Anda di halaman 1dari 2

1) Mengapa sifat mekanis dari produk yang terdeformasi plastis (produk forming)

lebih baik dibandingkan produk yang tersolidifikasi (produk casting)?

Sebagai seorang engineer, kita tahu bahwa Wrough Product biasanya memiliki
lebih sedikit porositas permukaan, struktur butiran yang lebih halus, kekuatan tarik
yang lebih tinggi, fatigue life yang lebih baik, dan keuletan yang lebih besar dari pada
cast product. Hal ini sederhananya dapat terjadi karena ketika mencairkan logam dan
menuangnya, ukuran butir bebas untuk berkembang. Ketika terjadi pendinginan dan
kembali kestruktur padat, struktur butiran adalah kasar dan lebih acak, sehingga
menurunkan kekuatannya.
Produk yang dihasilkan dari metal forming sifat mekanisnya lebih baik
dibandingkan produk casting. Hal ini dikarenakan, deformasi plastis disebabkan oleh
perlakuan tertentu seperti cold work, dimana proses cold work ini dapat meningkatkan
sifat mekanis material. Saat logam di cold-work, struktur kristal logam akan
terdeformasi (bent, twisted, compressed, dll) yang menyebabkan dataran kristal yang
awalnya seragam, mulai bergerak keatas (disebut pergerakan dislokasi) dan melewati
satu sama lain. Hal ini menyebabkan dislokasi saling bertemu satu sama lain, sehingga
pergerakan dislokasi terhalang, dan densitas dilokasi pun meningkat. Jika densitas
dislokasi meningkat, maka sifat mekanis seperti yield strength, tensile trength akan
meningkat. Jadi, sifat mekanis dapat direkayasa sedemikian rupa pada proses forming.

Pada proses casting, untuk beberapa logam yang titik lelehnya sangat tinggi,
atau dapat bereaksi dengan udara dalam keadaan cairnya yang mengakibatkan porosity
dan berdampak pada failure. Pada proses forming, lebih mudah untuk mengontrol
struktur mikroskopis, inilah alasan mengapa sifat mekanis produk forming lebih baik
dibanding produk casting.
2) Perbedaan hot working dan cold working?
Hot Working Cold Working
Dilakukan diatas suhu rekristalisasi (baja Dilakukan dibawah suhu rekristalisasi
sekitar 5000 -7000C)
Butuh energi sedikit untuk deformasi Butuh energi besar untuk deformasi
plastis plastis
Perubahan sifat mekanik kecil: Keuletan Perubahan sifat mekanik besar: Keuletan
meningkat Ketahanan terhadap impact menurun Kekuatan dan kekerasan meningkat
meningkat
Terjadi strain hardening Tidak terjadi strain hardening
Controlling dan akurasi dimensi buruk Controlling dan akurasi dimensi baik

Keuntungan Hot Working


 Porositas dalam logam dapat dikurangi
 Ketidakmurnian dalam bentuk inklusi terpecah-pecah dan tersebar dalam logam
 Struktur butir lebih halus
 Sifat-sifat fisis yang meningkat
Kerugian Dari Proses Hot working :
 Terjadi oksidasi dan pembentukan kerak pada permukaan benda kerja sehingga
penyelesaian permukaan kurang bagus.
 Dimensi benda kerja yang dihasilkan kurang akurat
 Peralatan pengerjaan panas dan biaya pemeliharaan yang mahal.
Keuntungan dari proses cold working :
 Ukuran atau dimensi yang didapat baik
 Hasil permukaan lebih halus karena tidak ada proses oksidasi terhadap material
 Kekerasan dan kekuatan logam yang dihasilkan meningkat.
Kerugian dari proses cold forging :
 Dibutuhkan gaya yang besar untuk membuat suatu produk yang berukuran kecil.
 Hanya bahan yang lunak yang bisa diproses
 Porositas dalam logam tetap
 Keuletan menurun