Anda di halaman 1dari 16

ARTIKEL JURNAL

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN


PEMENUHAN NUTRISI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (TB)
DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PARU JEMBER
KABUPATEN JEMBER

Oleh:
Pradika Ghozi Syamsiar
17.1101.2005

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2019

i
ARTIKEL JURNAL

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN


PEMENUHAN NUTRISI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (TB)
DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PARU JEMBER
KABUPATEN JEMBER

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar


Sarjana Keperawatan

Oleh:
Pradika Ghozi Syamsiar
17.1101.2005

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2019
ii
ARTIKEL PERSETUJUAN

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN


PEMENUHAN NUTRISI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (TB)
DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PARU JEMBER
KABUPATEN JEMBER

Pradika Ghozi Syamsiar


NIM. 17.1101.2005

Artikel ini telah diperiksa oleh pembimbing dan telah disetujui untuk
dipertahankan di hadapan Tim Penguji Artikel Jurnal
Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jember.

Jember, 31 Januari 2019

Pembimbing I

Diyan Indriyani, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat


NIP. 197011032005012002

Pembimbing II

Ns. Siti Kholifah, S.Kep.M.Kep


NPK. 19880 925111703822

iii
PENGESAHAN

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN


PEMENUHAN NUTRISI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (TB)
DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PARU JEMBER
KABUPATEN JEMBER

Pradika Ghozi Syamsiar


NIM. 17.1101.2005

Dewan Penguji Artikel Jurnal pada Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jember

Jember, 31 Januari 2019


Penguji,
1. Ketua : Ns. Nikmatur Rohmah, M.Kes. (………………….)
NIP. 197206262005012001
2. Penguji I : Diyan Indriyani, M.Kep., Sp. Mat. (………………….)
NIP. 197011032005012002
3. Penguji II : Ns. Siti Kholifah, S.Kep.M.Kep. (………………….)
NPK. 19880 925111703822

Mengetahui,
Dekan

(Ns. Awatiful Azza, M.Kep., Sp.Kep.Mat)


NIP. 197012132005012001

iv
PENGUJI ARTIKEL JURNAL

Dewan Penguji Ujian Artikel Jurnal Pada Program Studi S1 Keperawatan


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jember

Jember, 31 Januari 2019


Penguji I

Ns. Nikmatur Rohmah, M.Kes.


NIP. 197206262005012001

Penguji II

Diyan Indriyani, M.Kep., Sp. Mat


NIP. 197011032005012002

Penguji III

Ns. Siti Kholifah, S.Kep.M.Kep


NPK. 19880 925111703822
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Keluarga dengan Pemenuhan Nutrisi
pada PasienTuberkulosis Paru Di Ruang Rawat Inap
Rumah Sakit Paru Jember
Pradika Ghozi¹, Diyan Indriyani², Siti Kholifah³

¹Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UNMUH Jember


²Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember
³Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember
Jl. Karimata 49 Telp: (0331) 332240 Fax : (0331) 337957
Email :fikes@unmuhjember.ac.idWebsite :http://fikes.unmuhjember.ac.id
Dhieck666@gmail.com

ABSTRAK

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri tuberkulosisyang dapat menular melalui percikan dahakyang dapat
disembuhkan dengan pengobatan teratur.Proses pengobatan tuberkulosis yang lama
memberikan efek samping seperti mual dan muntah sehingga intake nutrisi tidak
adekuat sehingga pemenuhan nutrisi dapat terganggu. Beberapa faktor yang
mempengaruhi pemenuhan nutrisi terdiri dari faktor individu, lingkungan dan
makrosistem. Faktor individu contohnya efikasi diri, sedangkan faktor lingkungan
seperti dukungan keluarga.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan
antara efikasi diri dan dukungan keluarga dengan pemenuhan nutrisi pada pasien
tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Jember. Metode: Desain penelitian ini adalah
Cross Sectional dengan jumlah sampel 33 responden menggunakan teknik concecutive
sampling. Penggumpulan data yang digunakan adalah melakukan pengisian kuisioner
dalam bentuk skala likert dengan analisa uji Chi Square. Hasil: Hasil dari penelitian ini
adalah hubungan Efikasi Diri dengan Pemenuhan Nutrisi pada pasien Tuberkulosis
Paru di Ruang Rawat Inap RS Paru Jember Tahun 2018 dengan Odds Ratio sebesar
31,167 dan hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemenuhan Nutrisi Pasien
Tuberkulosis Paru di Ruang Rawat Inap RS Paru Jember Tahun 2018 dengan Odds
Ratio sebesar 31,167. Diskusi: Rekomendasi ini ditunjukkan pada pasien tuberkulosis,
keluarga agar lebih meningkatkan keyakinan untuk memenuhi pemenuhan nutrisi dan
meningkatkan dukungan keluarga agar pemenuhan nutrisi baik sehingga pengobatan
tuberkulosis lebih optimal.

