Anda di halaman 1dari 19

BAURAN KOMUNIKASI RITEL

A. Menggunakan Komunikasi Untuk Mengembangkan Merek Dan

Membangun Kesetiaan Pelanggan.


Hal utama yang harus dikomunikasikan pada pelanggan adalah

keberadaan merek. Karena , merek adalah suatu nama atau simbol

pembeda, seperti logo, yang mengidentifikasikan produk atau jasa yang

ditawarkan oleh penjual dan membedakan produk atau jasa itu sendiri.

1. Nilai yang ditawarkan melalui citra merek.


Nilai yang ditawarkan oleh citra merek dari suatu retail disebut

merek ekuitas(brand equity). Suatu citra merek yang kuat

memungkinkan ritel untuk meningkatkan marginnya. Karena ketika ritel

memiliki citra merek yang baik dan kuat mampu membangun kesetiaan

pelanggan dan juga Dapat melibatkan harga. Loyalitas pelanggan atas

suatu merek akan muncul dari peningkatan kesadaran bahwa merek

itu baik dan juga dari ikatan emosional terhadapnya. Oleh karena itu

peritel harus mampu membangun ekuitas merek.

2. Membangun Ekuitas Merek

Aktivitas yang dapat membangun ekuitas merek bagi perusahaan ritel :

1. Menciptakan kesadaran merek yang tinggi.


2. Mengembangkan asosiasi yang menyenangkan dengan nama

Merek.
3. Memperkuat citra merek secara konsisten.
3. Menciptakan Suatu Kesadaran Merek Yang Tinggi
Kesadaran merek(brand awareness) adalah kemampuan calon

pelanggan untuk megenali atau mengingat bahwa nama merek itu

adalah suatu produk atau jasa yang tertentu. Mengembangkan

Asosiasi Yang Menyenangkan Dengan Nama Merek Beberapa

asosiasi umum yang dikembangkan oleh ritel dengan nama merek

mereka adalah:
1. Asosiasi terhadap kategori barang dagangan yang paling

umum.Sebagai contoh: Makro merek Q-bis mengkategorikan

barang-barang kebutuhan kantor. Dengan demikian pelanggan dari

kalangan Bisnis akan mengasosiasikan merek Q-bis dengan

kebutuhan bisnis mereka


2. Harga atau mutu. Sebagai contoh: Wal-Mart mengasosiasikan

barang dagangan yang ditawarkan sebagai penawaran dengan

harga murah dan nilai yang baik


3. Manfaat atau atribut. Sebagai contoh: hypermart diasosiasikan

sebagai ritel yang menawarkan manfaat dalam memberikan

kenyamanan.
4. Gaya hidup atau aktivitas. Sebagai contoh: And-1 merupakan ritel

yang diasosiasikan gaya hidup aktif dan enerjik sebgai ciri kaum

muda.

4. Memperkuat Citra Merek Secara Konsisten.


Memperkuat citra merek secara konsisten dapat dilakukan melalui

program komunikasi ritel. Salah satunya program pemasaran terpadu

adalah suatu program yang mengintegrasikan unsur komunikasi untuk

menyampaikan pesan yag konsisten dan komprehensif.


B. Sarana Komunikasi Ritel
1. Iklan
Iklan merupakan unsur pertama yang berperan penting diantara

Semua alat bauran pemasaran. Periklanan biasanya dipilih untuk

Diimplementasikan oleh ritel dengan beberapa tujuan:

 Memberikan informasi. (adanya produk baru,adanya program

promosi penjualan atau adanya layanan baru).


 Membujuk. (untuk membangun rasa suka pelanggan terhadap ritel,

membujuk untuk mengunjungi toko, membujuk untuk membeli dan

mengkonsumsi produk baru)


 Mengingatkan. Untuk menggugah kesadaran atau ingatan

pelanggan tentang sesuatu yang positif dari ritel.

2. Promosi Penjualan
Promosi penjualan adalah program promosi ritel dalam rangka

Mendorong terjadinya penjualan atau untuk meningkatkan penjualan.

