Anda di halaman 1dari 1

EMISI TRANSPORTASI

Sektor transportasi merupakan penyebab utama penurunan kualitas


lingkungan. Gas buang yang diemisikan oleh kendaraan bermotor ke udara ambien
berupa gas dari berbagai jenis polutan dan partikel. Emisi dari kendaraan di
sebagian besar negara, terutama negara-negara berkembang termasuk Indonesia,
belum dipahami dengan baik. Kemampuan membuat perkiraan yang akurat tentang
emisi sangat penting untuk perencanaan manajemen kualitas udara.

Dunia transportasi merupakan penyumbang terbesar emisi Karbon Dioksida


(CO2), selain CO2 polutan atau zat pencemaran yang dihasilkan oleh transportasi
adalah Natrium Okside (NOx), Sulfur Okside (SOx), dan Karbon Monoksida (CO).
Dari daftar diperoleh angka berikut ini:
a. Keseluruhan mobil di Inggris menghasilkan sebanyak 18,3 juta CO2
b. Semua penerbangan di Eropa selama sehari menghasilkan CO2 sebanyak
560 ribu ton CO2
c. Pesawat dari Bandara Heathrow dalam setahun menghasilkan CO2
sebanyak 2 juta ton
d. Semua penerbangan di dunia menghasilkan 670 juta ton CO2
e. Penerbangan dari New York ke London per penumpang menghasilkan CO2
sebanyak 610 kg

Negara telah melakukan upaya untuk menekan polusi udara dari emisi gas
khususnya transportasi. Upaya-upaya yang sudah dilakukan negara seperti
membuat peraturan yang lebih ketat terhadap emisi gas buang. Selain membuat
peraraturan-peraturan yang mendukung pengurangan emisi gas buang, pemerintah
juga sudah menjadi wadah yang baik bagi pengembangan dan penerapan teknologi
pada kendaraan bermotor yang dapat menghasilkan emisi gas buang yang rendah.
Teknologi-teknologi tersebut antara lain penggunaan teknologi EFI (Electronical
Fuel Injection) untuk menggantikan karburator sebagai alat pengendali campuran
bahan bakar dan udara. Teknologi berikutnya adalah penerapan perangkat EGR
(Exhaust Gas Recyrculating), perangkat ini mampu mengkoreksi emisi gas buang
pada kendaraan bermotor. Teknologi lainnya adalah mobil hybrid yang
menggabungkan dua sumber penggerak, yaitu bahan bakar fosil dan motor listrik.
Teknologi ini akan menghemat penggunaan bahan bakar fosil sehingga akan
mengurangi jumlah emisi gas buang yang dihasilkan.