Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

Nama / NIM : NI MADE ARLINA / PO7124116 060

Tingkat / Semester : II / IV

Tempat Praktik : RUANG IBS RSUP PERSAHABATAN JAKARTA

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Secsio Caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan
membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding perut. Indikasi
secsio caesarea bisa indikasi ablsolut atau relative. Setiap keadaan yang
membuat kelahiran lewat jalan lahir tidak mungkin bisa terlaksana
merupakan indikasi absolut untuk secsio abdominal. Diantaranya adalah
kesempitan panggul yang sangat berat dan neoplasma yang menyambut
jalan lahir. Pada indikasi relative, kelahiran lewat vagina bisa terlaksana
tetapi keadaan adalah sedemikian rupa sehingga kelqahiran lewat secsio
caesarea,akan lebih aman bagi ibu bayi ataupun keduanya.
B. Persalinan dengan Secsio Caesarea
Kebanyakan Secsio Caesarea dilakukan dengan anestesi spinal
epidural. Secsio Caesarea dilakukan dengan indikasi djj yang tidak
normal. Derajat gawat janinnya harus dipertimbangkan dalam menentukan
jenis anestesi yang akan dilakukan.
Macam-macam anestesi :
a. Anestesi epidural
Anestesi epidural adalah pilihan yang tepat untuk
kebanyakan pasien yang menerima anestesi epidural selama
proses persalinan dan pasien yang setelah itu akan melakukan
persalinan dengan Secsio Caesarea.
b. Anestesi umum
Anestesi umum adalah untuk beberapa apsienkontra
indikasi untuk dilakukan anestesi regional seperti koagulopati,
perdarahan dengan kardiovaskuler yang masih labil atau
prolapis tali pusat dengan bradikardi janin hebat. Anestesi
endotrakeal untuk menjadi pilihan.
c. Anestesi spinal
Anestesi spinal ada;ah pilihan utama untuk kebanyakan
pasien secsio Caesarea berencana dan emergency.
d. Anestesi infiltrasi local
Dalam keadaan gawat darurat yang ekstrim. Secsio Caesarea
bisa dilakukan dengan menggunakan anestesi infiltrasi local,
bila tidak ada dokter spesialis anestesiologi.
C. Presentasi Bokong
Presentasi bokong merupakan keadaan di mana janin terletak
memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bawah
kavum uteri.
1. Etiologi

Penyebab letak sungang :

a. Fiksasi kepala pada pintu atas panggul tidak baik atau


tidak ada, misalnya pada panggul sempit, hidrosefalus,
plasenta previa, tumor-tumor pelvis dan lain-lain.
b. Janin mudah bergerak,seperti pada hidramnion, multipara,
janin kecil (prematur).
c. Gemeli (kehamilan ganda)
d. Kelainan uterus, seperti uterus arkuatus ; bikornis, mioma
uteri.
e. Janin sudah lama mati.
2. Klasifikasi
a. Letak bokong (Frank Breech)
Letak bokong dengan kedua tungkai terangkat
keatas ( 75 % )
b. Letak bokong sempurna (Complete Breech)
Letak bokong dimana kedua kaki ada disamping
bokong (letak bokong kaki sempurna / lipat kejang )
c. Letak bokong tidak sempurna (Incomplete Breech)
Adalah letak bokong dimana selain bokong bagian
yang terendah juga kaki dan lutut
3. Diagnosis
a. Palpasi: pemeriksaan Leopold di bagian bawah teraba
bagian yang kurang keras dan kurang bundar (bokong),
sementara di fundus teraba bagian yang keras, bundar
dan melenting (kepala), dan punggung teraba dikiri atau
kanan.
b. Auskultasi: DJJ (denyut jantung janin) paling jelas
terdengar pada tempat yang lebih tinggi dari pusat.
c. Pemeriksaan foto rontgen, USG, dan Foto Sinar -X :
bayangan kepala di fundus
d. Pemeriksaan dalam: Dapat diraba os sakrum, tuber
ischii, dan anus, kadang – kadang kaki (pada letak
kaki).

