Anda di halaman 1dari 3

1.

Tidak ada suatu proses yang mempunyai efisiensi 100% sebagaimana dijelaskan
dalam hukum termodinamika kedua. Demikian pula dalam reaksi kimia, jarang
sekali hasil reaksi yang jumlahnya sesuai dengan perhitungan stoikiometris.
Didalam industri terdapat istilah rendemen, yield, selektivitas dan konversi.
Cobalah jelaskan dan berikan contoh dari masing-masing terminology tersebut!
Jawab :

RENDEMEN
Rendemen kimia, rendemen reaksi, atau hanya rendemen merujuk pada
jumlah produk reaksi yang dihasilkan pada reaksi kimia. Rendemen absolut dapat ditulis
sebagai berat dalam gram atau dalam mol (rendemen molar). Rendemen relatif yang
digunakan sebagai perhitungan efektivitas prosedur, dihitung dengan membagi jumlah
produk yang didapatkan dalam mol dengan rendemen teoretis dalam mol:

Contoh :
Diketahui pabrik perusahaan "PT KLP SWT Indonesia" mengolah TBS kelapa sawit
sebanyak 250.000 kg per hari. Sementara itu, jumlah minyak sawit mentah yang bisa
dihasilkan oleh perusahaan tersebut mencapai 60.500 kg/hari. Hitung berapakah
rendemen kelapa sawit yang dimiliki oleh “PT KLP SWT Indonesia” setiap harinya!

Penyelesaian
Diketahui :
CPO = 60.500 kg/hari
TBS = 250.000 kg/hari

Ditanya :
RKS = .....?

Jawab :
RKS = (CPO/TBS) x 100% = (60.500/250.000) x 100% = 24,2%
Jadi, rendemen kelapa sawit yang dikelola oleh PT KLP SWT Indonesia adalah 24,2%.

YIELD
Yield adalah perbandingan massa produk dengan massa bahan awal.

Contohnya :
A menjadi B + C + D, dengan Yield B = 30%, Yield C = 50%, Yield D = 20%, totalnya
adalah 100%.

SELEKTIVITAS
Selektivitas adalah perbandingan mol/ massa produk tertentu dengan mol/ massa produk
lain.
Contohnya :
Dalam memproduksi etanol dari etilen, dietil eter dihasilkan sebagai produk samping.
KONVERSI
Konversi adalah ukuran dari fraksi reaktan yang bereaksi.
Contohnya :
Perhitungan pada produksi etanol dari etilen.

2. Apa yang saudara ketahui tentang prinsip-prinsip green chemistry. Berikan


penjelasan yang memadai jika perlu disertai contoh penerapan masing-masing
prinsip tersebut!
Jawab :

Green chemistry atau kimia hijau adalah berbagai teknik dan metodolgi kimia
yang berusaha mengurangi atau menghilangkan penggunaan atau produksi bahan mentah,
produk, produk samping, pelarut, reagensia, dan sebagainya yang berbahaya bagi
kesehatan manusia dan lingkungannya. Green chemistry merupakan pendekatan yang
sangat efektif dengan solusi ilmiah inovatif untuk situasi dunia nyata untuk pencegahan
polusi atau pencemaran pada lingkungan. Konsep kimia hijau mulai dikenal global pada
awal tahun 1990 setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution
Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi
polusi.
Prinsip-Prinsip dalam Green Chemistry mengusulkan konsep “The Twelve
Principles of Green Chemistry” yaitu:
1. Mencegah timbul limbah
Lebih baik mencegah daripada menanggulangi limbah.

2. Desain produk bahan kimia aman


Mampu mendesain bahan kimia yang aman dengan target utama mencari nilai
optimum agar produk bahan kimia memiliki kemampuan dan fungsi yang baik akan
tetapi juga aman (toksisitas rendah). Caranya adalah dengan mengganti gugus fungsi
atau dengan cara menurunkan nilai bioavailability.

3. Desain proses sintesis aman


Metode sintesis didesain untuk menggunakan dan menghasilkan zat dengan toksisitas
rendah atau tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dengan meminimalkan paparan
atau bahaya penggunaan bahan kimia tersebut.

4. Bahan baku terbarukan


Bahan mentah atau bahan baku harus bersifat terbarukan bukan bahan habis pakai
yang akan terus menipis dan mahal secara ekonomis

5. Katalis
katalis berperan pada peningkatan selektifitas, mampu mengurangi penggunaan
reagen, dan mampu meminimalkan penggunaan energi dalam suatu reaksi.
6. Mengurangi proses derivitasi
Derivatisasi yang tidak diperlu (gugus pelindung, proteksi/deproteksi, dan modifikasi
sementara) pada proses fisika ataupun kimia harus diminimalkan atau sebisa mungkin
dihindari karena pada setiap tahapan derivatisasi memerlukan tambahan reagen yang
nantinya memperbanyak limbah.

7. Efisiensi atom
Metode sintesis harus didesain untuk memaksimalkan penggabungan semua bahan
yang digunakan dalam proses untuk menjadi produk akhir

8. Pelarut dan zat tambahan aman


Penggunaan zat zat tambahan (pelarut, agen pemisah dan sebagainya) dibuat sedapat
mungkin tidak berbahaya bila digunakan

9. Efisiensi Energi
Energi untuk proses kimia harus aman dan dampak lingkungan dengan ekonomisnya
diminimalkan

10. Desain untuk mudah degradasi


Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sehingga
bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan (sintesis
biodegradable plastik, bioderadable polimer, serta bahan kimia lainya).

11. Analisis langsung untuk mengurangi pencemaran


Metode analisis yang dilakukan secara real-time dapat mengurangi pembentukan
produk samping yang tidak diinginkan.Ruang lingkup ini berfokus pada
pengembangan metode dan teknologi analisis yang dapat mengurangi penggunaan
bahan kimia yang berbahaya dalam prosesnya.

12. Meminimalisasi potensi kecelakaan


Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa
sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke
lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.