Anda di halaman 1dari 40

II-34

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah PerusahaanPT. Perkebunan Nusantara II Pabrik Gula Kwala

Madu

Pabrik gula kwala madu merupakan pabrik gula ke-2 (Dua) di sumatera

utara sesudah pabrik gula Sei Semayang. Pabrik gula kwala madu terletak di

desa kwala begumit, kecamatan stabat, kabupaten langkat kira-kira 36 Km

darikota Medan. Vicinity map pabrik gula kwala madu dapat dilihat pada gambar

2.1. Pembangunan pabrik gula kwala madu dilakukan dengan cara tender

internasional oleh pemerintah indonesia yang diselenggarakan oleh proyek

pembangunan industry gula pada tahun 1981,

dimanahasilnyadimenangkanolehHitachi Ship Building & Engineering Co. I.td

(Hitachi Zosen).

Gambar 2.1 Vicinity map pabrik gula Kwala Madu

Sesuai kontrak Pemerintah RI dengan Hitachi Zosen untuk pengembangan

dan pendirian pabrik gula Kwala Madu yang ditanda tangani pada tanggal 23

November 1981 dan mulai berlaku tanggal 6 Februari 1982, pabrik harus

Universitas Sumatera Utara


II-35

diselesaikan dalam waktu 24 bulanya itu tanggal 6 Februari 1984 ditambah

keterlambatan yang diterima selama 14 hari. Ternyata pabrik gula Kwala Madu

dapat diselesaikan (dalam arti dapat beroperasi) 1 bulan lebih maju dari ketentuan

kontrak yaitu tanggal 20 januari 1984.

Dalam proses pengolahannya, pabrik gula Kwala Madu beroperasi selama

24 jam sehari dalam masa gilingan selama ±7 bulan yang dibagi menjadi 3 shift

kerja, dimana 1 shift adalah 8 jam. Pabrik gula Kwala Madu beroperasi dengan

kapasitas produksi 4000 ton tebu sehari (4000 TCD).

Berdasarkan sejarah diatas, pabrik gula Kwala Madu merupakan industry

besar yang telah beroperasi selama 30 Tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pabrik

gula Kwala Madu ini sudah lama beroperasi dalam hal memenuhi kebutuhan

masyarakat.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

Pabrik gula Kwala Madu merupakan industry manufaktur yang

memproduksi gula. Bahan baku utama dari produk tersebut adalah tebu, yang

tidak jauh dari penyediaan bahan baku. Sedangkan bahan tambahan untuk

pembuatan gula adalah air, susu kapur, gas belerang,fluclonat, dan asam phospat.

SK Menteri Pertanian No.59/KPTS/EKKU/10/1997 mengelompokkan

pabrik gula berdasarkan kapasitas, yaitu:

1. Golongan A untuk pabrik dengan kapasitas 800 - 1200 ton/ hari.

2. Golongan B untuk pabrik dengan kapasitas 1200 - 1800 ton/ hari.

3. Golongan C untuk pabrik dengan kapasitas 1800 - 2700 ton/ hari.

Universitas Sumatera Utara


II-36

4. Golongan D untuk pabrik dengan kapasitas 2700 - 4000 ton/ hari.

Berdasarkan pengelompokan perusahaan gula negara, pabrik gula Kwala

Madu dikategorikan kelompok D, dikarenakan pabrik gula ini berkapasitas 4000

ton/ hari. Hal ini menunjukkan bahwa pabrik gula Kwala Madu ini merupakan

pabrik gula yang berkapasitas tertinggi dalam perusahaan gula negara. Selain

pabrik gula Kwala Madu, PTPN II juga mempunyai pabrik gula yang lain yaitu

pabrik gula Sei Semayang dengan kapasitas 4000 ton/ hari.

2.3. Lokasi Perusahaan

Lokasi pabrik gula Kwala Madu berada di Desa Kwala Begumit,

Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, kira-kira 36 km dari Kota Medan.

2.4. Daerah Pemasaran

PT. Perkebunan Nusantara II pabrik gula Kwala Madu memiliki sistem

pemasaran yang dimulai dari proses pemesanan. Pesanan ini diterima oleh pihak

perusahaan melalui bagian pemasaran berdasarkan sistem tender, dimana

selanjutnya bagian pemasaran akan memberitahukan pemesanan tersebut ke

pabrik untuk di proses. Setelah pemesanan selesai di proses, maka konsumen akan

mengambil langsung ke pabrik gula Kwala Madu sesuai dengan jadwal yang telah

ditentukan.

Pendistribusian pada pabrik gula PTPN II sampai ketangan konsumen

dapat dilihat seperti pada Gambar 2.2.

Universitas Sumatera Utara


II-37

Pabrik Gula PTPN II

Bagian Pemasaran

BULOG / Agen

Konsumen

Gambar 2.2 Diagram Pendistribusian gula di PT. Perkebunan Nusantara II

Kwala Madu

Pemasaran gula ke konsumen melalui Bulog kurang memberikan

keuntungan dan bahkan memberikan kerugian bagi perusahaan dikarenakan harga

jual yang ditentukan Bulog tidak dapat memenuhi biaya produksi gula.

2.5. Organisasi dan Manajemen

2.5.1. Struktur Organisasi Perusahaan

Untuk mencapai tujuan dan sasaran maka struktur organisasi yang

digunakan oleh PT. Perkebunan Nusantara II Kwala Madu adalah struktur

organisasi lini seperti pada gambar 5.1. Struktur organisasi lini adalah suatu

struktur organisasi dimana wewenang dan kebijakan pimpinan atau atasan

dilimpahkan pada satuan-satuan organisasi di bawahnya menurut garis vertikal.

Universitas Sumatera Utara


Manager Pabrik

Ketua P2K3/ Tanggap


Darurat

Ka. Dinas
Ka. Dinas Teknik Ka. Laboratorium Papam Ka. Tata Usaha
Pengolahan

Asisten Asisten Asisten Asisten Asisten Asisten


Asisten Asisten Asisten Asisten Asisten Asisten Asisten Asisten Asisten Asisten
Cane Instrume Danru Gudang Adm/ SDM & Timbang
Boiler Gilingan Listrik Workshop Lab Timbangan Pemurnian Penguapan Masakan Putaran
Yard nt Hasil Keuangan Umum an

Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi Koordi
Hansip
nator nator nator nator nator nator nator nator nator nator nator nator nator nator nator nator

Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor Mandor

Operator/ Karyawan
Operator/ Karyawan Pelaksana Pelaksana Operator/ Karyawan Pelaksana Operator/ Karyawan Pelaksana

Gambar 2.3. Struktur Organisasi Perusahaan

II-5
Universitas Sumatera Utara
III-39

2.5.2. Pembagian Tugas & Tanggung Jawab

Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian adalah

sebagai berikut:

1 Manager Pabrik

Tugas Manager pabrik adalah:

a Membantu direksi mengerjakan tugas dan kebijaksanaan yang telah

digariskan oleh perusahaan.

b Melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan

pengawasan di pabrik, guna menunjang usaha pokok secara efektif dan

efisien.

