Anda di halaman 1dari 20

BUKU INFORMASI

MENGIKUTI PROSEDUR MENJAGA KESEHATAN


DAN KESELAMATAN KERJA ( K3 )
THP.OO01.007.01

KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN R.I.


DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
DIREKTORAT BINA STANDARDISASI KOMPETENSI DAN PELATIHAN KERJA
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan
2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI -------------------------------------------------------------------------------- 2


BAB I PENDAHULUAN -------------------------------------------------------------------- 4
A. Tujuan Umum ------------------------------------------------------------------ 4
B. Tujuan Khusus ----------------------------------------------------------------- 4
BAB II MENGIDENTIFIKASI, MENGENDALIKAN DAN MELAPORKAN TENTANG K3 --- 5
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi,
Mengendalikan dan Melaporkan tentang K3 ------------------------------- 5
1. Hakekat K3 -------------- --------------------------------------------------- 5
2. Bahaya K3 ------------------------------- ---------------------------------- 6
3. Penyebab bahaya K3 ------------------------------------------------------ 6
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi,
Mengendalikan dan Melaporkan tentang K3 ----------------------------- 7
C. Sikap yang diperlukan dalam Mengidentifikasi, Mengendalikan dan
Melaporkan tentang K3 ----------------------------------------------------- 7
BAB III MELAKUKAN PEKERJAAN DENGAN AMAN ------------------------------------ 8
A. Pengetahuan dalam Melakukan Pekerjaan dengan Aman ----------------- 8
1. Pakaian Pelindung -------------------------------------------------------- 8
2. Jenis dan Fungsi Peralatan Keselamatan Kerja ----------------------- 10
3. Penggunaan Peralatan Keselamatan Kerja ---------------------------- 13
B. Keterampilan dalam Melakukan Pekerjaan dengan Aman ----------------- 14
C. Sikap dalam Melakukan Pekerjaan dengan Aman --------------------------- 14
BAB IV MENGIKUTI PROSEDUR KEADAAN DARURAT ------------------------------------- 15
A. Pengetahuan dalam Mengikuti Prosedur Keadaan Darurat --------------- 15
1. Keadaan Darurat -------------------------------------------------------- 15
2. Prosedur Keadaan Darurat --------------------------------------------- 15
B. Keterampilan dalam Mengikuti Prosedur Keadaan Darurat --------------- 16
C. Sikap dalam Mencatat, Membuat Laporan dan Menjaga Lingkungan
Kerja --------------------------------------------------------------------------- 16

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 2 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

BAB V MELAPORKAN KEKURANGAN SARANA DALAM MENGIKUTI


PROSEDUR ---------------------------------------------------------------------------------------- 17
A. Pengetahuan dalam Melaporkan Kekurangan Sarana Dalam

Mengikuti Prosedur ---------------------------------------------------------- 17


1. Kriteria Kerusakan Sarana ----------------------------------------------- 18
2. Prosedur Pelaporan Kerusakan Sarana --------------------------------
B. Keterampilan dalam Melaporkan Kekurangan Sarana Dalam 18
Mengikuti Prosedur -----------------------------------------------------------
C. Sikap dalam Melaporkan Kekurangan Sarana Dalam 18
Mengikuti Prosedur ----------------------------------------------------------
DAFTAR PUSTAKA ------------------------------------------------------------------------ 19
A. Dasar Perundang-undangan ------------------------------------------------ 19
B. Buku Referensi ---------------------------------------------------------------- 19
C. Majalah atau Buletin ---------------------------------------------------------- 19
D. Referensi Lainnya ------------------------------------------------------------- 19
DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN --------------------------------------------- 21
A. Daftar Peralatan/Mesin ------------------------------------------------------- 21
B. Daftar Bahan ------------------------------------------------------------------ 21
DAFTAR PENYUSUN ---------------------------------------------------------------------- 22

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 3 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

BAB I
PENDAHULUAN

A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu mengikuti prosedur

kesehatan dan keselamatan kerja.

