Anda di halaman 1dari 43

MAKALAH

TEKNOLOGI NIRKABEL

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX)

OLEH

JORDY APRILLIANZA BUDIANG D41114308

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
KATA PENGANTAR

Segala puji serta syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
senantiasa memberikan kita berbagai nikmat, sehingga saat ini kita masih diberi
kesempatan untuk terus menuntut ilmu dan mengembangkan wawasan kita.
Semoga kita dapat mensyukuri segala nikmat yang di berikan-Nya dan
menjadikannya sarana untuk selalu beribadah kepada-Nya.
Hambatan atau kesulitan yang penulis lewati sampai terwujudnya makalah
ini tidaklah sedikit. Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan kemampuan,
sarana, dan waktu yang penulis miliki. Hambatan tersebut dapat penulis lewati
berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang tidak
dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu pembuatan makalah ini,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Perancangan
Jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX)" dengan
lancar.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam
pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima
saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan.
Akhir kata penulis sampaikan terima kasih.

Makassar, 5 Mei 2018

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pernah mendengar kata internet? Internet sudah tidak familiar lagi terutama
bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia IT. Pada jaman modern ini,
internet merupakan salah satu media komunikasi yang paling sering
digunakan manusia. Internet merupakan salah satu jenis jaringan yang
berkembang dengan menggunakan tipe jaringan nirkabel atau wireless.

Di dunia perkembangan jaringan dari tahun ke tahun berkembangan sangat


pesat. Mulai dari pertama kali muncul jaringan komputer menggunakan
kabel hingga sekarang tanpa kabel atau nirkabel. Jaringan kabel memiliki
banyak masalah yang di keluhkan para pengguna. Mulai dari koneksi yang
tidak stabil, akibat kontruktur kabel yang jelek hingga masalah yang lebih
komplek.

Semua hal itu, mengakibatkan kinerja manusia menjadi terhambat.


Sehingga, pada jaman yang modern ini, manusia menginginkan sebuah
teknologi yang mempermudah kerja mereka sehingga lebih efektif dan
efisien. Dengan demikian, para pencinta dunia IT melakukan perkembangan
jaringan nirkabel, dimana jaringan ini merupakan solusi terhadap komunikasi
yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

Salah satu teknologi telekomunikasi yang mampu memberikan akses


jaringan yang cepat adalah teknologi WIMAX. Teknologibroadand bernama
WiMAX yang telah menjadi popular dalam beberapa tahun ini. WiMAX
(Worldwide Interoperability for Microwave Access) mempunyai potensi untuk
menggantikan sejumlah infrastruktur telekomunikasi yang ada. Dalam
konfigurasi fixed wireless, WiMAX dapat menggantikan jaringan copper
wireperusahaan telepon, maupun infrastruktur coaxial cable TV kabel yang
juga menawarkan pelayanan Internet Service Provider (ISP). Teknologi
wimax adalah teknologi wireless tanpa kabel yang cakupannya mencapai
WAN (wide arena network). WiMax (Worldwide Interoperability for
Microwave Access) atau bisa kita singkat BWA (Broadband Wireless
Access).

WiMax merupakan jaringan wireless yang hanya mencakup klasifikasi


jaringan WMAN (Wireless Metropolitan Area Network) yang memiliki
kecepatan transfer rate data per/bit yang cukup cepat berkisar antara 60-70
MBps dan memiliki jangkauan jarak frekuensi yang mencapai hingga 50
KM. Teknologi jaringan WiMax ini memiliki standar IEEE 802.16,
merupakan penggabungan antara standar WiMax dengan standar ETSI
HiperMAN, teknologi jaringan WiMax ini sangat cocok di terapkan pada
daerah desa terpencil yang belum adanya infrastruktur yang menyediakan
layanan telekomunikasi dan sulitnya medan untuk membuat jaringan
telekomunikasi yang menggunakan kabel, maka dari itu teknologi WiMax
menjawab semua kesulitan tersebut dengan teknologi wireless yang
menggunakan frekuensi mencakup area yang cukup luas. Yang menjadikan
WiMAX semakin popular pada beberapa tahun terakhir ini adalah
kemampuan transmisi datanya yang berkecepatan tinggi dan mempunyai
jangkauan yang lebih luas jika dibandingkan dengan teknologi broadband
wireless yang ada sebelumnya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan WiMAX?

2. Bagaimana standar teknologi WiMAX?

3. Bagaimana prinsip kerja teknologi WiMAX?

4. Bagaimana merancang sebuah jaringan WiMAX?

5. Bagaimana arsitektur jaringan WiMAX?

6. Bagaimana topologi jaringan WiMAX?


C. Tujuan

1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan WiMAX.

2. Mengetahui standar teknologi WiMAX.

3. Mengetahui prinsip kerja teknologi WiMAX.

4. Mengetahui langkah-langkah perancangan sebuah jaringan WiMAX

5. Mengetahui arsitektur jaringan WiMAX.

6. Mengetahui topologi jaringan WiMAX.

D. Manfaat

Dengan adanya makalah ini, pembaca diharapakan dapat mengetahui tentang


perancangan jaringan WiMAX serta pemanfaatannya dalam kehidupan
sehari-hari.
BAB II

PEMBAHASAN

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah


teknologi akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access) atau
disingkat BWA yang memiliki kecepatan akses data/internet yang tinggi
dengan jangkauan yang luas dengan menggunakan media nirkabel. Kecepatan
akses pada teknologi 4G dapat mencapai 100 Mbps sampai 1 Gbps. Wireless
atau nirkabel berarti komunikasi menggunakan frekuensi radio. Dengan
wireless memberikan mobilitas, portabilitas, dan konektivitas. Dengan range
yang cukup lebar dan berveriasi, teknologi WiMAX dapat melayani pengguna
bergerak (mobile) maupun fixed. Dengan sifatnya yang fleksibel, WiMAX
dapat diplikasikan menjadi last mile broadband connection karena langsung
berhubungan dengan pengguna atau end-users, selain itu dapat untuk
backhaul yaitu bandwidth tinggi dan yang terakhir high speed enterprise
merupakan kecepatan transmisi tinggi. Sehingga diharapkan dengan adanya
teknologi 4G ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan seperti
VoIP, Video Streaming, atau layanan yang membutuhkan kecepatan akses
tinggi.

WiMAX menggunakan standar 802.16 yang ditetapkan oleh Institute of


Electrical and Electronics Engineering atau IEEE dan dibentuk pada tahun
1998. Standar ini dikembangkan untuk digunakan pada air interface wireless
broadband.