Tanggung jawab Manager pabrik adalah:

a. Manager pabrik bertanggung jawab terhadap direksi.

2 Ketua P2K3/ Tanggap Darurat.

Tugas Ketua Tanggap darurat adalah:

a. Menghimpun dan mengolah data mengenai Keselamatan dan Kesehatan

Kerja (K3) di tempat kerja.

b. Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja

mengenai:

- Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan

gangguan K3 termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta cara

menanggulanginya.

- Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas

kerja.

Universitas Sumatera Utara


II-40

- Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kerja yang bersangkutan.

- Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan

pekerjaannya.

c. Membantu Pengusaha/ Pengurus dalam :

- Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik.

- Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap Keselamatan

dan Kesehatan Kerja.

- Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, penyakit akibat kerja

(PAK) serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

- Mengembangkan penyuluhan dan penelitian di bidang keselamatan

kerja, higiene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomi.

- Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan

makanan di perusahaan.

- Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja.

- Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja.

- Mengembangkan laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Kerja,

melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan interpretasi

hasil pemeriksaan.

- Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, higienis

perusahaan dan kesehatan kerja.

- Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen

dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan

kerja, higiene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi kerja.

Universitas Sumatera Utara


II-41

Tanggung jawab Ketua Tanggap Darurat P2K3 adalah:

- Memimpin semua rapat pleno P2K3 ataupun menunjuk anggota untuk

memimpin rapat pleno.

- Menentukan langkah dan kebijakan demi tercapainya pelaksanaan

program-program P2K3.

- Mempertanggung-jawabkan pelaksanaan K3 di Perusahaan ke

Disnakertrans Kabupaten/Kota setempat melalui Pimpinan Perusahaan.

- Mempertanggung-jawabkan program-program P2K3 dan pelaksanaannya

kepada Direksi.

- Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaannya program-program K3 di

Perusahaan.

3 Kepala Dinas Teknik

Tugas Kepala Dinas Teknik adalah:

a Dalam menjalankan tugas, kepala dinas teknik harus berkoordinasi dengan

kepala pengolahan dibantu oleh asisten.

b Mengkoordinasikan seluruh asisten yang dibawahi untuk mencapai target

dan sasaran yang ditetapkan.

c Mengoptimalkan kerja mesin, peralatan agar proses produksi berjalan

efektif dan efisien.

d Membuat laporan pertanggung jawabankerja.

Tanggung jawab Kepala Dinas Teknik adalah:

a Membuat rencana kerja jangka pendek dan jangka menengah untuk

pemeliharaan dan pengoperasian mesin/ instalasi.

Universitas Sumatera Utara


II-42

b Mengendalikan biaya operasional di pabrik agar kegiatan berjalan efektif

dan efisien.

c Memantau, mengevaluasi, dan membuat tindakan terhadap penyimpanan

operasional di Pabrik.

4 Asisten Boiler

Tugas Asisten boiler adalah:

a Stasiun boiler dipimpin oleh seorang staf dan dibantu oleh mandor,

bertugas mengelola peralatan dan sumber daya lainnya pada stasiun boiler.

Tanggung jawab Asisten boiler adalah:

a. Asisten boiler bertanggung jawab kepada Kepala Dinas teknik.

5 Asisten Milling

Tugas Asisten milling adalah:

a Stasiun milling dipimpin oleh seorang staf yang dibantu oleh mandor

bertugas mengelola peralatan dan tenaga kerja pada stasiun milling.

Tanggung jawab Asisten milling adalah:

a Asisten milling bertanggung jawab kepada Kepala Dinas teknik.

6 Asisten Listrik/ Instrument

Tugas Asisten listrik/ Instrument adalah:

a Bidang listrik/ instrument dipimpin oleh staf. dan dibantu oleh mandor,

bertugas mengelola peralatan listrik dan sumber daya lainnya yang

berkaitan.

Universitas Sumatera Utara


II-43

Tanggung jawab Asisten listrik/ Instrument adalah:

a Membantu Kepala Dinas teknik dalam melaksanakan pekerjaan yang

berhubungan dengan layout, pengoperasian seluruh peralatan pabrik,

kantor, perumahan, pembangkit yang berkaitan dengan listrik/ instrument.

7 Asisten Work Shop

Tugas Asisten Work Shop adalah:

a Work Shop dipimpin oleh seorang staf dibantu oleh mandor serta tenaga

administrasi. Asisten work shop bertugas untuk melayani perbaikan dan

pembuatan suku cadang.

Tanggung jawab Asisten Work Shop adalah:

a Asisten Work Shop bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Teknik.

8 Asisten Cane Yard

Tugas asistenCane Yard adalah:

a. Asisten Cane Yard dibantu mandor dan dipimpin oleh seorang staf dan

tenaga adminstrasi. Bertugas mengatur kelancaran dalam pengolahan tebu

serta memelihara lingkungan/ infrastruktur milik pribadi.

Tanggung jawab Asisten Cane Yard adalah:

a. Asisten Cane Yard bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Teknik.

9 Kepala Dinas Pengolahan

Tugas Kepala Dinas Pengolahan adalah:

a Dalam melaksanakan tugas, Kepala Dinas Pengolahan harus berkoordinasi

dengan Kepala Dinas Teknik dibantu oleh asisten.

Universitas Sumatera Utara


II-44

b Mengkoordinasikan seluruh asisten yang dibawahi untuk mencapai target

yang sudah ditetapkan.

c Mengoptimalkan kerja mesin/ peralatan

Tanggung jawab Kepala Dinas Pengolahan adalah:

a. Kepala Dinas Pengolahan bertanggung jawab kepada Manager Pabrik.

10 Asisten Pemurnian

Tugas Asisten Pemurnian adalah:

a. Stasiun pemurnian dipimpin oleh seorang staf yang dibantu mandor dan

tenaga administrasi. Bertugas memaksimalkan rendemen, menekan

kehilangan dengan kualitas sebaik mungkin secara efisien.

Tanggung jawab Asisten Pemurnian adalah:

a. Asisten pemurnian bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pengolahan.

11 Asisten Putaran

Tugas Asisten Putaran adalah:

a. Stasiun putaran dipimpin oleh seorang staf yang dibantu mandor dan

tenaga administrasi. Bertugas memisahkan Kristal dan melakukan

pengeringan dengan prinsip efisien.

Tanggung jawab Asisten Putaran adalah:

a. Asisten putaran bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pengolahan.

12 Asisten Penguapan

Tugas Asisten Penguapan adalah:

a. Stasiun penguapan dipimpin oleh seorang staf yang dibantu mandor dan

tenaga administrasi. Bertugas untuk mengentalkan nira dengan kecepatan

Universitas Sumatera Utara


II-45

penguapan yang sesuai, tidak terjadi kerusakan dan biaya se-ekonomis

mungkin.

