tetap; rental selama masa sewa, dengan dasar garis lurus kecuali dasar sistematis
(iv) kewajiban untuk memberikan atau hak untuk menerima aset tertentu pada lain lebih mewakili pola waktu selama manfaat aset sewaan berkurang
akhir masa konsesi;
(v) opsi pembaruan dan penghentian; dan Lessee mengakui manfaat agregat dari insentif sebagai pengurang beban
(vi) hak dan kewajiban lain (misalnya perbaikan utama); rental selama masa sewa, dengan dasar garis lurus kecuali dasar sistematis
(d) perubahan dalam perjanjian yang terjadi selama periode berjalan; dan lain lebih mewakili pola waktu dari manfaat yang diperoleh lessee dari
(e) pengklasifikasian perjanjian konsesi jasa. pemanfaatan asset sewaan.

Biaya yang dikeluarkan oleh lessee, termasuk biaya terkait dengan


keberadaan sewa sebelumnya (misalnya biaya pesangon pemutusan kontrak
kerja, biaya relokasi, atau biaya perbaikan atas aset sewaan) dicatat oleh
lessee sesuai dengan PSAK yang dapat diterapkan kepada biaya tersebut, MENGIDENTIFIKASI SEWA
termasuk biaya yang secara efektif diganti melalui perjanjian insentif. Pada tanggal insepsi kontrak, entitas menilai apakah kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika
PSAK 73 kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
SEWA
PENYEWA
pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan sewa Pengakuan
Pada tanggal permulaan, penyewa mengakui aset hak-guna dan liabilitas
Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk seluruh sewa, termasuk sewa aset sewa.
hak-guna dalam subsewa, kecuali untuk:
(a) sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral, minyak, gas
Pengukuran
alam, dan sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui;
Pengukuran Awal Aset Hak-Guna
(b) sewa aset biologis dalam ruang lingkup PSAK 69: Agrikultur yang Pada tanggal permulaan, penyewa mengukur aset hak-guna pada biaya
dimiliki oleh penyewa; perolehan.
(c) perjanjian konsesi jasa dalam ruang lingkup ISAK 16: Perjanjian Konsesi Biaya perolehan aset hak-guna meliputi:
Jasa; (a) jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, sebagaimana dideskripsikan
(d) lisensi kekayaan intelektual yang diberikan oleh pesewa dalam ruang dalam paragraf 26;
lingkup DE PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan; dan (b) pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
(e) hak yang dimiliki oleh penyewa dalam perjanjian lisensi dalam ruang dikurangi dengan insentif sewa yang diterima;
lingkup PSAK 19: Aset Takberwujud untuk item seperti film, rekaman video, (c) biaya langsung awal yang dikeluarkan oleh penyewa; dan
karya panggung, manuskrip (karya tulis), hak paten, dan hak cipta. (d) estimasi biaya yang akan dikeluarkan oleh penyewa dalam membongkar
dan memindahkan aset pendasar, merestorasi tempat di mana asset berada
PENGECUALIAN PENGAKUAN atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan
Penyewa dapat memilih untuk tidak menerapkan persyaratan untuk: ketentuan sewa, kecuali biaya-biaya tersebut dikeluarkan untuk menghasilkan
(a) sewa jangka-pendek; dan persediaan. Penyewa dikenai kewajiban atas biayabiaya tersebut baik pada
(b) sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah (sebagaimana dideskripsikan tanggal permulaan atau sebagai konsekuensi dari telah menggunakan aset
dalam paragraf PP03–PP08). pendasar selama periode tertentu.
penyewa mengakui pembayaran sewa yang terkait dengan sewa tersebut
sebagai beban baik dengan dasar garis lurus selama masa sewa maupun dasar
Pengukuran Awal Liabilitas Sewa
sistematik lainnya. Penyewa menerapkan dasar sistematik lain jika dasar Pada tanggal permulaan, penyewa mengukur liabilitas sewa pada nilai kini
tersebut lebih merepresentasikan pola manfaat penyewa. pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal tersebut. Pembayaran
sewa didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa, menentukan pembayaran sewa revisian untuk merefleksikan perubahan
jika suku bunga tersebut dapat ditentukan. Jika suku bunga tersebut tidak dalam jumlah terutang dalam opsi beli.
dapat ditentukan, maka penyewa menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental penyewa. Penyajian
Penyewa menyajikan dalam laporan posisi keuangannya, atau
Pengukuran Selanjutnya mengungkapkan dalam catatan atas laporan keuangannya:
