Anda di halaman 1dari 10

NAMA : NI WAYAN PUTU SUARDANI,S.Pd.

SD
NO. PESERTA : 19220802710135
JURUSAN : PGSD
KELAS :C

TUGAS AKHIR MODUL 2 PROFESIONAL

Setelah Anda mempelajari semua materi Modul 2 dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan
Belajar 4 untuk menambah pemahaman Anda tentang materi,tersebut kerjakanlah tugas di bawah
ini.

1. Kembangkanlah ide pokok tentang "peranan penting pembelajaran Bahasa Indonesia di


SD" menjadi sebuat teks tulisan minimal terdiri atas dua pargaraf, lalu analisis contoh
fonem, morfem, imbuhan, kata depan, kata majemuk, frase, dan kalimat dari teks tersebut!

Dalam rangka pengenalan identitas kebangsaan pada peserta didik Pembelajaran Bahasa
Indonesia di sekolah dasar memiliki peranan penting. Bahasa Indonesia sesuai dengan
kesepakatan para pahlawan merupakan bahasa persatuan. Sebagai identitas dan bahasa
persatuan maka pembelajaran Bahasa Indonesia harus dilakukan dengan baik di sekolah dasar.
Dengan kemampuan dasar bahasa Indonesia yang akan diajarkan di Sekolah Dasar akan
digunakan sebagai alat komunikasi dengan teman yang beraneka ragam.Pembelajaran bahasa
Indonesia akan menumbuhkan rasa bangga akan identitas dan bagian dari upaya mendukung
persatuan bangsa Indonesia .

Sebagai alat komunikasi pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi hal yang sangat penting
diajarkan sejak dini mengingat bahasa idonesia merupakan suatu alat komunikasi manusia dalam
menyampaikan sebuah pesan, gagasan ataupun ide yang ada di dalam pikirannya. Jika sejak
kecil anak sudah diajarkan Bahasa Indonesia yang baik maka anak telah terlibat pada
pembelajaran bahasa sejak kecil yakni mampu membuat mereka memiliki banyak pemahaman
tentang berbagai hal. Anak akan mengalami proses perkembangan dalam berkomunikasi
Pendidikan anak di usia dini merupakan waktu yang sangat baik dalam menerima pembelajaran
bahasa Indonesia, di mana perkembangan bahasanya dapat kita lihat sejauh mana banyaknya
kosakata yang mereka kuasai. Daya ingat anak kecil yang masih sangat kuat membuat mereka
sangat baik dan cepat dalam menangkap pembelajaran yang diberikan. Namun, jika mereka tidak
mampu mengendalikan pemahamannya itu maka dapat menghambat perkembangan
psikologisnya sehingga dibutuhkan peran orang tua dalam membimbingnya anaknya di rumah.
Contoh fonem harus /h/ adalah sebuah fonem karena membedakan arti
kata harus dengan arus.
Contoh morfem penting adalah sebuah morfem karena merupakan bentuk
terkecil yang mempunyai makna.
Contoh imbuhan pembelajaran merupakan imbuhan, yaitu berisi awalan dan
akhiran.
Contoh kata depan di sekolah dasar “di” merupakan kata depan penanda tempat
dan ditulis di depan kata benda “sekolah”.
Contoh kata majemuk orang tua adalah kata majemuk yang berasal dari kata dasar
“orang” dan “tua” yang memiliki makna baru yaitu ibu dan
ayah dari anak-anak, bukan orang yang sudah tua.
Contoh frase Dengan bangga merupakan frase adverbal yang merupakan
kelompok kata yang terbentuk dari keterangan kata sifat.
Contoh kalimat Bahasa Indonesia adalah kekayaan yang tidak ternilai yang
harus tetap kita jaga kelestariannya.

2. Analisislah contoh Kompetensi Dasar dalam Kurikulum 2013 yang muatan materinya
berkaitan dengan membaca, menulis, berbicara, menyimak, dan sastra anak.

