Anda di halaman 1dari 13

TUGAS SISTEM INTEGUMEN

TELAAH JURNAL CA KULIT

Dosen Pembimbing : Ns. Melti Suryani, M.Kep

Oleh : Dinda Ayunda


NIM : 1610105051

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ALIFAH PADANG


PROGRAM STRUDI KEPERAWATAN
2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan rahmat dan karunianya sehinnga kami dapat melakukan Telaah pada Jurnal Kanker
Kulit ini. Dengan judul “Kanker Kulit di Bangsal Bedah RS Dr. M. Djamil Padang Januari 2002
– Maret 2007 “

Tugas ini dibuat dengan berbagai Observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak
untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah
ini.Terima kasih terhadap segenap pihak yang telah memberikan dorongan, saran , petunjuk
bimbingan dan nasihat di dalam persiapan dan pelaksanaannya.

Penulis menyadari bahwa tidak ada manusia dengan kesempurnaan dan tidak luput dari
kesalahan. Oleh karena itu , kritik dan saran yang membangun sangat di harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata penulis sangat berharap semoga penyusunan makalah ini dapat menambah
wawasan dan manfaat pembaca pada umumnya, dan bagi mahasiswa STIkes Alifah Padang.

Padang,11 Januari 2019

Penulis
PENDAHULUAN

1. Metode Pencarian Literatur

a) Database yang digunakan


Pencarian literatur dalam telaah jurnal ini dilakukan melalui google scholar, yaitu
pada address http://scholar.google.co.id .
b) Kata Kunci
Kata kunci yang digunakan untuk penelusuran jurnal yang akan ditelaah ini
adalah “ Jurnal terkait dengan Kanker Kulit “.
c) Jumlah Literatur yang di dapat
Setelah dimasukkan kata kunci pada search engine keluar sekitar 128 hasil
penelusuran 0,04 detik.
d) Proses Seleksi
Tidak ada kriteria inklusi dan eksklusi yang digunakan.

2. Abstrak

Insiden kanker kulit meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Data mengenai kanker
kulit pada umumnya sulit diperoleh. Penelitian retrospektif dengan desain deskriptif non-analitik.
Data dikelompokkan berdasarkan jenis kanker, usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan lokasi
kanker. Ditemukan 43 kasus, laki-laki 19 kasus (44,1%) dan perempuan 24 kasus (55,9%).
Karsinoma sel basal 18 kasus (41,8%), karsinoma sel skuamosa 16 kasus (37,2%) dan melanoma
maligna 9 kasus (21,0%). Usia penderita terbanyak 51-60 tahun (33,5%) dan lokasi terbanyak di
wajah (21 kasus - 48,8%). Kanker kulit yang ditemukan terbanyak adalah karsinoma sel basal.
Penderita perempuan lebih banyak dibanding laki-laki dengan insidens terbanyak 51-60 tahun.
Lokasi kanker terbanyak adalah di wajah.
DESKRIPSI JURNAL

1. Deskripsi Umum

Judul : Kanker Kulit di Bangsal Bedah RS Dr. M. Djamil Padang Januari 2002 – Maret
2007 ”.

Penulis : Azamris

Publikasi : Dipublikasikan oleh PERAWAT E-Journal (1) (2011) 15-24, Jurnal Kesehatan
http://journal.unnes.ac.id/index.php/kemas

Penelaah : Dinda Ayunda . Nim (1610105051)

Tanggal telaah : 11 Januari 2019

2. Deskripsi Konten/Isi

a) Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kejadian kanker kulit
yang ditemukan pada pasien di bangsal bedah RS Dr. M. Djamil Padang sesuai dengan
bertambahnya usia dan klasifikasi lainnya seperti berdasarkan jenis kanker, jenis kelamin,
pekerjaan pasien dan lokasi kanker.

b) Hasil Penelitian

Table 1. Distribusi frekuensi kanker kulit di RS DR. M. Djamil berdasarkan jenis kanker,
Januari 2002 – Maret 2007

No Jenis Kanker Jumlah %

1 Karsinoma Sel Basal 19 41.8


2 Karsinoma Sel Skuamosa 16 37.2

3 Melanoma Maligna 9 21.0

Jumlah 43 100

Table 2. Distribusi frekuensi kanker kulit di RS DR. M. Djamil berdasarkan jenis


kelamin, Januari 2002 – Maret 2007

No Jenis Kelamin Jumlah %

1 Laki-laki 19 44.1

2 Perempuan 24 55.9

Jumlah 43 100

Table 3. Distribusi frekuensi kanker kulit di RS DR. M. Djamil berdasarkan pekerjaan,


