Anda di halaman 1dari 10

Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa

RSUD Undata Palu


Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

LAPORAN KASUS

DISUSUN OLEH:

Ahmad Deni Handoko


N 111 17 116

PEMBIMBING:
dr. Dewi Suryani Angjaya, Sp. KJ

DIBUAT DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
RSUD UNDATA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2018
REFLESI KASUS
GANGGUAN AMNESIK YTT

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. I K

Umur : 64 tahun

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Alamat : Jln. Cendrawasih No.2B

Pekerjaan : Pensiunan

Agama : Protestan

Status Perkawinan : Menikah

Suku : Bali

Pendidikan : SARJANA

Tanggal Pemeriksaan : 27 Februari 2018

Tempat Pemeriksaan : RSUD UNDATA Palu

I. RIWAYAT PENYAKIT
A. Keluhan utama
Sering lupa

B. Riwatay Gangguan Sekarang


Pasien datang ke Poli Jiwa RSUD UNDATA pada tanggal 27
Februari 2018. Pasien mengeluhkan sering lupa dengan informasi
yang baru. Pasien susah mengingat ketika serangannya kambuh.
Sebelumnya pasien mengalami sering lupa ± 4 tahun yang lalu.
Pasien pernah berobat di RSUD UNDATA dan di diagnosis simdrom
amnestic organic ec psikomotor epilepsy. Keluhan pasien sekarang
berangsur membaik.

C. Hendaya/Disfungsi
Hendaya Sosial (-)
Hendaya Pekerjaan (-)
Hendaya Penggunaan Waktu Senggang (-)
Hendaya memori (+)
a) Faktor Stressor Psikososial
Tidak ada.
b) Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat
penyakit/gangguan sebelumnya.
Tidak ada

D. Riwayat Gangguan Sebelumnya


Riwayat Penyakit Dahulu :
- Tidak ada
Riwayat gangguan psikiatri
- Tidak ada
Riwayat penggunaan zat psikoaktif
- Pasien tidak pernah mengkonsumsi zat psikoaktif

E. Riwayat Kehidupan Pribadi (Past Personal History)


a. Riwayat Prenatal dan Perinatal
Tidak ada masalah saat pasien dalam kandungan. Pasien
lahir pada tanggal 28 Desember 1955, lahir dengan normal,
dilahirkan di rumah yang dibantu oleh dukun. Pasien lahir tanpa
penyulit apapun dalam persalinan dan tidak ada gangguan
penyakit. Pasien lahir dengan cukup bulan.
b. Riwayat Masa Kanak-Kanak Awal (1-3 tahun)
Pasien mendapatkan ASI dari ibunya, pertumbuhan dan
perkembangan sesuai umur, Pasien mendapatkan kasih sayang
dari orang tuanya.
c. Riwayat Masa Kanak-Kanak Pertengahan (4-11 tahun)
Pasien tumbuh dengan baik dan bergaul seperti anak-anak
biasa. Pasien mulai sekolah dasar sejak umur 6 lulus. Pasien
dibesarkan dengan baik oleh orang tuanya. Pasien mengaku sejak
kecil pasien suka bergaul dan bermain dengan teman sebaya.

d. Riwayat Masa Kanak-Kanak Akhir/Pubertas/Remaja (12-18


tahun)
Pasien melanjutkan pendidikan sekolah dasar hingga SMA
dan melanjutkan kuliah
b. Riwayat Masa Dewasa (>18 tahun)
Pasien sekarang merupakan pensiunan

F. Riwayat Kehidupan Keluarga


Pasien merupakan anak ke 2 dari ke 4 saudaranya. Dimana
saudara pasien terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan.

G. Situasi Sekarang
Saat ini pasien tinggal di rumah bersama istri dan 3 anaknya.

H. Persepsi Pasien Tentang Diri dan Kehidupan.


Pasien menyadari dirinya sakit secara penuh, dan memerlukan
pengobatan dari dokter.
II. STATUS MENTAL
A. Deskripsi Umum
1. Penampilan: Pasien mengenakan baju kemeja kotak-kotak putih
hitam dan dan celana panjang hitam, tampak wajah pasien sesuai
dengan umur.
2. Kesadaran: Compos mentis.
3. Perilaku dan aktivitas psikomotor : Tenang.
4. Pembicaraan : Spontan, menjawab seadanya sesuai yang
ditanyakan, dapat dimengerti.
5. Sikap terhadap pemeriksa : Kooperatif.

B. Keadaan Afektif, Perasaan dan Empati :


1. Afek : Normal
2. Mood : Eutimia
3. Empati : Dapat diraba-rasakan

C. Fungsi Intelektual (Kognitif)


1. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan :
Pengetahuan dan kecerdasan sesuai taraf pendidikannya.
2. Daya konsentrasi : Kurang baik
3. Orientasi :
 Waktu : Baik
 Tempat : Baik
 Orang : Baik
4. Daya ingat
 Jangka Pendek : Terganggu
 Segera (immediate memory) : Terganggu
 Jangka Panjang : Terganggu
5. Pikiran abstrak : Baik
6. Bakat kreatif : Tidak ditemukan
7. Kemampuan menolong diri sendiri : Baik
D. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi : Tidak ada
2. Ilusi : Tidak ada
3. Depersonalisasi : Tidak ada
4. Derealisasi : Tidak ada

E. Proses Berpikir
- Arus Pikiran
a. Produktivitas : Baik
b. Kontinuitas : Relevan
c. Hendaya berbahasa : Tidak ada
- Isi Pikiran
a. Preokupasi : Tidak ada
b. Gangguan isi pikir : Tidak ada

F. Pengendalian Impuls
Baik, pasien tampak tenang dan dapat mengendalikan dirinya
serta tidak membahayakan orang lain yang berada di sekitarnya.