KD yang sesuai pembelajaran menulis dan indikatornya.


a. Kelas Rendah
Kompetensi Dasar
4.2 Menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan
kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital dan tanda
titik
Indikator
1. Menulis kalimat berdasarkan gambar seri dengan pilihan kata yang tepat.
2. Menyusun kalimat berdasarkan gambar seri menjadi karangan sederhana.
3. Menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri dengan ejaanyang tepat
4. Menulis karangan sederhana dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital yang
tepat

b. Kelas Tinggi
Kompetensi Dasar
4.3 Melaporkan hasil wawancara menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif dalam
bentuk teks tulis.
Indikator
1. Melaporkan hasil wawancara dalam bentuk teks tulis secara sistematis
2. Menulis hasil wawancara menggunakan kosa kata baku
3. Menulis hasil wawancara dengan menggunakan kalimat efektif

3. Pilihlah salah satu KD yang berkaitan dengan membaca, menulis, menyimak, berbicara,
dan sastra anak kemudian rumuskan contoh langkah-langkah pembelajaran dengan
menerapkan pendekatan whole language di sekolah dasar.

Model pembelajaran bahasa menyeluruh (whole language) sangat penting dalam


pembelajaran Bahasa Indonesia di SD karena melalui pendekatan ini pembelajaran
dilaksanakan secara kontekstual, logis, kronologis, dan komunikatif dengan menggunakan
setting yang nyata dan bermakna serta mengintegrasikan seluruh kemampuan berbahasa dan
komponen kebahasaan. Model pembelajaran bahasa menyeluruh memiliki kelebihan antara
lain sebagai berikut.

1. Melibatkan lingkungan dan pengalaman nyata yang dialami anak- anak.


2. Penyampaian menyeluruh dan melibatkan berbagai disiplin ilmu.
3. Menggunakan pendekatan tematik, programnya disusun berdasarkan pendekatan
fungsional dan memperhatikan perkembangan anak,baik perkembangan fisik, social-
emosi,dan mental intelektual.
Model pembelajaran bahasa menyeluruh (whole language) menintegrasikan seluruh
keterampilan berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis) dan komponen
kebahasaan (tata bunyi, tata bentuk, tata kalimat, dan tata makna) juga penggunaan
multimedia, selanjutnya dikaitkan dengan pengalaman lingkungan dan pengembangan fisik,
social, mental, intelektual, dan emosi anak. Pengajaran tentang penggunaan tanda baca,
umpamanya, diajarkan sehubungan dengan pembelajaran keterampilan menulis. Demikian
juga pembelajaran membaca dapat diajarkan bersamaan dengan pembelajaran berbicara,
pembelajaran sastra dapat disajikan bersamaan dengan pembelajaran membaca dan menulis
ataupun berbicara. Selain itu, dalam pendekatan whole language, pembelajaran bahasa dapat
juga disajikan sekaligus dengan materi pelajaran lain, umpamanya bahasa-matematika,
bahasa-IPS, bahasa-sains, bahasa-agama. Pendekatan whole language didasari oleh paham
konstruktivisme yang menyatakan bahwa anak membentuk sendiri pengetahuannya melalui
peran aktifnya dalam belajar secara utuh (whole ) dan terpadu (integrated ). Anak termotivasi
untuk belajar jika mereka melihat bahwa yang dipelajarinya memang bermakna bagi mereka.

Contoh langkah – langkah pembelajaran yang menerapkan pendekatan whole language di


sekolah dasar :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SD NEGERI 1 KARANGASEM


Kelas / Semester : IV (Empat) / 2
Tema 6 : Cita-Citaku
Sub Tema 1 : Aku dan Cita-Citaku
Pembelajaran : 1
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit

A. KOMPETENSI INTI (KI)


KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di
rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis,
dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. KOMPETENSI DASAR (KD)