Beberapa jenis promosi penjualan, antara lain:


 Titik penjualan
Dapat dilaksanakan dengan cara memajang produk(display),yang

Memungkinkan ritel untuk mengingatkan para pelanggan.


 Kontes
Kontes dilakukan dengan menyelenggarakan suatu acara yang

bersifat kompetisi untuk memperebutkan hadiah yang disiapkan.


 Kupon
Kupon adalah tanda ditujukan pada pelanggan untuk mendapatkan

diskon khusus saat mereka berbelanja. Peritel dapat mengiklankan

potongan harga khusus bagi pembeli yang memanfaatkan kupon

tersebut.
 Sampel produk
Sampel adalah contoh produk yang diberikan secara Cuma-Cuma

yang tujuannya adalah memberikan gambaran baik dalam manfaat

atau rupa dari produk yang diberikan.


 Demonstrasi
Tujuan demonstrasi sama dengan sampel, yaitu memberikan

gambaran atau contoh dari produk atau jasa yang dijual. Jika

produk berupa Alat Masak, demonstrasinya adalah peragaan cara

menggunakan alat tersebut didepan audience.


 Program pelanggan setia (frequence shopper program)
Para pelanggan diberi point atau diskon berdasarkan banyaknya

jumlah belanja yang dilakukan oleh pelanggan. Dalam bentuk

point,dapat dikumpulkan sampai jumlah tertentu dapat ditukar

dengan barang.
 Hadiah langsung
Mirip dengan program pelanggan setia yang berupa poin, yaitu

jumlah belanja menjadi faktor untuk memperoleh hadiah. Bedanya

adalah hadiah langsung tanpa menunggu jumlah poin tertentu.


 Hadiah untuk rujukan (referral gifts)
Hadiah yang diberikan kepada pelanggan jika mereka membawa

calon pelanggan baru. Teknik hadiah untuk rujukan ini bisa

digunakan oleh perusahaan yang pelanggannya berdasarkan

keanggotaan.
 Suvenir
Barang-barang suvenir dapat menjadi alat promosi penjualan yang

menunjukkan nama dan logo peritel.


 Acara-acara khusus (special event)
Untuk bisnis ritel, acara khusus adalah alat promosi penjualan

berupa fashion show, penandatanganan buku oleh

pengarangnya,pameran seni, dan kegiatan dalam liburan.


3. Publikasi
Publikasi adalah komunikasi yang membangun citra positif bagi peritel

di mata publik. Publik adalah pemilik atau pemegang saham,

pelanggan, pemerintah, masyarakat luas, media massa, para opinion

leader khususnya tokoh masyarakat baik yang berskala nasional

maupun skala lokal, para karyawan dan keluarga mereka, serikat

pekerja, dan para pemasok.


Unsur publisitas antara lain: konferensi pers, ceramah, hubungan

media, rilis pers, dan unsur terakhirmya adalah pemberian sponsor,

misalnya kegiatan amal sosial darn acara tertentu misalnya olah raga,

bazar sosial, dan pengelolaan acara.

4. Suasana Toko
Suasana toko (store atmosphere) merupakan kombinasi dari

karakteristik fisik toko seperti arsitektur, tata letak, pencahayaan,

pemajangan, warna, temperatur, musik, aroma yang secara

menyeluruh akan menciptakan citra dalam benak konsumen. Melalui

suasana toko yang sengaja diciptakan oleh ritel, ritel berupaya untuk

mengomunikasikan informasi yang terkait dengan layanan, harga

maupun ketersediaan barang dagangan yang bersifat fashionable. Hal

ini akan didiskusikan secara khusus dalam bab pengelolan barang

dagangan.

5. Situs Web
Ritel dapat meningkatkan komunikasi dengan pelanggan melalui

keberadaan situs Web. Ritel menggunakan situs Web untuk

membangun citra merek dan menginformasikan berbagai hal pada

pelanggan seperti lokasi toko, peristiwa khusus yang dijalankan oleh

ritel dan ketersediaan barang dagangan.