B. Tujuan Khusus
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Mengikuti
Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja ini guna memfasilitasi peserta latih
sehingga pada akhir pelatihan diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi, mengendalikan dan melaporkan tentang K3, yang
meliputi kegiatan melakukan pemeriksaan tempat kerja, melakukan identifikasi
dan koreksi bahaya ataupun unjuk kerja yang tidak dikenali sesuai dengan
tanggung jawab kerja, dan melaporkan kepada petugas apabila terdapat
bahaya K3 maupun kejadian-kejadian tertentu sesuai dengan aturan di tempat
kerja.
2. Melakukan pekerjaan dengan aman, yang meliputi kegiatan memilih dan
menggunakan pakaian pelindung pribadi, menggunakan peralatan pengaman
pribadi dan melakukan pemeriksaan prosedur terkait untuk pengendalian resiko
selama menyelesaikan pekerjaan.
3. Mengikuti prosedur keadaan darurat, yang meliputi kegiatan mengenali keadaan
darurat dan mampu melaporkannya menurut sistem pelaporan di tempat kerja
dan mengikuti prosedur di tempat kerja yang berhubungan dengan kecelakaan,
api, serta keadaan darurat sesuai dengan tanggung jawab.
4. Melaporkan kekurangan sarana dalam mengikuti prosedur, yang meliputi
kegiatan membuat catatan berbagai kekurangan atau kerusakan sarana yang
diperlukan dan melaporkan kekurangan/ kerusakan sarana sesuai prosedur.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 4 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

BAB II
MENGIDENTIFIKASI, MENGENDALIKAN DAN MELAPORKAN TENTANG K3

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi, Mengendalikan


dan Melaporkan tentang K3
1. Hakekat K3
Pengertian K3 berdasarkan filosofi (Mangkunegara):
Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan
jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya
serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.
Pengertian K3 berdasarkan keilmuan :
Semua Ilmu dan Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran
lingkungan.
Pengertian K3 berdasarkan OHSAS 18001:2007 :
Semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan
kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok,
pengunjung dan tamu) di tempat kerja.
Hakekat Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah dua hal :
a. Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang
setinggi-tingginya, baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, atau
pekerja-pekerja bebas, dengan demikian dimaksudkan untuk
kesejahteraan tenaga kerja.
b. Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada
meningginya efisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam
produksi.
Tujuan K3 :
a. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan
pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan
produktivitas nasional.
b. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja
tersebut.
c. Memelihara sumber produksi agar dapat digunakan secara aman dan efisien.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 5 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

2. Macam Bahaya K3
a. Kecelakaan Kerja
Pengertian Kecelakaan Kerja menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja
RI No 03/MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan
Kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan kecelakaan adalah suatu kejadian
yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan
korban manusia dan atau harta benda. Contoh kecelakaan kerja : terlindas,
terpotong, tertabrak, terjatuh, dan lain-lain.
b. Penyakit Akibat Kerja (PAK)
Peraturan Menaker RI No. PER 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor
Penyakit Akibat Kerja, menyebutkan bahwa Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah
setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja.
Beberapa ciri penyakit akibat kerja :
1) Populasi pekerja
2) Penyebab spesifik
Beberapa contoh penyakit akibat kerja (PAK) antara lain : silicosis (karena
paparan debu silica), asbestosis (karena paparan debu asbes), low back pain
(karena pengangkutan manual), white finger syndrome (karena getaran mekanis
pada alat kerja), dsb.

3. Penyebab Bahaya K3
a. Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe a ct)
1) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan.
2) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.
3) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan.
4) Berkelakar/ bergurau dalam bekerja dan sebagainya.

b. Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja (unsafe condition)

1) Mesin-mesin yang rusak tidak diberi pengamanan, kontruksi kurang


aman, bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak.
2) Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin,
ventilasi atau pertukaran udara , bising atau suara-suara keras, suhu
tempat kerja, tata ruang kerja/ kebersihan dan lain-lain).

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 6 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

Langkah mengatasi lingkungan yang tidak aman :


a. Dihilangkan, sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar
tidak lagi menimbulkan bahaya, misalnya alat-alat yang rusak diganti atau
diperbaiki.
b. Dieleminir/ diisolir, sumber bahaya masih tetap ada, tetapi diisolasi agar tidak
lagi menimbulkan bahaya, misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin
diberi tutup/ pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja.
c. Dikendalikan, sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis, misalnya
memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi, memasang alat-
alat control dsb.