Tanggung jawab Asisten Penguapan adalah:

a. Asisten penguapan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pengolahan.

13 Asisten Pemasakan

Tugas Asisten Pemasakan adalah:

a. Stasiun pemasakan dipimpin oleh seorang staf yang dibantu mandor dan

tenaga administrasi. Bertugas melakukan pemasakan nira hingga terbentuk

kristal gula dengan prinsip efisien.

Tanggung jawab Asisten Pemasakan adalah:

a. Asisten pemasakan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pengolahan.

14 Kepala Tata Usaha

TugasKepala Tata Usaha adalah:

a. Administrasi pabrik/ kebun dikelola oleh seorang staf. dengan dibantu

tenaga kerja administrasi yang bertugas mengelola administrasi pabrik/

kebun secara menyeluruh.

Tanggung jawab Kepala Tata Usaha adalah:

a Mengkoordinir seluruh kegiatan administrasi kantor.

b Bersama dinas/ bagian lain menyusun rencana kerja tahunan.

c Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana kerja.

d Pengendalian sumber dana dan penggunaan dana.

e Menyimpan uang kas dan surat-surat berharga milik perusahaan.

f Melakukan inspeksi ke kantor unit dalam lingkup pabrik/ kebun.

Universitas Sumatera Utara


II-46

g Pengamanan terhadap aset perusahaan.

15 Asisten Umum

Tugas Asisten Umum adalah:

a. Membantu Kepala Tata Usaha melakukan pengawasan pada bagian umum

seperti personalia dan koperasi.

Adapun tanggung jawab Asisten Umum adalah:

a. Asisten Umum bertanggung jawab kepada Kepala Tata Usaha perusahaan.

16 Asisten Kantor

Tugas Asisten Kantor adalah:

a. Membantu Kepala Tata Usaha dalam pengawasan di bagian akuntansi,

finansial, dan perencanaan perusahaan.

Tanggung jawab Asisten Kantor adalah:

Asisten Kantor bertanggung jawab langsung kepada Kepala Tata Usaha

mengenai kondisi kantor dibantu seorang kordianator.

17 Asisten Gudang

Tugas Asisten Gudang adalah:

a. Membantu Kepala Tata Usaha dalam mengawasi bagian gudang di pabrik.

Tanggung jawab Asisten Gudang adalah:

a. Asisten Gudang bertanggung jawab kepada Kepala Tata Usaha dalam

melakukan pengawasan di gudang di bantu seorang koordinator.

18 Kepala Laboratorium

Tugas Kepala Laboratorium adalah:

Universitas Sumatera Utara


II-47

a. Membantu manager pabrik dalam melaksanakan pekerjaan dibidang

laboratorium sebagai alat kontrol.

Tanggung jawab Kepala Laboratorium adalah:

a. Kepala Laboratorium bertanggung jawab terhadap manager.

19 Asisten Laboratorium

Tugas Asisten Laboratorium adalah:

a. Membantu tugas Kepala Laboratorium dalam pengawasan di laboratorium.

Tanggung jawab Asisten Laboratorium adalah:

a. Asisten Laboratorium bertanggung jawab langsung kepada Kepala

Laboratorium dibantu oleh seorang koordinator.

20 Komandan Regu (Danru)

Tugas Komandan Regu adalah:

a. Pengawasan terhadap keamanan asset perusahaan, tenaga kerja dan

keluarga.

Tanggung jawab Komandan Regu adalah:

a. Membantu perwira pengaman dalam melaksanakan tugasnya di bidang

keamanan.

Universitas Sumatera Utara


II-48

2.5.3. Jumlah Tenaga Kerja & Jam Kerja

2.5.3.1 Jumlah Tenaga Kerja

Tenaga kerja di pabrik Gula Kwala Madu terdiri dari:

1. Staf Pimpinan = 15 orang

2. Karyawan Pelaksana = 230 orang

3. Karyawan tidak tetap = 171 orang

Jumlah = 416 orang

Tabel 2.1. Susunan Tenaga Kerja pada Pabrik Gula Kwala Madu

Karyawan Karyawan Karyawan


No. Uraian Jumlah
Pimpinan Pelaksana Tidak Tetap
Kantor Manager
a. Manager 1 - - 1
1.
b. TUK/Umum/G. Material - 22 8 30
c. Gudang Hasil 1 6 41 48
Dinas Teknik
a. Kantor Dinas teknik 1 5 2 8
b. Boiler 1 18 6 25
c. Mill 1 16 6 23
2. d. Power House/Listrik 1 19 8 28
e. Instrument - 8 - 8
f. Work Shop 1 14 8 23
g. Cane Yard - 20 - 20
h. Keamanan - 14 - 14
Dinas Pengolahan
a. Kantor Dinas 1 5 - 6
b. Pelumasan 1 10 8 19
c. Pemurnian 1 14 8 23
3.
d. Penguapan 1 12 9 22
e. Masakan 1 12 11 24
f. Putaran - 2 18 20
g. Pengarungan 5 7 11 23
Laboratorium
1 12 15 28
a. Lab. Pabrik
- 3 3 6
4. b. Weater Treatment
- 3 3 6
c. Instalasi Limbah
- 8 6 14
d. Timbangan
Jumlah 15 230 171 416
Sumber: Data Perusahaan

Universitas Sumatera Utara


II-49

Pihak perusahaan masih kurang memperhatikan bagaimana cara

menentukan jumlah tenaga kerja di perusahaan tersebut. Produktivitas tenaga

kerja sangat dipengaruhi oleh pembagian beban kerja kepada masing-masing

tenaga kerja yang ditentukan perusahaan tersebut.Oleh karena itu, jumlah tenaga

kerja yang optimal sangat penting ditentukan untuk memaksimalkan laba

perusahaan tersebut.

2.5.3.2 Jam Kerja

Supaya Perusahaan berjalan lancar dalam melakukan tugas untuk

mencapai tujuannya, maka jam kerja diatur (bagian operasional) menjadi tiga

shift, yaitu:

1. Shift I : pukul 07.00 – 15.00 WIB

2. Shift II : pukul 15.00 – 23.00 WIB

3. Shift III : pukul 23.00 – 07.00 WIB

Pihak perusahaan membuat kebijakan agar semua tenaga kerja wanita

bekerja pada shift 1, dikarenakan tenaga kerja wanita tersebut rata-rata ibu rumah

tangga.

Universitas Sumatera Utara


II-50

2.6. Proses Produksi

2.6.1. Bahan yang Digunakan

2.6.1.1.Bahan Baku

Bahan baku adalah semua bahan yang digunakan sebagai bahan utama

dalam proses produksi. Adapun bahan baku yang digunakan dalam proses

produksi yang terdapat di pabrik gula Kwala Madu adalah tebu.