Pada mulanya kelompok ini fokus untuk pengembangan LOS (Line Of


Sight) berbasis point to multipoint wireless broadband yang bekerja pada
frekuensi radio 10 – 66 GHz. Standar IEEE 802.16 ini akhirnya selesai pada
Desember 2001 yang didasarkan pada single carrier (Physical Layer) PHY
atau lapisan fisik dengan sistem multiplexing TDM (Time Division
Multiplexing). Kemudian tahap kedua IEEE memperkenalkan standar baru
yaitu 802.16d untuk aplikasi NLOS (Non Line Of Sight) di frekuensi 2 GHz –
11 GHz dengan menggunakan sistem multiplexing OFDM (Orthogonal
Frequency Division Multiplexing) pada lapisan physical. Selanjutnya pada
tahun 2004 menghasilkan standar baru hasil revisi standar sebelumnya, yang
disebut IEEE 802.16-2004, yang menggantikan semua versi sebelumnya dan
membentuk dasar untuk solusi WiMAX pertama . Didesain untuk
penggunaan tetap (fixed). Teknologi ini menyediakan jaringan tanpa kabel
jarak jauh sebagai alternatif pengganti dari modem kabel, digital subscriber
lines dengan beberapa tipe (xDSL), dan jaringan optical carrier level (OCx).
Pada bulan Desember 2005, kelompok IEEE mengeluarkan standar IEEE
802.16e yang merupakan amandemen 802.16d untuk perangkat mobile
dengan penambahan probabilitas dan kemampuan roaming pada perangkat
CPE-nya (Costumer Premise Equipment). Dan menggunakan Orthogonal
Frequency Division Multiplexing (OFDM) yang digunakan untuk mendukung
mobilitas handover dan roaming pada sistem seluler sampai 120 km/jam dan
bekerja dalam NLOS. Standar inilah yang digunakan WiMAX mobile,

Standar IEEE 802.16 digunakan untuk membentuk varian IEEE 802.16-


2004 (dikenal juga 802.16d), bedanya adalah pada lebar frekuensi
operasinya . Standar ini mendukung komunikasi dalam kondisi Line Of Sight
(LOS), dan Non Line Of Sight (NLOS). Dengan adanya sistem NLOS,
keterbatasan pada WiFi dapat dikurangi. Sedangkan perbedaan dengan yang
802.16e yaitu di standar ini menggunakan OFDM yang lebih berskalabitilitas.
Sehingga memberikan keuntungan dalam hal cakupan, instalasi, konsumsi
daya, penggunaan frekuensi, dan efisiensi pita frekuensi. Sebagai catatan:

 Wireless MAN-SC menggunakan format modulasi single carrier. Dengan


tujuan untuk mengetahui implementasi WiMAX pada jaringan, dan
mengetahui performa WiMAX pada berbagai scenario jaringan.
 Wireless MAN-OFDM menggunakan OFDM dengan 256 point FFT (Fast
Fourier Transform). Modulasi ini bersifat mandatory untuk non-licensed
band.
 Wireless MAN-OFDMA mengunakan OFDMA (Orthogonal Frequency
Division Multiple Access) dengan 2048 point FFT.
 Wireless HUMAN ( Wireless High-Speed Unlicensed MAN) sama seperti
OFDM-PHY (physical layer) tetapi mengcu pada frekuensi yang dinamik
untuk license-exempt bands.

OFDM merupakan sebuah teknik transmisi dengan beberapa frekuensi


(multicarrier) yang saling tegak lurus (orthogonal). Pada prinsipnya, teknik
OFDM hampir sama dengan FDM (frequency division multiplexing) yaitu
membagi lebar pita (bandwidth) yang ada kedalam beberapa kanal. Namun teknik
OFDM membagi kanal trsebut dengan lebih efisien dibanding sistem FDM.
Karena masing-masing frekuensi sudah saling tegak lurus (orthogonal) sehingga
terjadi overlap antarfrekuensi yang bersebelahan, maka tidak diperlukan guard
band.

Pada saat ini, OFDM telah dijadikan standar dan dioperasikan di Eropa yaitu
pada proyek DAB (Digital Audio Broadcast), selain itu juga digunakan pada
HDSL (High Bit-rate Digital Subscriber Lines; 1.6 Mbps), VHDSL (Very High
Speed Digital Subscriber Lines; 100 Mbps), HDTV (High Definition Television)
dan juga komunikasi radio. Teknologi ini sebenarnya sudah pernah diusulkan pada
sekitar tahun 1950, dan penyusunan teori-teori dasar dari OFDM sudah selesai
sekitar tahun 1960. Pada tahun 1966, OFDM telah dipatenkan di Amerika.
Kemudian pada tahun 1970-an, muncul beberapa paper yang mengusulkan untuk
mengaplikasikan DFT (Discrete Fourier Transform) pada OFDM, dan sejak tahun
1985 muncul beberapa paper yang memikirkan pengaplikasian teknologi OFDM
ini pada komunikasi wireless.

Dalam modulasi, informasi dipetakan ke dalam bentuk frekuensi, phase atau


amplitudo (atau dikombinasikan diantaranya) sebagai sinyal pembawa. OFDM
disebut dengan teknik modulasi multicarrier untuk menyampaikan ifnormasi dari
sumber ke tujuan. Setiap carrier dapat menggunakan beberapa teknik modulasi
digital seperti BPSK, QPSK, QAM dan lain-lain.

OFDM sampai saat ini menjadi kanal komunikasi yang paling efektif untuk
frekuensi selective fading. Sangat sulit untuk mengatasi frekuensi selective fading,
dimana receiver menjadi sangat kompleks. OFDM mengatasi permasalahan
frekuensi selective fading menjadi kanal flat fading yang lebih kecil. Flat fading
menjadi lebih mudah untuk mengetahui koreksi error yang sederhana dan skema
ekualisasi.

Ketika transmisi OFDM bekerja pada kanal komunikasi mobile dapat dengan
mudah permasalahan propagasi multipath. Beberapa permasalahan yang ini masih
diteliti yang serting terjadi pada OFDM seperti interference cancellation, phase
noise mitigation, synchronization, PAPR reduction.

1. Phase Noise

Phase noise merupakan salah satu masalah yang perlu dipertimbangkan dalam
mendesain sistem OFDM, dimana akan terjadi penurunan sistem performansi.
Sistem performansi OFDM sangat tergantung pada phase noise dan tergantung
pada mekanisme phase correction. Local oscillator dibutuhkan untuk
menanggulangi permasalahan spektral phase noise. Phase noise biasanya
berada pada sinyal frekuensi carrier. Local osilator yang akan mengkonvert
antara noise dan frekuensi carrier. Phase noise memiliki persentasi yang lebih
kecil daripada bandwidth yang tersedia didalam sistem single carrier.

2. Offset and Synchronization

Berbagai macam teknik untuk OFDM receiver seperti estimasi, timing


correction dan carrier frequency offset. Simbol pilot ditambahkan ke dalam
OFDM untuk proses timing. Local Oscillator (LO) frequency offset
digambarkan secara matematika adalah perkalian antara received time domain
dengan exponential komplek dimana frekuensi sama dengan LO offset.

3. Distorsi Non-linier

Teknologi OFDM adalah sebuah sistem modulasi yang menggunakan multi-


frekuensi dan multi-amplitudo, sehingga sistem ini mudah terkontaminasi oleh
distorsi nonlinear yang terjadi pada amplifier dari daya transmisi.