Januari 2002 – Maret 2007

No Jenis Pekerjaan Jumlah %

1 Pegawai Negeri 20 47.1

2 Ibu Rumah Tangga 7 17.7

3 Petani 6 14.9

4 Nelayan 3 5.8

5 Tukang 3 5.8

6 Penjahit 1 2.9

7 Lain-lain 3 5.8

Jumlah 43 100
Table 4. Distribusi frekuensi kanker kulit di RS DR. M. Djamil berdasarkan lokasi
kanker, Januari 2002 – Maret 2007

No Lokasi Karsinoma Sel Karsinoma Sel Melanoma


Basal Skuamosa Malignum

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 Wajah 18 100 - - 3 33.3

2 Ekstremitas atas - - 4 25.0 2 22.2

3 Ekstremitas bawah - - 12 75.0 3 33.3

Punggung - - - - 1 11.2

Jumlah 18 100 16 100 9 100

Table 5. Distribusi frekuensi kanker kulit di RS DR. M. Djamil berdasarkan jenis


kanker.
Januari 2002 – Maret 2007

No Usia (tahun) Jumlah %

1 11-20 2 4.6

2 21-30 4 9.2

3 31-40 8 18.4

4 41-50 6 13.7

5 51-60 15 33.5

6 61-70 6 13.7

7 71-80 2 4.6
81-90 1 2.3

Jumlah 43 100

c) Simpulan
a. Kanker kulit paling banyak ditemukan di bagian Bedah RS Dr. M. Djamil Padang
periode Januari 2002 – maret 2007 adalah karsinoma sel basal.
b. Perempuan lebih banyak terkena kanker kulit dibandingkan laki-laki
c. Kelompok umur terbanyak pasien kanker kulit adalah 51-60 tahun.
d. Lokasi karsinoma sel basal terbanyak adalah pada wajah, karsinoma sel skuamosa
terbanyak ditemukan pada ekstremitas bawah, sedangkan melanoma maligna paling
banyak ditemukan pada wajah dan ekstremitas bawah.
e. Pegawai negeri merupakan profesi pekerjaan terbanyak penderita kanker kulit yang
diraqwat di RS Dr. M. Djamil Padang.
TELAAH JURNAL

1) Fokus Penelitian
Kanker kulit banyak ditemui tetapi data insidensinya sulit diperoleh,sebagian
karena banyak penderita kanker kulit ditangani ekstramural. Insidens di Belanda sekitar
100 penderita per 100.000 penduduk per tahun, kira-kira sama dengan di negara Eropa
Barat lain. 3 Jenis kanker kulit yang banyak ditemukan di dunia ialah karsinoma sel basal
(basalioma), karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma) dan melanoma maligna.
Di Indonesia selama penjajahan tumor ganas kulit lebih banyak ditemukan pada
rakyat/petani (banyak trauma, tidak memakai sepatu). Setelah tahun 1945 tumor ganas
kulit tidak lagi terutama di tungkai. Kelompok umur 50-59 tahun tetap merupakan
golongan yang paling berisiko, perbedaan antara pria dan wanita tidak bermakna.3,4
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penderita kanker kulit yang dirawat
di bagian Bedah RS Dr. M. Djamil Padang selama Januari 2002-Maret 2007.

2) Gaya dan sistematika penulisan


Sistematika penulisan disusun dengan rapi, namun rumusan masalah belum
tercantum dan tujuan penelitian seharusnya dipisah dari pendahuluan agar lebih jelas dan.
Tujuan penelitian merupakan hal yang penting karena dengan adanya tujuan penelitian
akan dapat diketahui arah dari penyusunan sebuah karya ilmiah tersebut. Tata bahasa
dalam penelitian ini mudah dibahami dan penulisan sudah sesuai dengan kaidah.

3) Penulis
Penulis dalam penelitian ini berasal dari Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu
Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. Dan tidak ada keterangan lebih
lanjut tentang peneliti, seperti status peneliti sebagai mahasiswa atau sebagai staf.

4) Judul Penelitian
“Kanker Kulit di Bangsal Bedah RS Dr. M. Djamil Padang Januari 2002 – Maret 2007 ”.
Judul tersebut sudah cukup jelas, dan tidak ambigu. Judul merupakan wajah yang
dilihat terlebih dahulu sebelum melihat isi menelitian, dengan melihat judul saja pembaca
sudah dapat membuat konsep pikiran apa saja yang dibahas dalam penelitian tersebut.
Dalam karya tulis penelitian ini judulnya belum dicantumkan tempat dan tahun
penelitian.

