Anda di halaman 1dari 7

PENJAMINAN KUALITAS

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS DALAM PENYUSUNAN


RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH
TAHUN 2019-2024
PROVINSI RIAU

Penjaminan kualitas KLHS dilakukan dengan penilaian mandiri yang kriteria pokoknya
adalah sebagai berikut:

Penanggung Jawab Kepala Daerah Provinsi Riau


Tim Penyusun SK Gubernur No. Kpts. 923/X/2018
Tahun 2018

PENJAMINAN KUALITAS TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


DALAM DOKUMEN RPJMD
Substansi Tujuan Pertanyaan Jawaban
1 2 3 4
TPB 1 Berapa persentase Persetase penduduk Riau yang mempunyai jaminan
penduduk yang menjadi kesehatan tahun 2018 sebesar 72%
peserta Jamkesnas dan/atau
Jamkesda? Jelaskan Permasalahan :
permasalahan terkait 28 % penduduk yang belum mendapatkan JKN
indikator tersebut? dikarenakan belum mengetahui manfaatnya dan
Mengakhiri masih ada penduduk yang belum mempunyai
dokumen administrasi kependudukan (KK / KTP).
Kemiskinan dalam
TPB 1 Berapa persentase pekerja
Segala Bentuk
formal yang menjadi peserta
Dimanapun BPJS Ketenagakerjaan?
Jelaskan permasalahan
terkait indikator tersebut?
TPB 1 Berapa persentase PMKS
yang memperoleh bantuan
sosial ? Jelaskan
permasalahan terkait
indikator tersebut?
TPB 2 Menghilangkan Berapa proporsi penduduk
Kelaparan, Mencapai yang memiliki asupan kalori
Ketahanan Pangan di bawah tingkat konsumsi
minimum? Jelaskan
dan Gizi yang Baik,
permasalahan terkait
serta Meningkatkan indikator tersebut? (standar
Pertanian yang digunakan Indonesia
Berkelanjutan 2.100 Kkal/kapita/hari)
TPB 3 Berapa rata-rata angka Angka kematian Ibu per 100.000 penduduk di
Kematian Ibu per 100,000 Provinsi Riau berdasarkan Rakesdas tahun 2012
kelahiran ? Jelaskan sebesar .......
permasalahan terkait Data yang tersedia di Dinas Kesehatan Provinsi Riau
indikator tersebut? adalah data Jumlah kematian ibu pada tahun 2018
yang terlapor di Fasyankes adalah 109 orang.

Permasalahannya :
Menjamin Kehidupan masih ada persalinan yang dilakukan bukan di
yang Sehat dan fasilitas kesehatan, asuhan pelayanan kebidanan
belum sesuai stadnar (ANC), Pemenuhan sarana dan
Meningkatkan
prasarana di fasyankes belum memadai, kompetensi
Kesejahteraan bidang di desa belum optimal.
Substansi Tujuan Pertanyaan Jawaban
1 2 3 4
TPB 3 Seluruh Penduduk Berapa target penurunan Target penurunan Kematian Balita per 1000 kelahiran
Semua Usia Kematian Balita per 1000 hidup berkisar 2 - 3 % pertahun.
kelahiran hidup? Jelaskan
permasalahan terkait Permasalahan :
indikator tersebut? Faktor penyebab masih tingginya angka kematian
balita sangat kompleks diantaranya :

1] Jumlah distribusi dan kualitas SDM kesehatan


yang masih belum merata, sehingga belum semua
nakes dapat memberikan pelayanan Kunjungan
Neonatal, bayi sesuai standar
2] Kurang lengkapnya sarana dan prasarana yang
memadai
3] Dalam Penurunan jumlah Kematian Anak belum
adanya dukungan dari lintas sector/lintas program
terkait secara optimal
4] Masih banyaknya persalinan walaupun ditolong
oleh nakes tetapi tetap dilakukan di rumah [bukan
fasyankes]
5] Kurangnya kepatuhan petugas dalam menjalankan
pelayanan sesuai pedoman.