PERKEMBANGAN WiMAX HINGGA SAAT INI

1.1 Pengertian WiMAX


Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) merupakan
standar industri yang bertugas menginterkoneksikan berbagai standar teknis yang
bersifat global menjadi satu kesatuan. WiMAX dan WiFi dibedakan berdasarkan
standar teknik yang bergabung didalamnya. WiFi menggabungkan standar IEEE
802.11 dengan ETSI HiperLAN yang merupakan standar teknis yang cocok untuk
keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar
IEEE 802.16 dengan ETSI HiperMAN. Standar keluaran IEEE banyak digunakan
secara luas di daerah asalnya, yaitu Eropa dan sekitarnya. Untuk dapat membuat
teknologi ini digunakan secara global, maka diciptakan WiMAX. Standar global
yang dipakai di dunia dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 1.1 Standar-standar yang ada dengan spesifikasi yang mendukung


komunikasi sampai tingkat MAN disatukan dengan standar WiMAX

Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki
spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband
lewat media wireless atau broadband wireless access (BWA). Pada masa
mendatang, segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi BWA
kemungkinan akan diberi sertifikasi WiMAX. Standar WiMAX dibentuk oleh
gabungan-gabungan industri perangkat wireless dan chip-chip komputer diseluruh
dunia. Perusahaan besar ini bergabung dalam suatu forum kerja yang merumuskan
standar interkoneksi antar teknologi BWA yang mereka miliki pada produk-
produknya.

1.2 Standar IEEE 802.16 (WiMAX)


Terobosan jaringan internet wireless sebentar lagi akan menjadi kenyataan.
Dengan tower yang dipasang dipusat akses internet (hot spot) di tengah kota
metropolitan, seorang pemakai laptop, komputer, handphone, hingga personal
digital assistant (PDA), dengan wireless card bisa koneksi dengan internet,
bahkan di tengah sawah atau pedesaan yang masih dalam cakupan area 50
kilometer. Hal ini dapat terjadi karena teknologi WiMAX yang menggunakan
standar baru IEEE 802.16. Saat ini WiFi menggunakan standar komunikasi IEEE
802.11. Yang paling banyak dipakai adalah IEEE 802.11b dengan kecepatan 11
Mbps, hanya mencapai cakupan area tidak lebih dari ratusan meter saja. WiMAX
merupakan saluran komunikasi radio yang memungkinkan terjadinya jalur
internet dua arah dari jarak puluhan kilometer. Dengan memanfaatkan gelombang
radio, teknologi ini bisa dipakai dengan frekuensi berbeda, sesuai dengan kondisi
dan peraturan pemakaian frekuensi di negara user.

Pada awalnya standard IEEE 802.16 beroperasi ada frekuensi 10-66 GHz
dan memerlukan tower line of sight, tetapi pengembangan IEEE 802.16a yang
disahkan pada bulan Maret 2004, menggunakan frekuensi yang lebih rendah yaitu
sebesar 2-11 GHz, sehingga mudah diatur, dan tidak memerlukan line-of-sight.
Cakupan area yang dapat dicoverage sekitar 50 km dan kecepatan transfer data
sebesar 70 Mbps. Pengguna tidak akan kesulitan dalam mengulur berbagai macam
kabel, apalagi WiMAX mampu menangani sampai ribuan pengguna sekaligus.
Prediksi perkembangan pemakai yang menggunakan WiMAX akan terus
berkembang dari tahun ke tahun seperti terlihat pada Gambar 1.2 berikut ini.
Gambar 1.2 Grafik prediksi perkembangan penggunaan WiMAX

di berbagai benua dari tahun ketahun

Intel akan mulai memasang antena luar ruangan WiMAX sebagai tahap
pengembangan WiFi. Teknologi WiFi dan WiMAX akan saling melengkapi. WiFi
untuk jangkauan jarak dekat di seputar kampus atau kantor sedangkan WiMAX
untuk memfasilitasi sebuah kota dengan akses wireless internet. Pada akhirnya,
diperkirakan hampir semua laptop, PDA, dan piranti information and
communication technology (ICT) lainnya akan compatible dengan fitur WiFi dan
WiMAX.

1.3 Keuntungan WiMAX

Ada beberapa keuntungan dengan adanya WiMAX, jika dibandiungkan


dengan WiFi antara lain sebagai berikut .

1. Para produsen mikrolektronik akan mendapatkan lahan baru untuk dikerjakan,


dengan membuat chip-chip yang lebih general yang dapat dipakai oleh banyak
produsen perangkat wireless untuk membuat BWA-nya. Para produsen perangkat
wireless tidak perlu mengembangkan solusi end-to-end bagi penggunanya, karena
sudah tersedia standar yang jelas.
2. Operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena
kemampuan WIMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas
dan dengan kompatibilitas yang lebih tinggi.

3. Pengguna akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam berinternet. WiMAX


merupakan salah satu teknologi yang dapat memudahkan kita untuk koneksi
dengan internet secara mudah dan berkualitas.

4. Memiliki banyak fitur yang selama ini belum ada pada teknologi WiFi dengan
standar IEEE 802.11. Standar IEEE 802.16 digabungkan dengan ETSI HiperMAN,
maka dapat melayani pangsa pasar yang lebih luas.

5. Dari segi coverage-nya saja yang mencapai 50 kilometer maksimal, WiMAX


sudah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberadaan wirelass MAN.
Kemampuan untuk menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam
jarak jauh dan akan menutup semua celah broadband yang tidak dapat terjangkau
oleh teknologi kabel dan digital subscriber line (DSL).

6. Dapat melayani para subscriber, baik yang berada pada posisi line of sight
(LOS) maupun yang memungkinkan untuk tidak line of sight (NLOS).

WiMAX memang dirancang untuk melayani baik para pengguna yang


memakai antenna tetap (fixed wireless) maupun untuk yang sering berpindah-
pindah tempat (nomadic). WiMAX tidak hanya hanya dapat melayani para
pengguna dengan antena tetap saja misalnya pada gedung-gedung diperkantoran,
rumah tinggal, tokotoko dan sebagainya. Bagi para pengguna antenna indoor,
notebook, PDA, PC yang sering berpindah tempat dan banyak lagi perangkat
mobile lainnya memang telah kompatibel dengan dengan standar-standar yang
dimilik WiMAX.

Perangkat WiMAX juga mempunyai ukuran kanal yang bersifat fleksibel,


sehingga sebuah BTS dapat melayani lebih banyak pengguna dengan range
spektrum frekuensi yang berbeda-beda. Dengan ukuran kanal spektrum yang
dapat bervariasi ini, sebuah perangkat BTS dapat lebih fleksibel dalam melayani
pengguna. Range spektrum teknologi WiMAX termasuk lebar, dengan didukung
dengan pengaturan kanal yang fleksibel, maka para pengguna tetap dapat
terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range operasi dari BTS.
Fasilitas quality of service (QOS) juga diberikan oleh teknologi WiMAX ini.
Sistem kerja media access control pada data link layer yang connection oriented
memungkinkan digunakan untuk komunikasi video dan suara. Pemilik internet
service provider (ISP) juga dapat membuat berbagai macam produk yang dapat
dijual dengan memanfaatkan fasilitas ini, seperti membedakan kualitas servis
antara pengguna rumahan dengan pengguna tingkat perusahaan, membuat
bandwidth yang bervariasi, fasilitas tambahan dan masih banyak lagi.