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengidentifikasi, Mengendalikan


dan Melaporkan tentang K3
1. Melakukan pemeriksaan tempat kerja.
2. Melakukan identifikasi dan koreksi bahaya ataupun unjuk kerja yang tidak
dikenali sesuai dengan tanggung jawab kerja.
3. Melaporkan kepada petugas apabila terdapat bahaya K3 maupun
kejadian-kejadian tertentu sesuai dengan aturan di tempat kerja.

C. Sikap yang diperlukan dalam Mengidentifikasi, Mengendalikan dan


Melaporkan tentang K3
1. Cermat dan teliti dalam mengidentifikasi bahaya atau unjuk kerja yang tidak
dikenali.
2. Taat prosedur pelaporan kepada petugas bila terdapat bahaya K3.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 7 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

BAB III
MELAKUKAN PEKERJAAN DENGAN AMAN

A. Pengetahuan dalam Melakukan Pekerjaan dengan Aman


1. Pakaian Pelindung

Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi badan sebagian atau seluruh

bagian badan dari bahaya temperatur panas atau dingin yang ekstrim, pajanan

api dan benda-benda panas, percikan bahan-bahan kimia, cairan dan logam

panas, uap panas, benturan (impact) dengan mesin, peralatan dan bahan,

tergores, radiasi, binatang, mikro-organisme patogen dari manusia, binatang,

tumbuhan dan lingkungan seperti virus, bakteri dan jamur.

Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan :

a. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin

ada.

b. Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus

yang paling minim.

c. Kalau bentuknya tidak menarik, paling tidak harus dapat diterima.

d. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain, misalnya lengan yang

terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin.

e. Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk

panas dan suhu kain sintesis (nilon, dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi

seharusnya tidak dipakai.

f. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikel-partikel panas

terkait di celana, masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian.

g. Overall katun memenuhi semua persyaratan yang disebutkan di atas

dan karenanya overall katun adalah yang paling banyak digunakan sebagai

pakaian kerja.

h. Dasi, cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai

kemungkinan besar menimbulkan bahaya karena mereka itu dapat dimakan

mesin, dan akan menyebabkan kecelakaan jika para pekerja tetap

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 8 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

memakainya. Jam tangan dan cincin menambah masalah pada bahan kimia

dan panas dengan berhenti menghilangkan bahaya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pakaian kerja :


a. Kenakan pakaian yang tahan terhadap api, tertutup rapat, dan
berkancingkan.
b. Kenakan katun atau wol dan sebagainya guna menghindari bahan buatan
yang mudah terbakar baik baju atas maupun baju bawah.
c. Baju yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau berdasi, sabuk
dapat dengan mudah mengait putaran mesin.
d. Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk mencegah kerusakan
permukaan ketika bekerja di atas tonggak atau penyangga dan sebagainya.
Jenis Pakaian Pelindung :
Gambar 01. Gambar 02.

Vest/ Rompi Celemek (apron/ Coveralls)

Gambar 03. Gambar 04.

Jacket Pakaian yang Menutup Seluruh

Badan

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 9 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

2. Jenis dan Fungsi Peralatan Keselamatan Kerja


Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik

Indonesia Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri, Alat

Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk

melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh

dari potensi bahaya di tempat kerja.

Jenis dan fungsi APD :


Jenis APD Fungsi APD Contoh
Alat Pelindung Kepala

Jenis alat Alat pelindung kepala adalah alat Gambar 05.


pelindung kepala pelindung yang berfungsi untuk Helm
terdiri atas helm melindungi kepala dari benturan,
pengaman terantuk, kejatuhan atau
(savety helmet), terpukul benda tajam atau benda
topi atau tudung keras yang melayang atau
kepala, penutup/ meluncur di udara, terpapar oleh
pengaman radiasi panas, api, percikan
rambut dan lain- bahan kimia, jasad renik dan
lain. suhu yang ekstrim.
Alat Pelindung Mata dan Muka

Jenis alat Alat pelindung mata dan muka Gambar 06.


pelindung mata adalah alat pelindung yang Tameng Muka
dan muka terdiri berfungsi untuk melindungi mata
dari kacamata dan muka dari paparan bahan
pengaman kimia berbahaya, paparan
(spectacles), partikel yang melayang di udara ,
goggles, tameng percikan benda kecil, panas, atau
muka (face uap panas, radiasi gelombang
shield), masker elektromagnetik yang mengion
selam, tameng maupun yang tidak mengion,
muka dan pancaran cahaya, benturan atau
kacamata pukulan benda keras atau benda