6. Penjualan Perorangan
Penjualan perorangan adalah upaya penjualan yang dilakukan oleh

para karyawan di gerai ritel kepada calon pembeli. Karyawan

semacam ini disebut dengan customer contact personal, yaitu orang-

orang yang berhadapan dengan pembeli, dengan sebutan pramuniaga

atau salesman. Peran customer contact personal (pramuniaga dan

lainnya) adalah melakukan aktivitas penjualan, yaitu untuk produk

yang membutuhkan dorongan agar tingkat penjualannya meningkat

dalam suatu periode tertentu yang telah ditetapkan. Penjualan silang

(cross-selling) yaitu menawarkan produk yang berbeda, misalnya pada

saat seorang pelanggan mencari pilihan kemeja pada sebuah

departement store, maka dapat ditawarkan produk yang lain misalnya

dasi, ikat pinggang atau barang yang lain. Pemberian saran yaitu

berperan sebagai penasihat bagi pelanggannya, misalnya seorang

pelanggan wanita yang sedang memilih berbagai pakaian wanita yang

tersedia pada sebuah gerai, maka pramuniaga mempunyai tugas

untuk memberikan nasihat dan masukan terkait dengan pasangan

pakaian yang cocok.


Untuk upaya keberhasilan yang optimal dari upaya penjualan

perseorangan yang dilakukan oleh para pramuniaga dan staf lain,

diperlukan beberapa faktor yang terkait, antara lain: perilaku, minat,

keterampilan dan aspek lingkungan atau organisasi perusahaan.

C. Metode Berkomunikasi dengan Pelanggan


Klasifikasikan metode berkomunikasi yang dapat dilakukan oleh ritel

dengan pelanggan adalah berdasarkan metode:


- Nonpersonal,
- Personal,
- Dibayar atau tanpa bayar.
1. Komunikasi nonpersonal yang dibayar
Komunikasi impersonal yang dibayar, misalnya: iklan, promosi

penjualan, suasana toko, situs Web dan kontes. Kontes adalah

permainan peluang promosional. Perbedaannya dengan price-off sales

atau potongan harga penjualan adalah 1) hanya beberapa pelanggan

yang menerima reward, 2) pemenang ditentukan oleh keberuntungan.

Sedangkan kupon adalah alat promosi paling umum bagi supermarket

dan pabrikan.
2. Komunikasi personal yang dibayar
Sarana utama komunikasi personal yang dibayar adalah tenaga

penjualan. Penjualan perorangan adalah suatu proses komunikasi di

mana tenaga penjualan membantu pelanggan memenuhi kebutuhan

mereka melalui pertukaran informasi secara tatap muka. Namun saat

ini telah berkembang juga metode pertukaran informasi tidak lagi

bertatap muka secara langsung namun melalui Internet dengan e-mail.


3. Komunikasi nonpersonal tanpa bayar
Metode yang paling utama adalah publikasi atau publisitas. Publisitas

atau publikasi adalah komunikasi melalui presentasi signifikan tanpa

bayar tentang ritel, biasanya berita dalam media yang impersonal.


4. Komunikasi personal tanpa bayar
Komunikasi personal tanpa bayar biasanya terjadi mełalui mekanisme

dari mulut ke mulut (word of mouth) atau komunikasi antar-orang

mengenai suatu ritel.

Ritel diharapkan akan mempunyai kontrol lebih banyak serta evaluasi

yang lebih memadai ketika menggunakan metode bayar dibandingkan

dengan metode tanpa bayar. Sedangkan penjualan perorangan seringkali

dinilai sebagai metode komunikasi yang paling fleksibel, mengingat para

tenaga penjualan memungkinkan terjadinya komunikasi dengan masing-

masing pelanggan, serta menemukan kebatuhan spesifik dan

mengembangkan presentasi yang unik untuk pelanggan.

