Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH KONSEP DASAR KEPERAWATAN 1

CARING DAN CURING

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 4 :

1. RHIANA EVIRANITA S / 1811313005

2. RESA OKPRIANA / 1811312003

3. SHINTA BELLA / 1811311017

4. SUCI HAYATUL KURNIA F / 1811312039

5. TAUFIK FEBRYANTO / 1811312009

6. VEBBY FITRI NUR’ARITA / 1811313021

7. YESSICA CARMELIA / 1811312023

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya kepada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Ilmu
Dasar Keperawatan.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada
teknis penulisan, maupun materi. Mengingat akan kemampuan yang penulis miliki.
Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini, khususnya kepada Ibu Dosen yang telah memberikan petunjuk kepada penulis.

Padang, 29 Agustus 2018

Penulis
Daftar Isi

Kata pengantar............................................................................................ i

Daftar isi....................................................................................................... ii

1. Pendahuluan......................................................................................................... 1
A. Latar belakang........................................................................................... 1
B. Rumusan masalah...................................................................................... 1
C. Tujuan ....................................................................................................... 1
D. Manfaat .................................................................................................... 1
2. Pembahasan.......................................................................................................... 2
A.Pengertian caring dan curing ..................................................................... 2
B. Aplikasi caring dalam kehidupan sehari-hari dan praktik keperawatan.... 3
C. Perbedaan Caring dan Curing................................................................... 6
3. Skenario............................................................................................................ 8
4. Penutup................................................................................................................ 10
A. Kesimpulan.............................................................................................. 10
B. Saran...................................................................................................... 10

Daftar pustaka.............................................................................................. 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Di era globalisasi ini, semua mengalami perkembangan terutama dibidang kesehatan.
Baik berupa peralatan medis maupun tenaga ahli dibidang kesehatan. Lingkungan kesehatan
seperti rumah sakit, puskesmas, perawat akan berhadapan dengan klien dan tenaga kesehatan
lainnya. Oleh karena itu, perawat harus terus meningkatkan profesionalismenya, yaitu
meningkatkan perilaku caring
Caring secara istilah diartikan sebagai tindakan kepedulian. Caring secara umum
diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi (mengabdikan diri) bagi orang lain,
pengawasan dengan waspada, serta suatu perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta
atau menyayangi. Curing adalah upaya dari kegiatan dokter dalam prakteknya untuk
mengobati pasien, karena di dalam caring ada kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.
1.2 Rumusan masalah
1. Apa pengertian caring dan curing ?
2. Apa aplikasi caring dalam kehidupan sehari-hari dan praktik keperawatan ?
3. Apa perbedaan caring dan curing ?

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini salah satunya untuk memenuhi tugas dalam mata
kuliah “Konsep Dasar Keperawatan”. Disamping itu, tujuan memberikan informasi,
gambaran, keterangan, serta penjelasan-penjelasan mengenai konsep caring dan curing,
perilaku caring dalam tatanan pelayanan kesehatan, serta perbedaannya.
1.4 Manfaat
Menambah wawasan tentang konsep caring di kehidupan, agar kami mahasiswa
mengerti tentang bagaimana perilaku caring dalam proses dan praktik keperawatan, dan
sebagai salah satu sarana belajar mahasiswa. Dalam keperawatn caring memiliki banyak
manfaat salah satunya yaitu perawat dapat menggunakan kekuatan sugestif secara positif
untuk memberikan dukungan pada klien untuk yakin akan mendapat kesembuhan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian caring dan curing
Secara bahasa, istilah caring diartikan sebagai tindakan kepedulian. Caring secara
umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi bagi orang lain,
pengawasan dengan waspada, serta suatu perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta
atau menyayangi. Pengertian caring berbeda dengan care. Care adalah fenomena yang
berhubungan dengan orang berhubungan dengan bimbingan, bantuan, dukungan perilaku
kepada individu, keluarga, kelompok dengan adanya kejadian untuk memenuhi kebutuhan
aktual maupun potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kehidupan manusia,
jadi curing adalah tindakan nyata dari care yang menunjukkan suatu rasa kepedulian.
Banyak ahli keperawatan yang mengungkapkan mengenai teori caring antara lain
sebagai
berikut :
Watson (1979) yang terkenal dengan Theory of Human Caring, mempertegas bahwa
caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan
penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan
demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh.
Marriner dan Tomey (1994) menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan
kemanusiaan, inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal.Caring
bukan semata-mata perilaku. Caring adalah cara yang memiliki makna dan
memotivasi tindakan. Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan
asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan
klien
(Carruth et all, 1999) membagi konsep caring kedalam dua domain utama. Salah satu
konsep caring ini berkenaan dengan sikap dan emosi perawat, sementara konsep caring yang
lain terfokus pada aktivitas yang dilakukan perawat saat melaksanakan fungsi
keperawatannya.
Griffin (1983) menggambarkan caring dalam keperawatan sebagai sebuah proses
interpersonal esensial yang mengharuskan perawat melakukan aktivitas peran yang spesifik
dalam sebuah cara dengan menyampaikan ekspresi emosi-emosi tertentu kepada
resepien. Aktivitas tersebut menurut Griffin meliputi membantu, menolong, dan
melayani orang yang mempunyai kebutuhan khusus. Proses ini dipengaruhi oleh
hubungan antara perawat dengan pasien.
Mayeroff memandang caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan
membantu orang lain bertumbuh dan mengaktualisasikan diri. Mayeroff juga
memperkenalkan sifat-sifat caring seperti sabar, jujur, dan rendah hati.
Lydia Hall mengemukakan perpaduan tiga aspek dalam teorinya. Sebagai seorang
perawat, kemampuan care, core, dan cure harus dipadukan secara seimbang sehingga
menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal untuk klien. Care merupakan
komponen penting yang berasal dari naluri seorang ibu. Core merupakan dasar dari ilmu
sosial yang terdiri dari kemampuan terapeutik, dan kemampuan bekerja sama dengan
tenaga kesehatan lain.
Curing merupakan ilmu yang empirik, mengobati berdasarkan bukti/ data dan
mengobati dengan patofisiologi yang bisa dipertanggungjawabkan. Curing merupakan tugas
primer dokter dan caring sebagai tugas sekundernya. Curing merupakan komponen dalam
caring. di dalam curing terdapat diagnosis medis yaitu suatu bentuk kinerja yang
mengungkapkan penyakit yang diderita klien. Dan juga curing lebih memperhatikan penyakit
yang diderita serta penanggulangannya.