Tebu yang akan dipanen mempunyai rendemen (kadar gula) rata-rata

sekitar 6,5–7 %. Pemanenan tebu dilakukan antara 10-12 bulan sejak ditanam,

dimana sebelumnya diperiksa terlebih dahulu dengan mengambil sepuluh batang

tebu secara acak sebagai sampel. Tebu yang baik untuk diolah adalah yang

matang dan kandungan gula dalam batang adalah sama.

Kadar gula dalam tebu dipengaruhi oleh faktor internal yaitu varietas tebu

dan faktor eksternal adalah iklim, kondisi tanah, serta perawatan dan

pemeliharaan.Faktor yang paling nyata dalam kandungan gula adalah iklim,

karena itu panen dilakukan saat curah hujan sedikit yaitu antara bulan Januari

sampai dengan bulan Agustus.

Salah satu alasan pabrik gula Kwala Madu beroperasi hanya 6 bulan

adalah dikarenakan bahan baku tebu yang disengaja dapat dipanen saat iklim yang

curah hujannya sedikit agar kadar gula dalam tebu tetap tinggi.

2.6.1.1.Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi,

yang ditambahkan dalam proses pembuatan produk sehingga dapat meningkatkan

Universitas Sumatera Utara


II-51

mutu produksi. Bahan tambahan merupakan bahan yang dibutuhkan guna

menyelesaikan suatu produk atau suatu bahan yang ditambahkan pada produk

dimana keberadaannya tidak mengurangi nilai produk tersebut.

Adapun bahan tambahan padaproduksigulaadalah:

1. Air

Air digunakan untuk mempermudah dalam pemerasan kandungan gula yang

terdapat pada ampas tebu secara maksimal.Volume air yang dibutuhkan

sebanyak 20 % dari kapasitas tebu/hari. Air yang digunakan untuk proses

produksi adalah air yang didapat dari hasil water treatment.

2. Susu kapur (Ca(OH)2)

Kapur tohor dibuat menjadi susu kapur yang berfungsi untuk menaikkan pH

nira menjadi 8,0–8,5. Pemilihan susu kapur sebagai bahan yang digunakan

untuk menaikan pH nira didasarkan pada harganya yang murah dan mudah

membuatnya. Susu kapur dibuat dengan proses pembakaran batu kapur dan

disiram dengan air.

3. Belerang

Gas belerang dibuat dari belerang yang digunakan dalam pemurnian nira.

Tujuan pemberian gas belerang adalah:

a. Menetralkan kelebihan air kapur pada nira terkapur pH mencapai 7,0–7,2.

b. Untuk memutihkan warna yang ada dalam larutan nira yang mengurangi

pengaruh pada warna kristal dan gula.

Universitas Sumatera Utara


II-52

4. Flokulant

Flokulant diberikan untuk mempercepat pengendapan yang bertindak sebagai

pengikat partikel halus yang tidak larut dalam nira (larutan untuk membentuk

gumpalan partikel yang lebih besar dan mudahdiendapkanuntukdisaring).

5. Talofloc dan Talofloate

Talofloc atau sering disebut gamping, diberikan untuk mengikat nira,

sedangkanTalofloateuntuk mereduksi warna dari pekat menjadi warna yang

lebih pucat.Kedua zat ini bertujuan untuk meningkatkan kemurnian dari nira

kental.

6. Asam pospat

Digunakan pada proses stasiun toladura yang mempunyai fungsi seperti gas

SO2.Bahan tambahan ini sangat berpengaruh terhadap produksi gula. Sehingga

pihak perusahaan selalu membuat persediaan bahan tambahan untuk

produksi.Apabila persediaan bahan tambahan untuk produksi kurang, maka

hasil produk gula tidak dapat sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2.6.1.3.Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu

produk atau bahan yang ditambahkan ke dalam produk dimana keberadaannya

tidak mengurangi nilai produk tersebut. Bahan-bahan penolong yang digunakan

dalam produksi gula adalah:

Universitas Sumatera Utara


II-53

a. Karung plastik yang digunakan untuk mengarungi gula. Karung plastik ini

merupakan karung plastik yang sudah diberikan label pabrik gula Kwala

Madu.

b. Benang jahit digunakan untuk menjahit karung plastik. Bahan penolong ini

diperlukan saat produksi gula selesai, yaitu untuk sebagai tempat

penampungan gula sehingga siap untuk disimpan ke gudang produk jadi dan

juga siap untuk dipasarkan.

2.6.2. Uraian Proses Produksi

Adapun uraian proses pembuatan gula dari tebu pada pabrik gula Kwala

Madu dibagi menjadi beberapa stasiun, yaitu stasiun gilingan, stasiun pemurnian,

stasiun penguapan, stasiun masakan, stasiun putaran dan penyelesaian.

1. Stasiun gilingan (Mill Station)

Tebu yang telah halus dipotong-potong dari Cane Cutter I dan Cane Cutter II

selanjutnya masuk ke dalam mesin giling agar lebih halus lagi sehingga

mudah untuk diperas dan memperbesar kapasitas pemerasan. Fungsi dan

tujuan dari penggilingan ini adalah untuk mendapatkan air nira sebanyak

mungkin. Penggilingan atau pemerasan dilakukan lima kali dengan lima unit

mesin gilingan (five set three roller mill) yang disusun seri dengan memakai

tekanan hidrolik yang berbeda-beda.

Adapun mekanisme kerja dari stasiun pengilinggan ini adalah sebagai

berikut:

Universitas Sumatera Utara


II-54

a. Tebu halus setelah dicacah dibawa cane carrier elevator ke gilingan

pertama. Nira dari gilingan I ditampung pada bak penampungan I dan

ampas tebu dari gilingan I masuk pada gilingan II untuk diperas lagi.

b. Nira atau air perasan dari gilingan I dan II masih terdapat ampas yang

nantinya sama-sama ditampung pada bak penampungan I, nira pada bak

penampungan I disaring pada juice strainer kemudian ampasnya

dimasukkan pada gilinggan II dan nira yang disaring ditampung dalam satu

tangki (Raw Juice Tank) dan kemudian disalurkan pada stasiun pemurnian

melalui pompa.

c. Ampas tebu (bagasse) dari gilingan II masuk ke gilingan III untuk diperas

lagi. Kemudian nira (air perasan) ditampung pada bak penampung II dan

digunakan untuk menyiram ampas pada gilingan I. Demikian seterusnya

sampai gilingan V.

d. Ampas tebu dari gilingan V kemudian diangkut melalui 1 unit konveyor,

dimana ampas kasar dibawa ke boiler untuk bahan bakar dan dipisahkan

dengan ampas halus yang akan digunakan untuk membantu proses

penyaringan pada alat vacum filter.