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 10 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

pengaman dalam tajam.


kesatuan (full
face masker).
Alat Pelindung Telinga
Jenis alat Alat pelindung telinga adalah alat Gambar 07.
pelindung telinga pelindung yang berfungsi untuk Alat Pelindung Telinga
terdiri dari melindungi alat pendengaran
sumbat telinga terhadap kebisingan atau
(ear plug) dan tekanan.
penutup telinga
(ear muff).

Alat Pelindung Pernafasan

Jenis alat Alat pelindung pernapasan Gambar 08.


pelindung beserta perlengkapannya adalah Respirator
pernapasan dan alat pelindung yang berfungsi
perlengkapannya untuk melindungi organ
terdiri dari pernapasan dengan cara
masker, menyalurkan udara bersih dan
respirator, katrit, sehat dan/ atau menyaring
kanister, cemaran bahan kimia,
Rebreather, mikroorganisme, partikel yang
Airline respirator, berupa debu, kabut (aerosol),
Continues Air uap, asap, gas/ fume, dan
Supply Machine sebagainya.
= Air Hose Mask
Respirator, dsb.
Alat Pelindung Tangan

Jenis pelindung Pelindung tangan (sarung Gambar 09.


tangan terdiri tangan) adalah alat pelindung Sarung Tangan
dari sarung yang berfungsi untuk melindungi
tangan yang tangan dan jari-jari tangan dari

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 11 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

terbuat dari pajanan api, suhu panas, suhu


logam, kulit, kain dingin, radiasi elektromagnetik,
kanvas, kain radiasi mengion, arus listrik,
atau kain bahan kimia, benturan, pukulan
berpelapis, karet, dan tergores, terinfeksi zat
dan sarung patogen (virus, bakteri) dan
tangan yang jasad renik.
tahan bahan
kimia.
Alat Pelindung Kaki

Jenis Pelindung Alat pelindung kaki berfungsi Gambar 10.


kaki berupa untuk melindungi kaki dari Sepatu Boot
sepatu tertimpa atau berbenturan
keselamatan dengan benda-benda berat,
pada pekerjaan tertusuk benda tajam, terkena
peleburan, cairan panas atau dingin, uap
pengecoran panas, terpajan suhu yang
logam, industri, ekstrim, terkena bahan kimia
kontruksi berbahaya dan jasad renik,
bangunan, tergelincir.
pekerjaan
yang berpotensi
bahaya
peledakan,
dan lain-lain.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 12 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

Selain APD, jenis peralatan keselamatan kerja lainnya antara lain :

Gambar 11. Gambar 12.


APAR (Alat Pemadam Api Ringan) P3K

3. Penggunaan Peralatan Keselamatan Kerja


Salah satu jenis alat keselamatan kerja adalah APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
APAR adalah alat yang ringan serta mudah dilayani untuk satu orang untuk
memadamkan api pada mula terjadi kebakaran (berdasarkan Permenakertrans RI
No 4/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat
Pemadam Api Ringan). Cara penggunaan APAR adalah sebagai berikut :
1. Tarik/Lepas Pin pengunci tuas APAR /
Tabung Pemadam.
2. Arahkan selang ke titik pusat api.
3. Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR.
4. Sapukan secara merata sampai api padam.

Yang perlu diperhatikan :


a. Perhatikan arah angin (usahakan searah dengan arah angin) supaya media
pemadam benar-benar efektif mengarah ke pusat api.
b. Perhatikan sumber kebakaran dan gunakan jenis APAR yang sesuai dengan
klasifikasi sumber kebakaran.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 13 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

B. Keterampilan dalam Melakukan Pekerjaan dengan Aman


1. Memilih dan menggunakan pakaian pelindung pribadi.
2. Menggunakan peralatan pengaman pribadi.
3. Melakukan pemeriksaan prosedur terkait untuk pengendalian resiko selama
menyelesaikan pekerjaan.