DAFTAR PUSTAKA
Prawirohardjo,Sarwono,2014, Ilmu Kebidanan Sarwono,
Prawirohardjo,PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirphardjo , Jakarta
ASUHAN KEBIDANAN SECSIO CAESAREA
PADA NY.A UMUR 18 TAHUN
ATAS INDIKASI LETAK BOKONG
DI IBS RSUP PERSAHABATAN

No. Register : 121238 / 1803100666


Tanggal Masuk : 20 Maret 2018
Tanggal Pengkajian : 20 Maret 2018
Tanggal Operasi : 20 Maret 2018

IDENTITAS /BIODATA
Nama : NY.A
Umur : 18 Tahun
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : Smp
Pekerjaan : URT
Alamat : Jl. Rawa Sari RT 10/08
Telp : 081381299042

DATA SUBYEKTIF (S)


1. Ibu mengatakan dating dengan keluhan mules-mules
2. Ibu mengatakan masih merasa cemas dengan keadaan diri dan bayinya

DATA OBYEKTIF (O)


Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Status Emosional : Stabil
Tanda-tanda vital : TD :140/90 mmHg R : 20x/menit
N : 88x/menit S : 36,5oC
Hasil pemeriksaan genitalia : buang air kecil lancar
Resiko Jatuh :0

ASSESMENT (A)
- Diagnosa : Ny.A umur 18 tahun atas indikasi letak bokong

- Masalah : Ibu cemas dengan tindakan yang akan dilakukan

- Kebutuhan : 1. Rasa aman dan nyaman


2. Nutrisi bergizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh pasien

PENATALAKSANAAN (P)

1. Memberi penjelasan kepada ibu dan keluarganya tentang kedaan ibu dan
bayinya serta tindakan operasi yang akan dilakukan.

2. Menyiapkan pasien pre SC yaitu dengan memberi penjelasan kepada klien


tentang tindakan operasi yang akan dilakukan

3. Mengobservasi keadaan umum pasien dan vital sign (TD, N, R, S ). Sudah


dilakukan pemeriksaan

4. Kolaborasi dengan dokter.

5. Memberitahukan ahli anastesi dan ahli perinologi bahwa akan dilakukan


operasi, dapat segera mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk
tindakan selanjutnya. Ahli anastesi telah hadir dan melakukan anastesi
spinal kepada pasien, ahli perinologi telah hadir diruangan OK 12 dan
telah mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan
POST OPERASI

Tanggal : 20 Maret 2018 Pukul : 09.00 WIB

SUBYEKTIF (S)

Ibu sudah keluar dan lega, karena proses operasinya telah selesai

OBYEKTIF (O)

Keadaan umum : Lemah

Kesadaran : Composmentis

Status emosional : Belum stabil


Tanda – tanda vital : TD : 110/70 mmHg
N : 74x/menit
R : 20x/menit
S : 36.5oC

ASSESMENT

Diagnosa : Post Ny.A umur 18 tahun atas indikasi letak bokong

Masalah : keadaan umum pasien lemah

Kebutuhan : terpenuhi kebutuhna nutrisi dan cairan


PENATALAKSANAAN

1. Membersihkan tubuh pasien dan mengganti pakaian pasien dengan yang


bersih dan kering agar pasien merasa nyaman. Tubuh pasien telah
dibersihkan dan pakaian telah di ganti

2. Mengantar ibu keruang post operasi untuk mendapatkan perawatan


selanjutnya. Ibu telah dibawa keruang post operasi untuk mendapatkan
perawatan selanjutnya
PEMBAHASAN

Pada tanggal 20 Maret 2018 Ny.A dilakukan operasi dengan tindakan


Secsio Caesarea Setelah dilakukan operasi, didapat hasil pemeriksaan, keadaan
umum lemah, kesadaran composmentis, status emosional belum stabil, tanda –
tanda vital : TD : 110/70 mmHg, N : 74x/menit,R: 20x/menit S : 36.5oC.
Dilanjutkan dengan membersihkan tubuh pasien dan mengganti pakaian pasien
dengan yang bersih dan kering agar pasien merasa nyaman. Tubuh pasien telah
dibersihkan dan pakaian telah di ganti. Mengantar ibu keruang post operasi untuk
mendapatkan perawatan selanjutnya. Ibu telah dibawa keruang post operasi untuk
mendapatkan perawatan selanjutnya