Gambar 1.3 Sebuah BTS WiMAX dapat digunakan sebagai

backhaul untuk titik-titik hotspot

Standar IEEE 802.16 merupakan keluaran dari organisasi IEEE, sama


seperti IEEE 802.11 adalah standar yang dibuat khusus untuk mengatur
komunikasi lewat media wireless. Yang membedakannya adalah WiMAX
mempunyai tingkat kecepatan transfer data yang lebih tinggi dengan jarak yang
lebih jauh, sehingga kualitas layanan dengan menggunakan komunikasi ini dapat
digolongkan ke dalam kelas broadband. Standar ini sering disebut air interface
for fixed broadband wireless access system atau interface udara untuk koneksi
broadband.

Sebenarnya standarisasi IEEE 802.16 ini lebih banyak mengembangkan


hal-hal yang bersifat teknis dari layer physical dan layer datalink (MAC) dari
sistem komunikasi BWA. Versi awal dari standar 802.16 ini dikeluarkan oleh
IEEE pada tahun 2002. Pada bersi awalini, perangkat 802.16 beroperasi dalam
lebar frekuensi 10-66 GHz dengan jalur komunikasi antar perangkatnya secara
line of sight (LOS). Bandwidth yang diberikan oleh teknologi ini sebesar 32-134
Mbps dalam area coverage maksimal 5 kilometer. Kapasitasnya dirancang
mempu menampung ratusan pengguna setiap satu BTS. Dengan kemampuan
semacam ini teknologi perangkat yang menggunakan standar 802.16 cocok
digunakan sebagai penyedia koneksi broadband melalui media wireless.
Perbedaan teknis antara IEEE 802.11 dengan IEEE 802.16 dapat dilihat pada
Tabel 1.1 berikut ini.

Tabel 1.1 Perbedaan teknologi IEEE 802.11 dengan IEEE 802.16 [4]

IEEE 802.11 IEEE 802.16 Perbedaan Teknis

Jarak Dibawah 9 Km Hingga 50 Km Teknik 256 FFT sistem


signalingnya menciptakan
fitur ini.

Coverage Optimal jika Dirancang untuk IEEE 802.16 memiliki


bekerja di dalam Penggunaan sistem gain yang lebih
ruangan diluar ruangan tinggi, mengakibatkan
dengan kondisi sinyal lebih kebal terhadap
NLOS halangan dalam jarak yang
lebih jauh.

Skalabilitas Skala Dibuat untuk Sistim TDMA dan


penggunaannya mendukung pengaturan slot
hanya dalam sampai 100 komunikasi, sehingga
tingkat LAN. pengguna.Ukura semua frekuensi yang
Ukuran frekuensi n termasuk dalam range
kanalnya frekuensi kanal IEEE 802.16 dapat
dibuat fix (20 dapat bervariasi dipakai serta jumlah
MHz) mulai dari 1,5 pengguna dapat
sampai dengan bertambah.
20 MHz.
Bit Rate 2,7 bps/Hz hingga 5 bps/Hz hingga Teknik modulasi yang
54Mbps dalam 100Mbps dalam lebih canggih disertai
kanal kanal 20 MHz. koreksi error yang lebih
20 MHz fleksibel,sehingga
penggunaan frekuensi
kanal lebih effisien.
QoS Tidak mendukung QoS dibuat Adanya pengaturan secara
QoS dalam otomatis terhadap slot-slot
layer MAC TDMA, sehingga
dimanfaatkan
untuk pengaturan
QoS.

1.4 Varian-Varian IEEE 802.16

Varian-varian WiMAX dimaksudkan untuk mengembangkan performance


dan kemapuan dari teknologi yang digunakannya, agar menjadi lebih hebat dan
dapat meluas penggunaannya. Untuk mengembangkan jangkauan dan daya
jualnya, maka standar IEEE 802.16 direvisi menjadi IEEE 802.16a. Standar teknis
IEEE 802.16a inilah yang banyak digunakan oleh perangkat-perangkat dengan
sertifikasi WiMAX.

Selain IEEE 802.16a, varian lainnya adalah IEEE 802.16b yang banyak
menekankan segala keperluan dan permasalahan dengan quality of service (QoS),
IEEE 802.16c banyak menekankan pada interoperability dengan protokol-
protokol lain, IEEE 802.16d merupakan revisi dari IEEE 802.16c ditambah
dengan kemampuan untuk access point, serta IEEE 802.16d menekankan pada
masalah mobilitas. Varian-varian standar IEEE 802.16 dapat dilihat pada Tabel 1.2
berikut ini.

Tabel 1.2 Varian-varian standar IEEE 802.16

IEEE 802.16 IEEE 802.16d IEEE 802.16e


Terstandarisasi Januari 2002 Januari 2004 Estimasi
(IEEE pertengahan
802.16a) 2004
Spektrum 10 – 66 GHz 2 – 11 GHz < 6 GHz
Kondisi Kanal Line Of Sight Non Line Of Non Line Of
Sight Sight
Bit Rate 32 sampai 134 Hingga 70 Mbps Hingga 15 Mbps
Mbps menggunakan menggunakan
menggunakan frekuensi kanal frekuensi kanal 5
frekuensi kanal 28 20 Mhz MHz
MHz
Modulasi QPSK, 16 QAM OFDM 256 256 OFDM 256 sub
dan 64 QAM sub-carrier, carrier, QPSK,
QPSK, 16 QAM, 16 QAM, 64
64 QAM QAM
Mobilitas Perangkat wireless Perangkat Nomadic
tetap wireless Mobility
tetap dan portable
Frekuensi Per 20, 25 dan 28 MHz Mulai dari 1,5 Mulai dari 1,5
Kanal hingga 20 MHz hingga 20 MHz
Radius Per Cell 2 sampai 5 Km 7 – 10 Km 2 – 5 Km
dengan
Kemampuan
maksimal hingga
50 Km

Perubahan yang cukup signifikan pada standar IEEE 802.16 untuk


membentuk varian IEEE 802.16d, adalah lebar frekuensi operasinya. Perbedaan
ini dimaksudkan untuk mendukung komunikasi dalam kondisi line of sight (LOS),
dan non line of sight (NLOS). Dengan adanya sistem NLOS, keterbatasan yang ada
pada WiFi dapat dikurangi.

Perubahan yang sangat signifikan pada standar 802.16 untuk membentuk


varian terletak pada lebar frekuensi operasinya. Standar 802.16 beroperasi pada
range 10-66 GHz, sedangkan 802.16d menggunakan frekuensi yang lebih rendah,
yaitu 2–11 GHz, sehingga memungkinkan komunikasi non line of sight (NLOS).
Kelemahan dari komunikasi dengan frekuensi rendah ini adalah semakin kecil
kapasitas bandwidth dari koneksi yang dilakukannya. Ukuran kanal-kanal
frekuensi yang fleksibel dengan range yang lebar, merupakan keunggulan dari
802.16d. Aplikasi standar WiMAX untuk berbagai keperluan ditunjukkan pada
Gambar 1.4 dibawah ini.
Gambar 1.4 Teknologi WiMAX memungkinkan aplikasinya yang luas untuk
berbagai keperluan

Beberapa topologi dan pilihan backhauling telah didukung oleh teknologi


WiMAX, antara lain saluran kabel backhauling (typically over Ethernet), dan
koneksi point to point. Pada Gambar 1.5 di bawah ini terlihat empat buah base
station (BS) meng-coverage 4 sektor/kawasan, sebuah repeater sebagai
pengumpulan (aggregation) sinyal yang akan dikirimkan ke wilayah pedesaan
(rural area). Komunikasi antar base station (BS) dapat menggunakan wireless
maupun optical fiber.

