Anda di halaman 1dari 2

Berat kering

Pendahuluan

Berat kering di definisikan sebagai berat terendah yg dapat ditoleransi oleh pasien tanpa ada gejala
atau hipotensi.

Di sebagian pusat hemodialisis, berat kering secara klinis dapat ditentukan. Dan biasanya
mencerminkan berat badan terendah yang dapat ditoleransi oleh pasien tanpa gejala intradialitik dan
hipotensi.

Pada pasien penyakit ginjal yang melakukan pengobatan hemodialisis, pengurangan cairan
merupakan komponen penting dalam menjaga keseimbangan. Dimana keadaan cairan yg rendah
ataupun tinggi akan menimbulkan konsekuensi yg dapat memperburuk keadaan ginjal.

berat kering fisiologis adalah dihasilkan dari fungsi ginjal normal, permeabilitas pembuluh darah,
konsentrasi protein serum, dan regulasi volume tubuh.

Hubungan berat kering dengan hemodialisis

Penyakit gagal ginjal kronik diperkirakan sekitar 40 sampai 60 kasus setiap tahunnya. Dialisis
merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengeluarkan cairan ketika ginjal tidak mampu
melaksanakan fungsi ginjal tersebut. Pada setiap dialisis, cairan akan dikeluarkan untuk mendapatkan
berat badan kering pasien.

Faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi berat badan kering seperti dukungan keluarga,
mekanisme koping, pengetahuan pasien, sikap, status ekonomi pasien.

Target hemodialisis adalah mengurangi cairan sehingga dapat memperkirakan penurunan berat kering
secara klinis.

Dalam banyak hal, berat kering dapat diperkirakan, dalam kondisi tidak tepat digambarkan dalam
perkembangan gejala intradialitik atau volume overload yg kronis dengan kontrol tekanan darah yang
buruk.

Tubuh manusia sehat terdiri dari beberapa kompartemen cairan padat. Yang dipertahankan dalam
batas ketat.

Pada saat hemodialisis, sangat mengandalkan pengkajian berat kering pasien. Dimana, pengkajian
berat badan kering sangat krusial dalam memberikan hemodialisis yang optimal dan efektif. Mengkaji
berat badan kering merupakan skill yang harus dimiliki oleh setiap perawat ginjal. Ketidakakuratan
pengkajian dalam menentukan berat badan kering mengakibatkan adanya kesalahan yang berakibat
pada hipervolemi dan hipovolemia.

Hipervolemik

Sakit kepala, hipertensi, dyspnea, dan ortopnea

Hipovolemik

Kram, kelelahan, hipotensi ortostatik

Seorang pasien hipervolemik mungkin memiliki gejala hipovolemik pada akhir dialisis karena tingkat
penarikan cairan yang terlalu tinggi (uf tinggi).
KONSEP BERAT BADAN KERING

Berat badan kering merupakan bagian integral dari program penarikan cairan saat hemodialisis. Istilah
berat badan kering menunjukkan berat badan pasca dialisis di mana semua kelebihan cairan tubuh
telah ditarik.

Jika berat badan kering ditentukan terlalu berat, maka pasien akan tetap dalam keadaan kelebihan
cairan pada akhir sesi dialisis. Asupan cairan selama interval antardialisis akan kemudian
mengakibatkan edema atau kongesti paru. Jika berat badan kering ditentukan terlalu rendah, pasien
dapat mengalami episode hipotensi yang berulang pada tahap lanjut sesi dialisis. Pasien yang di-
ultrafiltrasi terlalu banyak sehingga di bawah berat badan keringnya seringkali mengalami malaise,
perasaan wash out, kram dan pusing setelah dialisis.

Dalam pelaksanaannya, berat badan kering setiap pasien harus ditentukan melalui dasar trial and
error. Berat badan kering sering mengalami perubahan secara periodik (mis. akibat variasi jumlah
lemak tubuh) oleh karena itu harus ditinjau ulang minimal tiap dua minggu.

Cara menentukan ultrafiltrasi goal sesuai berat badan kering

Saat menentukan ultrafiltrasi Goal (penarikan cairan), harus harus ditambahkan 200cc sebagai
kompensasi cairan yang masuk saat prosedur pengembalian darah kembali ke tubuh pasien.
Kemudian tambahkan jumlah minum atau cairan infus saat hemodialisis berlangsung.

Kesalahan yang umum terjadi pada unit dialisis adalah kegagalan dalam peninjauan ulang berat badan
kering. Berat badan kering menetap sehingga bila penentuannya terlalu berat akan mengakibatkan
overhidrasi.

Koreksi Garam Dan Kelebihan Cairan Sebagai Salah Satu Penanganan Hipertensi

Pengkajian klinis berat badan kering; idealnya, penanganan dialisis harus membawa kembali pasien
ke volume ekstra seluler normal.

BALIK LAGI, jadi BB kemarin 45 kg setelah HD, BB pagi ini 48 Kg, jadi kenaikan Berat badan 3 Kg ya?
Nah jadi pemberian heparin tinggal dikalikan sama kenaikan BB itu, 3 kg di kali 50 unit heparin. Catatan:
sebagian besar pasien cuci darah diruangan ini melakukan Cuci darah sebanyak seminggu 2 kali. Jadi
jika mereka datang di hari senin, mereka akan datang kembali pada hari kamis. Jadi kenaikan BB
dikarenakan peningkatan sampah/ air yang tidak bisa di saring oleh ginjal mereka.

http://rudialyst-hemodialisis.blogspot.com/2011/11/konsep-berat-badan-kering.html?m=1

..
http://repository.ump.ac.id/7485/