Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional dengan

pendekatan studi korelasi (correlation study). Study korelasi pada hakikatnya

merupakan penelitian atau penelahaan antara dua variabel pada suatu situasi atau

sekelompok subjek (Notoatmojo,2002).

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek

yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang di tetatpkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2005).

Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penyalahguna NAPZA yang yang

berada di RSUD Banyumas.

Populasi target dan terjangkau??

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi

tersebut (Sugiyono,2005). Teknik yang di gunakan dalam pengambilan sampel

dalam penelitian ini adalah total sampling , yaitu penetapan sampel dengang cara

memilih semua populasi yang sesuai dengan yang dikehendaki peneliti

(Arikunto,2002). Sampel diambil dalam waktu 2 bulan. Maksudnya??

1). Kriteria Inklusi


a. Pasien penyalaguna NAPZA yang didiagnosis oleh dokter spesialis jiwa

RSUD Banyumas.

b. Pasien bisa membaca

c. Pasien bersedia menjadi responden

d. Pendidikan minimal Sekolah Dasar

e. Mempunyai skor Lie Minnesota Multiphasic Inventory (LMMPI) pada jawaban

“tidak” berjumlah 10 atau kurang dari 10

2). Kriteria Ekslusi

a. Pasien yang menolak ikut penelitian

b. pasien tidak sadar

c. Pasien yang menderita gangguan psikiatri, retardasi mental

METODE PENGAMBILAN SAMPEL ----- BELUM ADA

C. Teknik Pengumpulan Data

1. Identifikasi Variabel Penelitian

a) Variabel bebas : Tingkat pendidikan

b) Variabel terikat : Tingkat depresi pada pasien penyalahguna NAPZA

2. Definisi Operasional

Variabel Definisi Operasional Skala

Data

Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan dilihat dari lama tahun Ordinal


pendidikan yang di capai oleh subyek sejak
pertama kali masuk sekolah, dibedakan
menjadi pendidikan dasar ( SD dan SLTP),
pendidikan menengah ( SLTA) dan perguruan
tinggi.
Klasifikasi ini dari mana? Bikin sendiri atau ada
sumbernya?
Tingkat Depresi Tingkat depresi adalah klasifikasi skor Ordinal
Depresi menjadi : tidak depresi ( 0-9), derpesi
Ringan (10-15), depresi sedang (16-23), dan
Depresi berat (24-63), di ukur dengan
Menggunakan istrumen BDI
Pasien Penyalahguna Pasien yang telah didiagnosis penyalahguna
NAPZA NAPZA oleh dokter spesialis jiwa RSUD Banyumas

3. Jenis Data dan Alat Pengumpul Data

Jenis data pada penelitian ini adalah data ordinal, sedangkan

instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data yang digunakan

adalah daftar pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Pertanyaan yang

diberikan berupa pertanyaan tertutup dan dijawab langusng oleh

responden tanpa diwakilkan kepada orang lain.

Instrumen penelitian Lie Minnesota Multiphasic Inventory (L-

MMPI) dan Beck Depression Inventory (BDI). L-MMPI untuk

mengetahui apakah responden berbohong atau tidak saat mengisi

kuesioner. BDI untuk mengetahui skor depresi responden.

Instrumen skla L-MMPI untuk mengetahui kejujuran subyek

terhadap instrumen yang dinilai. L-MMPI terdiri dari 15 pertanyaan

yang harus dijawab “ya” dan “tidak”.

Beck Depression Inventory (BDI) merupakan instrumen

pengumpulan data yang sudah baku. Uji validitas untuk Beck

Depression Inventory (BDI) telah dilakukan oleh Beck (1985) dengan

melakukan beberapa kali penelitian. Korelasi Beck Depression

Inventory (BDI) dengan penelitian klinis diperoleh nilai uji validitas


rxy = 0,67. Uji relbilitas Beck Depression Inventory (BDI) menjadi rxy

= 0,93 setelah dikorelasi dengan rumus Spearman. (

Sukmandari,2010).

BDI versi Indonesia dapat menggambarkan kondisi klinis pasien

depresi dengan reliabilitas 0,90, korelasi koefisien 0,86, dan korelasi

koefisien Spearman-Brown 0,93, sdangkan validitas 0,77, angka

koefisien 0,65 dan 0,67 untuk membandingkan hasil skor BDI dengan

kondisi psikiatris pasien ( Gracia et al.,2008).

