Anda di halaman 1dari 14

Radioisotop dalam bidang pertanian

No. Radioisotop Bidang Kegunaan


1. Co-60 Pertanian,biologi Mengawetkan makanan
2. C-14 Biologi Mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis
3. P-32 Pertanian Uji efisiensi pemupukan
4. Cs-137 Pertanian,biologi Mengawetkan makanan

Khusus dalam bidang pertanian, manfaat sinar radioaktif sangat besar, yaitu sebagai
berikut:
a. Mutasi tanaman (untuk menemukan varietas unggul). Salah satu cara untuk mendapatkan
rangkaian sifat yang baik yaitu dengan mengubah faktor pembawa sifat (gen). Perubahan gen
yang dapat menyebabkan perubahan sifat makhluk hidup dan diwariskan disebut mutasi. Sinar
radioaktif yang biasanya digunakan untuk mutasi adalah sinar gamma yang dipancarkan dari
radioaktif Cobalt-60. Contohnya adalah padi atomita dan kedelai muria.
b. Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul
Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hama kubis. Di laboratorium dibiakkan
hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama tersebut lalu diradiasi sehingga
serangga jantan menjadi mandul. Setelah itu hama dilepas di daerah yang terserang hama.
Diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan mandul dilepas. Telur
hasil perkawinan seperti itu tidak akan menetas. Dengan demikian reproduksi hama tersebut
terganggu dan akan mengurangi populasi.
c. Pengawetan makanan. Dilakukan agar bahan makanan yang disimpan tidak mudah rusak.
Pengawetan makanan secara tradisional seperti pengeringan, pemanasan, dan pengasapan masih
memiliki kekurangan karena pada jenis makanan tertentu sifat makanan dapat berubah,
ditumbuhi jamur, dan dapat diserang serangga. Penemuan cara pengawetan dengan teknik radiasi
dapat meminimalkan kerusakan yang terjadi pada makanan.

Manfaat sinar radioaktif dalam pengawetan makanan adalah:


 Menghambat pertunasan pada beberapa bahan makanan, misalnya bawang, kentang, jahe, kunyit
dan kencur.
 Memperpanjang masa simpan beberapa hasil pertanian segar, misalnya menunda kematangan
buah.
 Mengurangi bakteri-bakteri pembusuk daging.
 Membebaskumankan atau sterilisasi rempah-rempah.
 Mengendalikan kuman-kuman penyebab penyakit dan kuman-kuman parasit yang ada dalam
makanan.
Beberapa keuntungan menggunakan sinar radioaktif dalam pengawetan makanan antara lain:
 Sifat bahan makanan tidak berubah.
 Dapat meningkatkan mutu.
 Tidak menurunkan nilai gizi.
 Tidak menimbulkan zat sisa pengawet.
 Dapat dilakukan pada makanan yang dikemas sederhana.
 Mengetahui masa pemupukan yang paling baik.
Fakta contoh :
 Stroberi tanpa radiasi, yang berjamur setelah di simpan beberapa hari
 Stroberi yang tetap segar setelah penyimpanan dua minggu karena telah disterilisasi dengan cara
radiasi.