C. Sikap dalam Melakukan Pekerjaan dengan Aman


1. Cermat dalam memilih pakaian pelindung pribadi.
2. Cermat dan taat SOP dalam menggunakan alat keselamatan kerja.
3. Teliti dalam memeriksa prosedur pengendalian resiko selama menyelesaikan
pekerjaan.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 14 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

BAB IV
MENGIKUTI PROSEDUR KEADAAN DARURAT

A. Pengetahuan dalam Mengikuti Prosedur Keadaan Darurat


1. Keadaan Darurat
Keadaan yang lain dari keadaan normal yang mempunyai kecenderungan atau
potensi tingkat yang membahayakan baik bagi keselamatan manusia, harta
benda maupun lingkungan. Keadaan darurat adalah situasi/ kondisi/ kejadian
yang tidak normal, terjadi tiba-tiba, dan mengganggu kegiatan/ organisasi/
komunitas, dan perlu segera ditanggulangi. Kondisi darurat dapat berubah
menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan banyak korban dan kerusakan.
Jenis keadaan darurat :
a. Bencana Alamiah, contoh : banjir, kekeringan, angin topan, gempa, petir.
b. Kegagalan Teknis, contoh : pemadaman listrik, bendungan bobol, kebocoran
nuklir, kebakaran/ ledakan.
c. Huru-hara, contoh : perang, kerusuhan.

2. Prosedur Keadaan Darurat


a. Prosedur kebakaran
1) Setiap karyawan yang melihat kebakaran di area pabrik jangan panik dan
harus teriak.
2) Minta tolong (kebakaraaan.., kebakaraaan..!, kebakaraaan…!).
3) Jika bahaya kebakaran berpotensi untuk bisa dipadamkan, segera
padamkan secara cepat dan aman dengan alat pemadam api yang telah
disediakan.
4) Segera hubungi team pemadam kebakaran tentang adanya kebakaran
secara singkat dan jelas dengan menyebutkan lokasi kejadian, benda,
bahan atau peralatan yang terbakar.
5) Hubungi team evakuasi tanggap darurat dan peringatkan orang-orang
yang ada dilokasi kebakaran untuk segera meninggalkan lokasi kejadian
menuju muster point mengikuti arah jalur evakuasi.
6) Jika bahaya kebakaran diluar kendali atau susah untuk ditanggulangi
segera hubungi team komunikasi tanggap darurat/ security untuk

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 15 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

menghubungi pihak pemadam kebakaran.


7) Team Tanggap Darurat mengambil alih langkah-langkah pengamanan
lokasi tempat kerja, mengarahkan evakuasi orang dan barang menuju
muster point melalui jalur evakuasi yang benar.
b. Prosedur Gempa Bumi
1) Segera berlindung dibawah meja atau bagian lain perabotan yang kuat,
yang dapat memberikan perlindungan dan udara segar.
2) Cari bagian gedung yang tidak berpotensi kejatuhan benda pada lantai
tempat anda bekerja, selalu ingat lokasi tersebut dan secepat mungkin
pergi/ berada ditempat tersebut pada saat anda merasakan gempa bumi,
dimana tempat tersebut adalah tempat yang aman untuk kasus kejatuhan
potongan langit-langit.
3) Tangga darurat adalah area/ wilayah yang aman dari kejatuhan benda.
4) Jangan kehilangan ketenangan/ jangan panik.
5) Menjauh dari jendela, rak buku, lampu gantung, lemari arsip dan benda
berat lainnya yang dapat jatuh dan melukai.
6) Jika berada diluar, menjauhlah dari gedung

B. Keterampilan dalam Mengikuti Prosedur Keadaan Darurat


1. Mengenali keadaan darurat dan mampu melaporkannya menurut sistem

pelaporan di tempat kerja.

2. Mengikuti prosedur di tempat kerja yang berhubungan dengan kecelakaan, api,

serta keadaan darurat sesuai dengan tanggung jawab.