5) Abstrak
Kelebihan:
Abstrak merupakan ringkasan atau ulasan singkat mengenai isi karya tulis ilmiah/
skripsi, tanpa tambahan penafsiran, kritik, maupun tanggapan penulis. Abstrak dalam
penelitian ini sudah mencakup masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya, metode
yang digunakan, hasil yang diperoleh dan kesimpulan utama serta saran yang diajukan
sudah cukup baik.

Kekurangan:

Kata – kata yang ada dalam abstrak kurang dari 200 kata. Saran tidak di tujukan
kepada instansi atau kelompok tertentu. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya belum
dicantumkan.

6) Masalah dan tujuan penelitian


Masalah dan tujuan dalam peneltian ini tidak Nampak karena memang kurang
ditampakkan.

7) Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini sudah dijelaskan secara lengkap pada bagian awal yaitu
untuk mengetahui jumlah kejadian kanker kulit yang ditemukan pada pasien di bangsal
bedah RS Dr. M. Djamil Padang sesuai dengan bertambahnya usia dan klasifikasi lainnya
seperti berdasarkan jenis kanker, jenis kelamin, pekerjaan pasien dan lokasi kanker.
8) Manfaat Penelitian
Pada jurnal tidak diuraikan manfaat dari penelitian ini baik secara khusus ataupun
secara umum.

9) Literatur / tinjauan pustaka


Penulisan jurnal sudah menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada
dengan membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya dengan hasil yang
didapatkan oleh penulis. Terdapat jurnal yang digunakan sebagai bahan referensi dalam
penelitian ini dan buku – buku yang digunakan sudah cukup relevan sehingga dapat
digunakan dalam penyusunan penelitian ini.

10) Hipotesis
Hipotesis seharusnya ada dalam penelitian, namun dalam penelitian ini tidak
dicantumkan.

11) Desain Penelitian.


Penelitian retrospektif dengan desain deskriptif non analitik. Data dikelompokakn
berdasarkan jenis kanker, usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, dan lokasi kanker.

12) Populasi dan sampel


Populasi penelitian ini ialah seluruh pasien Ca. Kulit di RS M.Djamil Paang pada
tahun 2002-2007 sebanyak 129 kasus. Sedangkan sampel pada penelitian ini berjumlah
60 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling.

13) Pertimbangan etik


Dalam penelitian ini tidak terdapat etika yang dianut atau yang digunakan dalam
penelitian yang seharusnya ada dalam sebuah penelitian.

14) Definisi operasional


Kanker kulit banyak ditemui tetapi data insidensinya sulit diperoleh,sebagian
karena banyak penderita kanker kulit ditangani ekstramural. Insidens di Belanda sekitar
100 penderita per 100.000 penduduk per tahun, kira-kira sama dengan di negara Eropa
Barat lain. 3 Jenis kanker kulit yang banyak ditemukan di dunia ialah karsinoma sel basal
(basalioma), karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma) dan melanoma maligna.
Di Indonesia selama penjajahan tumor ganas kulit lebih banyak ditemukan pada
rakyat/petani (banyak trauma, tidak memakai sepatu). Setelah tahun 1945 tumor ganas
kulit tidak lagi terutama di tungkai. Kelompok umur 50-59 tahun tetap merupakan
golongan yang paling berisiko, perbedaan antara pria dan wanita tidak bermakna.3,4
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penderita kanker kulit yang dirawat
di bagian Bedah RS Dr. M. Djamil Padang selama Januari 2002-Maret 2007.

15) Data dan analisa data


Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi square dengan derajat kemaknaan
(α < 0,05).