Tabel 12.1

Metode Komunikasi Ritel dengan Pelanggan

Impersional Personal
Dibayar Iklan Penjualan perorangan

Suasana toko

Peragaan barang dagangan

Promosi penjualan
Tidak Publisitas Dari mulut ke mulut (word

dibayar of mouth)
Publikasi dan penyebaran dari mulut ke mulut adalah metode yang

paling kredibel atau terpercaya karena disampaikan oleh sumber-sumber

yang independen. Publikasi merupakan salah satu metode komunikasi

tanpa bayar, tetapi kenyataannya ada pengeluaran dana untuk aktivitas

ini. Komunikasi impersonal yang dengan bayaran sering kali justru

dipandang lebih ekonomis, melihat manfaat yang bisa dicapai.

D. Merencanakan Proses Komunikasi Ritel

Merencanakan proses komunikasi dalam bisnis ritel merupakan hal yang

sangat penting terlebih dengan semakin banyaknya informasi yang bisa

didapatkan oleh target market ritel maupun gencarnya persaingan dalam

bisnis ritel. Citra yang salah tentang ritel akan sangat memengaruhi

respons pelanggan terhadap semua strategi dan implementasi strategi

yang dijalankan oleh ritel. Untuk itu dibutuhkan komunikasi yang tepat

bagi pelanggan dengan target pasar yang tepat pula. Strategi komunikssi

yang efektif akan membutuhkan perencanaan yang komprehensif dengan

langkah-langkah sebagai berikut:

1. Langkah pertama: menetapkan tujuan


Tujuan keseluruhan ritel adalah menciptakan laba dan penjualan

jangka pendek maupun laba jangka panjang. Sedangkan tujuan

komunikasi adalah tujuan-tujuan spesifik yang terkait dengan efek

bauran komunikasi ritel terhadap proses pembuatan keputusan

pelanggan. Agar implementasi dan evaluasi efektivitas suatu program


komunikasi dapat dicapai maka tujuan harus dinyatakan secara jelas

dalam artian kuantitatif. Beberapa hal yang menjadi pertentangan dan

sumber konflik antartujuan komunikasi dan pendekatan-pendekatan

yang dipakai oleh vendor dan ritel adalah:


a. Tujuan jangka panjang dihadapkan dengan tujuan jangka pendek.
b. Produk dihadapkan dengan lokasi.
c. Cakupan geografis.
d. Keluasan barang dagangan yang ditawarkan.

2. Langkah kedua: menetapkan anggaran komunikasi


Ini adalah langkah kedua dalam mengembangkan program komunikasi

ritel. Terdapat beberapa metode dalam menetapkan anggaran

komunikasi yaitu:
a. Metode analisis marginal
Metodenya yang secara ekonomis dan tepat adalah metode

analisis marginal. Metode analisis marginal adalah metode yang

didasarkan pada prinsip ekonomi bahwa perusahaan harus

meningkatkan pengeluaran (untuk) komanikasi selama biaya

tambahan yang dikeluarkan menciptakan lebih banyak manfaat

berupa penjualan tambahan. Analisis ini sulit dilakukan jika manajer

tak mengetahui hubungan antara beban atau biaya komunikasi dan

penjualan.
b. Metode tujuan dan tugas
Pelang Metode yang lain dalam menetapkan anggaran komunikasi

adalah metode tujuan dan tugas. Metode tujuan dan tugas adalah

menentukan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan tugas

tertentu dalam mencapai tujuan komunikasi. Langkah-langkah yang

harus diambil dalam metode tujuan dan tugas adalah: 1)


menentukan tujuan komunikasi dan menentukan tugas-tugas yang

perlu, serta 2) baya-biaya yang dibutuhkan dalam menjalankan

tugas tersebut.
c. Metode biaya historis
Metode ini menggunakan aktivitas komunikasi dan penjualan di

masa lalu untuk menentukan anggaran komunikasi sekarang.


