Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN ORIENTASI,LAYANAN INFORMASI DAN LAYANAN
PENEMPATAN DAN PENYALURAN

DISUSUN OLEH:

MUNIKA DESIYANTI (A1C116005)

DOSEN PENGAMPU:
Drs. RASIMIN, M.Pd
AFFAN YUSRA, S.Pd, M.Pd

PRODI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
201
RINGKASAN

1. Layanan Orientasi

Tujuan dan Fungsi Layanan Orientasi

Layanan orientasi d di sekolah diberikan kepada peserta didik yangbaru


masuk dan untuk pihakpihak lain (orang tua) guna memberikanpemahaman dan
penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yangbaru dimasuki,Hasil yang
diharapkan ialah mempermudah peserta didikuntuk menyesuaikan diri terhadap
pola kehidupan sosial, kegiatanbelajar dan kegiatan lain yang mendukung
keberhasilan pesertadidik, Demikian juga orang tua peserta didik, dengan
memahamisituasi dan tuntutan sekolah anaknya akan dapatkondisi,memberikan
dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan belajaranaknya.Fungsi utama
bimbingan yang didukung oleh layanan orientasiialah fungsi pemahaman dan
pencegahan.

Materi Umum Layanan Orientasi

 Orientasi umum sekolah yang baru dimasuki


 Orientasi kelas baru semester baru
 Orientasi kelas terakhir dan semester terakhir, UN, ijazah

Layanan Orientasi dalam Bidang-bidang Bimbingan Pribadi

Layanan orientasi dalam bimbingan pribadi (1A) meliputikegiatan pemberian


orientasi tentang:

 Fasilitas penunjang ibadah keagamaan (mushola, tempatibadah lain dan


sejenisnya) yang ada di sekolah
 Acara keagamaan yang menunjang pengembanperibadatan.acara keagamaan
yang menunjang pengembangan kegiatan peribadatan
 Hak dan kewajiban peserta didik termasuk pakaian seragam.
d. Tugas-tugas (kegiatan kokurikulen)
e. Sistemm ujian, penilaian, kenaikan kelas, UAN, Ijazah
f. Jenis dan Sistem penetapan pilihan kegiatan kurikuler
g. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai bagian dari kurikulum

Layanan orientasi dalam bimbingan karir (1D) meliputi kegiatan pemberian


orientasi tentang:

 Peranan bimbingan dan konseling serta pelacakan karir peserta didik


 Pelaksanaan bimbingan karir untuk peserta flidik sesuai jenjangnya
 Kegiatan yang diharapkan peserta didik dalam pelaksanaan bimbingan karir
 Asas dan Dinamika Kegiatan

Asas Kegiatan
Asas-asas konseling perlu diterapkan pada layanan ORIN. Asas (a) kegiatan
sangat dominan untuk dilaksanakan. Para peserta layanan dituntut untuk benar-benar
aktif menjalani berbagai kegiatan yang telah dirancang oleh konselor. Partisipasi aktif
peserta ini didasarkan atas asas (b) kesukarelaan dan (c) keterbukaan. Masing-masing
pihak, konselor, termasuk penyaji dan narasumber lainnya, personil lapangan dan
seluruh peserta bersukarela melaksanakan perannya, serta terbuka dalam saling
hubungan mereka (saling memberi dan menerima, tidak berpura-pura, lugas dan
tuntas). Asas (d) kerahasiaan diberlakukan terhadap hal-hal yang bersifat pribadi.
Penyebutan nama dan identitas lainnya hanya dilakukan sepanjang tidak merugikan
pribadi-pribadi yang bersangkutan.

Dinamika Kegiatan: BMB3


Untuk terbinanya PERPOSTUR dengan unsur-unsur AKURS-nya segenap
objek atau materi perlu dirumuskan dengan sebaik-baiknya. Dalam mencermati
materi ORIN, dan juga dalam berhubungan dengan pihak-pihak terkait, khususnya
personil di lapangan yang secara langsung mengelola objek-objek lapangan, para
peserta layanan mengembangkan suasana dalam dinamika BMB3 ((berpikir, merasa,
bersikap, bertindak dan bertanggung Jawab).