2. Stasiun pemurnian

Nira yang diperoleh dari stasiun gilingan dipompakan menuju stasiun

pemurnian.Tujuan proses pada stasiun pemurnian adalah untuk memisahkan

kotoran dari dalam nira sehingga nira yang dihasilkan lebih murni

mengandung sukrosa. Di dalam proses pemurnian ada beberapa tahap yang

dilakukan, yaitu:

Universitas Sumatera Utara


II-55

a. Timbangan nira mentah (Juice Weighting Scale)

b. Pemanasannira 1 (Juice Heater 1)

c. Tangki defekasi (Defecator)

d. Tangki sulfitas

e. Tangki tunggu

f. Tangki netralisasi

g. Pemanasan nira 2 (Juice Heater 2)

h. Tangki pengembang (Flash Tank)

i. Tangki pengendapan (Door Clalifier)

3. Stasiun penguapan (Evaporator Station)

Stasiun penguapan pada proses pengolahan gula di Pabrik Gula Kwala Madu

menggunakan empat unit evaporator yang disebut quadruple evaporator yang

bertujuan untuk menguapkan air dan nira yang menggunakan proses vakum.

Tujuan dari stasiun penguapan adalah untuk menguapkan air yang terkandung

dalam nira encer, sehingga nira lebih mudah dikristalkan.Penguapan dilakukan

pada temperatur 500C-1100C dan penurunan tekanan di dalam evaporator

dilakukan untuk menghindari kerusakan sakarosa maupun

monosakaridanya.Evaporator yang tersedia ada lima unit yaitu empat unit

beroperasi dan satu unit sebagai cadangan bila ada pembersihan.

4. Stasiun masakan

Pada stasiun masakan ini terjadi proses kristalisasi dengan tujuan untuk

mencapai kualitas gula dalam nira kental. Nira dipanaskan dengan temperatur

masakan 50-650C dengan cara menguapkan sampai berbentuk kristal. Proses

Universitas Sumatera Utara


II-56

produksi gula di Pabrik Gula Kwala Madu tergolong pada sistem 3 (tiga)

tingkat ABD karena mempunyai HK gula sekitar 80, pada masakan A dan B

diusahakan harkat kemurnian (HK) yang tertinggi. Masakan D diusahakan HK

gula sekitar 58-60, sedangkan untuk gula tetes HK <30. Proses masakan harus

dilakukan pada tekanan hampa supaya pemecahan sukrosa tidak terjadi,

karena akan membentuk caramel yang berwarna gelap pada suhu yang tinggi

sehingga mutu gula rendah. Titik didih larutan gula lebih besar dari titik didih

air murni karena adanya zat yang terlarut. Adapun langkah-langkah yang

harus yang dilaksanakan dalam proses masakan adalah sebagai berikut:

a. Menarik hampa

b. Pembuatan bibit

c. Memperbesarkristal

d. Masakan tua

e. Palung pendingin

f. Pemisahan masakan D

g. Pemisahan masakan A dan B

5. Stasiun pemutaran/ pemisahan

Hasil dari proses pengkristalan adalah campuran antara kristal gula, stroop

dan tetes. Stasiun pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal gula dari

stroop dan tetes tersebut dengan menggunakan saringan sehingga dapat

mengasilkan kristal dalam bentuk murni. Alat ini bekerja berdasarkan gaya

sentrifugal. Saringan untuk massa campuran ini menggunakan kekuatan

pusing. Massa dimasukan dalam alat sentrifugal, maka massa akan terlempar

Universitas Sumatera Utara


II-57

menjauhi sumbuh proses. Karena ada saringan, kristal akan tertahan,

sedangkan larutan akan menembus lubang-lubang saringan. Dengan demikian

terpisahlah antara larutan dengan kristalnya.

6. Stasiun penyelesaian

Kristal gula yang diturunkan pada putaran SHS langsung ke grasshopper

conveyor untuk penampungan, mendinginkan kemudian disalurkan

kegrasshopper conveyoruntuk memperbesararea pendinginan dan meratakan

gula SHS terhadap gula elevator.Pengeringan pendinginan perlu dilakukan

untuk mendapatkan gula SHS yang terstandar. Gula SHS tersebut dimasukkan

ke dalam sugar dryfer dan cooler dimana sistem pemanasan dan pengeringan

dilakukan dengan cara mekanis dengan udara panas dan suhu kira-kira 80-

900C yang dialirkan melalui air dryer langsung ke dryer cooler. Setelah itu

gula tersebut dimasukan ke bucket elevator dan diteruskan ke vibrating

screen. Pada vibrating screen, kristal gula SHS telah mencapai kekeringan dan

pendinginan.

7. Pengemasan dan penggudangan gula produksi

Penampungan gula berlangsung secara otomatis, dimana penampungan gula

ini terdapat dua alat pengisi, dimana setiap alat pengisi mempunyai timbangan

dengan ketentuan 50 kg/karung.Badan metrologi danBULOG bekerjasama

untuk menjamin keamanan dan keselamatan produksi gula SHS dengan

standar yang ditetapkan oleh pihak direksi.Gula produksi SHS dikemas dan

dikirim ke gudang untuk penyimpanan sementara dengan suhu gudang 30-

350C dan dengan kelembapan udara dalam ruang sekitar 73-82%.Kapasitas

Universitas Sumatera Utara


II-58

gudang 12.740 ton, namun kapasitas optimum yang dipakai adalah 10.056 ton

untuk pendistribusian dan pemasaran.

2.7. Mesin dan Peralatan

2.7.1. Mesin Produksi

Jenis mesin produksi yang digunakan di PT. Perkebunan Nusantara II Kwala

Madu dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2. Daftar Mesin yang Terdapat di Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu

Nama Merk / Jumlah


No Stasiun Spesifikasi Daya Kecepatan Voltage Frekuensi Putaran Arus Phasa Kapasitas Produksi Fungsi
Mesin Type (unit)
1 Persiapan Jembatan Menimbang
Penggilingan timbang Road take tebu yang
- - - - - - - - 20 ton/run 2 Japan
(weight scale masuk dari
bridge) truk/container
Meja tebu
Penumpukan
(cane p = 7,5 m 220 4000
Steel Slat 11kW 5 m/menit 380V 50 Hz 1450 rpm 3 2 Japan tebu yang akan
feeding l=6m A ton/hari
dipotong
table)
l = 1080 m;
jumlah pilau
= 64 buah;
Cane 600 4000
KHI Japan jarak pisau = 1,5kW 380V 50HZ 1420 rpm 220A 3 1 Japan Memotong tebu
Cutter I m/menit ton/liar
120 mm;
diameter =
1400 mm
l = 1080 m;
jumlah pilau
= 64 buah;
Cane 600 4000 Mencincang
KHI Japan jarak pisau = 1,5kW 380V 50HZ 3467 rpm 220A 3 1 Japan
Cutter II m/menit ton/liar tebu
120 mm;
diameter =
1400 mm
Menarik,
Cane Blade mematahkan,
- - - - - 600 rpm - - - 1 Japan
Knifes Knife dan memotong
tebu
Alat pembawa
Cane
3 -15 tebu dari
Carrier Steel slat - - - - - - - - 1 Japan
m/menit pemotong ke
Elevator
pemerasan

