Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

A. IDENTITAS MATA KULIAH


1. Program Studi : Pendidikan Kimia (S1)
2. Nama dan Kode Mata Kuliah : Radiokimia
3. Semester : Ganjil Tahun Ajaran 2018/2019
4. Jumlah SKS : 2 SKS
5. Dosen Pengampu : Lisnawaty Simatupang, S.Si, M.Si
6. Pertemuan Ke : 12-15
7. Materi Kajian : Radioisotop dan Kegunaannya
8. Waktu : 2 X 50 menit

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai mengikuti program pembelajaran pada mata kuliah ini, mahasiswa
mampu memahami dan menjelaskan kegunaan radioisotop dalam bidang kimia, fisika,
industri, kedokteran, dan pertanian

C. INDIKATOR CAPAIAN PEMBELAJARAN (ICP)


Keberhasilan capaian pembelajaran diukur dengan indikator berikut:
1. Mahasiswa dapat menjelaskan Sumber-sumber radioisotop
2. Mahasiswa dapat menjelaskan Reaktor, akselator dan Irradiator
3. Mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan radioisotop dalam bidang kimia
4. Mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan radioisotop dalam bidang fisika
5. Mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan radioisotop dalam bidang industri
6. Mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan radioisotop dalam bidang kedokteran
7. Mahasiswa dapat menjelaskan kegunaan radioisotop dalam bidang pertanian

D. MODEL/PENDEKATAN/METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran berbasis project
(PJBL) pada Radioisotop dan Kegunaannya
Jenis pembelajaran yang diterapkan dalam perkuliahan ini adalah pembelajaran
klasikal, pembelajaran mandiri
Metode Pembelajaran: diskusi, pemecahan masalah, tanya jawab dan penugasan.
Media Pembelajaran : Power Point , Video pembelajaran, White board dan
Proyektor

E. BAHAN KAJIAN/TEORI SINGKAT


Radioisotop adalah isotop suatu unsur radioaktif yang memancarkan sinar radioaktif.
Penggunaan radioisotop digunakan dalam berbagai bidang, misalnya pada industri, teknik,
pertanian, kedokteran, ilmu pengetahuan, hidrologi dan lain-lain. Tujuan penggunaan
radioisotop bagi kehidupan manusia adalah untuk kesejahteraan manusia dan memudahkan
keberlangsungan hidup manusia
PENGGUNAAN RADIOISOTOP
Radioisotop juga digunakan dalam bidang yang lain seperti kedokteran , pertanian,
industri, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya. Radiasi menyebabkan punumpukan energi
pada materi yang dilaluinya. Dampak yang ditimbulkan dapat berupa ionisai, eksitasi, atau
pumutusan ikatan kimia.
1. Kegunaan Radioisotop Dalam Bidang Kedokteran
Penggunaan isotop radioaktif dalam kedokteran telah dimulai pada tahun 1901
oleh henry danlos yang menggunakan radium untuk pengobatan penyakit TBC pada
kulit. Radioisotop adalah isotop suatu unsur yang radioaktif yang memancarkan sinar
radioaktif. Isotop suatu unsur baik yang stabil maupun radioaktif memiliki sifat kimia
yang sama. Radioisotop dapat digunakan sebagai perunut (untuk mengikuti unsur
dalam suatu proses yang menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa) dan
sebagai sumber radiasi /sumber sinar.
Berikut adalah beberapa contoh aplikasi radioisotop sebagai perunut:
 Teknetum-99 (Tc-99) yang disuntikkan kedalam pembuluh darah akan akan
diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ tertentu, seperti
jantung, hati dan paru-paru. Sebaliknya, TI-201 terutama akan diserap oleh
jaringan sehat pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua radioisotop itu
digunakan bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan jantung.
 Iodin-131 (I-131) diserap terutama oleh kelenjar gondok, hati dan bagian-
bagian tertentu dari otak. Jika I-131 ini dimasukkan kedalam tubuh dalam
dosis yang kecil, maka I-131 ini akan masuk ke dalam pembuluh darah
traktus gastrointestinalis. I-131 dan akan melewati kelenjar tiroid yang
kemudian akan menghancurkan sel-sel glandula tersebut. Hal ini akan
memperlambat aktifitas dari kelenjar tiroid dan dalam beberapa kasus dapat
merubah kondisi tiroid. Oleh karena itu, I-131 dapat digunakan untuk
mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati, dan untuk mendeteksi
tumor otak.
 Iodin-123 (I-123) adalah radioisotop lain dari Iodin. I-123 yang
memancarkan sinar gamma yang digunakan untuk mendeteksi penyakit otak
 Natrium-24 (Na-24) digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan
peredaran darah. Larutan NaCl yang tersusun atas Na-24 dan Cl yang stabil
disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah dapat diikuti dengan
mendeteksi sinar yang dipancarkan, sehingga dapat diketahui jika terjadi
penyumbatan aliran darah.
 Xenon-133 (Xe-133) digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru.
 Ferum-59 (Fe-59) dapat digunakan untuk mempelajari dan mengukur laju
pembentukan sel darah merah dalam tubuh dan untuk menentukan apakah
zat besi dalam makanan dapat digunakan dengan baik oleh tubuh.
 Cr-51 dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan limpa.
 Ga-67 dapat digunakan untuk memeriksa kerusakan getah bening
 C–14 dapat digunakan untuk mendeteksi diabetes dan anemia