Data, Diagnosis, Prognosis, dan Perpostur


Jeniis data

 Data lapangan
 Data sasaran layanan

Diagnosis dan prognosis

a. Kajian diagnosis, yaitu analisis tentang latar belakang dan sebab-sebab


terjadinya/timbulnya masalah atau hal-hal yang dipermasalahkan sehingga
menjadi masalah layanan yang perlu ditangani.

b. Kajian prognosis, yaitu analisis tentang (perkiraan) apa yang dapat terjadi kalau
masalah yang didiagnosis itu tidak mendapatkan penanganan melalui layanan
(dalam hal ini layanan ORIN) yang tepat.
Berpostur
PERPOSTUR, yang berarti: perilaku positif terstruktur dengan unsur-unsur
AKURS-nya sebagaimana telah dikemukakan terdahulu, Terkait dengan
PERPUSTUR itu konselor perlu menyadari perilaku apa yang perlu diperkuat pada
diri sasaran layanan dalam rangka mencapai kondisi KES dan atau mengatasi
kondisi KES-T

2. Layanan Informasi

Tujuan dan Fungsi Layanan Informasi

Layanan intormasi bertujuan membekali individu dengan berbagai


pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal
diri, merencanakan dan mengembangkan pola ke- hidupan sebagai pelajar, anggota
keluarga dan masyarakatFungsi utama bimbingan yang didukung oleh jenis layanan
informasi ialah fungsi pemahaman dan fungsi pencegahan. Materi Umum Layanan
Informasi

 Informasi pengembangan pribadi


 Informasi kurikulum dan proses pembelajaran
 Informasi pendidikan tinggi
 Informasi jabatan
 informasi kehidupan keluarga sosial kemasyarakatan, keberagaman sosial
budaya dan lingkungan

Langkah- langkah dalam penyampaian informasi adalah

 Menetapkan tujuan dan isi infomasi termasuk alasannya, tujuan dari


pemberian informasi ini adalah agar siswa mampu memahami tugas-tugas
perkembangan dan permasalahan yang dihadapi, serta mampu memahami
informasi studi lanjut.
 Mengidentifikasi sasaran (siswa) yang akan menerima informasi, Siswa yang
akan menerima informasi adalah 25% dari seluruh siswa kelas XII sebanyak
226 siswa, yang menjadi sampel yaitu 56 siswa.
 Mengetahui sumber-sumber informasi, materi tentang informasi studi lanjut .
 Pelaksanaan layanan informasi dengan menggunakan media movie maker
teknik yang digunakan dalam penyampaian informasi adalah diskusi dan
tanya jawab.
 menetapkan jadwal dan waktu kegiatan, penyampaian layanan Informasi
dilakukan 4 kali pertemuan.
 Menetapkan ukuran keberhasilan, siswa dapat memahami tentang informasi
yang disampaikan sehingga pemahaman memilih studi lanjut siswa
meningkat(Listiana dan Muhari.2013:161)

Layanan intormasi dapat diselenggarakan melalui ceramah, tanya jawab, dan


diskusi yang dilengkapi dengan peragaan, selebaran, tayangan foto, film atau video,
kunjungan ke perusahaan-perusahaan Berbagai nara sumber, baik dari sekolah
sendiri, atau dari sekolah lain, dari lembaga-lembaga pemerintah, maupun dari
berbagai kalangan masyarakat. kalangan di masyarakat dapat diundang guna
memberikan intor kepada peserta didik. Namun perlu diingat bahwa hendaknya
direncanakan secara matang.

layanan informasi ada 5 cara yaitu:


o metode ceramah yaitu metode yang paling sederhana,
o metode diskusi yaitu metode yang diorganisasikan oleh para individu siswa,
o metode karya wisata yaitu metode yang menggunakan karyawisata, agar para
sisiwa bebas mengekspresikan isi hati secara leluasa,
o metode buku yaitu metode yang menggunakn pedoman buku berkaitan
dengan informasi yang diinginkan,
o metode konferensi dengan tanya jawab.

