Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN

Judul :

“Pemeriksaan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)”

Metode :

Imunocromatografi (Tes Strip)

Tujuan :

Untuk mengetahui adanya hormon HCG di dalam urine


untuk tes kehamilan dengan teknik imunologi

Prinsip :

HCG urine akan beraksi dengan konjugat (anti α HCG


terpaut dengan enzim), maka akan terbentuk kompleks konjugat HCG dengan
adanya gaya kapilaritas kemudian akan menuju ke garis tes, digaris tes terdapat
anti β-HCG dan terbentuk kompleks anti β-HCG konjugat serta mengaktifkan
enzim, memecah substrat, kelebihan konjugat akan menuju ke garis kontrol dan
berikatan dengan anti konjugat.

Tinjauan Pustaka :

Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar


endokrin, yang masuk ke dalam peredaran darah untuk mempengaruhi jaringan
secara spesifik. Hormon biokimia dalam kehamilan ada Hormon Kehamilan HCG
(Human Chorionic Gonadotrophin). Hormon kehamilan ini hanya ditemukan pada
tubuh seorang wanita hamil yang dibuat oleh embrio segera setelah pembuahan
dan karena pertumbuhan jaringan plasenta. Hormon kehamilan yang dihasilkan
oleh villi choriales ini berdampak pada meningkatnya produksi progesteron oleh
indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Produksi
HCG akan meningkat hingga sekitar hari ke-70 dan akan menurun selama sisa
kehamilan. Hormon ini merupakan indikator yang dideteksi oleh alat test
kehamilan yang melalui air seni. Jika, alat test kehamilan mendeteksi adanya
peningkatan kadar hormon HCG dalam urine, maka alat test kehamilan akan
mengindikasikan sebagai terjadinya kehamilan atau hasil test positif. Dampak
Kadar HCG yang tinggi dalam darah menyebabkan mual muntah (morning
sickness). Hormon Kehamilan yang lain adalah HPL (Human Placental Lactogen),
Hormon relaxin, hormone estrogen, hormon progesterone dan hormone MSH
(Melanocyte Stimulating Hormone)

Menurut Frandson (1993) Human Chorinic Gonadotropin


(HCG) adalah suatau glikoprotein yang mengandung galaktosa dan heksosamin.
Kadar HCG meningkat dalam darah dan urine segera setelah implantasi ovum
yang sudah dibuahi. Dengan demikian ditemukannya HCG merupakan dasar bagi
banyak tes kehamilan (Murray, 1999). Tes kehamilan menggunakan urine, karena
dalam wanita hamil mengadung HCG (Human Chorionic Gonadotropin). HCG
yaitu suatau hormon glikoprotein yang mempertahankan system reproduksi
wanita dalam keadaan cocok untuk kehamilan . HCG disentesa pada retikulum
endoplasma kasar, glikosilasi disempurnakan apparatus golgi (Johnson,1994).
HCG dapat juga digunakan dalam upaya mersinkronkan ovulasi dan perkawinan
yang diperlukan agar terjadi suatu konsepsi (Frandson,1993). Bila terdapat HCG
dalam urine , HCG terikat pada antibodi dan dengan demikian akan mencegah
aglutinasi partikel lateks yang dilapisi HCG yang diperlihatkan oleh antibodi
tersebut. Dengan demikian uji kehamilan positif apabila tidak terjadi aglutinasi,
dan kehamilan negatif jika terjadi aglutinasi (Pearce, 1997 ).