Sehingga penurunan AKABA tidak bisa ditarget


terlalu tinggi.
TPB 3 Berapa rata-rata angka Rata-rata Angka Kematian Neonatal per 1000
Kematian Neonatal per 1000 kelahiran hidup tahun 2017 – 2019 sebesar 12,19 %.
kelahiran hidup? Jelaskan
permasalahan terkait Permasalahan :
indikator tersebut? Faktor penyebab masih tingginya angka kematian
neonatal sangat kompleks diantaranya :

1] Jumlah distribusi dan kualitas SDM kesehatan


yang masih belum merata, sehingga belum semua
nakes dapat memberikan pelayanan Kunjungan
Neonatal, bayi sesuai standar.
2] Kurang lengkapnya sarana dan prasarana yang
memadai
3] Dalam Penurunan jumlah Kematian Anak belum
adanya dukungan dari lintas sector/lintas program
terkait secara optimal
4] Masih banyaknya persalinan walaupun ditolong
oleh nakes tetapi tetap dilakukan di rumah [bukan
fasyankes]
5] Kurangnya kepatuhan petugas dalam menjalankan
pelayanan sesuai pedoman
TPB 3 Berapa rata-rata angka Rata-rata angka Kematian Bayi (AKB) per 1000
Kematian Bayi (AKB) per kelahiran hidup tahun 2017 – 2019 sebesar 15,23 %.
1000 kelahiran hidup?
Jelaskan permasalahan Permasalahan :
terkait indikator tersebut? Faktor penyebab masih tingginya angka kematian
bayi sangat kompleks diantaranya :

1] Jumlah distribusi dan kualitas SDM kesehatan


yang masih belum merata, sehingga belum semua
nakes dapat memberikan pelayanan Kunjungan
Neonatal, bayi sesuai standar
2] Kurang lengkapnya sarana dan prasarana yang
memadai
3] Dalam Penurunan jumlah Kematian Anak belum
adanya dukungan dari lintas sector/lintas program
terkait secara optimal
4] Masih banyaknya persalinan walaupun ditolong
oleh nakes tetapi tetap dilakukan di rumah [bukan
fasyankes]
Substansi Tujuan Pertanyaan Jawaban
1 2 3 4
5] Kurangnya kepatuhan petugas dalam menjalankan
pelayanan sesuai pedoman

