Anda di halaman 1dari 2

41

BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian
menggunakan metode pre eksperimental design dengan one grup pre-test post-test, yaitu
mengobservasi subjek penelitian sebelum dilakukan intervensi, kemudian di observasi
kembali setelah intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan sebab-akibat
dengan adanya keterlibatan penelitian dalam manipulasi terhadap variabel bebas. Evaluasi
atau post-test dilakukan setelah melakukan intervensi di hari yang sama, hal ini dilakukan
agar tidak terjadi bias jika evaluasi dilakukan pada hari yang berbeda (Nursalam, 2009).

4.2 Populasi dan Sampel


4.2.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nenek di panti jompo Banda Aceh
berjumlah 70 orang.
4.2.2 Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu seluruh nenek di panti jompo
Banda Aceh yang berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini
dilakukan secara porposive sampling, yaitu pengambilan sampel didasarkan pada suatu
pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat yang
ditentukan oleh peneliti , adapun kriteria yang dipakai dalam penelitian ini yaitu :
1. Bersedia menjadi responden
2. Bisa berkomunikasi
3. Umur 60 - 70 tahun
Berdasarkan hasil dari kriteria sampel hanya sebanyak 50 lansia yang akan dijadikan
sampel dalam penelitian

4.3 Jenis Data


1. Data Primer : data yang diperoleh peneliti dari responden melalui wawancara
dengan responden dan intervensi penyuluhan menggunakan metode ceramah dan
pemutaran film.
2. Data Sekunder : data yang diperoleh peneliti dari Profil kesehatan Indonesia,
Profil Kesehatan Aceh, Dinkes Aceh Tengah dan data di panti jompo Banda Aceh
untuk mendukung data primer

4.4 Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di panti jompo Banda Aceh pada bulan April 2018.

4.5 Cara Pengumpulan Data


Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang
diperoleh dari objek penelitian atau responden, guna mengetahui hubungan antara variabel
X dan Y dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara dan
responden memberikan jawaban sesuai pertanyaan yang diberikan, kuesioner dikumpulkan
kembali oleh peneliti pada hari itu juga dan dibantu oleh enumerator yang telah diberikan
pemahaman tentang kuesioner dalam proses penelitian, yaitu :
1. 3 orang kader lansia dan 1 bidan desa ikut menjadi enumerator
2. Setelah dilakukan penelitian data direkap oleh peneliti

4.6 Pengolahan Data


Pengolahan data yang telah dikumpulkan dan diolah melalui tahap sebagai berikut
(Bungin, 2011):
1. Editing, yaitu memeriksa semua kuesioner yang sudah diisi oleh responden, kegiatan
ini bertujuan agar data yang diperoleh dapat diolah dengan baik dan menghasilkan
informasi yang benar atau meneliti kembali kesalahan yang terjadi pada saat
pengisian kuesioner.
2. Coding, yaitu memberi kode berupa nomor atau angka-angka pada setiap kusioner
yang diisi oleh responden. Pada saat pemberian kode peneliti menggunakan kode 0
dan 1 dari setiap pertanyaan sesuai dengan tabel skor yang telah ditentukan.
3. Transfering, yaitu data yang telah diberi kode disusun secara teratur mulai dari
responden pertama sampai responden terakhir dan kemudian dilakukan pengolahan
data dan setelah itu dimasukan dalam master tabel sesuai dengan sub variabel yang
diteliti.
4. Tabulating, data yang telah terkumpul dan diolah kemudian disajikan dalam bentuk
tabel distribusi frekuensi dan tabel tabulasi silang. Pada penelitian ini data yang akan
ditabulasi yaitu tabel usia responden, tabel pengetahuan responden sebelum dan
setelah penyuluhan. Selanjutnya tabel pengaruh penyuluhan terhadap tingkat
pengetahuan para lansia.

4.7 Analisa Data


Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.
1. Analisis Univariat
Analisa univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi variabel yang diteliti
(Arikunto, 2010). Penentuan persentase (P) terhadap tiap variabel menggunakan
rumus sebagai berikut :
𝑓
P = 𝑛 x 100%
Keterangan :
P = Persentase
f = Frekuensi
n = Jumlah seluruh observasi

2. Analisis Bivariat
Analisa Bivariat yang digunakan pada penelitian ini adalah paired sampel T
test. paired sampel T test bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan mean
untuk dua kelompok yang berpasangan. Subjeknya sama, namun mengalami dua
pengukuran yang berbeda (pre test dan post test) (Nisfiannoor, 2009). Uji ini
digunakan untuk variabel dependen, yaitu untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan
pengetahuan tentang PHBS sebelum penyuluhan (pre-test) dan setelah penyuluhan
(post test). Sebelum dianalisa dengan paired sampel T test, dilakukan uji normalitas
untuk pengecekan data apakah data yang ada berdistribusi normal sebagai syarat
untuk penggunaan statistik parametrik. Apabila data yang ada tidak berdistribusi
normal, maka tidak bisa dianalisa dengan paired sampel T test namun dilakukan uji
wilcoxon sebagai uji alternatif paired sampel T test.
Dengan batas kemaknaan (p > 0,05) diolah dengan komputer menggunakan
program SPSS versi 21, sehingga teknis analisis yang dapat digunakan untuk uji
beda dua mean dependen adalah paired sampel T test :
1 Ha diterima dan Ho ditolak : Jika P value < 0,05, artinya ada hubungan antara
variabel independen dengan variabel dependen.
2 Ha ditolak dan Ho diterima : Jika P Value ≥ 0,05, artinya tidak ada hubungan
antara variabel independen dengan variabel dependen.

4.8 Penyajian Data


Data penelitian yang didapatkan dari wawancara seluruhnya di sajikan dalam
bentuk tabel dan narasi.

42