Anda di halaman 1dari 20

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM :
“TRANSFORMASI NELAYAN KE TRANSPORTER WISATA ”

BIDANG KEGIATAN:
PKM -PENGABDIAN

Diusulkan oleh :

DIUSULKAN OLEH:

Ketua : Mufdi Al Husri 3161131025 (2016)


Anggota : Muhammad Indra Taruna 4152230009 (2015)
Risky Ananda 6171121033 (2017)
Mahyar Asrawi 4171230011 (2017)
Amansyah Putra Sagala 7152220001 (2015)

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


MEDAN
2018

i
ii
DAFTAR ISI

HalamanSampul.....................................................................................................ii
PENGESAHAN PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT .. Error! Bookmark
not defined.
DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii
Latar Belakang Masalah ..................................................................................................4
1.2. Profil Masyarakat ............................................................................................5
1.3. Potensi Wilayah ...............................................................................................5
1.4. Luaran yang Diharapkan ..................................................................................6
1.5. Manfaat Program .............................................................................................6
1.6. Tujuan....................................................................................................................6
BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN ........................................7
BAB 3. METODE PELAKSANAAN..............................................................................8
3.1.Metode Arahan dan Diskusi ...................................................................................8
3.2.Metode Demonstrasi dan Pelatihan ........................................................................8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ...............................................................9
4.1. ANGGARAN BIAYA ..........................................................................................9
4.2. JADWAL KEGIATAN ........................................................................................9
Lampiran 1 . Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing ..................................... 10
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ................................................................... 15
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim, Kegiatan dan Pembagian Tugas .......................... 17
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan Pelaksana Program Kreatifitas Mahasiswa
..................................................................................................................................... 19
Lampiran 5. Denah Lokasi Kegiatan............................................................................ 200

iii
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah


Batu bara adalah salah satu bagian dari suku bangsa di Indonesia, Batu
bara memiliki karakteristik seni dan budaya yang menarik. Oleh karena itu batu
bara tetap menarik bagi wisatawan luar untuk dikunjungi dan melihat kekayaan
alamnya. Berbicara mengenai Kabupaten batu bara tentu tak lepas dari pesona
kepariwisataan yang dimilikinya. Kabupaten batu bara memiliki sejumlah objek
wisata budaya maupun objek wisata bahari yang memiliki pesona yang sangat
luar biasa. Masyarakatnya sungguh beruntung tinggal di daerah ini yang
dianugerahi dengan kekayaan alam khususnya kekayaan wisata bahari yang luar
biasa.
Kabupaten batu bara mempunyai kawasan yang menarik, mulai dari
kawasan industri hingga kawasan wisata, salah satunya objek wisata yang masih
murni dan belum di campur tangani manusia yang saat ini tengah digandrungi
oleh wisatawan adalah pulau salah nama dan pulau pandang yang berlokasi di
selat malaka yang termasuk wilayah pulau terluar. Pulau ini sangat menarik untuk
dikunjungi oleh wisatawan, keadaan alam yang masih asri dan jauh dari polusi
menjadi salah satu daya tarik memikat bagi wisatawan local maupun
mancanegara. Tempat ini sangat cocok untuk wisatawan yang hobi memancing,
snorkeling, diving, dan juga fishing.
Sejak tahun 2015 masyarakat batubara dan sekitar nya tidak dapat melaut
seperti biasanya karena pukat yang digunakan nelayan adalah pukat tarik dan
pukat hela mereka sangat dibatasi untuk melaut.
Mengacu pada hal tersebut di atas, maka dapat dilihat adanya peluang
usaha yang bisa diciptakan berdasarkan keadaan tersebut, salah satunya yaitu
kapal nelayan sebagai pusat alternatife penyebrangan.
Apabila wisatawan luar daerah ingin berkunjung kepulau tersebut maka
wisatawan terlebih dahulu menyewa kapan nelayan dan tetapi untuk wisatawan
asing butuhnya para pemandu yang selalu mengarahkan tempat lokasi tersebut,
dalam hal ini kami dari tim PKM-M juga membuat pelatihan berbahasa inggris
kepada masyarakat khusus nya remaja yang putus sekolah guna sebagai pemandu
wisatawan asing dalam perjalanan.
Oleh karena hal tersebut diatas, kami dari tim PKM - M dari Universitas
Negeri Medan berniat untuk menggagas dan merintis perekonomian nelayan di
batu bara tersebut melalui PKM-M dengan judul “Transformasi Nelayan Ke
Transporter Wisata”