2. Kegunaan Radioisotop Dalam Bidang Pertanian


 Mutasi tanaman (untuk menemukan varietas unggul).
Salah satu cara untuk mendapatkan rangkaian sifat yang baik yaitu dengan
mengubah faktor pembawa sifat (gen). Perubahan gen yang dapat menyebabkan
perubahan sifat makhluk hidup dan diwariskan disebut mutasi. Sinar radioaktif
yang biasanya digunakan untuk mutasi adalah sinar gamma yang dipancarkan dari
radioaktif Cobalt-60. Contohnya adalah padi atomita dan kedelai muria.
 Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul
Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hama kubis. Di laboratorium
dibiakkan hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama tersebut
lalu diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah itu hama dilepas
di daerah yang terserang hama. Diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama
setempat dengan jantan mandul dilepas.
 Pengawetan makanan.
Dilakukan agar bahan makanan yang disimpan tidak mudah rusak.
Pengawetan makanan secara tradisional seperti pengeringan, pemanasan, dan
pengasapan masih memiliki kekurangan karena pada jenis makanan tertentu sifat
makanan dapat berubah, ditumbuhi jamur, dan dapat diserang serangga.
Penemuan cara pengawetan dengan teknik radiasi dapat meminimalkan kerusakan
yang terjadi pada makanan.
 Pemuliaan tanaman
Radioisotop dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar
tanaman setelah ditabur. Gerakan pupuk jenis fosfat, dari tanah sampai ke dalam
tumbuhan dapat ditelusuri dengan mencampurkan radioisotop fosfor-32 (P-32) ke
dalam senyawa fosfat di dalam pupuk. Dengan cara ini dapat diketahui pola
penyebaran pupuk dan efektifitas pemupukan. radiasi diatur sedemikian rupa agar
diperoleh sifat turunan yang unggul.
 Pembentukan Bibit Unggul
Dalam bidang pertanian, radiasi gamma dapat digunakan untuk memperoleh
bibit unggul. Sinar gamma menyebabkan perubahan dalam struktur dan sifat
kromosom sehingga memungkinkan menghasilkan generasi yang lebih baik,
misalnya gandum dengan yang umur lebih pendek. Selain sinar gamma, fosfor-32
(P-32) juga berguna untuk membuat benih tumbuhan yang bersifat lebih unggul
dibandingkan induknya. Radiasi radioaktif ini ke tanaman induk akan
menyebabkan ionisasi pada berbagai sel tumbuhan. Ionisasi inilah yang
menyebabkan turunan akan mempunyai sifat yang berbeda dari induknya.
Kekuatan radiasi yang digunakan diatur sedemikian rupa hingga diperoleh sifat
yang lebih unggul dari induknya.
 Pemupukan
Untuk melaksanakan pemupukan pada waktu yang tepat, dapat digunakan
nitrogen-15 (N-15). Pupuk yang mengandung N-15 dipantau dengan alat
pencacah. Jika pencacah tidak mendeteksi lagi adanya radiasi, berarti pupuk sudah
sepenuhnya diserap oleh tanaman. Pada saat itulah pemupukan berikutnya
sebaiknya dilakukan. Dari upaya ini akan diketahui jangka waktu pemupukan
yang diperlukan dan sesuai dengan usia tanaman.
3. Kegunaan Radioisotop Dalam Bidang Industri
Dalam bidang industri, aplikasi teknik-teknik yang dapat digunakan yaitu :
 Teknik radiografi
Teknik radiografi merupakan teknik yang sering dipakai terutama pada tahap-
tahapkonstruksi. Pada sektor industri minyak bumi, teknik ini digunakan dalam
pengujian kualitaslas pada waktu pemasangan pipa minyak/gas serta instalasi
kilang minyak. Selain bagian-bagiankonstruksi besi yang dianggap kritis, teknik
ini digunakan juga pada uji kualitas las dariketel uap tekanan tinggi serta uji
terhadap kekerasan dan keretakan pada konstruksi beton. Radioisotop yang sering
digunakan adalah kobal-60 (60Co). Dalam bidang industri, radioisotopdigunakan
juga sebagai perunut misalnya untuk menguji kebocoran cairan/gas dalam
pipaserta membersihkan pipa, yang dapat dilakukan dengan menggunakan
radioisotop iodoum-131 dalam bentuk senyawa CH3.
