Anda di halaman 1dari 9

JURNAL PENELITIAN

Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI Jl.


Dr. Setiabudhi 207 Bandung 40154

ANALISIS KARBURATOR SISTEM BAHAN BAKAR ENGINE


5YP1/S7 PADA RANCANG BANGUN SIMULATOR SEPEDA
MOTOR

Qori Zulia Rahma1), Tatang Permana2)


1)
Qori Zulia Rahma E.0551.1500465 FPTK UPI, email:
qorizuliarahma@student.upi.edu, 2)Lektor Kepala Departemen Pendidikan
Teknik Mesin FPTK UPI, email: permana@upi.edu

ABSTRAK

Simulator sepeda motor engine 5YP1/S7 merupakan salah satu sarana


praktik yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan
membantu proses pembelajaran praktikum sehingga diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman dan hasil pembelajaran mahasiswa khususnya
pada mata kuliah Teknologi Sepeda Motor (TSM) kompetensi keahlian
sistem bahan bakar konvensional/karburator. Simulator ini dirancang karena
keterbatasan sarana alat praktik TSM di Departemen Pendidikan Teknik
Mesin Konsentrasi Otomotif. Tahapan pembuatan simulator sepeda motor
engine 5YP1/S7 dimulai dengan studi pendahuluan, melakukan studi
literatur terkait karburator sistem bahan bakar sepeda motor, membuat
rancang bangun simulator, pengumpulan dan pengolahan data serta
penarikan kesimpulan. Dengan diameter venturi besar 24,60 mm, diameter
venturi kecil 17,84 mm, putaran langsam engine 1.300–1.500 rpm/min, dan
gerak bebas handel gas (pada pegangan handel gas) 3–7 mm pada simulator
sepeda motor engine 5YP1/S7 memerlukan rasio campuran bahan bakar-
udara 1:15 berdasarkan perhitungan stokiometri (pada kondisi
ekonomis/campuran ideal), Kecepatan aliran karburator 48 m/s untuk setiap
pengkabutan bahan bakar-udara ke ruang bakar per satu siklus dimana
Kontur kecepatan aliran karburator diilustrasikan menggunakan CFD
(Computational Fluid Dynamic).

Kata kunci: Simulator, Engine, Karburator, Venturi, Stokiometri, CFD

1
2

PENDAHULUAN

Industri yang berkembang semakin segar yang masuk ke dalam


pesat mendorong manusia untuk karburator.
melakukan inovasi dalam bidang
teknologi, termasuk di dalamnya Campuran bahan bakar dan udara
pengembangan yang dilakukan oleh segar tersebut membentuk aliran fluida
pihak industri otomotif. Kendaraan yang kemudian masuk ke dalam
sebagai salah satu produk industri silinder yang dinyalakan oleh loncatan
otomotif disadari atau tidak, menjadi api listrik dari busi, menjelang langkah
sebuah kebutuhan hampir seluruh akhir kompresi, pembakaran bahan
lapisan masyarakat, sebab kendaraan bakar-udara ini menyebabkan engine
dapat dimanfaatkan untuk keperluan menghasilkan daya, dalam siklus Otto
pribadi maupun bisnis. Kendaraan (ideal) pembakaran tersebut
yang banyak digunakan oleh dimisalkan sebagai pemasukan panas
masyarakat adalah sepeda motor. pada volume konstan.

