Anda di halaman 1dari 13

POLUSI LINGKUNGAN

Di Ajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Keperawatan Kebijakan

DI SUSUN OLEH

RISKA DESTRIYANA

34403516108

3B

AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR

Jl. Pasir Gede Raya No. 19 Telp (0263) 267206 Fax 2709
POLUSI LINGKUNGAN

A. Pengertian
Pengertian dari pencemaran lingkungan adalah masuknya makhluk
hidup, zat energi atau komponen lainnya ke dalam lingkungan dan akan
merubah tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam
sehingga akan menurunkan kualitas lingkungan atau bahkan tidak
berfungsi lagi.
Peristiwa pencemaran lingkungan ini disebut sebagai polusi.
Sedangkan bahan yang bisa menyebabkan pencemaran disebut sebagai
polutan. Syarat-syarat suatu zat dapat dikatakan sebagai polutan apabila
keberadaannya bisa menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup.
1. Suatu zat dikatakan sebagai polutan apabila :
a. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
b. Berada pada tempat yang tidak tepat.
c. Berada pada waktu yang tidak tepat
2. Sifat polutan adalah:
a. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi
b. Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak
bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang
lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang
merusak.
3. Macam-macam pencemaran
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan
menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.
a. Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai
berikut:
1) Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung
berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan
batu bara.
2) Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan
tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang
tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas
COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi
toleransi dapat meng- ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02
yang terlalu berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari
sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global di bumi akibat
C02 disebut juga sebagai efek rumah kaca
3) Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan
partikel cair membentuk embun, membentuk awan dekat tanah
yang dapat mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya
bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari juga dapat
mengganggu kesehatan
4) Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan
menghasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida bersama dengan
udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan
asam sulfur. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan
jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam. Hujan asam dapat
menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, maupun
tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan, perubahan
morfologi pada daun, batang, dan benih.

Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan


radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi
radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi
radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan,
dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk
hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai
penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian Pencemaran
udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya
jumlah cm3 polutan per m3 udara.
b. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar
sebagai berikut:
1) Pembungan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan
sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air.
Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat
terakumulasi dan bersifat racun.
2) Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan
02 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan
organisme air
3) Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian
terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan
mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga
(Blooming alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat
berfotosintesis karena sinar matahari terhalang.

Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak


bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi.
Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya.
(Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi
dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila
terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak.
Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.

Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat


pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini
semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

c. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran
berikut ini :
1) Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
pecahan kaca, dan kaleng
2) Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit
diuraikan)
3) Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
d. Pencemaran suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor,
kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang
berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
1) Menurut macam bahan pencemaran adalah sebagai berikut:
a) Kimiawi
Berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
b) Biologi
Berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli,
Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
c) Fisik;
Berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
2) Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat
pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran
dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
a) Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan)
ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan
kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan
kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
b) Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal
tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya
pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang
menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
c) Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian
besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau
kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
3) Parameter Pencemaran
Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads
daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat
pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena
pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan
indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
a) Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan
logam-logam berat.
b) Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen
Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cars
pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang
telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari.
Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan
untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut
menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum
atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.
c) Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau,
kekeruhan, dan radioaktivitas.
d) Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya
mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan
plankton.

B. Dampak
1. Punahnya Spesies
sangat berbahaya untuk biota air dan darat. Berbagai jenis hewan
mengalami keracunan dan tidak sedikit yang mati karenanya. Berbagai
spesies hewan mempunyai kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka
dan ada pula yang tahan terhadap polutan tersebut.
2. Peledakan Hama
Penggunaan insektisida bisa pula membunuh predator pada rantai
makanan tertentu. Karena predator punah, maka serangga akan
berkembang dengan pesat tanpa terkendali.
3. Gangguan Keseimbangan Lingkungan
Punahnya spesies tertentu bisa merubah pola interaksi di dalam
suatu ekosistem. Akibatnya, keseimbangan lingkungan akan menjadi
terganggu dan tidak stabil.
4. Kesuburan Tanah Berkuran
Penggunaan insektisida bisa mematikan fauna tanah. Hal ini dapat
menyebabkan kesuburan tanah menurun. Selain itu menggunakan
pupuk secara berlebihan dapat menyebabkan tanah menjadi asam. Hal
ini juga bisa menurunkan kesuburan pada tanah. Untuk mengatasi hal
tersebut maka hendaknya dilakukan pemupukan dengan menggunakan
pupuk kandang, sistem penanaman selang-seling (tumpang sari), dan
rotasi tanaman.
5. Terbentuk Lubang Ozon
Terbentuknya lubang ozon ini merupakan salah satu permasalahan
dari pemanasan global. Hal ini disebabkan oleh bahan pencemar yang
bisa merusak lapisan ozon seperti CFC.
6. Efek Rumah Kaca
Permasalahan global lainnya adalah efek rumah kaca. Gas CO2
yang dihasilkan dari proses pembakaran akan meningkatkan kadar
CO2 pada atmosfer bumi. Hal ini menyebabkan suhu bumi akan
meningkat.

