Anda di halaman 1dari 3

PELANGI DI RUMAH KELINCI

Dahulu kala, terdapat desa terpencil ditengah hutan. Di desa tersebut hiduplah seekor Kelinci
yang baik hati dan rajin bekerja di kebun bunganya. Kelinci tersebut sering membantu teman-
temannya yang sedang kesusahan sehingga Kelinci mempunyai banyak teman. Suatu hari,
hujan mulai mengguyur desa selama berhari-hari. Hal ini membuat Kelinci dan teman-
temannya tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Hari berikutnya, hujan agak reda dan
membuat semua hewan dapat kembali beraktivitas diluar rumah.

Kelinci terbangun dari tidurnya dan berjalan menuju halaman belakang rumah untuk melihat
situasi kebun bunganya. Langkah Kelinci terhenti dan betapa kagetnya ia setelah melihat
baskom emas yang terisi koin emas berada tepat diujung pelangi yang mendarat di halaman
belakang rumah Kelinci. Ia mendekati baskom itu untuk menyentuh koin tersebut dan sesekali
menyubit pipinya untuk meyakinkan dirinya bahwa ini bukanlah mimpi. Setelah yakin ini
bukan mimpi, Kelinci merasa bersyukur karena mendapatkan koin ini dan ia mulai
menggunakan koin ini untuk berbelanja apapun yang ia inginkan. Kelinci juga tidak bekerja
lagi karena menurutnya koin emas ini cukup untuk membuatnya hidup. Koin juga membuat
sifat kelinci berubah.

Hari itu, hujan masih terus berlangsung. Namun hanya gerimis. Kelinci melewatkan hari-
harinya untuk berbelanja.
“selamat pagi pak Gagak” ucap Kelinci setelah membuka pintu toko kue pak Gagak.
“selamat pagi Kelinci. Mau beli kue?” jawab pak Gagak.
“iya pak. Saya mau membeli semua kue yang ada disini”
“apakah kamu yakin?” tanya pak Gagak pada Kelinci.
“yakin pak. Saya ingin membuat persediaan makanan dirumah. Agar saya tidak kelaparan”
jawab Kelinci.
“baiklah, saya akan menyiapkannya. Mohon ditunggu ya” jawab pak Gagak sembari
memasukkan semua kue ke kotak kue.
Setelah membeli kue, Kelinci berjalan menuju toko buah dan sayur milik pak Gorila. Kelinci
sangat suka wortel, sehingga ia juga membeli semua wortel yang ada di toko itu. Kemudian,
Kelinci berjalan menuju toko pakaian untuk membeli semua jaket tebal karena ia sangat
kedinginan di musim hujan ini.
Esoknya, Kelinci melewati rumah Kancil. Kelinci melihat Kancil yang duduk dengan wajah
murung. Kancil melihat Kelinci dan menyapanya.
“hai Kelinci” ucap Kancil.
“kenapa Kancil?” tanya Kelinci.
Kancil mulai menceritakan masalahnya, “hari ini aku belum makan, Kelinci. Pohon wortel
dikebunku mati semua karena hujan tidak berhenti sehingga membuat pohon wortelku jadi
mati. Aku tidak punya persediaan makanan. Tadi pagi aku ke toko pak Gorila tapi semua
wortel disana habis. Pak Gorila bercerita bahwa kamu membeli semua wortel disana”
Kelinci langsung terdiam. Ia tidak ingin membagi wortelnya karena ia sangat suka wortel.
“Maaf Kancil, aku tidak bisa membagi wortelku untukmu. Aku sudah membelinya dengan
koin yang aku miliki. Kalau kamu ingin membelinya, boleh saja. Aku akan membaginya jika
kamu memberikanku 10 koin emas” kata Kelinci sambil memasang wajah sombong.
“maaf Kelinci, aku hanya memiliki 2 koin emas. Apakah aku bisa mendapat wortel?” tanya
Kancil dengan wajah memelas.
“maaf Kancil, aku tidak bisa memberikannya. Aku ingin memakan wortelku sendiri” jawab
Kelinci lalu melangkah pulang dan tidak menghiraukan Kancil.

Hari semakin malam, tiba-tiba pintu rumah Kelinci diketuk. Kelinci membukanya dan melihat
Ibu Gajah.
“ada apa ibu Gajah? Mengganggu saja malam-malam begini” ucap kelinci yang marah karena
merasa terganggu.
“aku dengar kamu mendapatkan banyak koin emas. Apakah aku boleh meminjam koinmu?”
“untuk apa?”
“anakku sakit dan membutuhkan biaya untuk ke dokter. Sedangkan aku tidak punya uang
lagi”
“tidak bisa. Koinku sudah habis” jawab kelinci, berbohong.
“apakah benar?”
“benar. Sudahlah. Pinjam saja ditempat lain, karena aku tidak bisa meminjamkan koin
kepadamu” ucap kelinci lalu menutup pintu rumahnya.

Hari demi hari dilewati kelinci dengan keserakahan dan sifatnya semakin pelit. Ia tidak sadar
bahwa kekayaannya sudah membuatnya lupa untuk berbagi dan menolong. Sampai ketika
koinnya habis dan kelinci merasa bingung. Persediaan wortel kelincipun sudah habis. Ia mulai
kelaparan karena hari itu belum makan sedikitpun, ia juga tidak memiliki koin untuk membeli
wortel di toko. Kelincipun pergi ke rumah kancil.
“kancil, apakah aku boleh meminta wortel?” tanya kelinci.
“bukankah kamu memiliki wortel yang banyak?” kata kancil.
“koinku sudah habis dan aku sudah tidak punya wortel lagi. Maafkan aku sudah jahat
kepadamu”
“yasudah, makanlah wortel ini sesukamu. Aku tidak marah kepadamu, kelinci. Kejahatan
tidak boleh dibalas dengan kejahatan. Tapi kamu tidak boleh serakah dan pelit lagi ya” kata
kancil.
“iya kancil, maafkan aku dan terimakasih sudah baik kepadaku”

Kelinci akhirnya sadar dan kembali menjadi kelinci yang bekerja keras dan baik hati.

BIODATA
Nama : Putu Monik Ananta Puspitarini
Tempat, tanggal lahir : Ampenan, 11 November 1996
Alamat : Jl. Gili Air 1, No. 54, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Email : monikananta1@gmail.com