d. Pemuliaan tanaman
Pemuliaan tanaman atau pembentukan bibit unggul dapat dilakukan dengan menggunakan
radiasi. Misalnya pemuliaan padi, bibit padi diberi radiasi dengan dosis yang bervariasi, dari
dosis terkecil yang tidak membawa pengaruh hingga dosis rendah yang mematikan. Biji yang
sudah diradiasi itu kemudian disemaikan dan ditaman berkelompok menurut ukuran dosis
radiasinya.
Serta dengan menggunakan unsur-unsur radioaktif, juga dapat diketahui waktu yang paling
tepat untuk melakukan pemupukan pada satu jenis tanaman.
Radioisotop dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar tanaman setelah
ditabur. Gerakan pupuk jenis fosfat, dari tanah sampai ke dalam tumbuhan dapat ditelusuri
dengan mencampurkan radioisotop fosfor-32 (P-32) ke dalam senyawa fosfat di dalam pupuk.
Dengan cara ini dapat diketahui pola penyebaran pupuk dan efektifitas pemupukan.
Radioisotop dapat juga digunakan untuk membuat benih tumbuhan dengan sifat yang lebih
unggul dari induknya. Penyinaran radioaktif ke tanaman induk akan menyebabkan ionisasi pada
berbagai sel tumbuhan. lonisasi ini menyebabkan turunan berikutnya mempunyai sifat yang
berbeda dengan induknya. Kekuatan radiasi diatur sedemikian rupa agar diperoleh sifat turunan
yang unggul.
Untuk mendorong kemajuan di bidang pertanian di perlukan teknik pemupukan yang
baik, pemberantasan hama tanaman yang tepat, dan penggunaan bibit unggul.
Untuk melaksanakan pemupukan pada waktu yang tepat, dapat digunakan radioisotop
Nitrogen – 15 ( N – 15 ). Pupuk yang mengandung N – 15 di pantau dengan alat pancaca jika
pancaca tidak mendeteksi lagi adanya radiasi, berarti pupuk sepenuhnya sudah di serap oleh
tanaman. Pada saat itulah pemupukan berikutnya sebaiknya dilakukan. dari upuya ini akan
diketahui janka waktu pemupukan yang diperlukan dan sesuai dengan usia tanaman.
Kegunaan lain radioisotop dalam bidang pertanian adalah untuk pembuatan bibit unggul.
Radioisotop ini digunakan untuk memicu terjadinya mutasi pada tanaman dari proses mutasi ini
diharapkan dapat dperoleh tanaman dengan sifat – sifat yang menguntungkan misalnya tanaman
padi yang lebih tahan terhadap hama dan memiliki tunas lebih banyak. Selain itu, radioisotop
juga dapat digunakan untuk memperpanjang masa simpan produk – produk pertanian.
11. Bahaya Zat Radioaktif
Pencemaran zat radioaktif, pencemaran zat radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan
yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom
atom. Limbah radioaktif adalah zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah terkena zat
radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir yang tidak dapat
digunakan lagi. yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi
sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu
partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar lingkungan
yang biasa ditemukan adalah 90SR penyebab kanker tulang dan 131J.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan
terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-
sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang. Atau antara lain:
 Radiasi zat radioaktif dapat memperpendek umur manusia. Hal ini karena zat radioaktif dapat
menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dan menurunkan kekebalan tubuh.
 Radiasi zat radioaktif terhadap kelenjar-kelenjar kelamin dapat mengakibatkan kemandulan dan
mutasi genetik pada keturunannya.
 Radiasi zat radioaktif dapat mengakibatkan terjadinya pembelahan sel darah putih, sehingga
mengakibatkan penyakit leukimia.
 Radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan kerusakan somatis berbentuk lokal dengan tanda
kerusakan kulit, kerusakan sel pembentuk sel darah, dan kerusakan sistem saraf.Efek serta
Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di
bawah ini :
2. Pusing-pusing
3. Nafsu makan berkurang atau hilang
4. Terjadi diare
5. Badan panas atau demam
6. Berat badan turun
7. Kanker darah atau leukemia
8. Meningkatnya denyut jantung atau nadi
9. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah putih yang
jumlahnya berkurang

12. Produksi radioisotop


Radioisotop yang digunakan untuk berbagai keperluan diproduksi dalam reaktor atom.
Produksi radioisotop di Indonesia dikelola oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).
Sampai sekarang Indonesia telah memiliki 3 reaktor atom, yaitu sebagai berikut.
1. Reaktor Trigamark II (Training Research Isotop Production General Atomic Type
Mark II) di Bandung.
2. Reaktor Kartini di Yogyakarta.
3. Reaktor Serbaguna G.A. Siwabessy di Serpong.
Reaktor Kartini merupakan reaktor penelitian untuk keperluan riset, sedangkan reaktor
Trigamark II dan reaktor serbaguna G.A. Siwabessy selain untuk penelitian juga untuk produksi
radioisotop yang diperlukan oleh BATAN dan beberapa instansi seperti rumah sakit dan
perguruan tinggi. Beberapa radioisotop yang telah diproduksi Reaktor Trigamark, antara lain I-
131, I-125, P-32, Mo-99, S-35, Co-60, dan Fe-59. Selain itu, energy yang dihasilkan oleh reaksi
nuklir dalam reaktor atom dapat digunakan untuk pembangkit listrik yang dikenal dengan PLTN
(Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Penggunaan Radioisotop zat radioaktif yang sangat luas dewasa ini dapat menimbulkan berbagai
sensasi dalam kehidupan.
b. Zat radioaktif dan radioisotop berperan besar dalam bidang pertanian antara lain yaitu :
 Mutasi tanaman (untuk menemukan varietas unggul).
 Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul
 Pengawetan makanan
 Pemuliaan makanan
c. Kemajuan teknologi dengan ditemukannya zat radioaktif dan radioisotop memudahkan aktifitas
manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

2. Saran
Masih banyak hal- hal yang menarik mengenai radioisotop, terutama pada manfaatnya.
Meskipun dibalik banyaknya manfaat terdapat bahaya yang cukup signifikan yang dapat
membahayakan banyak hal. Disini masih banyak yang belum dituangkan penulis tentang segala
yang terkait dengan radioisotop. Oleh karena itu, penulis juga berharap :
1. DR. Iis Siti Jahro M.Si selaku Dosen mata kuliah Radiokimia untuk menyempurnakan
makalah ini apabila terdapat kesalahan.
2. Para peneliti agar bisa menemukan terobosan-terobosan baru radioisotop untuk dimanfaatkan di
masa depan.
3. Pembaca maupun pembuat makalah selanjutnya memuatkan hal-hal yang lebih menarik terkait
radioisotop di dalam makalahnya.