Kata kunci : Tuberkulosis Paru, Efikasi Diri, Dukungan Keluarga, Pemenuhan


Nutrisi
Daftar Pustaka : 40 (2007-2018)

1
The Relation between Self Efficacy and Family Support in the Meeting of
Nutritional Needs of Pulmonary Tuberculosis
in the Lung Hospital Jember

Abstract

Introduction: Tuberculosis is an infectious disease caused by tuberculosis bacteria that


can be transmitted through the droplets, tuberculosis is not a hereditary disease, it can
be cured with regular treatment that be monitored by surveillance medication.
Tuberculosis is a contagious disease caused by the bacteria of tuberculosis, Bacteria
tuberculosa do not only infect the lungs but can also other part of body. The purpose of
this research to identify the relation between Self Efficacy and family support in the
meeting of nutritional needs in pulmonary tuberculosis in the Lung Hospital Jember.
Method: The research designs used a cross sectional design with 33 respondents as the
samples, it used concecutive sampling technique. All data were analyzed of data by Chi
Square test analysis. Results: Result showed that Self Efficacy was correlated with the
meeting of nutritional needs in pulmonary tuberculosis in the Lung Hospital Jember
2018 with Odds Ratio of 31.167 and the Families Support was correlated with meeting
of nutritional needs in pulmonary tuberculosis in Lung Hospital Jember 2018 with
Odds Ratio of 31.167. Discussion: Tuberculosis patients and the family should improve
the confidence to meet compliance with nutrition and increase family support and the
meeting of nutritional needs, so the tuberculosis treatment can be optimal.

Keywords : Tuberculosis, Self Efficacy, Family Support, Meeting of Nutritional


Needs
Blibiography : 40 (2008-2018)

2
3

PENDAHULUAN Efikasi diri mempengaruhi bagaimana pola


pikir yang dapat mendorong dan
Tuberkulosis (TB) adalah suatu
menghambat perilaku seseorang (Anwar,
penyakit infeksi yang disebabkan oleh
2009 dalam Rahmawati, 2016). Beberapa
bakteri tuberkulosis yang dapat menular
faktor yang mempengaruhi individu
melalui percikan dahak, tuberkulosis
mengkonsumsi makanan sehari-hari adalah
bukan penyakit keturunan atau kutukan
faktor individu, lingkungan dan makro
dan dapat disembuhkan dengan
sistem (Stang and Story, 2005 dalam
pengobatan teratur, diawasi oleh
Oktaviasari, 2018). Faktor individu atau
pengawasan minum obat (Kemenkes,
interpersonal mencakup sikap,
2011).
pengetahuan gizi, perilaku dan self
Tahun 2017 diperkirakan ada
efficacy.
1.020.000 kasus TB di Indonesia, namun
Dukungan keluarga adalah sikap,
baru terlapor ke Kementrian Kesehatan
tindakan dan penerimaan keluarga
sebanyak 420.000 kasus TB. Laporan
terhadap anggota keluarga yang sakit
Dinas Kesehatan (2017) Propinsi Jawa
(Friedman, 2010). Dukungan keluarga
Timur mencatat Kabupaten Jember
berdampak terhadap kesehatan dan
menduduki peringkat kedua untuk daerah
kesejahteraan individu, yang berhubungan
tertinggi kasus TB setelah Surabaya.
dengan menurunnya mortalitas, lebih
Jumlah penderita tuberkulosis (TB) di
mudah sembuh dari sakit, meningkatnya
Kabupaten Jember mencapai 3.331
fungsi kognitif dan kesehatan emosi
kasus.Laporan Dinas Kesehatan (2017)
individu (Setiadi, 2008 dalam Ratnasari,
kabupaten Jember mencatat di daerah
2016)
Patrang kasus TB mencapai 121 kasus, dan
Hasil studi pendahuluan di Rumah
di Rumah Sakit Paru Jember cangkupan
Sakit Paru Jember, menunjukkan bahwa
suspek TB sebesar 1885 kasus dengan
pada tahun 2017 kasus TB Paru sebanyak
tingkat temuan kasus TB positif 662 kasus.
662 orang yang positif TB baik dari kasus
Efikasi diri adalah keyakinan
baru atau berulang, jumlah pasien TB paru
terhadap kemampuan seseorang untuk
di ruang rawat inap pada bulan Januari
menggerakkan motivasi, sumber-sumber
sampai dengan Agustus 2018 berjumlah
kognitif, dan serangkaian tindakan yang
256 orang, hasil wawancara dan observasi
diperlukan untuk memenuhi tuntutan-
di Rumah Sakit Paru Jember yang
tuntutan dari situasi yang dihadapi
dilakukan pada 10 pasien TB Paru
(Bandura, 1997 dalam Novitasari,2017 ).
menunjukkan 7 dari 10 pasien mengatakan
4