Gambar 1.5 Topologi WiMAX dalam area perkotaan dan pedesaan [6]

Selain perubahan frekuensi operasi, pada layer physical dari standar IEEE
802.16a ditambahkan tiga spesifikasi baru untuk mendukung fitur NLOS-nya ini,
yaitu single carrier PHY, 256 FFT OFDM PHY dan 2048 FFT OFDM PHY.
Format sinyaling OFDM dipilih dalam standar ini dimaksudkan agar teknologi ini
dapat bersaing dengan competitor utamanya yaitu teknologi CDMA, yang juga
bekerja dalam sistem NLOS. Fitur-fitur lain yang ada pada standar IEEE 802.16a
adalah sebagai berikut.

1. Untuk menghantarkan jaringan komunikasi yang berkualitas dengan jangkauan


yang luas adalah lebar kanal frekuensi yang fleksibel.

2. Burst profile yang dapat beradaptasi (fasilitas burst adalah cirri khas dari

teknologi broadband).

3. Forwarding error correction (FEC) untuk mengoreksi jika terjadi kesalahan.

4. Advanced antenna system untuk meningkatkan wilayah jangkauan.

5. Kapasitas dan kekebalan terhadap interferensi dari sinyal lain.

6. Dynamic frequency selection (DFS), pemilihan frekuensi kanal secara dinamis


dan juga berfungsi untuk mengurangi interferensi.

7. Space time coding (STC) yang akan meningkatkan performance dalam area
batas pinggir dari sinyal yang dipancarkan oleh sebuah base station (BS).

Selain layer physical (PHY), standar ini juga menentukan seperangkat


aturan yang berada pada layer data link (MAC). Standar ini digunakan untuk
melayani pengguna dalam sistem point to multi point. Standar IEEE 802.16a
menggunakan sistem slot koneksi yang ada dalam protokol time division multiple
access (TDMA). Pengaturan slot koneksi ini diatur oleh BTS untuk melayani para
pengguna yang ingin terkoneksi dengannya. Fitur-fitur physical layer (PHY)
ditunjukkan pada Tabel 1.3.

Tabel 1.3 Fitur-fitur physical layer teknologi IEEE 802.16 WiMAX [4]

No. Fitur Keuntungan


1 Menggunakan sistem sinyaling 256 Mendukung sistem multipath untuk
point FFT OFDM. memungkinkan diaplikasikan pada
area terbuka (outdoor) dengan
kondisi LOS dan NLOS.
2 Ukuran kanal frekuensi yang fleksibel Menyediakan fleksibilitas yang
(misalnya 3,5 MHz, 5 MHz, 19 MHz) memungkinkan komunikasi
beroperasi menggunakan kanal-
kanal frekuensi yang bervariasi
sesuai dengan kebutuhan.
3 Didesain untuk dapat mendukung sistem Dengan menggunakan smart
smart antenna antenna yang lebih nyaman
digunakan sehari-hari, inteferensi
dapat ditekan dan gain dapat
ditingkatkan.
4 Mendukung TDD dan FDD Duplexing Menangani masalah bervariasinya
regulasiregulasi diseluruh dunia.
5 Sistem modulasi yang fleksibel dengan Memungkinkan terjalinnya koneksi
sistem error correction yang bervariasi yang reliable, memberikan transfer
setiap RF burst rate yang maksimal kepad setiap
subscriber yang terkoneksi
dengannya.

Layer media access control (MAC) dari standar IEEE 802.16 ini didesain
untuk dapat membawa dan mengakomodasi segala macam protokol di atasnya,
seperti ATM, Ethernet atau internet protokol (IP). Fitur-fitur media access control
layer ditunjukkan pada Tabel 1.4 berikut ini.

Tabel 1.4 Fitur-fitur MAC layer teknologi IEEE 802.16 WiMAX [4]

No. Fitur Keuntungan


1 Connection oriented Proses routing dan paket forwarding yang lebih
reliable.
2 Automatic retransmisi Meningkatkan performance end to end dengan
request (ARQ) menyembunyikan error pada layer RF yang
dibawa dari layer di atasnya.
3 Automatic power control Memungkinkan pembuatan topologi celluler
dengan power yang dapat terkontrol secara
otomatis.
4 Security dan encription Melindungi privasi dari para subscriber
5 Mendukung sistem Memungkinkan data rate yang lebih tinggi
modulasi
adaptive
6 Scalability yang tinggi Biaya penggunaan yang sangat efektif, karena
hingga mampu menampung pengguna dalam jumlah
mendukung 100 subscriber yang besar.
7 Mendukung sistem quality Dapat memberikan latency rendah pada aplikasi-
of service (QoS) aplikasi delay sensitive, seperti VoIP dan
streaming video.

Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan
data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan
HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan
menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu
menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga
strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile
Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa
karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First
Boston seperti berikut.
Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX
sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem
wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed
Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana
operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk
menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed
Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan
setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.

WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certification


profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk
Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu
band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.

Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi


WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band
frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa
negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia
dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile
WiMAX adalah 2,5 GHz.

Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di
negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk
komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di
Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR
dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan
wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi
interferensi terutama di sisi satelit.

PERANCANGAN JARINGAN WiMAX

Salah satu teknologi akses nirkabel pita lebar (wireless broadband) yang banyak
diperkirakan banyak digunakan di masa depan adalah WiMAX (Worldwide
Interoperability for Microwave Access). WiMAX memiliki jangkauan yang lebih
jauh dan dapat digunakan dalam kondisi Non Light of Sight (NLoS) sehingga
sangat sesuai untuk transmisi pada daerah rural.

Beberapa pertimbangan yang diperlukan dalam perancangan jaringan


WiMAX antara lain:

 Bagaimana merancang topologi jaringan dan jumlah BTS dengan


menitikberatkan pada tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah.

 Bagaimana merancang parameter teknis WiMAX yang meliputi capacity dan


coverage untuk disimulasikan dengan mengggunakan standar teknis IEEE
802.16d dan 802.16e.

 Bagaimana cara mengevaluasi kinerja arsitektur scheduling yang dirancang


pada jaringan WiMAX.

Ada beberapa tahapan dalam merancang jaringan WiMAX pada suatu wilayah,
yaitu:

 Studi literatur data penduduk dan kondisi geografis wilayah.

 Perhitungan Link Budget yang meliputi luas sel, jumlah sel, dan kapasitas sel.
 Penentuan letak koordinat Base Station.

 Penentuan jumlah client.

 Melakukan simulasi hasil perancangan dengan menggunakan software


(OPNET Modeler 14.5, FIFO, WFQ, etc).