Asas layanan informasi

Menurut Prayitno (2004: 7), layanan informasi pada umumnya merupakan


kegiatan yang diikuti oleh peserta dalam satu forum terbuka. Azas kegiatan mutlak
diperlukan, didasarkan pada azas kesukarelaan dan keterbukaan. Azas kerahasiaan
diperlukan dalam layanan diselenggarakan apabila untuk peserta atau klien
khusunya dalam kegiatan informasi yang sangat pribadi. Jadi azas layanan
informasi sebagai kegiatan layanan yang menuntut keterbukaan dalam kegiatan
layanan (fitriana,ida.2011).

Asas dan Dinamika Kegiatan


1. Asas Kegiatan
Layanan INFO pada umumnya merupakan kegiatan yang diikuti oleh
sejumlah peserta dalam suatu forum terbuka. Asas kegiatan mutlak diperlukan,
didasarkan pada kesukarelaan dan keterbukaan, baik dari para peserta maupun
konselor.

2. Dinamika Kegiatan: BMB3


Dinamika BMB3 tidak kurang pentingnya dalam layanan INFO. Materi
informasi dalam layanan INFO tidak akan berguna tanpa diperolehnya kondisi
triguna (maknaguna, dayaguna, dan karyaguna) terhadap materi yang dibahas
itu

Data

Data awal yang menjadi titik tolak konselor dalam mempersiapkan kinerja
untuk setiap kali layanan ORIN ada dua jenis, yaitu
a. Data lapangan
b. Data sasaran layanan
Diagnosis dan Prognosis

Hasil kajian diagnosis dan prognosis ini merupakan landasan dan sekaligus
pertimbangan mendasar mengapa layanan INFO perlu atau bahkan harus
dilaksanakan terhadap sasaran layanan yang dimaksud

Operasionalisasi Layanan
Layanan INFO perlu direncanakan oleh konselor dengan cermat, baik
mengenai informasi yang menjadi isi layanan, metode maupun media yang digunakan
Kegiatan peserta, selain mendengar dan menyımak, perlu mendapat pengarahan
secukupnya dan memaknai isi layanan, terutama berkenaan dengan dinamika BMB3.

3. Layanan Penempatan dan Penyaluran

Layanan penempatan dan penyaluran yang diberikan kepada siswa merupakan


salah satu sarana yang digunakan untuk memberikan informasi secara lebih lanjut
dan terperinci mengenai masa depan yang akan siswa jalani dan khususnya dalam
penelitian ini adalah berhubungan dengan penjurusan kelas. Layanan penempatan
dan penyaluran ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara lebih jelas
mengenai penjurusan kelas, selain itu juga memungkinkan siswa untuk dapat
merencanakan sejak awal jurusan yang akan diambil dan sesuai dengan kemampuan
serta minat yang dimilikinya.

Tujuan dan Fungsi Layanan Penempatan dan Penyaluran

Tujuan layanan penempatan dan penyaluran akan lebih lanjut menyalurkan


dan menempatkan siswanya sesuai dengan kemampuan dan minatnya dalam
jurusan yang akan diambilnya. Sehingga siswa terhindar dari fenomena mismatch
yang dapat menghambat siswa untuk berprestasi sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya. Dengan demikian layanan penempatan dan penyaluran sangat penting
peranannya yaitu layanan ini akan lebih menyiapkan siswa dalam merencanakan
serta memilih salah satu jurusan yang ada di sekolah sesuai dengan bakat, minat dan
potensi yang dimiliki oleh siswa(Trimulyana,desi.2015).

Agar peserta didik berada pada posisi dan pilihan yang tepat, yaitu berkenaan
dengan penjurusan, kelompok belajar, pilihan pekerjaan/karir, kegiatan
ekstrakurikuler, program pelatihan dan pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan
kondisi fisik dan psikis sehingga peserta didik akan mendapatkan kesejahteraan dan
memperoleh perkembangan dirinya secara optimal. Fungsi utama bimbingan yang
didukung oleh layanan penempatan dan penyaluran ialah fungsi.

