Anda di halaman 1dari 16

PENGARUH CARA BERPAKAIAN TERHADAP TINDAK

KRIMINALITAS SISWA-SISWI KELAS XI


DI SMAN 3 BANJAR

PROPOSAL PENELITIAN

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas


Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Disusun oleh :
ALIFA SRI KARTIKA
MESYA KAHLA RAJABANI
XI IPA 3

SMA NEGERI 3 BANJAR


Jl. KH. Mustofa No. 117, Banjar Jawa Barat 46311, Indonesia
KOTA BANJAR
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya

makalah yang berjudul “Pengaruh Cara Berpakaian Terhadap Tindak kriminalitas

siswa-siswi di SMAN 3 Banjar”. Selama pembuatan makalah pun kami juga

mendapat banyak dukungan dan juga bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu

kami haturkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. H. Kusdiaman, M.Pd, selaku kepala sekolah SMAN 3 Banjar,

yang memberikan bimbingan, saran, dan juga ide.

2. Bapak Ahmad Fathoni, S.Pd., selaku guru Bahasa Indonesia, yang

memberikan dorongan, dan juga masukan kepada penulis.

Akhir kata kami sebagai penulis berharap semoga karya tulis Ilmiah Ini dapat

bermanfaat bagi seluruh Siswa-siswi SMA Negeri 3 Banjar pada Khususnya bagi

para pembaca pada umumnya.

Kami menyadari mungkin masih ada kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu

kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi

kesempurnaan proposal penelitian ini.

Banjar, Februari 2019

Peneliti

i
DAFTAR ISI

JUDUL / COVER ............................................................................................


KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ........................................................................... 2
D. Manfaat Penelitian ......................................................................... 3
E. Asumsi ........................................................................................... 3
BAB II KAJIAN TEORI
A. Pengertian Pakaian ......................................................................... 4
B. Macam-macam Pakaian ................................................................. 4
C. Pengertian Kriminalitas .................................................................. 5
D. Macam-macam Kriminalitas .......................................................... 6
BAB III METODOLOGI
A. Pendekatan Peneitian ..................................................................... 7
B. Jenis dan Sumber Data ................................................................... 7
C. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................ 8
D. Populasi dan Sample ...................................................................... 8
E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 9
F. Fokus Penelitian ............................................................................. 9
G. Validitas Data ................................................................................. 9
H. Teknis Analisis Data ...................................................................... 9
I. Prosedur Penelitian......................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 11

ii
BAB I

PEDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Di zaman globalisasi ini semua pengaruh budaya dari luar sangatlah

mudah untuk masuk ke negara kita dan juga mempengaruhi segala sesuatu yang

ada di sekitar kita, seperti halnya dengan pengertian globalisasi. Globalisasi

adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari

setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Sudah jelas dari

pengertiannya pun globalisiaisi sekarang dengan sangat mudahnya bisa

memasuki negara kita, namun globalisasi juga bisa berpengaruh positif maupun

negatif terhadap jati diri bangsa. Contoh dari dampak buruk globalisasi adalah

westernisasi.

Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan

jiwa nasionalismenya, yang meniru atau melakukan aktivitas bersifat kebarat-

baratan (budaya bangsa lain). Gaya hidup seakan-akan bebas tanpa mengenal

nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Bisa di lihat dari pengertian

westernisasi bahwa westernisasi sangatlah berpengaruh buruk terhadap jati diri

bangsa, khususnya para generasi muda di Indosesia. Westernisasi dapat

mempengaruhi hal-hal yang buruk kepada setiap individu, karena westernisasi

mendorong adanya sikap, prilaku serta meniru gaya barat yang menyebabkan

perubahan sosial.

1
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam

struktur dan fungsi masyarakat. Dalam hal ini westernisasi dapat menyebabkan

perubahan sosial terhadap pola fikir, kebiasaan, adat istiadat masyarakat,

contohnya dalam cara hal berpakaian ala kebarat-baratan yang mempengaruhi

terhadap anak remaja di Indonesia yang menyebabkan hilangnya moral dan

tingginya tingkat kriminalitas.