4
1.2.Profil Masyarakat
Kehidupan nelayan tradisional di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera
Utara, dewasa ini semakin memprihatinkan dari hasil tangkapan di laut juga
semakin sulit didapat.
Dijelaskan, ada sekitar 1.415 unit kapal penangkap ikan dikabupaten
Batubara yang menggunakan pukat tarik dan pukat hela, sebelumnya jenis pukat
yang dimiliki nelayan ini dilarang pemerintah untuk beroperasi karena dua alat
tangkap tersebut dapat merusak sumber hayati di laut, dan juga menimbulkan
pencemaran. Sesuai dengan surat edaran Menteri Kelautan dan Perikanan RI
Nomor : 72/MEN-KP//11/2016 tentang pembatasan penggunaan alat penangkap
ikan cantrang di wilayah pengelolaan perikanan nelayan. Dan ada sekitar 7000
orang yang terancam menganggur. Pelarangan penggunaan alat tangkap pukat
tarik di perairan Batubara ini, dikhwatirkan akan sangat berdampak hilangnya
pekerjaan, serta sumber mata pencaharian sekitar 7000 nelayan pesisir laut.
Sebahagian nelayan tradisional di Batubara ini juga tidak memiliki rumah
tempat tinggal sendiri, melainkan masih menyewa rumah masyarakat setempat,
selama ini dari hasil tangkapan yang diperoleh nelayan tersebut hanya sekedar
untuk memenuhi biaya makan anak-anak dan keluarga di rumah.

1.3.Potensi Wilayah
Salah satu kabupaten di wilayah pesisir Pantai Timur Sumatera Utara yang
memiliki potensi yang besar adalah Kabupaten Batu Bara. Secara administrative
saat ini Kabupaten Batu Bara terdiri dari 7 kecamatan dan 151 desa/kelurahan
dengan luas wilayah 904,96 km2. Pada wilayah ini terdapat 21 desa pesisir yang
terletak di 5 kecamatan dengan panjang pantai 58 km
Kabupaten batu bara merupakan daerah potensi perekonomian yang cukup
tinggi. Berbagai penjelasan tersebut di atas sudah jelas menggambarkan betapa
wilayah pesisir menyimpan potensi yang sangat besar.
Dengan luas wilayah dan panjang pantai sedemikian tersebut tentunya
wilayah pesisir batu bara menyimpan potensi yang sangat besar. Beberapa potensi
yang dimiliki antara lain:
1. Memiliki sumberdaya perikanan tangkap dan sumberdaya perikanan
budidaya yang cukup tinggi
2. Memiliki peluang pembibitan tanaman bakau
3. Memiliki pantai yang potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi
wisata pantai dan wisata bahari

5
1.4.Luaran yang Diharapkan
Adapun luaran yang diharapkan dari PKM – M ini adalah :
1. Nelayan bertransformasi menjadi transporter wisata
2. Nelayan mampu menawarkan perjalanan wisata yang disediakannya
dengan strategi berbasis medsos
3. Remaja yang diputus sekolah yang awalnya sudah dilatih berbahasa
mampu menjadi pemandu wisata asing dalam perjalanan

1.5.Manfaat Program
Adapun manfaat yang ingin dicapai dari PKM – M ini adalah :
1. Bagi Masyarakat sasaran
Diharapkan dapat memanfaatkan kapal nelayan untuk penyebrangan
wisata ke pulau dan mengembangkan bahasa yang telah di ajari oleh tim
pelaksana sebagai pemandu wisata
2. Bagi Pelaksana
Dapat meningkatkan kemakmuran hidup masyarakat nelayan batu bara
3. Bagi Pemerintah
Dapat membantu mengembangkan wisata pulau salah nama dan pulau
pandang di luar daerah dan ikut berperan dalam perencanaan dan
pengelolaan wisata

