Anda di halaman 1dari 3

Wadah logam dalam bentuk kotak atau cangkir emas digunakan pada zaman kuno sebagai

lambang prestise. Teknik pengalengan makanan sebagai upaya pengawetan bahan pangan
pertama sekali dikembangkan pada tahun 1809 yaitu pada zaman pemerintahan Napoleon
Bonaparte yaitu dari hasil penemuan Nicholas Appert. Tahun 1810 Peter Durand dari Ingris
menciptakan kaleng Kemasan logam merupakan jenis terbanyak yang dipakai pada kemasan
makanan. Terutama dipakai untuk produk makanan yang siap saji. Kemasan logam mempunyai
diversitas yang besar dengan eksterior yang inovatif berupa grafik, bentuk fitur pembukaan
untuk menyesuaikan kemasan terhadap isinya,sehingga lebih menarik konsumen yang selalu
mencari kepuasan pada aspek dasarseperti mutu, pelayanan, kesehatan dan keamanan. Kemasan
logam diproduksidengan berbagai ukuran dan bentuk. Bentuk bundar konvensional dan
konismerupakan bentuk yang paling banyak digunakan.Ketahanan mekanis dari logam yang
dipakai memfasilitasi laju produksi terotomatisasi dari beberapa ratus kaleng permenit.
Konduktifitas termal yang baik membantu penetrasi panas selamaproses termal. Kaleng dapat
bertahan terhadap perubahan suhu dan tekanan dalam range luas. Peralatan handling kaleng yang
modern dan metode transport jugadimudahkan oleh ketangguhan dari logam. Komponen logam
kedap terhadap debu, gas, cairan, dan mikrooorganisme dan tak tembus cahaya dan radiasi
ionisasi, hanya menyediakan wadah denganperlindungan yang diperlukan terhadap isinya. Satu-
satu kelemahannya adalah pada lipatan seam yang digunakan untuk membentuk dan menyegel
wadah.

Kemasan yang ideal adalah apabila secara kimia inert total, dan memungkinkan bahan makanan
mempertahankan karakteristik aslinya namunpada kenyataannya jarang sekali bahan pengemas
yang betul-betul inert. Komponen pembentuk kaleng, terbuat dari logam Sn dan Fe dimana dua
logam tersebut merupakan logam berat yang mana jika produk pangan terkontaminasi langsung
dengan logam tersebut, akan menyebabkkan kerusakan produk karena reaksi dari Sn dan Fe
dengan bahan yang digunakan mengakibatkan perubahan warna, flavor, kehilangan nutrisinya
juga terbentuknya karat pada kaleng yang dapat membahayakan. Maka diperlukannya komponen
lain untuk melapisi logam tersebut yaitu enamel.

Enamel merupakan bahan organik yang dilapiskan pada kaleng untuk melindungi kaleng dari
terjadinya korosif ketika berkontak langsung pada produk yang akan dikemas. Enamel pada
kemasan kaleng umumnya terbuat dari bahan non-metal, seperti vinil, polibutadiena dan lainnya.
Enamel juga menjadi barrier atau pembatas antara produk dengan kaleng.

Tujuan Praktikum

Praktikum ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengukurdimensi kaleng menurut
English Units dalam NCA (National can association) dan mengetahui cara-cara pengujian lapisan
enamel.

II METODOLOGI
2.1 Alat dan Bahan

Alat
 angka sorong
 Gunting
 Gelas piala 500 Ml
Bahan
 Kaleng berenamel
 Air
 Larutan tembaga sulfat dan HCL

2.2 Langkah Kerja

Langkah – langkah yang dilakukan dalam praktikum adalah sebagai berikut:

2.2.1 Pengujian Keseragaman Lapisan Enamel

Kaleng dipotong 3x3 cm atau 4x4 cm


sebanyak 2 buah

Bagian dalam kaleng digores

Plat kaleng direndam


dalamlarutan tembaga sulfat
(Air ; CuSO4 ; HCL Pekat) 2M

Plat diambil dengan pinset lalu


dibilas
Amati perubahan

2.2.2 Mengukur dimensi kaleng

Disiapkan Kaleng susu

t
Diameter kaleng diukur
diamete dengan jangka sorong
r

dilakukan dengan 3x pengulangan

Ukuran dikonversi dari CM ke INCHI

Dimensi kaleng
ditentukan sesuai
dengan English Units