kurang nafsu makan, mual dan sulit untuk dilakukan oleh Oktaviasari (2018)
makan karena batuk yang dialami sehingga menunjukkan terdapat hubungan efikasi
porsi makan dari Rumah Sakit tidak diri dengan status gizi. Berdasarkan latar
dihabiskan, terdapat 5 dari 10 pasien TB belakang tersebut perlu dilakukan
Paru jugamengatakan bahwa keluarga penelitian tentang hubungan efikasi diri
menyediakan makanan dari luar Rumah dan dukungan keluarga dengan
Sakit sebagai tambahan nutrisi pasien agar pemenuhan nutrisi pada pasien
lebih memiliki nafsu makan, keluargapun tuberkulosis paru di Ruang Rawat Inap
sudah memotivasi untuk menghabiskan Rumah Sakit Paru Jember.
makanan yang disediakan.
MATERIAL DAN METODE
Penelitian yang dilakukan oleh
Penelitian ini adalah penelitian
Ansar (2012) di Kota Makassar
korelasi dengan rancangan Cross
menunjukkan bahwa status gizi pada
Sectional. Penelitian korelasi mengkaji
pasien TB paru lebih banyak memiliki
hubungan antara variabel. Peneliti dapat
status gizi kurang (51,3%) dibandingkan
mencari, menjelaskan suatu hubungan,
yang memiliki status gizi normal (40,7%)
memperkirakan, menguji berdasarkan teori
dan gemuk (8,0%),pemenuhan nutrisi yang
yang ada. Hubungan korelasi mengacu
adekuat pada pasien TB paru sangat
pada kecenderungan bahwa variasi suatu
dipengaruhi oleh dukungan keluarga
variabel diikuti oleh variasi variabel yang
karena keluarga senantiasa bersama pasien
lain.Pengambilan data dilakukan selama 1
saat pasien dirawat baik dirumah atau di
bulan untuk memenuhi syarat sampel yang
rumah sakit. Dukungan keluarga
cukup banyak dan representatif dengan
berdampak terhadap kesehatan dan
jumlah sampel 33 responden.
kesejahteraanindividu yang berhubungan
Sampel yang terdapat dalam
dengan menurunnya mortalitas, lebih
penelitian menggunakan non probability
mudah sembuh dari sakit, meningkatnya
sampling yaitu teknik yang tidak memberi
fungsi kognitif dan kesehatan emosi
kesempatan yang sama bagi populasi
individu (Setiadi, 2008 dalam Ratnasari,
untuk dipilih menjadi sampel. Sampel
2016).
penelitian menggunakan teknik
Penelitian Darliana (2016) pada
concecutive sampling, yaitu menetapkan
subjek penyakit yang sama menunjukkan
subjek yang memenuhi kriteria penelitian
bahwa terdapat hubungan antara dukungan
dimasukkan dalam penelitian sampai
keluarga dengan pemenuhan nutrisi pada
kurun waktu tertentu.
pasien tuberkulosis, dan penelitian yang
5