Skala BDI terdiri dari 21 item mengenai sikap dan gejala depresi yaitu

(1) perasaan sedih, (2) perasaan pesimis, (3) perasaan gagal, (4)

perasaan tidak puas,( 5) perasaan bersalah, (6) perasaan dihukum, (7)

membenci diri sendiri, (8) menyalahkan diri sendiri, (9) keinginan

untuk bunuh diri, (10) menangis, (11) mudah tersinggung, (12)

menarik diri dari hubungan sosial, (13) tidak mampu mengambil

keputusan, (14) penyimpangan citra tubuh, (15) kelambanan dalam

bekerja, (16) gangguna tidur, (17) kelelahan, (18) kehilangan selera

makan, (19) penurunan berat badan, (20) preokupasi somatik, (21)

kehilangan libido ( Sukmandari,2010).

Masing-masing kategori menggambarkan menifestasi depresi

tersendiri dari 4 sampai 5 pertanyaan sesuai intensitas gejala.

Pernyataan ini disusun berjenjang dari netral sampai terberat dengan

nilai 0 sampai 3 yang tercantum di depan masing-masing pernyataan.

Pada beberapa kategori 2 pernyataan yang diberi bobot sama, berlabel


a dan b menunjukkan pernyataan tersebut berada pada tingkat yang

sama.

Responden diminta untuk membaca setiap pertanyaan dalam satu

kategori, kemudian memberi tanda “” pada nomor yang ada didepan

setiap pernyataan tersebut. Subyek dapat memberi tanda di depan 2

pernyataan atau labih pada kategori yang sama dan skor yang di

gunakan angka yang paling tinggi. Skor total dihitung dengan

menjumlah seluruh nilai yang diperoleh untuk masing-masing

kategori.

Pengumpulan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada

pasien penyalahguna NAPZA di RSUD Banyumas yang telah

ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dengan pengambilan sampel

secar total sampling yang berisi formulir persetujuan responden

(Lampiran 2), kuesioner identitas (Lampiran 3), Lie Minnesota

Multiphasic Personality Inventory ( L-MMPI) (Lampiran 4), dan Beck

Depression Inventory (BDI) (Lampiran 5).

D. Tata Urutan Kerja

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan meliputi kegiatan sebagai berikut :

a. Konsultasi dengan pembimbing

b. Studi pustaka untuk menentukan acuan penlitian

c. Menyusun proposal penelitian dan penyusunan jadwal penelitian

d. Menyelesaikan ijin penelitian

e. Seminar proposal
2. Tahap pelaksanaan penelitian

Kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan penelitian yaitu

pengumpulan data dengan memberikan kuesioner kepada pasien

penyalahguna NAPZA di RSUD Banyumas.

3. Pengelolaan dan Analisis Data

Data yang di peroleh dikumpulkan, di seleksi dan tabulasikan ke dalam

tabel untuk dianalisis.

4. Pembuatan laporan dan presentasi

Setelah selesai melakukan analisis data, peneliti melakukan konsultasi,

revisi hasil laporan kepada pembimbing dan dilanjutkan dengan

melakukan seminar hasil.

E. Analisis Data

Penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu analisis bivariat. Analisis

bivariat dalam penelitian ini adalah hubungan antara tingkat pendidikan

dengan tingkat depresi pada pasien Penyalahguna NAPZA di RSUD

Banyumas.

Data hasil penelitian diolah mengggunakan uji statistik korelasi

Spearman Rank dengan Rumus MENURUTKU GA PERLU

P= 6 ∑d2
N(N2 – 1)
P = Koefisien Korelasi Spearman Rank
d = beda ranking variabel pertama dengan variabel kedua
N= banyaknya sampel
F. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian subyek penelitian Pasien Penyalahguna NAPZA

di RSUD Banyumas.

G. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan. Pengisian kuesioner pada

penelitian ini di laksanakan selama 2 bulan setelah seminar proposal.

LAMA SEKALI, CUKUP TULIS PENELITIAN DILAKSANAKAN

BULAN NOVEMBER – DESEMBER 2017.