Anda di halaman 1dari 28

PEMERINTAHAN KOTA SURABAYA

DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7
Jl. Pawiyatan No. 2 Telp. ( 031 ) 5342407; Fax : 5451047 Surabaya 60174

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 7 SURABAYA


Mata Pelajaran : Memperbaiki Unit Kopling dan Komponen Sistem
Pengoperasian
Kode Kompetensi : 020-KK-007
Kelas/ Semestrer : XI / Gasal, Tahun Pelajaran 2010/2011
Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif
Alokasi Waktu : 8 X 45

Standard Kompetensi
Overhoul kopling dan komponennya

Kompetensi Dasar
Overhaul kopling dan komponen-komponennya.

Indikator
 Overhaul dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem
lainnya.
 Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.
 Perbaikan, penyetelan dan penggantian komponen dilaksanakan dengan menggunakan
peralatan, teknik dan material yang sesuai.
 Prosedur overhaul dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan sesuai
spesifikasi dan toleransi terhadap kendaran/ sistem.
 Seluruh kegiatan overhaul dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation
Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan
perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kompetensi ini dipelajari diharapkan :
1. Siswa mampu memahami prinsip kerja kopling melalui penggalian infomasi pada
buku manual.
2. Siswa mampu memahami konstruksi kopling dan komponen-komponennya.
3. Siswa mampu mengidentifikasi peralatan overhoul kopling dan komponennya
sesuai spesifikasi pabrik.
4. Siswa mampu melaksanakan prosedur overhoul kopling dan komponenya melalui
buku manual.
5. Siswa mampu melakukan pembongkaran kopling dan komponennya sesuai SOP.
6. Siswa mampu melakukan pengukuran tinggi bidang gesek roda penerus dengan
menggunakan peralatan sesuai spesifikasi pabrik.
7. Siswa mampu mengukur kebalingan dan kerataan roda penerus dengan
menggunakan peralatan sesuai spesifikasi pabrik.
8. Siswa mampu melakukan pengukuran kedalaman paku keling pelat kopling dengan
menggunakan peralatan sesuai spesifikasi pabrik.
9. Siswa mampu melakukan pemeriksaan komponen-komponen kopling secara visual.
10. Siswa mampu mlakukan pemeriksaan bantalan pilot dengan mengukur diameter
poros kopling dengan alat yang sesuai.

B. Materi Pokok Pembelajaran :

Komponen utama dari pemindah daya adalah :


 Kopling (pada sistem transmisi otomatis tidak terdapat kopling)
 Transmisi (manual atau otomatis)
 Poros propeller (drive shaft)
 Rankaian gandar/as roda (axle assembly). Tergantung tipe kendaraannya, penggerak roda
belakang, penggerak roda depan atau penggerak roda depan dan belakang)

Pertama, kita akan menemukan bagaimana pemindah daya bekerja dalam satu kesatuan sistem,
dan kemudian dalam modul ini kita akan belajar tentang masing-masing komponen utamanya.
Mengapa terdapat sebuah pemindah daya pada kendaraan dan apakah
Mesin pada sebuah kendaraan menghasilkan daya putar (dikenal sebagai torsi) yang dihasilkan
oleh poros engkol mesin tersebut.
Kegunaan/fungsi dari sebuah pemindah daya dalam suatu kendaraan adalah untuk
meneruskan / mentransfer gaya putaran dari poros engkol ke roda penggerak sehingga
kendaraan dapat bergerak.
Roda penggerak pada suatu kendaraan mungkin penggerak roda belakang (rear wheel drive),
Penggerak roda depan (front wheeldrive) atau keempat rodanya (four wheel drive).
Kemudian pada Buku Informasi ini anda akan belajar tentang komponen utama dari pemindah
daya, antara lain kopling, transmisi, poros propeller(drive shaft) dan rangkaian as roda (axle
assembly) secara detil. Hal ini memungkinkan anda untuk memeahami bagaimana proses gaya
putaran mesin diteruskan/dipindahkan ke roda penggerak pada suatu kendaraan.Beberapa
variasi pemindah daya pada tipe kendaraan yang berbeda
Sistem pemindah daya dibedakan tergantung pada tipe kendaraan apakah penggerak roda
belakang, roda depan atau empat roda.
1. Penggerak roda belakang (rear wheel drive)
Pada tipe kendaraan ini, komponen pemindah daya disusun sepanjang kendaraan tersebut
(arah utara-selatan atau arah lonngitudinal).

Gambar 1. Pemindah daya penggerak roda belakang

Pada kendaraan berpenggerak roda belakang, seperti yang ditunjukkan pada gambar
pemindah daya meneruskan gaya putar (torsi) ke roda belakang.

2. Penggerak roda depan


Pada kendaraan penggerak roda depan, pemindah daya mentransfer gaya putar (torsi)
dari mesin ke roda depan kendaraan.

Gambar 2. Pemindah daya penggerak roda depan

Seperti yang anda dapat lihat pada gambar tipikal kendaraan penggerak roda depan di atas,
pemindah daya dipasang melintang pada lebar dari kendaraan (arah timur-barat/arah
transversal). As roda belakang tidak berputar dan ini disebut as roda mati (dead axle)..
3. Penggerak 4 roda (four wheel drive)
Penggerak empat roda atau yang disebut 4 WD umumnya digunakan pada kendaraan-
kendaraan jenis Jeep atau lebih dikhususkan kendaraan-kendaraan gunung. Tipe ini dapat
berfungsi ganda bisa di fungsikan ke empat roda sebagai penggerak, dan juga bisa hanya
dua roda yang di aktipkan sebagai penggerak atau di sesuaikan dengan kondisi jalan yang
dilaluinya.