Budaya berpakaian orang barat sangatlah minim bertentangan dengan

budaya berpakaian orang Indonesia, budaya berpakaian orang barat cenderung

minim,pendek dan terbuka, sedangkan budaya Indonesia sangatlah kental

dengan adat istiadat apalagi mayoritas agama di Indonesia adalah Agama Islam

yang memiliki budaya berpakaian yang cenderung tertutup(menutupi

aurat) berjilbab dan lain lain.

Budaya berpakaian Orang barat secara tidak sadar sudah merambat ke

Indonesia khususnya di SMAN 3 BANJAR dan korbannya adalah Generasi

muda kita di Indonesia, budaya tersebut sudah mempengaruhi pola pikir anak

muda apalagi dalam hal berpakaian, anak muda sekarang lebih berani

berpakaian minim tanpa takut akan dampak yang terjadi,padahal dengan

berpakaian minim bagi muda mudi di Indonesia akan mengundang nafsu dan

akan meningkatkan tingkat kriminalitas di Indonesia.

Bahasan ini berkaitan dengan pengaruh berpakaian kebudayaan barat

terhadap peningkatan kriminalitas di Indonesia. Saat ini banyak sekali

kriminalitas yang diakibatkan karena cara berpakaian siswa-siswi yang minim

dan pendek. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dipaparkan analisis bahwa

2
budaya berpakaian orang barat menjadi salah satu sebab meningkatnya jumlah

kriminalitas yang ada di Indonesia.

B. Rumusan Masalah

Adapun berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya

adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana budaya berpakaian orang barat dapat mempengaruhi sikap siswa

siswi kelas XI di SMAN 3 Banjar?

2. Kriminalitas apa sajakah yang bisa disebabkan oleh gaya berpakaian ala

barat?

3. Bagaimana cara untuk meminimalisir kriminalitas yang disebabkan oleh

cara berpakaian siswa-siswi yang minim ?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mendeskripsikan budaya berpakaian orang barat dapat

mempengaruhi sikap siswa siswi kelas XI di SMAN 3 Banjar?

2. Untuk mendeskripsikan kriminalitas apa sajakah yang bisa disebabkan oleh

gaya berpakaian ala barat?

3. Untuk mendeskripsikan cara meminimalisir kriminalitas yang disebabkan

oleh cara berpakaian siswa-siswi yang minim?

3
D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Praktis

a. Bagi generasi muda, agar lebih berhati hati dalam berpakaian. Generasi

muda bisa memilah milah budaya barat yang masuk dalam negara kita

dan lebih berhati-hati dalam memilih dan memakai pakaian, harus sopan

dan beretika.

b. Bagi Orang tua, agar lebih waspada terhadap anaknya dalam berpakaian

dan bergaul. Orang tua bisa mengontrol pola pikir anaknya dan harus

lebih selektif terhadap pakaian yang dipakai oleh anaknya.

c. Bagi pemerintah, agar bisa mengontrol budaya yang masuk dalam

negara indonesia. Pemerintah bisa membentuk undang undang tentang

cara berpakaian dan memberikan pesan kepada toko toko agar menjual

pakaian yang tidak terlalu minim.

d. Bagi peneliti, agar bisa dijadikan acuan bahwa harus lebih selektif dalam

memilih dan memakai pakaian, harus lebih sopan dan menutup aurat

kalau bisa berjilbab.

2. Manfaat Teoritis

a. Hasil penelitian ini secara teoritis di harapkan dapat memberikan

sumbangan pemikiran dan memperkaya wawasan konsep praktek

pekerjaan sosial tentang pengaruh cara berpakaian terhadap kriminalitas

siswa-siswi kelas XI di SMAN 3 Banjar.

4
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Pengertian Pakaian

Pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup

tubuh. Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat

berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk

melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan

kehidupan manusia,pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, atau

pun kedudukan seseorang yang memakainya. Perkembangan dan jenis-jenis

pakaian tergantung pada adat-istiadat, kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri

khas masing-masing. Pakaian juga meningkatkan keamanan selama kegiatan

berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan penghalang antara

kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan penghalang higienis, menjaga

toksin dari badan dan membatasi penularan kuman.

Thomas Carlyle mengatakan,”pakaian adalah perlambang jiwa”.

Menurut Idi, “pakaian tak bisa di pisahkan dari perkembangan sejarah

kehidupan dan budaya manusia”.

