Anda di halaman 1dari 15

UNIVERSITAS JEMBER

LAPORAN PENDIDIKAN KESEHATAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG


PEMILAHAN SAMPAH DI RUANG 25 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

OLEH:
Kelompok 7
Rini Sulistyowati, S.Kep. NIM 182311101026
Rosita Amalia D L, S.Kep. NIM 182311101049
Farida Nur Q, S.Kep. NIM 182311101092

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
NOVEMBER, 2018
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan Pendidikan Kesehatan Tentang Pemilahan


Sampah di Ruang 25 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang telah disetujui dan disahkan
pada :

Hari, Tanggal : Kamis, 15 November 2018

Tempat : Ruang 25 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

Malang, 15 November 2018

Mahasiswa :
Kelompok 7 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
1. Rini Sulistyowati, S.Kep. 182311101026
2. Rosita Amalia Dewi Latri, S.Kep. 182311101049
3. Farida Nur Qomariyah, S.Kep. 182311101092

Ketua Kelompok

Rini Sulistyowati, S.Kep.


NIM 182311101026

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik


Fakultas Keperawatan Ruang 25
Universitas Jember RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

Ns. Murtaqib, S.Kp.,M.Kep


NIP. 19740813 200112 1 002

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TOPIK : Pemilahan Sampah


SASARAN : pasien dan keluarga
HARI/TANGGAL : jumat, 17 juni 2016
WAKTU :
TEMPAT : RSSA Malang Ruang 25
PERTEMUAN KE- :
PENYULUH :

A. Latar Belakang
Rumah sakit bersih adalah tempat pelayanan kesehatan yang dirancang,
dioperasikan dan dipelihara dengan sangat memperhatikan aspek kebersihan
bangunan dan halaman baik fisik, sampah, limbah cair, air bersih, dan
serangga/binatang pengganggu. Namun menciptakan kebersihan di rumah sakit
merupakan upaya yang cukup sulit dan bersifat kompleks berhubungan dengan
berbagai aspek antara lain budaya/kebiasaan, prilaku masyarakat, kondisi
lingkungan, sosial dan teknologi.
Jika di bandingkan dengan institusi lain mungkin jenis sampah dan limbah
rumah sakit adalah yang terkomplit, tempat yang paling banyak di kunjungi oleh
masyarakat ketika sakit ini mengeluarkan berbagai jenis sampah dan limbah.
Masyarakat di dalam lingkungan rumah sakit yang terdiri dari pasien, pengunjung
dan karyawan memberikan kontribusi kuat terhadap pengotoran lingkungan rumah
sakit. Aktivitas pelayanan dan perkantoran, pedagang asongan, prilaku membuang
sampah dan meludah sembarangan, prilaku merokok dan sejumlah barang atau
bingkisan yang dibawa oleh pengunjung/tamu menambah jumlah sampah dan
mengotori lingkungan rumah sakit.
Menkes menegaskan, tiga hal yang harus diperhatikan oleh para penyelenggara
pelayanan kesehatan, khususnya penyelenggara rumah sakit, bahwa sarana pelayanan
kesehatan harus menjadi tempat yang aman bagi para pekerjanya, pasiennya, dan
masyarakat di sekitarnya.
Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius, belum dikelola
dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah
medis noninfeksius. Selain itu, kerap bercampur limbah medis dan nonmedis.
Percampuran tersebut justru memperbesar permasalahan limbah medis.
Limbah medis sangat penting untuk dikelola secara benar, hal ini mengingat
limbah medis termasuk kedalam kategori limbah berbahaya dan beracun. Sebagian
limbah medis termasuk kedalam kategori limbah berbahaya dan sebagian lagi
termasuk kategori infeksius. Limbah medis berbahaya yang berupa limbah kimiawi,
limbah farmasi, logam berat, limbah genotoxic dan wadah bertekanan masih banyak
yang belum dikelola dengan baik. Sedangkan limbah infeksius merupakan limbah
yang bisa menjadi sumber penyebaran penyakit baik kepada petugas, pasien,
pengunjung ataupun masyarakat di sekitar lingkungan rumah sakit. Limbah infeksius
biasanya berupa jaringan tubuh pasien, jarum suntik, darah, perban, biakan kultur,
bahan atau perlengkapan yang bersentuhan dengan penyakit menular atau media
lainnya yang diperkirakan tercemari oleh penyakit pasien. Pengelolaan lingkungan
yang tidak tepat akan beresiko terhadap penularan penyakit. Beberapa resiko
kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat keberadaan rumah sakit antara lain:
penyakit menular (hepatitis,diare, campak, AIDS, influenza), bahaya radiasi (kanker,
kelainan organ genetik) dan resiko bahaya kimia.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkanpasien dan keluarga
mampu memahami pemilahan sampah dengan benar.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkanpasien dan keluarga
mampu :
a. Menjelaskan pengertian sampah
b. Menjelaskan jenis sampah
c. Menjelaskan manfaat pemilahan sampah
d. Menjelaskan masing – masing tempat sampah sesuai warna
C. Pokok Bahasan
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkanpasien dan keluarga
mampu memahami pemilahan sampah dengan benar.
D. Sub Pokok Bahasan
a. Menjelaskan pengertian sampah
b. Menjelaskan jenis sampah
c. Menjelaskan manfaat pemilahan sampah
d. Menjelaskan masing – masing tempat sampah sesuai warna
E. Kegiatan Penyuluhan

Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan peserta Metode Media/


Kegiatan Penyuluh Alat

Pendahuluan 2 menit 1. Salam pembuka 1. Menjawab Ceramah


2. Perkenalan salam dan Tanya
3. Penjelasan topik 2. Mendengarkan jawab
penyuluhan 3. Mendengarkan
4. Penjelasan TIU/TIK
5. Relevansi materi 4. Mendengarkan
(manfaat dan alasan)
6. Apersepsi peserta 5. Mendengarkan

7. Kontrak waktu
6. Mengemukakan
jawaban
7. Mendengarkan

Penyajian 15 1. Penjelasan materi 1. Mendengarkan Ceramah


menit 2. Menanyakan pada 2. Menjawab dan Tanya
peserta tentang 3. Memperhatikan jawab
pokok materi yang 4. Bertanya
5. Menanggapi
diberikan
3. Menuliskan jawaban jawaban
6. Mendengarkan
peserta
7. Mendengarkan
4. Memberi
kesempatan peserta
untuk bertanya
5. Memberi
kesempatan peserta
lain menanggapi
pertanyaan
6. Memberi penilaian
dan kesimpulan
jawaban
7. Memberi
reinforcemen
8. Mengarahkan
penyuluhan pada
situasi yang kondusif
Penutup 3 menit 1. Mengevaluasi 1. Mendengarkan Ceramah
2. Menyimpulkan 2. Mendengarkan dan Tanya
materi jawab
3. Kontrak topik 3. Menjawab
penyuluhan
berikutnya
4. Salam penutup 4. Menjawab
salam
F. Metode Evaluasi
1. Metode Evaluasi :Tanya jawab
2. Jenis Evaluasi : Lisan

G. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Stuktur
a. Kesiapan materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan media : leaflet
d. Px dan keluarga siap di ruangan
e. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan
sebelumnya

2. Evaluasi Proses
a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
d. Suasana penyuluhan tertib
e. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
f.Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 orang
3. Evaluasi Hasil
Menanyakan kembali materi yang telah disampaikan kepada peserta
penyuluhan (klien dan keluarga):
1. pengertian sampah
2. jenis sampah
3. manfaat pemilahan sampah
4. masing – masing tempat sampah sesuai warna
H. MATERI PENYULUHAN DAN REFERENSI
- Terlampir

PEMILAHAN SAMPAH

A. Pengertian Sampah

Sampah adalah segala sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak
disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan
tidak terjadi dengan sendirinya.

B. Jenis Sampah
1. Sampah Medis adalah limbah yang langsung dihasilkan dari tindakan
diagnosis dan tindakan medis terhadap pasien.