DAFTAR PUSTAKA
Allingger, Norman.1993. Organic Chemistry. New york: Gracindo
Badan Tenaga Atom Nasional. 1998. Pengembangan dan Penelitian Aplikasi Isotop Dan Radiasi.
Jakarta: Jumatom
Gabriel, J.F, 1979. Fisika Kedokteran. New york: Udayana
Jalil, A.A. Abdul. Zat Radioaktif Dan Penggunaan Radioisotop Bagi Kesehatan. Sumatra Utara:
Usu
Justiana, Muchtaridi. 2009. Kimia 1, kimia dasar jilid 1. Bogor: Yudhistira
Purba, Michae. 1994. Ilmu Kimia. Jakarta: Erlanggas
Siswanto. 2009. Kompetensi Fisika. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Sunandar. 2011. Kartu ajaib rumus kimia. Cimanggis, Depok: Media Pusindo
http://fisika.name/siap/Radioaktivitas/materi5.html# (diakses 27 feb 2013. 19.30)
http://id.wikipedia.org/wiki/Radionuklida (diakses 27 feb 2013. 19.40)
http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_alfa (diakses 27 feb 2013. 19.45)
http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_gamma (diakses 27 feb 2013. 19.50)
http://rezarafiqmz.blogspot.com/2012/04/manfaat-dan-bahaya-zat-radioaktif-pada.html (diakses 27 feb 2013.
19.55)
http://yudhipri.wordpress.com/2011/03/15/dampak-radioaktif/ (diakses 27 feb 2013. 19.30)
http://rinioktavia19942.wordpress.com/2011/07/01/radioaktif/ (diakses 27 feb 2013. 19.35)
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2178279-penggunaan-teknik-nuklir-dalam-
bidang/#ixzz2ME9n4MeS (diakses 27 feb 2013. 19.40)

Pemanfaatan Radio Isotop dalam bidang Pertanian


Pemanfaatan Radio Isotop dalam bidang Pertanian antara lain dalam bidang;
2.6.a. Pembentukan Bibit Unggul
Dalam bidang pertanian, radiasi gamma dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul.
Sinar gamma menyebabkan perubahan dalam struktur dan sifat kromosom sehingga
memungkinkan menghasilkan generasi yang lebih baik, misalnya gandum dengan yang umur
lebih pendek.
Selain sinar gamma, fosfor-32 (P-32) juga berguna untuk membuat benih tumbuhan yang
bersifat lebih unggul dibandingkan induknya. Radiasi radioaktif ini ke tanaman induk akan
menyebabkan ionisasi pada berbagai sel tumbuhan. Ionisasi inilah yang menyebabkan turunan
akan mempunyai sifat yang berbeda dari induknya. Kekuatan radiasi yang digunakan diatur
sedemikian rupa hingga diperoleh sifat yang lebih unggul dari induknya.

2.5.b. Pemupukan dan Pemberantasan Hama dengan Serangga Mandul


Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk mempelajari pemakaian pupuk oleh tanaman. Ada
jenis tanaman yang mengambil fosfor sebagian dari tanah dan sebagian dari pupuk. Berdasarkan
hal inilah digunakan fosfor radioaktif untuk mengetahui pola penyebaran pupuk dan efesiensi
pengambilan fosfor dari pupuk oleh tanaman. Radioisotop yang digunakan sebagai perunut
dalam penelitian efisiensi pemupukan tanaman
adalah fosfor-32 (32P). Teknik perunut dengan radioisotop akan memberikan cara pemupukan
yang tepat dan hemat.
Teknik radiasi juga dapat digunakan untuk memberantas hama dengan menjadikan
serangga mandul.
Dengan radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, sehingga timbul kemandulan pada
serangga jantan. Kemandulan ini dibuat di laboratorium dengan cara hama serangga diradiasi
sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah disinari hama tersebut dilepas di daerah yang
terserang hama, sehingga diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan
jantan mandul yang dilepas, sehingga telur itu tidak akan menetas.
Radio isotop juga dapat digunakan dalam upaya pemberantasan hama. Radioisotop dapat
meradiasi sel – sel kelamin hama jantan sehingga menjadi mandul. Selanjutnya, hama – hama
jantan yang mandul ini di lepas kembali sehingga hama betina tidak akan dapat berkembang biak
a. Stroberi tampa radiasi, yang berjamur setelah di simpan beberapa hari
b. Stroberi yang tetap segar setelah penyimpanan dua minggu karena telah disterilisasi dengan
cara radiasi

2.6.c. Pengawetan Makanan


Pada musim panen, hasil produksi pertanian melimpah. Beberapa dari hasil pertanian itu
mudah busuk atau bahkan dapat tumbuh tunas, contohnya kentang. Oleh karena itu diperlukan
teknologi untuk mengawetkan bahan pangan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah dengan irradiasi sinar radioaktif. Radiasi ini juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri
dan jamur.

