Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan tradisional mulai
berkembang akibat ketidakpuasan masyarakat pada obat-obatan dan
tindakan medis yang belum mampu menyembuhkan beberapa penyakit
serta mahalnya biaya yang diperlukan. Pada survey awal yang dilakukan I
Wayan Sudewo di wilayah Desa Werdhi Agung Kecamatan Dumoga
Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow mengenai pemanfaatan buah
mahkota dewa, masyarakat mengatakan buah mahkota dewa digunakan
sebagai obat herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Masyarakat
mengunakan tumbuhan herbal secara empiris untuk mencegah dan
mengobati penyakit (Pramono, 2006). Masyarakat mengolah mahkota
dewa yaitu dengan cara daging buah mahkota dewa yang sudah kering
direbus dengan air, kemudian air rebusan diminum sebanyak sekali sehari
(Dyah & Firman, 2008).

Penderita hipertensi sangat memerlukan buah mahota dewa sebagai


alternatif obat alami. Penggunaan tumbuhan herbal juga semakin banyak
diminati oleh masyarakat karena telah terbukti bahwa obat yang berasal
dari tumbuhan lebih menyehatkan dan tanpa menimbulkan adanya efek
samping dibanding dengan obat- obatan yang berasal dari bahan kimia.
Dengan adanya bukti-bukti ilmiah yang mendukung hasil penelitian
bahwa mahkota dewa bisa digunakan sebahai obat. Penelitian efek
mahkota dewa sebagai anti hipertensi telah diuji coba dengan
menggunakan tikus putih jantan. Rebusan buah mahkota dewa dapat
menurunkan tekanan darah tinggi tikus yang telah di induksi NaCl 2,5%
pada hari ke 1, ke 7, ke 14 (Moerfiah,2006). Uji toksisitas buah mahkota
dewa sampai 1000 kali dosis tradisional (25mg/kgBB) tidak menimbulkan
kematian pada hewan, artinya sampai dosis yang diujikan tidak toksik
sehingga aman digunakan. (Sulistiani Juhud, 2006)
Hipertensi adalah peningkatan tekanan sistol dan diastol, tergantung
umur individu yang terkena. Penyebab penyakit hipertensi secara umum
diantaranya aterosklerosis (penebalan dinding ateri yang menyebabkan
hilangnya elastisitas pembuluh darah), keturunan, bertambahnya jumlah
darah yang dipompa ke jantung, penyakit ginjal, kelenjar adrenal dan
sistem saraf simpatis, obesitas, tekanan psikoogis, stress dan ketegangan
bisa menyebabkan hipertensi.
Dari hasil analisis menunjukan bahwa terdapat penurunan tekanan
darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi setelah diberikan
buah mahkota dewa. Hasil penelitian ini didukung dari hasil penelitian
dari Harmanto (2001), mengenai manfaat buah mahkota dewa sebagai
obat herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Dari hasil penelitian
I Wayan Sudewo menyatakan bahwa rebusan daging buah mahkota dewa
bermanfaat untuk menurunkan hipertensi.
Desain yang digunakan dalam penelitian yaitu eksperimen pre test dan
post test dengan kontrol group untuk mengidentifikasi pengaruh buah
mahkota dewa terhadap penurunan takanan darah pada penderita
hipertensi. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui hubungan
sebab akibat dengan melibatkan kelompok intervensi dan kelompok
kontrol. Kelompok intervensi diobservasi terlebih dahulu sebelum
diberikan intervensi (pre test), kemudian diobservasi kembali setelah
diberikan intervensi (post test). Sedangkan pada kelompok kontrol hanya
dilakukan observasi (pre test & post test) tanpa diberikan intervensi.
Rancangan penelitian ini adalah rancangan rangkaian waktu dengan
menggunakan kelompok pembanding (control time series design), untuk
lebih menjamin validitas internal yang tinggi.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa saja kandungan yang terdapat pada buah mahkota dewa?
2. Bagaimana pengaruh rebusan daging buah mahkota dewa kering
untuk penderita hipertensi?
1.3 Tujuan dan manfaat penelitian
1.3.1 Tujuan penelitian
1. Mendeskripsikan kandungan buah mahkota dewa
2. Mendeskripsikan pengaruh rebusan daging buah mahkota dewa
kering untuk penderita hipertensi
1.3.2 Manfaat penelitian
Berdasarkan permasalahn yang ada di atas, penggunaan
pembahasan ini adalah:
a. Penelitian ini bagi kami berguna sebagai bahan latihan dalam
pembuatan karya tulis ilmiah
b. Dengan adanya penelitian ini tentunya akan semakin
memperkaya ilmu pengetahuan kita, khususnya tentang
pemanfaatan obat tradisional
c. Penelitian ini digunakan untuk memberikan informasi bahwa
banyak sekali tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat obatan.
1.4 Kerangka penelitian
1.5 Hipotesis
Buah mahkota dewa menurunkan menurunkan tekanan darah.
1.6 Metode dan teknik penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian yaitu desain penelitian
kuasi eksperimen pre test dan post test dengan control group untuk
mengidentifikasi pengaruh buah mahkota dewa terhadap penurunan
takanan darah pada penderita hipertensi. Dalam penelitian ini peneliti
ingin mengetahui hubungan sebab akibat dengan melibatkan kelompok
intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diobservasi
sebelum diberikan intervensi (pre test), kemudian diobservasi kembali
setelah diberikan intervensi (post test) sedangkan pada kelompok kontrol
hanya dilakukan observasi (pre test & post test) tanpa diberikan
intervensi. Rancangan penelitian ini adalah rancangan rangkaian waktu
dengan menggunakan kelompok pembanding (control time series design),
untuk lebih menjamin validitas internal yang tinggi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi
kategori ringan, sedang dan berat dengan jumlah 66 penderita yang ada di
Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang
Mongondow. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 32 sampel. 16
sampel untuk kelompok intervensi dan 16 sampel untuk kelompok
kontrol.