Tipe Penggerak empat roda ( 4WD )

A. Kopling (Clutch)
Kopling dan fungsi kopling

Apakah Kopling (clutch) itu?


Kopling adalah suatu alat yang hanya dapat ditemukan pada kendaraan dengan
transmisi manual. Kopling terletak di antara mesin dan transmisi.
Apakah fungsi Kopling tersebut?
Kopling mengatur transfer gaya putar/torsi dari mesin ke pemindah daya dengan kata lain
memutus dan menghubungkan tenaga putar dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal.
Jika pedal kopling ditekan/diinjak, tidak ada gaya putar yang ditransfer dari mesin ke
komponen yang lain dari pemindah daya.
Jika pedal kopling dilepas, gaya putar/torsi dari mesin ditransfer ke pemindah daya
selanjutnya selanjutnya untuk di teruskan ke roda penggerak.
Seperti yang akan diterangkan pada modul ini, terdapat perbedaan mekanisme yang
digunakan antara transmisi otomatis dengan manual dalam mentransfer torsi dari mesin ke
pemindah daya.

Persyaratan kopling :
 Dapat menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi secara lembut
 Dapat memutuskan putaran dari mesin ke transmisi secara cepat dan sempurna
 Pada saat menghubungkan putaran mesin ke transmisi tanpa terjadi slip

Rangkaian komponen kopling


Unit kopling terdiri dari beberapa bagian diantaranya :
 Plat Kopling
 Tutup kopling
 Release Fork
 Realease bearing
 Presure plat

a. Plat kopling
Plat kopling ditempatkan antara roda penerus dengan pelat penekan dan dapat
bergerak maju, mundur pada poros input (input shaft). Alur yang terdapat pada pelat
kopling berhubungan dengan alur pada poros input. Fungsi pelat kopling adalah untuk
memindahkan tenaga putar mesin ke poros input dengan adanya gesekan antara roda
penerus permukaan pelat kopling dan pelat penekan .
Pada saat kopling berhubungan akan terjadi gesekan antara permukaan pelat
kopling dengan roda penerus dan pelat penekan yang akan menimbulkan keausan dan
panas yang tinggi. Oleh karena itu permukaan pelat kopling harus bersifat mudah
menyalurkan panas yang terjadi dan tahan terhadap keausan. Pelat kopling dibuat dari
paduan asbes dan logam.
Pelat kopling terdiri dari facing (bagian yang beresekan), semacam bahan gesek
(friction material) yang dikeling disekeliling pelat pada kedua permukaannya dan clucth
hub yang terletak dibagian tengahnya, yang menerima perkaitan dengan poros input
transmisi.
Clutch hub diletakkan diantara pelat-pelat dan dibuat sedemikian rupa agar
dapat bergerak sedikit dalam arah dari putaran melalui peredam (torsion rubber / spring).
Torsion Rubber / spring yang terdapat pada pelat kopling berfungsi untuk
meredam getaran yang timbul pada saat kopling mulai berhbungan dan mencegah
kebengkokkan atau pecahnya pelat kopling.

Penampang rakitan kopling


Contoh : Kopling kering plat tunggal dengan pegas diafragma

1
2
3

10

1. Tuas Pembebas 6. Bantalan pilot


2. Roda gaya 7. Plat kopling
3. Bantalan tekan 8. Pegas diafragma
4. Poros kopling 9. Plat penekan
5. Poros engkol 10. Unit penekan

b. Rangkaian tutup kopling


Tutup kopling terikat pada roda penerus mesin dan berputar bersama-sama dengan
putaran mesin selama mesin di hidupkan.
Tutup kopling dibagi menjadi dua type, yang tergtantung pada jenis pegas yang di
gunakan untuk menekan plat penekan terhadap plat kopling. Diantaranya menggunakan
type pegas diaprahma dan type pegas coil, seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini

b.1 Type Pegas diaprahma


 Type ini mempunyai keuntungan sebagai berikut :
 Tenaga yang dibutuhkan untuk pengoperasian/penekanan pedal kopling relatif kecil
 Penekanan pegas diaprahma terhadap plat penekan lebih merata
 Bila terjadi keausan pada plat kopling tidak mengurangi tekanan plat penekan
 Keseimbangan kerja kopling lebih optimal
 Jumlah bagian lebih sedikit
Pegas diapragma terbuat dari pegas baja, setelah dibentuk kemudiandipanaskan
untuk menambah kekuatan. Pivot ring yang terletak pada tiap sisi pegas diafragma dan
berfungsim sebagai pivot selama pegas diaphragma beraksi. Pegas-pegas retracting
(Retracting spring) digunakan untuk menghubungkan pegas diapragma ke plat penekan.
Tenaga mesin diteruskan dari tutup kopling ke pelat penekan dengan beberapa
metode /tipe:
a. Tipe Boss Drive
Metode ini adalah pemindah momen, dimana momen dipindahkan ke rumah
kopling melalui corvex portion (boss) dari pelat penekan.
Persinggungan antara boss dan rumah kopling menimbulkan gesekan pada saat
kopling berhubungan. Dengan demikian permukaan yang bersinggungan terjadi
keausan, menyebabkan bunyi dan kopling sulit berkaitan.