d. Metode penganggaran terjangkau
Metode penganggaran terjangkau (affordable) di implementasikan

dengan langkah-langkah sebagai berikut: meramalkan penjualan

dan beban biaya, (tidak termasuk beban biaya komunikasi selama

periode penganggaran), perbedaan antara ramalan penjualan dan

beban biaya plus laba yang dikehendaki dianggarkan untuk bauran

komunikasi (menetapkan anggaran komunikasi dengan

menentukan berapa uang yang tersedia setelah biaya operasional

dan laba dianggarkan). Problem dengan metode penganggaran

adalah adanya asumsi- asumsi bahwa beban komunikasi tak

merangsang laba dan penjualan.


e. Metode persentase dari penjualan
Metode persentase dari penjualan adalah metode yang

menetapkan beban atau biaya komunikasi sebagai suatu

persentase tetap dari ramalan penjualan. Kendala yang dihadapi

dengan metode ini adalah adanya asumsi terhadap persentase

yang sama yang dipakai di masa lampau, atau dipakai oleh

pesaing, dan dinilai masih tepat bagi ritel tersebut. Sedangkan

keunggulan metode persentase dari penjualan dan metode


terjangkau untuk menentukan anggaran komunikasi adalah bahwa

ritel tak akan mengeluarkan biaya melebihi rata-rata (mean-nya).


f. Metode kesepadanan kompetitif
Metode kesepadanan kompetitif (competitive parity) merupakan

metode anggaran komunikasi yang ditetapkan sehingga pangsa

beban komunikasi ritel itu sama dengan pangsa pasarnya. Metode

ini tak memungkinkan ritel untuk mengeksploitasi peluang unik atau

permasalahan yang dijumpainya dalam suatu pasar.

3. Langkah ketiga: alokasi anggaran promosi


Alokasi anggaran promosi adalah langkah ketiga dalam proses

perencanaan komunikasi. Keputusan alokasi ini lebih penting daripada

keputusan tentang penetaparn jumlah yang dikeluarkan atau

dibelanjakan pada komunikasi. Keputusan ini harus menggunakan

prinsip analisis marginal. Ritel harus mengalokasikan anggaran pada

bidang-bidang atau area yang akan menghasilkan return atau

penghasilan terbesar.

4. Langkah keempat: mengimplementasikan dan mengevaluasi

program komunikasi
Mengimplementasikan dan mengevaluasi program komunikasi adalah

tahap final dalam pengembangan suatu program komunikasi ritel.

Banyak peluang promosi penjualan yang diadakan oleh ritel dan

diprakarsai oleh vendor. Untuk mengevaluasi promosi dagang, ritel

harus mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:


a. Realisasi margin untuk promosi.
b. Biaya persediaan tambahan yang dibawa atau disimpan karena

pembelian lebih daripada jumlah normal.


c. Potensi peningkatan penjualan dari barang dagangan yang

dipromosikan.
d. Potensi kerugian yang diderita ketika pelanggan beralih pada

barang dagangan yang dipromosikan, dari merek privat yang lebih

menguntungkan.
e. Penjualan tambahan yang dibuat untuk pelanggan yang tertarik ke

toko itu oleh promosi.


Gambar 12.1 berikut akan menjelaskan langkah-

langkapengembangan program komunikasi ritel.

Menetapkan Tujuan
Pemosisian
Tujuan penjualan
Tujuan komukinasi

Menetapkan Anggaran
Analisi marginal
Tujuan dan tugas
Metode biaya
historis

Mengalokasikan
Anggaran

Implementasi dan Evaluasi Program


Komunikasi

E. Kerja sama komunikasi antara ritel dengan vendor


Implementasi suatu program iklan akan melibatkan aktivitas

pengembangan pesan, pemilihan media penyampaian pesan, dan

penentuan frekuensi dan maupun saat atau waktu iklan tersebut di

tayangkan (timing). Sebagian besar pesan iklan ritel punya usia singkat

dan dirancang untuk memiliki dampak segera. Ritel memperoleh bantuan

dalam pengembangan kampanye iklan dari vendor dari hubungan kerja

sama, agen iklan, dan perusahaan media.