1.7 Lokasi dan waktu penelitian


Lokasi :
Waktu :
1.8 Sistematika penulisan
A. Bagian awal
1. Halaman judul
2. Halaman pengesahan
3. Prakata
4. Kata pengantar
5. Sari
6. Abstrak
7. Daftar isi
8. Daftar tabel
9. Daftar gambar
10. Gaftar lampiran
11. Daftar lambang dan singkatan
12. Daftar istilah
B. Bagian isi
1. Bab 1 pendahuluan
1.1 latar belakang penelitian
1.2 identifikasi/ rumusan masalah penelitian
1.3 tujuan dan manfaat penelitian
1.3.1 Tujuan penelitian
1.3.2 Manfaat penelitian
1.4 kerangka penelitian
1.5 hipotesi
1.6 metode dan teknik penelitian
1.7 lokasi dan waktu penelitian
1.8 sistematika penulisan
2. Bab 2 Landasan teori
3. Bab 3 hasil dan pembahasan
4. Bab 4 penutup
C. Bagian akhir
1. Daftar pustaka
2. Lampiran
3. Indeks (penjurus) dapat berupa indeks istilah atau nama
4. Riwayat hidup penulis
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Morfologi Tanaman


Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) termasuk dalam famili
Thymelaece. Tanaman ini bisa ditemukan ditanam di pekarangan sebagai
tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Asal
tanaman mahkota dewa masih belum diketahui. Menilik nama botaninya
(Phaleria papuana), banyak orang yang memperkirakan tanaman ini
populasi aslinya dari tanah papua Irian Jaya. Disana memang bisa
ditemukan tanaman ini.
Mahkota dewa tumbuh subur ditanah yang gembur dan subur pada
ketinggian 10-1200 mdpl.Tanaman mahkota dewa berupa perdu
menahun yang tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat,
permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah,
percabangan simpodial. Daunnya tunggal, letaknya berhadapan,
bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal
runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnya hijau
tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun,
letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran
kecil, berwarna putih dan harum (Anonim, 2009).Buah mahkota dewa
bentuknya bulat dengan diameter 3-5 cm. Permukaan buah licin, dan
beralur. Ketika muda, warna buah hijau dan setelah masak, warnanaya
berubah menjadi merah. Daging buah berwarna putih, berserat dan
berair. Biji bulat, keras, berwarna cokelat. Berakar tunggang dan
berwarna kuning kecoklatan. Perbanyakan dengan
cangkok dan bijinya.

2.2 Klasifikasi
Divisi : Sermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dycotiledoneae
Bangsa : Thymelaele
Suku : Thymelaeceae
Marga : Phaleria
Spesies : Phaleria macrocarpa

2.3 Bagian yang Dimanfaatkan


Bagian tanaman mahkota dewa yang dimanfaatkan sebagai obat
adalah daun, daging, dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa
digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah
digunakan setelah dikeringkan.