2.6.d Pemuliaan tanaman


Pemuliaan tanaman atau pembentukan bibit unggul dapat dilakukan dengan
menggunakan radiasi. Misalnya pemuliaan padi, bibit padi diberi radiasi dengan dosis yang
bervariasi, dari dosis terkecil yang tidak membawa pengaruh hingga dosis rendah yang
mematikan. Biji yang sudah diradiasi itu kemudian disemaikan dan ditaman berkelompok
menurut ukuran dosis radiasinya.

2.6.e Penyimpanan makanan


Kita mengetahui bahwa bahan makanan seperti kentang dan bawang jika disimpan lama
akan bertunas. Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan seperti itu. Jadi sebelum
bahan tersebut di simpan diberi radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan bertunas,
dengan dernikian dapat disimpan lebih lama.
2.6.f Untuk mencegah timbulnya penyakit padat Tumbuhan
Penyakit tumbuhan yang disebabkan jamur merupakan masalah pertanian yang utama.
Upaya mengatasinya adalah pengontrolan penyakit itu secara kimiawi Penelusuran dengan
radioisotop, misalnya dengan sulfur-35, dimungkinkan untuk mengukur pertumbuhan kimiawi
dalam spora-spora tunggal dan mengikuti zat kimia sekujur tanaman. Orang bisa mempelajari
siklus kehidupan mikroorganisme dan memahami bagaimana suhu dan kelembaban
mempengaruhi siklus itu.
Orang juga bias menemukan perubahan kimiawi dalam sel tanaman yang membuat
tanaman itu mudah diserang jamur. Penelusuran radioisotope dapat menentukan serangga
predator yang senang memangsa serangga hama pemakan tanaman. Hama dibuat radioaktif, dan
jejaknya ditemukan dengan detector di dalam serangga predator.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dewasa ini, reaksi nuklir telah banyak digunakan untuk tujuan damai (bukan tujuan militer) baik
sebagai sumber radiasi maupun sebagai sumber tenaga dan pemanfaatannya dalam berbagai
bidang.
1. Dalam bidang pertanian untuk membentuk bibit unggul, dan dalam penyimpanan makanan pun
radioisotop diperlukan
2. Penggunaan Radioisotop zat radioaktif yang sangat luas dewasa ini dapat menimbulkan berbagai
sensasi dalam kehidupan
3. Kemajuan teknologi dengan ditemukannya zat radioaktif dan radioisotop memudahkan aktifitas
manusia dalam berbagai bidang kehidupan.
Prinsip radioisotop sebagai perunut yaitu menambahkan bahan radioisotop tersebut ke dalam
suatu sistem (baik sistem fisika, kimia, maupun biologi). Karena radioisotop tersebut mempunya
sifat kimia yang sama dengan sisten tersebut maka radioisotop yang telah ditambahkan
dapat digunakan untuk menandai suatu senyawa sehingga perubahan senyawa pada sistem dapat
dipantau.

B. SARAN
1. Masalah zat radioaktif dan radioisotop hendaknya tidak ditafsirkan sebagai satu fenomena
yang menakutkan.
2. Penggunaan radioaktif dan radioisotop hendaknya dibarengi pengetahuan dan teknologi
yang tinggi.
3. Diharapkan penggunaan zat radioaktif dan radioisotop ini untuk kemakmuran dan
kesejahteraan umat manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar,budiman.2005. 1700 Bank Soal Bimbingan dan Pemantapan Kimia. Bandung : Yrama
Widya.
Astatin (UPDATED!). “Kegunaan Radioisotop”.
http://imperfectionsts.wordpress.com/2010/10/17/kegunaan-radioisoitop/. (diakses 17 februari
2013).
Allingger, Norman.1993. Organic Chemistry. New york: Gracindo
Badan Tenaga Atom Nasional. 1998. Pengembangan dan Penelitian Aplikasi Isotop Dan Radiasi.
Jakarta: Jumatom
Guru muda (dot) com. “Penggunaan Radioisotop”. http://gurumuda.com/bse/penggunaan-
radioisotop/. (diakses 15 februari 2013)
Prawestiana, Vera. Penggunaan Radioisotop dalam Kehidupan.
Susilowati, Endang. 2009. Theory and Application of Chemistry 3. Jakarta: PT Tiga Serangkai
Pustaka Mandiri.
http://www.scribd.com/doc/38154431/PENGGUNAAN-RADIOISOTOP/. (diakses 23 februari
2013)