Iklan kooperatif (co-op) adalah suatu program yang diadakan oleh

vendor. Vendor membayar sebagai iklan ritel. Tetapi vendor menentukan

beberapa syarat atau kondisi untuk iklan. Program ini sering kali untuk

mendukung usaha vendor untuk menghalangi ritel agar tidak mendiskon

produk vendor itu. Beberapa kelemahan program ini adalah :


1) Konflik kepentingan antara vendor dan ritel atas iklan itu bisa

mengurangi efektivitas iklan itu bagi ritel.


2) Iklan yang dikembangkan oleh vendor ini bisa dipakai oleh beberapa

ritel (mencantumkan nama atau alamat mereka), sehingga

mengabulkan perbedaan antara ritel- ritel tersebut.


3) Pembatasan yang ditempatkan oleh vendor atas iklan dapat

mengurangi efektivitasnya bagi ritel.


Ritel dan vendor bisa juga bekerja sama sebagai mitra dalamprogram

pemasaran. media iklan menawarkan jasa kepada ritel lokal yang bekisar

dari perencanaan program iklan hingga perencanaan iklan. Perusahaan

media melakukan riset pasar atas khalayak mereka dan bisa memberi

informasi tentang pola berbelanja di area lokal itu.

F. Memilih media yang paling tepat.


Banyak media yang ditawarkan dan dapat dipilih oleh ritel dalam

menjalankan aktivitas komunikasinyadengan pelanggan. Pilihan terhadap

media tersebut mempunyai sifat yang sangat relatif, mengingat banyak

factor yang harus di pertimbangkan oleh ritel. Factor- factor tersebut

antara lain:
1) Target pasar yang dituju
2) Biaya yang dianggarkan oleh ritel
Ukuran “biaya per seribu ( CPM = cost per thousand) sering dipakai

untuk membandingkan media CPM adalah metode yang baik untuk

membandingkan iklan- iklan yang berukuran sama dalam media yang

sama.
a. Jangkauan yang di harapkan dari proses komunikasi tersebut.
Jangkauan adalah jumlah pelanggan yang sesungguhnya pelanggan

dalam pasar target itu yang terkena atau yang terjaring media itu.
b. Ketepatan frekuensi dan waktu (timing).
Cakupan: jumlah calon pelanggan dalam pasar target ritel itu.
Dampak: efek dari iklan itu terhadap khalayak.
Beberapa ritel raksasa menyimpan anggaran komunikasi dengan

jumlah milyaran rupiah dengan menggunakan berbagai media komunikasi

yang diharapkan dapat berimplikasi terhadap omzet penjualannya baik

dalam jangka pendek maupun panjang. Beberapa media yang dapat

menjadi pilihan bagi ritel adalah:


1. Surat kabar
Selain penampilan atau display iklan dengan isi editorial, surat kabar

mendistribusikan sisipan lepas (free standing insert (FSI) atau preprint)

Yang dicetakan atas beban biaya ritel. Surat kabar adalah media

komunikasi yang efektif pada penargetan iklan ritel. Surat kabar juga

menawarkan respon cepat dan secara efektif menyampaikan informasi

detail. Namun demikian usia iklan surat kabar adalah relatif pendek.
Sedangkan iklan majalah beusia lebih lama namun dengan biaya yang

lebih besar. Biaya pengembangan iklan surat kabar adalah sangat

rendah sedangkan iklan majalah dinilai lebih unggul pula dalam

kualitas gambar.

2. Surat langsung
Ritel sering menggunakan data yang dihimpun pada terminal pos

(point of sale) untuk menargetkan iklan dan promosi penjualan ke

pelanggan-pelanggan tertentu dengan memakai surat langsung. Ritel

dapat membeli banyak ragam daftar untuk menargetkan pelanggan

sesuai dengan segmen demografi, Minat dan gaya hidup tertentu.

Salah satu ritel yang aktif melakukan surat langsung adalah makro.