2.4 Zat-zat yang Terkandung dalam Mahkota Dewa


Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkoloid, saponin dan
polifenol (lignan). Kulit buah mengandung alkaloid, saponin dan
flavonoid. Dan buah mahkota dewa mengandung beberapa zat aktif
seperti (Anonim, 2009):
1. Alkaloid yang bersifat detoksifikasi sehingga dapat menetralisir
racun di dalam tubuh.
2. Saponin, yang bermanfaat sebagai: sumber anti bakteri dan anti
virus, meningkatkan system kekebalan tubuh, meningkatkan
vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, serta mengurangi
penggumpalan darah.
3. Flavonoid yang bermanfaat dalam melancarkan peredaran darah
ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada
pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol serta
mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah,
mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner, mengandung
antiinflamasi (antiradang), berfungsi sebagai anti-oksidan, serta
membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau
pembengkakan
4. Polifenol yang berfungsi sebagai antihistamin (antialergi).
2.5 Hipertensi
Hipertensi adalah peningkatan tekanan sistol dan diastol, yang
tingginya tergantung umur individu yang terkena.Penyebab penyakit
hipertensi secara umum diantaranya aterosklerosis (penebalan dinding
ateri yang menyebabkan hilangnya elastisitas pembuluh darah),
keturunan, bertambahnya jumlah darah yang dipompa ke jantung,
penyakit ginjal, kelenjar adrenal dan sistem saraf simpatis, obesitas,
tekanan psikoogis, stress dan ketegangan bisa menyebabkan
hipertensi(Tambayong, 2000).
Pengobatan tekanan darah tinggi dapat dilakukan dengan cara
farmakologis dan nonfarmakologis. Pengobatan nonfarmakologis sendiri
dilakukan dengan mengontrol hipertensi, seperti pengaturan pola makan
dan gaya hidup (Dalimartha, 2008). Sedangkan pengobatan secara
farmakologis dilakukan dengan pemberian obat diuretik atau vasodilator
(Brunner & Suddarth, 2002).
Penggunaan tumbuhan herbal juga semakin banyak diminati oleh
masyarakat karena telah terbukti bahwa obat yang berasal dari tumbuhan
lebih menyehatkan dan tanpa menimbulkan adanya efek samping
dibanding dengan obat-obatan yang berasal dari bahan kimia
(Tarigan,1990).
Tumbuhan herbal yang berkhasia untuk menurunkan tekanan darah
antara lain mengkudu, buah merah dan bunga rosella (Apriyanti, 2012).
Selain mengkudu, buah merah dan bunga rosella, tumbuhan herbal yang
sudah terbukti untuk mengobati penyakit hipertensi adalah mahkota
dewa. Pemberian buah mahkota dewa sehari sekali selama 7 hari dapat
menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi (Aprilita, 2005).
Mahkota dewa (Phaleriamacrocarpa) merupakan tumbuhan
herbalyang berasal dari daerah Papua. Khasiatbuah mahkota dewa adalah
untuk mengobati luka, diabetes, liver, flu, alergi, sesak nafas, desentri,
penyakit kulit, jantung, ginjal, kanker, darah tinggi, asam urat, penambah
stamina, ketergantungan narkoba dan pemicu kontraksi rahim (Rohyami,
2008).
Menurut Albinur (2011), senyawa yang terkandung dalam buah
mahkota dewa adalah senyawa flavonoid. Senyawa ini juga terdapat pada
tumbuhan bunga rosella (Tambunan, 2010), dimana bunga rosella efektif
untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi (Rezki,
2011). Senyawa flavonoid bermanfaat untuk melancarkan peredaran
darah keseluruh tubuh, mencegah terjadinya penyumbatan pada
pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol dan mengurangi
penumbuhan lemak pada dinding pemuluh darah serta mengurangi resiko
penyakit jantung koroner (Apriyanti,2012).
DAFTAR PUSTAKA

Harmanto, N. 2001. Mahkota Dewa Obat Pusaka Para Dewa. Jakarta:


Agromedia Pustaka

Pramono, S. (2006). Strategi dan Tahapan Menuju Produksi Obat Herbal


Terstandar dan Fitofarmakabagi Perusahaan Jamu. Yogyakarta: FK
UGM
http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2012/04/meiyanti.pdf.

Rohyami, Y. (2008). Penentuan Kandungan Flavonoid dari Ekstrak Metanol


Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleriamacrocarpa Scheff Boerl).
http://dppm.uii.ac.id/datainformasi/uploads/l050101%20Yuli.pdf

Tambayong, J. (2000). Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC

Tarigan, H.G. (1990). Percikan Budaya Karo. Bandung: Yayasan Merga

Apriyanti, M. (2012). 10 Tanaman Obat Paling Berkhasiat & Paling Dicari.


Jakarta : Pustaka Baru Press

Aprilita, R. Y. (2005). Pengaruh Pemberian Ekstrak Air Buah Mahkota


Dewa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tikus Putih.Jakarta:
Fakultas Farmasi UNTAG

Brunner & Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol.2,
Ed. 8. Jakarta: EGC

Albinur, P. S. (2011). Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Buah Mahkota Dewa


(Phaleriamacrocarpa Boerl)
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/30132.

Dalimartha, S. (2008). Care Your Self Hipertensi. Jakarta: Penebar Plus