Anda di halaman 1dari 9

Pengkajian keluarga

I. Data umum
1. Nama Kepala Keluarga : Ibu. T
2. Usia : 65 tahun
3. Pendidikan : Tidak Sekolah
4. Pekerjaan : Tidak bekerja
5. Alamat : Dusun Manggihan, Salatiga
6. Komposisi Keluarga :Ibu.T, 1 orang anak,Menantu dan 1 cucu
6.1 tabel komposisi keluarga
No Nama JK Hub Umur Pend Status Imunisasi Ket.

BCG Polio DPT Hepatitis Campak

1 2 3 4 1 2 3 1 2 3

2 IBU.T P Istri 65thn Tidak


sekolah
3 Ny.S P Anak 30thn SD V v v v v v V v v v v v

4 Tn.I L Menantu 32th SD V v v v v v V v v v v v

5 Adik I L Anak 7 th SD V v v v v v V v v v v v

6.2 Status imunisasi


Kepala keluarga mengatakan imunisasi yang dijalani oleh anak-anaknya mengatakan
komplit. Keluarga mengatakan imunisasi penting bagi kesehatan.
6.3 Genogram

Keterangan :
= laki-laki = tinggal satu rumah
= perempuan = klien

= meninggal

7. Tipe keluarga
Keluarga diatas merupakan keluarga inti, karena terdiri dari suami, istri, dan 4 orang anak.
8. Suku dan bangsa
Suku Jawa dan Bangsa Indonesia, klien,anak dan menantu asli orang manggihan. Kebiasaan
makan makanan yang asin dan setiap masak selalu diberi tambahan seperti garam,
masako dan moto.
9. Agama
Keluarga Ibu.I menganut agama islam. Tetapi keluarga jarang melakukan ibadah berjamaah
dimasjid karena Ibu.I malas berjalan jauh dan melakukan ibadah di rumah.
10. Status ekonomi keluarga
a) Klien tidak bekerja karena klien sudah tua dan pekerjaannya hanya sebagai ibu rumah
tangga.
b) Kebutuhan sehari-hari didapatkan dari pemberian anak dan menantu. Pengeluaran kebutuhan
sehari-hari tercukupi dengan pemberian uang dari anak dan menantunya.
c) Keluarga mengatakan bila anggota keluarganya ada yang sakit menggunakan ansuransi
kesehatan karena Ibu I mengatakan bahwa keluarganya tergolong keluarga yang tidak
mampu.
11. Aktifitas keluarga
Keluarga mengatakan tidak pernah melakukan rekreasi atau piknik. Mereka hanya
memanfaatkan waktu luangnya dengan menonton TV,momong cucu dan jalan-jalan sekitar
dusun.Ibu I jarang berkunjung kerumah saudarnya, karena sudah tua.
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
1. Tahap perkembangan saat ini
 Keluarga usia petengahan (karena anak terakhirnya sudah berkeluarga)
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
 Keluarga usia pertengahan
 Keluarga masih tinggal serumah dengan anggota keluarga lain
3. Riwayat keluarga inti
 Riwayat kesehatan KK tidak pernah dirawat di RS sebelumnya hanya terkadang bentuk pilek
dan membeli obat di bidan
 Riwayat kesehatan Ibu.T tidak pernah di rawat di RS sebelumnya terkadang mengalami
pusing di tengkuk kepala belakang dan di periksakan di bidan desa
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Ibu.T mengatakan keluarga sebelumnya tidak ada yang mengalami penyakit keturunan.

III. Lingkungan

1.

Karakteristik rumah

Rumah Ibu.T berukuran 10 x 15m terdiri dari ruang tamu dan keluarga,dua kamar tidur,
dapur, dan kamar mandi. Cara pengaturan perabot rumah tangga cukup rapi, kebiasaan
merawat rumah disapu satu kali dalam sehari. Rumah Ibu.T tipe rumah semi permanen,
atapnya terbuat dari genteng, lantai pasir dan terdapat ventilasi, kondisi ruangan cukup terang
karena ada genteng kacanya.
2. Karakteristik lingkungan rumah
Lingkungan rumah Ibu.T cukup ramai karena di sebrang jalan, lantaipasir. Keluarga
mengatakan yang membersihkan rumahnya adalahIbu.T, karena anak dan menantu kerja dari
pagi sampai sore.
3. Karakteristik tetangga dan komunitas
Lingkungan tetangga umumnya penduduk asli dusun manggihan, hubungan antar tetangga
cukup baik. Jalannya cukup baik, tipe lingkungan cukup satu desanya , tipe tempat tinggal
agraris/ pertanian. Dahulu Ibu.T bekerja sebagai petani sekarang karena sudah tua hanya
sebagai ibu rumah tangga. Pelayanan kesehatan yang dekat dengan rumah Ibu.T adalah bidan
desa, sedangkan rumah sakit cukup jauh dari tempat tinggalnya.
4. Mobilitas geografik
Keluarga tersebut sudah tinggal selama 37 tahun,Keluarga tersebut merupakan penduduk asli
dari dusun manggihan
5. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Di dalam masyarakat Ibu.T tidak mengikuti organisasi apapun, hanya saja mengikuti arisan
mingguan ibu-ibu di RT 1
6. Sistem pendukung keluarga
Saat salah satu anggota keluarga yang sakit , Tn. I membawanya ke pelayanan kesehatan atau
bidan desa.
IV. Struktur keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi yang digunakan komunikasi terbuka, setiap keluarga bebas dalam
menyampaikan pendapatnya, ini terlihat saat saya melakukan pengkajian.
2. Struktur kekuatan keluarga
Keluarga berusaha menyelesaikan masalah dengan musyawarah, untuk tercapainya solusi.
Apabila masalah tidak kunjung selesai, Tn. Ilangsung mengambil keputusan untuk mengatasi
masalah tersebut.
3. Struktur peran (formal dan informal)
Ibu.T = Sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya. Disamping itu juga berperan untuk menjadi
ibu rumah tangga dalam mengurusi rumah dancucunya.
Ny.S = sebagai ibu rumah tangga juga bekerja di pabrik.
Tn.I = berperan sebagai ayah dari istri dan anaknya juga bekerja di pabrik.
Adik I = berperan sebagai anak sekolah yang harus giat belajar dan patuh kepada orang
tuanya.
4. Nilai dan norma keluarga
Nilai yang diajarkan dalam keluarga ini salah satunya disiplin waktu, terlihat saat kita kontrak
waktu dengan keluarga Ibu.T mereka sudah siap, Keluarga Ibu.T selalu mematuhi aturan-
aturan dan norma yang berhubungan dengan masyarakat.