C. Sikap dalam Mencatat, Membuat Laporan dan Menjaga Lingkungan Kerja


1. Sigap dan teliti dalam mengenali keadaan darurat.
2. Taat mengikuti prosedur apabila terdapat kecelakaan, api, dan keadaan darurat.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 16 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

BAB V
MELAPORKAN KEKURANGAN SARANA DALAM MENGIKUTI PROSEDUR

A. Pengetahuan dalam Melaporkan Kekurangan Sarana Dalam


Mengikuti Prosedur
1. Kriteria Kerusakan Sarana

Setiap alat pasti mempunyai batas waktu penggunaan, alat akan mengalami
kerusakan setelah beberapa waktu digunakan. Berikut kriteria APAR yang rusak :
a. Tabung Berkarat
Tabung alat pemadam api yang berkarat tidak dapat menahan tekanan/
bocor.
b. Label tidak dapat dibaca
Label yang tidak dapat dibaca menyebabkan orang yang akan
menggunakannya tidak mengerti alat pemadam tersebut untuk jenis
kebakaran apa.
c. Segel tidak utuh/ rusak.
d. Selang pemadam tidak tahan tekanan tinggi.
e. Tutup tabung tidak bisa terpasang kencang.
Tutup tabung sudah tidak terpasang kencang, maka bisa menyebabkan
tabung meledak saat digunakan.
f. Batas tekanan kurang
Tekanan yang kurang akan menyebabkan bahan tidak keluar atau terhambat
di selang pemadam saat alat digunakan.
g. Ada kebocoran membran
Kebocoran membran ditandai dengan alat pemadam tersebut tidak dapat
ditekan.
h. APAR kadaluarsa
Apabila APAR memiliki dsalah satu kriteria diatas maka harus segera
dilakukan penggantian.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 17 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

2. Prosedur Pelaporan Kerusakan Sarana

a. Segala kekurangan/ kerusakan sarana dan prasarana evakuasi di lingkungan


Perusahaan kepada Koordinator, Sekretaris maupun Ketua Unit Tanggap
Darurat.
b. Ketua Unit Tanggap Darurat akan segera melaporkannya kepada pengampu
kebijakan perusahaan.

B. Keterampilan dalam Mengikuti Prosedur Keadaan Darurat


1. Membuat catatan berbagai kekurangan atau kerusakan sarana yang diperlukan.
2. Melaporkan kekurangan/ kerusakan sarana sesuai prosedur.

C. Sikap dalam Mengikuti Prosedur Keadaan Darurat


1. Cermat dan teliti dalam membuat catatan kekurangan dan sarana yang diperlukan.
2. Taat azaz dalam melaksanakan pelaporan.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 18 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

DAFTAR PUSTAKA

A. Dasar Perundang-undangan
1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.
2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No, 03/MEN/1998 tentang Tata Cara
Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan.
3. Peraturan Menaker RI No. PER 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit
Akibat Kerja.
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor
PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri.

B. Buku Referensi
1. Dini S. 2003. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Internal Training PT Indolakto.
Cicurug. Sukabumi.
2. Sumamur. 1980. Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. PT Gunung Agung.
Jakarta.
3. Sumamur. 1985. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. PT Gunung
Agung. Jakarta.
4. -------. 1977. Sanitasi dan Higiene Industri Tempe. Kantor Menteri Negara Urusan
Pangan dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan IPB.

C. Majalah atau Buletin


1. –

D. Referensi lainnya
1. http://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com.
2. http://pemadamapi.wordpress.com/definisi-pengertian-alat-pemadam-api-ringan-
apar/carapenempatan-apar/.
3. http://mysafetyshoes.wordpress.com/2011/10/27/tujuan-manfaat-jenis-dan-
kegunaan-darialat-perlindungan-diri-apd/.
4. http://psbtik.smkn1cms.net/kapal/nautika_pelayaran_niaga/perlengkapan_kesela
matan_kerja.pdf.

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 19 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Unit
Sub Bidang Industri Pangan THP.OO01.007.01

DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN

A. Daftar Peralatan/Mesin

No. Nama Peralatan/ Mesin Keterangan


1. LCD Proyektor
2. Laptop
3. APAR
4. Hydrant
5. Alat Kebersihan
6. Pakaian Pelindung
7. White Board

B. Daftar Bahan

No. Nama Bahan Keterangan


1. Sarung Tangan
2. Sandal Jepit
3. Hair net
4. Masker
5. P3K
6. Desinfektant
7. Boardmarker
8. Penghapus
9. Modul
10. ATK

Judul Modul : Mengikuti Prosedur Menjaga K3


Halaman: 21 dari 32
Buku Informasi Versi: 2015