Uji kehamilan yang paling sering ditemui adalah dengan


pemeriksaan urin. Kadar minimal beta HCG dalam urin untuk menghasilkan hasil
yang positif berkisar antara 20-100 mlU/mL (meskipun pada test pack
mengatakan mempunyai batas minimal 5 mlU/mL). Sebelum immunoassay
(antigen-antibodi) tersedia pada tahun 1960-an uji-uji kehamilan menggunakan
bioassay yang memerlukan hewan seperti kelinci, tikus dan katak untuk
membuktikan adanya HCG dalam serum atau urine. Dewasa ini tes tersebut telah
diganti dengan tes imunologik yang menggunakan antibody terhadap HCG
(sacher, 2004).
HCG memiliki dua berkas genetic yaitu CGA dan CGB.
Fungsi dari HCG yaitu berinteraksi dengan reseptor LHCG dan mempromosikan
pemeliharaan korpus luteum selama awal kehamilan, sehingga menyebabkan ia
mensekresikan hormon progresteron. Progresteron memperkaya rahim dengan
tebal lapisan dari pembuluh darah dan kapiler sehingga dapat menopang
pertumbuhan janin.

Ada beberapa cara yang digunakan untuk uji kehamilan


pada saat ini, berbagai macam reaksi antara lain:

 Reaksi dari hogben


Menggunakan kodok afrika selatan yaitu xenovus laevis dimana
suntikkan 2 cc urin wanita hamil. Reaksi positif ditandai dengan keluarnya telur
dalam waktu 12-24 jam.

 Reaksi dari consulof


Menggunakan kodok berwarna yaitu rana exculenta yang sebelumnya
telah diamil kelenjar hypohysenya lebih dahulu sehingga warna kodok memucat.
Kemudian disuntikkan 2,5 cc urin wanita hamil. Hasil positif bila warna kodok
berubah menjadi coklat.

 Reaksi dari Friedman


Menggunakan kelinci betina yang telah 3 minggu di asingkan sehingga
tidak berhubungan dengan kelinci jantan, dimana disuntikkan 5 cc urin wanita
hamil intravena pada vena telinga kelinci selama 2 hari berturut-turut. Setelah 2
jam dilakukan laparotomi, diambil ovarium dan diperiksa. Hasil psitif bila
ditemukan korpus rubra dan lutea.

 Reaksi Galli Mainini


Menggunakan kodok jantan yaitu buffo vulgaris dimana disuntikkan 5 cc
urin wanita hamil pada bagian bawah kulit perut kodok. Hasil positif ditandai
dengan adanya sperma pada air kemih kodok yang telah didiamkan selama 3 jam.

 Reaksi Aschim Zondek


Menggunakan 5 ekor tikus betina imatur, pada hari kelima diadakan
operasi pada tikus yang telah disuntik dengan urin wanita hamil tersebut. Operasi
dititikberatkan pada perubahan ovarium tikus putih. Hasil positif jika terdapat
korpus rubrum.
 Test Pack
Test pack merupakan alat uji kehamilan yang sangat simple dan dapat
dilakukan dirumah. Bentuk test pack ini ada dua macam yaitu strip dan compact.
Bentuk strip harus dicelupkan kedalam urin yang telah ditampung pada sebuah
wadah atau disentuhkan pada saat buang air kecil. Sedangkan bentuk compact
yaitu dengan meneteskan urin langsung pada bagian tertentu dari alatnya.

Alat uji kehamilan ini memiliki dua buah garis. Garis yang pertama
mengisyaratkan test dilakukan dengan benar, yang biasa disebut dengan garis
kontrol. Garis tersebut akan tampak bila test pack mendapatkan cukup urin untuk
diuji. Sementara garis kedua menunjukkan hasil test, yang merupakan bagian alat
yang memiliki antibody yang bereaksi dengan hCG dan dapat berubah warna
apabila hormon ini terdeteksi.

 Test kehamilan Plano-test


Tes ini menggunakan urin pagi wanita hamil dengan mereaksikan kit neo
planotest duoclon. Dengan melihat ada atau tidaknya aglutinasi saat pencampuran.
Hasil positif ditandai dengan adanya aglutinasi.

 Hasil tes juga tergantung dari :


Cara penggunaanya. Ikuti petunjuk penggunaan dengan benar, waktu
membaca hasil, tanggal kadaluarsa alat tes. Terlalu banyak minum sebelum tes
juga bisa mempengaruhi keakuratan tes. Kandungan air yang terlalu banyak dalam
urin mengencerkan kadar hormon HCG sehingga sulit dideteksi alat tes
kehamilan.