16) Hasil penelitian


Selama periode Januari 2002 - Maret 2007, 43 kasus kanker kulit dirawat di
bangsal Bedah RS Dr. M. Djamil Padang; terbanyak dari jenis karsinoma sel basal
(Tabel1); berbeda dengan hasil penelitian Burmansyah Ramli dari RS M. Hoesin
Palembang / FK Unsri yang mendapatkan karsinoma sel skuamosa sebagai yang
terbanyak (47,7 %), disusul karsinoma sel basal - 43,2 % dan melanoma maligna 9,1 %.2
Pada penelitian ini kasus lebih banyak ditemukan pada perempuan (24 kasus,
55,9%). Sedangkan Burmansyah Ramli mendapatkan kasus kanker kulit laki-laki lebih
banyak (56,8%).2 Tidak ada perbedaan bermakna angka kejadian kanker kulit antara
laki-laki dan perempuan. 3,4 Pada penelitian ini usia terbanyak kanker kulit pada 51-60
tahun (15 kasus - 33,5%). Kepustakaan menyatakan bahwa insiden kanker kulit akan
meningkat sesuai dengan pertambahan usia. 6,7 Jenis pekerjaan terbanyak penderita
kanker kulit pada penelitian ini adalah pegawai negeri (20 kasus - 47,1%), disusul ibu
rumah tangga (7 kasus - 17,7%) dan petani (6 kasus - 14,9%). Penemuan ini berbeda
dengan hasil penelitian Anang Ma'aruf1 yang mendapatkan kasus terbanyak pada petani
yaitu 62,71%. Hasil in juga berbeda dengan beberapa literatur yang menyatakan bahwa
kasus terbanyak kanker kulit adalah mereka yang sering terkena sinar matahari seperti
petani atau nelayan.3,6 Hal ini mungkin karena pegawai negeri lebih mudah berobat
dengan adanya asuransi kesehatan.
Semua karsinoma sel basal (18 kasus -100%) lokasinya di wajah; karsinoma sel
skuamosa lokasinya di ekstremitas bawah (12 kasus - 75,0 %) dan di ekstremitas atas (4
kasus - 25,0%). Sedangkan melanoma maligna di wajah dan ekstremitas bawah -
masingmasing 33,3 %. Anang Ma'aruf dari RS Dr. Sardjito / FK UGM mendapatkan
62,71% karsinoma sel basal berlokasi di wajah. Hal ini sesuai dengan kepustakaan.3,6.
Karsinoma sel skuamosa juga sesuai dengan kepustakaan, lokasi terbanyak di daerah
ekstremitas.

17) Referensi
Penulisan jurnal sudah menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada
dengan membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya dengan hasil yang
didapatkan oleh penulis. Tidak ada jurnal yang digunakan sebagai bahan referensi dalam
penelitian ini, namun buku – buku yang digunakan sudah cukup relevan sehingga dapat
digunakan dalam penyusunan penelitian ini

18) Kesimpulan dan saran


Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian. Kesimpulan
ringkas, jelas dan padat. Dalam penelitian ini peneliti tidak memberikan saran kepada
peneliti selanjutnya.
PENUTUP
A. Simpulan
a. Kanker kulit paling banyak ditemukan di bagian Bedah RS Dr. M. Djamil Padang
periode Januari 2002 – maret 2007 adalah karsinoma sel basal.
b. Perempuan lebih banyak terkena kanker kulit dibandingkan laki-laki
c. Kelompok umur terbanyak pasien kanker kulit adalah 51-60 tahun.
d. Lokasi karsinoma sel basal terbanyak adalah pada wajah, karsinoma sel skuamosa
terbanyak ditemukan pada ekstremitas bawah, sedangkan melanoma maligna paling
banyak ditemukan pada wajah dan ekstremitas bawah.
e. Pegawai negeri merupakan profesi pekerjaan terbanyak penderita kanker kulit yang
diraqwat di RS Dr. M. Djamil Padang.

B. Implementasi/Aplikasi Hasil Penelitian

Sejauh ini kanker kulit banyak ditemui namun data insidensinya sulit diperoleh.
Hendaknya penelitian dan data kasus mengenai kanker kulit ini dapat ditindak lanjuti
lebih baik lagi supaya didapatkan data yang berkesinambungan bagi dunia kesehatan di
Indonesia.

Melihat hasil dari penelitian tersebut, mungkin yang bisa diambil manfaatnya
untuk dapat diaplikasikan ke dalam dunia kesehatan adalah sebagai berikut :

a. Tenaga medis, khususnya yang menaunginya yaitu DEPKES RI senantiasa harus


gencar dalam memberikan penyuluhan kesehatan.
b. Dalam proses penyuluhan tersebut hendaknya tenaga medis menggunakan strategi
yang tepat dan dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat luas. Karena dari
gambaran di atas ternyata jenis pekerjaan yang paling banyak menderita kanker kulit
adalah pegawai negeri, ini menjadi ironis karena tentu pegawai negeri mempunyai
tingkat pendidikan yang bisa dibilang lebih tinggi dari golongan pekerjaan yang
lainnya. Ini bisa disebabkan dari informasi kesehatan yang minim. Tenaga medis juga
harus bisa mengutamakan pemahaman dalam menangkap informasi bagi golongan
usia 51-60 tahun yang merupakan golongan paling berisiko.

Anda mungkin juga menyukai