2.2 Aplikasi caring dalam kehidupan sehari-hari dan praktik keperawatan

Caring bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan, tetapi merupakan hasil dari
kebudayaan, nilai-nilai, pengalaman, dan dari hubungan dengan orang lain. Sikap
keperawatan yang berhubungan dengan caring adalah kehadiran, sentuhan kasih sayang,
mendengarkan, memahami klien, caring dalam spiritual, dan perawatan keluarga.

a.Kehadiran

Kehadiran adalah suatu pertemuan antara seseorang dengan seseorang lainnya yang
merupakan sarana untuk mendekatkan diri dan menyampaikan manfaat caring. Menurut
Fredriksson (1999), kehadiran berarti “ada di” dan “ada dengan”. “Ada di” berarti kehadiran
tidak hanya dalam bentuk fisik, melainkan juga komunikasi dan pengertian. Sedangkan “ada
dengan” berarti perawata selalu bersedia dan ada untuk klien (Pederson, 1993). Kehadiran
seorang perawat membantu menenangkan rasa cemas dan takut klien karena situasi tertekan.

b.Sentuhan
Sentuhan merupakan salah satu pendekatan yang menenangkan dimana perawat dapat
mendekatkan diri dengan klien untuk memberikan perhatian dan dukungan. Ada dua jenis
sentuhan, yaitu sentuhan kontak dan sentuhan non-kontak. Sentuhan kontak merupakan
sentuhan langsung kullit dengan kulit. Sedangkan sentuhan non-kontak merupakan kontak
mata. Kedua jenis sentuhan ini digambarkn dalam tiga kategori :

1)Sentuhan Berorientasi-tugas

Saat melaksanakan tugas dan prosedur, perawat menggunakan sentuhan ini.


Perlakuan yang ramah dan cekatan ketika melaksanakan prosedur akan memberikan
rasa aman kepada klien. Prosedur dilakukan secara hati-hati dan atas pertimbangan
kebutuhan klien.

2)Sentuhan Pelayanan (Caring)

Yang termasuk dalam sentuhan caring adalah memegang tangan klien,


memijat punggung klien, menempatkan klien dengan hati-hati, atau terlibat dalam
pembicaraan (komunikasi non-verbal). Sentuhan ini dapat mempengaruhi keamanan
dan kenyamanan klien, meningkatkan harga diri, dan memperbaiki orientasi tentang
kanyataan (Boyek dan Watson, 1994).