 Teknik Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur kelumit
dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan logam berat (Cd)
dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan neutron dalam reaktor sehingga
menjadi radioaktif. Salah satu radiasi yang dipancarkan adalah sinar gamma .
Selanjutnya sampel dicacah dengan spektrometer gamma untuk menentukan
aktivitas dari unsur yang akan ditentukan.
 Pig Detektor
Pig detektor adalah alat perekam kebocoran pipa bawah tanah yang
menggunakan metoda tracer radioisotop, alat ini dilengkapi sebuah komputer yang
dapat menentukan posisi-posisi kebocoran pipa, mudah dalam penggunaannya
cukup dimasukan ke dalam pipa dibantu oleh pergerakan cairan atau gas yang
mengalir dalam pipa dengan kecepatan aliran tertentu. Apabila terjadi kebocoran
pada pipa tersebut, maka radioisotop akan masuk mengikuti arah bocoran. Pada
pengujian ini biasanya digunakan radioisotop dari jenis gas mulia yang inert (sulit
bereaksi) misalnya Xenon-133 (Xe-133) atau Argon-41 (Ar-41), agar tidak
mempengaruhi zat atau proses kimia yang terjadi di dalamnya. Di Pusat
Radioisotop BATAN telah berhasil dibuat Argon-41 untuk perunut gas, Brom-82
dalam bentuk KBr untuk perunut cairan berbasis air dan brom-82 dalam bentuk
dibromo benzena untuk perunut cairan organik.
4. Kegunaan Radioisotop Dalam Bidang Kimia
 Teknik Perunut
Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai reaksi
kimia. Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat diikuti reaksi
antara asam karboksilat dan alkohol.Dari analisis spektroskopi massa, reaksi
esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti berikut. (isotop oksigen-18 diberi
warna).Hasil analisis ini menunjukkan bahwa molekul air tidak mengandung
oksigen-18. Adapun jika O – 18 berada dalam alkohol maka reaksi yang terjadi
seperti berikut.
 Penggunaan isotop dalam bidang kimia analisis
Penggunaan isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsur-unsur
kelumit dalam cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut radiometrik
dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, sebagai berikut.
1) Analisis Pengeceran Isotop
Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan sejumlah
larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat tersebut
dipisahkan dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang dianalisis
ditentukan dengan membandingkannya dengan larutan standar.
2) Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur
kelumit dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan
logam berat (Cd) dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan neutron
dalam reaktor sehingga menjadi radioaktif.
 Radioisotop untuk mempelajari mekanisme reaksi kimia
misalnya radioisotop oksigen-18 (O-18) digunakan untuk mempelajari
mekanisme reaksi esterifikasi. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pada
reaksi esterifikasi, atom O yang membentuk senyawa H2O berasal dari asam
karboksilat. Adapun atom O yang membentuk senyawa ester berasal dari alkohol.
Radioisotop telah memberikan kontribusi pula di bidang penelitian kimia,
utamanya dalam menelusuri mekanisme reaksi. Radioisotop-radioisotop dari
unsur hidrogen, karbon, nitrogen dan sebagainya telah memainkan peran dalam
menjelaskan berbagai mekanisme reaksi pada reaksi-reaksi senyawa organik.
F. SKENARIO PEMBELAJARAN
Skenario pembelajaran dideskripsikan pada tabel di bawah ini
Kegiatan Langkah-langkah PJBL Deskripsi kegiatan pendekatan Alokasi
ilmiah (scientific approach) waktu
Kegiatan Mahasiswa
Pendahuluan  menjawab salam 5 menit
 mahasiswa diabsen oleh dosen
 Meriview pembelajaran
sebelumnya untuk mengetahui
penguasaan ICP pendeteksi
radiasi inti dan teknik
radioanalisis