1.1 Konfigurasi Jaringan WiMAX


Secara umum konfigurasi WiMAX dibagi menjadi 3 bagian yaitu subscriber
station (SS), base station (BS) dan transport site (bagian backend). SS terletak di
lingkungan pelanggan (bisa fixed atau mobile/portable), sedangkan BS biasanya
satu lokasi dengan jaringan operator (jaringan IP/internet atau jaringan
TDM/PSTN). Gambar 1 menunjukkan konfigurasi jaringan WiMAX.

Gambar 1. Konfigurasi jaringan WiMAX


Dalam gambar 1 ini digambarkan bahwa konfigurasi WiMAX terdiri dari:
 Transport site (bagian beckend): bagian ini terdiri dari IP/PSTN. Bagian
ini berfungsi untuk menghubungkan base station dengan internet.
 Base station (BS) site: bagian ini terdiri dari base station (BS). Bagian ini
berfungsi untuk menghubungkan subscriber station (SS) site dengan
transport site.
 Subscriber station (SS) site: bagian ini terdiri dari Customer Premise
Equipment (CPE) atau yang lebih canggih berupa laptop. Bagian ini
berfungsi sebagai peralatan yang digunakan oleh user / pengguna. Dalam
sistem IEEE 802.16e terdapat dua tipe user yaitu fixed dan mobile user.
1.2 Elemen / Perangkat WiMAX
Elemen atau perangkat WiMAX secara umum terdiri dari Base Station (BS) di sisi
transmiter dan Customer Premises Equipment (CPE) di sisi pelanggan. Namun
demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan aksesoris
lainnya. Beberapa perangkat yang digunakan dalam teknologi WiMAX dapat
diuraikan sebagai berikut :
 Base Station (BS)
Base Station atau BS merupakan perangkat transceiver (transmitter dan
receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi dengan jaringan Internet
Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa Customer
Premises Equipment (CPE) dengan media interface gelombang radio (RF)
yang mengikuti standar WiMAX.
 Antena
Antena merupakan alat untuk mentransformasikan sinyal radio yang
merambat pada sebuah konduktor menjadi gelombang elektromagnetik di
udara. Antena memiliki sifat resonansi sehingga antena akan beroperasi
pada daerah tertentu. Ada beberapa tipe antena yang dapat mendukung
implementasi WiMAX, yaitu:
Antena Omnidirectional
Antena Omnidirectional merupakan jenis antena yang memiliki pola
pancaran sinyal kesegala arah (360°). Gambar 2 menunjukkan jangkauan
area antenna omnidirectional. Antena jenis ini dapat digunakan untuk
konfigurasi point to multi point (PtMP) sehingga dapat melayani jumlah
pengguna yang lebih banyak. Namun, kesulitannya adalah pada
terbatasnya jangkaun daya pancar dan pengalokasian frekuensi untuk tiap
sel agar tidak terjadi interferensi.

Gambar 2. Jangkauan area antena omnidirectional (3600 dari base


station)
Antena Sektor
Antena sektor adalah jenis antena yang pola radiasinya kearah atau sector
tertentu yaitu 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.
Gambar 3 menunjukkan jangkauan area antena sektor 60°.

Gambar 3. Jangkauan area antena sektor (600 dari base station)


Antena Panel
Antena panel digunakan untuk konfigurasi point to point (PtP) yang
digunakan untuk transmisi data antar base station (BS) WiMAX. Gambar
4 menunjukkan antenna panel.

Gambar 4. Antena panel


Gambar 5 mengilustrasikan 3 tipe antena yang digunakan pada WiMAX.
Dari atas ke bawah antena omnidirectional, antena sektor dan panel.
Gambar 5. Tipe-tipe antena WiMAX

 Customer Premises Equipment (CPE)


Secara umum Subscriber Station (SS) atau Customer Premises Equipment
(CPE) terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat
radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.
Indoor Unit merupakan titik koneksi ke komputer pelanggan dan berfungsi
sebagai power injektor ke Outdoor Unit. Berdasarkan mekanisme
aksesnya, pada sistem WiMAX didefinisikan beberapa pengertian yaitu
fixed access, nomadic access, portability, simple mobility, dan full
mobility.

Topologi Jaringan WiMAX


Topologi jaringan WiMAX ada beberapa macam yaitu: Point to Point
(PtP) dan Point to Multi Point (PtMP) serta dapat dikembangkan menjadi jaringan
berbentuk mesh. Pada topologi mesh, base station (BS) digunakan sebagai
interface ke core network, sementara untuk menjangkau pelanggan yang berada di
luar jangkauan suatu base station (BS), terminal pelanggan atau Customer
Premises Equipment (CPE) dapat bertindak sebagai router atau repeater bagi
terminal pelanggan lainnya.

 Topologi Point to Point (PtP)


Komunikasi dalam Topologi Point to Point (PtP) dilakukan satu lawan satu,
yaitu: base station (BS) dengan base station (BS), ataupun base station dengan
single subscriber station (SS). Gambar 6 mengilustrasikan Topologi Point to
Point (PtP).

Gambar 6. Topologi point to point

Dalam Gambar 6 tersebut dijelaskan bahwa komunikasi dalam topologi point


to point (PtP) dilakukan antara base station (BS) dengan base station (BS),
ataupun antara base station (BS) dengan single subscriber station (SS).

 Topologi Point to Multi Point (PtMP)


Topologi Point to Multipoint (PtMP) digunakan untuk melayani akses langsung
ke pelanggan. Dalam topologi ini base station (BS) WiMAX digunakan untuk
mengontrol beberapa subscriber station (SS). Kemampuan dari jumlah
subscriber tergantung dari tipe Quality of Service (QoS) yang ditawarkan oleh
operator. Bila tiap subscriber station (SS) mendapatkan bandwidth yang cukup
besar, maka dapat disimpulkan bahwa kapasitas jumlah user akan berkurang,
dan sebaliknya, bila bandwidth yang dialokasikan semakin sedikit, maka
kapasitasnya akan semakin besar. Gambar 7 mengilustrasikan WiMAX yang
diimplementasikan dengan menggunakan topologi PtMP dan pada gambar 7
tersebut base station (BS) berfungsi sebagai pengontrol beberapa subscriber
station (SS).

Gambar 7. Topologi point to multi point

 Topologi Pengembangan
Topologi pengembangan merupakan varian dari topologi dasar point to point
dan point to multipoint. Topologi pengembangan ini dibuat dengan cara
menggabungkan beberapa topologi dasar (topologi point to point dan topologi
point to multipoint). Dengan penggabungan beberapa topologi dasar ini,
terbentuklah topologi pengembangan, seperti mesh, maupun gabungan antara
point to point dan point to multipoint. Ilustrasi konfigurasi mesh dapat dilihat
pada gambar 8.
Gambar 8. Topologi mesh
Gambar 9 memperlihatkan konfigurasi jaringan yang menggunakan kombinasi
antara topologi PtMP digunakan untuk ke CPE. Sementara topologi PtP
digunakan untuk menghubungkan base station (BS) ke jaringan transport atau
backhaul.