3)Sentuhan Perlindungan

Sentuhan ini merupakan suatu bentuk sentuhan yang digunakan untuk


melindungi perawat dan/atau klien (fredriksson, 1999). Contoh dari sentuhan
perlindungan adalah mencegah terjadinya kecelakaan dengan cara menjaga dan
mengingatkan klien agar tidak terjatuh. Sentuhan dapat menimbulkan berbagai pesan,
oleh karena itu harus digunakan secara bijaksana.

c.Mendengarkan

Untuk lebih mengerti dan memahami kebutuhan klien, mendengarkan


merupakan kunci, sebab hal ini menunjukkan perhatian penuh dan ketertarikan
perawat. Mendengarkan membantu perawat dalam memahami dan mengerti maksud
klien dan membantu menolong klien mencari cara untuk mendapatkan kedamaian.
d.Memahami klien

Salah satu proses caring menurut Swanson (1991) adalah memahami klien.
Memahami klien sebagai inti suatu proses digunakan perawat dalam membuat keputusan
klinis. Memahami klien merupakan pemahaman perawat terhadap klien sebagai acuan
melakukan intervensi berikutnya (Radwin,1995). Pemahaman klien merupakan gerbang
penentu pelayanan sehingga, antara klien dan perawat terjalin suatu hubungan yang baik dan
saling memahami.

e.Caring Dalam Spiritual

Kepercayaan dan harapan individu mempunyai pengaruh terhadap kesehatan fisik


seseorang. Spiritual menawarkan rasa keterikatan yang baik, baik melalui hubungan
intrapersonal atau hubungan dengan dirinya sendiri, interpersonal atau hubungan dengan
orang lain dan lingkungan, serta transpersonal atau hubungan dengan Tuhan atau kekuatan
tertinggi.

Hubungan caring terjalin dengan baik apabila antara perawat dan klien dapatmemahami satu
sama lain sehingga keduanya bisa menjalin hubungan yang baik dengan melakukan hal
seperti, mengerahkan harapan bagi klien dan perawat;mendapatkan pengertian tentang gejala,
penyakit, atau perasaan yang diterima klien; membantu klien dalam menggunakan sumber
daya sosial, emosional, atau spiritual; memahami bahwa hubungan caring menghubungkan
manusia dengan manusia, roh dengan roh.

f.Perawatan Keluarga

Keluarga merupakan sumber daya penting. Keberhasilan intervensi keperawatan


sering bergantung pada keinginan keluarga untuk berbagi informasi dengan perawat untuk
menyampaikan terapi yang dianjurkan. Menjamin kesehatan klien dan membantu keluarga
untuk aktif dalam proses penyembuhan klien merupakan tugas penting anggota keluarga.
Menunjukkan perawatan keluarga dan perhatian pada klien membuat suatu keterbukaan yang
kemudian dapat membentuk hubungan yang baik dengan anggota keluarga klien.
2.3 Perbedaan Caring dan Curing

Keperawatan sebagai suatu profesi dan berdasarkan pengakuan masyarakat adalah ilmu
kesehatan tentang asuhan atau pelayanan keperawatan atau The Health Science of
Caring (Lindberg,1990:40). Secara bahasa, caring dapat diartikan sebagai tindakan
kepedulian dan curing dapat diartikan sebagai tindakan pengobatan. Namun, secara
istilah caring dapat diartikan memberikan bantuan kepada individu atau sebagai advokasi
pada individu yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Sedangkan curing adalah
upaya kesehatan dari kegiatan dokter dalam prakteknya untuk mengobati klien.