Pencegahan dimaksudkan dengan adanya penempatan dan penyaluran yang


tepat, ada kecenderungan perkembangan anak anak tidak banyak mengalami
kesulitan. Penempatan dan penyaluran yang sesuai dengan kondisiatau potensi
peserta didik, maka dalam menjalani tugas-tugas berdasarkan pada perasaan
senang, tidak ada rasa keterpaksaan. Pelaksanaan layanan penempatan dan
penyaluran tergantung pada

 kondisi fisik
1. Keadaan panca indera
2. Ukuran badan
3. Jenis kelamin
4. Keadaan fisik lai nya
 Kemampuan akademik, kemampuan komunikasi bakat dan minat Kondisi
psikologis, seperti terlalu banyak gerak dan cepat lelah(Giyono,2015:208)

Perencanaan Pelaksanaan Layanan Orientasi dan Informasi Perencanaan atau


program adalah rencana kegiatan yang akan dilakukan atau dilaksanakan. Program
perencanaan pelaksanaan layanan orientasi dan informasi termuat dalam program
tahunan, maupun program semester dan program mingguan bimbingan konseling.
Ada pun penyusunan programnya dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

 Melakukan pengkajian terhadap kegiatan Salah satu kegiatan layanan


orientasi dan informasi adalah pengenalan keberadaan masing-masing bidang,
kurikulum, sarana yang ada di sekolah atau informasi penjurusan. Kajian
program dilakukan dengan melakukan analisis terhadap lingkungan sekolah
baik untuk mengetahui kondisi yang lalu, saat ini maupun yang akan datang.
Dari analisis tersebut kegiatan mana yang harus dilaksanakan, ditambah atau
dikurangi.
 Merumuskan program kegiatan layanan orientasi dan informasi Setelah
dilakukan analisis terhadap rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, maka
selanjutnya merumuskan sebuah program. Program yang telah disusun akan
dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. Dalam merumuskan
program kegiatan yang dijadikan bahan pertimbangan antara lain: tujuan,
subyek sasaran, jenis kegiatan, narasumber dan target kegiatan, apakah sudah
sesuai dengan kebutuhan serta minat peserta didik. Dengan demikian
perencanaan tadi akan mencapai target yang diiginkan dan mencapai sasaran
mutu kegiatan.
 Sosialisasi program Agar kegiatan layanan orientasi dan informasi yang akan
dilaksanakan mendapatkan dukungan dari semua pihak, maka perlu dilakukan
sosialisasi program baik terhadap guru melalui rapat dinas, atau terhadap
orang tua peserta didik melalui pertemuan pada saat pengambilan laporan
hasil belajar. Kegiatan yang dilaksanakan dalam pembuatan perencanaan atau
program ini jika kita bandingkan dengan pendapatnya Dunn, maka yang
dilakukan di ini tidak adanya evaluasi dalam perencanaan program. Dunn,
(2003) menyebutkan bahwa tahapan proses pembuatan kebijakan meliputi:
penyusunan agenda, formulasi adopsi, implementasi dan penilaian
(Fatmawati,HR. 2013:96)

Asas Kegiatan

Penyelenggaraan layanan PP relatif sangat terbuka dan sering kali


mengikutsertakan pihak pihak di luar konselor dan diri subjek layanan. Dalam hal ini,
asas kesukarelaan dan keterbukaan subjek layanan sangat penting. Posisisubjek
layanan untuk mengambil keputusan sendiri harus mendapatkanpenguatan. Setelah
itu asas kekinian dan asas kegiatan merupakan jaminan bagikelancaran dan suksesnya
layanan PP dengan PERPOSTUR yang tepat.

Asas kerahasiaan diterapkan untuk hal-hal yang bersifat pribadi, khususnya


untuk kondisi pribadi yang tidak boleh dan tidak layak diketahui pihak lain. Asas
kerahasiaan harus dijamin oleh konselor.

Dinamika Kegiatan: BMB3

Dalam hal ini strategi BMB3 perlu ditampilkan dalam setiap tahap layanan.
Materi dan arah penempatan/penyaluran yang tepat memerlukan mekanisme BMB3
secara konsisten.