II-59

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2. Daftar Mesin yang Terdapat di Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu (Lanjutan)

Nama Merk / Jumlah


No Stasiun Spesifikasi Daya Kecepatan Voltage Frekuensi Putaran Arus Phasa Kapasitas Produksi Fungsi
Mesin Type (unit)
2 Gilingan diameter =
(Mill station) 513 mm;
diameter
gilingan =
914 × 1980 Menggiing
Mill KHI Japan mm; ukuran - - - - 4500 rpm - - - 5 Japan tebu, memeras
lebar proses tebu
= 450 × 600
mm; tekanan
kerja= 350
kg/cm
Menyaring nira
Juice 7,5 220
Little King - - 380 V 50 Hz 960 rpm 3 - 1 - dari bak
Stainer kW A
penampungan
3 Pemurnian Timbanga
n nira Diameter =
mentah Weight 2000 mm; Penimbangan
- - - - - - - 6,5 ton 1 -
(juice Balancing tinggi = nira mentah
weighting 1600 mm
scale)
Luas
pemanas =
240 m2; p =
4400 mm; Kawasaki
Juice tinggi = 1,5 Heavy Pemanas nira
Colandrial - - - - - - - - 5
heater mm; Industrie, mentah
diameter = Ltd
36 min;
jumlah pipa
= 484 batang

II-60

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2. Daftar Mesin yang Terdapat di Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu (Lanjutan)

Nama Merk / Jumlah


No Stasiun Spesifikasi Daya Kecepatan Voltage Frekuensi Putaran Arus Phasa Kapasitas Produksi Fungsi
Mesin Type (unit)
Memompa nira
TF 70 -
Weighted yang sudah
Pompa 220 NNR
juice - 45 kW - 80 V 50 Hz 1460 rpm 3 204M jam 1 tertimbang ke
sentifugal A Ebara
pump proses
Japan
berikutnya
Tangki
Diameter =
pencampuran
1500 mm;
Defektor - - 500 rpm - - - - - 3 til / 3 ill 1 - nira mentah
tinggi =
dengan susu
2000 mm
kapur
Tangki
Peti Diameter =
pencampuran
Sulfitasi 2700 mm;
Cylindrial - 18 m3/jam - - - - - - 1 Japan nira mentah
Nira tinggi =
dengan
Mentah 6000 mm
belerang
Diameter =
Neutralizi Yaskawa / 1650 mm; 3,7 220 Tangki penetral
4,7 m3/jam 380 V 50 Hz 1420 rpm 3 - 1 -
ng tank FEF tinggi = kW A nira mentah
2000 min
Diameter =
Tangku untuk
1520 mm;
Flash tank Cylindrial - - - - - - - - 1 - pembuangan
tinggi =
gas dan nira
1800 min
Diameter =
10375 mm;
Kawasaki Tangki
suhu nira
Continous Rapt - 3 9 – 10 Heavy pengendap
masuk = - 50 m /jam - - - - - 1
chrifier door rpm Industrie, kotoran hingga
1050C; suhu
Ltd pemurnian
nira keluar =
980C;

II-61

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2. Daftar Mesin yang Terdapat di Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu (Lanjutan)

Nama Merk / Jumlah


No Stasiun Spesifikasi Daya Kecepatan Voltage Frekuensi Putaran Arus Phasa Kapasitas Produksi Fungsi
Mesin Type (unit)
Diameter =
3048 mm; Jord
Vacuum Oliver panjang = Facum Penghisap
- - - - - - - - 2
filter campbell 4878; luas Filter kotoran
lapis= 46,5 Autralis
m
Tangki
p = 3600 pencampuran
Mud feed
- mm; l = - - - - - - - 5 m3/jam 1 - nira kotor
mixer
1200 mm dengan ampas
tebu
Memompakan
susu kapur ke
Milk of lime 5,5 220 Ebara preliming tank
Little king - - 380 V 50 Hz 1450 rpm 3 63 m3/jam 1
tank kW A Japan dan
neutralizing
tank
4 Penguapan Volume =
1500 m2;
diameter =
Culandria 36 mm; tebal Tangki
Evaporator - - - - - - - - 5 Japan
KHI Japan = 1,5 mm; penguapan nira
jumlah pipa
= 5790
batang
Little king Tempat
Condensat Temperatur Ebara
TF 70 - - - - - - - - 2 m2/jam 1 menampung air
receiver = 100C Japan
NAR kondensat
Little king Memompa nira
Ebara
Syrup pump TF 70 - - 5 kW - 380 V 50 Hz 1450 rpm 220A 3 1 m3/jam 2 kental ke tangki
japan
NNR sulphitator

II-62

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2. Daftar Mesin yang Terdapat di Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu (Lanjutan)

Nama Merk / Jumlah


No Stasiun Spesifikasi Daya Kecepatan Voltage Frekuensi Putaran Arus Phasa Kapasitas Produksi Fungsi
Mesin Type (unit)
Tangki
Cylinder pendingin nira
Syrup 2000 mm × 7,5 220 KHI
tertutup - 380 V 50 Hz 1450 rpm 3 7 m3/jam 1 kental
sulphitotor 6000 mm kW A Japan
sulphitator penambahan
belerang
Tangki
Shulphured Kawasaki
pencampuran
sytup 1500 mm × Heavy
- - - - - - - - 1 nira kental
drawing 2000 mm Industrie,
dengan
tank Ltd
belerang
5 Masakan Luas = 280
m2; tebal = 2
mm;
diameter =
Dandila 4700 mm; Tangki untuk
Cylindrical - - - - - - - 500 liter 3 -
vacuum pan tinggi = memasak gula
1250 mm;;
diameter
ruang uap =
5200 mm
Luas
Vacuum pan Meiden TF Pan pengaduk
pemanas = - - - - - - - 500 liter 2 Japan
wirh stirrer 70 – NNR masakan
280 mm2
p = 8500
Mascuite Mengaduk nira
- mm; l = - - - - 0,5 rpm - - 550 liter 2 -
receiver kental
2700 mm
Palung p = 8000 Pan untuk
pendingin Little king mm; l = - - - - 0,3 rpm - - 550 liter 2 - mendinginkan
masakan 2700 mm masakan
Panuntuk
Vacuum p = 8000
2,2 220 membentuk
seed - mm; l = - 380 V 50 Hz 1450 rpm 3 300 liter 2 -
kW A kristal gula
crystalizes 2350 mm
pada masakan

II-63

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2. Daftar Mesin yang Terdapat di Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu (Lanjutan)

