Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIARE

OLEH
KELOMPOK 9B
1. IVAN GILANG PRATAMA 1601300051
2. DEDY FITRI KURNIAWAN 1601300059
3. DIAN KUSTINNASARI 1601300078
4. ALINA CHANDRA BERLIANA 1601300089

KEMENTRIAN KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN BLITAR
PRODI D-III KEPERAWATAN
2018
Satuan Acara Penyuluhan Diare

Tempat : RSK Budi Rahayu Blitar


Sasaran : Pasien di ruang anak RSK Budi Rahayu Blitar
Hari / Tanggal : Sabtu, 21 April 2018
Alokasi waktu : 20 menit

A. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 20 menit tentang perawatan diare pada
anak, peserta penyuluhan dapat mengerti dan melaksanakan hidup sehat melalui
pendekatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sehingga kesakitan dan
kematian diare dapat dicegah.

B. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan satu (1) kali diharapkan Peserta penyuluhan
mampu :
1. Menjelaskan pengertian diare
2. Menjelaskan penyebab diare
3. Menjelaskan tanda dan gejala diare
4. Menjelaskan cara penularan diare
5. Menjelaskan pencegahan diare
6. Menjelaskan penanganan diare

C. Materi
1. Pengertian diare.
2. Penyebab diare.
3. Tanda dan gejala diare.
4. Cara penularan diare.
5. Pencegahan diare.
6. Penanganan diare.

D. Kegiatan belajar mengajar


No. Tahapan Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Waktu
1 Pembukaan 1. Salam Pembuka 1. Menjawab salam 5 menit
2. Perkenalan 2. Berkenalan
3. Maksud dan Tujuan 3. Mendengarkan
4. Kontrak waktu, 4. Menyetujui
tempat dan topik. 5. Menyatakan siap
5. Kesiapan
2 Pelaksanaan 1. Menyamakan persepsi. 1. Menjawab sesuai 10
2. Menjelaskan definisi dengan menit
Diare, penyebab, tanda pengetahuan
dan gejala, penularan, 2. Memperhatikan
pencegahan, dan dan
penanganan diare mendengarkan.
3. Menjelaskan cara
pembuatan larutan gula .
garam (LGG)

3 Penutup 1. Evaluasi 1. Mendengarkan 5 menit


2. Kesimpulan kesimpulan.
3. Rencana tindak lanjut 2. Memperhatikan
4. Salam Penutup tindak lanjut.
3. Menjawab salam.

E. Metode
 Ceramah tanya jawab.
 Demonstrasi.

F. Media:
1. Laflet Diare.
2. Pasien sebagai obyek demonstrasi.

G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Satuan pengajar sudah siap satu hari sebelum dilaksanakannya kegiatan
b. Alat dan tempat siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
c. Penyuluh sudah siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
2. Evaluasi Proses
a. Alat dan tempat bisa digunakan sesuai rencana.
b. Peserta mau atau bersedia untuk melakukan kegiatan yang telah direncanakan.
3. Evaluasi Hasil
a. 75% peserta dapat menjelaskan pengertian diare
b. 75% peserta dapat menjelaskan penyebab diare
c. 75% peserta dapat menyebutkan tanda dan gejala diare
d. 75% peserta dapat menjelaskan penularan diare
e. 75% peserta dapat menjelaskan pencegahan diare
f. 75% peserta dapat menyebutkan penanganan diare

H. Alat evaluasi
1. Apa yang dimaksud dengan diare?
2. Apa saja penyebab diare?
3. Bagaimana cara mencegah diare?

I. Kunci jawaban
1. Diare adalah BAB cair yang berlangsung lebih dari 3 kali dalam sehari
2. Infeksi atau bakteri, mal absorbsi, faktor makanan, dan psikologis
3. Mencuci tangan sebelum makan untuk mengurangi infeksi, mendesinfeksi
permukaan peralatan rumah tangga., gunakan selalu air bersih, buang air besar
pada tempatnya, mencuci pakaian kotor dengan segera sampai bersih, hindari
makanan dan air yang terkontaminasi, dan pemberian asi
MATERI

A. Pengertian
Menurut Depkes RI (2005), diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda
adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair
dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam
sehari.
Menurut WHO (1999) secara klinis diare didefinikan sebagai bertambahnya
defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya atau lebih dari tiga kali sehari, disertai
dengan perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa darah.

B. Klasifikasi
Depatemen Kesehatan RI (2000) mengklasifikasikan jenis diare manjadi empat
kelompok yaitu :
1. Diare akut
Yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari.
2. Disentri
Yaitu diare yang disertai darah dalam tinjanya.
3. Diare persisten
Yaitu diare yang berlangsung selama 14 hari secara terus menerus.
4. Diare dengan masalah lain
Yaitu : Anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga disertai
penyakit lain seperti demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya.

C. Penyebab
1. Infeksi atau bakteri : Escherichia Coli, Salmonella, cacing, Entamoeba histolityca
2. Mal absorbsi : disakarida (intoleransi laktosa,maltose dan sukrosa), monosakarida
(intoleransi glukosa, fruktosa, galaktosa). Pada bayi dan anak terpenting ialah
intoleransi laktosa.
3. Faktor makanan : Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan, susu.
4. Psikologis : Rasa takut dan cemas. Walaupun jarang dapat menimbulkan diare
terutama pada anaka yang lebih besar.