 Waktu penggunaan
Sebagian besar obat tidak berpengaruh pada hasil tes, kecuali obat tersebut
mengandung hormon HCG. Misalnya, obat untuk meningkatkan kesuburan
seseorang.
 Tes Kehamilan

Pemeriksaan laboratorium meliputi:


1. Cara biologis
Dilakukan menggunakan hewan percobaan, adanya
HCG akan menyebabkan reaksi pada organ tertentu.
2. Cara Imunologi
Tes berdasarkan reaksi antigen (HCG) dengan
antibody (anti HCG):
o Aglutinasi Direct
o Aglutinasi Inhibisi (hambatan aglutinasi)
o Immunokromatografi Tes Strip
o Immunokromatografi Tes Pack

Alat dan Bahan :

A. Alat :
1. Test pack strip
2. Wadah urin
B. Bahan :
1. Urin
2. Alat tes kehamilan test strip

Cara kerja :

1) Menyiapkan alat dan bahan.


2) Membaca petunjuk penggunaan alat.
3) Membuka sachetnya dan mengeluarkan strip test.
4) Mencelupkan strip test ke dalam tempat urin sampai
batas max, jangan melebihi garis maksimal,
menunggu sekitar 15 detik.
5) Mengangkat strip test, menunggu 1-2 menit sampai
terlihat garis merah pada strip.
6) Membaca hasil pada strip test.

Interpretasi Hasil :

Positif (+) = Jika ada dua garis merah pada strip test pada control band dan test
Negatif (-) = Jika hanya ada satu garis merah pada strip test yaitu pada control
band

Interpretasi Hasil test kehamilan


Hasil Percobaan :

Dari hasil praktikum tentang Penentuan HCG Dalam Urine dapat diketahui bahwa
urine sampel menunjukkan dua strip pada test slide yang berarti positif hamil.

Pembahasan :

Pada praktikum ini kami mendeteksi adanya hormone HCG


pada urin. Dari hasil praktikum urin sampel positif mengandung
hCG. Ditandai dengan terbentuknya dua garis pada control band
dan test band. Ini berarti wanita tersebut positif hamil. Dalam
pemerikssan ini kami menggunakan alat test pack. Prinsip dari alat
ini adalah imunocromatografi assay atau immunochromatographic
flow test. Komposisi dari alat ini adalah setiap strip test
mengandung campuran nitrocellulose membran dengan 0,6
mikogram Anti-HCG capture antibody, 0,6 mikogram Anti-Mouse
IgG, 0,07 mikogram Anti-HCG antibody gold. Ada kaitannya
dengan immunologi, yaitu adanya hubungan ikatan antara antigen
dan antibody. Alat tes kehamilan terdiri dari membrane yang telah
dilapisi dengan anti GCG pada test line/capture, ini berarti pada
daerah itu hanya akan membentuk garis warna apabila ada hCG
dalam urin sampel. HCG adalah hormone yang sangat spesifik ada
dalam urin ibu hamil. Tidak adanya hormon HCG, maka tidak akan
terbentuk pita di daerah tes. Reaksi pencampuran berlanjut di
sepanjang absorban melewati daerah tes dan kontrol. Keuntungan
penggunaan teknik imunokromatografi adalah mudah dilakukan,
hasil cepat (3-10 menit), sentrifugasi atau filtrasi tidak diperlukan,
bersifat spesifik. Kerugian teknik ini, diperlukan kadar HCG
minimal 1,5-2,5IU/ml hingga muncul reaksi positif, sehingga pada
kadar yang lebih rendah tidak akan bereaksi, dan dapat
menimbulkan hasil uji yang palsu.