Sepeda motor merupakan salah satu Engine 5YP1/S7 pada sepeda motor
produk industri otomotif yang dikenal MX 135 LC Tahun 2006 merupakan
sebagai alat mobilitas yang di salah satu kendaraan roda dua yang
dalamnya terdapat berbagai macam menggunakan engine 4 langkah,
sistem yang bekerja. Sistem-sistem SOHC, 4 katup berpendinginan tipe
tersebut saling berkaitan antara satu cairan (liquid cooler) dan karburator
dengan lainnya yang jika salah satu VM 22/1.
sistem tidak bekerja, maka akan
berdampak pada sistem lainnya yang Karburator VM 22/1 yang digunakan
mengakibatkan tidak optimalnya dalam engine 5YP1/SJ pada sepeda
kendaraan tersebut, atau bahkan motor MX 135 LC Tahun 2006, pada
sampai mengalami kerusakan. konstruksinya memiliki bentuk
menyerupai tabung yang mengecil
Pada umumnya sepeda motor diameter tegahnya sehingga dapat
menggunakan engine pembakaran membentuk laju dan pola aliran bahan
dalam (internal combustion engine) bakar-udara, terdapat pula dua
sebagai penghasil tenaga gerak. Proses pengabut bahan bakar (spuyer) yang
pembakaran internal combustion memiliki ukuran dan posisi berbeda
engine dilakukan di ruang terutup sehingga berguna mengatur rasio
dilengkapi dengan busi dan karburator campuran bahan bakar dan udara segar
yang menjadi bagian penting dalam dengan komposisi tertentu sebelum
sistem penyaluran bahan bakar. masuk ke ruang bakar. Maka dari itu
Karburator ialah tempat pencampuran penulis bermaksud mengangkat
bahan bakar-udara segar dengan rasio permasalahan ini menjadi sebuah
tertentu. Pencampuran tersebut terjadi tugas analasis dan desain otomotif
karena bahan bakar terisap masuk atau (tugas akhir).
disemprotkan ke dalam arus udara
KAJIAN TEORI
bakar yang dimasukan tidak
Pengertian Karburator terkontrol.
Karburator pertama kali ditemukan
oleh Karl Benz pada tahun 1885 Fungsi Karburator
dan dipatenkan pada tahun 1886. 1. Mengatur perbandingan
Karburator adalah sebuah alat yang campuran antara udara dan bahan
digunakan untuk mencampur bahan bakar
bakar dan udara pada internal 2. Mengubah campuran tersebut
combustion engine, karena jika menjadi kabut
bahan bakar langsung dimasukan 3. Menambah atau mengurangi
ke ruang bakar tanpa karburator, jumlah campuran tersebut sesuai
maka tidak akan terjadi dengan kecepatan dan beban
pembakaran dan jumlah bahan engine yang berubah-ubah.

Jenis Karburator
(Jama, 2008) Berdasarkan konstruksinya, karburator pada sepeda motor
dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Karburator dengan venturi tetap (fixed venturi), merupakan karburator
yang diameter venturinya tidak bisa dirubah-rubah lagi
2. Karburator dengan venturi berubah-ubah (slide carburettor or variable
venturi) merupakan karburator yang diameter venturinya bisa dibedakan
(bervariasi) susuai besanya aliran campuran bahan bakar udara dalam
karburator
3. Karburator dengan kecepatan konstan (constant velocity carburettor)
Karburator tipe ini merupakan gabungan dari kedua karburator di atas,
yaitu variable venturi yang dilengkapi katup gas (throttle valve butterfly)
Penulis khusus hanya membahas mengenai karburator VM 22/1 engine
sepeda motor 5YP1/S7 yang merupakan tipe karburator dengan venturi
berubah-ubah (slide carburettor or variable venturi) dimana diameter
venturi karburator bisa dibedakan (bervariasi) sesuai besarnya aliran
campuran bahan bakar udara dalam karburator. Dalam menyalurkan bahan
bakar karburator tipe ini hanya melalui main jet (spuyer utama) yang
dikontrol oleh needle (jarum), karena bentuk jarum dirancang tirus. Hal ini
akan mengurangi jet (spuyer) dan saluran tambahan lainnya seperti yang
terdapat pada karburator venturi tetap.

Prinsip Kerja Karburator kontinuitas, adalah persamaan yang


Prinsip kerja karburator menghubungkan kecepatan fluida
berdasarkan hukum Bernoulli yang dalam dari satu tempat ke tempat
menyatakan bahwa tekanan total lain.
pada setiap tempat yang dialiri Apabila suatu fluida mengalir
fluida adalah sama. Pada karburator melalui suatu tabung, maka
juga terdapat persamaan

2
banyaknya fluida atau debit aliran udara luar lebih tinggi) maka udara
(Q) adalah: mengalir masuk ke dalam silinder.
Perbedaan tekanan menjadi dasar
Q = A. v = Konstan kerja karburator, dengan adanya
Sumber: (Jama, 2008:256) venturi seperti gambar di atas.
Semakin cepat udara mengalir pada
Dimana: saluran venturi, maka tekanan akan
Q = Debit aliran (m3/s) semakin rendah dan kejadian ini
A = Luas penampang tabung dimanfaatkan untuk menghisap
venturi (m2) bahan bakar.
v = Kecepatan aliran (m/s)