Bahasa Indonesia
3.6 Menggali isi dan amanat puisi yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan untuk
kesenangan.
4.6 Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
sebagai bentuk ungkapan diri.
Indikator :
3.6.1 Mengamati ciri-ciri puisi.
4.6.1 Membuat kesimpulan tentang ciri-ciri puisi.
IPA
3.2 Membandingkan siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup serta mengaitkan dengan
upaya pelestariannya.
4.2 Membuat skema siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup yang ada di lingkungan
sekitarnya, dan slogan upaya pelestariannya.
Indikator :
3.2.1 Mengidentifikasi siklus makhluk hidup.
4.2.1 Membuat skema tahapan pertumbuhan hewan dan tumbuhan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui kegiatan mengamati dan berdiskusi, siswa mampu mengidentifikasikan ciri-
ciri puisi dengan benar.
2. Melalui kegiatan membuat kesimpulan, siswa dapat menyajikan hasil pengamatan
tentang ciri-ciri puisi secara terperinci.
3. Melalui kegiatan melakukan pengamatan, siswa mampu mengidentifikasi siklus
makhluk hidup yang ada di sekitarnya dengan baik.
4. Melalui kegiatan menyusun gambar tahapan pertumbuhan hewan dan tumbuhan, siswa
mampu membuat skema siklus makhluk hidup yang ada di sekitarnya dengan benar.

D. MATERI PEMBELAJARAN
 Mengidentifikasikan ciri-ciri puisi.
 Menyajikan hasil pengamatan tentang ciri-ciri puisi.
 Mengidentifikasi siklus makhluk hidup yang ada di sekitarnya.
 Menyusun gambar tahapan pertumbuhan hewan dan tumbuhan, dan membuat skema
siklus makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Saintifik
Metode : Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah

F. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN


Buku Pedoman Guru Tema : Cita-Citaku Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017).
Buku Siswa Tema : Cita-Citaku Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013,
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017).
Buku Teks, gambar hewan dan tumbuhan, contoh-contoh puisi, lingkungan sekitar

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa 10 menit
berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing.
Religius
Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar
kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi
dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu
tentang ”Cita-Citaku”.
Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi
kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi,
mengomunikasikan dan menyimpulkan.
Inti Kegiatan Pembuka
Siswa mengamati gambar yang terdapat pada 35 Menit
halaman 1 tentang seorang anak yang sedang X 30 JP
membayangkan cita-citanya. Mandiri
Dengan bimbingan guru siswa membahas tentang
berbagai pekerjaan yang menjadi cita-cita antara lain
menjadi seorang guru, arsitek, dokter hewan,
penyanyi, dan pilot.
Guru mengaitkan kegiatan ini dengan judul tema
Cita-Citaku dan judul Subtema Aku dan Cita-Citaku

Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan untuk


menstimulus ketertarikan siswa tentang topik Cita-
Citaku. Communication
Pertanyaan:
- Apakah yang dimaksud dengan cita-cita?
- Apakah kamu memiliki cita-cita?
- Apakah cita-citamu?

Siswa mengamati beberapa gambar kegiatan yang


dilakukan oleh berbagai profesi. Siswa lalu mencoba
mengidentifikasi keahlian-keahlian yang dibutuhkan
oleh profesi tersebut sesuai dengan bidangnya. Siswa
menuliskan keahlian-keahlian tersebut di kolom yang
tersedia pada setiap gambar. Mandiri
Siswa kemudian menuliskan pada kolom yang
terdapat pada halaman 3 tentang pekerjaan yang
menjadi cita-citanya serta menuliskan kegiatan-
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
kegiatan yang dilakukan profesi yang dipilihnya
tersebut.
Siswa membaca teks puisi berjudul “Cita-citaku”.
Dengan bimbingan guru, siswa mencoba
mengidentifikasi ciri-ciri puisi. Literasi
Guru membimbing siswa untuk berdiskusi dalam
kelompok dan menggunakan pertanyaan-pertanyaan
yang disediakan untuk menemukan ciri-ciri
puisi.Collaborative
Siswa menyajikan hasil pengamatannya dan hasil
diskusinya dalam bentuk sebuah kesimpulan tentang
ciri-ciri puisi.
Kegiatan ini digunakan sebagai kegiatan untuk
memahamkan kepada siswa tentang ciri-ciri puisi
(Bahasa Indonesia KD 3.6 dan 4.6)
Siswa mengamati bagian-bagian puisi yang terdapat
pada halaman 5. Siswa lalu menuliskan bagian-
bagian puisi tersebut menjadi sebuah bait puisi dan
menuliskannya pada kolom yang terdapat pada
halaman yang sama.
Siswa membaca dan memahami teks informasi
tentang cita-cita mulia menjadi seorang dokter
hewan. Literasi
Dengan bimbingan guru, siswa membahas tentang
profesi menjadi seorang dokter hewan serta tugas-
tugas seorang dokter hewan.
Siswa mengamati beberapa gambar hewan peliharaan
yang terdapat pada halaman 6. Siswa mengamati
gambar anak-anak hewan dan hewan yang sudah
dewasa. Mandiri
Dengan bimbingan guru, siswa lalu mendiskusikan
bagaimana hewan-hewan tersebut mengalami
pertumbuhan.Collaborative
Penutup Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / 15 menit
rangkuman hasil belajar selama sehari. Collaborative
Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran
yang telah diikuti.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Melakukan penilaian hasil belajar
Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan
pembelajaran). Religius
.
Mengetahui, …………………………….
Kepala Sekolah Guru Kelas