B. Macam-macam Pakaian

1. Bohemian, gaya bohemian ini memang begitu artistik. Namun gaya yang

satu ini berbeda dengan gaya arty, sebab bohemian cenderung fokus pada

tekstur atau corak yang eksotis.Kaum gypsy kerap terinspirasi dengan jiwa

5
bebas yang dimiliki oleh orang dengan gaya fashion Bohemian ini. Ciri-ciri

dari gaya ini biasanya terletak pada pola mereka yang rumit, blus ala gadis

desa yang begitu khas,ponco hippie, semacam jilbab, aneka rantai serta

jeans ketat yang bercorak. Semua fitur dalam penampilan ala Bohemian

membuat gaya ini cenderung non-tradisional.

2. Arty. Seperti namanya, gaya yang satu ini memang tertuju bagi mereka

yang kreatif dan memiliki jiwa seni. Tak halnya kalau pemakainya kerap

menunjukkan sisi artistic di tiap penampilannya. Mereka biasanya lebih

mendahulukan sesuatu yang unik ketimbang konvensional atau mainstream.

Tak heran kalau mereka menyukai barang handmade atau kerajinan tangan.

Banyak yang bahkan membuat pakaian atau aksesorisnya sendiri. Dengan

demikian, tampilannya akan menunjukkan sisi kreativitasnya serta tentu

lain dari pada yang lain.

3. Chic. Gaya fashion yang pastinya sangat popular. Orang kerap

menyamakan istilah “chic” dengan gaya yang trendy atau fashionable. Tapi

gaya chic ini berarti pakaian yang kita kenakan memiliki warna yang kuat,

namun tidak terlalu mencolok . Para ‘penganut’ gaya ini cenderung

menyenangi desain yang klasik, stylish, cerdik dan terkesan istimewa.

Aksesorisnya tak sembarangan dan jahitan pakaiannya sangat rapi.

4. Klasik. Jika dilihat, gaya klasik ini seperti mengutamakan kenyamanan.

Namun sebenarnya gaya klasik begitu fokus pada kualitas dan style yang

begitu popular. Misalnya seperti alas kaki teplek, boots dari kulit, blus

dengan kancing vertical serta celana lebar. Pakaian yang dikenakannya

6
berasal dari bahan serta jahitan yang bagus dan rapi. Garis tepiannya begitu

rapi dan teratur, menandakan aura stabilitas pemakainnya. Penampilan ini

juga menunjukkan sisi elegan.

Semua itu adalah jenis pakaian yang sangat di sukai oleh para remaja

masa kini,sehingga dalam cara berpakaian inilah yang emnimbulkan berbagai

masalah, seperti kriminalitas.

C. Pengertian Kriminalitas

Kriminalitas merupakan segala macam bentuk tindakan dan perbuatan

yang merugikan secara ekonomis dan psikologis yang melanggar hukum yang

berlaku dalam negara Indonesia serta norma-norma sosial dan agama.

D. Macam-macam Kriminalitas

1) Kejahatan tanpa korban (crime without victims)

2) Kejahatan terorganisasi (organized crime)

3) Kejahatan kerah putih (white collar crime)

4) Kejahatan korporasi (corporate cirme)

Penelitian ini termasuk ke dalam bentuk kriminalitas tanpa korban.

7
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui tanggapan siswa-siswi Kelas

XI SMAN 3 Banjar tentang pengaruh cara berpakaian budaya barat terhadap

mereka. Oleh karena itu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan

deskriptif, yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai sikap atau tanggapan

siswa-siswi Kelas XI SMAN 3 Banjar terhadap pengaruh cara berpakaian

budaya barat terhadap tindak kriminalitas.

B. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian survey yaitu suatu penelitian lapangan

dan meminta pendapat responden yang mengambil sample dari suatu

populasi dan menggunakan wawancara atau memberikan pertanyaan

terhadap siswa-siswi kelas XI SMAN 3 Banjar.

2. Sumber Penelitian

Dalam penelitian ini yang di jadikan narasumber adalah remaja (Siswa-

siswi kelas XI SMAN 3 Banjar). Siswa-siswi kelas XI yang diwawancarai

dengan berbagai pertanyaan yang merujuk pada pengaruh cara berpakaian

budaya barat terhadap tindak kriminalitas.

