Anda di halaman 1dari 1

Proses Haber pada Pembuatan Amonia

Amonia (NH3) merupakan senyawa penting dalam industri kimia, karena sangat luas
penggunaannya. Misalnya, untuk pembuatan pupuk, asam nitrat, dan senyawa nitrat untuk
berbagai keperluan. Produksi amonia di Indonesia dilakukan oleh pabrik Petrokimia Gresik dan
Kujang. Proses pembuatan amonia dilakukan melalui reaksi:

N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) ΔH = −92 kJ

Cara ini mulai diperkenalkan oleh Fritz Haber dari Jerman pada tahun 1913. Ketika itu pada Perang
Dunia I, Jerman terkena blokade tentara Sekutu, sehingga pasokan senyawa nitrat (sendawa chili,
KNO3) dari Amerika berkurang.
Reaksi pembuatan amonia merupakan reaksi kesetimbangan. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan
amonia sebanyak-banyaknya pada prosesnya digunakan Azas Le Chatelier, yaitu untuk menggeser
kesetimbangan ke arah pembentukan NH3, konsentrasi N2 dan H2 diperbesar (dengan menaikkan
tekanan kedua gas tersebut). Faktor lain yang sangat penting untuk diperhatikan adalah ssuhu dan
tekanan.
Dipandang dari reaksinya yang eksoterm, seharusnya proses tersebut dilakukan pada suhu rendah,
tetapi jika dilakukan pada suhu rendah reaksi antara N2 dan H2 menjadi lambat. Untuk itu dapat
dibatasi dengan memberi katalis Fe yang diberi promotor (bahan yang lebih mengaktifkan kerja
katalis) Al2O3 dan K2O. Selain suhu, faktor tekanan juga perlu diperhatikan. Apabila diperhatikan
dari persamaan reaksinya, NH3 akan banyak terjadi pada tekanan tinggi. Meskipun demikian,
harus juga diperhatikan biaya yang diperlukan dan konstruksi bangunan pabriknya. Dengan
berbagai pertimbangan itu didapat kondisi optimum. Pada kondisi tersebut akan diperoleh amonia
yang secara ekonomis paling menguntungkan. Pada tabel berikut dipaparkan berbagai kondisi
suhu dan tekanan serta amonia yang dapat dihasilkan.
Tekanan
Suhu (°C)
200 atm 300 atm 400 atm 500 atm
400 38,74 47,85 58,86 60,61
450 27,44 35,93 42,91 48,84
500 18,86 26,00 32,25 37,79
550 12,82 18,40 23,55 28,31
600 8,77 12,97 16,94 20,76

Dengan pertimbangan konstruksi pabrik, biaya produksi dan berbagai pertimbangan di atas,
kondisi optimum untuk operasional pabrik amonia umumnya dilakukan pada tekanan antara 140
atm – 340 atm dan suhu antara 400°C – 600°C.