b. Tipe Radial Strap


Metode ini adalah dimana rumah kopling dihubungkan ke pelat penekan oleh
strap (pelat baja) dalam arah radial dari pada boss. Tidak seperti boss drive, rumah
penekan atau rumah kopling tidak terjadi keausan, juga tidak menyebabkan kopling
sulit berkaitan.

c. Tipe Chodral Strap


Metode ini umumnya digunakan pada kendaraan TOYOTA. Strap-strap
dihubungkan dalam arah chodral (Tangensial) untuk memindahkan momen.

a.2 Type pegas coil


 Pada intinya kebalikan dari type pegas diaprahma
 Tenaga penekanan pegas akan berkurang pada putaran tinggi karena gaya sentrifugal
 Pada umumnya digunakan pada kendaraan niaga berat

Referensi :
Bila kemampuan kopling (momen yang dapat dipindahkan oleh kopling) lebih
kecil dari pada momen yang dihasilkan oleh mesin, kopling akan cenderung slip dan
permukaan pelat kopling akan lebih cepat aus. Bila kemampuan lebih besar, perkaitan
kopling akan cenderung besar, dan cenderung mengkaitkan mesin tersendat-sendat. Pada
saat kopling berkaitan. Umumnya kemampuan kopling 1,2 hingga 1,4 kali momen
maksimum untuk mesin kendaraan penumpang dan 1,5 hingga 2,5 kali momen maksimum
untuk kendaraan truk.
Perbedaan seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini :

Type Pegas coil

Type Pegas diaprahma

Keuntungan kopling pegas diaphragma dibandingkan dengan pegas coil :


1. Tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pedal kopling diusahakan sekecil
mungkin.
2. Bila terjadi keausan pada pelat kopling tidak mengurangi tekanan pada pelat penekan.
3. Pegas diaphragma menekan pelat penekan lebih merata dibandingkan dengan pegas
coil.
4. Selama sekeliling permukaannya rata, kopling tetap seimbang.
5. Tidak seperti kopling tipe pegas coil yang mana tenaga pegas akan berkurang pada
kecepatan tinggi karena gaya sentrifugal, kopling tipe pegas diaphragma beas dari
problem itu.
6. Pegas diaphragma memerlukan ruang arah axial yang cukup kecil, sehingga sirip-sirip
pendingin dapat diletakkan pada pelat penekan.
7. Jumlah bagian-bagiannya lebih sedikit dari pada tipe pegas coil.
c. Release Fork (Garpu Pembesar)
Garpu pembesar atau release fork atau plate lever berfungsi untuk
menyalurkan tenaga pembebas kopling dari injakan pedal kopling.

d. Bantalan pembebas (Release Bearing)


Bantalan pembebas atau release bearing berfungsi memberikan tekanan yang
bersamaan pada garpu pembebas (release fork) dan menghindari terjadinya gesekan
antara pengungkit dengan garpu pembebas (untuk pegas koil) atau gesekan pengungkit
dengan ujung pegas diaphragma (untik pegas diaphragma).

e. Pelat Penekan (Pressure Plate)


Pelat penekan dan rumahnya befungsi menekan atau menjepit pelat kopling,
sehingga berhimpitan dengan flywheel. Dengan terhimpitnya pelat kopling di antara
plat penekan dan flywheel, maka terjadilah perpindahan putaran/tenaga dari mesin ke
poros transmisi. Di dalam memberikan tahanan ke pelat kopling, pelat penekan
memperoleh gaya tekan dari pegas kopling (berupa pegas koil atau pegas diafragma).

B. Mekanisme penggerak
Kopling terdapat dua jenis yang dibedakan dari cara kerjanya :
 Kopling hidraulis (menggunakan Cairan), dan
 Kopling mekanis (menggunakan kabel)

Jenis kopling hidraulis


Konstruksi kopling seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pada jenis ini
pergerakan pedal kopling diubah oleh master silinder menjadi tekanan hidraulis kemudian
diteruskan ke garpu pembebas melalui silinder pembebas. Pada type ini pengemudi dapat
dengan mudah mengoperasikan kopling dengan tekanan pedal yang ringan.
Jenis kopling mekanis
Kopling mekaninis terdiri dari bagian-bagian seperti diperlihatkan pada gambar
dibawah ini. Pada jenis ini perpindahan tekanan pedal kopling di teruskan ke rumah
kopling secara langsung melalui kabel kopling

C. Master silinder kopling


Master silinder kopling terdiri dari reservoir , piston, cylinder cup, katup dan lain-
lain, dalam hal ini tekanan hidraulis ditimbulkan oleh gerakan piston akibat dari penekanan
pedal kopling

D. Silinder pembebas kopling (release cylinder)


Silinder pembebas kopling dibagi dalam dua type :
 Type yang dapat di stel, dan
 Type menyetel sendiri
Type yang dapat di stel

Type menyetel sendiri

E. Rangkuman operasi kerja kopling


Pengoperasian pedal kopling dapat menhubungkan atau memutuskan gaya putar di
dalam suatu rangkaian kopling set (clutch assembly). Saat menghubungkan gaya putar torsi
(pedal kopling dilepas/tidak diinjak), saat memutuskan gaya putar (torsi) dari poros engkol
mesin ke pemindah daya (pedal kopling diinjak) mencegah gaya putar (torsi) dari mesin
yang diteruskan ke pemindah daya (terputus).