TPB 3 Berapa jumlah desa yang Jumlah desa yang termasuk Desa/kelurahan
termasuk Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) tahun 2018
Universal Child Immunization sebesar 59 %.
(UCI)? Jelaskan
permasalahan terkait Permasalahan :
indikator tersebut? 1. Imunisasi Dasar Lengkap masih rendah.
2. Karena adanya isu tentang vaksin imunisasi yang
mengandung bahan tidak halal.
TPB 3 Berapa tingkat prevalensi Prevalensi HIV sebesar 0,33% (target <0,6%). Tahun
HIV/AIDS (persen) dari total 2018
populasi? Jelaskan
permasalahan terkait Permasalahan:
indikator tersebut? Penghitungan prevalensi menggunakan angka
prevalensi nasional karena belum adanya survey
prevalensi tingkat provinsi.
Secara prevalensi, epidemi HIV di Riau masih
kategori epidemi terkonsentrasi pada kelompok
berisiko (WPS, LSL, Waria, penasun)
TPB 3 Berapa tingkat prevalensi Case Notification Rate(CNR) Tahun 2018 = 128
Tuberkulosis (per 100.000 /100.000 penduduk
penduduk)? Jelaskan
permasalahan terkait Permasalahan :
indikator tersebut? 1] Penjaringan suspek TB di layanan primer masih
rendah 25% dari target yang ditentukan, karena
peralihan system penjaringan yang sebelumnya pasif
dengan promosi aktif. Sedangkan kebijakan terbaru
mulai tahun 2018dilakukan dengan investigasi kontak
terhadap indeks kasus pasien yang aktif dengan
gejala utama TB, intensif secara berkala dan rutin
dilakukan pemantauan serta masif/skala besar.
2] Terbatasnya tenaga pengolah data TB di
kabupaten/kota serta tenaga analis untuk faskes
tingkat pertama dan tingginya turn off petugas
kesehatan di faskes tingkat pertama dan lanjutan
yang telah dilatih.
3] Pasien yang tidak mau memulai dan menjalani
pengobatan, sering berpindah-pindah faskes untuk
pengobatan TB. Dan kurangnya motivasi pasien
dengan pengetahuan pasien yang masih kurang
tentang efek samping obat yang akan dialaminya
selama pengobatan. Dan beranggapan bahwa obat
TB yang diberikan oleh pemerintah dan tersedia di
semua faskes yang telah DOTS dengan cuma-cuma
mempunyai kualitas yang rendah
4] Masih kurangnya dukungan dari FKRTL dalam
mempersiapkan fasilitas layanan TB resistensi
dengan penempatan alat TCM
5] Provinsi Riau belum mempunyai laboratorium
kultur dan DST untuk pemeriksaan mikroskopis Tb
resistensi dan BPKPM/ rumah sakit khusus untuk
penyakit paru
6] Penemuan kasus TB BTA positif masih sangat
rendah jika dibandingkan dengan proporsi klasifikasi
TB ternyata banyak pasien yang tercatat adalah
pasien extra paru
TPB 3 Berapa rata-rata angka Rata-rata angka kejadian Malaria per 1000 orang ≤
kejadian Malaria per 1000 1/1000 penduduk.
orang? Jelaskan
permasalahan terkait Permasalahan :
indikator tersebut? 1] Kasus Malaria Indegenous masih banyak terutama
di Kabupaten yang belum eliminasi sehingga
Substansi Tujuan Pertanyaan Jawaban
1 2 3 4
berpotensi terjadinya kejadian luar biasa dan
menunda proses status bebas malaria di wilayah
tersebut
2] Masih terdapat kasus positif malaria yang diobati
tidak dengan pengobatan standar. Pengobatan
dengan tidak standar berpotensi menjadi kasus relaps
atau kambuh pada masa-masa yang akan datang dan
menjadi sumber penularan penyakit malaria
TPB 3 Berapa angka prevalensi Prevalensi penduduk usia > 18 thn dengan tekanan
tekanan darah tinggi? darah tinggi pada semua kabupaten/Kota < 24.48% (
Jelaskan permasalahan Capaian Provinsi 21,2 %
terkait indikator tersebut?