Cara Kerja Karburator


METODE PENELITIAN
Ide Pembuatan
Penulis mengangkat fokus analisis
permasalahan di unit karburator,
karena karburator memiliki peran
utama dalam sistem bahan bakar,
Gambar 1. Cara Kerja Venturi pada apabila bahan bakar langsung
Karburator dimasukan ke ruang bakar tanpa
Sumber: (Jama, 2008) karburator maka tidak akan terjadi
pembakaran dan jumlah bahan
Berdasarkan gambar, maka dapat bakar yang dimasukan tidak
diambil kesimpulan bahwa bahan terkontrol. Sebelum melakukan
bakar akan terhisap dan keluar analisis mengenai karburator,
melalui venturi dalam bentuk penulis telah membuat rancang
butiran-butiran kecil karena saat itu bangun simulator sepeda motor
kecepatan udara dalam venturi terhitung dari 01-16 Oktober 2018
lebih-tinggi namum tekanannya secara berkelompok bersama dua
lebih rendah dibanding dalam ruang rekan penulis yang lain. Pada
bahan bakar yang terisi bensin di rancang bangun simulator sepeda
bagian bawahnya. motor penulis mengunakan tipe
Engine ketika langkah hisap, piston engine 5YP1/1S7, karena di
akan bergerak menuju TMA dan lingkup Workshop Otomotif UPI
menimbulkan tekanan rendah atau tempat penulis melaksanakan
vakum. Digunakan persamaan analisis dan desain mengenai
energi yang umum untuk proses penelitian ini belum ada unit serupa
aliran tunak (steady), dengan yang di buat menjadi simulator.
terjadinya tekanan antara ruang
silinder dan udara (dimana tekanan

3
Gambar 2. Simulator Sepeda Motor Tipe Engine 5YP1/1S7
Sumber: (Dokumentasi Pribadi Penulis di Workshop Otomotif UPI)

Overhaul Karburator
Berdasarkan diagnosa yang telah dilakukan, tahap ini penulis hanya
membahas overhaul karburator, beberapa tahap yang mesti diperhatikan,
diantaranya:
Persiapan (Bahan dan Alat)
Bahan:
Karburator VM 22/1 pada engine 5YP1/1S7.
Alat: Vernier caliper
Obeng (+) ukuran sedang Kain lap
Obeng (-) ukuran sedang Carburretor cleaner
Kunci L Hexagonal Kunci ring no.12
Dial bore gauge
Kunci ring no.08

Hasil Kerja Ovehaul Karburator VM 22/1 pada Rancang Bangun


Simulator Sepeda Motor Tipe Engine 5YP1/1S7:
Overhaul karburator dilakukan maksimal dalam waktu 180 menit (4x45
menit).
Diameter venturi besar 24,60 mm