8
Tabel 3.1
Daftar Siswa Kelas XI SMAN 3 Banjar

JUMLAH JUMLAH SISWA


NO KETERANGAN
SISWA YANG DITELITI
1 Kelas XI IPA 1 27 3
2 Kelas XI IPA 2 30 3
3 Kelas XI IPA 3 28 3
4 Kelas XI IPA 4 28 3
5 Kelas XI IPA 5 26 2
6 Kelas XI IPS 1 30 3
7 Kelas XI IPS 2 27 3
8 Kelas XI IPS 3 28 3
9 Kelas XI IPS 4 29 3
10 Kelas XI Bahasa 26 3
JUMLAH 279 29

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2019 di

SMAN 3 Banjar.

D. Populasi dan Sample

1) Populasi

Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki

kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah

pokok dalam suatu riset khusus. Jadi populasinya 279, dan kami mengambil

10% dari keseluruhannya sehingga dibulatkan menjadi 29 orang. Populasi

yang akan di teliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian di

lakukan. Dalam penelitian ini, kami menggunakan populasi heterogen dari

siswa-siswi di SMAN 3 Banjar.

9
2) Sample

Sample yaitu sebagian atau wakil dari populasi yang di teliti. Metode

sample ini diambil dengan teknik Proporsional, (Proporsional Sample).

E. Teknik Pengambilan Data

Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah :

1. Penelitian Lapangan

Usaha mendapatkan data dengan cara datang langsung ke lokasi

penelitian dengan menggunakan cara wawancara. Wawancara yaitu

mengadakan tanya jawab dengan langsung dengan siswa-siswi terpengaruh

dengan cara berpakaian budaya asing. Pada penelitian ini, peneliti

melakukan observasi di lapangan.Pertama-tama data diperoleh dengan

melakukan wawancara terhadap beberapa orang yang dijadikan sampel

penelitian. Kemudian hasil wawancara dari beberapa sampel dilihat dan

dianalisis untuk mengambil kesimpulan.

F. Fokus Penelitian

Penelitian ini merupakan usaha memahami dampak dari pengaruh cara

berpakaian ala barat terhadap tindak kriminalitas yang terjadi pada siswa-siswi

SMAN 3 Banjar. Sehingga yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana

budaya asing mempengaruhi gaya pakaian siswa-siswi SMAN 3 Banjar, dimana

pada masa ini sangat rentan terhadap berbagai pengaruh dari luar salah satunya

adalah pergaulan.

10
G. Faliditas Data

Kebenaran data dalam penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber-sumber data diperoleh dari penelitian langsung di lapangan dengan

objek penelitian yaitu siswa-siswi SMAN 3 Banjar.

H. Teknis Analisis Data

Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah kegiatan untuk

mengatur,mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan

mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau

masalah yang ingin dijawab. Melalui serangkaian aktivitas tersebut, data

kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa

disederhanakan untuk akhirnya bisa dipahami dengan mudah.

Analisis yang kami gunakan adalah Analisis data kualitatif menurut

(Seiddel, 1998), proses perjalanan sebagai berikut :

a. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode

agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.

b. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan

membuat ikstisar, dan membuat indeksnya.

c. Berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna,

mencari dan menentukan pola dan hubungan-hubungan, dan membuat

temuan-temuan umum.

11
I. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian adalah langkah-langkah atau urutan-urutan yang

harus dilalui atau dikerjakan dalam suatu penelitian.

Tahapan Prosedur Penelitian:

a. Mendefinisikan dan Merumuskan Masalah

b. Melakukan Studi Kepustakaan (Studi Pendahuluan)

c. Menentukan Model atau Desain Penelitian

d. Mengumpulkan Data

e. Mengolah dan Menyajikan Informasi

f. Menganalisis dan Menginterpretasikan

g. Membuat Kesimpulan

h. Membuat Laporan

12
DAFTAR PUSTAKA

Selviana, Melly. Permasalahan remaja dan solusinya. Belawa-Wajo. 2011


http://vogamoda.wordpress.com/2013/01/15/sepuluh-istilah-umum-di-dunia-
fashion/
http://juraganmakalah.blogspot.com/2013/08/makalah-psikologi-pendidikan-
pengaruh.html

13