6
BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi


Sumatera Utara yang baru terbentuk pada tahun 2007, yang merupakan
pemekaran dari Kabupaten Asahan. Kabupaten Batu Bara berada di kawasan
Pantai Timur Sumatera Utara yang berbatasan dengan Selat Malaka. Kabupaten
Batu Bara menempati area seluas 90.496 Ha yang terdiri dari 7 Kecamatan serta
100 Desa/Kelurahan Definitif. Penduduk Kabupaten Batubara didominasi oleh
etnis Melayu, kemudian diikuti oleh orang-orang Jawa, dan Suku Batak. Namun
di tempat tersebut masih banyak terdapat pengangguran. Penghidupan warga desa
batu bara umumnya sebagai nelayan. Akan tetapi nelayan batubara sekarang tidak
bisa melaut dengan bebasnya karena sudah dibatasi oleh pemerintah.
Masyarakat batu bara tersebut mayoritasnya sebagian besar sebagai
nelayan, penghasilan mereka sangat bergantung kepada laut. Selain kegiatan
kesehariannya sebagai nelayan yang biasanya menangkap ikan, nelayan batu bara
juga bisa memanfaatkan sampannya sebagai pusat alternative penyebrangan ke
pulau salah nama dan pulau pandang.
Sejak tahun 2015 masyarakat batubara dan sekitar nya tidak dapat melaut
seperti biasanya karena pukat yang digunakan nelayan adalah pukat tarik dan
pukat hela mereka sangat dibatasi untuk melaut. Seandainya jika terus menerus
seperti ini otomatis tingkat pengangguran akan tinggi karena nelayan tidak dapat
melaut dan sampan mereka menjadi rusak jika tidak di pergunagan terus-menerus.
Sesuai Pasal 6 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun
2015 melarang penggunaaan pukat hela dan tarik di wilayah pengelolaan
perikanan negara republik indonesia. Peraturan ini mengakibat kan para nelayan
melakukan mogok untuk melaut .
Sebagian masyarakat menggunakan kesempatan dari pulau salah nama dan
pulau pandang yang menjadi tempat wiasta favorit di kabupaten batu bara. Para
nelayan pun menggunakan perahunya sebagai alat penyebrangan ke pulau
salahnama dan pulau salah pandang.

7
BAB 3. METODE PELAKSANAAN

3.1.Metode Arahan dan Diskusi


Kegiatan PKM-M ini diawali dengan memberikan arahan dan penyuluhan
kepada Para masyarakat di daerah tersebut, masyarakat dikumpulkan pada suatu
ruangan dengan tim pelaksana untuk memberikan arahan tentang kegiatan.
Adapun arahan yang diberikan terkait dengan pengembangan sumber daya
manusia dan meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya pendapatan negara
dan masyarakat pada umumnya juga arahan belajar bahasa guna sebagai pemandu
wisata asing.
Kegiatan ini bertujuan sebagai pemberdayaan pelaku utama dan pelaku
usaha berupa peningkatan kemampuan melalui, pemberian peluang, peningkatan
pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta pendampingan dan fasilitasi dalam
mengatasi perekonomian nelayan yaitu kapal nelayan sebagai pusat alternatif
trasportasi penyebrangan kepulau . Berkenaan dengan hal tersebut diatas, untuk
pelaksanaan pemberdayaan dibutuhkan strategi, sarana, fasilitas, media atau
instrumen untuk mengantarkan masyarakat menuju keberdayaan dan
kemandirian.
Pemberdayaan masyarakat nelayan diartikan sebagai usaha-usaha sadar
yang bersifat terencana, sistematik dan berkesinambungan untuk membangun
kemandirian sosial, ekonomi dan politik masyarakat nelayan dengan mengelola
potensi sumberdaya yang mereka memiliki untuk mencapai kesejahteraan sosial
yang bersifat berkelanjutan. Kemandirian masyarakat sangat diperlukan untuk
meningkatkan posisi tawar mereka dalam pembangunan kawasan dan
pemanfaatan sumber daya lingkungan .

3.2.Metode Demonstrasi dan Pelatihan


Kegiatan demonstrasi dan pelatihan merupakan kegiatan lanjutan yang
dilakukan oleh pelaksana PKM-M terhadap kegiatan metode arahan dan diskusi
yang telah dilakukan. Kegiatan ini dilaksakan dengan mendemontrasikan cara
dengan memanfaatkan kapal nelayan tersebut. Selanjutnya pelaksana melatih
nelayan dengan berbahasa yang bagus. Sesuai dengan yang diketahuinya tentang
bahasa yang telah tim ajarkan setelah itu mereka baru diajak ke lokasi yang telah
ditentukan untuk kembali memperagakan sebagai pemandu bahasa yang diamati
setelah mereka melihatnya langsung.