Data

Data awal tersebut juga aca dua jenis, yaitu:

a. Data lapangan, yaitu objek-objek dan/atau info:masi yang perlu diaksesdan


didalami unsur-unsurnya olen sasaran layanan.

b. Data sasaran layanan, yaitu subjek-subjek (individual, kelompok, klasikal) yang


perlu mendapatkan layanan PP. Data ini terkait dengarnmasalah-masalah yang
scdang dan/atau bekemungkinan dialami olehsubjek sasaran layanan yang
dimaksudkan.

Hasil pengaitan dan analisis kedua jenis data (a dan b) di atas menghasilkan
masalah layanan yang akan ditangari melalui layanan PP. Masalahlayanan ini
dikaitkan dengan kondisi KES dan/atau KES-T sasaran layanan, yang akan ditangani
oleh konselor secara individual, kelompok, dan/atauklasikal.

Diagnosis dan Prognasis

Masalah layanan di atas merupakan Obick Praktik Spesifik (OPS) layanan yang
secara langsung dan segera akan konselor wujudkan menjadi kegiatan nyata

Operasionalisasi Layanan
Layanan PP perlu diselenggarakan secara terencana dan tertib mengikuti
prosedur dan langkah-langkah sistematik-strategis. Langkah pengkajian kondisi
merupakan dasar bagi arah penempatan yang dimaksud.

1. Perencanaan

Perencanaan layanan PP dimulai dengan identifikasi kondisi yang menunjukkan


kebutuhan untuk penempatan/penyaluran dan/atau adanya permasalahan pada diri
subjek tertentu. Dalam hal ini subjek sasaran layanan ditetapkan. FERPOSTUR
dikonsepkan dan materi perencanaan layanan dikemas dalam SATLAN.

2. Pengorganisasian Unsur dan Sarana Layanan

Tahap ini diisi dengan menyiapkan prosedur dan langkah-langkah, serta


perangkat dan fasilitas layanan. Pcnyiapan kelengkapan administrasi merupakan
suatu keniscayaan.
DAFTAR PUSTAKA

Giyono.2015.Bimbingan Konseling.Yogyakarta:Media Akademi

Fatmawati,HR. 2013. Pelaksanaan Praktik Bimbingan Konseling Layanan Orientasi


dan Informasi Berdasarkan Manajemen Mutu Iso 9001:2008.Malang. Jurnal
Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan.vol 1 no (2):hal 96

Prayitno.2012. konseling Integritas Yang Berhasil. Jakarata: Rineka Cipta

Trimulyana,desi.2015.Keefektipan Layanan Bimbingan Penempatan Dan Penyaluran


Terhadap perencanaan dan Pemilihan jurusan Kelas X A tahun Ajaran
2014/2015.Skripsi.Prodi Bimbingan Konseling,FKIP,Universitas Nusantara
Pgri Kediri

fitriana,ida.2011.Pengaruh Layanan Informasi Dalam Bimbingan Pribadi Terhadap


Konsep Diri Siswa Kelas Xii Di Smk Negeri 1 Rembang Kabupaten Rembang
Tahun Pelajaran 2010/2011.Skripsi.Pendidikan Psikologi Dan
Bimbingan,Fakultas Ilmu Pendidikan,Ikip Pgri Semarang

Badrul,k dan Daniati.2016. Layanan Informasi Karir Dalam Meningkatkan


Kematangan Karir Pada Peserta Didik Kelas X Di Sekolah Madrasah Aliyah
Qudsiyah Kotabumi Lampung Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Lampung.
Jurnal Bimbingan dan Konseling.vol 3 no (2):hal 248

Listiana dan Muhari.2013. Penerapan Layanan Informasi Dengan Menggunakan


Media Movie Maker Untuk Meningkatkan Pemahaman Memilih Studi Lanjut
Pada Siswa Kelas Xii Di Sma Negeri 3 Lamongan.Surabaya.vol 1 no(1):hal
160-161

Beri Nilai