Diameter venturi kecil 17,84 mm

Ketinggian pelampung/Float
height 9,2 mm

Putaran langsam engine 1.300–1.500


rpm/min

Gerak bebas handel gas (pada


pegangan handel gas) 3–7 mm

4
ANALISIS DAN Maka campuran bahan bakar dan
PEMBAHASAN udara dalam silinder adalah:
Analisis Dengan asusmi besar nitogen jika
Pada bagian analisis berisi oksigen adalah 1 dari udara
mengenai sejumlah perhitungan (N2=79% : O2=21%) yaitu 79 : 21 atau
meliputi rasio bahan bakar, 3,76. Dengan kata lain udara yang
kecepatan aliran dalam venturi dan masuk ke ruang bakar adalah 1 O2 dan
gambar pola aliran campuran bahan 3,76 N2.
bakar-udara dalam karburator. Disetarakan menjadi:
Rasio Campuran Bahan Bakar-
C8H18 + 12,5(O2 + 3,76N2) → 8CO2 +
Udara
9H2O + 47N2
Rasio campuran bahan bakar-udara
atau Air-Fuel Ratio (AFR) adalah
rasio massa udara untuk bahan Maka rasio/perbandingan yang
bakar yang digunakan pada internal didapat adalah:
cobustion engine, ketika hendak Dengan memasukan massa atom dari
dikabutkan oleh karburator, rasio tiap unsur (C=12gr, H=1gr, O=16gr,
ini dikenal dengan sebutan N=14gr) bahan bakar yang masuk ke
stokiometri (stoich/ilmu yang ruang bakar berdasarkan reaksi
mempelajari dan menghitung diatas dibandingkan sebagai berikut:
hubungan kuantitatif dari reaktan
dan produk dalam reaksi kimia). =
Berdasarkan spesifikasi engine
5YP1/S7 bahan bakar yang = =
digunakan adalah bensin premium
(oktana/C8H18). Dengan asumsi
udara O2=21%, N2=79% Maka setiap kali proses pembakaran
(dibulatkan, dari 78% Nitrogen + dalam silinder karburator
gas lain 1%), yang secara teori memerlukan campuran 1:15 yakni,
rasionya adalah 1:14,7 pada kondisi 1gr bahan bakar memerlukan 15gr
standar suhu 25oC dan tekanan udara agar dapat terbakar sempurna.
udara 1 atm.
Kecepatan Aliran Karburator
Stokiometri campuran bahan
bakar-udara:
Fuel + Air → Carbondioxide +
Water

C8H18 + (O2 + N2) → CO2 + H2O +


N2 (Munson, Young, & Okiishi, 2003:
126)
Sumber: (Moran, 2014: 214)

5
Keterangan: Maka laju aliran pada venturi besar
v = kecepatan aliran (m/s) adalah: 𝑣1 = 𝟑𝟖𝟔𝟒 ×
A1 = Luas penampang venturi 𝟏𝟎−𝟔 √
2(9,8)(92×10−3 (700−1,29)
m/s
2
besar (m2) 1,29 {(
𝟐𝟖𝟎𝟐× 𝟏𝟎−𝟔
𝟑𝟖𝟔𝟒× 𝟏𝟎−𝟔
) −1

A2 = Luas penampang venturi 𝑣1 = 33 m/s


kecil (m2)
G = percepatan gravitasi (9,8 m/s) Sehingga untuk laju aliran di leher
ρ = massa jenis fluida yang venturi yang mengecil akan lebih
mengalir pada venturi (kg/m3) besar,
ρ’= massa jenis fluida yang 𝑣2 = 𝟐𝟖𝟎𝟐 × 𝟏𝟎−𝟔 √
2(9,8)(92×10−3 (700−1,29)
𝟐𝟖𝟎𝟐× 𝟏𝟎−𝟔
2 m/s
mengalir pada manometer (kg/m3) 1,29 {(
𝟑𝟖𝟔𝟒× 𝟏𝟎−𝟔
) −1

h = ketinggian pada manometer 𝑣2 = 48 𝑚/𝑠


(m)
Berdasarkan hasil perhitungan di
atas, karburator mengabutkan
Berdasarkan hasil pengukuran
campuran bahan bakar-udara dengan
yang telah dilakukan di BAB III,
kecepatan 48 m/s tiap siklusnya.
maka didapatkanlah data sebagai
berikut:
Kontur Kecepatan Aliran
 Diameter venturi besar 24,60 mm
Karburator
Luas penampang venturi besar
Secara teoritis, campuran udara-
r= bahan bakar yang tepat berdasarkan
perhitungan stoikiometrik yang telah
r= mm dibahas sebelumnya untuk
r = 12,3 mm (oktana/C8H18) dan udara adalah
A1 = π x r² 1:15. Pada bagian ini dilakukan
simulasi CFD (Computational Fluid
A1 = x 12,3²
Dynamic) dengan tujuan untuk
A1= 38,64 mm² = 3864× 10-6m
memprediksi pola aliran dan
campuran bensin (oktana/C8H18) dan
 Diameter venturi kecil 17,84 mm udara di dalam venturi ketika
Luas penampang venturi kecil karburator beroperasi.
r=
r= mm
r = 8,92 mm
A2= π x r²
A2 = x 8,92²
A2 = 28,02 mm² = 2802× 10-6m
 Ketinggian pelampung/Float
height 9,2 mm = 92× 10-3m
 Massa jenis C8H18 = 700 kg/m3
 Massa jenis udara (O2 =21%, Gambar 3. Simulasi CFD Kecepatan
N2=79% (dibulatkan, dari 78% Aliran Karburator engine 5YP1/S7
Nitrogen + gas lain 1%) = 1,29
kg/m3