Permasalahan :
1. Belum semua SDM PTM baik pengelola di
kabupaten/Kota maupun di Puskesmas terlatih
dalam melaksanakan kegiatan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular
2. Jejaring Kemitraan Pengendalian Penyakit Tidak
Menular yang belum terbentuk
3. Kurangnya Alat dan Bahan Kesehatan Deteksi
Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular
4. Belum terbangunnya Kerja Lintas Program dan
Lintas Sektor dengan Baik dalam melaksanakan
kegiatan Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular
5. Masih rendahnya Partisisipasi dan Dukungan
Pihak Swasta dalam upaya Pengendalian
Penyakit Tidak Menular
TPB 3 Berapa angka prevalensi
pemakaian kontrasepsi?
Jelaskan permasalahan
terkait indikator tersebut?
TPB 3 Berapa rata-rata angka
pemakaian kontrasepsi/CPR
bagi perempuan menikah
usia 15 – 49? Jelaskan
permasalahan terkait
indikator tersebut?
TPB 3 Berapa persentase
Penggunaan Kontrasepsi
Jangka Panjang (MKJP)?
Jelaskan permasalahan
terkait indikator tersebut?
TPB 3 Berapa rata-rata angka
kelahiran remaja
(perempuan usia 15–19) per
1.000 perempuan usia 15–
19 tahun (ASFR 15–19) ?
Jelaskan permasalahan
terkait indikator tersebut?
TPB 3 Berapa angka Total Fertility
Rate (TFR) ? Jelaskan
permasalahan terkait
indikator tersebut?
TPB 6 Berapa jumlah sanitasi total Jumlah Desa/ kelurahan yang melaksanakan STBM
berbasis masyarakat (STBM) adalah 1305 Desa/Kelurahan.
yang telah dilaksanakan?
Menjamin Jelaskan permasalahan
Ketersediaan serta terkait indikator tersebut?
TPB 6 Pengelolaan Air Berapa jumlah Sampai dengan tahun 2018 terdapat 19,31% dari
Bersih dan Sanitasi desa/kelurahan yang telah desa sasaran yang telah Stop BABS, namun
yang Berkelanjutan melaksanakan Open demikian masih ada Kab/Kota di Provinsi Riau yang
Defecation Free (ODF)/ Stop belum mencapai desa SBS. Jumlah desa SBS
Substansi Tujuan Pertanyaan Jawaban
1 2 3 4
Buang Air Besar tertinggi ada di kabupaten Kampar yaitu sebanyak 73
Sembarangan (SBS)? desa.
Jelaskan permasalahan
terkait indikator tersebut? Permasalahan :
beberapa kendala yang menjadi hambatan atau
kelemahan dalam pencapaian program ini,
diantaranya :
1. Banyaknya data Progress/Kemajuan yang
tidak di Update oleh Sanitarian sesuai
kondisi terkini (existing),
2. Kemampuan PJ STBM Kab/Kota untuk
melakukan Evaluasi secara continue
(berkesinambungan tiap hari, minggu, bulan,
tri wulan bahkan per semester dan per tahun
) masih sangat kurang, sehingga Evaluasi
dilakukan pada akhir tahun, dan hal ini
sudah menjadi suatu keterlambatan untuk
mengejar atau update perubahan data.
TPB 6 Berapa rata-rata Indeks Data Rata - rata Indeks Kualitas Air pada berbagai
Kualitas Air pada berbagai sumber air tidak ada. (Dinkes)
sumber air? Jelaskan
permasalahan terkait
indikator tersebut?

PENJAMINAN KUALITAS SPM DALAM DOKUMEN RPJMD

Substansi Urusan Pertanyaan Jawaban


1 2 3 4
SPM Berapa besar tingkat Besarnya tingkat prevalensi anemia pada ibu hamil yang diperiksa =
prevalensi anemia 45.76%
pada ibu hamil?
Jelaskan Permasalahan :
Kesehatan permasalahan terkait 1] masih banyak ibu hamil yang mengkonsumsi tablet tambah darah
indikator tersebut? kurang dari 90 tablet
2] Belum adanya pendamping ibu hamil untuk untuk minum tablet
tambah darah
3] Efek samping dari tablet tambah darah.
SPM Berapa rata-rata Rata-rata persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang
persentase bayi usia mendapatkan ASI eksklusif sebesar 34,18 % masih dibawah Target
kurang dari 6 bulan yang ditetapkan (47 %), maka capaian indikatornya adalah
yang mendapatkan sebesar 74,0 % yang termasuk dalam indicator cukup
Kesehatan ASI eksklusif?
Jelaskan Pemasalahan :
permasalahan terkait
indikator tersebut? 1. Kurangnya konseling pada ibu bersalin
2.Mobilitas perpindahan petugas konseling cukup tinggi.
SPM Apakah daerah anda Dari 12 Kabupaten/ Kota terdapat 7 Kab/Kota yang ≥ 20%
memiliki puskesmas Puskesmas telah melaksanakan Pelayanan Kesehatan Orang
yang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sesuai standar, diantaranya Kota
menyelenggarakan Pekanbaru, Kampar, Kuantan Singingi, Siak dan Indragiri Hulu
upaya kesehatan belum mencapai target (≤ 20%). Kabupaten Rokan Hulu telah
jiwa? Jelaskan melaksanakan pelatihan deteksi dini gangguan jiwa bagi tenaga
permasalahan terkait kesehatan di Puskesmas (11 Puskesmas), menggunakan dana
Kesehatan indikator tersebut? APBD Kabupaten Rokan Hulu, sehingga realisasi persentase
Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa Berat sebesar
57,1%, tertinggi diantara Kabupaten/Kota lainnya

Permasalahan :
salah satu kriteria puskesmas yg menyelenggarakan upaya
kesehatan jiwa harus memiliki dokter dan perawat yg terlatih jiwa,
seringkali dokter/perawat yg telah dilatih dimutasi ke tempat lain
Substansi Urusan Pertanyaan Jawaban
1 2 3 4
Belum semua SDM PTM baik pengelola di kabupaten/Kota maupun
di Puskesmas terlatih dalam melaksanakan kegiatan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular dan ODGJ.