Jenis Sampah Medis

 Limbah benda tajam : jarum suntik


 Limbah infeksius : dahak pasien TB atau infeksi paru

 Limbah jaringan : darah

 Limbah farmasi : obat-obatan kadaluarsa

 Limbah kimia : alkohol

 Limbah radioaktif : cairan kemoterapi

2. Sampah Non Medis adalah semua sampah padat diluar sampah padat medis
yang dihasilkan dari berbagai kegiatan seperti kantor/ administrasi, unit
perlengkapan, ruang tunggu, ruang inap, unit gizi/dapur, halaman parkir,
taman, dan unit pelayanan.

Contoh sampah non medis

 Sisa makanan
 Bungkus makanan

 Kertas bekas

 Plastik pembungkus makanan

 Kresek dll.

C. Manfaat Pemilahan Sampah

1. Mempermudah pengelolaan sampah. Sampah medis harus dikelola secara


khusus karena bisa mengandung kuman dan virus yang akan menyebar ke
jika pengelolaannya tidak sesuai dengan prosedur.

2. Pengelolaan sampah medis yang baik, dapat mencegah penularan dan


penyebaran virus dan kuman dalam sampah medis ke masyarakat.
D. Penggolongan sampah 3 warna

1. Tempat sampah warna kuning untuk sampah medis

 Limbah benda tajam : jarum suntik

 Limbah infeksius : dahak pasien TB atau infeksi paru, cairan tubuh pasien
infeksius

 Limbah jaringan : darah

 Limbah farmasi : obat-obatan kadaluarsa

 Limbah kimia : alkohol

2. Tempat sampah warna hijau untuk sampah non medis

 Sisa makanan

 Bungkus makanan

 Kertas bekas

 Plastik pembungkus makanan

 Kresek dll

3. Tempat sampah ungu untuk sampah radioaktif

 Limbah radioaktif : cairan kemoterapi

4. Tempat sampah hitam untuk organik dan anorgnik

 Sampah organik (berasal dari alam): sampah yang dapat terurai oleh
lingkungan sekitarnya Contoh : sisa-sisa makanan,buah-buahan dan
sejenisnya.

 Sampah Anorganik : plastik, kertas dan kaleng-kalengan serta sejenisnya.


DAFTAR PUSTAKA

Arifin, M., 2008, ‘Pengaruh Limbah Rumah Sakit Terhadap Kesehatan’, Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia,
Depkes RI 2009 , ’Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
dan Fasilitas Kesehatan Lainnya’. Jakarta
Kusminarno, K., 2004, ‘Manajemen Limbah Rumah Sakit’, Jakarta
Nainggolan, R., Elsa, Musadad A., 2008, ‘Kajian Pengelolaan Limbah Padat Medis
Rumah Sakit’, Jakarta
Notoadmodjo, S., 2007, ‘Ilmu Kesehatan Masyarakat’, Rineka Cipta, Jakarta
Paramita, N., 2007, ‘Evaluasi Pengelolaan Sampah Rumah Sakit Pusat Angkatan
Darat Gatot Soebroto’, Jurnal Presipitasi Vol. 2 No.1 Maret 2007, Issn 1907-
187x, Semarang
Permenkes RI nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit
Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan
RI.http://www.depkes.go.id
Shofyan, M., 2010, ‘Jenis Limbah Rumah Sakit Dan Dampaknya Terhadap
Kesehatan Serta Lingkungan’, UPI
Suripto, A., 2002, ‘Pengelolaan Limbah Radioterapi Eksternal Rumah Sakit’, Buletin
Alara, Volume 4 (Edisi Khusus), Serpong
Zaenab, 2009, ’Teknologi Pengolahan Limbah “Medis” Cair’, Makassar
Lampiran 1: Berita Acara

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
T.A 2018/2019

BERITA ACARA
Pada hari ini, Kamis tanggal 15 Bulan November tahun 2018 jam 10.00 s/d 11.00
WIB bertempat di IRNA 1, Ruang 25, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang telah
dilaksanakan Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Pemilahan Sampah oleh
Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember.

