Anda di halaman 1dari 9

Alat ini dinamakan power shovel, yaitu alat yang berupa shovel attachment yang

dipasangkan pada excavator. Alat berat ini sangat baik digunakan untuk pekerjaan
menggali tanah tanpa bantuan alat lain, serta sekaligus memuatkan galiannya ke dalam
truk atau alat angkut lainnya. Alat ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat timbunan
bahan persediaan (stock piling). Pada umunya power shovel dipasang di atas crawler
mounted, sehingga diperoleh keuntungan besar, yaitu stabilitas dan kemampuan floating.
Keutamaan power shovel digunakan untuk menggali tebing yang letaknya lebih tingi dari
kedudukan alat.
Shovel terdiri atas dua macam, yaitu shovel yang dikendalikan dengan kendali kabel
(cable controlled) dan shovel dengan kendali hidrolis (hidraulic controlled). Sedangkan
bagian-bagian terpeenting dalam shovel adalah:
 Backward bucket
 tooth
 bucket cylinder
 arm
 hinge pin
 Sarm cylinder
 boom
 boom cylinder
 diesel engine compartment
 pivot cab
 cab
 counter weight
 frame
 outrigger
 turntable

Ukuran Shovel

Ukuran shovel didasarkan pada besarnya bucket yang dinyatakan dalam atau cu-yd, dan
dibedakan dalam keadaan isi peres (struck ) atau munjung (heaped ), juga dalam kondisi
tanah alam atau lepas. Dalam perdagangan terdapat shovel dengan kapasitas bucket 0,50;
0,75; 1,00; 1,25; 1,50; 2,00; dan 2,50 cu-yd,sesuai ketentuan-ketentuan dari Power Crane
& Shovel Association (PCSA).Untuk ukuran-ukuran yang lebih besar dapat dibuat sesuai
dengan permintaan.

Untuk memilih ukuran shovel ada beberapa faktor, antara lain : banyaknya volume
pekerjaan, bila harus mengerjakan banyak pekerjaan kecil-kecil di tempat-tempat yang
berjauhan satu sama lain, maka pemilihan shovel dengan truck mounted merupakan
keuntungan yang tidak kecil artinya. Sebaliknya jika pekerjaan terpusat di satu tempat
dengan jumlah besar, mobilitas tidak begitu pentin, dan crawler mounted shovel lebih
menguntungkan. Pemilihan shovel dengan ukuran yang lebih besar dipertimbangkan atas
dasar sebagai berikut :

- Pengangkutan shovel merupakan usaha yang sulit, jadi harus dipertimbangkan jalan
angkut yang ada.
- Pengausan bagian-bagian (spare parts) ukuran besar relative besar pula, karena
pekerjaan yang dilakukan juga besar.
- Pada pekerjaan di quarry, shovel besar tidak perlu terlebih dahulu menghancurkan batu-
batu.
- Biaya untuk operator shovel besar relatif kecil, karena produksinya besar.
- Shovel besar lebih mampu mengerjakan bahan-bahan yang keras karenatenaganya lebih
besar.
- Waktu penyelesaian pekerjaan lebih cepat.
Cara kerja power shovel
Untuk mulai menggunakan power shovel adalah dengan menempatkan shovel pada posisi
dekat tebing yang akan digali. Dengan menggerakkan dipper atau bucket ke depan,
kemudian ke atas sambil menggaruk tebing. Garukan tersebut akan membuat tanah
masuk ke dalam bucket, jika bucket sudah penuh, maka ditarik ke luar. Sang operator
yang berpengalaman akan mengatur gerakan ini sedemikian rupa hingga bucket sudah
terisi penuh pada saat bucket mencapai bagian atas tebing.
Selanjutnya, shovel dapat diputar dengan gerakan swing ke kanan atau ke kiri menuju
tempat yang harus diisi. Setelah shovel tidak lagi dapat mencapai tebing dengan
sempurna, maka shovel digerakkan atau berjalan menuju posisi baru hingga dapat bekerja
seperti semula. Pada umunya shovel memiliki gerakan-gerakan dasar selama proses
kerjanya, yaitu:
Maju untuk menggerakkan dipper menusuk tebing
Mengangkat dipper atau bucket untuk mengisi
Mundur untuk melepaskan dari tanah atau tebing
Swing (memutar) untuk membuang (dump)
Berpindah jika sudah jauh dari tebing galian
Menaikkan atau menurunkan sudut boom jika diperlukan

C. Penggunaan Power Shovel

1. Sebagai Alat Gali

Penggunaan “power shovel” sebagai alat gali adalah :

i. Membuat tanggul (embankment digging)


ii. Menggali secara datar (digging on horizontal plane)
iii. Membuat lereng (dressing slopes)
iv. Menggali ke arah daerah yang lebih rendah (digging below grade)
v. Membuat parit (digging shallow trench)
2. Sebagai Alat Muat

Penggunaan “power shovel” sebagai alat muat adalah :

i. Memuat ke alat angkut (loading haul units)


ii. Membuang material ke samping (side casting)
iii. Menimbun ke atas tumpukan material (dumping onto spoil banks)
iv. Menimbun ke dalam “hopper” (dumping into hoppers)

Produksi Shovel

Dalam menghitung produksi shovel perlu diperhatikan cycle time selama operasi
berlangsung. Satu cycle time terdiri dari menggali/mengisi bucket , berputar (swing ),
membuang (dump), dan berputar (swing ) ke posisi semula. Faktor-faktor selama operasi,
keadaan medan, dan hambatan-hambatan lain perlu dipertimbangkan, karena akan
mempengaruhi produksi shovel.
1. Pengaruh tinggi tebing galian terhadap produksi shovel .