1. Pemeriksaan Tanpa Merusak.


Pemerikasaan tanpa merusak dalam menentukan kualitas suatu system dapat dilakukan baik
dengan metode teknik nuklir maupun non-nuklir. Radiasi berdaya tembus tinggi dapat diapakai
untuk melakukan pemeriksaan bahan tanpa merusak bahan yang diperiksa (non destructive
testing ). Teknik pemeriksaan dengan radiasi ini disebut juga radiografiindustri. Uji tak merusak
ini biasanya memanfaatkan radiasi jenis foton berdaya tembus tinggi, baik berupa sinar gamma
yang dipancarkan oleh radioisotop maupun sinar-X dari suatu pesawat.
Sifat dari radiasi itu sendiri adalah sebagian diserap dan sebagian diteruskan oleh bahan yang
diperiksa. Oleh sebab itu, radiasi akan mengalami pelemah di dalam bahan. Tingkat
pelemahannya bergantung pada tebal bagian bahan yang menyerap radiasi. Prinsip dasar
dalam uji tak merusak ini adalah bahwa radiasi akan menembus benda yang diperiksa,
namun karena adanya cacat dalam bahan maka banyaknya radiasi yang diserap oleh bagian-
bagian pada bahan tidak sama. Dengan memanfaatkan sifat interaksi antara radiasi foton
dengan bahan seperti ini, maka radiasi dapat dimanfaatkan untuk memeriksa cacat yang ada di
dalam bahan. Rongga maupun retak sekecil apapun dapat dideteksi dengan teknik radiografi.
Apabila radiasi yang diteruskan dan keluar dari bahan ditangkap film fotografi yang dipsang di
belakang bahan tersebut, maka perbedaan intensitas radiasi akan menimbulkan kehitaman yang
berbeda pada fil, sehinggan cacat dalam dalam bahan yang diperiksa akan tergambar pada
film. Dengan teknik

