Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

FOGGING /PENGENDALIAN VEKTOR

Ditetapkan
Kepala Puskesmas Siwuluh

dr. Suparto Hary Wibowo, M.Kes


NIP. 19670703 200212 1 003

PUSKESMAS SIWULUH
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN BREBES
2019
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
FOGGING /PENGENDALIAN VEKTOR

a. Pendahuluan
Pada umumnya program pemberantasan penyakit DBD
belum berhasil, terutama karena masih tergantung pada
penyemprotan dengan insektisida untuk membunuh nyamuk
dewasa.Penyemprotan membutuhkan pengoperasian khusus,
membutuhkan biaya cukup tinggi, dan detail teknis yang harus
dikuasai pelaksana program.Berikut beberapa informasi yang
perlu diketahui tentang pemberantasan vektor DBD secara kimia,
khususnya melalui metode fogging.
Menurut Depkes RI (2007), kegiatan pengendalian vector
dengan pengasapan atau fogging focus dilakukan di rumah
penderita/tersangka DBD dan lokasi sekitarnya yang diperkirakan
menjadi sumber penularan. Fogging (pengabutan dengan
insektisida) dilakukan bila hasil PE positif, yaitu ditemukan
penderita/tersangka DBD lainnya atau ditemukan tiga atau lebih
penderita panas tanpa sebab dan ditemukan jentik> 5 %. Fogging
dilaksanakan dalam radius 200 meter dan dilakukan dua siklus .
b. Latar Belakang
Menurut data Depkes RI (2006), kejadian luar biasa (KLB)
DBD masih sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pada
tahun 1998 terjadi KLB dengan jumlah penderita sebanyak 72.133
orang dan merupakan wabah terbesar sejak kasus DBD pertama
kali ditemukan di Indonesia dengan 1.411 kematian atau case
fatality rate (CFR) 2%. Pada KLB tahun 2004, sejak Januari
sampai dengan April 2004 jumlah penderita sebanyak 58.861
orang dan 669 orang diantaranya meninggal (CFR:1,14%).
Kemudian tahun 2005 jumlah kasus 3.336 orang dengan 55 orang
diantaranya meninggal (CFR:1,65%), dan tahun 2006 terjadi
penurunan kasus selama periode Januari–September yaitu jumlah
kasus 1.323 orang , 2 orang diantaranya meninggal atau
CFR:1,59%..
Di Puskesmas Siwuluh Jumlah kasus DBD tahun 2018
mencapai 5 penderita sedangkan dengan melihat jumlah kasus
yang masih banyak maka masih diperlukan adanya fogging focus
dan diharapkan untuk melakukan PSN
c. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus
a. Tujuan Umum
Untuk memutus mata rantai penularan penyakit DBD
b. Tujuan Khusus
1. Untuk menurunkan kejadian penyakit DBD
2. Memutus rantai penularan penyakit DBD
3. Mencegah terjadinya KLB
d. Tata Nilai Program
a. Profesional
Sesuai dengan keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh
petugas

b. Inisiatif dan Inovatif


Inisiatif

Petugas kesehatan mampu menemukan permasalahan yang


ada disekolah dan memecahkan masalahnya

Inovatif
Petugas kesehatan mempunyai kemampuan dalam
mendayagunakan keahlianya dalam ide – ide baru

c. Empati
Petugas kesehatan mampu merasakan kondisi dari masyarakat
d. Ikhlas
Memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa meminta
jasa atau imbalan.
e. Hubungan Lintas Program Lintas Sektor
Peran lintas sektor terkait dengan fogging / Pengendalian
Vektor adalah peran serta pemerintah desa dan masyarakat dalam
kegiatan tersebut
Peran lintas program terkait adalah UKM yaitu Program
Promkes dan program kesling ikut membantu dalam kegiatan
pelaksanaan tersebut.
f. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
a. Kegiatan pokok
Pelaksanaan Fogging
b. Rincian kegiatan
1. Penetapan wilayah/daerah focus yang akan difogging (biasanya
radius 200 meter)
2. Menyiapkan lokasi yang akan di fogging
3. Pelaksanaan fogingg oleh tim (siklus I dan II)
g. Cara Melaksanakan Kegiatan
P1 1. Petugas Menentukan waktu dan tempat yang akan di fogging
2. Petugas Berkoordinasi dengan lintas sector kelurahan setempat
3. Petugas Menentukan area yang akan di lakukan fogging
4.Petugas Menentukan jarak radius200 meter dari lokasi dengue

P2 1. Memberitahu pada masyarakat yang dilakukan foging untuk


Tidak mengunci pintu menutup makanan,mengeluarkan
ternak piaraan
2. Melakukan pengasapan di lokasi yang sudah ditentukan
3. Mencatat jumlah rumah yang dilakukan fogging
4. Memberitahu kepada masyarakat fogging siklus kedua
5. Penangung jawab upaya melaporkan kepada kepala
puskesmas.

P3 a. Monitoring dan Evaluasi


Monitoring Dilakukan oleh PJ UKM selama 1 bulan

h. Sasaran
Terlaksananya kegiatan fogging focus sesuai dengan prosedur
yang ada yang dinyatakan perlu dilakukan fogging sesuai dengan
hasil PE diseluruh wilayah kerja Puskesmas yaitu 6 Desa.
i. Jadual Pelaksanaan Kegiatan
Jika terjadi kasus DBD yang memenuhi syarat untuk
dilaksanakan fogging focus.
j. Sumber Biaya
BLUD
k. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
Pelaksanaan kegiatan dievaluasi tentang permasalahan
,hambatan. Kemudian dianalisis dan dicari Pemecahannya.
Penangung jawab upaya melaporkan hasil kegiatan kepada kepala
puskesmas.
l. Pencatatan, Pelaporan Dan Evaluasi
a. Pencatatan dan pelaporan
Hasil kegiatan dicatat dan dilaporkan untuk menyusun
rencana tindaklanjut.
b. Evaluasi Kegiatan
Evaluasi dilaksanakan setelah semua kegiatan dilakukan