Teknik pengumpulan data penelitian adalah wanita yaitu 18 responden (54,4%),


menggunakan kuisioner.Uji analisis tingkat pendidikan terbanyak SMP yaitu
penelitian menggunakan Chi Square.Jika p 10 responden (30,3%), seluruh responden
value ≤ α (0,05) maka H1 diterima, yang berjumlah 33 responden beragama
sehingga dapat disimpulkan bahwa islam (100%).
terdapat hubungan antara efikasi diri dan
Tabel 2. Distribusi frekuensi responden
pemenuhan nutrisi dengan pemenuhan berdasarkan efikasi diri pada
nutrisi pada pasien tuberkulosis. pasien tuberkulosis paru di
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
Paru Jember, N=33
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Distribusi data usia, jenis Efikasi Diri Frekuensi Persentase
kelamin, tingkat pendidikan, Tinggi 19 57,6%
penghasilan dalam keluarga Rendah 14 14%
pada pasien Tuberkuosis Paru Total 33 100%
di Ruang Rawat Inap Rumah
Sakit Paru Jember bulan Hasil penelitian tentang efikasi diri
Desember 2018, N=33
pada pasien tuberkulosis didapatkan
Karakteristik Frekuensi Persentase bahwa efikasi diri tinggi sebanyak
Usia
< 20 tahun 2 5% 19orang (57,6%), efikasi diri rendah
20-35 tahun 15 45,5%
> 35 tahun 16 48,5% sebanyak 14 dengan presentase (42,4%).

Karakteristik Frekuensi Persentase


Tabel 3. Distribusi dukungan keluarga
Jenis Kelamin
Laki laki 15 45,5%
pada psien tuberkulosis paru di
Perempuan 18 54,4% Ruang Rawat Inap Rumah
Tingkat Pendidikan Sakit Paru Jember, N=33
SD 9 27,3% Dukungan Frekuensi Persentase
SMP 10 30,3% Keluarga
SMA 9 27,3% Baik 19 57,6%
Perguruan Tinggi 5 15,1%
Kurang 14 14%
Penghasilan Total 33 100%
<1 Juta 10 30,3%
1-2 Juta 15 45,5%
>2 Juta 8 24,2% Menurut tabel 3 tentang dukungan
Agama keluarga pada pasien tuberkulosis
Islam 33 100% didapatkan bahwa dukungan keluarga baik
Total 33 100% sebanyak 19orang (57,6%), dukungan
keluarga kurang sebanyak 14 responden
Berdasarkan data umum responden (42,4%).
didapatkan usia terbanyak adalah pada
rentang >35 tahun sebanyak 16 responden
(48,5%), dengan jenis kelamin terbanyak
6

Tabel 4. Distribusi pemenuhan nutrisi pada Berdasarkan tabel 4 tentang pemenuhan


pasien tuberkulosis paru di Ruang nutrisi pada pasien tuberkulosis didapatkan
Rawat Inap Rumah Sakit Paru
pemenuhan nutrisi baik sebanyak 20orang
Jember, N=33
(60,6%,) dan pemenuhan nutrisi kurang
Pemenuhan Nutrisi Frekuensi Persentase
Baik 20 60,6% sebanyak 13 orang (39,4%).
Kurang 13 39,4%
Total 33 100%

Tabel 5. Hubungan Efikasi Diri dengan Pemenuhan Nutrisi Pasien Tuberkulosis Paru di
Ruang Rawat Inap RS Paru Jember Tahun 2018, N=33

Pemenuhan Nutrisi
OR
Baik Kurang P value
(95%CL)
N % N %
1
Efikasi Tinggi 85 2 5,4
7
Diri
Rendah 3 15 11 84,6 0,000 31,167
2
Total 100 13 100
0
Berdasarkan hasil uji statistik dengan Odds Ratio sebesar 31,167, hal ini
menggunakan Chi Square didapatkan hasil menunjukkan bahwa pasien Tuberkulosis
p value < p alpha (0,000<0,005) , yang Paru dengan efikasi diri tinggi memiliki
artinya H1 diterima yang artinya terdapat peluang 31,167 kali pemenuhan nutrisinya
hubungan efikasi diri dengan pemenuhan baik dibanding dengan pasien yang
nutrisi pada pasien tuberkulosis paru di memiliki efikasi diri rendah.
ruang rawat inap RS paru Jember dengan

Tabel 6. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemenuhan Nutrisi Pasien Tuberkulosis


Paru di Ruang Rawat Inap RS Paru Jember Tahun 2018, N=33.