Dalam penerapannya, konsep caring dan curing mempunyai beberapa perbedaan,


diantaranya:
1. Caring merupakan tugas primer perawat dan curing adalah tugas sekunder. Maksudnya
seorang perawat lebih melakukan tindakan kepedulian terhadap klien daripada memberikan
tindakan medis. Oleh karena itu, caring lebih identik dengan perawat.
2. Curing merupakan tugas primer seorang dokter dan caring adalah tugas sekunder.
Maksudnya seorang dokter lebih melibatkan tindakan medis tanpa melakukan tindakan caring
yang berarti. Oleh karena itu, curing lebih identik dengan dokter.
3. Dalam pelayanan kesehatan klien yang dilakukan perawat, ¾ nya adalah caring dan ¼
nya adalahcuring.
4. Caring bersifat lebih “Healthogenic” daripada curing.
Maksudnya caring lebih menekankan pada peningkatan kesehatan daripada pengobatan. Di
dalam praktiknya, caring mengintegrasikan pengetahuan biofisik dan pengetahuan perilaku
manusia untuk meningkatkan derajat kesehatan dan untuk menyediakan pelayanan bagi
mereka yang sakit.
5. Tujuan caring adalah membantu pelaksanaan rencana pengobatan/terapi dan membantu
klien beradaptasi dengan masalah kesehatan, mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya,
mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan dan meningkatkan fungsi tubuh sedangkan
tujuan curing adalah menentukan dan menyingkirkan penyebab penyakit atau mengubah
problem penyakit dan penanganannya.
6. Diagnosa dalam konsep curing dilakukan dengan mengungkapkan penyakit yang
diderita sedangkan diagnosa dalam konsep caring dilakukan dengan identifikasi masalah dan
penyebab berdasarkan kebutuhan dan respon klien.
BAB III
SKENARIO ROLE PLAY TENTANG APLIKASI CARING
Perawat : “Assalamu’alaikum, selamat pagi Ibu”.
Pasien : “Waalaikum salam sus”.
Perawat : “Perkenalkan buk, nama saya Suster Vebby. Saya bertugas dari jam 07.00 sampai
jam 12.00 siang nanti.Apa benar ini dengan ibu Titin?”.
Pasien : “Iya saya sendiri sus”.
Perawat : “Baik, hari ini saya yang akan merawat ibu. Hari ini saya akan memberikan obat
kepada ibu, tujuannya supaya rasa nyeri pada perut ibu bisa berkurang. Bagaimana bu,
apakah ibu bersedia ?”.
Pasien : “Iya, saya bersedia sus”.
Perawat : “Baik buk silahkan diminum dulu obatnya”.
Pasien : “Iya, makasih suster”.
Perawat : “Sama-sama ibu, kalau begitu saya permisi dulu ya Bu. Nanti jam 12.00 saya
akan kesini lagi untuk melihat keadaan ibu selanjutnya, Assalamu’alaikum bu”.
Pasien : “Waalaikum salam”.
JAM 12.00
Perawat: Assalamualaikum ibuk Titin.
Pasien: “Waalaikumsalam, eh suster vebby”.
Perawat: “Bagaimana keadaan ibu? Apakah rasa nyeri pada perut ibu sudah mendingan?”.
Pasien: “Alhamdulillah udah membaik sus”.
Perawat: “Alhamdulillah bagus sekali perkembangan ibu, ibu jangan lupa harus banyak
minum air putih ya bu supaya ibu cepat sembuh”.
Pasien: “Iyaaa sus vebby makasi sus”.
Perawat: “.Baik ibu, cukup sekian dari saya, setelah ini akan ada perawat lagi yang akan
kemari, Ibu silahkan dilanjutkan istirahatnya, terima kasih atas waktunya, kalau perlu bantuan
silahkan pencet belnya kami siap membantu ibu, saya permisi dulu ya bu”.
Pasien: “Baik sus”.
BAB IV
PENUTUP
1. 1.KESIMPULAN

Caring merupakan tindakan kepedulian . Caring secara umum dapat diartikan sebagai
suatu kemampuan untuk berdedikasi bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, serta
suatu perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi. Caring adalah inti
dari keperawatan.Caring bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan, tetapi merupakan hasil dari
kebudayaan, nilai-nilai, pengalaman, dan dari hubungan dengan orang lain. Sikap
keperawatan yang berhubungan dengan caring adalah kehadiran, sentuhan kasih sayang,
mendengarkan, memahami klien, caring dalam spiritual, dan perawatan keluarga. Sedangkan
curing merupakan ilmu yang empirik, mengobati berdasarkan bukti/ data dan mengobati
dengan patofisiologi yang bisa dipertanggungjawabkan. Curing merupakan tugas primer
dokter dan caring sebagai tugas sekundernya. Curing merupakan komponen dalam caring. di
dalam curing terdapat diagnosis medis yaitu suatu bentuk kinerja yang mengungkapkan
penyakit yang diderita klien. Jadi caring dapat diartikan sebagai tindakan kepedulian dan
curing dapat diartikan sebagai tindakan pengobatan.
2.SARAN
Semoga , apa yang kita pelajari dalam makalah ini dapat kita terapkan dengan baik
dalam kehidupan sehari-hari. Terutama kepada seorang perawat karena caring merupakan inti
dari keperawatan. Dan alangkah baiknya perilaku caring tumbuh secara alami dalam jiwa
seorang perawat. Serta perawat-perawat yang ada dirumah sakit sangat menerapkan caring
kepada kliennya. Karena klien yang sakit kadang hanya butuh perhatian dan empati dari
seseorang yang merawatnya agar ia lebih semangat dalam menghadapi penyakitnya.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kompasiana.com/spirit-smile/550e5f0a813311c82cbc642a/makalah-konsep-
dasarkeperawatan-bab-caring
https://www.e-jurnal.com/2014/11/pengertian-caring.html
https://www.e-jurnal.com/2014/11/perbedaan-caring-dan-curing.html
http://makalahcaring.blogspot.com/2016/05/makalah-tentang-caring.html