Anda di halaman 1dari 2

Kegiatan perencanaan produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk mendukung strategi bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:

a. Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.

b. Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk turunan).

c. Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.

d. Waktu dan urutan proyek.

Setiap proyek terpilih dilengkapi dengan tim pengembang produk. Tim ini harus mengetahui misi proyek sebelum dimulai pengembangan. Misi setiap proyek seharusnya memuat:

a. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan mengembangkan produk.

b. Teknologi yang digunakan.

c. Target proyek secara finansial.

d. Anggaran dan deadline proyek.

Produksi massal, juga dikenal sebagai aliran produksi atau produksi terus-menerus dengan kontinuitas yang tinggi dan tanpa henti, adalah sistem produksi dalam jumlah besar dari produk yang standar, termasuk dan terutama pada lini perakitan. Barang yang dihasilkan dari proses produksi massal ini biasanya sejenis atau sama. Istilah produksi massal dipopulerkan oleh suplemen artikel 1926 di Encyclopædia Britannica yang didasarkan pada korespondensi dengan Ford Motor Company. New York Times menggunakan istilah tersebut dalam judul sebuah artikel yang muncul sebelum publikasi artikel Britannica tersebut. Konsep produksi massal bisa diterapkan untuk berbagai jenis produk, dari cairan dan partikel-partikel ditangani dalam jumlah besar (seperti makanan, bahan bakar, bahan kimia, dan ditambang mineral) sampai bagian-bagian padat yang kecil-kecil (seperti pengencang) ke perakitan bagian-bagian kecil tersebut (seperti peralatan rumah tangga dan mobil). Sebagai bahan referensi dapat anda akses

https://www.slideshare.net/herryautotronic1/pengertian-perencanaan-produk

Produksi massal adalah bidang yang beragam, tetapi umumnya dapat dibandingkan dengan produksi kerajinan atau didistribusikan manufaktur. Beberapa teknik produksi massal, seperti standar ukuran dan lini produksi, mendahului masa Revolusi Industri berabad-abad lamanya; namun, pengenalan

mesin alat-alat dan teknik-teknik untuk menghasilkan bagian-dipertukar kanlah yang dikembangkan di pertengahan abad ke-19 modern produksi massal bisa terlaksana dengan benar. Karakteristik produksi massal:

a. Fixed rate: tidak bisa diubah begitu saja

b. Fasilitas dirancang untuk satu macam produk

c. Tujuan: minimalisasi handling

d. Perubahan mesin sangat mahal, umur panjang

e. Pengadaan bahan baku harus kontinu

f. Harga produk bisa murah

g. Fixed cost tinggi, variable cost rencah, break even point (BEP) tinggi.

Sebelum anda merancang sebuah produk sebaiknya diawali dengan identifikasi masalah, pencarian ide solusi, dilanjutkan dengan pembuatan gambar atau sketsa ide. Ide terbaik kemudian

dapat dikembangkan menjadi produk rekayasa yang akan dibuat, dilanjutkan dengan persiapan produksi dan proses produksi. Produksi adalah membuat produk hasil rekayasa sehingga siap untuk dibuat dengan skala besar dan dijual. Sebagai pendalaman materi silakan anda baca lebih lanjut dari link berikut,

https://www.powtoon.com/online-presentation/baGDoLRq5Yx/proses-

penerapan-produksi-massal/?mode=movie