Prinsip tes imunologik ini adalah berdasarkan terjadinya


reaksi imunologis kimiawi antara HCG dalam urin dengan
antobodi HCG (anti HCG). Suspensi lateks mengandung antibody
monoclonal anti HCG dengan natrium azida sebagai pengawet
sebagai anti HCG dan hormon HCG yang terkandung dalam urin
sebagai antigen. Ketika anti HCG (antibodi) bertemu dengan
antigen (hormon HCG) maka terbentuklah kompleks
imun(kompleks antigen-antibody /immunoassay)

Mekanisme immunokromatografi Tes :

1. Pada daerah sampel berisi anti alpha HCG berlebih


2. Garis control (C) berisi anti beta dan alpha beta HCG
3. Garis test (T) berisi anti beta HCG
4. Urine wanita hamil mengandung alpha dan beta HCG

Bila urin tidak mengandung HCG, maka saat urin dicelupkan yang
bergerak hanya anti alpha HCG menuju garis C dan bereaksi dengan anti beta-
alpha beta HCG dan akan membentuk garis merah pada C dan tidak pada T.

Bila urin mengandung HCG, maka saat urin dicelupkan yang bergerak anti
alpha HCG dan alpha beta HCG urin menuju anti beta menuju garis T yang
berikatan membentuk garis merah

Terdapat 3 antibodi anti HCG pada strip :


Antibodi tersebut adalah antibodi anti HCG yang pertama (kita sebut saja
anti HCG-1), antibodi anti HCG yang kedua (anti HCG-2) dan anti-anti HCG-1
(antibodi dengan anti HCG-1 sebagai antigen). Ketiga antibodi itu terletak di
lokasi yang berbeda dengan sifat yang berbeda pula. Anti HCG-1 bersifat mobile
sehingga bisa ikut berpindah ke area Test (T) dan Control (C) melalui gerakan
kapilaritas. Anti HCG-1 merupakan antibodi monoklonal sedangkan anti HCG-2
bersifat poliklonal. Anti HCG-2 di area T dan anti-anti HCG-1 di area C bersifat
fixed atau tertanam, artinya tidak dapat berpindah sehingga tidak ikut
mengalir/berpindah tempat.

Bila urin mengandung HCG. HCG sebagai antigen, akan berikatan dengan
anti HCG. Gaya kapilaritas membawa senyawa ikatan HCG dan anti HCG-1
menuju daerah T. Di daerah T, anti HCG-2 akan berikatan dengan HCG yang telah
berikatan dengan anti HCG-1 namun pada epitop yang berbeda. Terbentuklah
kompleks anti HCG-1, HCG, dan anti HCG-2. Enzim menjadi aktif dan daerah T
berwarna merah. Selanjutnya, sisa anti HCG-1 yang belum berikatan dengan HCG
akan menuju daerah C dan berikatan dengan anti-anti HCG-1. Kompleks ini akan
mengaktifkan enzin sehingga daerah T berwarna merah. Pada akhirnya, akan
terlihat dua strip merah yaitu pada daerah T dan daerah C dan diintepretasikan
sebagai hasil positif hamil.

Bila urin tidak mengandung HCG. Urin tidak mengandung HCG sehingga
tidak terjadi kompleks anti HCG-1 dengan HCG. anti HCG-1 yang bebas
kemudian menuju ke area T tempat anti HCG-2. Karena tidak ada HCG maka
tidak akan terjadi interaksi antara anti HCG-1 dan anti HCG-2 melalui perlekatan
dengan HCG pada epitop berbeda. Enzim pada anti HCG-1 tetap inaktif dan
reaksi enzimatis pembentukan warna tidak terjadi. Akibatnya anti HCG-1 akan
terus ikut gaya kapilaritas menuju daerah C. Di daerah ini terjadi kompleks
antigen antibodi yaitu anti HCG-1 (sebagai antigen) dengan anti anti HCG-1
(sebagai antibodi terhadap anti-HCG-1). Kompleks ini membuat enzim aktif
sehingga terbentuk warna merah. Warna merah hanya pada area C sehingga hanya
ada satu garis dan diintepretasikan sebagai hasil negatif hamil (tidak hamil).
Reaksi pembentukan kompleks antigen antibodi antara HCG sebagai
antigen dan anti HCG sebagai antibody bersifat spesifik. Antibodi akan mengenali
antigen pada lokasi tertentu yang disebut epitop. Antibodi poliklonal adalah
antibodi yang mengenali suatu antigen melalui ikatan dengan epitop yang
bervariasi karena berasal dari sel B yang berbeda-beda. Sedangkan antibodi
monoklonal lebih spesifik mengenali antigen pada satu epitop tertentu karena
berasal dari satu sel B yang dibiakan.