Pembongkaran Unit Kopling


1. Lepaskan poros gardan dan transmisi
2. Tahan bak transmisi dan kemudian tarik kebelakang dengan lurus.
3. Tandai kopling dan roda gila dengan penggores gar pada waktu dipasang kembali,
keseimbangannya tetp baik.
4. Kendorkan baut pengikat kopling sedikit demi sedikit hingga merata.
5. Lepaskan batang penghubung kopling dari garpu kopling, dan lepaskan garpu kopling.
6. Kendorkan dengan merata baut pengikat tutup kopling sampai lepas.
7. Setelah semua baut pengikat lepas maka tahanlah tutup kopling, turunkan dan lepaskan
unit tutup kopling.
8. Pada waktu membongkar unit tutup kopling agar disisakan beberapa baut sebagai
penahan dan baut-baut tersebut akan dilepas kemudian.
9. Periksa keausan ujung garpu penekan yang berhubungan dengan bantalan penekan.
10. Periksa bidang permukaan plat tekan terhadap keausan.
11. Periksa keretakan pegas sepiral atau pegas membran
12. Periksa keausan ujung pegas membran yang berhubungan dengan bantalan tekan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Jangan sampai permukaan gesek plat penekanan dan roda gila terkena minyak
(model kering).
2. Jangan mencuci bantalan dengan cairan, tetapi bersihkan bantalan tekan dengan
kain lap. Bantalan tekan umumnya telah diberi geuk dan disegel. Jika bantalan
tersebut dicuci maka ada kemungkinan gemuk yang ada di dalamnya mencair.
3. Bersihkan bidang gesek kopling dengan amplas halus. Gesekan bekas amplas
harus melintang pada bidang permukaan.
4. Pada pemasangan kembali, permukaan plat kopling yag rata harus menghadap ke
roda penerus. Pemasangan yang terbalik akan mengakibatkan kopling tidak
dapat bebas sepenuhnya pada waktu pedal kopling diinjak.

F. TROUBLE SHOOTING
1. KOPLING SLIP
- Periksa kebebasan pedal kopling, penanganannya setel pedal kopling
- Periksa permukaan kopling penangannya bersihkan atau ganti
- Periksa oliseal depan transmisi penanganannya ganti
- Periksa pegas komperesi atau pegas diaphragma kopling penanganannya ganti

2. KOPLING SULIT BEBAS (Sulit pindah atau tidak mau pindah)


- Periksa tinggi pedal kopling penangannya stel tinggi pedal
- Periksa kebebasan pedal kopling penanganannya stel kebebasan pedal kopling
- Periksa udara dalam kopling
- Cek pipa kopling bila terjadi kebocoran maka harus diganti
- Periksa master silinder bila terjadi kebocoran minyak maka harus diperbaiki atau
diganti
- Periksa release silinder bila terjadi kebocoran minyak harus diperbaiki atau diganti
- Periksa pelat kopling bila terjadi kebengkokan, aus, rusak maka harus diganti.

3. KOPLING GEMERETAK
- Periksa pelat kopling bila plat kopling berminyak atau aus harus diganti
- Tursion damper putus harus diganti
- Paku keling lepas harus diganti
- Periksa pegas komperesi atau pegas diaphragma kopling jika tingginya tidak sama
maka dilakukan penyetelan, atau jika terjadi kerusakan maka di ganti.

4. KOPLING BUNYI
- Periksa perputaran dan gesekan part jika kendor maka diperbaiki atau diganti
- Periksa release bearing jika rusak atau kotor bersihkan atau ganti
- Periksa pelat pilot bearing jika aus maka gantilah
- Periksa tuas pembebas, garpu pembebas ata Link jika macet maka perbaiki atau
ganti.

PEMERIKSAAN PADA KENDARAAN


Pada beberapa kopling (jenis kopling semi groove), alur pada permukaan koplingnya
tidak memotong keseluruh bagian sekeliling pelat, ini untuk menjaga ketepatan kopling
terlepas. Hal ini disebabkan, bila pedal kopling ditekan udara mengalir sepanjang alur pada
pelat kopling, roda penerus dan pelat penekan masing-masing terpisah dari satu sama lainnya.

PROBLEM PEMBEBASAN KOPLING


Bila kopling tidak dapat bebas, maka perpindahan gigi sukar dan gigi bersentuhan.
Bagaimana menentukan koplng tidak dapat terlepas .
1. Berilah ganjalan pada roda-roda
2. Pasanglah rem tangan (rem parkir)
3. Tekan pedal kopling kemudian hidupkan mesin
4. Lepaskan pedal kopling dengna tuas transmisi pada posisi netral
5. Pindahkan tongkat perlahan-lahan ke posisi mundur tanpa menginjak pedal dan tunggu
gigi-gigi besentuhan.
6. Bila gigi bersentuhan tekan pedal kopling perlahan bila gigi tidak bersentuhan lagi
bersamaan pedal kopling ditekan dan perpindahan gigi-giginya lembut, berarti kopling
tidak ada problem pada saat dibebaskan.
PERINGATAN
 Jangan memindahkan terlalu kasar karena dapat merusak gigi-gigi
 Pada percobaan ini, tuas dipindahkan dari netral ke posisi mundur, gigi mundur tidak
dilengkapi dengan mekanisme synchromesh.
Gigi tidak dapat mudah berkaitan dan kadang-kadang tidak dapat berkaitan, bila kopling
mempunyai masalah tidak bisa bebas, masalah tersebut dapat diketahui lebih mudah
dengan perpindahan ke arah gigi maju.