Jejaring Kemitraan Pengendalian Penyakit Tidak Menular yang


belum terbentuk dan ODGJ.

Kurangnya Alat dan Bahan Kesehatan Deteksi Dini Faktor Resiko


Penyakit Tidak Menular dan ODGJ.

Belum terbangunnya Kerja Lintas Program dan Lintas Sektor


dengan Baik dalam melaksanakan kegiatan Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan ODGJ.

Masih rendahnya Partisisipasi dan Dukungan Pihak Swasta dalam


upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan ODGJ
SPM Berapa tingkat unmet Tahun 2015 : 4,63% (BPS)
need pelayanan
kesehatan? Jelaskan Permasalahan :
Kesehatan
permasalahan terkait 1. Adanya masyarakat yang belum mempunyai Kartu
indikator tersebut? Indonesia Sehat (KIS)
2. Kepercayaan terhadap pengobatan alternatif.
SPM Berapa tingkat Tingkat persentase ketersediaan obat dan vaksin di Puskesmas
persentase 95%
ketersediaan obat dan
vaksin di Puskesmas? Permasalahan :
Kesehatan Jelaskan
permasalahan terkait 1. Pengembangan kompetensi untuk peningkatan SDM juga belum
indikator tersebut? pernah diikuti oleh PJ IFK
2. Masih ada Penanggung jawab IFK dan Farmasi tidak dari
Apoteker
SPM Berapa besar 1] Jumlah Puskesmas yang minimal memiliki 5 jenis tenaga
kepadatan dan kesehatan = 70.59%
distribusi tenaga
kesehatan? Jelaskan 2] Persentase RS Kabupaten/ kota kelas C yang memiliki 4 dokter
permasalahan terkait spesialis dasar dan 3 dokter spesialis penunjang = 45%
indikator tersebut?
Permasalahan :
1. Jumlah Puskesmas yang minimal memiliki 5 jenis tenaga
kesehatan.
Tenaga Kesehataan yang di tugaskan ke suatu daerah
terkadang tidak bisa bertahan lama dalam mengabdi pada
daerah tersebut, mereka segera mengajukan permohonan
pindah dengan berbagai alasan, dan juga sering terjadi tenaga
kesehatan yang melanjutkan pendidikan tidak mau kembali ke
Kesehatan tempat tugas yang lama karena pendidikan yang di ambil tidak
linier.
2. Persentase RS Kabupaten/ Kota kelas C yang memiliki 4
dokter spesialis dasar dan 3 dokter spesialis penunjang.
Setelah selesai pendidikan ada beberapa dokter yang tidak
mau kembali lagi bertugas ke tempat asalnya. Dan salah satu
cara untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di
suatu daerah maka dari kementerian kesehatan mengadakan
program WKDS (Wajib Kerja Dokter Spesialis).
3. Jumlah Tenaga Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya
4. Persentase pengajuan STR tenaga kesehatan
5. Persentase tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan
masyarakat yang ditingkatkan kemampuannya melalui
pelatihan
6. Jumlah dokumen data dan informasi tenaga kesehatan
Keterangan Pengisian Form 2 :
2 Penjabaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
3 Pertanyaan mengenai capaian masing-masing indikator TPB
4 Daftar jawaban dari daerah terkait dengan capaian masing-masing indikator TPB, serta isu
dan permasalahan yang berkaitan dengan indikator trsebut

Keterangan Pengisian Form 3 :


2 Kategori masing-masing urusan SPM
3 Pertanyaan mengenai capaian indikator TPB yang berkaitan dengan SPM
4 Daftar jawaban dari daerah terkait dengan capaian masing-masing indikator, serta isu dan
permasalahan yang berkaitan dengan indikator tersebut