Pemenuhan Nutrisi
OR
Baik Kurang P value
(95%CL)
N % N %
Dukungan Baik 17 85 2 5,4
Keluarga Kurang 3 15 11 84,6 0,000 31,167
Total 20 100 13 100
7

Berdasarkan hasil uji statistik dengan tinggi tingkat pendidikan semakin tinggi
menggunakan Chi Square didapatkan hasil kemungkinan efikasi diri pada seseorang
p value < p alpha (0,000<0,005), yang menjadi tinggi, pada penelitian ini
artinya H1 diterima sehingga dapat ditarik pendidikan responden yang tinggi
kesimpulan terdapat hubungan dukungan cenderung ada pada responden yang
keluarga dengan pemenuhan nutrisi pada tingkat pendidikanya SMP sampai
pasien tuberkulosis paru di ruang rawat Perguruan Tinggi.
inap RS paru Jember dengan Odds Ratio Penelitian ini menunjukkan
sebesar 31,167 yang menunjukkan bahwa dukungan keluarga baik lebih banyak dari
pasien Tuberkulosis Paru dengan pada dukungan keluarga kurang. Dukungan
dukungan keluarga baik memiliki peluang keluarga dapat dipengaruhi oleh faktor
31,167 kali pemenuhan nutrisinya baik internal dan eksternal, seperti faktor
dibanding dengan pasien dengan dukungan ekonomi. Penghasilan dalam keluarga
keluarga kurang. terbanyak dalam penelitian ini adalah 1-2
juta yang bisa dikatakan ekonomi
PEMBAHASAN
menengah dan keluarga yang
Efikasi diri dipengaruhi oleh usia,
penghasilanya kurang dari 1 juta berjumlah
jenis kelamin. Dalam penelitian ini jumlah
lebih sedikit dibanding yang penghasilanya
pasien yang memiliki efikasi diri tinggi
menengah keatas, sejalan dengan teori
lebih banyak dari pada yang memiiki
yang disebutkan Setiadi (2008) semakin
efikasi diri rendah, dalam faktor usia
tinggi tingkat ekonomi seseorang maka
didapatkan hasil seluruh responden berusia
seseorang tersebut akan lebih cepat tanggap
diatas 12 tahun dimana menurut Lenz dan
terhadap tanda dan gejala penyakit yang
Bagget (2002) usia dibawah 12 tahun
dirasakan, sehingga seseorang tersebut
efikasi dirinya cenderung rendah karena
akan segera mencari pertolongan ketika
belum bisa mengambil keputusan yang
merasa ada gangguan pada kesehatannya.
pasti. Tetapi untuk faktor yang lain seperti
Penelitian ini sejalan dengan
jenis kelamin disebutkan bahwa wanita
penelitian yang dilakukan oleh Novitasari
memiliki efikasi diri lebih rendah dari pria
(2017) yang berjudul Hubungan efikasi
tidak tergambar dalam penelitian ini
diri dengan kepatuhan minum obat pada
karena sebagian besar responden adalah
pasien TB paru. Desain yang digunakan
wanita yang memiliki efikasi diri tinggi.
oleh penelitian ini adalah survei analitik
Faktor lain adalah tingkat pendidikan,
korelasi dengan pendekatan cross
menurut Lenz dan Bagget (2002) semakin
sectional dimana hasil pada penelitian
8