Tinggi tebing galian yang paling baik ialah yang sedemikian besarnya,sehingga pada
waktu dipper/bucket mencapai titik tertinggi tebing sudah terisi penuh, dengan tidak perlu
memberikan beban yang berlebihan pada mesin. Tinggitebing yang demikian disebut
dengan tinggi optimal, yang bagi shovel - shovel yang dibuat menurut spesifikasi PCSA
untuk masing – masing ukuran shovel danmacam tanah yang digali diberikan seperti pada
tabel di atas

Angka-angka dalam tabel di atas tersebut adalah angka praktik, meskipuntidak tepat
benar dapat digunakan sebagai titik tolak perencanaan pekerjaan penggalian tebing. Bila
tinggi tebing kurang optimal, maka tidak mungkinmengisi bucket sekaligus penuh dalam
satu pass tanpa memberikan beban lebih pada mesin. Hal ini akan menyebabkan lekas
rusaknya mesin, maka operator dapat memilih dua kemungkinan, ialah mengisi bucket
penuh dalam beberapa kali pass atau membiarkan bucket tidak terisi penuh langsung di
dump, tentu sajakedua hal tersebut akan mempengaruhi produksi shovel . Sebaliknya bila
tebinglebih tinggi dari optimal, operator harus hati-hati agar tidak terjadi lubang-lubang
dalam tebing, yang dapat mengakibatkan longsornya tebing tersebut dan menimpa shovel
. Operator dapat memilih menggali dengan mengurangi tenaga tekan pada bucket ke
dalam tebing, atau penggalian tidak dimulai di dasar tebing, ataumenggali secara normal
tetapi membiarkan tanah tumpah dari bucket dan mengambil cycle berikutnya. Ketiga hal
tersebut akan mengurangi produksi shovel .

2. Pengaruh sudut putar (swing ) terhadap produksi shovel

Sudut putar shovel adalah sudut dalam bidang horizontal antara kedudukandipper/ bucket
pada waktu menggali dan pada waktu membuang muatan, yangdinyatakan dalam derajat.
Besarnya sudut putar ini mempengaruhi cycle time pekerjaan, sehingga mempengaruhi
produksi shovel. Pada tabel di bawah inidiberikan faktor koreksi produksi shovel untuk
sudut putar dan persen tinggi galian optimal.

3. Pengaruh keadaan medan (job condition) terhadap produksi shovel


Produksi shovel sangat ditentukan oleh keadaan medan tempat alat tersebut bekerja.
Tempat penggalian yang ideal antara lain memenuhi syarat lantaikerja yang keras,
drainase yang baik, tempat kerja yang luas, truk pengangkut dapat ditempatkan pada
kedua sisi shovel untuk menghindari waktu tunggu, tanah permukaan rata sehingga tinggi
optimal terpelihara, jalan angkut tidak terpengaruh keadaan musim, perbandingan yang
sesuai antara produksi shovel dengan truk pengangkutnya. Keadaan medan ini dinyatakan
sebagai sangat baik, baik, sedang, dan kurang menguntungkan, tetapi tidak ada ukuran
yang eksak untuk menyatakan ini.

4. Pengaruh keadaan manajemen (management conditions) terhadap produksi shovel .

Pengaruh manajemen ini menyangkut tindakan pemilik/pemakai alatdalam menggunakan


dan memelihara kondisi alat. Beberapa hal yang mempengaruhi kondisi antara pemberian
minyak pelumas, pengecekan bagian- bagian shovel sebelum digunakan, penggantian
dipper/bucket atau suku cadanglain yang perlu, pemberian bonus pada pekerja/operator
dan lain-lain. Keadaan manajemen diklasifikasikan sebagai sangat baik, baik, sedang, dan
kurang menguntungkan. Tabel di bawah ini memberikan faktor-faktor koreksi pengaruh
keadaan medan dan manajemen

Contoh Perhitungan
Sebuah shovel bucket 1 cu-yd menggali tanah lempung keras berupatebing dengan

ketinggian 2,30 meter. Sudut putar (swing ) 75⁰, kondisi medansedang, kondisi

manajemen baik. Berapakah produksi shovel per jamnya ?

SUMBER :
http://junaidawally.blogspot.co.id/2013/06/power-shovel.html
https://jhem90.wordpress.com/tag/power-shovel/
http://ide-rumah-minimalis.blogspot.co.id/2012/10/fungsi-dan-cara-kerja-power-
shovel.html
http://bimasakti.demopm.com/power-shovel-cara-kerja-dan-komponennya-bagian-1/