Ini dapat diketahui mutu sambungan las, kualitas logam cor dan juga keadaan dalam diri
suatu system. Untuk mendapatkan ketelitian pemeriksaan yang lebih tinggi, maka teknik
radiografi dapat dikombinasikan dengan teknik pemeriksaan lainnya, karena tiap cacat pada
benda menimbulkan gambaar berlainan. Maka untuk membaca gambar film diperlukan
pengalaman dan keahlian tersendiri, sehingga kemungkinan terjadinya salah interpretasi dapat
dihindari atau dikurangi.
2. Untuk Mendeteksi Kebocoran Pipa Dalam Tanah Dan Beton.
Radioisotop digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau
dalam beton dengan memasukannya ke dalam aliran pipa yang diperkirakan terjadikebocoran
pipa di dalamnya sehingga kebocoran dapat dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembongkaran
beton.
3. Untuk Mengetahui Adanya Cacat Pada Material.
Pada bidang industri aplikasi baja perlu dianggap bahwa semua bahan selalumengandung
cacat. Cacat dapat berupa cacat bawaan dan cacat yang terjadi akibat penanganan yang tidak
benar. Cacat pada material merupakan sumber kegagalan dalamindustri baja. Penyebab
timbulnya cacat pada material meliputi desain yang tidak tepat, proses fabrikasi dan pengaruh
lingkungan. Desain yang tidak tepat meliputi pemilihan bahan,metode pengerjaan, panas yang
tidak tepat dan tidak dilakukannya uji mekanik. Proses fabrikasi meliputi keretakan karena
penggerindaan, cacat proses fabrikasi dan cacat pengelasan. Kondisi operasi lingkungan meliputi
korosi. Untuk mengetahui adanya cacat pada material maka digunakan suatu pengujian material
tak merusak yang salah satunya adalah dengan metode radiografi sinar gamma.Teknik radiografi
merupakan salah satu metode pengujian material tak-merusak yang selama ini sering digunakan
oleh industri baja untuk menentukan jaminan kualitas dari produk yang dihasilkan. Teknik ini
adalah pemeriksaan dengan menggunakan sumber radiasi(sinar-x atau sinar gamma) sebagai
media pemeriksa dan film sebagai perekam gambar yang dihasilkan. Radiasi melewati benda uji
dan terjadi atenuasi dalam benda uji. Sinar yang akandiatenuasi tersebut akan direkam oleh film
yang diletakkan pada bagian belakang dari bendauji. Setelah film tersebut diproses dalam kamar
gelap maka film tersebut dapat dievaluasi.
4. Digunakan Dalam Pengujian Kualitas Las Pada Waktu Pemasangan Pipa Minyak/Gas
Serta Instalasi Kilang Minyak.
Teknik radiografi merupakan teknik yang sering dipakai terutama pada tahap-
tahapkonstruksi. Pada sektor industri minyak bumi, teknik ini digunakan dalam pengujian
kualitaslas pada waktu pemasangan pipa minyak/gas serta instalasi kilang minyak.
Selain bagianbagian konstruksi besi yang dianggap kritis, teknik ini digunakan juga pada uji
kualitas las dari ketel uap tekanan tinggi serta uji terhadap kekerasan dan keretakan pada
konstruksi beton. Radioisotop yang sering digunakan adalah kobal-60 (60Co). Dalam bidang
industri,radioisotop digunakan juga sebagai perunut misalnya untuk menguji kebocoran
cairan/gasdalam pipa serta membersihkan pipa, yang dapat dilakukan dengan menggunakan
radioisotopiodoum-131 dalam bentuk senyawa CH3131l. Radioisotop seng-65 (65Zn) dan
fosfor-32 merupakan perunut yang sering digunakan dalam penentuan efisiensi proses industri,
yangmeliputi pengujian homogenitas pencampuran serta residence time distribution
(RTD).Sedangkan untuk kalibrasi alat misalnya flow meter, menentukan volume bejana
tak beraturan serta pengukuran tebal material, rapat jenis dan penangkal petir dapat digunakan
radioisotop kobal-60, amerisium-241 (241Am) dan cesium-137 (137Cs).Kebocoran dan
dinamika fluida di dalam pipa pengiriman gas maupun cairan dapatdideteksi menggunakan
radioisotop. Zat yang sama atau memiliki sifat yang sama dengan zat yang dikirim diikutsertakan
dalam pengiriman setelah ditandai dengan radioisotop. Keberadaan radioisotop di luar jalur
menunjukkan terjadinya kebocoran. Keberadaan radioisotop ini dapat dicari jejaknya sambil
bergerak dengan cepat, sehingga pipa transmisi minyak atau gas bumi dengan panjang ratusan
bahkan ribuan km dapat dideteksi kebocorannya dalam waktu relatif singkat. Radioisotop dapat
digunakan pula untuk menguji kebocoran tangki penyimpanan ataupun tangki reaksi. Pada
pengujian ini biasanya digunakan radioisotop dari jenis gas mulia yang inert (sulit bereaksi).
5. Mengontrol Ketebalan Bahan.
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam dapat
dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yangditeruskan
bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat
penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterimadetektor akan
berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehinggaketebalan dapat
dipertahankan.
6. Pengawetan Bahan.
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu, barang- barang
seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat meningkatkan mutu tekstil karena mengubah struktur serat
sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan warnanya. Berbagai jenis makanan juga
dapat diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat disimpan lebih lama.[1]
B. Aplikasi Teknik dalam Bidang Industri.
Aplikasi teknologi nuklir dalam bidang industry merupakan salah satu pemanfaatan radiasi
yang ada pada zat radioaktif atau radioisotope. Radioisotope dapat diperoleh dari reactor nuklir
yang khusus memproduksi radioisotope taupun reactor riset, seperti yang terdapat di reactor
nuklir bandung, reaktor nuklir Yogyakarta, dan reactor nuklir Serpong. Sifat-sifat radioisotope
yang menguntungkan antara lain kemampuannya dapat menembus bahan, pendeteksiannya yang
sangat peka, dan radioisotope bersifat selektif, banyak digunakan dalam bidang industry.
Pemanfaatan radiasi nuklir dalam bidang industry antara lain dalam:
1. Teknik Radiografi
Aplikasi teknologi nuklir dalam bidang industry radiografi sebenarnya hamper mirip dengan
pemakaian pesawat sinar-X pada bidang kedokteran, yaitu untuk “melihat” keadaan dalam tubuh
manusia dengan cara difoto dengan sinar-x. Sedangkan dalam teknik radiografi yang difoto
adalah benda atau obyek yang akan dilihat keadaan bagian dalamnya. Sumber radiasi dalam
teknik radiografi pada umumny adalah:
a. Sumber Radiasi Sinar-X
Sinar-X atau yang lebih dikenal dengan sinar Rontgen adalah delombang elektromagneti yang
berasal dari kulit electron. Sumber sinar-X berasal dari mesin pembangkit sinar-X yang energy
dan intensitasnya dapat diatur sesuai keperluan. Mesin pembangkit sinar-X ada 2 macam, yaitu:
1. Tabung sinar-X berkatoda dingin ( gas).
2. Tabung sinar-X berkatoda panas ( vakum).
b. Sumber Radiasi Sinar Gamma
Dalam bidang teknik radiografi, radiasi banyak digunakan karena daya tembusnya sangat kuat
dan radioisotopnya relative mudah dibuat dan umur paroya relative cukup panjang, sehingga bias
dipakai dalam waktu yang cukup lama. Beberapa sumber radiasi sinar gamma yang banyak
digunakan dalam radiografi adalah sebagai berikut:
c. Sumber Radiasi Neutron.[2]
Sumber radiasi neutron seringkali juga digunakan dalam teknik radiografi, karena daya
tembusnya kuat. Pemakaian sumber radiasi neutron perlu kehati-hatian karena neutron walaupun
tak bermuatan tetapi neutron punya massa yang berdampak pada obyek benda yang akan
diperiksa dengan teknik radiografi. Sumber radiasi neutron ada tiga macam, yaitu:
a. Reaktor nuklir
b. Akselerator
c. Radioisotope yang dapat bereaksi menghasilkan neutron.
Sumber neutron yang berasal dari reaktor nuklir dan akselerator pada umunya bersifat
stasioner sehingga pekerjaan radioaktif harus dilakukan di tempat. Sedangkan sumber neutron
yang berasal dari radioisotope bias bersifat mobil, sehingga dapat dibawa keluar sesuai keperluan
radiografi. Sumber neutron yang berasal dari radioisotope dapat terbentuk berdasarkan reaksi inti
berikut:

Energy neutron = 0,024 MeV


Waktu paronya = 60 hari.
Atau :

Energi neutron = 4,4 MeV.