I Wayan Budiarsa,S.Pd.M,Si Ni Wayan Putu Suardani, S.Pd


NIP 19630624 198606 1 001 NIP 19870518 200902 2 009

LAMPIRAN 2
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR
Penilaian Sikap
Perubanan Tingkah Laku
Teliti Cermat Percaya Diri
No Nama
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
dst
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4

1. Membuat Kesimpulan dari Pengamatan dan Diskusi


Bentuk penilaian: Penugasan
Instrumen Penilaian: rubric

KD Bahasa Indonesia 3.6 dan 4.6


Tujuan Kegiatan Penilaian:
Mengukur pengetahuan siswa dalam mengidentifikasi ciri-ciri puisi.
Aspek Sangat Baik Baik Cukup Perlu
Pendampingan
4 3 2 1
Pengetahuan Menyebutkan Menyebutkan 3 Menyebutkan 2 Hanya dapat
tentang ciri-ciri dengan benar ciri puisi dengan ciri puisi dengan menyebutkan 1
puisi semua ciri puisi. benar. benar. ciri
puisi.
Keterampilan Menuliskan Menuliskan 3 Menuliskan Menuliskan
menuliskan semua ciriciri dengan benar 2 dengan benar
hasil kesimpulan ciri-ciri puisi puisi dengan ciri-ciri puisi 1 ciri-ciri puisi
pengamatan dan dengan benar bahasa yang dan dengan bahasa
diskusi tentang dan runtut . bahasa kurang kurang runtut.
ciri-ciri puisi runtut. runtut.
dengan benar
dan bahasa yang
runtut
2. Menyusun Tahapan Perkembangan Hewan

Bentuk penilaian: Penugasan


Instrumen Penilaian: daftar periksa/rubrik

KD IPA 3.2 dan 4.2


Tujuan Kegiatan Penilaian:
- Mengukur pemahaman siswa tentang tahapan perkembangan hewan.
- Mengembangkan keterampilan siswa dalam membuat skema siklus hidup makhluk hidup.
Aspek Sangat Baik Baik Cukup Perlu
Pendampingan
4 3 2 1
Pengetahuan Mampu Mampu Mampu Tidak mampu
tentang tahapan menyusun menyusun menyusun menyusun
pertumbuhan 4 gambar 3 gambar 2 gambar tahapan
hewan. tahapan tahapan tahapan pertumbuhan
pertumbuhan pertumbuhan pertumbuhan hewan dengan
hewan dengan hewan dengan hewan. tepat.
sangat tepat. tepat.
Keterampilan Kesimpulan Kesimpulan Kesimpulan Kesimpulan
menyajikan ditulis ditulis ditulis ditulis
kesimpulan dengan tepat dan dengan tepat dengan tepat dengan kurang
tentang tahapan meliputi 4 meliputi 3 meliputi 2 tepat dan tidak
pertumbuhan tahapan tahapan tahapan meliputi tahapan
hewan. sesuai dengan sesuai dengan sesuai dengan sesuai dengan
gambar. gambar. gambar. gambar.