Gambar 9. Topologi gabungan PtP dan PtMP

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI WIMAX


Seperti telah dijelaskan, teknologi WiMAX memberikan solusi broadband untuk
Metropolitan Area Network (MAN), dengan kinerja yang dapat menyaingi solusi
broadband dengan kabel, misalnya ADSL. Selain kinerja jaringan, biaya investasi
dan prospek bisnis dari WiMAX juga patut diperhitungkan, apalagi untuk daerah-
daerah dengan teledensitas rendah. Dengan argumentasi seperti di atas, teknologi
WiMAX memiliki banyak manfaat dalam penerapannya.
Untuk daerah urban, di mana penekanan lebih besar ke faktor kapasitas
dibandingkan dengan jarak jangkauan (distance coverage), beberapa contoh
penggunaan teknologi WiMAX adalah sebagai berikut :
 Wireless backhaul untuk WiFi hotspot.
 Broadband wireless access yang dapat menyaingi ADSL untuk kalangan
korporasi, usaha kecil atau pun perorangan.
 Cellular base station backhaul.
 Jaringan khusus untuk pelayanan publik, keamanan, dsb.
Sedangkan untuk daerah rural atau terpencil di mana penekanannya lebih ke
faktor jarak jangkauan (distance coverage), beberapa contoh penggunaan
teknologi WiMAX adalah sebagai berikut :
 Perpanjangan akses melalui wireless ke jaringan kabel yang terdekat (last-
mile connection).
 Pendistribusian secara lokal untuk komunikasi melalui satelit.
Teknologi nirkabel khususnya WiMAX juga dapat digunakan untuk sistem
komunikasi yang dapat dipasang secara cepat dikarenakan lumpuhnya sistem
komunikasi konvesional yang menggunakan kabel. Sebagai contoh adalah
instalasi jaringan nirkabel yang dilakukan oleh Yayasan AirPutih di propinsi
Nanggroe Aceh Darusalam untuk mempercepat pemulihan infstruktur komunikasi
dalam rangka penanggulangan bencana tsunami. Perangkat-perangkat yang
digunakan adalah berbasis Pre-WiMAX yang merupakan donasi dari Intel
Consortium.
Hasil surveI menunjukkan efektivitas penggunaan teknologi pre-WiMAX
dalam hal kecepatan instalasi dan data throughput jaringan. Selain itu, tidak
banyak kendala dalam pengoperasion jaringan pre-WiMAX ini. Justru,
permasalahan yang sering timbul adalah dalam hal ketersediaan infrastruktur fisik
(tower) dan listrik yang belum stabil.
Setelah menjadi teknologi baru yang panas di dunia telekomunikasi, anda
dapat dimaafkan jika berpikir bahwa WiMAX telah terlupakan. Banyak operator
yang telah mengabaikan rencana peluncuran WiMAX mereka untuk mendukung
sistem seluler LTE atau alternatif sambungan telepon tetap.
Namun ada satu negara, di mana WiMAX tidak hanya bertahan hidup, tetapi
berkembang.
Jepang adalah rumah bagi 70,68 juta pelanggan fixed broadband pada akhir
Maret 2016, naik 24,6% (13,96 juta pengguna) dari hanya 12 bulan sebelumnya.
Pertumbuhan tahun ke tahun yang signifikan ini dapat dikaitkan dengan serapan
tajam di WiMAX / broadband nirkabel tetap, yang mencapai 32,34 juta
sambungan pada Q1 2016.
Hal ini terutama didorong oleh UQ Communications, usaha patungan dari
salah satu operator seluler utama di negara itu, KDDI (32%), dengan East Japan
Railway Company, Kyocera, Daiwa Securities Group, dan Bank Tokyo-
Mitsubishi.
UQ hampir dua kali lipat basisnya dalam periode dua belas bulan,
menambahkan 8,51 juta koneksi baru internet yang mengesankan hingga akhir
Maret tahun ini, dengan total 18,05 juta.
Gambar 10. Pertumbuhan Pengguna WiMAX di Jepang hingga Desember 2017

Namun, posisi kedua UQ di pasar fixed broadband Jepang pada akhir Maret
2016 - dengan 25,5% saham - tidak mudah.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi (MIC) mengalokasikan


spektrum dalam pita 2.5GHz untuk dua perusahaan pada akhir 2007. Operator
yang lebih besar dipaksa melakukan hubungan dengan pesaing yang lebih kecil
ketika regulator mengeluarkan ketentuan yang mencegah operator jaringan seluler
generasi ketiga - NTT DOCOMO, KDDI (au), Softbank Mobile, dan eMobile -
dari mendaftar secara independen untuk lisensi.

Dalam upaya untuk meningkatkan persaingan, operator yang ada hanya dapat
menerapkan melalui usaha patungan di mana mereka diizinkan memiliki saham
maksimum sepertiga.

Pemerintah menerima empat aplikasi, tetapi hanya dua lisensi nasional yang
tersedia. Willcom dan UQ Communications (pada saat itu dikenal dengan nama
"Wireless Broadband Planning") yang terdaftar secara hukum masing-masing
diberi 30MHz spektrum pada bulan Desember 2007. Jumlah yang dibayarkan
untuk lisensi tidak terungkap.

Pertumbuhan jumlah pelanggan UQ Communication


UQ kemudian berkomitmen untuk menghabiskan JPY145 miliar selama tujuh
tahun hingga akhir-2014, menggunakan alokasi frekuensinya untuk menyediakan
akses Internet nirkabel kecepatan tinggi melalui WiMAX. Willcom menyukai
teknologi generasi mendatang Personal Handyphone System (PHS) yang disebut
Advanced XGP (AXGP).

Pada bulan Juli 2009, UQ meluncurkan layanan komersial di sebagian besar


Tokyo, Nagoya, Osaka, Kyoto, dan Kobe. Ini memperluas jangkauan layanan
WiMAX ke 100 juta orang pada awal 2012 dan kemudian memperluas jangkauan
sinyal dalam sistem bawah tanah Tokyo dan sepanjang rute kereta utama.

UQ menawarkan cakupan populasi 93% pada pertengahan 2016.

Kemajuan operator awalnya lambat; itu terhitung hanya 806.600 pelanggan


WiMAX pada akhir Maret 2011. Tiga tahun kemudian basisnya mencapai lebih
dari 4 juta pelanggan.

Namun, pada akhir April 2015, UQ telah melewati 10 juta pelanggan,


meningkat dua kali lipat menjadi 20 juta pada bulan Juli 2016. Ledakan
pertumbuhan ini telah dikaitkan dengan pengenalan teknologi WiMAX 802.16m
pada bulan Mei 2014, yang dijuluki "WiMAX2+", untuk smartphone.
Dan, dari catatan: UQ awalnya memperkenalkan layanan yang menawarkan
kecepatan downlink 110Mbps melalui jaringan WiMAX 802.16m di Tokyo pada
Oktober 2013.

Memperkuat kemampuan WiMAX-nya lebih jauh lagi, pada Maret 2015


operator memperluas area cakupan Internet seluler sambil meningkatkan
kecepatan bandwidth unduhan WiMAX2 + hingga 220Mbps dengan layanan “Ya-
Baisoku” melalui kerja sama dengan Ericsson.

WiMAX2 + dilaporkan diluncurkan di seluruh WiMAX UQ pada bulan Juli


2016.