8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1. ANGGARAN BIAYA


Dalam pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian
Masyarakat (PKM-M) ini biaya keseluruhan yang diusulkan ke
MENRISTEKDIKTI adalah Rp.12.500.000,- dengan rincian sebagai berikut :
No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan Penunjang 3.125.000
2. Bahan Habis Pakai 5.000.000
3. Perjalanan 3.125.000
4. Lain – lain 1.250.000
Jumlah 12.500.000

4.2. JADWAL KEGIATAN


Waktu Kegiatan
No Jenis kegiatan (Bulan)
1 2 3
1 Observasi dan penentuan Lokasi PKM-M

2 Pengajuan Proposal PKM-M


3 Persiapan alat dan Bahan
4 Memperkenalkan berbagai macam cara
berbahasa untuk memandu wisatawan
5 Demonstrasi cara berbahasa dengan baik
dan benar
6 Penulisan draf laporan Akhir
7 Pengiriman Laporan akhir ke Dikti

9
10
11
12
Biodata Dosen Pembimbin
A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Drs. Mbina Pinem, M.Si

2 Jenis Kelamin Laki-Laki

3 Program Studi Pendidikan Geografi

4 NIDN 0019075809

5 Tempat dan Tanggal Lahir Dairi, 19 Juli 1958

6 E-mail mbinapinem@yahoo.com

7 Nomor Telepon/HP 081362364547

B. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3

Nama IKIP Medan UNIMED -


Institusi
Jurusan Geografi Antropologi -
Sosial
Tahun 1978-1982 2008-2010 -
Masuk-Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama pertemuan ilmiah / Penyelenggara Panitia/Peserta


seminar / Pembicara

1 Seminar Nasional Pendidikan FIS Unimed Pembicara


Ilmu-Ilmu Sosial Berwawasan 2017
Kebangsaan
2 Workshop Pengelolaan Jurnal FIS Unimed Peserta
Ilmiah Berbasis OJS 2017
3 Dissemination USAID Peserta
Socialization/Capacity Building 2016
of PPG Instructors : Primary &

13
Junior Secondary

4 Seminar Nasional Kontribusi FIS Unimed Peserta


Pendidikan IPS Dalam
Membangun Karaker Kebangsaan 2016
Demi Terwujudnya Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA)
5 Sosialisasi Kurikulum PPG SM- UNIMED Peserta
3T Angkatan IV Guru Pamong
2016
dan Instruktur SSP

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)

No JenisPenghargaan InstitusiPemberiPenghargaan Waktu dan


Tempat

1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-M.

Medan, Desember 2018


Pembimbing,

Drs. Mbina Pinem, M.Si.


NIP 195807 19198203 1 004

14
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
1. Peralatan Penunjang

Harga
Justifikasi
Material Kuantitas Satuan Jumlah
Pemakaian
(Rp)
Sewa kamera digital Unit 1 1.125.000 1.125.000

Sewa ruang Gedung 1 2.000.000 2.000.000


pelatihan
SUB TOTAL (Rp) 3.125.000 3.125.000

2. Bahan Habis Pakai


Harga
Keteranga
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Satuan
n
(Rp)
P Buku Lusin 10 30.000 300.000
Pulpen Kotak 10 20.000 200.000
Spidol Kotak 5 50.000 250.000
Penghapus Unit 5 10.000 50.000
Papan Belajar Unit 2 50.000 100.000
Kertas Foto RIM 50 70.000 3.500.000
Kertas HVS RIM 20 30.000 600.000
SUB TOTAL (Rp) 5.000.000
3. Perjalanan
Material Justifikasi Kuantitas Harga Keterangan
Pemakaian Satuan
(Rp)
Survey lokasi Bulan 1 1.000.000 1.000.000
Pemantauan kepulau Bulan 1 1.000.000 1.000.000

Transportasi Bulan 1 1.125.000 1.125.000


pendamping
SUB TOTAL (Rp) 3.125.000

15
16
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim, Kegiatan dan Pembagian Tugas

No Nama / NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


Studi Ilmu Waktu
1 Mufdi al husri Pendidika IPS 8jam/ming Mengkordinasi
n geografi gu kan
anggota,mencar
i judul,data dan
mencari
referensi dan
mengolah data
dan menyusun
gagasan,menyel
esaikan secara
keseluruhan.

2. M Indra Taruna Matematik IPA 11 Pencari


a jam/mingg judul,menyatuk
u an judul dan
data,menyusun
gagasan,menge
dit gagasan,dan
menyelesikan
secara
keseluruhan.

3. Risky ananda Kepelatiha akutansi 11 Pencari


n olahraga jam/mingg judul,menyatuk
u an
judul,menyusun
gagasan,menge
dit gagasan dan
menyelesaikan
secara
keseluruhan.

4. Mahyar aswari Pendidika IPA 11 Pencari


n jam/mingg judul,menyatuk
matematik u an
a judul,menyusun
gagasan,dan
menyelasaikan
secara

17
keseluruhan.

5. Amansyaputra akutansi IPA 11 Pencari judul


sagala jam/mingg dan
u menyatukan
judul,menyusun
gagasan dan
menyelesaikan
secara
keseluruhan.

18
19
Lampiran 5. Denah Lokasi Kegiatan

20