Pengukuran Selanjutnya untuk Aset Hak-Guna Setelah tanggal permulaan, (a) aset hak-guna secara terpisah dari aset lainnya. Jika penyewa tidak
penyewa mengukur aset hak-guna dengan menerapkan model biaya menyajikan aset hak-guna secara terpisah dalam laporan posisi keuangan,
Untuk menerapkan model biaya, penyewa mengukur aset hak-guna pada maka penyewa:
biaya perolehan: (i) menyajikan aset hak-guna dalam pos yang sama dengan pos yang
(a) dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian digunakan untuk menyajikan aset pendasar serupa jika aset tersebut dimiliki;
penurunan nilai; dan dan
(b) disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa (ii) mengungkapkan pos mana dalam laporan posisi keuangan yang
mencakup aset hak-guna tersebut.
Pengukuran Selanjutnya untuk Liabilitas Sewa (b) liabilitas sewa secara terpisah dari liabilitas lain. Jika penyewa tidak
Setelah tanggal permulaan, penyewa mengukur liabilitas sewa dengan: menyajikan liabilitas sewa secara terpisah dalam laporan posisi keuangan,
(a) meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas maka penyewa mengungkapkan pos mana dalam laporan posisi keuangan
sewa; yang mencakup liabilitas tersebut.
(b) mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar;
dan Pengungkapan
(c) mengukur kembali jumlah tercatat untuk merefleksikan penilaian kembali Penyewa mengungkapkan jumlah berikut ini untuk periode pelaporan:
atau modifikasi sewa (a) beban penyusutan untuk aset hak-guna berdasarkan kelas aset pendasar;
(b) beban bunga atas liabilitas sewa;
Penilaian Kembali (c) beban yang terkait dengan sewa jangka-pendek yang dicatat dengan
Penilaian Kembali Liabilitas Sewa menerapkan paragraf 06. Beban ini tidak termasuk beban yang terkait dengan
Penyewa mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan sewa dengan masa sewa 1 bulan atau kurang;
pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian, jika: (d) beban yang terkait dengan sewa aset bernilai-rendah yang dicatat dengan
(a) terdapat perubahan masa sewa, sebagaimana dideskripsikan dalam menerapkan paragraf 06. Beban ini tidak termasuk beban yang terkait dengan
paragraf 20–21. Penyewa menentukan pembayaran sewa revision sewa jangka-pendek atas aset bernilai-rendah yang ada dalam paragraf 53(c);
berdasarkan masa sewa revisian; atau (e) beban yang terkait dengan pembayaran sewa variabel yang tidak termasuk
(b) terdapat perubahan pada penilaian atas opsi untuk membeli asset dalam pengukuran liabilitas sewa;
pendasar, dinilai dengan mempertimbangkan kejadian dan keadaan yang (f) pendapatan dari mensubsewakan aset hak-guna;
dideskripsikan dalam paragraf 20–21 dalam konteks opsi beli. Penyewa (g) total pengeluaran kas untuk sewa;
(h) penambahan aset hak-guna;
(i) keuntungan atau kerugian yang timbul dari transaksi jual dan sewabalik; (ii) penghasilan keuangan atas investasi neto sewa; dan
dan (iii) penghasilan yang terkait dengan pembayaran sewa variabel yang tidak
(j) jumlah tercatat aset hak-guna pada akhir periode pelaporan berdasarkan termasuk dalam pengukuran investasi neto sewa.
kelas aset pendasar. (b) untuk sewa operasi, penghasilan sewa, secara terpisah mengungkapkan
penghasilan yang terkait dengan pembayaran sewa variabel yang tidak
PESEWA bergantung pada suatu indeks atau suku bunga.
Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
pendasar. Sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tersebut tidak
mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar.

Sewa Pembiayaan
Pengakuan dan Pengukuran
Pada tanggal permulaan, pesewa mengakui aset yang dimiliki dalam sewa
pembiayaan dalam laporan posisi keuangan dan menyajikannya sebagai
piutang pada jumlah yang sama dengan investasi neto sewa

Pengukuran Selanjutnya
Pesewa mengakui penghasilan keuangan sepanjang masa sewa, berdasarkan
suatu pola yang merefleksikan tingkat imbalan periodik yang konstan atas
investasi neto sewa pesewa.

Sewa Operasi
Pengakuan dan Pengukuran
Pesewa mengakui pembayaran sewa dari sewa operasi sebagai penghasilan
dengan dasar garis lurus atau dasar sistematik lain. Pesewa menerapkan dasar
sistematik lain jika dasar tersebut lebih merepresentasikan pola manfaat dari
penggunaan aset pendasar yang menurun.

Pengungkapan
Pesewa mengungkapkan jumlah sebagai berikut untuk periode pelaporannya:
(a) untuk sewa pembiayaan:
(i) laba atau rugi penjualan;