Sepertinya operator sekarang bekerja dengan layanan 440Mbps karena


berusaha meningkatkan kecepatan unduh sambil menurunkan harga melalui
serangkaian paket data tak terbatas.

BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah
sebuah teknologi akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access)
atau disingkat BWA yang memiliki kecepatan akses data/internet yang
tinggi dengan jangkauan yang luas dengan menggunakan media
nirkabel.
2. Standar yang digunakan oleh teknologi WiMAX pada saat ini ada 2,
yaitu standar IEEE 802.16d (fixed) dan IEEE 802.16e (mobile).
3. Tahapan-tahapan dalam melakukan perancangan jaringan pada suatu
wilayah, yaitu melakukan studi literatur data penduduk dan kondisi
geografis wilayah tersebut, melakukan perhitungan link budget,
penentuan letak base station, penentuan jumlah client, dan melakukan
simulasi terhadap hasil perancangan.
4. Konfiurasi jaringan WiMAX terdiri dari Transport site, Base Station
(BS), dan Subscriber Station (SS).
5. Dalam perancangan jaringan WiMAX terdapat 3 macam topologi yang
digunakan, yaitu topologi Point to Point (PtP), topologi point to
Multipoint (PtMP), dan topologi pengembangan (topologi mesh).

III.2 Saran
Penulis mengharapkan makalah ini dapat membantu pembaca
dalam lebih memahami mengenai teknologi WiMAX beserta bagaimana
tahapan-tahapan perancangannya. Kami juga ingin mendengar saran dan
kritik dari pembaca menegenai paper ini agar kami kedepannya dapat lebih
baik.

DAFTAR PUSTAKA

Andrews, J.G., A., & Muhamed R. 2007. Fundamentals of WiMAX


Understanding Broadband Wireless Networking. Westford,
Massachusetts: Pearson Education, Inc.

Ariawan,Putu Rusdi, WIFI, WIMAX, BLUETOOTH DAN INFRA RED.


Bukit Jimbaran:2009
Firdaus, M.Fahri, Etika Nuraini. 2015. DASAR DAN PERANCANGAN
WIRELESS ICT NETWORKS. Yogyakarta: UII Press.

Hermawan, C. W. 2009. Kupas Tuntas Teknologi WiMAX. Semarang: ANDI


Yogyakarta.

IEEE. 2004. 802.16 IEEE Standard for Local and Metropolitan Area
Network. IEEE, 429.

Korowajczuk, L. 2011. LTE, WiMAX and WLAN Network Design,


Optimization and Performance Analysis. Wiley.

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25651/4/Chapter%20II.pdf

http://aurorra7.blogspot.co.id/2010/05/makalah-mk-jarkom-wimax.html

https://blog.telegeography.com/wimax-growth-in-japan

http://dilanurlaila.blogspot.co.id/2015/06/jaringan-tanpa-batas-wimax.html

http://fakhriyhario.lecture.ub.ac.id/2012/03/ofdma-orthogonal-frequency-
division-multiple-access/

http://harmiprasetyo.wordpress.com/2006/10/06/wimax-vs-3g/

http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX

https://jadhie.wordpress.com/2011/03/05/teknologi-wimax/

http://makalahlaporanterbaru1.blogspot.co.id/2012/09/makalah-komunikasi-
data-wimax.html

http://miqbal.staff.telkomuniversity.ac.id/?p=365

http://siskomjarkom.blogspot.co.id/2013/03/wimax.html

http://tkj-septialutfi-1102412029.blogspot.co.id/2014/10/makalah-jaringan-
modern-wi-fi-dan-wimax.html

http://www.pltik.undip.ac.id/images/download/infrastruktur/7_130.pdf

https://www.scribd.com/doc/124249701/WIMAX

https://www.scribd.com/doc/44877803/Jaringan-Wimax
https://www.scribd.com/doc/67986734/Wimax

LAMPIRAN

Pertanyaan!

1. Di daerah manakah Antenna Omnidirectional di pasang dan apakah


Antenna Omnidirectional selalu terletak di bagian atas BTS dan di
pasang bersama dengan antenna-antenna yang lain? (Dzul Fatuh
Aprianto)

Jawab:

Antenna Omnidirectional merupakan antenna yang ruang lingkup


pancarannya 360°. BS (Base Station) yang menggunakan antenna
omnidirectional biasanya dipasang pada daerah pusat yang strategis yang
jumlah pengguna internetnya cukup banyak dan tersebar merata di dareah
tersebut. Antenna Omnidirectional selalu di pasang pada bagian paling
atas BS untuk memaksimalkan ruang lingkup pancarannya. Antenna
Omnidirectional selalu dipasang bersama dengan antenna sector dan
antenna panel pada sebuah BS. Antenna omnidirectional bertugas
memancarkan sinyal ke segala arah (360°), antenna sector bertugas
memancarkan sinyal ke arah-arah tertentu, seperti ke tempat-tempat yang
pengguna internetnya cukup banyak sehingga membutuhkan daya pancar
yang lebih atau ke tempat tertentu yang sangat membutuhkan akses
internet seperti gedung pemerintahan dan gedung pelayanan masyarakat.
Sedangkan antenna panel digunakan untuk komunikasi antar sesama BS.

2. Jika kita ingin merancang jaringan WiMAX di Makassar, hal-hal apa


saja yang harus diperhatikan dan topologi apa yang sebaiknya
digunakan? (Muh.Yusuf Pratama)

Jawab:

Apabila kita ingin merancang jaringan WiMAX di Makassar, hal-hal yang


harus diperhatikan, yaitu jumlah penduduk yang ada di Makassar, jumlah
pengguna aktif internet di Makassar untuk memperikrakan jumlah BS
yang harus di bangun, jumlah pengguna internet di berbagai tempat di
Makassar untuk bisa memperkirakan kapasitas dan jangkauan sebuah BS,
dan kondisi geografis Makassar untuk mengetahui letak dan spesifikasi
BS yang akan di bangun. Sedangkan untuk topologi yang digunakan kita
harus mempelajari perilaku dan traffic komunikasi data pengguna
internet di Makassar. Tetapi saran saya, yaitu menggunakan Topologi
Mesh, sehingga pelanggan setiap BS bisa saling terhubung dengan BS
yang lain.

3. Apa saja kekurangan WiMAX? (Azhary Abdullah M.)

Jawab:

Kekurangan WiMAX:

 WiMAX dirancang untuk bekerja pada frekuensi 3.5 GHz dan


5.8GHz, sedangkan kebanyakan negera-negara di Asia termasuk
Indonesia, untuk frekuensi 3.5 GHz sudah digunakan untuk satelit.
Sehingga di Indonesia sendiri menggunakan frekuensi 2.3 GHz untuk
WiMAX akibatnya kinerja WiMAX menjadi tidak optimal.

 WiMAX merupakan teknologi yang masih cukup baru dan masih


sejumlah kecil negara yang menerapkannya. Biaya pengadaan awal
untuk pemasangan jaringan WiMAX masih terbilang cukup mahal
untuk sebagian besar negara berkembang dan untuk pengguna harus
membeli perangkat baru yang kompatibel dengan jaringan WiMAX
atau setidaknya bagi pengguna yang peragkatnya mendukung harus
mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli WiMAX Card.