Malang, 15 November 2018


Mengetahui
Pembimbing Klinik
Stase Keperawatan Bedah

Ns. Acik Wijayanti, S.Kep.


NIP. 19800330 201403 2 001
Lampiran 2: Daftar Hadir

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
T.A 2018/2019

DAFTAR HADIR

Pada hari ini, Kamis, tanggal 15 Bulan November tahun 2018 jam 09.00 s/d 09.30
WIB bertempat di IRNA 1, Ruang 25, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang telah
dilaksanakan Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Pemilahan Sampah oleh
Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Dihadiri oleh:

NO NAMA ALAMAT TANDA


TANGAN

1. 1.

2. 2.

3. 3.

4. 4.

5. 5.

6. 6.

7. 7.

8. 8.

9. 9.

10. 10.

11. 11.

12. 12.

13. 13.

14. 14.

15. 15.

16. 16.

17. 17.

18. 18.

19. 19.

20. 20.

21. 21.
22. 22.

23. 23.

24. 24.

25. 25.

26. 26.

27. 27.

28. 28.

29. 29.

30. 30.

31. 31.

32. 32.

33. 33.

34. 34.

35. 35.

Malang, 01 November 2018


Mengetahui
Pembimbing Klinik
Stase Keperawatan Medikal

Ns. Acik Wijayanti, S.Kep.


NIP. 19800330 201403 2 001

HASIL KEGIATAN

A. Analisis Evaluasi dan Hasil-Hasilnya


Hasil evaluasi yang didapatkan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang
Pemilahan Sampah adalah sebagai berikut:
1. Evaluasi Struktur
a. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang Pemilahan Sampah dilakukan pada
hari Kamis, 15 November 2018
b. Persiapan pemateri dan persiapan perlengkapan telah dilakukan
c. Pemateri menyiapkan diri untuk bersikap empati, netral menghargai dan
caring
d. Telah terbina hubungan saling percaya antara pemateri dan peserta
pendidikan kesehatan

2. Evaluasi Proses
a. Selama proses kegiatan berjalan lancar
b. Proses penyuluhan berjalan lancar
c. Peserta pendidikan kesehatan yaitu keluarga pasien kooperatif dan
mendukung
d. Tujuan umum dan tujuan khusus telah tercapai

3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan pendidikan kesehatan dihadiri oleh CI ruangan, perawat ruangan,
mahasiswa, pasien dan keluarga pasien.
b. Peserta pendidikan kesehatan antusias dan kooperatif selama kegiatan
berlangsung dan mengajukan berbagai pertanyaan

B. Faktor Pendorong
Faktor yang mendorong keberhasilan pendidikan kesehatan ini adalah diantaranya:
a. Dukungan dari pihak rumah sakit
b. Dukungan dari peserta pendidikan kesehatan yang terdiri dari keluarga pasien
c. Keluarga pasien kooperatif dan antusias
d. Mehasiswa lainnya yang membantu pelaksanaan penyuluhan

C. Faktor Penghambat
Faktor yang menghambat keberhasilan pendidikan kesehatan yaitu:
a. Beberapa keluarga pasien tidak mengikuti kegiatan sampai akhir dikarenakan
harus menjaga keluarga yang sakit.
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pendidikan kesehatan diketahui bahwa
sebagian besar keluarga pasien tidak mengetahui sebelumnya mengenai Pemilahan
Sampah.
B. Saran
a. Bagi Rumah Sakit
Rumah sakit rutin memberikan pendidikan kesehatan terutama masing-masing
ruangan untuk meningkatkan dan membantu proses penyembuhan pasien.
b. Bagi Pasien dan Keluarga
Pasien dan keluarga diharapkan mampu menerapkan materi pendidikan kesehatan
yang diberikan oleh tenaga kesehatan
c. Bagi tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan diharapkan selalu mengembangkan tindakan asuhan
keperawatan untuk menunjang keberhasilan proses keperawatan.

Lampiran 4. Dokumentasi Kegiatan


Gambar 1. Kegiatan Pendidikan Kesehatan R. 25