V. Fungsi keluarga
1. Fungsi afektif
Keluarga IbuT membina hubungan keluarga yang baik, terlihat dari bentuk perhatian, kasih
sayang yang mereka berikan. Dan keluargaIbu.T saling mendukung satu sama lain, asalkan
itu bernilai positif dan dapat bermanfaat dengan orang lain.
2. Fungsi sosial
Dalam keluarga Ibu.T anak dan cucunya diajarkan untuk mempunyai sifat sosial kepada
sesama. Mereka dihargai dalam keluarga ini, lingkungan rumah cukup memadai untuk
perkembangan anaknya.
3. Fungsi perawatan keluarga
3.1 tugas keluarga dalam bidang kesehatan
1) Kemampuan keluarga mengenal kesehatan
Saat di periksa tekanan darah Ibu.T 170/100, tetapi Ibu.T masih dapat beraktivitas seperti
biasanya walaupun aktivitasnya terbatas. Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Tn. I selalu mengambil keputusan secara cepat seperti halnya kalau anaknya sedang sakit ia
langsung segera dibawa kefasilitas kesehatan.
2) Kemampuan keluarga merawat anggota yang sakit
Anggota keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan baik sesuai dengan
kemampuan yang dimilikinya, tetapi mereka belum tahu apa saja hal yang dapat dilakukan
untuk mengurangi faktor resikonya.
3) Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang sehat
Ibu.T mengerti bagaimana cara memelihara rumah sehat, itu terlihat dari rumahnya yang
selalu tampak bersih.
4) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan
Fasilitas kesehatan yang terdekat dari rumahnya adalah bidan, jika anggota keluarga ada yang
sakit Tn. I langsung membawa kepuskesmas dengan menggunakan fasilitas asuransi yang ia
miliki.

3.2 kebutuhan nutrisi keluarga


Ibu.T tidak mengetahui bagaimana diit untuk orang sakit seperti yang dialami Ibu.T sehingga
mereka makan makanan yang asin, karena kebiasaan mereka juga kalau makan selalu yang
asin-asin. Dan keluarga Ibu.T tidak mengetahui pemantauan glukosa darah dan pemantauan
tekanan darah, sehingga Ibu.T sering mengalami lemas dan pusing.
3.3 kebiasaan tidur, istirahat, dan latihan
Dalam pola tidurnya, anggota keluarga Ibu.T tidak ada yang mengalami kesulitan atau
terjadinya perubahan pola tidur. Anggota keluarga tidak memiliki kebiasaan berolah raga
dengan alasan mereka sibuk dengan aktivitasnya sehari-hari. Sehingga mereka tidak tahu
manfaat dari olah raga jika dilakukan secara teratur, apalagi ini sangat penting untuk
penderita HIPERTENSI dan hipertensi.
4. Fungsi reproduksi
Jumlah anak Ibu.T adalah 4 orang.
5. Fungsi ekonomi
Keluarga Ibu.T tercukupi dalam masalah kebutuhan pokoknya, tapi masalah sandang
keluarga jarang membelinya, mungkin harus menabung terlebih dahulu.
VI. Stres dan koping keluarga
1. Stresor dan jangka pendek dan jangka panjang
Pendek = Stressor jangka pendek yang dipikir keluarga saat ini yaitu memikirkan agar
penyakit Ibu.T dapat sembuh.
Panjang = Saat ini keluarga Tn.I sedang memikirkan agar anaknya dapat melanjutkan
sekolah.
2. Kemampuan keluarga dalam merespon terhadap situasi dan stressor
Keluarga Ibu.T selalu melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah baik dalam
lingkungan keluarga ataupun masyarakat.
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga Ibu.T apabila ada masalah baik dalam keluarga atau masyarakat selalu
menyelesaikannya.