Waktu paro = 462 tahun.

Prinsip cara kerja teknik radiografi adalah radiasi yang dating dari arah sumber radiasi
diarahkan ke obyek yang akan diperiksa dan dibalik obyek sudah diletakkan film yang akan
merekam hasil pemotretan radiografi. Setelah melalui proses pencucian film, keadaan dalam
obyek tersebut dapat dilihat.[3]
Kelebihan teknik radiografi untuk industriTeknik radiografi sebagai salah satu manfaat radioisotop
dalam bidang industri,yaitu :
1) Peralatan mudah dibawa ke lapangan..
2) Pengoperasiannya tanpa menggunakan listrik.
3) Biaya perawatan alat-alat relatif rendah, terlebih lagi bila sumber radiasi yangdigunakan berumur paro panjang.
4) Modal awal untuk pembelian peralatan relatif rendah.[4]
2. Teknik Gauging
Teknik Gauging adalah teknik pengukuran dengan menggunakan radioisotop dan teknik
pengukuran ini ada beberapa macam, yaitu thickness gauging, level gauging, dan density
gauging. Cara kerja teknik pengukuran ini berdasarkan :
a. Cara Transmisi.
Teknik pengukuran dengan cara transmisi adalah dengan memanfaatkan sifat atenuasi atau
peneyerapan zarah radiasi oleh suatu bahan. Perbedaan intensitas radiasi sebelum melewati suatu
bahan dan sesudah melewati suatu bahan digunakan untuk “mengukur” bahan tersebut. Jadi cara
transmisi adalah sebagai berikut:

Teknik Perunut atau Teknik Tracing.


Teknik perunut atau teknik tracing adalah satu cara yang paling efektif untuk merunut suatu
proses indistri. Sebelum teknik perunut dengan zat radioaktif dikenal orang, cara merunut
sebenarnya sudah sebenarnya sudah lama dikenal dalam proses industry, yaitu dengan cara
konvensional memakai zat kimia berwarna atau gugus molekul ( senyawa) yang digabungkan
dengan secara paksa pada molekul ( senyawa) yang akan dirunut. Cara konvensional ini pada
saat ini sudah tidak dipakai lagi, karena ada kekurangannya, antara lain:
a. Senyawa perunut (zat kimia) yang digabungkan secara paksa pada senyawa yang alan dirunut
seringkali tidak selalu satu alur ata sukar bergabubg dengan senyawa yang dirunut, sehingga
seringkali menyulitkan dalam mengikuti dan menganalisisnya.
b. Senyawa perunut (zat kimia) yang ditamahkan kedalam senyawa yang kan dirunut, karena sukar
bergabung, maka jumlahnya harus relative banyak, sehingga kemungkinan pengaruhnya
terhadap senyawa yang dirunut harus diperhatikan.
Pemakaian radioisotop dalam teknik perunut berkembang pesat karena memilki beberapa
keunggulan. Keunggulan radioisotope tersebut diantaranya:
1. Radioisotope yang digunakan dapat dipilih yang mempunyai waktu paro panjang sehingga tidak
mempengaruhi analisis selama proses berlangsung.
2. Rdioisotop walaupun dalam jumlah sedikit, dapat dideteksi dengan detector nuklir yang sangat
peka.
3. Radioisotope yang digunakan bisa dari senyawa yang sama dengan senyawa yang akan dirunut
sehingga sepenuhnya bias menyatu dengan senyawa yang dirunut selama proses berlagsung.
4. Radiasi radioisotope dapat menembus bahan dan wadahnya sehingga selama proses
berlangsungnya dapat diikuti dari luar tanpa menghentikan prosesnya.
Dalam bidang industry perunut radioaktif sering digunakan untuk mempelajari dinamika
suatu system dari bahan-bahan seperti cairan, gas, tepug, adonan yang terjadi pada proses
industri. Sebagai contoh pemakaian teknik perunut dalam bidang industri adalah:’
1. Penelitian proses pencampuran.
2. Gerakan suatu materi ( komponen) dalam suatu laju aliran.
3. Waktu tinggal ( residence time).
4. Proses terjadinya pengaratan (korosi).
5. Perilaku suatu komponen dalam proses industri.
Table 1 Beberapa radioisotope yang digunakan dalam teknik perunut.
No Radioisotop Radiasi Energi Bentuk Sistem
(KeV) senyawa penggunaannya.
1 H3 12,3 Beta 19 H2O atau Uap atau air
th H2
14
2 C 5730 Beta 155 Senyawa Biosistem
th organik
3 Na24 15,02 Gamma 1370 Na2CO3 Padatan /
j 2755 cairan.
4 S36 87,2 Beta 167 S atau SO4 Gas dan uap.
h
5 Ar41 1,83 j Gamma 1294 Gas Padatan /
cairan.
6 Ca45 165h Beta 254 CaCO3 Padatan /
cairan.
7 Se46 83, 8 Gamma 320 Se2O3 Padatan /
h 889 cairan.
8 Ga68 68 d Gamma 510 Ga dalam Caiaran atau
1080 larutan organik
Ga”cow”