Nama Merk / Jumlah


No Stasiun Spesifikasi Daya Kecepatan Voltage Frekuensi Putaran Arus Phasa Kapasitas Produksi Fungsi
Mesin Type (unit)
Temperatur
= 78 – 800C;
Pemanasan
Reheater - luas = 50 m; - 13 m3/jam - - - - - 80 ton 1 -
gula lanjutan
jumlah pipa
= 412 batang
Tangki
Receiver 220 3 penampungan
Silnik - - - 380 V 50 Hz 1450 rpm 3 55 m 1 -
masakan A gula yang telah
masak
Vacuum 220 Pompa penarik
Little king - 30 kW - 380 V - 1450 rpm - 25 m3/jam 1 -
pan A gula halus
6 Putaran Diameter =
1220 mm;
tinggi = 760 650 kg
Putaran A Desseldof
- min; sisi - - - - - - - masakan / 4 Mengaduk gula
/B Germany
dalam = siklus
178mm/
siklus
Diameter
basket =
1000 mm;
tinggi =
1369 nun;
10 – 12 Desseldof
Putaran D - diameter - - - - 2200 rpm - - 1 Mengaduk gula
ton/jam Germany
saringan =
0,06 × 1,66
mm;
saringan = 4
segmen

II-64

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2. Daftar Mesin yang Terdapat di Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu (Lanjutan)

Nama Merk / Jumlah


No Stasiun Spesifikasi Daya Kecepatan Voltage Frekuensi Putaran Arus Phasa Kapasitas Produksi Fungsi
Mesin Type (unit)
Diameter =
1220 mm;
tinggi = 700
Putaran min; 650 Desseldof
- - - - - - - - 1 Mengaduk gula
SHS saringan = 8 kg/siklus Germany
mesh;
tekanan =
3,5 kg/cm
p = 3500
Pencampur Horizontal 5,5 Desseldof Pencampur
mm; l = - - - - - - - 1
A/B U kW Germany gula a dan b
1000 rpm
p = 3500
Pencampur Horizontal Desseldof Pencampur
mm; l = - - - - - - - - 1
D U Germany gula d
1000 rpm
p = 7200 Tangki
Feed Horizontal 3,7 Desseldof
mm; l = - - - - - - - 1 pencampur gula
mixer A/B U kW Germany
1000 rpm a dan b
Panjang fluit
bed = 15000
mm; lebar
fluit bed =
1500 m;
suhu awal =
Kawasaki
500C; suhu
Sugar 172 Heavy
- akhir = - - - - - - 25 ton/jam 1 Pendingin gula
dryer m/menit Industrie,
450C; jumlah
Ltd
blower = 6
set; jumlah
pemanas = 5
unit; jumlah
pendingin =
1 unit

II-65

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2. Daftar Mesin yang Terdapat di Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu (Lanjutan)

Nama Merk / Jumlah


No Stasiun Spesifikasi Daya Kecepatan Voltage Frekuensi Putaran Arus Phasa Kapasitas Produksi Fungsi
Mesin Type (unit)
Mesin 400 Memasukan
Berat = 50
7 Pengemasan pengemasan - - - - - - - - karung 2 - gula ke dalam
kg
(packaging) /jam karung
8 Work shop 112-M-4- 380 Proses
Mesin bubut - 4 kW - 380 V - 1440 rpm - - - -
TH A pembubutan
1,5
Mesin scrap Y90L-4 - - 380 V - 1400 rpm 3,7 A - - - -
kW
Proses
Bor C90L-4 - 2 HP - 380 V - 1430 rpm 3,8 A - - - -
pengeboran
2,2 Proses
Gerinda Y100LA-4 - - 1380 V - 1430 rpm 8,7 A - - - -
kW pengerindaan
Temperatur
uap = 3250C
Yosihimi
9 Boiler Mesin boiler H-1.6005 ± 100C; - - - - - - - - 2
ne Japan
tekanan = 20
kg/cm2
Tekanan
3600
10 Turbin uap - masuk = 18 - - - 5800 rpm - - - 2
kW
kg/cm2
C6DABH 480 Kubota
11 Mesin diesel - - - - 1500 rpm - - - 2
OS BHP Japan

II-66

Universitas Sumatera Utara


2.7.2. Peralatan

Jenis peralatan yang digunakan di Pabrik Gula PTPN II Kwala Madu adalah:

Tabel 2.3. Jenis Peralatan Pabrik Gula PT.PTPN II Kwala Madu

No. Nama Peralatan Klasifikasi


a. Lebar saringan : 1800 mm
b. Paniano saringan : 3600 mm
Saringan Gula (Vibrating
1 c. Kapasitas : 30 ton/ jam
Screen)
d. Kemiringan : 10
e. Fungsi: menyaring gula
a. Jumlah : 3 segmen
b. Lubang saringan : 9 mesh
2 Saringan Gula Kasar
c. Diameter kawat : 0,8 mm
d. Fungsi : menyaring gula
a. Jumlah : 3 segmen
b. Lubang saringan : 22 mesh
3 Saringan Gula Normal
c. Diameter kawat : 0,4 mm
d. Fungsi : menyaring gula
a. Kapasitas : 20 m3
b. Jumlah : 1 unit
4 RawJuice Tank c. Fungsi : tangki penampung nira mentah
d. Ukuran : 2000 mm x 7300 mm x 1200
mm
a. Merk /Tipe : Hidrolik Flex USA
b. Kapasitas : 15 ton
5 Truck Tipper c. Jumlah : 1 unit
d. Fungsi : memindahkan tebu dari bank
truk ke feeding cane carrier
a. Merk/Tipe : Eliez Magnetic Japan
Magnetic Tramp Liron b. Jumlah: 1 unit
6
Seporator c. Fungsi : membersihkan tebu dari
kotoran berupa logam
a. Produksi : Cameco U.S.A (19811)
b. Tipe : Hilo
7 Cane Lifter Hilo c. Kapasitas : 10 ton
d. Jumlah : 2 unit
e. Fungsi : mengangkat tebu dari truk

V-1
Universitas Sumatera Utara
V-68

Tabel 2.3. Jenis Peralatan Pabrik GulaPT.PTPN II Kwala Madu (Lanjutan)

No. Nama Peralatan Klasifikasi


a. Volume : 30 m3
b. Ukuran : 3450 mm x 3300 mm
8 Buffer Tank
c. Fungsi : tangki tunggu nira kental
d. Jumlah : 1 unit
a. Kapasitas : 20 m3
9 Imbibisi Water Tank b. Jumlah : 1 unit
c. Fungsi : tangki air imbibisi
a. Kapasitas : 240 m3
b. Jumlah : 1 unit
10 Bagacillo Fan
c. Fungsi : penyaring ampas tebu
d. Merk/ Type : KHI Japan
a. Kapasitas : 64 m3
b. Jumlah : 1 unit
11 Cake Bunker
c. Fungsi : menampung ampas halus hasil
gilingan
a. Kapasitas : 20 m3
b. Jumlah : 1 unit
12 Grasshopper Strainer c. Fungsi : mengayak kapus agar didapat
kapur yang cukup halus
d. Merk/tipe : KHI Japan

2.8. Utilitas

Utilitas adalah fasilitas pendukung kelancaran proses produksi di suatu

pabrik. Kebutuhan akan utilitas di Pabrik Gula Kwala Madu meliputi:

1. Penyediaan Air

Air yang digunakan untuk Pabrik Gula Kwala Madu adalah berasal dari

sungai. Air tersebut tidak berlangsung digunakan untuk proses produksi

Universitas Sumatera Utara


V-69

maupun air umpan ketel, sebab air sungai itu belum memenuhi persyaratan

untuk digunakan. Oleh karena itu diperlukan perlakuan terhadap air agar

memenuhi syarat untuk digunakan.Air yang telah diproses diantaranya adalah

air bersih yang masuk ke dalam storage tank.Air ini dibagikan ke boiler,

stasiun gilingan, stasiun pemurnian, stasiun masakan, untuk air pendingin

pada peralatan dan pompa-pompa stasiun masakan dimana air yang

digunakan ini diproses lagi.Disamping itu air dari storage tank digunakan

untuk pencuci peralatan, lantai dan pemakaian lainnya.