Inti Penentuan pertanyaan  Tahukan kalian bahwa 20 menit


mendasar radioisotop sangat bermanfaat
bagi kehidupan manusia ?
 Apa saja sumber-sumber dari
radioisotop ?
 Memberikan pemahaman
kontekstual mengenai sumber-
sumber radiosiotop dan
memberikan contoh salah satu
kegunaan radioisotop
Mendesain  Membagi mahasiswa menjadi 5 5 menit
Perencanaan Proyek kelompok
 Setiap kelompok membuat
rekayasa ide tentang kegunaan
radioisotop berdasarkan kajian
literatur
 Masing-Masing kelompok
menyusun proyek kegunaan
radioisotop dalam bidang
kimia,fisika,industri,pertanian
dan kedokteran
Penyusunan jadwal  Menyusun jadwal kelompok 10 menit
yang akan presentasi rekayasa
ide maupun proyek
Memonitor kemajuan  Pendampingan mahasiswa 10 menit
proyek bekerja menyelidiki serta
memberi arahan melalui
interpretasi gambar, contoh
analogi, dan memberi petunjuk.
Pendampingan dapat secara
individu tergantung masalah
yang dihadapi mahasiswa
 menanyakan/mengecek proyek
yang dibuat mahasiswa

Menguji proses dan  Setiap kelompok 45 menit


hasil belajar mempresentasikan hasil
rekayasa ide dan pembuatan
proyek penggunaan radioisotop
dalam bidang kimia, fisika,
industri, pertanian dan
kedokteran
 Memberi kesempatan kepada
individu lain mengkritisi hasil
kerja mahasiswa sudah
dikerjakan
Evaluasi  Memberikan penilaian terhadap
hasil kerja mahasiswa berupa
rekayasa ide dan project tentang
penggunaan radioiotop dalam
bidang kimia, fisika, industri,
pertanian dan kedokteran
Penutup Kegiatan akhir  Memberi kesempatan bertanya 5 menit
secara klasikal atas hal-hal
yang kurang dipahami;
 Melakukan refleksi sebelum
pembelajaran ditutup

G. TAGIHAN
Tugas Rekayasa Ide : Membuat rekayasa ide tentang kegunaan radioisotop
berdasarkan kajian literatur
Tugas Proyek : Menyusun Proyek aplikasi radioisotope di bidang
Kimia,Fisika,Industi,Pertanian dan Kedokteran
H. RUBRIK PENILAIAN
a. Rekayasa Ide
Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Ide/Gagasan
2. Konten
3. Pengorganisasian Konten
4. Gaya Penulisan
5. Penggunaan Referensi
6. Format
7. Keterampilan komunikasi secara tertulis
8. Keterampilan Integrasi

b. Tugas Project

Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Kreativitas Pemecahan Masalah Otentik
2. Kejelasan atau keterangan jawaban lengkap
3. Kebenaran pemecahan masalah
4. Kerjasama dengan sesama anggota kelompok
5. Keakuratan interpretasi jawaban/gambar
6. Pemilihan dan penerapan strategi pemecahan
masalah
7. Kemampuan komunikasi dalam penyampaian
hasil kegiatan
8. Kelengkapan laporan kegiatan
I. SUMBER BACAAN
Berbagai sumber bacaan yang digunakan sebagai referensi dalam mata kuliah ini
adalah :
Akhadi, M. 2004. Pemanfaatan Radioisotop Dalam Teknik Nuklir Kedokteran. Badan Tenaga
Nuklir Nasional: Jakarta.
Arma, A. J. A. 2004 . Zat Radio Aktif Dan Penggunaan Radio Isotop Bagi Kesehatan.
Fakultas Kesehatan Masyarakat - Universitas Sumatera Utara: Medan.
Suyatno,F. 2010. Aplikasi Radiasi dan Radioisotop dalam Bidang Kedokteran. STTN-
BATAN & Fak. Saintek UIN SUKA: Yogyakarta.

https://www.youtube.com/watch?v=173P-K-Gj9g
https://www.youtube.com/watch?v=7mFVSkIB8Tk
https://www.youtube.com/watch?v=bI1r9nV0O9I&t=26s
https://www.youtube.com/watch?v=7mFVSkIB8Tk

Medan, November 2018


Dosen Mata Kuliah,

Lisnawaty Simatupang, S.Si, M.Si