tersebut ada ada hubungan efikasi diri mencakup sikap, pengetahuan gizi,
dengan kepatuhan minum obat pada pasien perilaku, self-efficacy, dan perubahan
tuberkulosis p value sebesar 0,01, nilai biologis (Stang dan Story, 2005 dalam
Odds Ratio (OR) = 11,000, artinya pasien Oktaviana 2018). Penelitian ini tidak
yang memiliki efikasi diri yang baik sejalan dengan penelitian yang dilakukan
mempunyai peluang 11 kali lebihpatuh oleh Ansar (2012) di Kota Makassar
minum obat dibandigkan pasien yang menunjukkan bahwa status gizi pada
memiliki efikasi diri yang rendah. pasien TB paru lebih banyak memiliki
Beberapa hal yang dapat status gizi kurang (51,3%) dibandingkan
mempengaruhi pemenuhan nutrisi pada yang memiliki status gizi normal (40,7%)
seseorang adalah ekonomi, kultur, agama dan gemuk (8,0%). Tuberkulosis dapat
(Potter dan Perry, 2010). Hasil dari mempengaruhi nafsu makan dan dapat
penelitian ini didapatkanresponden yang menyebabkan penurunan berat badan.
pemenuhan nutrisinya baik lebih banyak Menurut Stang dan Story (2005) dan
daripada yang pemenuhan nutrisinya Petterson (2004) dimana efikasi dapat
kurang. Berdasarkan data ekonomi atau mempengaruhi pemenuhan nutrisi karena
penghasilan dalam keluarga ekonomi efikasi diri merupakan faktor individu
responden menangah keatas leih banyak yang mempengaruhi kemauan seseorang
daripada yang ekonominya kurang sejalan untuk mengkonsumsi makanan serta
dengan teori yang dikemukakan oleh mendukung kesehatan seseorang tersebut
Potter dan Perry (2010). Faktor lain yang dengan memenuhi kebutuhan nutrisinya.
mempengaruhi seseorang dalam Dalam penelitian ini pemenuhan nutrisi
pemenuhan nutrisi yaitu agama, seluruh baik lebih besar pada pasien yang
responden beragama islam, kemungkinan memiliki efikasi diri tinggi daripada yang
agama mempengaruhi pemenuhan nutrisi memiliki efikasi diri rendah, dan pasien
apabila ada larangan untuk memakan yang memiliki efikasi diri tinggi lebih
sesuatu seperti babi atau yang lain, nutrisi besar pasien yang pemenuhan nutrisinya
di rumah sakit atau yang diberikan sebagai baik daripada pasien yang pemenuhan
tambahan oleh keluarga sebagai nutrisi nutrisinya kurang.Dapat disimpulkan
pasien tuberkulosis tidak berbeda jauh pemenuhan nutrisi dapat dipengaruhi oleh
dengan yang dikonsumsi orang pada efikasi diri.
umumnya. Faktor lain terdiri dari faktor Beberapa faktor yang mempengaruhi
individu, lingkungan dan makrosistem. seseorang dalam mengkonsumsi makanan
Faktor individu atau intrapersonal, sehari-hari terdiri dari faktor individu,
9