2. Penyediaan Tenaga Listrik

Uap kering yang dihasilkan boiler masuk ke power house untuk menggerakan

turbin. Turbin menggerakkan gear untuk memutar generator yang dihasilkan

arus listrik. Dalam masa giling, listrik yang dihasilkan digunakan untuk

keperluan:

a. Penerangan pabrik, kantor dan komplek perumahan.

b. Penggerak alat-alat proses produksi.

Sedangkan di luar masa giling, pembangkit listrik yang digunakan adalah

mesin diesel dan listrik yang dihasilkan untuk keperluan penerangan,

workshop, penggerak motor listrik dan lain-lain.

3. Penyediaan Tenaga Uap

Penyediaan tenaga uap yang terdapat di Pabrik Gula Kwala Madu berasal dari

2 unit boiler jenis pipa air dengan tipe H-1600S dengan kapasitas masing-

masing 60 ton uap/jam dimana uap yang dihasilkan kedua boiler ini berguna

untuk:

Universitas Sumatera Utara


V-70

a. Penggerak turbin uap generator listrik.

b. Penggerak lima unit turbin penggiling.

c. Perggerak turbin uap Feed Water Pump (pengisian air ketel)

d. Men-suply uap untuk keperluan proses seperti untuk pemurnian,

evaporator, masakan, putaran, sugar dryer and cooler.

4. Workshop

Kegunaan workshop adalah pelayanan teknis, produksi dan pelayanan

jasa.Pabrik Gula Kwala Madu memiliki workshop yang bertugas melayani

perbaikan dan perawatan. Dalam pengoperasian, operator biasanya

mendatangi tempat-tempat dimana terjadinya kerusakan peralatan ataupun

diperbaikan di workshop yang ada, antara lain BPT (Bagian Pelayanan

Teknis). Bagian ini berfungsi untuk melayani pekerja-pekerja pabrik yang

tidak biasa dilayani oleh workshop.

Contoh: pengangkutan tebu, pemakaianalatberat.

5. Laboratorium

Laboratorium juga memiliki peranan dalam pengawasan dan penentuan mutu

hasil produksi yang merupakan tujuan utama dari seluruh produksi.

Pengawasan yang dilakukan di laboratorium adalah sebagai berikut:

a. Analisis pada proses:

1) Tebu, meliputi persentase dari pada sabut, brix, pol, kadar air dan

kotoran.

2) Nira gilingan I sampai IV, meliputi persentase brix, pol, hasil

kemurnian (HK).

Universitas Sumatera Utara


V-71

3) Ampas, meliputi persentase pol, zat kering, kadar air.

4) Nira mentah, meliputi persentase pol, brix, HK, kadar kapur, kadar

phospat.

5) Nira encer meliputi persentase pol, brix, HK, kadar kapur, kadar

phospat.

6) Blotong, meliputi persentase pol, zat kering, air, ampas.

7) Kapur, meliputi persentase CaO aktif, suhu, bau, kotoran.

8) Nira kental, meliputi persentase brix, pol, HK, gula reduksi, sakarosa,

pH.

9) Masakan gula D1, D2, A, B, SHS, meliputi persentase brix, pol, HK,

warna.

10) Tetes, meliputi persentase brix, pol, HK, sakarosa, abu, gulareduksi.

b. Analisapadautilitas yang meliputi:

1) Pengolahan air.

2) Air Boiler.

3) Air pengisi ketel.

Semua utilitas diatas cukup mendukung kelancaran proses produksi gula

tersebut. Akan tetapi, penyediaan air untuk bahan tambahan produksi gula kurang

baik dikarenakan sumber airnya berasal dari sungai.Sebaiknya, air yang

digunakan berasal dari air yang berasal dari dalam tanah.

Universitas Sumatera Utara


V-72

2.9. Safety and Fire Protection

Kebakaran pada bangunan gedung menimbulkan kerugian berupa korban

jiwa, harta benda dan lingkungan, sementara itu penggunaan bahan atau

kompoenen-komponen bangunan dan peralatan serta instalasi dalam bangunan

belum memenuhi ketentuan yang berlaku. Menyadari hal tersebut perlu dibuat

ketentuan yang bersifat teknis yaitu:

a. Pencegahan kebakaran

Usaha preventive yang dilakukan perusahaan adalah dengan memberikan

prosedur kerja yang jelas kepada seluruh karyawan sehingga terhindar dari

kecelakaan kerja atau kebakaran yang disebabkan oleh kesalahan operator.

Perusahaan juga memberikan display (rambu-rambu) untuk bahan-bahan

yang berbahaya atau mudah terbakar.

b. Penanggulangan Kebakaran

Untuk menanggulangi masalah kebakaran, perusahaan telah menyediakan

daearah evakuasi untuk semua karyawan untuk menghindari korban yang

mungkin terjadi. Sedangkan untuk pemadaman api, perusahaan

menempatkan fire extinguiser di lantai produksi dan beberapa ruangan

kantor.

Penanggulangan kebakaran adalah meliputi tugas dan kewajiban bagi

seluruh karyawan agar tercapai kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran dan

memiliki kemampuan untuk dapat mencegah, menghindari dan menyelamatkan

diri.

Universitas Sumatera Utara


V-73

2.10. Limbah

Penanganan limbah dari Pabrik Gula Kwala Madu yang berupa ampas

tebu dan minyak gula telah menjadi perhatian khusus oleh pihak perusahaan.

Pihak perusahaan menyediakan tempat limbah tersebut agar mudah untuk diolah

kembali.

Limbah tersebut terdiri dari limbah cair, limbah padat, dan limbah

gas.Ketiga jenis limbah iini didaurulang kembali. Yaitu seperti pemanfaatan

blotong menjadi bahan baku pupuk kompos, pemanfaatan ampas tebu untuk

bahan bakar boiler, dan pemanfaatan abu ketel untuk campuran pupuk kompos.

Universitas Sumatera Utara