G. Daya Nilai
1. Norma Sosial : Baik
2. Uji Daya Nilai : Baik
3. Penilaian Realitas : Baik

H. Tilikan (Insight)
Derajat VI: Pasien menyadari dirinya sakit dan butuh
pengobatan dari dokter.

I. Taraf Dapat Dipercaya


Dapat dipercaya.
III. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT
Pemeriksaan Fisik :
 Tekanan Darah : 100/70 mmHg
 Denyut Nadi : 92 kali/menit
 Suhu : 36,6°C
 Pernapasan : 18 kali/menit

IV. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Pasien datang ke Poli Jiwa RSUD UNDATA pada tanggal 27
Februari 2018. Pasien mengeluhkan sering lupa dengan informasi yang
baru.

V. EVALUASI MULTIAKSIAL
 Aksis I
 Berdasarkan anamnesis didapatkan adanya gejala sering lupa
dengan informasi yang baru sehingga dapat disimpulkan bahwa
pasien mengalami Gangguan amnesik.
 Pada pasien tidak ditemukan adanya bukti yang cukup untuk
menegakkan suatu etiologi spesifik sehingga didiagnosa sebagai
Gangguan amnesik YTT

 Aksis II
Tidak ada ciri khas
 Aksis III
Tidak ada ciri khas
 Aksis IV
Tidak ada ciri khas
 Aksis V
GAF 60-51 Gejala sedang, disabilitas sedang
VI. RENCANA TERAPI

1. Menejemen gangguan amnestik


a. Senam otak
Melakukan senam otak dengan cara memberi beberapa tebakan untuk
diri sendiri dan anda harus menjawabnya. Sebagai contoh,sebutkan 10
nama teman kecil anda, sebutkan sepuluh barang yang ada diruang
keluarga, dan sebagainya. Lakukan cara ini setiap hari, di waktu luang
anda. .
b. Lakukan Permainan Asah Otak
Untuk dapat meningkatkan daya ingat, lakukan permainan yang dapat
mengasah otak. Cara paling mudah untuk mengasah otak adalah
dengan mengisi jawaban teka-teki silang, atau memainkan game yang
ada di ponsel.
c. Hindari stres
Stres dapat menyebabkan daya ingat menurun, serta melemahkan
kinerja otak. Untuk mengatasinya, anda dapat melakukan aktivitas
ringan yang dapat mengalihkan ketegangan fikiran anda.
d. Memutar kembali memori otak
Memutar kembali memori otak sangat efektif untuk meningkatkan
daya ingat. Mengingat kembali kenangan di masa lalu bersama teman
kecil, kenangan indah bersama keluarga atau kekasih dan hal lain yang
dapat melatih ingatan dalam jangka panjang.

VII. PROGNOSIS
Prognosis : dubia
Kausa spesifik gangguan amnesik menentukan perjalanan
penyakit dan prognosis bagi seorang pasien. Awitan dapat mendadak atau
berangsur-angsur , gejala dapat bersifat sementara atau persisten, dan hasil
akhir dapat berkisar dari tidak ada perbaikan hingga penyembuhan
sempurna.
VIII. PEMBAHASAN / TINJAUAN PUSTAKA

1. Gangguan amnesik adalah terganggunya kemampuan untuk


mempelajari dan mengingat informasi baru secara didapat , disertai
ketidakmampuan mengingat pengetahuan yang telah dipelajari
sebelumnya atau peristiwa masa lalu. Penyebab gangguan amnestik
adalah struktur diencephalon khusus seperti nucleus dorso lobus
midtemporalis seperti : hippocampus, korpus mamillaria, dan
amygdala. Walaupun amnesia,biasanya sebagai hasil dari kerusakan
bilateral pada struktur-struktur tersebut, namun pada beberapa kasus
dari kerusakan unilateral menghasilkan satu gangguan Amnestik dan
tanda ini mengidentifikasikan bahwa hemisfer kiri mungkin lebih kritis
(berat) dari pada hemisfer kanan dalam perkembangan
gangguan memori.

Kriteria diagnosis DSM-IV-TR untuk gangguan amnesik YTT

1. Kategori ini sebaliknya digunakan untuk gangguan amnesik yang


tidak memenuhi kriteria tipe spesifik lain yang telah dijelaskan.
Contohnya adalah gambaran klinis amnesik yang tidak memiliki
bukti yang cukup untuk menegakan suatu etiologi yang spesifik.

IX. FOLLOW UP

Mengevaluasi keadaan umum, pola makan dan perkembangan


penyakit pasien serta menilai efektivitas pengobatan yang diberikan dan
melihat kemungkinan adanya efek samping obat yang diberikan.
DAFTAR PUSTAKA

Sadock, Benjamin J, Virginia J Sadock. Kaplan dan Sadock: Buku Ajar Psikiatri

Klinis. Edisi 2. Jakarta.Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2010.

Departemen saraf RSPAD Gatot Soebroto. Pengenalan dan penatalaksanaan


kasus-kasusneurologi. Jakarta : Departemen saraf RSPAD Gatot
Soebroto, 2007