6
Sumber: (Dokumen Pribadi Penulis 3. Kontur kecepatan aliran karburator
di Aplikasi CFD diadaptasi dari sistem bahan bakar engine 5YP1/S7
Pramayudha, 2013) pada rancang bangun simulator
praktik sepeda motor diilustrasikan
KESIMPULAN menggunakan CFD (Computational
Fluid Dynamic) dengan input data
Berdasarkan hasil analisis berdasarkan hasil pengukuran dan
karburator sistem bahan bakar spesifikasi pada manual book
engine 5YPI/S7 pada simulator adalah sebagai berikut:
sepeda motor, maka diperoleh
simpulan sebagai berikut:
1. Rasio campuran bahan bakar-
udara yang digunakan karburator
engine 5YP1/S7 pada rancang
bangun simulator praktik sepeda
motor berdasarkan perhitungan
stokiometri adalah 1:15 (pada
kondisi ekonomis/campuran
ideal)
Gambar 4. Simulasi CFD Kontur
2. Kecepatan aliran karburator
dan Vektor Kecepatan Aliran
engine 5YP1/S7 pada rancang
Karburator engine 5YP1/S7
bangun simulator praktik sepeda
Sumber: ( dokumen pribadi
motor adalah 48 m/s untuk
penulis di aplikasi CFD diadaptasi
setiap pengkabutan bahan bakar-
dari Pramayudha, 2013)
udara ke ruang bakar per satu
siklus

DAFTAR PUSTAKA

Arismunandar, Wiranto;. (1988). Penggerak Mula Motor Bakar Torak.


Bandung: Penerbit ITB.

Foale, T. (2002). Motorcycle Handling and Chassis Design. Spanyol:


Tonyfoalebooks.

Irawan, A., & Tyagita, D. A. (2016). Penambahan Tabung Induksi


untuk Efisiensi Bahan Bakar Sepeda Motor Matic 113 cc. Penambahan
Tabung Induksi Bahan Bakar Sepeda Motor Matic 113 cc , 45-46.

Jama, Jalius;. (2008). Teknik Sepeda Motor Jilid 2. Jakarta: Direktorat


Pembinaan Sekolah Menegah Kejuruan.

Judge, Arthur M;. (1970). Carburettor and Fuel Injection System.


London: Chapman and Hall Ltd.

7
Moran, M. J. (2014). Fundamental Of Engineering Thermodinamics.
Amerika Serikat: Whiley.

Munson, B. L., Young, R. F., & Okiishi, T. (2003). Fundamental of


Fluid Mechanic. Amerika Serikat: Jhon Willeys and Son's.

Murdianto, I. (2016). Perbedaan Performa Engine Menggunakan


Injektor Standar dan Injector Resing Sepeda Motor Vixion. Performa
Engine Menggunakan Injektor Standar dan Injector Resing Sepeda
Motor Vixion , 62.

Parende, F., Gunawan, H., & Gede, N. (2015). Analisis Konsumsi


Bahan Bakar Sepeda Motor. Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor ,
50-62.

Pradita, Intan;. (2015, Nopember 12). Sistem Bahan Bakar. Dipetik


Nopember 12, 2018, dari slideplayer.info:
https://slideplayer.info/slide/3329851/

Pramayudha, Ade Prisma;. (2013). Rancang Bangun Karburator Biogas.


Rancang Bangun Karburator Biogas untuk Motor Bensin , 33-54.
Somporn, B. (2015). Sistem Bahan Bakar. Surabaya: ITS.

Sulistiyo, Eko Prio;. (2014). Mekanisme dan Perawatan Sistem Sepeda


Motor Yamaha Mio. Sistem Bahan Bakar pada Yamaha Mio , 54-
60.Tarigan, E. (2018). Studi Kasus Konsumsi Bahan Bakar Sepeda
Motor 110 cc Matic . Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor 110 cc
Matic , 20.

Yamaha Motor Corp. (2005). Jupiter MX Service Manual. Jakarta: PT.


Yamaha Motor Kencana Indonesia.

Yamaha Motor Corp. (2012). Sistem Bahan Bakar. Jakarta: Yamaha


Motors.