KOPLING SLIP
Kopling slip artinya kopling slip diantara pelat penekan dan roda penerus pada saat
koping berkaitan. Bila kopling slip tenaga mesin tidak dapat diteruskan sepenuhnya ke
transmisi.
Terjadinya kopling slip ini tidak dapat diketahui dari gejala-gejala sebagai berikut :
a. Kecepatan kendaraan tidak dapat bertambah pada saat diakselerasi dengan tiba-tiba
b. Bau hangus pada kopling
c. Tenaga mesin berkurang pada saat melalui jalan mendaki
Bagaimana menentukan bahwa kopling slip
a. Pasang ganjalan (Stopper) di bawah roda- roda
b. Pasang rem Tangan (parker)
c. Pasang pedal kopling da hidupkan mesin
d. Posisikan gigi pada kecepatan tertinggi (4 atau 5)
e. Tambah putaran mesin dan angkat kopling perlahan-lahan
f. Bila mesin mati berarti kopling tidak slip
Peringatan :
Jangan melakukan tes terlalu lama karena dapat menimbulkan panas pada kopling

PROBLEMA PERKAITAN KOPLING


Perkaitan kopling (kendaraan dalam keadaan diam) kadang-kadang disertai getaran-
getaran dan kendaraan loncat sebelum kopling terkait secara sepenuhnya. Dengan demikian
saat start yang lembut dapat terganggu. Kejadian ini disebut proble perkaitan kopling (kopling
tergetar).

Bagaimana cara menemukan problem keterkaitan kopling


a. Lepaskan penahan-penahan roda dan posisikan tuas pemindah pada gigi rendah
b. Lepaskan pedal kopling dan jalankan perlahan-lahan
Bila kendaraan bergerak tanpa adanya getaran berati kopling tidak ada problem perkaitan.
Referensi :
Getaran yang kecil sulit untuk diketahui pada saat start, tapi bila kendaraan berjalan
ditanjakan atau bila kondisi bermuatan sehingga getaran mudah di ketahui.

SUARA-SUARA ATAU BUNYI DARI KOPLING


Suara-suara dari kopling kadang-kadang sukar terdengar setelah mesin dihidupkan.
Pengetesan ini diperlukan pendengaran yang tajam dan ketelitian.

Bagaimana menentukan suara-suara atau bunyi


a. Letakkan penahan roda
b. Tekan pedal kopling dan hidupkan mesin
c. Lepaskan pedal kopling dengan posisi tuas pemindah di netral
d. Tekan pedal kopling sampai penuh
Ulangi melepas dan menekan pedal kopling, secara cepat dan lambat untuk mengetahui
suara-suara atau bunyi dari kopling.

Referensi :
Suara-suara dari kopling akan sukar dibedakan setelah mesin dihidupkan, sebab ada suara-
suara lain dari mesin. Tes ini memerlukan pendengaran dan perhatian yang baik.

PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN KOMPONEN KOPLING


1. Pemeriksaan Plat Kopling Terhadap Keausan Atau Kerusakan
Menggunakan kaliper (jangka sorong), ukur kedalaman kepala paku keling
Kedalaman kepala paku keling minimum : 0,3 mm (0,012in)
Bila diketahui ada kelainan, ganti pelat kopling
2. Periksa Keolengan Pelat Kopling
Menggunakan dial gauge, ukur keolengan pelat kopling.
Keolengan maksimum : 0,8mm (0,031 in)
Bila berlebihan, gantilah pelat kopling
3. Periksa Keolengan Roda Penerus
Menggunakan Dial Gauge, ukur keolengan roda penerus
Keolengan maksimum : 0,1 mm (0,004 in)
4. Periksa Bantalan Pilot
Putar bantalan pilot denga tangan, sambil memberikan tekanan pada arah aksial.
Bila bantalan macet atau terlampau besar tahanannya, gantilah bantalan pilot.
PETUNJUK : Bantalan telah dilumasi secara permanen di pabrik, dan tidak
memerlukan pembersihan atau pelumasan kembali.
5. Bila Perlu, Ganti Bantalan Pilot
(a) Menggunakan SST, ganti bantalan pilot SST 09303 – 35011
(b) Menggunakan SST dan palu, pasang bantalan pilot yang baru SST 09304 - 12012
6. Periksa Pegas Diaphragma Terhadap Keausan
Menggunakan kaliper (jangka sorong), ukur kedalaman dan lebar pegas diaphragma
Limit kedalaman : 0,6 mm (0,024)
Lebar : 5,0 (0,197in)
Bila perlu, ganti rakitan penutup kopling
7. Periksa Bantalan Pembebas
Putar Bantalan Pembebas dengan tangan, sambil memberi tekanan pada arah akasial.
Bila bantalan macet atau terlampau besar tahanannya, gantilah bantalan pembebas.
PETUNJUK : Bantalan telah dilumasi secara permanen di pabrik, dan tidak
memerlukan pembersihan atau pelumasan kembali.