4. Strategi adaptasi disfungsioanal


Dalam menghadapi masalah keluarga selalu berusaha dan berdoa semaksimal mungkin.
VII. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan
Ibu.T Tn.I Ny.S
fisik
Tekanan 170/100 120/80 mmHg 110/80 mmHg
darah mmHg
Nadi 86x/mnt 80x/mnt 80x/mnt
Suhu 360C 360C 360C
RR 22x/mnt 20x/mnt 19x/mnt
BB 69 kg 57 kg 51 kg

Kepala Mesochepal Mesochepal Mesochepal


Rambut Hitam beruban Hitam bersih Hitam bersih
Kulit Sawo matang, Sawo matang, Sawo matang,
turgor baik turgor baik turgor baik
Mata Simetris, Simetris, Simetris,
konjungtiva konjungtiva konjungtiva
tidak anemis tidak anemis tidak anemis
dan sklera dan sklera dan sklera
tidak ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik,
penglihatan penglihatan penglihatan
baik baik baik
Hidung Bersih, fungsi Bersih, fungsi Bersih, fungsi
penghidu baik penghidu baik penghidu baik
Mulut & Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak
tenggorokan berbau, gigi berbau, gigi berbau, gigi
bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak
ada nyeri telan ada nyeri telan ada nyeri telan
Telinga Simetris, Simetris, Simetris,
pendengaran pendengaran pendengaran
baik, tidak baik, tidak baik, tidak
menggunakan menggunakan menggunakan
alat bantu alat bantu alat bantu
Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar tiroid
Dada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
wheezing wheezing wheezing
Perut Tidak Tidak Tidak
kembung, kembung, kembung,
tidak nyeri tidak nyeri tidak nyeri
tekan tekan tekan

VIII. Harapan keluarga


Harapan yang di inginkan keluarga Ibu.T adalah supaya anggota keluarganya tidak ada yang
sakit dan berharap Ibu.T segera sembuh dari sakitnya supaya dapat menjalankan aktivitasnya
kembali seperti sedia kala. Dan berharap dengan adanya kunjungan seperti ini dapat
memberikan informasi kesehatan sehingga mereka bisa merawat anggota keluarganya yang
sakit.

B. Analisa data
No Data fokus Diagnosa keperawatan
1. Ds = anggota keluarga Ketidakefektifan manajemen
mengatakan ingin merawat kesehatan diri
anggota keluarganya jika
ada yang sakit, tetapi
mereka tidak tahu apa yang
harus dilakukan karena
keterbatasan pengetahuan.
Do = anggota keluarga
terlihat perhatian
denganIbu.T yang sedang
sakit, saat anggota keluarga
berada dirumah.
2. Do = Ibu.T mengatakan Kesiapan meningkatkan
ingin segera sembuh dari manajemen kesehatan diri
penyakitnya, supaya dapat
melakukan aktivitasnya
kembali seperti biasanya.
Agar dapat bekerja kembali,
bisa mengantar anak
kesekolah dengan
berkendaraan motor.
Ds = Ibu.T tampak sedih
saat mengungkapkan
keinginannya ingin sembuh,
dan sedih saat melihat
anaknya yang kecil
berangkat sekolah.

C. Diagnosa keperawatan
1. Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri
2. Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan diri.

D. Skoring
1. Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri berhubungan dengan kurang pengetahuan
Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran
Sifat masalah 2 1 2/3x1=0,6 Keinginan keluarga untuk dapat
merawat anggota keluarga yang
sedang sakit.
Kemungkinan 2 2 2/2x2=2 Sumber daya keluarga dan
masalah untuk lingkungan ada, tetapi dari segi
diubah pengetahuan mereka rendah.
Potensi 2 1 2/3x1=0,6 Adanya anggota kleuarga yang
masalah untuk menderita hipertensi, jadi
dicegah diperlukan pengetahuan dan waktu
yang cukup supaya dapat
mencegah masalah itu muncul
pada anggota keluarga yang lain.
Menonjolnya 1 1 1/2x1=0,5 Keluarga merasakan sebagi
masalah masalah, tetapi tidak tahu
bagaimana cara mengatasinya.
Jumlah skor 3,7

2. Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan diri.


Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran
Sifat masalah 2 1 2/3x1= 0,6 Keinginan Tn.A untuk segera
sembuh dari penyakitnya.
Kemungkinan 1 2 1/2x2= 1 Sumber daya keluarga tersedia,
masalah untuk tetapi pengetahuan yang mereka
diubah miliki rendah terkait penyakit
hipertensi.
Potensi 2 1 2/3x1=0,6 Mengatasi masalah diperlukan
masalah untuk waktu yang cukup, supaya mereka
dicegah dapat mengenal penyakit
hipertensi dan mengerti bagaimana
cara mencegah penyakit hipertensi.
Menonjolnya 2 1 2/2x1=1 Keluarga merasakan sebagai
masalah masalah dan ingin segera untuk
mengatasinya.
Jumlah skor 3,2