3. Televisi
Iklan yang ditayangkan melalui media televisi dapat ditayangkan di

jaringan nasional atau stasiun lokal. Iklan televisi lokal disebut spot.

Keunggulan iklan televisi lokal atau spot adalah pada mutu reproduksi

yang tinggi dan komunikasi melalui gambar sekaligus suara. Biaya

produksi iklan ini tinggi dan waktu tayang iklannya mahal. Spot

berkhalayak lokal yang terbatas tapi murah. Mengingat iklan melalui

televise sangat mahal, biasanya ritel akan memilih kejadian-kejadian

khusus dalam mengiklankan melalui media televise, misalnya

menjelang hari raya idul fitri, natal dan hari-hari besar lainnya.

4. Radio
Dengan iklan radio, pesan dapat ditargetkan pada suatu segmen pasar

tertentu. Biaya pengembangan dan penyiarannya rendah. namun

pendengar radio biasanya memperlakukan siaran radio sebagai latar

belakang, artinya didengarkan sambil lalu. Celakannya jika pendengar

ketinggalan pesan iklan itu, maka efektivitas iklan melalui radio

seringkali harus dievaluasi kembali.

5. Internet
Tiga keunggulan internet bagi ritel untuk berkomunikasi dengan

pelanggan:
1) Iklan banner dan program terfiliasi untuk menciptakan kesadaran.
2) Situs web untuk memberi informasi tentang barang dagangan dan

peristiwa tertentu.
3) E-mail untuk menargetkan pesan. Internet kurang efektif untuk

membangun kesadaran pelanggan, tetapi bagus untuk

menyampaikan informasi kepada pelanggan.

6. Billboard luar ruangan


Billboard luar ruangan (outdoor billboard) untuk membangun

kesadaran dan meberi sedikit informasin kepada khalayak yang

sempit. Kegunaannya sangat terbatas dalam mencari informasi.

7. Panduan belajar
Panduan belajar (shooping guide) kertas gratis atau lepas yang

dikirimkan kesemua penduduk dalam area tertentu. Ini berguna bagi

ritel yang ingin melakukan penetrasi pasar dalam suatu kisaran area

perdagangan tertentu. Panduan belajar adalah efektif biaya dan


menjamin cakupan 100% dalam area tetentu. Suatu peluasan dari

konsep ini adalah majalah atau buku kupon.

G. Menentukan frekuensi dan ketepatan waktu iklan


Frekuensi adalah beberapa kali kekerapan calon pelanggan terkena atau

terjaring suatu iklan. Ini bergantung pada tujuan iklan. Sedangkan waktu

tayang adalah pemilihan waktu yaitu pada saat bersamaan atau sebelum

konsumen membeli barang dagangan. Penentuan frekuensi atau

kekerapan iklan serta waktu komunikasi yang dilakukan akan sangat

besar pengaruhnya terhadap efektivitas iklan tersebut.

PENUTUP
Program komunikasi dalam ritel dapat dirancang untuk mencapai

berbagai tujuan yang diwujudkan oleh ritel. Salah satu tujuan yang ingin

diwujudkan oleh ritel adalah citra merek ritel dalam benak pelanggan,

peningkatan penjualan, maupun lalu lintas toko artinya barang-barang

lebih banyak dalam kondisi cepat terjual (fast moving), menyiapkan

informasi tentang lokasi dan penawaran ritel, maupun pemberitahuan

adanya aktivitas special yang dilaksanakan oleh ritel.


Komunikasi oleh ritel dalam dilaksanakan melalui ritel, promosi

penjualan, situs web, atmosfer toko, publisitas, penjualan perseorangan,

e-mail dan komunikasi dari mulut ke mulut. Semua elemen bauran

komunikasi ini harus dikoordinasikan sehingga jelas dan meberikan citra

yang berbeda bagi ritel di mata pelanggannya.


DAFTAR PUSTAKA

Utami, Christina Whidya. (2006). Manajemen Ritel: Strategi dan Implementasi

Ritel Modern. Penerbit Salemba Empat, Jakarta