C. Strategi Pembelajaran
Model Pembelajaran : - Langsung
- Kooperatif
- Inkuiri
Metode Pembelajaran : - Ceramah
- Tanya Jawab
- Demonstrasi
- Pembelajaran terbimbing

D. Langkah – Langkah Pembelajaan


a. Kegiatan Awal
1. Merefleksi ingatan siswa pada materi yang telah dipelajari pada kelas
sebelumnya tentang teori cara kerja kopling pada mobil.
2. Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari hari ini an merupakan
kelanjutan dari materi yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya.
b. Kegiatan Inti :
1. Guru menerangkan tentang materi pemindah daya
2. Guru menerangkan tentang fungsi utama kopling
3. Guru menjelaskan bagian-bagian dan syarat utama kopling
4. Guru meminta siswa menggambar ulang bagian-bagian kopling
5. Guru memberikan umpan balik pertanyaan kepada siswa tentang hal-hal yang
mereka ketahui tentang cara kerja kopling
c. Penutup
1. Guru meminta kepada siswa untuk menyimpulkan tentang hubungan antara
penggerak dengan kopling.
2. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis trouble shooting kopling
yang pernah dialami dan cara penyelesaiannya dengan membagi siswa beberapa
kelompok dan untuk dibahas di pertemuan ke 5.

E. Penilaian
Strategi Asasmen
Sub Nomor
Indikator Pencapaian Bentuk
Kompetensi Metode Item
Instrumen
Instrumen
Overhaul Siswa mampu memahami -Tes Kinerja -Uji Petik Kerja 1
kopling dan prinsip kerja kopling
komponen- melalui penggalian
komponennya infomasi pada buku
manual.
Siswa mampu memahami -Tes Kinerja -Uji Petik Kerja 2
konstruksi kopling dan
komponen-komponennya.
Siswa mampu melakukan -Tes Kinerja -Uji Petik Kerja 3
pemeriksaan komponen-
komponen kopling secara
visual.
Item Penilaian :
ITEM -1
(1) Tugas
Jelaskan Fugsi Kopling dan syarat utama kopling ?

(2) Kunci Jawaban


Kopling mengatur transfer gaya putar/torsi dari mesin ke pemindah daya dengan
kata lain memutus dan menghubungkan tenaga putar dari mesin ke transmisi
melalui kerja pedal.
Persyaratan kopling :
 Dapat menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi secara lembut
 Dapat memutuskan putaran dari mesin ke transmisi secara cepat dan sempurna
 Pada saat menghubungkan putaran mesin ke transmisi tanpa terjadi slip

(3) Pedoman Pensekoran :


Jika hanya disebutkan Funsinya saja, diberi sekor 10
Jika hanya disebutkan syarat-syaratnya saja, diberi sekor 20
Jika disebutkan fungsi dan syarat, diberi sekor 30
(4) Waktu :
10 menit

ITEM -2
(1) Tugas
Sebutkan dan gambarkan Kopling kering plat tunggal dengan pegas diafragma?

(2) Kunci Jawaban


Contoh : Kopling kering plat tunggal dengan pegas diafragma

2
3

8
9
10

1. Tuas Pembebas 6. Bantalan pilot


2. Roda gaya 7. Plat kopling
3. Bantalan tekan 8. Pegas diafragma
4. Poros kopling 9. Plat penekan
5. Poros engkol 10. Unit penekan

(3) Pedoman Pensekoran :


Jika hanya digambar, diberi sekor 20
Jika hanya disebutkanbagian-bagiannya, diberi sekor 20
Jika disebutkan dan digambar, diberi sekor 40
(4) Waktu :
20 Menit

ITEM -3
(1) Tugas
Jelaskan dan bagian bagian utama Kopling dan terangkan fungsinya?

(2) Kunci Jawaban


a. Plat kopling
Fungsi pelat kopling adalah untuk memindahkan tenaga putar mesin ke poros
input dengan adanya gesekan antara roda penerus permukaan pelat kopling dan
pelat penekan .
b. Rangkaian tutup kopling
Tutup kopling dibagi menjadi dua type, yang tergtantung pada jenis pegas yang di
gunakan untuk menekan plat penekan terhadap plat kopling. Diantaranya
menggunakan type pegas diaprahma dan type pegas coil, seperti diperlihatkan
pada gambar dibawah ini
b.1 Type Pegas diaprahma
 Type ini mempunyai keuntungan sebagai berikut :
 Tenaga yang dibutuhkan untuk pengoperasian/penekanan pedal kopling
relatif kecil
 Penekanan pegas diaprahma terhadap plat penekan lebih merata
 Bila terjadi keausan pada plat kopling tidak mengurangi tekanan plat
penekan
 Keseimbangan kerja kopling lebih optimal
 Jumlah bagian lebih sedikit

Pegas diapragma terbuat dari pegas baja, setelah dibentuk kemudiandipanaskan untuk
menambah kekuatan. Pivot ring yang terletak pada tiap sisi pegas diafragma dan
berfungsim sebagai pivot selama pegas diaphragma beraksi. Pegas-pegas retracting
(Retracting spring) digunakan untuk menghubungkan pegas diapragma ke plat penekan.
Tenaga mesin diteruskan dari tutup kopling ke pelat penekan dengan beberapa
metode /tipe: :

a. Tipe Boss Drive


Metode ini adalah pemindah momen, dimana momen dipindahkan ke rumah
kopling melalui corvex portion (boss) dari pelat penekan.
Persinggungan antara boss dan rumah kopling menimbulkan gesekan pada saat
kopling berhubungan. Dengan demikian permukaan yang bersinggungan terjadi
keausan, menyebabkan bunyi dan kopling sulit berkaitan.