lingkungan dan makrosistem. Faktor Puskesmas Lhoknga Kabupaten Aceh


individu atau intrapersonal, mencakup Besar(p-value 0,000). Menurut Stang dan
sikap, pengetahuan gizi, perilaku, self- Story (2005), disebutkan dukungan
efficacy, dan perubahan biologis. Faktor keluarga merupakan faktor lingkungan
lingkungan sosial atau antar pribadi, yang mempengaruhi pemenuhan nutrisi.
misalnya keluarga dan teman sebaya, Berdasarkan penelitian ini pemenuhan
pengaturan lingkungan atau komunitas nutrisi baik lebih besar pada pasien yang
fisik. Dukungan keluarga termasuk faktor memiliki dukungan keluarga yang baik
lingkugan yang mempengaruhi seseorang daripada yang memiliki dukungan
dalam mengkonsumsi makanan. keluarga kurang, dan pasien yang memiliki
Sedangkan faktor makrosistem dukungan keluarga baik lebih besar pasien
mencakup media massa, pemasaran, yang pemenuhan nutrisinya baik daripada
periklanan, norma-norma sosial dan pasien yang pemenuhan nutrisinya kurang.
budaya yang berperan secara tidak Dapat disimpulkan pemenuhan nutrisi
langsung namun dapat memberikan berhubungan dengan dukungan keluarga.
pengaruh yang kuat (Stang dan Story,
SIMPULAN
2005 dalam Oktaviana, 2018).
Terdapat hubungan Efikasi Diri
Penelitian ini sejalan penelitian
dengan Pemenuhan Nutrisi pada pasien
Maulida, 2015 yang berjudul “Hubungan
Tuberkulosis Paru di Ruang Rawat Inap
Dukungan Keluarga Dengan Pemenuhan
RS Paru Jember Tahun 2018 dengan Odds
Nutrisi Pada Nutrisi Pada Lansia Di
Ratio sebesar 31,167, hal ini menunjukkan
Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga
bahwa pasien Tuberkulosis Paru dengan
Kabupaten Aceh Besar”. Hasil penelitian
efikasi diri tinggi memiliki peluang
menunjukkan responden yang mendapat
31,167 kali pemenuhan nutrisinya baik
dukungan keluarga baik sebanyak 61
disbanding dengan pasien yang memiliki
orang (60,4%) dan kurang sebanyak 40
efikasi diri rendah. Terdapat hubungan
orang (39,9%). Sedangkan mengenai
Dukungan Keluarga dengan Pemenuhan
pemenuhan nutrisi sebagian besar berada
Nutrisi Pasien Tuberkulosis Paru di
pada kategori baik sebanyak 62 orang
RuangRawat Inap RS Paru Jember Tahun
(61,4%) dan kategori kurang baik
2018 dengan Odds Ratio sebesar 31,167,
sebanyak 39 orang (38,6%).
hal ini menunjukkan bahwa pasien
Hasil peneitian terdapat hubungan
Tuberkulosis Paru dengan dukungan
antara dukungan keluarga dengan
keluarga baik memiliki peluang 31,167
pemenuhan nutrisi pada lansia di
10

kali pemenuhan nutrisinya baik dibanding Novitasari, R. (2017). Hubungan Efikasi


Diri dengan Kepatuhan Minum Obat
dengan pasien yang memiliki dukungan
pada Pasien TB Paru Di Puskesmas
keluarga kurang. Patrang Kabupaten Jember,
http://repository.unej.ac.id,
SARAN diperoleh 29 agustus 2018.
Oktaviasari, Putri. (2018). Hubungan
Penelitian ini ditujukan pada Pengetahuan Gizi, Peran Teman
pelayanan kesehatan agar dapat menjadi Sebaya dan Efikasi Diri dengan
Status Gizi Mahasiswa FISIP
sumber informasi dalam pelayanan Universitas Lampung,
kesehatan. Disarankan dalam pelayanan digilib.unila.ac.id, diperoleh 29
Agustus 2018
kesehatan untuk membantu pasien Ratnasari & Yunianti.(2016). Hubungan
meningkatkan efikasi diri dan mendapat Dukungan Keluarga Dengan
Kemandirian Lansia Dalam
dukungan keluarga sehingga pemenuhan Pemenuhan Aktivitas Sehari-Hari Di
nutrisi bisa adekuat dengan meningkatkan Wilayah Kerja Puskesmas Selogiri,
Kabupaten Wonogiri,
perawatan berfokus pada pasien atau https://scholar.google.co.id/citations,
disebut juga Patient Centered Care (PCC) diperoleh12 Agustus 2018.
dan meningkatkan penyuluhan untuk Setiadi. 2008. Konsep Keperawatan
Keluarga. Yogyakarta : Graha ilmu.
menambah informasi pada pasien dan
keluarga yang merawat dirumah melalui
Family Centered Care (FCC).

DAFTAR PUSTAKA
Darliana. (2016) Dukungan Keluarga
terhadap Pemenuhan Nutrisi pada
Pasien Tuberculosis Paru di Rumah
Sakit dr. Zainoel Abidin Banda
Aceh’, http://jim.unsyiah.ac.id
diperoleh 2 September 2018
Friedman, M. (2010). Buku Ajar
Keperawatan keluarga : Riset,
Teori, dan Praktek. Edisi ke-5.
Jakarta: EGC.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pengendalian
Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan (2011). Pedoman
Nasional Pengendalian
Tuberculosis.Jakarta : Kementrian
Kesehatan RI