9 As76 26,5 j Gamma 560 As2O3 atau Cairan atau gas


2080 AsH3
10 Br68 35,4 j Gamma 550 NH4Br Caiaran atau
1480 atau organic.
C2H4Br2
11 Kr85 10,7 Beta 840 Gas Gas atau uap.
th Gamma 510
12 Xe133 5,25 Beta 346 Gas Gas atau uap
th Gamma 81
13 La140 40,2 j Gamma 487 La2O3, Caiaran atau
1597 LaCl3, padatan
La(NO)3
14 Au198 2,7 th Gamma 412 Au Cairan
15 Hg203 46,7 Gamma 279 Hg
h

4. Teknik Analisis Aktivasi Neutron.


Teknik analisis aktivasi neutron adalah suatu cara analisis unsure yang didasarkan pada
pengukuran radioaktivitas imbas bila suatu cuplikan (bahan, sampel) diiradiasi dengan neutron.
Hampir semua dapat menjadi unsur radioaktif bila bereaksi dengan neutron.
Cara kerja dari teknik analisis aktivasi neutron adalah memanfaatkan radiasi neutron yang
mengubah unsur yang semula tidak aktif menjadi unsure radioaktif. Reaksi yang terjadi pada
umunya adalah reaksi (n, ᵞ), akan tetapi bias juga terjadi reaksi (n, α), (n,p),( n, 2n) walaupun
kebolehjadiannya sangat kecil. Unsure radioaktif ini kemudian dideteksi untuk mengetahui
energy radiasinya dan waktu paronya. Apabila energy radiasi dan waku paro diketahui maka
unsurnya (unsure radioaktif) dapat diketahui. Sedangkan untuk mengetahui unsure
aslinya(sebelum menjadi radioaktif), nomor massa unsur radioaktif dikurangi dengan nomor
massa neutron. Jadilah nomor massa unsure yang dicari, sesuai dengan radiasi berikut:

Langkah-lanhgkah yang ditempuh dalam melakukan teknik analisi aktivasi neutron, sebagai
berikut:
a. Penyiapan Sampel
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyipapan sampel dengan teknik
pengaktisan neutron, yaitu:
1. Bila sampel berupa padatan, maka sampel harus dibuat sehomogen mungkin dengan cara
penggerusan, pengayakan, dan pengeringan. Keadaan sampel dan standar harus sama.
2. Sampel dan standar diusahakan mempunyai wadah, bentuk senyawa kimia, dan letak geometri
yang sama.
3. Sampel harus dijaga agar tidak sampai menimbulkam kontaminsai ke lingkungan, detector dan
peralatan lainnya.
b. Irradiasi Sampel
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyipapan sampel dengan teknik
pengaktisan neutron, yaitu:
1. Fasilitas Irradiasi.
2. Wadah Irradiasi.
3. Waktu Irradiasi.
c. Spetkrometri Gamma.
Setelah sampel selesai diiradiasi maka selanjutnya siap dilakukan pencacahan dengan
peralatan spektrometri gamma. Untuk melakukan pencacahan dengan spektrometri, perlu diingat
bahwa peralatan-peralatan detektor (sintilasi/semikonduktor), preamplifer, counter, multichannel
analyzer/single channel analyzer dan printer sudah terangkai sesuai prosedur untuk spektrometri
gamma. Selain dari pada masalah peralatan deteksi tersebut, juga perlu meperhatikan hal-hal
berikut:
1. Sumber standar untuk kalibrasi energy.
2. Penentuan efisiensi detector.
3. Penentuan radioaktivitas imbas.[6]

[1] http://www.scribd.com/doc/88427754/Makalah-Radioisotop-Pada-Bidang-Industri, diakses pada


tanggal 5 desember 2013 pukul 10.30.
[2] Wisnu Arya Wardhana, Teknologi Nuklir: Proteksi Radiasi Dan Aplikasinya, ( Yogyakarta: C.V Andi
Offset, 2007), hlm 286-290.

[4] Wisnu Arya Wardhana, Teknologi Nuklir: Proteksi Radiasi Dan Aplikasinya, ( Yogyakarta: C.V Andi
Offset, 2007), hlm 291.

[5] Wisnu Arya Wardhana, Teknologi Nuklir: Proteksi Radiasi Dan Aplikasinya, hlm 292.
[6] Wisnu Arya Wardhana, Teknologi Nuklir: Proteksi Radiasi Dan Aplikasinya, hlm 293-303.
Youtube

https://www.youtube.com/watch?v=173P-K-Gj9g

https://www.youtube.com/watch?v=173P-K-Gj9g

https://www.youtube.com/watch?v=7mFVSkIB8Tk