b. Tipe Radial Strap


Metode ini adalah dimana rumah kopling dihubungkan ke pelat penekan oleh
strap (pelat baja) dalam arah radial dari pada boss. Tidak seperti boss drive, rumah
penekan atau rumah kopling tidak terjadi keausan, juga tidak menyebabkan
kopling sulit berkaitan.

c. Tipe Chodral Strap


Metode ini umumnya digunakan pada kendaraan TOYOTA. Strap-strap
dihubungkan dalam arah chodral (Tangensial) untuk memindahkan momen.

a.2 Type pegas coil


 Pada intinya kebalikan dari type pegas diaprahma
 Tenaga penekanan pegas akan berkurang pada putaran tinggi karena gaya
sentrifugal
 Pada umumnya digunakan pada kendaraan niaga berat

c. Release Fork (Garpu Pembesar)


Garpu pembesar atau release fork atau plate lever berfungsi untuk menyalurkan
tenaga pembebas kopling dari injakan pedal kopling.

d. Bantalan pembebas (Release Bearing)


Bantalan pembebas atau release bearing berfungsi memberikan tekanan yang
bersamaan pada garpu pembebas (release fork) dan menghindari terjadinya
gesekan antara pengungkit dengan garpu pembebas (untuk pegas koil) atau gesekan
pengungkit dengan ujung pegas diaphragma (untik pegas diaphragma).

e. Pelat Penekan (Pressure Plate)


Pelat penekan dan rumahnya befungsi menekan atau menjepit pelat kopling,
sehingga berhimpitan dengan flywheel. Dengan terhimpitnya pelat kopling di antara
plat penekan dan flywheel, maka terjadilah perpindahan putaran/tenaga dari mesin
ke poros transmisi. Di dalam memberikan tahanan ke pelat kopling, pelat penekan
memperoleh gaya tekan dari pegas kopling (berupa pegas koil atau pegas
diafragma).

(3) Pedoman Pensekoran :


Jika hanya disebutkan bagian-bagiannya saja, diberi sekor 10
Jika hanya disebutkan bagian-bagian dan fungsinya tetapi tidak lengkap unit
kopling, diberi sekor 20
Jika disebutkan bagian-bagian dan fungsi lengkap, diberi sekor 30

(4) Waktu :
30 Menit

SOAL LATIHAN 2
ITEM -1
(1) Tugas
Sebutkan dan jelaskan cara kerjanya serta gambar skema Kopling yang dibedakan
berdasrkan jenisnya ?
(2) Kunci Jawaban :
Kopling terdapat dua jenis yang dibedakan dari cara kerjanya :
 Kopling hidraulis (menggunakan Cairan), dan
 Kopling mekanis (menggunakan kabel)

Jenis kopling hidraulis


Konstruksi kopling seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pada jenis ini
pergerakan pedal kopling diubah oleh master silinder menjadi tekanan hidraulis
kemudian diteruskan ke garpu pembebas melalui silinder pembebas. Pada type ini
pengemudi dapat dengan mudah mengoperasikan kopling dengan tekanan pedal yang
ringan.
Jenis kopling mekanis
Kopling mekaninis terdiri dari bagian-bagian seperti diperlihatkan pada gambar
dibawah ini. Pada jenis ini perpindahan tekanan pedal kopling di teruskan ke rumah
kopling secara langsung melalui kabel kopling

(3) Pedoman Pensekoran :


Jika hanya disebutkan saja tanpa penjelasan dan gambar, diberi sekor 10
Jika hanya disebutkan dan penjelasan tanpa gambar, diberi sekor 10
Jika disebutkan, dijelaskan,dan digambar namun tidak ada keterangan, diberi sekor 20
Jika disebutkan, dijelaskan, digambar beserta keterngan dari gambar jelas, diberi sekor
40

(4) Waktu :
20 menit

ITEM – 2
(1) Tugas
Sebutkan urutan Pembongkaran Unit Kopling?

(2) Kunci Jawaban


Pembongkaran Unit Kopling
1. Lepaskan poros gardan dan transmisi
2. Tahan bak transmisi dan kemudian tarik kebelakang dengan lurus.
3. Tandai kopling dan roda gila dengan penggores gar pada waktu dipasang kembali,
keseimbangannya tetp baik.
4. Kendorkan baut pengikat kopling sedikit demi sedikit hingga merata.
5. Lepaskan batang penghubung kopling dari garpu kopling, dan lepaskan garpu
kopling.
6. Kendorkan dengan merata baut pengikat tutup kopling sampai lepas.
7. Setelah semua baut pengikat lepas maka tahanlah tutup kopling, turunkan dan
lepaskan unit tutup kopling.
8. Pada waktu membongkar unit tutup kopling agar disisakan beberapa baut sebagai
penahan dan baut-baut tersebut akan dilepas kemudian.
9. Periksa keausan ujung garpu penekan yang berhubungan dengan bantalan penekan.
10. Periksa bidang permukaan plat tekan terhadap keausan.
11. Periksa keretakan pegas sepiral atau pegas membran
12. Periksa keausan ujung pegas membran yang berhubungan dengan bantalan tekan.