D. Faktor resiko
1. Tidak memberikan ASI secara penuh
2. Menggunakan botol susu yang kurang bersih
3. Menyimpan makanan masak pada suhu ruangan
4. Menggunakan air minum yang tercemar
5. Tidak mencuci tangan sebelum dan sesudan buang air besar atau kecil.
6. Tidak membuang tinja dengan benar

E. Tanda dan Gejala


1. Tanda:
a. Anus dan daerah sekitar lecet
Karena seringnya defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin
banyaknya asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorpsi usus
selama diare.
b. BB menurun
c. Turgor kulit berkurang
d. Selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering
e. Nadi cepat dan kecil
f. Denyut jantung jadi cepat
g. TD menurun
h. Kesadaran menurun
i. Pucat, nafas cepat
j. Buang air besar 4x/hari untuk bayi dan > 3x untuk anak-anak atau dewasa.
k. Suhunya tinggi

2. Gejala:
a. Tidak nafsu makan
b. Lemas
c. Dehidrasi
d. Gelisah
e. Cengeng
f. Oliguria
g. Anuria
h. Rasa haus
i. Penularan

F. Penyakit diare dapat ditularkan melalui:


1. Menggunakan sumber air yang tercemar
2. BAB sembarang tempat
3. Pencemaran makanan oleh serangga (lalat, kecoa) atau oleh tangan kotor
4. Fecal oral melalui makanan dan minuman yang tercemar
5. Melalui makanan yang terkontaminasi
6. Mengkonsumsi ikan mentah/tidak dimasak yang diambil dari air yang
terkontaminasi.
7. Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus

G. Pencegahan
1. Mencuci tangan sebelum makan untuk mengurangi infeksi
Kebiasaan yang berhubungan dengan kebersihan perorangan yang penting
dalam penularan kuman diare adalah mencuci tangan. Mencuci tangan dengan sabun,
terutama sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja anak, sebelum
menyiapkan makanan, sebelum menyuapi makanan anak dan sebelum makan,
mempunyai dampak dalam kejadian diare (Depkes RI, 2006).
2. Mendesinfeksi permukaan peralatan rumah tangga.
3. Gunakan selalu air bersih
Sebagian besar kuman infeksius penyebab diare ditularkan melalui jalur fecal-
oral mereka dapat ditularkan dengan memasukkan kedalam mulut, cairan atau benda
yang tercemar dengan tinja misalnya air minum, jari-jari tangan, makanan yang
disiapkan dalam panik yang dicuci dengan air tercemar (Depkes RI, 2006).
Masyarakat yang terjangkau oleh penyediaan air yang benar-benar bersih
mempunyai resiko menderita diare lebih kecil dibandingkan dengan masyarakat yang
tidak mendapatkan air bersih (Depkes RI, 2006).
4. Buang air besar pada tempatnya
5. Mencuci pakaian kotor dengan segera sampai bersih
6. Hindari makanan dan air yang terkontaminasi
7. Pemberian ASI
Pada bayi yang tidak diberi ASI secara penuh, pada 6 bulan pertama
kehidupan resiko terkena diare adalah 30 kali lebih besar. Pemberian susu formula
merupakan cara lain dari menyusui. Penggunaan botol untuk susu formula biasanya
menyebabkan risiko tinggi terkena diare sehingga oci mengakibatkan terjadinya gizi
buruk (Depkes RI, 2006).

H. Penanganan diare
1. Bawa ke petugas kesehatan bila :
a. BAB encer semakin sering
b. Ada muntah berulang
c. Demam yang tinggi
d. Ada darah dalam tinja
e. Tidak mau makan atau minum

2. Membuat larutan gula garam (oralit)


Untuk mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah
tangga dengan memberikan oralit osmolaritas rendah, dan bila tidak tersedia berikan
cairan rumah tangga seperti air tajin, kuah sayur, air matang. Oralit saat ini yang
beredar di pasaran sudah oralit yang baru dengan osmolaritas yang rendah, yang
dapat mengurangi rasa mual dan muntah. Oralit merupakan cairan yang terbaik bagi
penderita diare untuk mengganti cairan yang hilang. Bila penderita tidak minum
harus segera di bawa ke sarana kesehatan untuk mendapat pertolongan cairan melalui
infus. Pemberian oralit didasarkan pada derajat dehidrasi (Kemenkes RI, 2011).
a. Alat : gelas berukuran sedang dan alat pengaduk atau sendok
b. Bahan : Gula, garam
c. Cara membuat :
1) Larutkan satu sendok gula pasir dan ¼ sendok garam ke dalam gelas berisi air
matang (hangat atau dingin).
2) Kemudian aduk hingga merata dan diminum setiap kali BAB.
3. Takaran pemberian LGG untuk mengatasi diare (3 jam pertama)
a. Umur < 1 tahun : 300 ml (1,5 gelas)
b. Umur 1-4 tahun : 600 ml (3 gelas)
c. Umur 5-12 tahun : 1,2 liter (6 gelas)
d. Dewasa : 2,4 liter (12 gelas)
4. Takaran pemberian LGG untuk mengatasi diare (setiap habis buang air)
a. Umur < 1 tahun : 100 ml (0,5 gelas)
b. Umur 1-4 tahun : 200 ml (1 gelas)
c. Umur 5-12 tahun : 300 ml (1,5 gelas)

d. Dewasa : 400 ml (2 gelas)


Sumber
Depkes RI , 2000, Pelaksanaan Program P2 Diare, Depkes RI, Jakarta
Anonim, 1985, Ilmu Kesehatan Anak, FK-UI, Jakarta
Depkes RI, 1998, Manajemen Terpadu Balita Sakit, Depkes RI, Jakarta
Greenberg CM, 2002, Nursing Care Planning Guides For Children, California State
Univercity, California.