ab-ag beta hcg area control c area t-test

Ketika alat tes menyentuh urine, akan terjadi perubahan warna,


pertambahan garis, atau tanda tertentu (positif), yang menunjukkan ditemukannya
hCG di dalam urine. Yang berbentuk setrip umumnya akan menunjukkan dua
garis merah bila terdapat HCG di urine sebagai tanda positif hamil. Bila tidak ada
HCG dalam urine, yang akan muncul adalah tanda satu setrip saja yang berarti
negatif, atau tidak hamil. Sedangkan pada alat yang berbentuk compact, jika urine
yang disentuhkan mengandung HCG, maka akan muncul tanda positif.
Sebaliknya, jika urine tidak (cukup) mengandung HCG maka yang muncul adalah
tanda negatif, berarti tidak hamil.

Test pack akan menunjukkan hasil akurat jika digunakan dua hari sebelum
tanggal datang bulan (tanggal ini dapat dihitung jika siklus menstruasi Anda
teratur, yaitu 28 hari), atau 12 hari setelah berhubungan seks di masa subur. Atau,
untuk mudahnya setelah diketahui adanya keterlambatan menstruasi.

Ada anggapan bahwa melakukan tes kehamilan paling bagus dilakukan


pada pagi hari. Anggapan itu tidak mutlak benar. Tes kehamilan dapat dilakukan
kapan saja. Namun, memang urine di pagi hari lebih pekat, sehingga
kemungkinan deteksi kadar HCG oleh alat tes menjadi lebih mudah, karena cairan
yang kita minum dapat mengencerkan HCG dalam urin. Pada saat tidur kita tidak
minum selama berjam-jam sehingga jika ada kenaikan HCG lebih mudah untuk
terdeteksi pada pagi hari meskipun sebenarnya tes ini dapat dilakukan sewaktu-
waktu.
Sebagai catatan, tanda positif pada alat tes kehamilan pribadi tidak
mengindikasikan apakah kehamilan itu normal (sehat) atau tidak. Alat tes ini
hanya mendeteksi keberadaan HCG yang tetap diproduksi tubuh Anda meskipun
yang terjadi adalah kehamilan anggur. Kehamimlan anggur merupakan kehamilan
abnormal. Dalam kehamilan ini yang terbentuk bukan janin, melainkan
gelembung-gelembung yang menyerupai buah anggur (gelembung mola).

Tips supaya hasil lebih akurat :

1. Pada saat membeli pilih alat yang paling sensitif


2. Alat ini sangat terpengaruh oleh tempat penyimpanan sehingga lebih baik
untuk membelinya dekat dengan waktu pemeriksaan.
3. Baca instruksi cara penggunaan dan pembacaan hasil karena berbeda merk
bisa saja berbeda cara penggunaan.
4. Lakukan tes kehamilan pada pagi hari karena pada saat ini konsentrasi urin
pekat, apabila ada kenaikan HCG maka lebih mungkin menunjukan hasil
positif pada test pack.
5. Bila Negatif. Apabila hasilnya negatif namun anda masih yakin kalau
hamil maka bisa diulang 3 hari setelahnya karena kadar hormon HCG
meningkat dua kali lipat pada 6 minggu pertama kehamilan.

Kesimpulan :

Pada praktikum kali ini didapatkan hasil (+) mengandung HCG pada
sampel, karena terdapat 2 garis strip yang berwarna merah dibagian control
dan tes.