(3) Pedoman pensekoran :


Jika disebutkan tidak lengkap tetapi tidak urut diberi sekor 10
Jika disebutkan tidak lengkap tetapi secara urut diberi skor 20
Jika disebutkan lengkap dan secara urut diberi skor 30

(4) Waktu :
10 menit

ITEM – 3
(1) Tugas
Sebutkan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan over houl kopling !
(2) Kunci Jawaban
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
(1) Jangan sampai permukaan gesek plat penekanan dan roda gila terkena minyak
(model kering).
(2) Jangan mencuci bantalan dengan cairan, tetapi bersihkan bantalan tekan dengan
kain lap. Bantalan tekan umumnya telah diberi geuk dan disegel. Jika bantalan
tersebut dicuci maka ada kemungkinan gemuk yang ada di dalamnya mencair.
(3) Bersihkan bidang gesek kopling dengan amplas halus. Gesekan bekas amplas harus
melintang pada bidang permukaan.
(4) Pada pemasangan kembali, permukaan plat kopling yag rata harus menghadap ke
roda penerus. Pemasangan yang terbalik akan mengakibatkan kopling tidak dapat
bebas sepenuhnya pada waktu pedal kopling diinjak.
(3) Pedoman Pensekoran :
Jika disebutkan tidak lengkap diberi sekor 10
Jika disebutkan lengkap diberi skor 30
(4) Waktu :
15 menit
SOAL LATIHAN 3
ITEM -1
(1) Tugas
Lakukan Pemeriksaan Plat Kopling Terhadap Keausan Atau Kerusakan!
(Benda kerja telah disediakan oleh Guru)
Hasil Pemeriksaan.........................................................................................
Kesimpulan..........................................................................................................
(2) Kunci Jawaban :
Pemeriksaan Plat Kopling Terhadap Keausan Atau Kerusakan
Menggunakan kaliper (jangka sorong), ukur kedalaman kepala paku keling
Kedalaman kepala paku keling minimum : 0,3 mm (0,012in)
Bila diketahui ada kelainan, ganti pelat kopling

(3) Pedoman Pensekoran


Jika melakukan sesuai dengan SOP pengukurannya nilainya 20
Jika tidak sesuai nilainya 10
(5) Waktu :
10 menit

ITEM -2
(1) Tugas
Lakukan pemeriksaan keolengan pelat kopling dan Keolengan Roda Penerus!
(Benda kerja telah disediakan oleh Guru)

(2) Kunci Jawaban


Pemeriksaan Keolengan Pelat Kopling
Menggunakan dial gauge, ukur keolengan pelat kopling.
Keolengan maksimum : 0,8mm (0,031 in)
Bila berlebihan, gantilah pelat kopling
Hasil pemerikasaan..................................................................................................
Kesimpulan..............................................................................................................

Pemeriksaan Keolengan Roda Penerus


Menggunakan Dial Gauge, ukur keolengan roda penerus
Keolengan maksimum : 0,1 mm (0,004 in)
Hasil pemeriksaan....................................................................................................
Kesimpulan..............................................................................................................
(3) Pedoman Pensekoran
Melakukan pengukuran keolengan plat atau roda penerusnya saja nilainya 20
Melakukan pengukuran lengkap keolengan plat kopling dan roda penerus, nilainya 30
(4) Waktu :
20 menit

ITEM -3
(1) Tugas
Lakukan pemeriksaan Plat Kopling Terhadap Keausan Atau Kerusakan beserta
kedalaman paku kelingnya?
(Benda kerja telah disediakan oleh Guru)

(2) Kunci Jawaban


Pemeriksaan Plat Kopling Terhadap Keausan Atau Kerusakan
Menggunakan kaliper (jangka sorong), ukur kedalaman kepala paku keling
Kedalaman kepala paku keling minimum : 0,3 mm (0,012in)
Bila diketahui ada kelainan, ganti pelat kopling

(3) Pedoman pensekoran :


Melakukan pengukuran dengna benar sesuai SOP diberi nilai tertinggi 20

(4) Waktu
10 menit

ITEM – 4
(1) Tugas
Lakukan Pemeriksaan Bantalan Pilot Sesuai dengan SOP!
(Benda kerja telah disediakan oleh Guru)

(2) Kunci Jawaban


Periksa Bantalan Pilot
Putar bantalan pilot denga tangan, sambil memberikan tekanan pada arah aksial.
Bila bantalan macet atau terlampau besar tahanannya, gantilah bantalan pilot.
PETUNJUK : Bantalan telah dilumasi secara permanen di pabrik, dan tidak
memerlukan pembersihan atau pelumasan kembali.
Bila Perlu, Ganti Bantalan Pilot
i. Menggunakan SST, ganti bantalan pilot SST 09303 – 35011
ii. Menggunakan SST dan palu, pasang bantalan pilot yang baru SST 09304 - 12012

(3) Pedoman pensekoran :


Melakukan pengukuran dengna benar sesuai SOP diberi nilai tertinggi 30

(4) Waktu :
10 Menit

F. ALAT DAN SUMBER PELAJARAN


- Modul / Mater ajar.
- Soal eveluasi pembelajaran
- Perangkat penilaian
- Silabus
- Absensi siswa
- Distribusi materi
- Spidol
- Papan putih
o
Catatan Kepala Sekolah :
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
... ....................................................................................................................................................
.....

Mengetahui, Surabaya, Juli 2009


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs. M. Hamdan Maknum, MM Djoko Sutrisno, S.Pd.


NIP. 19590920 198603 1 014 NIP. 19720627 2008 01 1 005