C. Program Dan Upaya Yang Di Lakukan Pemerintah (Penanggulangan


Pencemaran)
Usaha-usaha telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun
masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain
melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak
akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap
lingkungan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi
pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1. Membuang sampah pada tempatnya
Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan
aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan
membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak
sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis
penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah
tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos.
Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan
anorganik. Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah
sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik
dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan
barang-barang lainnya.
2. Penanggulangan limbah industri
Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan
kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan
mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari
limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun
dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari
keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh
buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan
masyarakat.
3. Penanggulangan pencemaran udara
Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor
dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi
pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti
alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan
berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan
membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi.
Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan
knalpot kendaraan bermotor.
4. Penghijauan dan Penanaman Pohon
Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis.
Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal
dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian,
tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu,
tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.
5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil
pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika
pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu
dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke
perairan. Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika
penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan
pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat
meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti
bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan
tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu
alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan
ekosistem pertanian.
6. Pengurangan pemakaian CFC
Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu
sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan
mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia.
Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya
lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

Secara penanggulangannya
1. Penanggulangan secara administratif
Penanggulangan secara administrasitif terhadap pencemaran
lingkungan merupakan tugas pemerintah, yaitu dengan membuat
peraturan-peraturan undang-undang. Beberapa peraturan yang telah
dikeluarkan, antara lain sebagai beriku:
a. Pabrik tidak boleh menghasilkan produk (barang) yang dapat
mencegah lingkungan. Misalnya, pabrik pembat lemari es, AC dan
sprayer tidak boleh menghasilkan produk yang menggunakan gan
CFC sehingga dapat menyebabkan penipisan dan berlubangnya
lapisan ozon di stratofer
b. Industri harus memiliki unit-unit pengolahan limbah (padat, cair,
dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungansudah
terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan.
c. Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat
tertentu yang jauh dari pemukiman.
d. Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek
industri harus dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan
(AM-DAL).
e. Pemerintah mengeluarkan buku mutu lingkungan, artinya standar
untuk menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air
ditentukan baku mutu air , sedangkan untuk lingkungan udara
ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutua air, antara lain
tercantum batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya
fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain
tercantum batasan kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan
CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang
menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi
standar baku mutu.
2. Penanggulangan secara teknologis
Penanggulangan pencemaran lingkungan secara teknologis,
misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah.
Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan
suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat
tersebut dinamakan insenerator.
3. Penanggulangan secara edukatif
Penangkalan pencemaran secara edukatif dilakukan melalui jalur
pendidikan baik formal maupun nonformal. Melalui pendidikan formal,
disekolah dimasukkan pengetahuan tentang lingkungan hidup tentang
lingkungan hidup kedalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA
dan Pendidikan agama. Melalui jalur pendidikan nonformal dilakukan
penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian
lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran
lingkungan.
Dengan penyuluhan dan pendidikan diharapkan dapat
meningkatkan kesadaran baik secara individu maupun secara
berkelompok untuk memahami pentingnya kelestarian lingkungan.
4. Cara Mencegah Pencemaran Lingkungan
Berikut ini ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya
pencemaran lingkungan
a. Menempatkan daerah industri atau pabrik-pabrik besar jauh dari
daerah pemukiman penduduk.
b. Pembuangan limbah industri harus diatur sehingga tidak lagi
mencemari lingkungan.
c. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis peptisida dan zat
kimia yang lainnya yang dapat menimbulkan pencemaran
lingkungan.
d. Memperluas gerakan penghijauan dan reboisasi hutan yang gundul.
e. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
f. Membuang sampah pada tempatnya.
g. Memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang arti lingkungan
hidup.
h. Penggunaan bahan yang ramah terhadap lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/7777351/Pencemaran-lingkungan

https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran

https://putrisaintist.wordpress.com/kelas-vii/semester-2/pencemaran/upaya-
mengatasi-pencemaran-lingkungan/